Anda di halaman 1dari 288

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk

Kinerja KAEF
KAEF Performance

%
148,17
Kapitalisasi Pasar Meningkat
Market Capitalization Increased

Kapitalisasi pasar saham meningkat 148,17% dari Rp3,28 triliun


pada tahun 2013 menjadi Rp8,14 triliun pada tahun 2014.
Stock market capitalization increased by 148.17%, from IDR3.28 trillion in
2013 to IDR8,14 trillion in 2014.

%
20,08
Aset Meningkat
Assets Increased

Aset meningkat 20,08% dari Rp2,47 triliun pada tahun 2013 menjadi
Rp2,97 triliun pada tahun 2014.
Asset increased by 20.08%, from IDR2.47 trillion in 2013 to IDR2.97 trillion
in 2014.

%
16,58
Laba Usaha Meningkat
Operational Profit Increased

Laba usaha meningkat 16,58% dari Rp293,77 miliar menjadi Rp342,48


miliar.
Operational profit increased by 16,58%, from IDR293,77 billion in 2013 to
IDR342,48 billion in 2014.

%
9,36
Laba Bersih Meningkat
Net Profit Increased

Laba bersih meningkat 9,36% dari Rp214,55 miliar pada tahun 2013
menjadi Rp234,63 miliar pada tahun 2014 dan melebihi anggaran
0,51%.
Net profit increased by 9.36%, from IDR214.55 billion in 2013 to
IDR234.63 billion in 2014, which exceeded the Budget by 0.51%.

%
45,47
Kas Meningkat
Cash Increased

Kas meningkat 45,47% dari Rp394,15 miliar pada tahun 2013 menjadi
Rp573,36 miliar pada tahun 2014.
Cash increased by 45.47%, from IDR394.15 billion in 2013 to IDR573.36
billion in 2014.

%
3,98
Penjualan Meningkat
Sales Increased

Penjualan meningkat 3,98% dari Rp4,35 triliun pada tahun 2013 menjadi
Rp4,52 triliun pada tahun 2014, dan tercapai 87,78% dari anggaran.
Sales increased by 3.98%, from IDR4.35 trillion in 2013 to IDR4.52 trillion in
2014, which achieved 87.7% of the Budget.

Produk Perseroan baik bahan baku, sediaan farmasi dan produk obat jadi diekspor ke beberapa
negara antara lain: Eropa, Asia, Selandia Baru dan Uni Emirat Arab.
The Companys products which includes raw materials, pharmaceutical preparations and patent medicine
are exported to several countries including Europe, Asia, New Zealand and United Arab Emirates.

Daftar Isi
Table of Contents
Kinerja KAEF
KAEF Performance

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Perdagangan Saham KAEF


KAEF Stocks Trading

Aksi Korporasi
Corporate Action

Profil Perseroan
Company Profile

Penghargaan
Awards

14

Peristiwa Penting
Event Highlights

16

Laporan Manajemen
Managements Reports

19

Bidang dan Kegiatan Usaha


Business Sectors and Activities

33

Organisasi
The Organization

51

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan


Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

67

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

111

Tanggung Jawab Sosial Perseroan


Corporate Social Responsibility

iii

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

165

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights


Neraca, Laporan Laba Rugi & Rasio-Rasio Keuangan 2010-2014
Balance Sheet, Loss Profit Statements & Financial Ratios 2010-2014

2014

2013

2012

2011

2010

NERACA (dalam juta rupiah)


Balance Sheet (in million rupiah)
KAS
Cash

573.360

394.150

316.498

199.386

265.446

PIUTANG DAGANG
Account Receivable

514.930

546.576

458.728

384.037

357.712

2.040.431

1.810.615

1.505.798

1.263.030

1.139.549

557.939

498.644

449.140

426.720

413.197

TOTAL ASET LANCAR


Total Current Asset
TOTAL ASET TETAP
Total Fixed Asset
TOTAL ASET
Total Assets

2.968.185

2.471.940

2.076.348

1.794.400

1.657.292

UTANG USAHA
Account Payable

505.219

477.892

341.133

284.234

300.987

TOTAL LIABILITAS LANCAR


Total Current Liability

854.812

746.123

537.184

459.694

469.823

TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR


Total Non-Current Liability

302.229

101.462

97.630

82.043

73.435

TOTAL LIABILITAS
Total Liability

1.157.041

847.585

634.814

541.737

543.257

JUMLAH EKUITAS
Total Equity

1.789.213

1.608.225

1.426.497

1.252.660

1.114.034

349.270

199.269

81.802

42.334

38.353

1.185.618

1.064.492

968.614

803.336

669.726

TOTAL PENJUALAN
Total Sales

4.521.024

4.348.074

3.734.241

3.481.166

3.183.829

LABA KOTOR
Gross Profit

1.385.482

1.292.152

1.175.167

1.038.016

904.519

TOTAL BEBAN USAHA


Total Operating Expense

JUMLAH INVESTASI
Total Investment
MODAL KERJA BERSIH
Net Working Capital
LAPORAN LABA RUGI (dalam juta rupiah)
Loss Profit Statements (in million rupiah)

