Anda di halaman 1dari 20

ATRIAL FIBRILASI

Hasna Ibadurrahmi
121 0211 065

DEFINISI
Fibrilasi atrial (FA) adalah adanya irregularitas
kompleks QRS dan gambaran gelombang P
dengan frekuensi antara 350-650 per menit

EPIDEMIOLOGI
Para lanjut usia yang berusia 65-85 tahun
merupakan kelompok berisiko tinggi fibrilasi
atrium
Data di ruang perawatan koroner intensif (ICCU)
RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM)
terdapat 6,72 persen pasien yang mengalami FA,
di antaranya 4,72 persen dengan infark miokard
akut (serangan jantung).

ETIOLOGI

Gangguan ini timbul karena adanya impuls


listrik sangat cepat dan tak teratur,
mempunyai hubungan yang bermakna dengan
kelainan struktural penyakit jantung

KONDISI YANG BERHUBUNGAN


DENGAN AF
Penyakit jantung

Penyakit jantung
koroner
Kardiomiopati dilatasi
Kardiomiopati
hipertrofik
Penyakit katup jantung
Aritmia jantung
Perikarditis

Penyakit di luar jantung

Hipertensi sistemik
DM
Hipertiroidisme
Penyakit paru
Neurogenik

Cat: faktor stres, rokok,


maupun alkohol turut
berpengaruh

KLASIFIKASI FA BERDASARKAN ADA


TIDAKNYA PENYAKIT JANTUNG
YANG MENDASARI
1.

Primer : bila tidak ditemukan kelainan


struktur jantung dan kelainan sistemik yang
dapat menimbulkan aritmia.

2.

Sekunder : bila tidak ditemukan kelainan


struktur jantung tetapi ada kelainan sistemik
yang menimbulkan aritmia

KLASIFIKASI FA BERDASARKAN
WAKTU TIMBUL & KEMUNGKINAN
KEBERHASILAN KONVERSI KE
IRAMA SINUS
1.

2.

3.

Paroksismal, bila FA berlangsung < 7 hari,


berhenti dengan sendirinya tanpa intervensi
pengobatan atau tindakan apapun
Persisten, bila FA menetap > 48 jam, hanya dapat
berhenti dengan intervensi pengobatan atau
tindakan
Permanen, bila FA berlangsung > 7 hari, dengan
intervensi pengobatan FA tetap tidak berubah

FA dapat pula dibagi menjadi FA akut (bila < 48 jam)


dan FA kronik (bila > 48 jam).

MANIFESTASI KLINIS
Palpitasi
Nyeri dada saat aktivitas
Sesak napas
Cepat lelah
Sinkope
Gejala troboemboli

DIAGNOSIS

Gambaran EKG berupa adanya irregularitas


kompleks QRS dan gambaran gelombang P
dengan frekuensi antara 350 650 per menit.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
EKG

bila perlu gunakan Holter


Monitoring pada pasien FA paroksismal
Ekokardiografi untuk mengetahui adanya
penyakit primer.

KOMPLIKASI
Emboli
Stroke
Trombus intrakardia

TREATMENT

Tujuan: mengembalikan ke irama sinus


(kardioversi), kontrol laju irama ventrikel dan
pencegahan komplikasi tromboemboli

TERAPI FIBRILASI ATRIAL


PAROKSISMAL

1. Bila menimbulkan keluhan yang memerlukan


pengobatan dan tanpa kelainan jantung atau
disertai kelainan jantung minimal dapat diberi
obat B-bloker atau obat antiaritmia kelas IC
(Propafenon atau Flekainid).
2. Bila obat tersebut tidak berhasil, dapat diberikan
Amiodaron.
3. Bila dengan obat-obat tersebut juga tidak
berhasil, dipertimbangkan terapi ablasi atau
obat-obat antiaritmia lain.
4. Bila disertai kelainan jantung yang signifikan,
Amiodaron merupakan drug of choice.

TERAPI FIBRILASI ATRIAL


PERSISTEN
1.

Bila FA tidak kembali ke irama sinus secara


spontan < 48 jam, perlu dilakukan kardioversi
ke irama sinus dengan obat-obatan
(farmakologis) atau elektrik tanpa pemberian
antikoagulan sebelumnya. Setelah kardioversi
diberikan obat antikoagulan paling sedikit
selama 4 minggu. Obat antiaritmia yang
dianjurkan kelas IC (Propafenon atau
Flekainid).

2.Bila FA > 48 jam atau tidak diketahui lamanya,


maka pasien diberi obat antikoagulan secara
oral paling sedikit 3 minggu sebelum dilakukan
kardioversi farmakologis atau elektrik. Selama
periode tersebut dapat diberikan obat-obat
seperti Digoksin, B-bloker, atau antagonis
kalsium untuk mengkontrol laju irama
ventrikel. Alternatif lain pada pasien tersebut
dapat diberikan Heparin dan dilakukan
pemeriksaan TEE (Transesofageal
Echocardiografi) untuk menyingkirkan adanya
trombus kardiak sebelum kardioversi.

3.

Pada FA persisten episode pertama, setelah


dilakukan kardioversi tidak diberikan obat
antiaritmia profilaksis. Bila terjadi relaps dan
perlu kardioversi pada pasien ini dapat
diberikan antiaritmia profilaksis dengan Bbloker, golongan kelas IC (Propafenon atau
Flekainid), Sotalol, atau Amiodaron.

TERAPI FIBRILASI ATRIAL


PERMANEN
1.
2.
3.

4.

Kardioversi tidak efektif.


Kontrol laju ventrikel dengan Digoksin, Bbloker, atau antagonis kalsium.
Bila tidak berhasil dapat dipertimbangkan
ablasi nodus AV atau pemasangan pacu
jantung permanen.
FA resisten, perlu pemberian
antitromboemboli.

PROGNOSIS

tergantung penyebab, beratnya gejala, dan


respon terapi

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai