Anda di halaman 1dari 47

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid
terakhir. Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi pertama sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan
triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. Kehamilan melibatkan perubahan fisk
emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam lingkungan keluarga.
Pada umunya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran
bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang
diharapakan. Sulit diketahui bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian
resiko tidak dapat memprediksi apakah Ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya.
Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan
mendukung kesehatan Ibu hamil normal dan mendeteksi Ibu dengan kehamilan normal
(Prawirohardjo, 2002).
Hasil akhir kehamilan yang diharapkan adalah kelangsungan hidup ibu dan
bayinya. Tujuan perawatan antenatal lebih dari itu; bukan hanya kelangsungan hidup tetapi
juga kualitas hidup yang baik perawatan antenatal yang baik mencakup:
Pengawasan kehamilan untuk melihat apakah segalanya berlangsung
normal, untuk mendeteksi dan mengatasi setiap kelalaian yang timbul, dan
untuk mengantisipasi semua masalah selama kehamilan, persalinan dan
periade postnatal.
Penyuluhan atau pendidikan mengenai kehamilan dan bagaimana cara-cara
mengatasi gejalanya, mengenai diet, perawatan gigi serta gaya hidup;
hampir semua pertemuan dengan ibu hamil (dengan suaminya) memberikan
kesempatan untuk memberikan penyuluhan dalam satu atau lain bentuk.
Persiapan (baik fisik maupun psikologis) bagi persalinan atau pelahiran, dan
pemberian petunjuk mengenai segala aspek dalam perawatan bayi.
Dukungan jika terdapat masalah-masalah sosial atau psikologis.

Dalam hubungannya dengan hasil akhir suatu kehamilan, kualitas hidup yang
baik berarti Ibu yang sehat dengan bayi yang sehat dan Ibu mengetahui cara merawat bayi
serta dirinya. Sebagian besar rumah sakit kini menyertakan calon ayah ke dalam program
penyuluhan dan persiapan persalinan (Farrer, 2001).
Pada trimester kedua pemeriksaan dilakukan setiap bulan. Dengan rancangan
pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan keluhan hamil
muda, pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan) sehingga dari pemeriksaan ini
didapatkan kesimpulan tentang kehamilan. Kesimpulan mungkin normal sehat dan
memuaskan, adanya penyakit Ibu, atau adanya komplikasi kehamilan.
Pada periode ini pula dapat dilakukan pengobatan kehamilan berupa obat
simtomatis untuk gejala hamil muda, pengobatan penyakit yang menyertai kehamilan, dan
pemberian obat penyokong (vitamin, obat khusus), dan vaksinasi tetanus toksoid I. Anjuran
yang diberikan pada masa ini umumnya berkaitan dengan kesehatan dan secara khusus
berkaitan dengan kesimpulan kehamilannya. (Manuaba, 1999).
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum

Mampu memahami dan mampu menerapkan konsep dan asuhan keperawatan pada
kehamilan trimester I,II dan III.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui konsep dasar teori kehamilan trimester I, II dan III
b. Mampu melakukan asuhan keperawatan pada kehamilan trimester I, II dan III
a. Mampu menerapkan asuhan keperawatan maternitas pada ibu hamil
C. Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini kelompok menggunakan metode studi pustaka dengan
membaca beberapa literatur dan media elektronik yang berhubungan dengan konsep dan
asuhan keperawatan pada kehamilan trimester I, II dan III.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
Konsep Dasar Kehamilan Dan Asuhan Keperawatan
Trimester I, II dan III
A. Konsep Kehamilan
1. Definisi
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan) dihitung dari konsepsi sampai 3
bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari
bulan ketujuh sampai 9 bulan (Manuaba, IBG, 1999).
2. Tanda-Tanda Dugaan Kehamilan
1. Amenorea (terlambat datang bulan)
a. Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraf
dan ovulasi
b. Mengetahui tanggal haid terakhir ditentukan perkiraan persalinan
2. Mual (Nausea) dan muntah (emesis)
a. Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang
berlebih
b. Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari (Morning Sickness)
c. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi
d. Akibat mual muntah nafsu makan berlebihan
3. Ngidam
Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian
disebut Ngidam
4. Sinkope atau Pingsan
a.

Terjadinya gangguan sirkulasi ke darah kepala (sentral) menyebabkan


iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkop / pingsan

b.

Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu

5. Payudara tegang
a.

Pengaruh estrogen-progresteron dan somatotropin menimbulkan lemak, air


dan garam payudara

b.

Payudara membesar dan tegang

c.

Ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama

6. Sering miksi
a. Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan
sering miksi
b. Pada triwulan ke-2 sudah hilang
7. Konstipasi atau obstipasi
Pengaruh progresteron dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan
kesulitan buang air besar
8. Pigmentasi kulit
a. Sekitar pipi : Chloasoma gravidarum
b. Keluarnya

Melaphorne

Stimulating

Hormone

hipofisis

anterior

menyebabkan pigmentasi kulit pada kulit.


9. Dinding perut
a. Striae lividae
b. Striae nigra
c. Linea alba makin hitam
10. Sekitar payudara
a. Hiperpigmentasi areola mamae
b. Puting susu makin menonjol
c. Kelenjar montgomery menonjol pembuluh darah manifes sekitar payudara
11. Epulsi
Hipertrofi gusi (epulsi) dapat terjadi bila hamil
12. Varices / penampakan pembuluh darah vena
a. Karena pengaruh dari estrogen dan progresteron terjadi penampakan
pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat
b. Penampakan pembuluh darah itu terjadi di sekitar genetalia eksterna, kaki,
betis dan payudara
c. Penampakan pembuluh darah ini menghilang setelah persalinan
3. Tanda Kehamilan tidak pasti
1. Rahim membesar, sesuai dengan tuanya kehamilan
2. Pada Px dalam dijumpai :
a. Tanda Hegar

b. Tanda Chadwicks
c. Tanda piscaseck
d. Kontraksi Braxton Hicks
e. Teraba ballotement
3. Pemeriksaan tes biologi kehamilan positif
Sebagian kemungkinan positif palsu
4. Tanda kehamilan pasti
Tanda-tanda kehamilan dapat ditentukan dengan jalan :
1. Gerakan janin dalam rahim
a. Terlihat / teraba gerakan janin
b. Teraba bagian-bagian janin
2. Denyut Jantung Janin
a. Auskultasi : Stetoskop laenec, alat kardiotokografi, Doppler
b. Ulstrasonografi :
1). Gastation sac
2). Fetal Plate
c.

Abdominal foto : Kerangka janin terlihat

B. KONSEP DAN ASKEP PADA TRIMESTER I, II dan III


I.

TRIMESTER I

Minggu 1
Tubuh Ibu akan banyak berubah dalam 3 bulan pertama kehamilan. Janin berkembang di
dalam rahim Ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki,
sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan.
Jaga kondisi tubuh Ibu
Perlahan-lahan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) mulai diproduksi untuk
membantu pematangan sel telur. Pembuahan (pertemuan sel sperma dan sel telur) baru
terjadi 12-14 hari lagi dimana setelah terjadi pembuahan maka pada saat itu embrio baru
tumbuh.
Saat ini merupakan momentum paling tepat untuk menghentikan segala kegiatan yang
kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol.
Tiga hal yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi perkembangan embrio dan
menyebabkan kecacatan. Sebaiknya hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang

dijual bebas. Namun untuk obat rutin yang diminum (obat untuk tekanan darah tinggi, obat
diabetes)

sebaiknya

dikonsultasikan

terlebih

dahulu

kepada

dokter

sebelum

menghentikannya.
MINGGU 2
Masa ovulasi
Keajaiban awal mula kehidupan diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur di
saluran tuba. Hanya 1 sperma yang mampu memasuki sel telur dan membuahinya.
Hal ini dikarenakan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) terjadi pada pertengahan
siklus menstruasi (12-14 hari). Jadi minggu ini adalah saat paling tepat untuk terjadinya
pembuahan. Minggu ke-2 adalah berakhirnya masa haid dan masuk ke masa proliferasi.
Hormon

FSH

yang

dihasilkan

oleh

tubuh

akan

berfungsi

untuk

membantu

mengembangkan 1 atau beberapa folikel menjadi sel telur yang matang. Sel telur matang
akan berjalan dari indung telur ke saluran tuba dan menunggu untuk dibuahi.
Akhir minggu ini, adalah waktu berovulasi.
Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehamilan.
Nutrisi adekuat, olahraga, dan istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu.
Jika berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum kehamilan, Ibu memerlukan
asupan kalori sebesar 2200 kalori setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester
pertama). Selama trimester kedua dan ketiga, Ibu memerlukan tambahan 300 kalori
perhari. Kalori tambahan dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk Ibu
maupun janin.
MINGGU 3
Tanda awal kehamilan
Setelah ejakulasi, sel sperma yang mencapai saluran kelamin wanita harus melalui masa
penyesuaian terlebih dahulu selama 7 jam yang berlangsung di dalam vagina
Membutuhkan waktu sekitar 10 jam bagi sperma untuk mencapai saluran tuba namun
hanya butuh 20 menit untuk sel sperma membuahi sel telur. Pembuahan berlangsung
selama 12 24 jam, dimulai ketika sel sperma memasuki sel telur dan berakhir dengan
terbentuknya zigot (sel yang berkembang).
Dalam stadium morula, sel akan diarahkan perlahan-lahan berjalan dari saluran tuba
menuju rahim. Di dalam rongga rahim sel akan berkembang menjadi ratusan sel dan
dikelilingi oleh rongga berisi cairan yang disebut dengan blastokista. Dalam waktu 9 hari

blastokista akan berimplantasi pada dinding depan atau dinding belakang rahim, dekat
pada fundus rahim (bagian paling atas dari rahim). Tubuh Ibu akan mengeluarkan protein
imunosupresan yang mencegah tubuh bereaksi karena melihat janin sebagai benda asing.
Jika implantasi atau perlekatan ini terjadi barulah dapat disebut kehamilan. (meskipun
janin Ibu baru berusia 1 minggu).
Ibu
Minggu ini Ibu akan sering merasa lelah dan payudara mulai terasa tegang dan sakit.
Kedua hal tersebut merupakan pertanda awal kehamilan. Ibu juga dapat mengalami
ketidakseimbangan mood atau disebut bad mood yang dikarenakan perubahan hormonal
pada Ibu hamil. Selain itu, mual atau morning sickness juga dapat terjadi.
Tanda positif kehamilan
Tanda pertama yang menandakan kehamilan adalah telatnya periode menstruasi Ibu. Selain
itu Ibu juga dapat merasakan gejala lainnya seperti sering berkemih, pembesaran dan nyeri
pada payudara, mual, perasaan lelah, daerah areola (sekitar puting) menjadi semakin hitam,
peningkatan temperatur tubuh, dan flek perdarahan tanda implantasi (perlekatan embrio ke
rahim). Tes kehamilan yang positif membantu mendiagnosis kehamilan.
MINGGU 4
Awal Pembentukan Organ
Embrio :
Telur yang sudah dibuahi akan melakukan interaksi dan perlekatan dengan rahim. Setelah
perlekatan terjadi, hormon hCG akan dilepaskan-hormon kehamilan yang akan
memberikan tanda 2 strip pada tes kehamilan. hCG akan merangsang korpus luteum
(kantung tempat keluar sel telur) untuk memproduksi hormon progesteron yang berguna
untuk menjaga lapisan rahim sebagai sarana perlekatan embrio sampai plasenta mengambil
alih-6 minggu dari sekarang.
Embrio akan berkembang menjadi 3 lapisan, dimana masing-masing lapisan akan
membentuk organ. Lapisan endoderm atau lapisan terdalam akan membentuk saluran
pencernaan, usus, hati, dan paru. Lapisan tengah atau mesoderm akan membentuk jantung,
alat kelamin, otot, tulang dan ginjal. Lapisan terluar, yaitu ektoderm akan membentuk
rambut, kulit, mata, dan sistim saraf. Pada akhir minggu ke-4 embrio Ibu akan memiliki
kepala, mulut yang terbuka, otak serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm
1 mm dan memiliki berat kurang dari 1 gram.

