Anda di halaman 1dari 6

Anfisnya nih

Struktur tulang
Ada sembilan tulang yang membentuk tengkorak atau kranium yang melindungi
otak, diantaranya adalah tulang frontal, oksipital, dua tulang spenoid, etmoid, dua tulang
temporal, dan dua tulang parietal. Persendian antara tulang tengkorak berbentuk garis
disebut sutura.
Ada 33 tulang vertebra yang melindungi medula spinalis. Tulang-tulang vertebra tersebut
terdiri atas 7 vertebrata servikal, 12 vertebra torakal, 5 vertebra lumbal, 5 vertebra sakral
bergabung menjadi satu dan 5

vertebra koksigeus yang bergabung menjadi satu.

Fibrokartilago diskus nitervertebralis yang memisahkan vertebra.


a. Meningen
Ada tiga meningen yang membungkus otak dan medula spinalis yaitu:
1. Dura matter
Merupakan lapisan yang paling luar meningen. Dura matter merupakan lapisan yang liat,
kasar, membran yang dua lapis. Satu lipatan dura, tentorium serebelli, memisahkan
serebellum dab batang otak dari hemisfere serebral.
2. Arakhnoid
Merupakan membran bagian tengah yang tipis. Penampilannya seperti laba-laba.
3. Pia matter
Merupakan lapisan meningeal paling dalam, lapisan tipis dan merupakan membran
vaskuler yang membungkus seluruh permukaan otak dan medula spinalis
Ruang meningeal
Ruang meningeal meliputi:
1. Ruang epidural
Ruang epidural menggambarkan daerah antara tengkorak dan lapisan luar dura
2. Lapisan subdural
Ruang subdural lokasinya antara lapisan paling dalam dura dan membran arakhnoid
3. Ruang subarakhnoid
Ruang antara arakhnoid dan pia matter, ruang subaraknoid mengandung cairan
cerebrospinal
b. Serebrum
Korteks serebral terdiri dari sepasang lobus. Fissura longitudinal besar membagi menjadi
hemisfere serebral kiri dan kanan.

1. Lobus frontal
Lobus frontal merupakan daerah motorik utama, meliputi kortek premotor atau asisiasi
motorik, dareah broca, tanggap untuk motor bicara dan suatu yang berhubungan dengan
tingkah laku dan penilaian
2. Lobus parietal
Lobus parietal terletak pada posterior ke ulkus sentral. Lobus ini sebagai kortek sensori
untk menganalisa karakteristik spesifik dari input sensorik, lobus parietal juga
memberikan orientasi spatial, kesadran terhadap bagian-bagian dari tubuh dan analisa
hubungan antara bagian-bagian tubuh
3. Lobus temporal
Integrasi somatik, auditorik dan daerah asosiasi visual terletak pada lobus temporal
4. Lobus oksipital
Lobus oksipital merupakan daerah reseptif visual utama, yang memungkinkan untuk
melihat. Juga pada bagian dalam lobus merupakan daerah asosiasi visual, yang
memungkinkan untuk mengerti apa yang dilihat
c. Diencephalon
1. Talamus
Talamus memproses rangsang dan meneruskan rangsang menuju kortek serebral. Juga
bertanggung jawab terhadap kesadaran akan nyeri
2. Epitalamus
Epitalamus berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan. Juga mengatur reflekreflek primitif yang menginformasikan untuk mendapatkan makanan.
3. Hipotalamus
Hipotalamus mempunyai beberapa fungsi: mengontrol temperatur, metabolisme air,
mengontrol lapar, mengatur aktivitas visceraldan somatik dan ekspresi fisik dan emosi.
Hipotalamus juga mengatur sekresi kelenjar pituitary dan bertanggung jawab terhadap
bagian dari siklus kewaspadaan tidur
d. Ganglia basal
Ganglia basal berhubungan dengan pengontrolan motorik dari pergerakan tubuh yang
halus.
1. Kelenjar pituitary
Pada dasar otak, didalam ruang tulang yang disebut dengan sella tursika terdapat kelenjar
pituitary. Pituitary anterior atau adenohipofisis mensekresikan 6 hormon yaitu: growth
hormone, adrenal stimulating hormone, thyroid stimulating hormone, prolactin, follicle

stimulating hormone dan luteinizing hormone. Pituitary posterior atau neurohipofisis


mensekresi antidiuretic hormone dan oxytocin.
2. Serebellum
Serebellum

lokasinya

pada

fossa

posterior.