1.099.831

1.042.619

912.599

816.012

758.321

LABA USAHA
Operating Profit

342.480

293.765

262.567

222.003

146.198

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK


Profit (Loss) Before Tax

315.611

284.125

278.284

232.007

178.611

LABA (RUGI) BERSIH


Net Profit (Loss)

234.625

214.550

205.133

171.765

138.716

42.24

38.63

36.93

30.93

24.98

Imbal Hasil Investasi (%)


Return on Investment

11,54

11,88

13,73

13,60

11,64

Imbal Hasil Ekuitas (%)


Return on Equity

13,11

13,34

14,38

13,71

12,45

7,90

8,68

9,88

9,57

8,37

Margin Laba Kotor (%)


Gross Profit Margin

30,65

29,72

31,47

29,82

28,41

Margin Laba Bersih (%)


Net Profit Margin

5,19

4,93

5,49

4,93

4,36

LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (rupiah)


Net Profit (Loss) per Share (rupiah)
RASIO-RASIO KEUANGAN
Financial Ratios

Imbal Hasil Aset (%)


Return on Asset

Rasio Perputaran Aset (%)


Asset Turnover Ratio

166,21

191,20

179,66

201,72

197,56

Rasio Lancar
Current Ratio

2,39

2,43

2,80

2,75

2,43

Rasio Cepat
Quick Ratio

1,58

2,43

1,82

1,76

1,60

Rasio Utang Jangka Panjang (%)


Long Term Debt Ratio

26,12

11,97

15,38

15,14

13,52

Rasio Liabilitas Terhadap Jumlah Aset (%)


Liability to Total Asset Ratio

38,98

34,29

30,57

30,19

32,78

Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas (%)


Liability to Equity Ratio

64,67

52,70

44,50

43,25

48,77

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

Perdagangan Saham KAEF


KAEF Stocks Trading


Perdagangan Saham Periode Januari 2013Desember 2014
Stocks Trading on January 2013December 2014 Period
Harga Pasar
Market Price
Bulan
Month
2013

Peredaran Saham di Pasar Reguler


Circulation of Shares in Reguler Market

Tertinggi
Highest

Terendah
Lowest

Terakhir
Closing

(Rp)

(Rp)

(Rp)

January
February
March
April
May
June
July
August
September
October
November
December

Volume
Volume

710
970
1.030
960
890
840
790

1.030
1.090
1.080
990
960
890
790

810
670
720
640
590

460
420
520
480
495

495
550
630
510
590

(Rp)

January
February
March
April
May
June
July
August
September
October
November
December

(Rp)

745
795
925
945
1.055
1.090
1.270
1.370
1.370
1.210
1.405
1.640

(Rp)

745
795
925
945
1.055
1.090
1.270
1.370
1.370
1.210
1.405
1.640

Frekuensi
Frequency

(Rp)

(x)

Unit

1.050
1.140
1.160
1.090
1.040
980
910

Total
2014

Nilai
Value

228.826.500
164.549.500
175.271.500
94.964.500
116.944.500
49.458.500
22.850.500
76.763.500
94.478.000
56.331.000
46.586.000
45.656.500

204.015.095.000
173.411.465.000
191.570.965.000
96.641.465.000
113.346.465.000
44.953.415.000
19.658.215.000
41.238.545.000
51.744.732.500
34.805.015.000
26.214.622.500
24.422.450.000

1.172.680.500

1.022.022.450.000

Unit

690
750
900
915
1.050
990
1.230
1.320
1.150
1.115
1.390
1.465

Total

(Rp)

Kapitalisasi Pasar
Market Capitalisation
(Rp)

7.751
8.250
13.433
6.022
7.149
4.125
2.558
9.458
5.800
3.862
3.276
2.730

5.720.620.000.000
6.053.860.000.000
5.998.320.000.000
5.498.460.000.000
5.331.840.000.000
4.943.060.000.000
4.378.660.000.000
2.749.230.000.000
3.054.700.000.000
3.449.020.000.000
2.832.540.000.000
3.276.860.000.000

74.414

53.287.170.000.000

(x)

(Rp)

133.610
123.927
140.408
72.488
119.535
71.768
133.964
4.444.800
276.300
7.803.200
2.183.400
1.361.700

1.441.596.000
1.568.463.500
1.844.259.000
2.352.240.000
7.969.907.500
2.026.103.000
3.728.017.000
5.815.633.500
317.153.000
8.992.367.500
2.971.494.500
1.989.251.500

11.212
9.404
10.873
7.568
10.197
8.407
8.741
7.024
4.671
6.046
8.088
13.889

3.832.260.000.000
4.165.500.000.000
4.998.600.000.000
5.081.910.000.000
5.831.700.000.000
5.498.460.000.000
6.831.420.000.000
7.331.280.000.000
6.387.100.000.000
6.192.710.000.000
7.720.060.000.000
8.136.610.000.000