Ibu :
Sama seperti minggu sebelumnya, Ibu akan merasakan beberapa tanda awal kehamilan
yaitu payudara yang terasa nyeri dan membesar, letih, kontraksi Braxton-Hicks, sering
berkemih, dan mual. Serviks (leher rahim) akan melunak dan berubah warna. Ibu dapat
memeriksakan kehamilannya minggu ini dengan melakukan tes kehamilan menggunakan
stik..
Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengkonsumsi asam folat 400 mikrogram/hari.
Asam folat sangat penting untuk dikonsumsi di awal kehamilan karena mengurangi risiko
defek tabung neuron pada janin. Saat ini adalah saat yang emosional bagi seorang Ibu yang
sedang hamil. Perubahan mood dan keluhan mual sangat mengganggu. Disinilah peran
ayah atau pasangan untuk selalu mendampingi sang istri. Perhatikan istri anda, dampingi
selalu, tanyakan keluhannya, dan cobalah mengerti kondisinya. Calon orangtua dapat
membaca buku kehamilan bersama-sama untuk mengetahui mengenai apa yang terjadi di
kehamilan setiap minggunya.
Yang harus diperhatikan ibu untuk menjaga kesehatan janin :
Hindari aspirin, merokok, dan minum alkohol ketika sedang hamil. Aspirin dapat
menyebabkan perdarahan dan perubahan di dalam fungsi pembekuan darah. Merokok
mengganggu penyerapan dari vitamin B dan C serta asam folat, menyebabkan bayi lahir
dengan berat badan rendah, peningkatan risiko keguguran, dan kematian bayi segera
setelah melahirkan. Perokok pasif juga memiliki efek yang sama dengan yang aktif. Saat
sedang hamil, mintalah agar orang sekitar untuk tidak merokok di dekat Anda. Minumminuman keras dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome.
MINGGU 5
Permulaan masa embriogenik
Embrio :
Minggu ke-5 adalah permulaan periode embrionik (dari minggu 5 10 kehamilan), suatu
periode yang sangat penting di dalam perkembangan organ janin. Embrio Ibu saat ini
berusia 3 minggu. Peristiwa yang paling khas dalam minggu kelima adalah gastrulasi, yaitu
proses yang membentuk ketiga lapisan germinal pada embrio. Tiga lapisan yang
berkembang yaitu endoderm, mesoderm, dan, ektoderm, masing-masing akan membentuk
organ. Pada akhir minggu ke-5 embrio akan membentuk dasar kerangka sumbu badan,

otak, serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm 1 mm dan memiliki berat
kurang dari 1 gram. Minggu ini adalah suatu tahapan yang sangat peka terhadap gangguangangguan teratogenik (kecacatan janin).
Ibu :
Pada minggu ini Ibu tidak akan mendapatkan menstruasi, salah satu pertanda untuk
kehamilan. Apabila

Ibu

melakukan

tes

kehamilan,

maka

akan

sangat

besar

kemungkinannya untuk positif. Tes ini mendeteksi adanya hCG, hormon yang meningkat
pada saat kehamilan.
Ibu hamil membutuhkan 300 kalori ekstra setiap harinya. Pastikan Ibu memakan makanan
yang bergizi untuk perkembangan embrio. Beberapa makanan yang mengandung parasit
seperti listeriosis dan toksoplasma dengan efek dapat mengakibatkan kecacatan pada
embrio sebaiknya dihindari.
Mengurangi mual dan muntah di kehamilan

Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering seperti sereal, roti,
atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur, atau coba makan makanan ringan tinggi
protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk
dicerna)

Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan
secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna

Tetap duduk tegak selama 10-20 menit setelah makan untuk menghindari refluks
lambung dan heartburn

Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi
cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau
anggur

Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak. Hindari kopi karena dapat
merangsang asam lambung

Hindari bau yang menyengat dan menyebabkan mual

Jahe cukup efektif untuk mengurangi mual. Cobalah untuk memakan permen jahe,
minum air jahe, atau jahe dalam bentuk kapsul

Hubungi dokter untuk konsumsi vitamin B6 atau terapi obat lainnya

Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman
tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan
harus diterapi sesegera mungkin.

MINGGU 6
Memiliki panjang sekitar 1,25 mm sampai 3 mm. Otak, jantung dan pembuluh darah,
sistim saraf, dan organ lain mulai berkembang.
Kunjungan prenatal pertama
Embrio :
Minggu ini embrio akan memiliki bentuk seperti kecebong, dengan kepala yang lebih besar
dari organ lain dan memiliki buntut. Tabung saraf yang akan membentuk saraf tulang
belakang dan otak memanjang dari atas sampai bawah embrio. Penonjolan pada pusat
embrio (tengah) akan membentuk jantung. Pembentukan otak, jantung dan pembuluh
darah, sistim saraf, dan organ lain mulai berkembang. Lidah mulai terbentuk pada embrio
berusia 4 minggu dalam bentuk 2 tonjolan lidah lateral dan 1 tonjolan lidah medial.
Saluran usus primitif dan pembentukan tunas hati akan terbentuk pada embrio berukuran 3
mm ini. Kantung amnion dan plasenta juga sedang dibentuk.
Sel mesoderm akan berkembang menjadi sel-sel darah dan kemudian membentuk
pembuluh-pembuluh darah kecil. Dengan berlanjutnya pembentukan tunas pembuluh
darah, pembuluh darah ekstraembrional akan membentuk hubungan dengan pembuluh
darah di dalam embrio sehingga menghubungkan embrio dan plasenta (ari-ari).Selaput
perikardium (meliputi jantung) mulai terbentuk. Tunas paru mulai tampak sebagai suatu
tonjolan di dekat dinding depan usus. Bagian-bagian dari ginjal yaitu tubulus nefron dan
glomerulusnya berkembang pesat minggu ini.
Ibu :
Ibu mungkin akan mulai merasa moody (sedih di satu waktu dan bahagia di waktu
berikutnya), hal tersebut wajar terjadi dan disebabkan oleh hormonal yang berfluktuasi.
Perdarahan berupa bercak merupakan hal normal yang terjadi di awal kehamilan, namun
berhati-hatilah karena bercak atau flek perdarahan tersebut dapat berupa tanda awal dari
keguguran atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Hubungi dokter kebidanan
Ibu apabila bercak perdarahan tersebut berlanjut.
Apabila Ibu mulai sering merasa kelelahan, maka latihan fisik sedang atau olahraga
disarankan untuk meningkatkan energi. Cobalah untuk berjalan atau mengikuti kelas yoga.

Sering berkemih atau sering bolak-balik ke kamar mandi merupakan tanda umum
kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon -hCG akan meningkatkan aliran darah ke
daerah panggul-bagus untuk peningkatan kepuasan seksual selama kehamilan. Selama
kehamilan, efisiensi dari ginjal semakin membaik sehingga membantu tubuh Ibu untuk
menyingkirkan produk sisa metabolisme lebih cepat. Selain itu, rahim yang membesar
akan mulai menekan kandung kemih, menyisakan tempat yang lebih kecil untuk
menampung air seni dan mengakibatkan peningkatan frekuensi berkemih.
MINGGU 7
Saat berusia 5 minggu dan berukuran 2 sampai 5 mm. Jantung sudah dialiri darah dan kaki
tangan mulai memanjang.
Embrio :
Pada minggu ke-7, bentuk luar dari embrio berkembang dengan pesat. Mata yang
berukuran sebesar titik saat ini akan membentuk lensa mata. Lempeng telinga juga akan
membentuk gelembung telinga yang berkembang membentuk bangunan-bangunan yang
berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan. Pembentukan lapisan untuk kavum
timpani serta tuba eustachius (bagian dari telinga) sudah mulai berkembang. Minggu ini
tangkai kantung kuning telur dan tangkai penghubung bersatu membentuk tali pusat.
Rongga jantung yang hampir sempurna sudah mulai dialiri oleh darah. Sekat jantung mulai
dibentuk mulai minggu ke-6 sampai minggu ke-8. Apabila terjadi gangguan pada
pembentukan sekat jantung saat ini, maka bayi dapat lahir dengan kelainan jantung
bawaan.
Permulaan dari sistim pencernaan dan sistim pernapasan mulai terbentuk. Tunas paru akan
membentuk trakea dan tunas bronkialis. Tunas bronkialis akan membentuk saluran bronkus
di kanan dan kiri. Otak, otot, dan tulang juga sudah memiliki bentuk awal. Plakoda hidung
membentuk lubang hidung dan membentuk tonjol hidung. Tunas untuk anggota badan
depan dan belakang (tangan dan kaki) sudah mulai berbentuk dayung dan semakin
memanjang. Panjang embrio dari puncak kepala sampai bokong berukuran 2-5 mm,
pengukuran ini lebih sering dipakai daripada pengukuran dari kepala ke tumit karena kaki
embrio seringkali terlipat yang mengakibatkan sulitnya pengukuran.
Ibu :
Apabila Ibu mulai merasa mual atau mengalami morning sickness, disarankan Ibu
mengurangi makan makanan berlemak, banyak minum, frekuensi makan ditingkatkan
namun dalam porsi yang lebih kecil (6x/hari), istirahat teratur, dan jangan lupa untuk

