Anda di halaman 1dari 16

ABORTUS

Oleh :
Resky Amalia Herman, S.Ked
Pembimbing :
dr.Suzanna S.Pakassi, Sp.OG
DIBUAT DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
DISIPLIN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR 2015

Pendahuluan
Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil
konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan
kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari
500 gram.
Angka kejadian abortus sukar ditentukan karena
abortus provokatus banyak yang tidak dilaporkan,
kecuali bila sudah terjadi komplikasi.
Rata-rata terjadi 114 kasus abortus perjam.
Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus
spontan antara 15-20% dari semua kehamilan.
Kalau dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya
bisa mendekati 50%

ETIOLOGI
Faktor genetik :
kelainan sitogenetik 50% kejadian abortus pada trimester pertama
Kelainan kongenital uterus
Defek anatomi uterus diketahui sebagai penyebab komplikasi obstetric,
seperti abortus berulang, prematuritas, serta malpresentasi janin
Autoimun
Terdapat hubungan yang nyata antara abortus berulang dan penyakit
autoimun. Misalnya pada SLE dan aPA (antiphospolipid antibodies). aPA
merupakan antibody spesifik yang didapati pada perempuan denga SLE
Faktor Hormonal
Ovulasi, implantasi, serta kehamilan dini bergantung pada koordinasi yang
baik system pengaturan hormone maternal. Oleh karena itu, perlu
perhatian langsung terhadap system hormone secara keseluruhan, fase
luteal, dan gambaran hormone setelah konsepsi terutama kadar
progesterone

CONT
Infeksi
1. Bakteri (Listeria Monositogenesis, Klamidia Trakomatis, Ureaplasma
Urealitikum, Mikoplasma Hominis, Bakterial Vaginosis)
2. Virus (Sitomegalovirus,Rubella, Herpes Simpleks Virus, Parvovirus, HIV)
3. Parasit (Toksoplasmosis Gondii, Plasmodium Falsiparum)
4. Spirokaeta (Treponema Pallidum)
Hematologi
Beberapa kasus abortus berulang ditandai dengan defek plasentasi dan
adanya mikrotrombi pada pembuluh darah plasenta
Lingkungan
Diperkirakan 1-10% malformasi janin akibat dari paparan obat, bahan
kimia, atau radiasi dan umumnya berakhir dengan abortus, misalnya
paparan terhadap buangan gas anestesi dan tembakau.

KLASIFIKASI ABORTUS
Abortus Spontan, adalah abortus
yang berlangsung tanpa tindakan

ABORTUS
Abortus
Provokatus,
adalah
abortus
yang terjadi dengan
sengaja dilakukan tindakan baik
dengan
memakai
obat-obatan
maupun alat-alat
Dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu abortus provokatus kriminalis
dan abortus provokatus medisinalis

ABORTUS PROVOKARTUS
Abortus medisinalis, adalah abortus karena tindakan kita
sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan dapat
membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis). Biasanya
perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 dokter ahli (Kebidanan
dan Kandungan, spesialis Penyakit Dalam, spesialis Jiwa).

Abortus
Abortus kriminalis,
kriminalis, adalah
adalah abortus
abortus yang
yang terjadi
terjadi oleh
oleh
karena
karena tindakan-tindakan
tindakan-tindakan yang
yang tidak
tidak legal
legal atau
atau tidak
tidak
berdasarkan
berdasarkan indikasi
indikasi medis.
medis.