16.865.100

41.016.486.000

105.749

72.007.610.000.000


Pergerakan Saham Januari 2013Desember 2014
Stocks Movement on January 2013December 2014

2013

2014

Market Cap
Price

1.600
1.465

9.000.000.000.000

1.390

1.400

8.000.000.000.000

1.320
1.230
1.150

1.200

1.090
1.030

1.080

1.000

1.155

7.000.000.000.000

1.055
990

6.000.000.000.000

990
960

900

890
790

915

5.000.000.000.000

750

800
550

690

630

4.000.000.000.000
590

600

510

495

3.000.000.000.000

400

2.000.000.000.000

200

1.000.000.000.000

Jan
13

Feb
13

Mar
13

Apr
13

Mei
13

Jun
13

Jul
13

Agu
13

Sep
13

Okt
13

Nov
13

Des
13

Jan
14

Feb
14

Mar
14

Apr
14

Mei
14

Jun
14

Jul
14

Agu
14

Sep
14

Okt
14

Nov
14

Des
14

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Aksi Korporasi
Corporate Action

Pada tahun 2014, Perseroan memiliki 2 (dua) aksi


korporasi yaitu penerbitan Surat Utang Jangka Menengah
(Medium Term Notes/MTN) dan penyertaan saham
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia sebesar 10%.

In 2014, there were 2 (two) corporate actions applied by


the Company, namely Medium Term Notes issuance and
10% investment in share at PT Asuransi Jiwa InHealth
Indonesia.

Penerbitan MTN

Issuance of MTN

MTN Perseroan diterbitkan tanpa warkat, kecuali


Sertifikat Jumbo MTN yang diterbitkan oleh Perseroan
untuk didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang untuk kepentingan
Pemegang MTN melalui Pemegang Rekening. Bukti
kepemilikan MTN bagi Pemegang MTN adalah konfirmasi
tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang
Rekening.

The MTN was issued without instrument, in exception for


MTN Jumbo Certificate that being issued by the Company
to be registered under the name of PT Kustodian Sentral
Efek Indonesia (KSEI) as the proof of debt for the concern
of MTN Holders through the Account Holders. The MTN
ownership proof being hold by the MTN Holders was a
written confirmation issued by KSEI or Account Holders.

Jumlah pokok MTN Perseroan yakni sebesar


Rp200.000.000.000 (dua ratus miliar rupiah) dengan
jumlah aktual sesuai dengan jumlah yang tertera pada
sertifikat jumbo yang akan didaftarkan ke KSEI.

Principal amount of the Companys MTN was amounted


to IDR200.000.000.000 (two hundred billion rupiah) with
the actual amount was pursuant to the amount indicated
on the jumbo certificate to be registered to KSEI.

MTN Perseroan ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus


persen) dari jumlah Pokok MTN. Dengan jangka waktu 18
(delapan belas) bulan, dan tidak dijamin dengan jaminan
khusus.

The Companys MTN was being offered at the value of


100% (one hundred percent) of the principal amount and
with the period of 18 (eigthteen) months and was not
guaranteed by specific collateral.

Satuan
Pemindahbukuan
Perdagangan

Book Entry Settlement Unit and Trading Unit

dan

Satuan

Satuan pemindahbukuan berarti satuan jumlah MTN


yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek
ke Rekening Efek lainnya yaitu Rp1,00 (satu rupiah) atau
kelipatannya dan mempunyai hak untuk mengeluarkan
1 (satu) suara dalam RUPMTN.

Book entry settlement unit indicated the amount of MTN


units that able to be transferred from one Securities
Accounts to another Securities Accounts at the value of
IDR1.00 (one rupiah) or multiple thereof, which have the 1
(one) voting right in RUPMTN.

Satuan perdagangan berarti satuan pemesanan


pembelian/perdagangan MTN yaitu senilai Rp1,00 (satu
rupiah) dan kelipatannya.

Trading unit indicated the unit of trade subscription at the


value of IDR1.00 (one rupiah) and multiples thereof.

Jatuh Tempo

Due Date

MTN harus dilunasi dengan harga yang sama dengan


jumlah pokok MTN yang tertulis pada konfirmasi
tertulis yang dimiliki oleh Pemegang MTN pada tanggal
pelunasan Pokok MTN yaitu pada tanggal 9 April 2016.

MTN must be settled at a price equal to the MTN principal


amount written on the written confirmation owned by the
MTN Holders on the date of Principal Redemption MTN
payment on April 9, 2016.

Bunga MTN

MTN Interest

Bunga MTN memberikan tingkat bunga sebesar 10%


per tahun terhitung sejak tanggal distribusi MTN secara

MTN interest was at 10% per year from the date of MTN
distribution electronically. Which was 1 (one) month

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights

elektronik, di mana 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan


aktual hari kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga
ratus enam puluh) hari kalender dan akan dibayarkan
setiap triwulan (3 bulan). Bunga tersebut akan dibayarkan
oleh Perseroan kepada Pemegang MTN melalui
Pemegang Rekening di KSEI pada tanggal pembayaran
Bunga MTN yang bersangkutan.

considered as 360 (three hundred sixty) calendar days


and will be paid for every 3 (three) months. The interest
will be paid off by the Company to the MTN Holders
through Account Holders in KSEI on the date concerned.

Pembayaran Bunga MTN

MTN Interest Payment

Bunga MTN dibayarkan Perseroan kepada Pemegang


MTN melalui agen pembayaran pada tanggal pembayaran
Bunga MTN di bawah ini. Bunga MTN dibayarkan setiap
triwulan (3 bulan) terhitung sejak tanggal emisi.

MTN Interest paid by the Company to the MTN Holders


through the payment agents on the following date. MTN
interest paid for every 3 (three) months as of the issuance
date.

Pembelian Saham PT Asuransi Jiwa InHealth


Indonesia

PT Asuransi Jiwa InHealth Share Purchase

Dalam rangka menunjang bisnis Perseroan dari hulu ke


hilir, sangat dibutuhkan provider managed care seperti
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia.

In order to support the Companys business activities


from upstream to downstream, a managed care provider,
such as PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia, is highly
required.

Salah satu manfaatnya adalah produk-produk Perseroan


bisa masuk ke dalam daftar obat-obatan (formularium)
yang dikeluarkan oleh PT Asuransi Jiwa InHealth
Indonesia dan juga sebagai top up asuransi bagi
karyawan Perseroan dari fasilitas yang diberikan oleh
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

One of its benefits is to support the Companys product


to be included in the list of PT Asuransi Jiwa InHealth
Indonesia medicine (formulary), as the top-up insurance
for Companys employees related with the facilities
settled upon by the Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) Kesehatan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Profil Perseroan
Company Profile

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Identitas Perusahaan
Corporate Identity
Nama Perusahaan
Company Name

: PT Kimia Farma (Persero) Tbk


: PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Bidang Usaha :
Line of Business
: Health Care Company
Produk dan Jasa
Product and Services

: Industri manufaktur, perdagangan & distribusi, ritel farmasi (apotek), klinik


kesehatan, laboratorium klinik dan optik
: Manufacturing industry, trading & distribution, retail pharmacy, clinics, clinical laboratory
and optic

Status Perusahaan :
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Company Status
: State-Owned Enterprise (SOEs)
Tahun Pendirian :
16 Agustus 1971
Year of Establishment
: August 16, 1971
Modal Dasar :
Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah)
Authorized Capital
: IDR2,000,000,000,000.00 (two trillion rupiah)
Modal Ditempatkan :
Rp555.400.000.000,00 (lima ratus lima puluh lima miliar empat ratus juta rupiah)
Subscribe Capital
: IDR555,400,000,000.00 (five hundred and fifty-five billion, four hundred million rupiah)
Pemegang Saham Utama : Pemerintah Republik Indonesia (90,025%)
Ultimate Shareholder
: Government of The Republic of Indonesia (90.025%)

Alamat / Address
Kantor Pusat / Head Office
PT Kimia Farma (Persero) Tbk
Jl. Veteran No. 9, Jakarta 10110, Indonesia
Phone. (021) 3847709 (Hunting)
Fax. (021) 3814441
Email: webmaster@kimiafarma.co.id
Website: www.kimiafarma.co.id

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Profil Perseroan
Company Profile

Akta Pendirian

Deed of Establishment

Akta Pendirian Nomor 18 tanggal 16 Agustus 1971


yang dibuat oleh Soelaeman Ardjasasmita, SH, Notaris
di Jakarta dan akta dimaksud sudah mendapatkan
Pengesahan Menteri Kehakiman RI Nomor J.A.5/184/21
tanggal 14 Oktober 1971 dan terdaftar di Pengadilan
Tinggi Jakarta dengan Nomor 2888 dan 2889 tanggal 20
Oktober 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara RI
Nomor 90 tanggal 9 November 1971 tambahan Nomor
508.

Deed of Establishment Number: 18 dated August 16,


1971 drawn up by Soelaeman Ardjasasmita, SH, Notary
in Jakarta, and The Deed has obtained the approval of the
Ministry of Justice Number: J.A.5/184/21 dated October
14, 1971 and listed on the Jakarta High Court Number:
2888 and 2889 dated October 20, 1971 and published
in State Gazette Number 90 dated November 9, 1971,
Supplement to the State Gazette Number 508.

Anggaran Dasar Perusahaan disesuaikan dengan


Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas yang tertera dalam Akta Nomor 79
tanggal 20 Juni 2008 yang dibuat oleh Imas Fatimah,
SH, Notaris di Jakarta. Akta dimaksud telah tersimpan
dalam Database Sisminbakum Departemen Hukum
dan HAM RI Nomor AHU-47137.AH.01.02 Tahun 2008
tanggal 4 Agustus 2008 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara RI Nomor 64 tanggal 11 Agustus 2009
Tambahan Nomor 21431 serta Akta Nomor 99 tanggal
29 Juni 2012 yang dibuat oleh Ati Mulyati, SH, Notaris
di Jakarta mengenai perubahan pasal 12, 14, 18, 21 dan
23 yang telah diterima dan tersimpan dalam Database
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan HAM RI Nomor AHU-AH.01.10-09075 tanggal
13 Maret 2013.

Articles of Association of the Company adjusted by


Law Number: 40 Year 2007 concerning Limited Liability
Company as stated in the Deed Number: 79 dated
June 20, 2008 drawn up by Imas Fatimah, SH, Notary
in Jakarta.The Deed was already listed in the Database
Sisminbakum Ministry of Justice and Human Rights
Number AHU-47137.AH.01.02 Year 2008 dated August 4,
2008 and was published in the Official Gazette Number:
64 dated August 11, 2009 Supplement Number: 21431
and Deed Number: 99 dated June 29, 2012 drawn up by
Ati Mulyati, SH, Notary in Jakarta, regarding amendment
articles number 12, 14, 18, 21 and 23 which have been
received and listed in Database Administration System
Ministry of Law and Human Rights Law Number: AHUAH.01.10-09075 dated March 13, 2013.

Sekilas Perusahaan

Company At Glance

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi


pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah
Hindia Belanda pada tahun 1817. Awalnya, perusahaan
ini bernama N.V. Chemicalien Handle Rathkamp & Co
(Jakarta), N.V. Pharmaceutische Handel Svereneging J.
Van Gorkom & Co. (Jakarta), N.V. Bandungsche Kinine
Fabriek (Bandung) dan N.V. Jodium Onderneming
Watoedakon (Mojokerto).

Kimia Farma was the first pharmaceutical industry


company in Indonesia established by the Dutch Indies
Government in 1817. Originally, the name of this
company was N.V. Chemicalien Handle Rathkamp & Co
(Jakarta), N.V. Pharmaceutische Handel Svereneging J.
Van Gorkom & Co. (Jakarta), N.V. Bandungsche Kinine
Fabriek (Bandung) and N.V. Jodium Onderneming
Watoedakon (Mojokerto).

Pada tahun 1958, berdasarkan keputusan nasionalisasi


atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan,
Pemerintah Republik Indonesia melebur sejumlah
perusahaan farmasi menjadi Perusahaan Farmasi
Negara (PNF) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada
16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah
menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan
berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

In 1958, based on on decision of nationalization of ex


Dutch companies at the beginning of the independence
period; the Government of the Republic of Indonesia
merged some pharmaceutical companies into State
Pharmaceutical Company (PNF) Bhinneka Kimia Farma. In
August 16, 1971, the form of PNF as legal entity was
changed to Limited Liability, therefore the companys
name was change to PT Kimia Farma (Persero).

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Jejak Langkah Perseroan


Companys Milestone
Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero)
kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan
terbuka, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan
berikutnya disebut Perseroan. Bersamaan dengan
perubahan tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada
Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang
kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek
Indonesia).

On July 4, 2001, PT Kimia Farma (Persero) changed its


status to public-listed company, PT Kimia Farma (Persero)
Tbk, hereinafter in this report referred to as Company.
Simultaneously with this change, the Company was
listed at Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock
Exchange (currently both stock exchanges had been
merged and now named Indonesia Stock Exchange).

Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan


telah berkembang menjadi perusahaan dengan
pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan
kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan
dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan
kesehatan masyarakat Indonesia.

With decades of experience, the Company has developed


into a company supported by integrated health service
in Indonesia. It has been increasingly engaged in the
development and building of the nation, particularly the
building of health of the Indonesian community.

2014
Menjadi Health Care
Company.

2001
PT Kimia Farma (Persero) kembali
mengubah statusnya menjadi
perusahaan publik, PT Kimia Farma
(Persero) Tbk.

1971
Badan hukum PNF diubah menjadi
Perseroan Terbatas, sehingga nama
perusahaan berubah menjadi PT Kimia
Farma (Persero).

1958
Pemerintah Republik
Indonesia melakukan
peleburan sejumlah perusahaan
farmasi menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF)
Bhinneka Kimia Farma.

1817
Perseroan didirikan
oleh Pemerintah
Hindia Belanda sebagai
perusahaan industri farmasi
pertama, dengan nama NV
Chemicalien Handle Rathkamp & Co.

10

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Profil Perseroan
Company Profile

Visi dan Misi Perseroan


Company Vision and Mission
Visi Perseroan

Company Vision

Menjadi korporasi bidang kesehatan terintegrasi


dan mampu menghasilkan pertumbuhan nilai yang
berkesinambungan melalui konfigurasi dan koordinasi
bisnis yang sinergis.

To become an integrated corporation in health sector and


capable to generate the sustainable value growth through
synergic business configuration and coordination.