mengkonsumsi vitamin prenatal. Bila gejala mual dan muntah Ibu semakin meningkat,
kehilangan berat badan, atau dehidrasi (kekurangan cairan), maka kemungkinan Ibu
mengalami hiperemesis gravidarum. Segera berkonsultasi dengan dokter kebidanan Ibu.
Kehamilan akan menyebabkan perubahan pada serviks (leher rahim). Mukus atau lendir
yang terbentuk di pintu masuk dari kanalis servikal mulai terbentuk dan berfungsi untuk
melindungi rahim. Payudara Ibu akan membesar dan terasa tidak nyaman, hal ini terjadi
karena peningkatan dari hormon estrogen dan progesteron. Puting akan terasa lebih sensitif
dan lebih nyeri dari biasanya. Areola-daerah gelap di sekitar puting- akan menjadi semakin
gelap, semakin besar dan akan terus membesar dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu
Ibu juga dapat melihat adanya bintil-bintil (seperti saat kita merinding) di sekitar areola.
Bintil ini dinamakan tuberkel Montgomery, yaitu kelenjar keringat yang berfungsi sebagai
pelumas bagi areola.
MINGGU 8
Umur 6 minggu dan panjang sekitar 11 sampai 13 mm. Otak berkembang pesat dan wajah
sudah semakin jelas terlihat.
Perkembangan pesat otak dan jantung embrio
Perkembangan terbanyak minggu ini adalah perkembangan otak dan kepala embrio. Pada
minggu ke-8, otak embrio berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Wajah dari
embrio juga semakin jelas terlihat, matanya terbuka, mulut dan lidahnya berkembang, dan
embrio sudah mulai membentuk ginjal. Saat ini adalah periode kritis perkembangan lengan
hampir berakhir, tonjolan lengan dan kaki mulai membentuk bagian tangan, bahu, dan jarijari. Tonjolan lengan sudah berada di posisi proporsional akhir dan perkembangan rigi jarijari tangan dan kaki sudah terbentuk. Tali pusat-bagian yang menghubungkan antara
embrio dengan plasenta- sudah terbentuk. Tali pusat akan menjamin transportasi nutrisi
dan oksigen untuk embrio Ibu.
Pada minggu ke-8, jantung janin sudah lengkap terbentuk 4 rongga, sekat untuk membatasi
ruang bilik dan serambi, serta katup diatara ruang-ruangnya. Tonjolan paru sudah diliputi
oleh pleura (selaput paru) dan cabang dari saluran bronkus. Saluran-saluran dari ginjal juga
semakin banyak dan semakin berkembang. Membrana kloakalis pada janin sudah terbagi
menjadi membarana urogenitalis (membentuk saluran kencing dan alat kelamin) serta
membrana analis (membentuk anus atau dubur). Tonjol genitalia akan berkembang menjadi
tonjol skrotum (kantong kemaluan) pada bayi laki-laki dan akan berkembang menjadi labia

mayora pada bayi wanita. Embrio Ibu saat ini memiliki panjang 2 kali lipatnya yaitu 11-13
mm.
Akhir minggu ke-8, embrio Ibu berusia 6 minggu dan berukuran 22-24 mm, kepala masih
lebih besar dibandingkan dengan tulang belakang. Tonjolan jari tangan dan kaki sudah ada,
saluran dari tenggorokan ke paru-paru sudah terbentuk. Bibir atas sudah sempurna dan
bentuk telinga bagian luar mulai membentuk elevasi pada kedua sisi kepala. Bagian
buntut embrio akan perlahan menghilang. Pertumbuhan embrio memiliki kecepatan 1
mm/hari, namun tidak harus di dalam penambahan panjang badan, dapat juga di
pertumbuhan organ lain seperti di lengan dan kaki.
Periode kritis perkembangan jantung sudah hampir berakhir. Bilik jantung sudah lengkap
dan akan menyempurnakan bentuknya. Perkembangan hati disini akan menyebabkan
penonjolan dari perut embrio. Sistim saluran pencernaan berkembang di umbilikus, usus
halus berkembang dan akan bermigrasi ke dalam perut ketika ruang di perut embrio sudah
cukup besar. Punggung embrio semakin memanjang sekarang, rangka embrio masih terdiri
atas kartilage (tulang rawan) dimana sel tulang pertama akan menggantikan kartilage pada
hari ke 47 kehamilan. Osifikasi (proses penulangan) primer mulai terjadi di pusat dari
tulang panjang, Embrio Ibu sudah mulai terlihat seperti bayi kecil sekarang.
Ibu :
Jangan kaget apabila ukuran bra Ibu bertambah 1-2 ukuran lebih besar, terutama bila ini
adalah embrio pertama. Payudara Ibu akan terus membesar sebagai persiapan untuk
menyusui. Sedangkan rahim Ibu sekarang berukuran sebesar jeruk. Jangan berdiet selama
kehamilan. Ibu harus meningkatkan berat badan sekarang karena akan berbahaya bagi
janin bila Ibu mengurangi berat badan.
MINGGU 9
Umur 7 minggu dan berat 2 gram. Panjang saat ini 22 sampai 30 mm. Jari-jari mulai
terbentuk dan mulai bergerak
Pergerakan embrio pertama kali
Embrio :
Minggu ini mata embrio sudah memiliki lensa, iris, retina, kornea, dan kelopak mata. Mata
janin belum terbuka karena kelopak mata belum terbentuk sempurna. Pigmentasi retina
didapatkan pada embrio. Saat ini embrio Ibu sudah menjadi janin yang berarti muda.
Meskipun masih tergolong sangat kecil, embrio Ibu sudah terlihat mirip dengan bayi.

Selama perkembangan organ, lengan atas lebih cepat tumbuh dibanding paha dan betis.
Lengan sudah berada di lokasi final dan jari-jari mulai memisah. Lekukan yang menandai
perkembangan jari tangan di kemudian hari sudah terbentuk.
Tonjol rahang atas (maksila) menyatu dengan tonjol hidung ketika bibir atas terbentuk.
Herniasi umbilikus atau masuknya organ pencernaan (usus, lambung) yang berada di luar
perut embrio ke dalam perut mulai terjadi minggu ini.
Pankreas, kandung empedu, duktus biliaris, dan anus (dubur) sudah siap di posisi masingmasing. Hati embrio sudah terbentuk dan mulai menghasilkan sel darah merah yang
dipompakan ke seluruh tubuh oleh jantungnya yang kecil. Jantung embrio sendiri saat ini
sudah terbagi atas 4 ruangan dan berdebar 150x/menit.
Perkembangan luar biasa minggu ini adalah embrio Ibu yang mulai bergerak. Meskipun
sudah mulai bergerak, Ibu masih belum bisa merasakannya. Gigi yang sangat kecil sudah
berada di bawah gusi, pita suara dan kelenjar ludah mulai terbentuk, serta janin akan mulai
membuka mulutnya minggu ini. Pertumbuhan alat kelamin janin Ibu akan dimulai. Panjang
janin Ibu saat ini adalah 22-30 mm dengan berat badan sekitar 2 gram.
Ibu :
Ibu akan mulai merasakan peningkatan dari lingkar pinggul minggu ini, meskipun Ibu
masih belum terlihat jelas sedang hamil. Apabila Ibu sering sekali bolak-balik ke kamar
mandi untuk buang air kecil, maka kurangi konsumsi kafein yang terkandung di dalam
kopi dan teh, namun jangan mengurangi asupan cairan secara keseluruhan.
Selama hamil, volume darah akan meningkat sekitar 50%. Peningkatan volume darah ini
penting untuk memenuhi kebutuhan rahim yang sedang berkembang dan melindungi Ibu
dan bayi dari efek yang membahayakan ketika Ibu berbaring atau berdiri. Peningkatan
volume darah ini juga berfungsi sebagai pelindung selama persalinan karena kemungkinan
banyaknya kehilangan darah.
Peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan akan terbagi atas :

3,5 kg untuk janin

3,5 kg untuk simpanan Ibu (lemak, protein, nutrisi lain)

2 kg untuk peningkatan volume cairan

1 kg untuk pembesaran payudara

1 kg untuk rahim

1 kg untuk cairan amnion

0,75 kg untuk plasenta

Total dari semua peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan ini adalah sekitar 12 13
kg.

MINGGU 10
Berat sekitar 4 sampai 5 gram dengan panjang 31 sampai 42 mm. Umur 8 minggu dengan
jari-jari yang sudah lengkap terbentuk. Telinga dan tunas gigi sudah ada.
Pembesaran pembuluh vena ibu hamil
Embrio :
Embrio saat ini memiliki panjang 31 sampai 42 mm dengan perkiraan berat badan sekitar
4-5 gram. Embrio Ibu sudah memiliki jari-jari tangan dan kaki yang bebas sehingga
membuat Ibu dapat merasakan tendangan di perut. Tungkai semakin memanjang dan
membengkok di daerah siku dan lutut. Penulangan tulang anggota badan akan dimulai
pada akhir masa embrio. Saat ini tulang embrio mulai terbentuk dan indentasi di kaki yang
akan membentuk lutut dan tumit mulai mengeras.
Telinga sudah mulai berbentuk dan kelopak mata sudah tidak transparan lagi. Tonjolan
untuk pembentukan gigi yang berada di bawah gusi mulai terbentuk (meskipun bayi Ibu
nantinya baru memiliki gigi pada usia 6-7 bulan setelah lahir). Menjelang perkembangan
minggu ke-10, lamina dentis yang berada di sepanjang rahang atas dan rahang bawah
membentuk tunas gigi, masing-masing 10 buah pada setiap rahang. Wajah embrio saat ini
sudah menyerupai manusia dengan ekornya yang sudah menghilang. Herniasi umbilikus
akan bertahan sampai minggu ke-15.
Otak embrio akan membentuk 250.000 sel saraf baru setiap menitnya, ginjal embrio Ibu
sudah mulai memproduksi air seni, lambungnya mulai memproduksi asam lambung, dan
bila embrio Ibu laki-laki, dia akan mulai memproduksi hormon testosteron. Detak jantung
janin sudah mulai dapat terdeteksi oleh suatu alat yang bernama Doppler. Kemungkinan
keguguran janin akan menurun setelah minggu ke-10. Paru sudah terbagi atas 3 lobus di
sebelah kanan, dan 2 lobus di sebelah kiri, lengkap dengan selaputnya.
Ibu :
Minggu ini plasenta sudah mulai berfungsi mengatur hormonal embrio. Karena hal inilah
maka gejala dari mual dan muntah Ibu atau morning sickness mulai menurun. Meskipun
begitu, fluktuasi kadar hormonal di dalam tubuh masih menyebabkan ketidakstabilan
emosional atau mood yang naik turun pada Ibu hamil. Jangan heran bila tiba-tiba Ibu

merasa sedih atau depresi, dan di menit berikutnya Ibu merasa baik-baik saja dan sangat
bahagia.
Suatu penanda dari volume darah yang meningkat adalah terlihatnya pembuluh vena yang
membesar di permukaan kulit Ibu hamil. Umumnya aliran garis biru ini dapat Ibu lihat di
payudara, perut, tangan, dan kaki. Peningkatan volume darah sekitar 20-40% pada Ibu
hamil memang diimbangi dengan pembesaran vena agar pembuluh darah tersebut dapat
mengangkut aliran darah yang meningkat. Pembesaran vena ini akan perlahan-lahan
menghilang setelah bayi dilahirkan dan Ibu tidak lagi menyusui.
Ibu masih belum mebutuhkan baju hamil sekarang, namun ibu mungkin merasakan bahwa
pakaian atau baju sehari-hari mulai terasa tidak nyaman atau terasa ketat dan bra Ibu mulai
terasa sempit akibat dari pembesaran payudara. Untuk mengatasi hal tersebut, pakailah
celana yang memiliki karet elastis pada bagian pinggang, Ibu dapat membeli bra baru yang
nyaman (ukuran payudara dapat meningkat 1-2 ukuran), dan pakailan pakaian yang
longgar.
Peningkatan berat badan Ibu selama kehamilan :
Ibu

dengan

berat

badan

kurang

(IMT

<

18,5)

15

kg

20

kg

Ibu dengan berat badan normal (IMT 18,5 22,9) : 12,5 kg 15 kg


Ibu dengan berat badan berlebih (IMT > 22,9) : 7,5 kg 12, 5 kg.
Olahraga selama kehamilan
Olahraga seperti berenang dan berjalan setiap hari selama 30 menit adalah pilihan tepat di
kala hamil. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otot, tonus otot, dan ketahanan tubuhtiga kualitas yang dapat membantu Ibu selama 9 bulan kehamilan, membantu mengurangi
stress saat melahirkan, dan membuat pembentukan tubuh setelah melahirkan menjadi lebih
mudah.
Vaksinasi selama kehamilan
Imunisasi yang direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan adalah vaksin DPT.
Rubella selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada janin. Oleh
karena itu, vaksin MMR sebaiknya diberikan sebelum kehamilan atau setelah persalinan
Vaksin campak yang hidup tidak diberikan pada wanita hamil, sedangkan vaksinasi polio
hanya diberikan pada wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan polio.

MINGGU 11

Minggu ini memasuki masa janin. Organ tubuh sudah terbentuk lengkap. Panjang sekitar 4
sampai 6 cm dengan berat sekitar 8 gram. Umur 8 minggu, saat ini memasuki tahap
pembesaran, pemanjangan, dan penyempurnaan.
Penyempurnaan organ janin
Janin :
Janin saat ini memiliki panjang dari kepala sampai bokong sekitar 44 sampai 60 mm
dengan perkiraan berat janin sekitar 8 gram, kurang lebih sebesar telapak tangan Ibu.
Tahap gangguan atau kecacatan pada janin sudah terlewat minggu ini, minggu
pembentukan organ sudah selesai dan sekarang memasuki tahap pembesaran,
pemanjangan, dan penyempurnaan.
Tangan janin akan mulai terbuka dan membentuk kepalan tinju, nail bed atau dasar dari
kuku mulai terbentuk, tonjolan di bawah giginya mulai terbentuk, dan beberapa tulangnya
mulai mengeras. Janin akan memulai refleks menelan dan mencium.
Janin akan mulai bergerak dan menggeliat dan gerakan tersebut akan semakin bertambah
seiring dengan perkembangan tubuhnya yang makin sempurna. Namun gerakan ini hanya
terlihat dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Ibu sendiri baru akan merasakan
gerakan janin dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun testis dan indung telur sudah
sempurna terbentuk minggu ini, jangan buru-buru menyiapkan dekorasi kamar bayi, Ibu
baru dapat melihat jenis kelamin janin dalam waktu beberapa minggu lagi. Bila bayi Ibu
perempuan, perkembangan rahim dan vaginanya sudah dimulai.
Ibu :
Minggu ini mual dan muntah akan mulai berkurang, Ibu akan merasa lebih nyaman dan
dapat makan tanpa diiringi rasa mual. Plasenta yang sempurna dan pertumbuhan kelenjar
akan mengambil alih produksi hormon. Ibu dapat fokus ke hal lain yaitu peningkatan berat
badan Ibu dan janin yang signifikan di trimester kedua.
Jangan khawatir apabila kondisi mual trimester pertama membuat Ibu tidak bisa makan.
Pada 3 bulan pertama, kenaikan berat badan Ibu memang berkisar 1 2,5 kg. Nafsu makan
Ibu akan kembali setelah fase ini terlampaui dan selanjutnya kenaikan berat badan Ibu
berkisar 0,5 kg/minggu. Namun saat ini bukan berarti Ibu boleh makan tidak terkontrol,
makan terus menerus tanpa memperhatikan gizi tidak akan ada manfaat bagi janin. Pilihlah
makanan yang bergizi seperti sayuran, gandum, dan ikan. Nutrisi yang baik sangat
berpengaruh di dalam perkembangan otak dan tubuh janin.
Sayangnya beberapa keluhan selama kehamilan seperti konstipasi (hambatan pengeluaran
dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras

disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman
yang dirasakan dibalik tulang dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung,
bersendawa, dan buang gas yang berkaitan dengan perubahan hormon mulai dirasakan.
Progesteron akan merelaksasi otot polos di tubuh Ibu. Sakit kepala juga dapat Ibu rasakan
akibat dari peningkatan kadar hormon. Ibu dapat mencegah terjadinya sakit kepala dengan
makan teratur, tingkatkan asupan cairan, istirahat dan tidur teratur, serta hindari stres.
MINGGU 12
Umur 10 minggu dengan berat antara 8 sampai 14 gram dan panjang hampir 6 cm. Sel
saraf dan otak berkembang sangat cepat. Refleks sudah ada dan mata dapat mengedip. Ibu
dapat melihat dengan alat USG.
Refleks bayi mulai terbentuk
Janin :
Berat janin Ibu sekarang antara 8 14 gram dengan panjang kepala sampai bokong hampir
60 mm. Janin Ibu tumbuh dan berkembang 2 kali lipat dalam 3 minggu terakhir.
Perkembangan terbesar janin minggu ini adalah refleks bayi. Jari janin Ibu akan mulai
terbuka, ibu jari kaki janin akan mulai menekuk, otot mata akan berkontraksi dimana janin
dapat mengedipkan mata, dan mulut janin akan membentuk gerakan menghisap. Usus
janin Ibu yang berkembang dengan sangat cepat sampai membuat suatu tonjolan di tali
pusat akan mulai masuk ke rongga abdomen (perut) mulai minggu ini, dan ginjal janin
akan mulai menghasilkan air seni ke dalam kantong kemih.
Sementara itu sel saraf janin berkembang sangat cepat dan di dalam otak janin sinaps atau
aliran listrik saraf juga mulai terbentuk. Mata janin akan berpindah dari sisi samping ke
depan kepala dan telinga janin berada di sisi kepala, di tempat yang seharusnya. Janin
mulai dapat menelan cairan amnion (ketuban) di mana janin Ibu sedang berenang-renang
sekarang. Jangan khawatir janin Ibu tidak bisa bernapas dan tenggelam di dalam cairan
amnion. Janin mendapatkan oksigen dari darah yang dipompakan ke dalam tubuh oleh
plasenta dikarenakan janin belum dapat bernapas menggunakan paru-paru.
Sebagian besar organ janin sudah sempurna terbentuk minggu ini. Sekarang janin akan
memasuki masa maintenance yaitu masa pematangan fungsi sistim organ agar organ dapat
berfungsi sempurna dalam 28 minggu ke depan.
Ibu :

Rahim Ibu saat ini teraba tepat di atas simpisis pubis atau di bawah tulang kemaluan. Dari
ukuran yang sangat kecil, rahim Ibu sekarang berdiameter 12-14 cm, sebesar bola kasti.
Rahim Ibu akan perlahan-lahan membesar sekitar 1 cm setiap minggunya. Pada saat
melahirkan, rahim Ibu akan berdiameter sekitar 37 42 cm. Berat rahim Ibu akan
meningkat dari 70 gram sebelum kehamilan menjadi hampir 1100 gram$ ketika
melahirkan. Ibu sudah mulai dapat berbelanja baju kehamilan saat ini dan akan lebih baik
dan lebih nyaman bila Ibu mulai menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat.
Ibu disarankan untuk menjaga kebersihan dari giginya dengan cara menggosok gigi dan
berkumur setelah makan. Hal ini dikarenakan kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga
dapat mengakibatkan penyakit gingivitis dan periodontitis. Kesehatan rongga mulut dan
gigi yang tidak terjaga dapat menjadi sumber infeksi yang berkaitan dengan kelahiran
prematur dan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Perasaaan heart burn pada Ibu saat ini terjadi karena plasenta yang memproduksi hormon
progesteron merelaksasi katup yang memisahkan esofagus dan lambung sehingga
memudahkan terjadinya refluks atau naiknya asam lambung ke esofagus menimbulkan
sensasi panas atau terbakar di dada.
Kulit ibu berubah selama kehamilan. Pada sebagian besar wanita akan muncul garis
vertikal berwarna coklat kehitaman di kulit sepanjang bagian tengah perut yang disebut
dengan linea nigra. Garis ini akan ada selama kehamilan dan akan menghilang setelah
melahirkan. Jaring-jaring vaskuler dan palmar eritema (kemerahan di telapak tangan) dapt
terjadi akibat pelebaran dari pembuluh darah dan tingginya kadar estrogen selama
kehamilan. Gejala ini hanya sementara, tidak berbahaya, dan akan menghilang setelah
melahirkan.

1. PENGKAJIAN UMUM

Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data danmenganalisanya


sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagiklien.
Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah :
a. Biodata:Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur,
agama,suku bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- ,lamanya
perkawinan dan alamat.

b. Keluhan utama:Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan


pervaginamberulang
c. Riwayat kesehatan:
1) Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi keRumah Sakit
atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luarsiklus haid,
pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.
2) Riwayat kesehatan masa lalu.
d. Riwayat pembedahan:Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis
pembedahan ,kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung.
e. Riwayat penyakit yang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang pernahdialami oleh klien
misalnya DM , jantung , hipertensi , masalahginekologi/urinary , penyakit endokrin ,
dan penyakit-penyakit lainnya.
f. Riwayat kesehatan keluarga:Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram
tersebut dapatdiidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang
terdapatdalam keluarga.
g. Riwayat kesehatan reproduksi:Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya,
banyaknya, sifat darah,bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause
terjadi, gejalaserta keluahan yang menyertainya.
h. Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas:Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari
dalam kandungan hingga saatini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya.
i .Riwayat seksual:Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan
sertakeluahn yang menyertainya.
j. Riwayat pemakaian obat:Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat
digitalis dan jenisobat lainnya.k. Pola aktivitas sehari-hari:Kaji mengenai nutrisi, cairan
dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK),istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik
sebelum dan saat sakit.
2.PEMERIKSAAN FISIK
a. Kelenjar tiroid: Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-satunya
kelenjaryang bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik. Tingkat metabolic
danritme, termasuk keteraturan menstrtuasi pada usia subur, diatur oleh kelenjartiroid.
Efek aktifitas tiroid sangat luas. Oleh karena itu, observasi tingkah laku,penampilan,
kulit, mata, rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang penting

b. Payudara :Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa payudara


untuk menetapkan data dasar tentang keadaan normal. Abdomen Periksaan abdomen
dengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit dilakukan untuk memperoleh
gambaran keadaanumum, warna, ruam, lesi, jaringan parut,stria, dilatasi vena, turgor,
tekstur, dan distribusi rambut. konstur, kesimetrisan,dan adanya hernia juga harus
dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan pertama
dilakukan pada tahap lanjut kehamilan.
3.PEMERIKSAAN LABORATORIUM:
a.Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, papsmear.
b.Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakahklien setuju,
apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB jenis apa.
4. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Perubahan Nutrisi ; Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan DenganMorning
Sickness
2.Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal
3.Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan KurangPemahaman
Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal DanDampaknya Terhadap
Klien/Keluarga.
4.Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing SelamaKehamilan
RENCANA KEPERAWATAN

1. Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan

Dengan morning sickness


Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi:
a.Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakanbatasan 24 jam.
RASIONAL : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selamakehamilan.
b.Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17 tahundan lebih dari 35
tahun

.RASIONAL : remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia, dank lien lansiamungkin


cenderung obesitas
c.Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
RASIONAL: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periodeprenatal mencegah
terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk dan dietyang seimbang dapat meningkatkan
kebutuhan kalori yang adekuat.
d.Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dansuplemen
vitamin/zat besi setiap hari
RASIONAl:materi referensi yang dapat dipelajari dirumah, meningkatkankemungkinan
klien memilih diet seimbang
e.Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien denganumpan balik tentang
informasi yang telah diberikan.
RASIONAL: bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet, evaluasilanjut atau
intervensi lain mungkin dapat di indikasikan.
f.Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai dan hal yang tebuselama kehamilan.
RASIONAL: dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran pemberilayanan
kesehatan.
g.Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan makanandan tingkat
motivasi untuk memakanya
RASIONAL: memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkindidasarkan pada
kebutuhan psikologis, fenomena budaya, responterhadap lapar dan respon tubuh terhadap
kebuuhan nutrisi.
h.Timbang berat badan klien. Pastika berat badan pregravid biasanya.Berikan informasi
tentang penambahan prenatal yang optimum.
RASIONAL: ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat badannormal masa
kehamilan meningkatkan resiko retardasi pertumbuhanintra uterin (IUGR) pada janin
dengan berat badan lahir rendah.
i.Tunjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah

RASIONAL: mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif padastatus nutrisi
prenatal, khusunya pada periode kritis perkembangan janin.

2. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik DanPengaruh Hormonal

Tujuan: pasien merakaan kenyamanan selama kehamilan.


Intervensi:
a.catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor
RASIONAL: memberikan informasi untuk memilih intervensi petunjuk terhadap respon
klien pada ketidaknyaman dan nyeri.
b.Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan
RASIONAL: ketidnyaman selama pemeriksaan dapat terjadi khususnyapada klien asing
yang telah mengalami sirkumsisi/infibulasi.
c.Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting.
RASIONAL: memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudarayang membesar,
menguatkan jaringan aerolar.
d.Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan.
RASIONAL: stimulasi putting berlebihan dapat memperbesar kemungkinanpersalinan
praterm melalui pelepasan oksitoksin.
3 Diagnosa 3: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang
Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya
Terhadap Klien/Keluarga.
Tujuan : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilanIntervensi:
a.Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terusmenerus.
RASIONAL: peran penyuluh/konselor dapat memberikan bimbinganantisipasi dan
meningkatkan tangung jawab individu terhadapkesehatan.
b.Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan denganperubahan
fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan, sertameyakinkan tentang aktivitas,
perawatan diri dan sebagainya.

RASIONAL : memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasikebutuhan dan


membuat rencana perawatan.
c.Klarifikasi kesalah pahaman
RASIONAL: ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapatmemnggau
pembelajaran selanjutnya.
d.Tentukan derajat motivasi untuk belajar
RASIONAL: klien dapat mengalami kesulitan belajar kecuali kebutuhanuntuk belajar
tersebut jelas.
e.Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalamkebudayaan klien.
RASIONAL : membantu menjamin kualitas/ konyinuitas asuhan karenaorang pendukung
munkin lebih berhasil dari pada dokter/perawat/bidandalam memberikan informasi.
f.Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
RASIONAL : penerimaan penting untuk mengembangakan danmempertahankan
hubungan.
g.Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan oleh pria,bidan,atau praktisi wanita.
RASIONAL : beberapa budaya memandang dokter medis sebagai seseorangyang menangani
penyakit dan mengunakan bidan untuk melahirkansehat.tuntunan kesopanan atau budaya dapat
menghambat asuhan yangdilakukan pria dan/ atau dapat meminta suami tetapa diruangan
selamaasuhan diberikan.
Diagnosa 4: Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama
Kehamilan.
Tujuan : tidak terjadi cidera terhadap janin
Intervensi :
a.Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu.
RASIONAL : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan dengankesejahteraan idu,
khususnya selama trimester pertama, saatperkembangan sistem organ paling rentan
terhadap cedera dari factorlingkungan atau keturunan.

b.Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan. Anjurkan klienmelakukan latihan


secukupnya bukan latihan berat (mis.,berenang,bersepeda).
RASIONAL : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70% karenalatihan keras,
bradikardia sementar, kemungkinan hipertermia janin, danintra uterine growth retardation
(IUGR). Juga latiha Nonendurac prenatal dalam jumlah besar cenderung memperpendek
persalina,meningkatkan kemungkinan kelahiran vaginal spontan, dan menurunkanperlunya
penambahan oksitosin.
c.Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, menggunakankondom. (rujuk pada MK:
infeksi prenatal).
RASIONAL : Kegagalan untuk menggunakan kondom selama koitus dapatmeningkatkan resiko
transmisi penyakit hubungan kelamin (PHS).Khususnya
human immunodeficiency virus
(HIV), bila klien tidak mengetahui riwayat/ kontak seksual pasangan.
d.Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien. Timbang berat badan.Diskusikan kurva
penambahan berat badan normal untuk setiaptrimester.
RASIONAL : Malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada janindan bayi berat
badan lahir rendah. Obesitas ibu pragravid telahdihubungkan dengan kelahiran paterm.
e.Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yangdiketahui mengalami
infeksi rubella bila klien tidak kebal, dan tentangperlunya diimunisasi setelah kelahiran.
(Rujuk pada MK: InfeksiPranatal).
RASIONAL : Kira-kira 5%-15% wanita usia menyusui masih rentanterhadap rubella, yang
disebarkan oleh infeksi droplet. Pemajanan dapatmempunyai efek negative pada
perkembangan janin, khususnya padatrimester pertama. Imunisasi setelah kelahiran
mengakibatkan imunitasselama kehamilan selanjutnya.
f.Anjurkan penghentian penggunaan tembakau.
RASIONAL : Merokok dapat mempenhgaruhi sirkulasi plasenta. SkorApagar rendah pada
kelahiran (di bawah 7 pada 5 menit) dihubungkandengan merokok.
g.Kaji perkembangan uterus melalui pemeriksaan internal

RASIONAL : Memberikan informasi tentang gestasi janin: menggambarkanIUGR;


mengidentifikasi kehamilan multiple
.h.Lakukan Tes Serologi
RASIONAL : Diagnosa positif darik kondisi seperti toksoplasmosis dapatdibuat.

II. TRIMESTER II
a. Pengertian Kehamilan Trimester II
Merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan usia 14 28 minggu.
Merupakan kehamilan yang terjadi pada kehamilan antara 16 24 minggu
(4 6 bulan) (Wiknjosastro, 2007)
b. Tanda dan Gejala Kehamilan trimester II
1.

Perubahan fisik
Pada kehamilan trimester II ini mengalami perubahan seluruh system tubuh
baik secara anatomis maupun fisiologis dari keadaan tidak hamil ke keadaan
hamil yang disebut fisiologi maternal

2.

Perkembangan Janin
- Pada minggu ke 16 (bulan ke 4) kepala masih dominan, wajah sudah
Nampak seperti manusia, mata telinga dan hidung sudah terlihat khas,
perbandingan tangan dan kaki sesuai, terlihat aktivitas motorik
- Pada minggu ke 20 (bulan ke 5) terlihat vernik kaseosa, terlihat laguno,
kaki memanjang dengan sesuai, terlihat kelenjar subasea
- Pada minggu ke 24 (bulan ke 6) tubuh berbaring tapi dengan proporsi
yang sempurna, kulit kemerahan dan keriput.

3.

Perkembangan Plasenta
Morula yang sedang tumbuh ini mendekati endometerium yang berada pada
fase sekresi. Morula tadi mulai masuk ke dalam endometerium. Pada akhir
minggu pertama, sejumlah sel dalam pada morula mulai mengalami
disintegrasi, meninggalkan ruang yang terisi cairan. Sel ini sekarang disebut
dengan blastocyst.

4.

Perubahan Psikologis
Menurut penelitian pada trimester II biasanya cukup menyenangkan. Tubuh
wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi, morning sickness
telah

hilang,

janin

masih

tetap

kecil

dan

belum

menyebabkan

ketidaknyamanan dengan ukurannya. Selama trimester II terjadi quickening


yaitu istilah yang berarti perasaan pertama adanya kehidupan. Pengalaman
tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru, dan hal
ini sering mnyebabkan sang Ibu memiliki dorongan psikologis yang besa
5.

Perubahan Organ Pengindra


-

Pada minggu ke 16 (bulan ke 4) organ-organ pengindra mengalami


perbedaan secara umum

Pada minggu ke 20 (bulan ke 5) hidung dan telinga mengalami osifikasi

c. Fisiologis Ibu Hamil Trimester II


1.

Uterus
Pada trimester II uterus Ibu menjadi besar. Hal ini dikarenakan pertumbuhan
janin dalam rahim. Peredaran darah bertambah sesuai dengan bertambah
besarnya rahim.

2.

Vagina
Pembuluh darah pada dinding bertambah, sehingga warna selaput lendirnya
membiru. Vagina bertambah elastic sebagai persiapan untuk tahap
persalinan.

3.

Ovarium
Pada trimester ke II corpus luteum gravidi sudah tidak ditemukan lagi
sebagai reaksi dari hormone oksitosin.

4.

Dinding Perut
Menjelang akhir dari trimester II atau menuju ke trimester III maka akan
tampak garis-garis memanjang atau serong pada perut. Garis-garis itu
disebut dengan Striae Gravidarum.