ABORTUS SPONTAN
Abortus
Abortus Iminens,
Iminens, Abortus
Abortus tingkat
tingkat permulaan
permulaan dan
dan merupakan
merupakan ancaman
ancaman terjadinya
terjadinya
abortus
abortus
Abortus
Abortus Insipiens,
Insipiens, Abortus
Abortus yang
yang sedang
sedang mengancam
mengancam dan
dan hasil
hasil konsepsi
konsepsi masih
masih
dalam
dalam kavum
kavum uteri
uteri dan
dan dalam
dalam proses
proses pengeluaran
pengeluaran
Abortus
Abortus komplit,
komplit, Seluruh
Seluruh hasil
hasil konsepsi
konsepsi telah
telah keluar
keluar dari
dari kavum
kavum uteri.
uteri.
Abortus
Abortus Inkomplit,
Inkomplit, Sebagian
Sebagian hasil
hasil konsepsi
konsepsi telah
telah keluar
keluar dari
dari kavum
kavum uteri
uteri dan
dan masih
masih ada
ada
yang
yang tertinggal.
tertinggal.
Missed
Missed Abortion,
Abortion, Abortus
Abortus yang
yang ditandai
ditandai dengan
dengan embrio
embrio atau
atau fetus
fetus telah
telah meninggal
meninggal dalam
dalam
kandungan
kandungan sebelum
sebelum kehamilan
kehamilan 20
20 minggu
minggu dan
dan hasil
hasil konsepsinya
konsepsinya seluruhnya
seluruhnya masih
masih tertahan
tertahan
dalam
dalam kandungan
kandungan
Abortus
Abortus habitualis,
habitualis, Abortus
Abortus spontan
spontan yang
yang terjadi
terjadi 33 kali
kali atau
atau lebih
lebih berturut-turut.
berturut-turut.
Abortus
Abortus infeksious,
infeksious, abortus
abortus septik.
septik.
Abortus
Abortus infeksious
infeksious adalah
adalah bortus
bortus yang
yang disertai
disertai infeksi
infeksi pada
pada alat
alat genitalia.
genitalia. Abortus
Abortus septik
septik
adalah
adalah abortus
abortus yang
yang disertai
disertai penyebaran
penyebaran infeksi
infeksi pada
pada peredaran
peredaran darah
darah tubuh
tubuh atau
atau
peritoneum
peritoneum (septicemia
(septicemia atau
atau peritonitis
peritonitis

DIAGNOSIS
Ananmnesis
Tentang kehamilan (HPHT)
Riwayat perdarahan sejak kapan
Pengeluaran gumpalan jaringan/darah
Nyeri perut bawah/ kram yang ritmik
Penyebab: riwayat coitus, memasukkan benda, minum obat, di urut, trauma
Riwayat penyakit sekarang (DM, IMS,dll)
Pemeriksaan Fisis
Tanda vital
Pemeriksaan Luar
Pemeriksaan dalam vagina
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium: plano tes, darah rutin.
Pemeriksaan USG

CONT
Iminens

Insipiens

Inkompli
t

Komplit

Missed

Definisi

Ancaman
terjadinya
pengeluaran
hasil
konsepsi

Abortus yang
sedang
berlangsung
(tidak dapat
dipertahanka
n)

Terlepasnya
sebagian
hasil
konsepsi
(masih ada
yang
tertinggal
dalam kavum
uteri)

Seluruh hasil
konsepsi
telah keluar
dari kavum
uteri

Hasil
konsepsi
seluruhnya
masih
tertanam
dalam kavum
uteri

UOE

Tertutup

Terbuka

Tertutup

Tertutup

Tertutup

OUI

Tertutup

Terbuka

Terbuka

Tertutup

Tertutup

Janin

(+)/dalam
kavum uteri

(-)/
sementara
proses
pengeluaran

(-)

(-)

(-)

Perdarahan
pervaginam

(+)

(++)

(++)

(+)

(-)

Nyeri perut

(+)/(-)

(+)

(+)/(-)

(-)

(-)

Besar uterus

=UK

=UK

<UK

<UK

<UK

Tes

(+)

(+)

(+)

(+)

(-)

PENATALAKSANAAN
Abortus

Abortus

Abortus

KOMPLIKASI

PENCEGAHAN
1.
2.

3.

4.

5.

Pemeriksaan rutin antenatal


Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan,
daging,telur).
Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan
dengan tujuan mencegah infeksi yang bisa
mengganggu proses implantasi janin.
Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif
sehingga menghambat sirkulasi uteroplasenta.
Apabila terdapat anemia sedang berikan tablet sulfas
ferosus 600 mg/hari selama 2 minggu, bila anemia
berat maka berikan transfusi darah.

DAFTAR PUSTAKA

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008.
Mbol N. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. In.
Jakarta; 2014. p. 466-471
Abidin Z. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: IDI; 2013.
Wikmjasostro GH. Kelainan Pada Lamanya Kehamilan (Abortus,
Preterm, Lewat Waktu). Jakarta: FK-UI.p. 115-119
Saifuddin AB. Perdarahan Pada Kehamilan Muda. In: Hanifa G,
editor. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: Tridasa Printer; 2010. p. M-9-15.
Sofian A. Abortus (Keguguran) dan Kelainan dalam Tua
Kehamilan. In: Indra L, editor. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC;
2002. p. 150-153.

TERIMA KASIH