Misi Perusahaan

Company Mission

Menghasilkan pertumbuhan nilai korporasi melalui usaha


di bidang-bidang:

To generate corporate value growth through activities in


the following sectors:

1. Industri kimia dan farmasi dengan basis penelitian


dan pengembangan produk yang inovatif.

1. Chemical and pharmaceutical industries based on


research and development of innovative products.

2. Perdagangan dan jaringan distribusi.

2. Trading and distribution network.

3. Pelayanan kesehatan yang berbasis jaringan ritel


farmasi dan jaringan pelayanan kesehatan lainnya.

3. Medical services based on retail pharmacy network


and other medical service network.

4. Pengelolaan aset-aset yang dikaitkan dengan


pengembangan usaha perusahaan.

4. Management of assets associated


company business development.

with

the

Visi dan Misi Perseroan telah mendapat persetujuan


dari Dewan Komisaris yang tertuang di dalam
Transformasi Perusahaan pada tahun 2011.
The Companys Vision and Mission has obtained
approval from the Board of Commissioners as stipulated
in the Transformation of the Company in 2011.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

11

Maksud dan Tujuan


Purposes and Objectives

12

Maksud dan tujuan dari kegiatan usaha Perseroan sesuai


dengan Anggaran Dasar Perseroan yang ditetapkan
melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor: AHU-47137.AH.01.02. Tahun
2008 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran
Dasar Perseroan adalah menyediakan barang dan/
atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat
khususnya di bidang industri kimia, farmasi, biologi,
kesehatan, industri makanan serta minuman, dan
mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan
dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Purposes and objectives of business activities of the


Company in accordance with the Companys Articles
of Association shall be stipulated through the Decree
of Minister of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia Number: AHU-47137.AH.01.02. of 2008
concerning the Approval of Deed of Amendment to the
Companys Articles of Association shall to provide are
highly qualified and competitive goods and/or services
especially in the sectors of chemical industry, pharmacy,
biology, health, food and beverage industries, and to
pursue profit to increase the Corporate value by applying
the principles of Limited Liability Company.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan


dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

In order to achieve the purposes and objectives, the


Company may carry out the following business activities:

1. Mengadakan, menghasilkan, mengolah bahan


kimia, farmasi, biologi dan lainnya yang diperlukan
guna pembuatan sediaan farmasi, kontrasepsi,
kosmetika, obat tradisional, alat kesehatan, produk
makanan/minuman dan produk lainnya termasuk
bidang perkebunan dan pertambangan yang ada
hubungannya dengan produksi di atas;

1. To procure, to produce, and to process chemical


substances, pharmacy, biology and other matters
required to produce the preparation of pharmacy,
contraception, cosmetics, herbal medicines, medical
devices, food/beverage products and other products
including the products of plantation and mining
related with above products;

2. Memproduksi pengemas dan bahan pengemas,


mesin dan peralatan serta sarana pendukung
lainnya, baik yang berkait dengan industri farmasi
maupun industri lainnya;

2. To produce packaging and packaging materials,


machine and equipment as well as other supporting
facilities, either relating to the pharmaceutical
industry or other industry;


3.
Menyelenggarakan
kegiatan
pemasaran,
perdagangan dan distribusi dari hasil produksi
seperti di atas, baik hasil produksi sendiri maupun
hasil produksi pihak ketiga, termasuk barang
umum, baik di dalam maupun di luar negeri, serta
kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan
usaha Perseroan;

3. To operate activities of marketing, trading and


distribution from the products as mentioned above,
either own products or third parties products,
including general goods, either in the home-country
or overseas, and other activities relating to the
business of the Company;

4.
Berusaha di bidang jasa, baik yang ada
hubungannya dengan kegiatan usaha Perseroan
maupun jasa, upaya dan sarana pemeliharaan dan
pelayanan kesehatan pada umumnya, termasuk
jasa konsultasi kesehatan;

4. To run business in the sector of service, either relating


to the business activity of the Company or service,
efforts and facility for the maintenance and health
service in general, including health consultation
service;

5. Melakukan usaha-usaha optimalisasi aset yang


dimiliki Perseroan;

5. To carry out efforts to optimize the assets owned by


the Company;

6. Jasa penunjang lainnya termasuk pendidikan,


penelitian dan pengembangan sejalan dengan
maksud dan tujuan Perseroan, baik yang dilakukan
sendiri maupun kerja sama dengan pihak lain.

6.
Other supporting services including education,
research and development in line with the purposes
and objectives of the Company, either individually
conducted or collectively by other parties.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Profil Perseroan
Company Profile

Budaya Perusahaan
Corporate Culture
Perseroan telah menetapkan budaya perusahaan
yang merupakan nilai-nilai inti Perseroan (corporates
value) yaitu I C A R E yang menjadi acuan/pedoman
bagi Perseroan dalam menjalankan usahanya. Budaya
perusahaan tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan
untuk kualitas hidup yang lebih baik. Berikut adalah
budaya perusahaan (corporates culture) Perseroan:

The Company has determined corporate culture as


its corporate value namely I C A R E that become the
reference/guidelines for the Company in carrying out
its business. The Company culture aims to improve the
better quality of life. The corporate culture is described
below:

Innovative

Innovative

Memiliki cara berpikir out of the box, smart, dan kreatif


untuk menghasilkan produk unggulan berkualitas.