5.

Kulit
Menjelang pertengahan trimester II akan terjadi hiperpigmentasi atau
terjadinya percepatan pembentukan pigmen kulit yang terdapat pada areola
atau dalam hal ini areola dan putting susu menjadi agak kecoklatan.

6.

Buah Dada
Pada kehamilan trimester I sudah mulai nampak pembesaran buah dada,
namun terlihat jelas pada pertengahan trimester II dan selanjutnya sampai
persalinan, hal ini karena pengaruh dari hormon prolaktin dan progesterone
sebagai persiapan asupan nutrisi untuk bayi.

7.

Darah
Volume darah bertambah baik plasma darah maupun eritrositnya.
Fisiologis kehamilan pada trimester II tidak jauh berbeda dengan trimester I
karena pada trimester II merupakan tahap lanjutan dari trimester sebelunya.
- Kerja jantung semakin berat, karena penambahan plasma darah yang
alami
- Penggunaan O2 yang melebihi dari biasanya karena factor pengaruh
- Kegiatan ginjalpun bertambah karena factor kerja ginjal mensekresi zatzat yang tidak diperlukan lagi dari dalam tubuh ibu dan janin

d. Pengkajian Keperawatan
1. Anamnesa
Klien mengatakan umur kehamilannya berada pada minggu ke 16 24
minggu. Keluhan mual muntah dan pusing kepala sudah tidak ada
gerakan janin untuk pertama kalinya mulai dirasakan
2. Pengkajian Fisik Dan Psikologi
a)

Tanda tanda vital


Terjadi perubahan tanda-tanda vital yang berarti. Seperti peningkatan
pernapasan, takikardi, dan peningkatan suhu basal

b) Kulit
Terjadinya

Stiae

gravidarum

yang

merupakan

reaksi

dari

hiperpigmentasi kulit yang biasanya terlihat di perut dan payudara


c)

Dada
Terjadi perubahan payudara dengan sedikit agak membesar.,terasa
nyeri tekan,puting susu menonjol dan mengerasdan Areola terlihat
menghitam

d) Abdomen
Perut terlihat menonjol dan dan membesar

e)

Genitalia
Vagina elastis. Pembuluh dinding vagina bertambah sehingga lebih
terlihat kemerahandan iran vagina biasanya bertambah dalam
kehamilan.

e. Diagnosa Dan Intervensi Keperawatan


1. Risiko terhadap gangguan citra tubuh b.d persepsi perubahan biofisik
respon orang lain
Intervensi Keperawatan :
-

Tinjau ulang proses fisiologis dan perubahan normal dan


abnormal, tanda tanda, dan gejala gejala.

Perhatikan riwayat yang ada sebelumnya/potensial masalah


jantung/ginjal /diabetik.

Ukur tekanan darah dan nadi. Laporkan jika peningkatan sistolik


lebih dari 30mmHg dan diastolic lebih dari 15mmHg

2. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kemajuan alamiah


dari kehamilan b.d terus membutuhkan informasi sesuai perubahan
trimester II yang dialami
Intervensi Keperawatan :
-

Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trimester II

Berikan pengetahuan terhadap kebutuhan Ferosulfat dan Asam


Folat

Diskusikan adanya obat-obatan yang mungkin diberikan untuk


mengontrol atau mengatasi masalah medis

3. Ketidakefektifan pola nafas b.d pergeseran diafragma karena pembesaran


uterus
Intervensi Keperawatan :
-

Kaji status pernapasan

Dapatkan riwayat dan pantau masalah medis yang terjadi atau ada
sebelumnya ( misalnya alergi, einitis, asma, masalah sinus,
tuberkolosis )

Kaji kadar hemoglobin dan hematokrit. Tekankan pentingnya


masukan vitamin atau fero sulfat prenatal setiap hari

III.

TRIMESTER III
1.

Perubahan Anatomi Fisiologi & Psikologi Kehamilan Trimester III


a.

Perubahan Anatomi Dan Fisiologi


1) UTERUS
Pada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram
(berat uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5
cm. Pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk uterus seperti buah
alpukat agak gepeng. Pada kehamilan 16 minggu, uterus berbentuk
bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula,
lonjong seperti telur. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya
kehamilan sangat penting diketahui antara lain untuk membentuk
diagnosis, apakah wanita tersebut hamil fisiologik, hamil ganda atau
menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya.
Pada kehamilan 28 minggu, fundus uteri terletak kira-kira 3 jari
diatas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosssus xipoideus. Pada
kehamilan 32 minggu, fundus uteri terletak antara jarak pusat dan
prossesus xipoideus. Pada kehamilan 36 minggu, fundus uteri terletak
kira-kira 1 jari dibawah prossesus xipoideus. Bila pertumbuhanjanin
normal, maka tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu adalah 25
cm, pada 32 minggu adalah 27 cm dan pada 36 minggu adalah 30 cm.
Pada kehamilan 40 minggu, fundus uteri turun kembali dan terletak kirakira 3 jari dibawah prossesus xipoideus. Hal ini disebabkan oleh kepala
janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.
Pada trimester III, istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan
berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim
(SBR). Pada kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus
menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang
nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih
tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Dinding
uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.
2) SERVIKS UTERI

Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena


hormon estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan
adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak.
Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas
kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit
mengandung jaringan otot, maka serviks tidak mempunyai fungsi
sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja
mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah
janin kebawah. Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan
tidak menutup seperti spinkter. Perubahan-perubahan pada serviks perlu
diketahui sedini mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa
hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan
kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.
Kelekjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan
mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang
hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada
keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik,
karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin
bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir
kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada
waktu persalinan.

3) VAGINA DAN VULVA


Vagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami perubahan.
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak lebih
merah dan agak kebiru-biruan (livide). Warna porsio tampak livide.
Pembuluh-pembuluh darah alat genetalia interna akan membesar. Hal ini
dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genetalia
tersebut menigkat. Apabila terjadi kecelakaan pada kehamilan/persalinan
maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat mengakibatkan
kematian. Pada bulan terakhir kehamilan, cairan vagina mulai
meningkat dan lebih kental.

4) MAMMAE
Pada kehamilan 12 minggu keatas, dari puting susu dapat keluar cairan
berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari
kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi.
5) SIRKULASI DARAH
Volume darah akan bertambah banyak 25% pada puncak usia
kehamilan 32 minggu. Meskipun ada peningkatan dalam volume
eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma jauh
lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih
rendah. Walaupun kadar hemoglobin ini menurun menjadi 120 g/L.
Pada minggu ke-32, wanitahamil mempunyai hemoglobin total lebih
besar daripada wanita tersebut ketika tidak hamil. Bersamaan itu, jumlah
sel darah putih meningkat ( 10.500/ml), demikian juga hitung
trombositnya.
Untuk mengatasi pertambahan volume darah, curah jantung akan
meningkat 30% pada minggu ke-30. Kebanyakan peningkatan curah
jantung tersebut disebabkan oleh meningkatnya isi sekuncup, akan tetapi
frekuensi denyut jantung meningkat 15%. Setelah kehamilan lebih
dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan darah.
Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga
mengalami distensi. Vena tungkai terutama terpengaruhi pada kehamilan
lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return) akibat
tingginya tekanan darah vena yang kembali dari utrerus dan akibat
tekanan mekanik dari uterus pada vena kava. Keadaan ini menyebabkan
varises pada vena tungkai (dan kadang-kadang pada vena vulva) pada
wanita yang rentan.
Aliran darah melalui kapiler kulit dan membran mukosa meningkat
hingga mencapai maksimum 500 ml/menit pada minggu ke-36.
Peningkatan aliran darah pada kulit disebabkanoleh vasodilatasi ferifer.
Hal ini menerangkan mengapa wanita merasa panas mudah
berkeringat, sering berkeringat banyak dan mengeluh kongesti hidung.
Gambaran protein dalam serum berubah, jumlah protein, albumin,
dan gamma globulin baru meningkat perlahan-lahan pada akhir

kehamilan, sedangkan beta globulin dan bagian-bagian fibrinogen terus


meningkat. LED pada umumnya meningkat sampai 4x sehingga dalam
kehamilan tidak dapat dipakai sebagai ukuran.
6) SISTEM RESPIRASI
Pernafasan masih diafragmatik selama kehamilan, tetapi karena
pergerakan diafragma terbatas setelah minggu ke-30, wanita hamil
bernafas lebih dalam, dengan meningkatkan volume tidal dan kecepatan
ventilasi, sehingga memungkinkan pencampuran gas meningkat dan
konsumsi oksigen meningkat 20%. Diperkirakan efek ini disebabkan
oleh meningkatnya sekresi progesteron. Keadaan tersebut dapat
menyebabkan pernafasan berlebih dan PO2 arteri lebih rendah. Pada
kehamilan lanjut, kerangka iga bawah melebar keluar sedikit dan
mungkin tidak kembali pada keadaan sebelum hamil, sehingga
menimbulkan

kekhawatiran

bagi

wanita

yang

memperhatikan

penampilan badannya.
7) TRAKTUS DIGESTIFUS
Di mulut, gusi menjadi lunak, mungkin terjadi karena retensi cairan
intraseluler yang disebabkan oleh progesteron. Spinkter esopagus bawah
relaksasi,

sehingga

menyebabkan

dapat

rasa

terjadi

terbakar

di

regorgitasi
dada

isilambung

(heathburn).

yang
Sekresi

isilambungberkurang dan makanan lebih lama berada di lambung. Otototot usus relaks dengan disertai penurunan motilitas. Hal ini
memungkinkan absorbsi zat nutrisi lebih banyak, tetapi dapat
menyebabkan konstipasi, yang memana merupakan salah satu keluhan
utamawanita hamil.
8) TRAKTUS URINARIUS
Pada akhir kehamilan, kepala janin mulai tuun ke PAP, keluhan sering
kencing dan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan
kembali. Disamping itu, terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh
adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga
laju filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69%. Reabsorbsi tubulus

tidak berubah, sehingga produk-produk eksresi seperti urea, uric acid,


glukosa, asam amino, asam folik lebih banyak yang dikeluarkan.
9) SISTEM IMUN
HCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil. Selain itu kadar Ig
G, Ig A dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan
hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada
pada kadar ini, hingga aterm.

METABOLISME DALAM KEHAMILAN


BMR meningkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada trimester III. Kalori
yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran karbohidrat, khususnya
sesudah kehamilan 20 minggu ke atas. Akan tetapi bila dibutuhkan, dipakailah lemak ibu
untuk mendapatkan tambahan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa
wanita hamil cukup hemat dalam hal pemakaian tenaganya.
Janin membutuhkan 30-40 gr kalsium untuk pembentukan tulang-tulangnya dan hal
ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Makanan tiap harinya diperkirakan telah
mengandung 1,5-2,5 gr kalsium. Diperkirakan 0,2-0,7 gr kalsium tertahan dalam badan
untuk keperluan semasa hamil. Ini kiranya telah cukup untuk pertumbuhan janin tanpa
mengganggu kalsium ibu. Kadar kalsium dalam serum memang lebih rendah, mungkin
oleh karena adanya hidremia, akan tetapi kadar kalsium tersebut masih cukup tinggi hingga
dapat menanggulangi kemungkinan terjadinya kejang tetani.
Segera setelah haid terlambat, kadar enzim diamino-oksidase (histamine) meningkat
dari 3-6 satuan dalam masa tidak hamil ke 200 satuan dalam masa hamil 16 minggu. Kadar
ini mencapai puncaknya sampai 400-500 satuan pada kehamilan 16 minggu dan seterusnya
sampai akhir kehamilan.Pinosinase adalah enzim yang dapat membuat oksitosin tidak
aktif. Pinositase ditemukan banyak sekali di dalam darah ibu pada kehamilan 14-38
minggu.
Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg.
Kenaikan berat badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan
berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh hasil konsepsi, fetus placenta dan liquor.

b. Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil


1. Sistem reproduksi
a.

Ovarium biasanya hanya 1 korpus luteum kehamilan yang dapat ditemukan di


ovarium wanita hamil. Korpus luteum ini kemuknginan besar berfungsi
maksimal selama 6 hingga 7 minggu pertama kehamilan (4 sampai 5 minggu
pasca ovulasi ) dan setelah itu tidak banyak berperan dalam pembentukan
progesterone.pengangkatan korpus luteum secara bedah setelah 7 minggu ( 5
minggu pasca ovulasi) menyebabkan penurunan cepat progesterone cairan ibu,
dan kemudian abortus spontan. Biasanya dianjurkan pemberian 17
hydroxiprogesterone caproate, 150 mg, jika korpus luteum diangkat secara
bedah sebelum gestasi 10 minggu.

b.

Serviks selama kehamilan ,terjadi pelunakan dan sianosis yang mencolok di


serviks, dan kelenjar-kelenjar serviks mengalami propliferasi hebat. Segera
setelah konsepsi, terbentu suatu bekuan mucus yang sangat kental yang
menyumbat kanalis serviks. Pada awitan perasalinan atau sebelumnya, sembat
mucus ini terlepas, dan menimbulkan bloody show.

c.

Uterus

selama kehamilan uterus berubah menjadi organ berotot yang

berdinding relatif tipis dan mempunyai kapasitas memadai untuk menampung


janin, plasenta dan cairan amnion. Pada akhir minggu ke 12, uterus menjadi
terlalu besar untuk tetap berada seluruhnya didalam panggul. Karena semakin
membesar maka uterus akan bersentuhan dengan dinding abdomen bagian
depan, mengeser usus hati. Saat naik dari panggul, uterus biasanya mengalami
rotasi kekanan, dan dekstrorotasi ini kemungkinan besar disebabkan oleh
rektosigmoid. Volume total isi pada aterm rata-rata adalah sekitar 5 L, tetapi
dapat mencapai 20 L atau lebih sehingga pada akhir kehamilan kapasitas
uterus mencapai 500 hingga 1000 kali lebih besar dari kapasitasnya saat tidak
hamil.
Sejak trimester pertama kedepan, uterus mengalami kontraksi ireguler yang
normalnya tidak menimbulkan nyeri. Kontraksi ini muncul secara tidak terduga
dan sporadic, dan bila sadar nonritmik (kontraksi Braxton Hicks) selama 1 atau
2 minggu terakhir gestasi, kontraksi mungkin timbul setiap 10 sampai 20
menit, dan sedikit banyak memperlihatakan irama yang menimbulkan sedikit
rasa tidak nyaman dan menyebabkan apa yang disebut sebagai persealinan
palsu.

Perfusi plasenta bergantung pada alairan darah uterus yang melalui ateri uterine
dan ovarika. Terjadi peningkatan progresif aliran darah uteroplasenta selama
kehamilan dan nilai yang dilaporkan berkisar dari 450 hingga 650 ml/mnt
padsa kehanilan lanjut.
d.

Vagina dan perineum selama kehamilan, dikulit dan otot perineum dan vulva
terjadi peningkatan vaskularitas dan hiperemia, serta terjadi pelunakan
jaringan ikat yang secara normal berlimpah jumblahnya. Sekresi yang banyak
dan warna ungu yang khas pada vagina selama kehamilan (tanda chadwik)
terjadi akibat hyperemia.

2. Sistem Integumen
Kulit
1). Striae gravidarum

peregangan jaringan yang menyebabkan rasa gatal dan

meninggalkan bekas
2). Pigmentasi

terjadi penumpukan sementara pada midline abdomen (linea

nigra), pada wajah (chloasma), dan pada areola


3). Sekresi kelenjar lemak dan perspirasi meningkat selama kehamilan,
memerlukan mandi lebih sering
3. Sistem Endokrin
a.

Ovarium dan Plasenta Korpus luteum membentuk estrogen dan progresteron,


plasenta membentuk juga hCG, hPL dan hCT.

b.

Kelenjar tiroid

membesar selama kehamilan, tetapi jumlah tiroksin tetap

konstan.
c.

Pankreas pembentukan Insulin meningkat selama kehamilan, tetapi jumlah


glikogen terbatas.

d.

Kelenjar Pituitari FSH ditekan oleh hCG yang dihasilkan plasenta, prolaktin
meningkat selama kehamilan dan laktasi, oksitosin meningkat dan menstimuli
kontraksi otot uterus.

e.

Kelenjar adrenal kortin meningkat tetapi epineprin tetap konstan.

4. Sistem Kardiovaskuler

Volume darah meningkat 30% sampai 50% tetapi tekanan darah tidak berubah.
Pembentukan sel-sel darah merah meningkat tetapi karena terjadi hemodilalussi,
maka berkembang psedoanemia : penekanan pada Vena kava menyebabkan gejala
sindrom supine hipotensi : stasis Vena dan Vibrin meningkat membuat wanita lebih
mudah mengalami trombosit.
5. Sistem Muskulo Skeletal
a.

Gigi, tulang dan sendi kebutuhan kalium dan natrium

b.

Meningkat : karies gigi tidak disebabkan oleh dekolsifikasi

c.

Otot-otot yang kram merupakan masalah umum

6. Sistem Pernafasan
a.

Paru : dan pernafasan letak diafragma berubah karena pertumbuhan janin :


tidal meningkat, meningkat O2 dalam darah

b.

Membran mukosa-pembengkakan umum terjadi, menyebabkan hidung


tersumbat, serak, disprea.

7. Sistem Gastrointestinal
Asam lambung menurun : mual muntah merupakan hal umum pada awal
kehamilan; melambatnya peristaltik menyebabkan lambung , konstipasi dan nyeri
ulu hati umum terjadi
8. Sistem Perkemihan
a.

Ginjal yang normal mampu mengatasi kerja tambahan tanpa menyebabkan


masalah tekanan karena pertumbuhan janin menyebabkan stosis urin

b.

Sering berkemih pada awal masa kehamilan disebabkan karena penekanan


uterus pada kandung kemih

9. Sistem Persyarafan
a.

Saraf perifer

b.

Tidak terdapat perubahan.

c.

Otak

d.

Tidak terdapat perubahan fisik, tetapi dipertimbangkan penyesuaian psikis

10. Penambahan BB (berat badan)


Berat badan bertambah 25-40- pon
c. Perubahan Psikologis pada ibu hamil
1. Menerima kehamilan
a.

Kesiapan menyambut kehamilan


Wanita yang siap menerima suatu kehamilan akan dipicu gejala-gejala awal
untuk mencari validansi medis tentang kehamilannya. Beberapa wanita yang
memiliki perasaan kuat, seperti tidak senang, bukan saya dan tidak yakin,
mungkin menunda mencari pengawasan dan perawatan. Namun, beberapa
wanita menunda validasi medis karena akses keperawatan terbatas, merasa
malu, atau karena alasan budaya, kehamilan dipandang sebagai suatu peristiwa
alami, sehingga tidak perlu mencari validasi medis dini.
Setelah kehamilan dipastikan, respons emosi wanita dapat bervariasi, dari
perasaan sangat gembira sampai syok, tidak yakin dan putus asa. Reaksi yang
diperhatikan banyak wanita ialah respons suatu hari nanti, tetapi tidak
sekarang.

b.

Respon emosional
Wanita yang bahagia dan senang dengan kehamilannya sering memandang hal
tersebut sebagai pemenuhan biologis dan merupakan bagian dari rencana
hidupnya. Rasa senang yang timbul karena memikirkan anak yang lahir dan
perasaan dekat dengan anak membantu Ibu menyesuaikan diri terhadap rasa
tidak nyaman.

c.

Respon terhadap perubahan citra tubuh


Selama trimester pertama bentuk tubuh sedikit berubah. Sikap wanita terhadap
tubuhnya diduga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang diyakininya dan sifat
pribadinya. Sikap ini sering berubah seiring kemajuan kehamilan. Pada
kebanyakan wanita perasaan suka atau tidak suka terhadap tubuh mereka
dalam keadaan hamil bersifat sementara dan tidak menyebabkan perubahan
persepsi yang permanen tentang diri mereka.

d.

Ambivalensi selama masa hamil

Ambivalensi didefinisikan sebagai konflik perasaan yang simultan, seperti


cinta dan benci terhadap seseorang, sesuatu atau suatu keadaan. Ambivalensi
adalah respon normal yang dialami individu yang mempersiapkan diri untuk
suatu peran baru. Kebanyakan wanita memiliki sedikit perasaan ambivalen
selama kehamilan.
e.

Upacara tanda kedewasaan


Kehamilan berfungsi sebagai upacara tanda kedewasaan tanda bahwa
seseorang mencapai maturitas dalam suatu masyarakat yang tidak memiliki
upacara lain.

2. Mengenal peran ibu


Proses mengidentifikasi peran ibu dimulai pada awal setiap kehidupan seorang
wanita, yakni melalui memori-memori dan ketika ia sebagai anak, diasuh oleh
ibunya. Banyak wanita selalu menginginkan seorang bayi, menyukai anak-anak,
dan menanti untuk menjadi orang tua. Hal ini mempengaruhi penerimaan mereka
terhadap kehamilan dan akhirnya terhadap adaptasi prenatal dan adaptasi menjadi
orang tua.
3. Hubungan ibu-anak perempuan
Hubungan antara wanita dan ibunya terbukti signifikan dalam adaptasi terhadap
kehamilan dan menjadi Ibu. Keberadaan Ibu disisi anak perempuannya selama
selama masa kanak-kanak sering kali berarti ibu juga akan hadir dan mendukung
selama anaknya hamil. Dengan ikatan keibuan yang sama dan sikap siap membantu
satu sama lain, subjek yang sering dideskripsikan sebagai, keakraban timbul dan
memfasilitasi perkembangan dan adaptasi kedua individu.
4. Hubungan dengan pasangan
a.