Serebellum

mengkoordinasikan

keseimbangan pergerakan aktivitas kelompok otot, juga mengontrol pergerakan halus.


3. Batang
Batang otak terdiri dari: otak tengah, pons, dan medulla oblongata
a) Otak tengah
Otak tengah terletak antara diencephalons dan pons mengandung inti (nuclei) dari saraf
kranialIII dan IV. Juga mengandung jalur motorik dan sensorik dan saling berhubungan
dengan batang otak, kortek, dan medulla oblongata.
b) Pons
Lokasinya antara otak tengah dengan medulla oblongata, dimana mengandung inti saraf
cranial V samapai ke VII. Pons pembentuk suatu jembatan untuk jalur saraf antara otak
tengah, serebellum dan medulla oblongata.
c) Medulla oblongata
Medulla oblongata adalah lanhjutan dari medulla spinalis, berhubungan denga pons dan
serebellum. Medulla oblongata mengandung jalur saraf asenden dan desenden, dimana
terdapat inti saraf cranial VIII dan XII. Medulla spinalis juga sebagai bagian dari
reticular formation.

1. Sistem-sistem khusus dari otak


Kumpulan dari neuron-neuron yang tersebar di batang otak dan diencephalons disebut
reticular

formation,

yang

memberikan

secara

terus-menerus

rangsang

untuk

mempertahankan tonus otot yang akan mendukung tubuh. Dimulai dari otak yang paling
bawah dan berjalankeatas sampai menuju kortek serebral, dimana merupakan reticular
activating system. Sistem ini juga berperan dalam mengontrol tidur, kewaspadaan dan
kemampuan perhatian langsung terhadap daerah spesifik dari pikran sadar.
a

Sistem ventrikel
Ruang ventrikel dalam otak mengandung cairan serebrospinal. Dia ventrikel lateral
dalam hemisphere serebral. Ventrikel ketiga terletak dibawah ventrikel lateral melalui
foramen monro. Ventrikel empat terletak dibawah ventrikel ketiga melalui aquiductus
sylvius.

e. Cairan serebrospinal
Cairan serebrospinal (CSF), bening, tidak berwarna, larutan tidak berbau yang mengisi
ventrikel dan ruang subaraknoid. Komposisinya terdiri dari air, protein, oksigen, CO2,
elektrolit-elektrolit dan glukosa. Cairan serebrospinal berperan sebagai shock absorber,
dimana seseorang dalam keadaan berbaring pada pemeriksaan tekanan cairan
serebrospinal normalnya 60-180 mm tekanan air. Pada tubuh orang dewasa mengandung
125-150 ml CSF.
Prosuksi, absorbs dan aliran cairan serebrospinal
Cairan cerebrospinal dibentuk di fleksus koroid pembuluh darahkecil pada ventrikel.
Lebih kurang840 ml disekresikan setiap hari. Sirkulasi CSF diabsorbsi oleh villi
arakhnoid penonjolan dari ruang subaraknoid menuju sinus venous dari otak.
Aliran CSF dari ventrikel lateral menuju ke ventrikel ketiga melalui foramen monro,
kemudian melalui aqueductus sylvius menuju ventrikel empat, cairan ini bergerak dari
kranialis sentralis ruang subaraknoid menuju sekitar sirkulasi medulla spinalis dan otak.
f. Sirkulasi serebral
Darah yang menuju ke otak dipenuhi oleh dua arteri yaitu arteri karotis internal dengan
kecepatan 750ml/menit dan arteri vertebral yang memenuhi kebutuhan darah otak bagian
posterior yang meliputi batang otak. Arteri karotis bagian internal memenuhi kebutuhan
darah sebagian besar hemisfere kecuali oksipital, basal ganglia dan 2/3 diatas
diensepalon. Circle of willis adalah lingkaran pembuluh darah yang dibentuk dari
cabang-cabang arteri vertebaral dan arteri karotis internal yang terdapat di dasar
tengkorak dan dibagi menjadi dua bagian yaitu sirkulasi anterior dan posterior
g. Aliran vena
Vena dari otak unik, diman vena-vena tersebut tidak mempunyai katup-katup dan aliran
menuju vena besar melalui saluran sinus-sinus dura yang terletak antara dua lapisan dura.
Sinus longitudinal superior menerima darah dari vena-vena konveksiti otak. Vena-vena
permukaan inferior dari aliran darah otak menuju sinus cavernous. Sinus longitudinal
inferior menerima aliran dari permukaan medial.
h. Blood-brain barrier
Suatu mekanisme yang disebut dengan blood brain barrier terdapat pada tingkat kapiler,
dimana akan menghambat bahan kimia tertentu yang ikut melalui aliran darah menuju
otak dan medulla spinalis.
2. Medulla spinalis