Thinking out of the boxes, smart, and creative to produce


leading products.

Customer First

Customer First

Mengutamakan pelanggan sebagai mitra kerja.

Priority on customers as a working partner.

Accountable

Accountable

Memegang teguh amanah perusahaan dengan bekerja


profesional, memelihara integritas dan membangun kerja
sama.

Strongly uphold the Companys trust


professionalism, integrity and cooperation.

Responsible

Responsible

Bertanggung jawab bekerja tepat waktu, tepat target dan


menyerahkan hasil kerja berkualitas dengan menyertakan
semangat pantang menyerah dan bijaksana saat
menghadapi masalah.

Have personal responsibility to work on time and on


target, and continually seeks to stand firm and wise in
facing any problem.

Eco-Friendly

Eco-Friendly

Membangun sistem dan perilaku ramah lingkungan.

Build environmentally friendly systems and behavior.

by

hold

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

13

Penghargaan
Awards

14

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Penghargaan
Awards

March 11, 2014

July 16, 2014

Memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia


(MURI) dalam Program Magasida Digital Tilawah.
The Company received an award from Indonesian World
Records Museum (MURI) for the program of Magasida
Digital Tilawah.

Meraih penghargaan Top Brand Award 2013 untuk


kategori Drugstore/OTC dari Frontier Consulting Group
- Majalah Marketing.
The Company obtained Top Brand Award 2013 for the
category of Drugstore/OTC earned from Frontier Consulting
Group - Majalah Marketing.

May 9, 2014
PT Kimia Farma Diagnostika memperoleh Sertifikasi
Akreditasi Komite Akreditasi Laboratorium Klinik (KALK)
untuk Laboratorium Klinik Cabang Cikini dari Komite
Akreditasi Laboratorium Klinik Kementerian Kesehatan
RI di Kantor Sekretariat Ikatan Laboratorium Kesehatan
Indonesia (ILKI) di Jakarta.
PT Kimia Farma Diagnostika obtained Accreditation
Certifcate of Clinical Laboratory Accreditation Committee
(KALK) for Clinical Laboratory Cikini Branch from Clinical
Laboratory Accreditation Committee of the Ministry of
Health Republic of Indonesia at Secretariat of Indonesia
Clininal Laboratory Association (ILKI) in Jakarta.

September 4, 2014
Mendapatkan Penghargaan Living Legendary Company
Award dari Warta Ekonomi di Hotel Le Meridien, Jakarta.
The Company obtained Living Legendary Company Award
from Warta Ekonomi in Le Meridien Hotel, Jakarta.

November 7, 2014

Memperoleh penghargaan Indonesia Healthcare Most


Reputable Brand 2014 untuk kategori Pharmacy dari
Onbee Healthcare Research SWA.
The Company obtained award of Indonesia Healthcare
Most Reputable Brand 2014 for the category of Pharmacy
earned from Onbee Healthcare Research SWA.

PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD)


mendapatkan Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik
(CDOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) RI untuk kategori Medical Products Except
Narcotics and Cold Chain Products Distribution including
Vaccines and Biological KFTD Cabang Bengkulu.
PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) earned
certificate of Good Distribution Practices (GDP) from the
National Agency of Drug and Food Control for the category
Medical Products Except Narcotics and Cold Chain
Products Distribution including Vaccines and Biological
KFTD Bengkulu Branch.

June 4, 2014

December 8, 2014

Meraih penghargaan Corporate Image Award 2014 untuk


kategori Drug Store dari Frontier Consulting Group
Tempo Media Group.
The Company obtained Corporate Image Award 2014 for
the category of Drug Store earned from Frontier Consulting
Group - Tempo Media Group.

Mendapatkan Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik


(CDOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) RI untuk kategori Medical Products Except
Narcotics and Cold Chain Products Distribution including
Vaccines and Biological KFTD Cabang Tasikmalaya dan
KFTD Cabang Denpasar.
Earned certificate of Good Distribution Practices (GDP)
from the National Agency of Drug and Food Control for
the category of Medical Products Except Narcotics and
Cold Chain Products Distribution including Vaccines
and Biological KFTD for Tasikmalaya Branch and KFTD
Denpasar Branch.

May 19, 2014

June 25, 2014


Memperoleh penghargaan Indonesia Wow Brand 2014
untuk kategori Chain Pharmacy dari Markplus, Inc Markplus Insight.
The Company obtained Indonesia Wow Brand 2014 for the
category of Chain Pharmacy earned from Markplus, Inc Markplus Insight.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

15

Peristiwa Penting
Event Highlights

16

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Profil Perseroan
Company Profile

March 18, 2014

June 9, 2014

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Directorate General of Pharmaceutical

PT Kimia Farma Trading & Distribution

tentang Pembelian Bahan Baku Obat

and Medical Devices, Ministry of Health,

(KFTD) dan PT Kimia Farma Apotek

antara Perseroan dengan PT Satoria

Head of

(KFA) di Jakarta.