Hubungan seksual
Ekspresi seksual selama masa hamil bersifat individual. Beberapa pasangan
menyatakan puas dengan hubungan seksual mereka, sedangkan yang lain
mengatakan sebaliknya. Perasaan yang berbeda dipengaruhi oleh faktor-faktor
fisik emosi dan interaksi, termasuk takhayul tentang seks masa hamil, masalah
disfungsi seksual dan perubahan fisik pada wanita.

b.

Kekhawatiran tentang janin


Kekhawatiran pertama timbul pada trimester I dan berkaitan dengan
kemungkinan terjadinya keguguran. Ketika janin semakin menjadi jelas, yang

terlihat dengan adanya gerakan dan denyut jantung, kecemasan orang tua yang
terutama ialah kemungkinan cacat pada anaknya.
A. Proses Keperawatan
a. Pengkajian
-

ketidaknyamanan dan status pernapasan

adanya nyeri

riwayat penyakit

edema

kaji pola seksual

kaji respon penurunan pola tidu

kaji persiapan persalinan, kelahiran, dan kedatangan bayi baru lahir

b. Diagnosa Keperawatan
-

Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal

Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan


interpretasi informasi

Resiko tinggi hargadiri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk


menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak

Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi, infeksi, penggunaan/


penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah abnormal, hipoksia
jaringan, ketuban pecah dini.

DP 1 Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal


Tujuan Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien merasa nyaman.
Kriteria hasil yang diharapkan :
1. melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan.
2. melaporkan ketidaknyamanan dapat diminimalkan/ dikontrol
mencari pertolongan medis dengan tepat
intervensi
1. kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan klien dan metoda untuk mengatasinya
rasional: data dasar terbaru untuk merencanakan perawatan

2. kaji satatus pernapasan klien


rasional: penurunan kapasitas pernapasan saat uterus menekan diafragma,
mengakibatkan dispnea
3. perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan.
Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, latihan pelvicrock, girdle maternitas,
penggunaan kompres panas, sentuhan terapeutik atau stimulasi saraf elektrikal
transkutan dengan tepat
rasional: lordosis dan regangan otot disebabkan oleh pengaruh hormon (relaksin,
progesteron) pada sambungan pelvis dan perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan
perbesaranuterus. Intervensi multipel biasanya membantu untuk menghilangkan
ketidaknyamanan
4. perhatikan adanya kram pada kaki. Anjurkan klien untuk meluruskan kaki dan
mengangkat telapak kaki bagian dalam keposisi dorsofleksi, menurunkan masukan
susu, sering mengganti posisi, dan menghindari berdiri/ duduk lama
rasional: menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium/
ketidakseimbangan kalsium-fosfor atau karena tekanan dari pembesaran uterus pada
saraf yang mensuplai ekstremitas bawah
5. kaji adanya/ frekuensi kontraksi braxton Hick. Berikan informasi mengenai fisiologi
aktifitas uterus
rasional: kontraksi ini dapat menciptakan ketidaknyamanan pada multigrafida pada
trimester kedua. Primigrafida biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan ini sampai
trimester akhir
6. perhatikan keluhan aktifitas BAK dan tekanan pada kandung kemih
rasional: pembesaran uterus trimester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih,
mengakibatkan sering berkemih
7. kaji adanya konstipasi dan hemoroid
rasional : peningkatan pemindahan posisi uterus memperberat masalah eliminasi
8. kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). Tinjau pembatasan diet
rasional: masalah sering terjadi pada trimester kedua dan dapat berlanjut, khususnya bila
diet tidak dimodifikasi

9. perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Anjurkan klien untuk sering mandi,
menggunakan celana dalam katun, pakaian longgar dan menghindari duduk untuk
waktu yang lama
rasional: saat kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar servikal menghasilkan media
asam yang mendorong proliferasi organisme.
DP 2 Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi
informasi
TUJUAN
Setelah mendapatkan asuhan keperawatan, klien mampu menambah pengetahuannya
tentang perubahan fisik/ psikologis, persalinan atau kelahiran.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1. mendiskusikan perubahan fisik/ psikologis berkenaan dengan persalinan/ kelahiran
2. mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi tentang
perawatan bayi
mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/ kelahiran dan bayi
INTERVESI
1. berikan informasi tentang perubahan fisik/ fisiologis normal berkenaan dengan
trimester ketiga
RASIONAL: pemahaman kenormalan perubahan ini dapat menurunkan kecemasan
dan membantu meningkatkan penyesuaian aktifitas perawatan diri
2. berikan informasi tertulis/ verbal tentang tanda-tanda awitan persalinan
RASIONAL: membantu klien untuk mengenali awitan persalinan, untuk menjamin
tiba dirumah sakit tepat waktu, dan menangani persalinan/ kelahiran
3. berikan informasi verbal/ tertulis tentang perawtan bayi dan pemberian makan
RASIONAL; membantu menyiapkan pengambilan peran baru, memrlukan barangbarang tertentu untuk perabot, pakaian, dan suplai
4. anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak dan melakukan
orientasi rumah sakit atau rumah bersalin
RASIONAL: menurunkan ansietas berkenaan dengan ketidak tahuan;
meningkatkan mekanisme koping untuk persalinan/ kelahiran.
DIAGNOSA 3 Resiko tinggi harga diri rendah berhubungan dengan
kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak
TUJUAN

Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien dapat meningkatkan harga dirinya.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1. mendiskusikan reaksi-reaksi terhadap perubahan citra tubuh dan impian-impian
2. mencari model peran positif dalam persiapan untuk menjadi orangtua
3. mengungkapkan perasaan percaya diri mengenal peran baru
INTERVESI

1. perhatikan isyarat verbal dan nonverbal klien/ pasangan saat diskusi tentang masalahmasalah perubahan tubuh dan harapan peran.
RASIONAL: Krisis trimester akhir ini dapat mengakibatkan klien merasa cemas,
ambivalen, dan depresi akan tubuhnya dan efek-efek kehamilan pada kemampuan/
aktifitasnya.
2. diskusikan sifat atau frekuensi mimpi-mimpi
RASIONAL: mimpi dan fantasi berhubungan dengan pengalaman melahirkan,
kemungkinan abnormalitas bayi baru lahir, perubahan peran yang berat
3. evaluasi adaptasi fisiologis klien/ pasangan terhadap kehamilan
RASIONAL: tugas normal pada trimester ketiga berfokus pada persiapan menjadi ibu/
ayah.
4. berikan informasi kepada pasangan mengenai kenormalan introspeksi, perubahan alam
perasaan, dan rasa takut.
1. RASIONAL: memikirkan diri terus-menerus dapat membingungkan, tetapi hal ini
memungkinkan klien untuk menilai, beradaptasi, dan meningkatkan kekuatan dari
dalam diri yang diperlukan untuk melahirkan anak, menjadi orang tua, dan perubahan
peran. Mimpi/ rasa takut terhadap persalinan adalah normal.
5. berikan/ tinjau ulang informasi tentang perubahan fisik normal pada
trimester ketiga
RASIONAL: pendidikan/ komunikasi tentang bagaimana perubahan tubuh
normal dapat mempengaruhi secara positif sikap dan persepsi yang
memudahkan pemahaman dan apresiasi terhadap kehamilan pada kedua
anggota pasangan.
DIAGNOSA 4 Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi, infeksi,
penggunaan/ penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah
abnormal, hipoksia jaringan, ketuban pecah dini.

TUJUAN

Setelah diberikan asuhan keperawatan, pasien diharapkan tidak mengalami cedera.


Kriteria hasil yang diharapkan:
1. mengungkapkan pemahaman tentang faktor-faktor risiko individu yang potensial
bebas dari komplikasi
INTERVENSI

1. periksa/ evaluasi faktor-faktor risiko yang ada sebelumnya/ baru, nadi, dan bunyi
jantung. Periksa tanda-tanda hipertensi akibat kehamilan
RASIONAL: situasi potensial risiko tinggi sering menjadi masalah dan memerlukan
intervensi segera, bila kebutuhan sirkulasi dan metabolik paling besar.
2. dapatkan kultur vagina. Kaji terhadap infeksi dan penyakit hubungan seksual
RASIONAL: infeksi vagina yang tidak dapat diobati, menciptakan ketidaknyamanan
berat pada klien, dan risiko terhadap janin.
3. dapatkan Hb dan Ht pada gestasi minggu ke 28. pastikan klien mentaati asupan zat
besi dan vitamin pranatal setiap hari.
RASIONAL: mendeteksi anemia dengan hipoksemia/ anoksia potensial pada klien dan
janin
4. berikan informasi tentang tanda-tanda awitan persalinan ; tinjau ulang riwayat KPD/
persalinan paterm
RASIONAL: riwayat positif meningkatkan kemungkinan masalah serupa pada
kehamilan berikutnya
5. tentukan penggunaan alkohol/ obat-obatan lain
RASIONAL: penggunaan/ penyalahgunaan zat membuat klien berisiko terhadap
persalinan prematur dan janin sulit dilahirkan
6. kaji terhadap perdarahan vagina dan tanda-tanda koagulasi intra
vaskulardiseminata..
RASIONAL: adanya kedaruratan obstetrik, dengan reduksi pada volume
cairan dan penurunan kapasitas vaskular diseminata

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, dkk. 2004. Buku ajar keperawatan maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC
Ferrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC
Manuaba, IBG. 2002. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.
------------------ 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: Arcan
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
------------------------------------- Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta.
Yayasan Bina Pustaka
Sarwono, R. Prawiro. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Leveno J Kenneth. 2009. Obstetri Williams Panduan Ringkas. Edisi 21. Jakarta : EGC
Mitayani. 2009. Asuhan keperawatan maternitas. Jakarta : Salemba Medika

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/102/jtptunimus-gdl-umniyatulf-5074-3-bab2.pdf
diunduh tanggal 21 sept 2012 pukul 11.15
http://www.scribd.com/doc/76111019/Askep-Ibu-Hamil-Trimester-1
di unduh tanggal 27 september 2012 pulul 20.00

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN


PADA TRIMESTER I, II dan III

Disusun Oleh

Afriani Mangasi

2011-12-003

Boris Natalis

2011-12-009

Christiana Mariastuti

2011-12-011

Darmawan

2011-12-012

MF Kusumawardhani

2011-12-034

Supeni

2011-12-051

Yakobus M Lamury

2011-12-054

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN Sint Carolus


PROGRAM S1 KEPERAWATAN JALUR B
JAKARTA
2012