Medulla spinalis berbentuk silinder berhubungan dengan otak dan saraf-saraf perifer.
Medulla spinalis terdapat jalur-jalur penghantar motorik dan sensorik. Medulla spinalis
memanjang dari servikal 1 sampai dengan vertebra lumbal 1 dan 2. Kemudian meruncing
membentuk konus medularis. Meningen dan serabut-serabut saraf menyambung dibawah
medulla spinalis. Filum terminal adalah serabut tipis dari pia matter yang berlanjut
sampai segmen koksigeus.
1. Potongan melintang medulla spinalis
Pada potongan melintang medulla spinalis terlihat seperti kupu-kupu dengan substansia
putih. Jumlah substansia kelabu bervariasi, tergantung pada letak medulla spinalis.
Bentuk H dibagi menjadi kornu anterior, kornu posterior dan suatu kornu penghubung
mengandung kanalis sentralis. Substansia kelabu mengandung serabut saraf yang
bermielin tipis dan sel-sel glia. Substansia ini mengandung serabut saraf yang bermielin
atau mengandung serabut saraf yang bermielin. Substansia putih dibagi menjadi funikuli.
Dua funikuli posterior dibagi oleh posterior median septum. Substansia putih antara
serabut saraf dorsal dan ventral disebut funiculi lateral. Dua funikuli anterior oleh fissure
median anterior dan dibatasi oleh serabut-serabut akar ventral.
2. Traktus sensorik (asenden)
Traktus sensorik merupakan jalur asenden yang meneruskan rangsang dari perifer ke
otak. Ada beberapa traktus utama dari tipe ini. Kolumna posterior yang tanggap terhadap
proprioseption dan rangsang sensorik dalam. Serabut-serabut dari traktus ini menyilang
diatas ( decussate) medulla oblongata. Traktus spinotalamik anterior lokasinya di
funikulus anterior. Serabut dari traktus ini menyilang terhadap sisi medulla spinalis pada
batas jalan masuk. Rangsang yang dikirim langsung meliputi sentuhan, sensasi otot,
gatal, gelid an sensasi seksual. Traktus spinotalamik lateral, yaitu serabut yang
menyilang pada medulla spinalis, hal ini didapatkan pada funikulus lateral. Traktus ini
menghantarkan rangsang nyeri dan temperature. Traktus spinoserebellar anterior dan
posterior juga di dapatkan pada funikulus lateral yang menghantarkan rangsang dari
tonus otot. Sensasi otot tidak sadar dan koordinasi otot. Serabut-serabut traktus ini tidak
melakukan penyilangan.
3. Traktus motorik ( desenden)
Traktus motorik berasal dari kortek serebral. Ada beberapa traktus desenden utama.
Traktus kortikospinal (pyramidal) menghantarkan rangsang kontraksi otot sadar. 90%
dari serabut dari traktus yang menyilang pada medulla oblongata menjadi traktus
kortikospinal lateral. Sisa serabut saraf yang ada tidak menyilang dan menjadi traktus

kortikospinal

anterior.

Traktus

kortikorubspinal

mengirimkan

rangsang

untuk

mengkoordinasikan otot-otot tidak sadar. Serabut-serabut yang menyilang desenden dan


didapatkan pada substansi putih lateral. Perubahan traktus kortikoretikulospinal
koordinasi aktifitas otot spinal. Serabut-serabut yang berasal dari pons dan berjalan ke
bawah anterior funikuli. Traktus vestibulospinal membantu mempertahankan tonus otot
dan keseimbangan. Serabut-serabut berasal dari medulla oblongata dan menurun dan
tidak menyilang.