Aneka Industri di Jakarta.

and Application of Technology, and the

Annual General Meeting of Shareholders

The signing of Purchasing Memorandum

National Agency of Drug and Food Control

of PT Kimia Farma Trading & Distribution

of

in Watudakon, Jombang, East Java.

(KFTD) dan PT Kimia Farma Apotek (KFA)

Raw Materials Production between the

was held at Jakarta.

Company and PT Satoria Aneka Industri

plant in Indonesia by Ministry of StateOwned

Understanding

for

the

Medicine

Enterprises

accompanied

by

Agency for the Assessment

October 13, 2014

at Jakarta.

March 26, 2014

Penandatangan Kesepakatan Bersama

July 1, 2014

Pengembangan Sel Punca dan Jaringan,


antara

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Kementerian

Kesehatan,

Perseroan Tahun Buku 2013 dan Public

Penandatangan

Kesepahaman

Kementerian

Riset

Expose Tahun Buku 2013 di Jakarta.


General Meeting of Shareholders for the
Financial Year of 2013 and Public Expose
for the Financial Year of 2013 at Jakarta.

Kerja Sama Bisnis Bahan Alam antara

Kementerian

Badan

Perseroan dengan PT Jamu Njonja

Negara dan Badan Pengawas Obat dan

Meneer

Makanan di Jakarta.

Nota

disaksikan

oleh

Menteri

Teknologi,

Usaha

Signing

Jakarta.

Development for Stem Cell and Network,

Signing of Memorandum of Understanding

between Ministry of Health, Ministry of

for Natural Material Business Cooperation

Research and Technology, Ministry of

between

PT

State-Owned Enterprises and the National

Penandatangan Kerja Sama Kemandirian

Jamu Njonja Meneer presence of the

Agency of Drug and Food Control held at

Bahan Baku Obat antara Perseroan

Coordinating Minister for Peoples Welfare

Jakarta.

dengan PT Garam (Persero) disaksikan

at Jakarta.

the

Company

with

Agreement

of

Milik

Koordinator Kesejahteraan Rakyat di

April 22, 2014

of

dan

Joint

oleh Menteri BUMN di Jakarta.

November 28, 2014

Signing of Agreement for the Medicine


Raw Material Self-Reliance Cooperative

June 10, 2014

between the Company and PT Garam

Penandatanganan Nota Kesepahaman

(Persero) presence of the Minister of SOEs

Penandatanganan

at Jakarta.

Pengembangan Bisnis antara Perseroan


dengan

May 2, 2014

PT

Kerja

Asuransi

Jiwa

Sama
InHealth

antara Perseroan dengan PT Makmur


Berkah

Sehat

tentang

kerjasama

pembentukan Joint Venture pabrik infus.

Indonesia di Jakarta.

Penandatanganan

The signing of Business Development

antara Perseroan dengan PT Makmur

Penandatanganan Akta Jual Beli Saham

Cooperation between the Company and

Berkah

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia antara

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia at

pembentukan Joint Venture pabrik infus.

Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial

Jakarta.

Sehat

Nota

Kesepahaman

tentang

kerjasama

(BPJS) Kesehatan dan Koperasi Bhakti

December 8, 2014

PT Asuransi Kesehatan (Persero) dengan


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Kimia

August 14, 2014

Farma (Persero) Tbk dan PT Asuransi Jasa


Indonesia (Persero) di Jakarta.

Peletakan batu pertama pembangunan

The signing of the Deed of Shares Sale

pabrik bahan baku garam farmasi yang

and Purchase of PT Asuransi Jiwa InHealth

pertama

Indonesia between Badan Penyelenggaran

BUMN Dahlan Iskan yang didampingi

Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan and the

oleh Dirjen Binfar Kemkes, Kepala BPPT,

Koperasi Bhakti PT Asuransi Kesehatan

dan Badan POM RI di Watudakon,

(Persero) with PT Bank Mandiri (Persero)

Jombang, Jawa Timur.

Tbk, PT Kimia Farma (Persero) Tbk and PT

Cornerstone-laying for the construction of

Asuransi Jasa Indonesia (Persero) at Jakarta.

the first pharmaceutical salt raw materials

di

Indonesia

oleh

Menteri

Grand Lauching Contact Centre Kimia


Farma Care 1-500-255 dan Peresmian
Apotek Kimia Farma ke-600 di Maros,
Makassar, Sulawesi Selatan.
Grand launching of Contact Centre Kimia
Farma Care 1-500-255 and The 600th
Kimia Farma Inauguration held in Maros,
Makassar, South Sulawesi.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

17

18

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

19

Laporan Dewan Komisaris


Report from The Board of Commissioners

Berbagai langkah yang telah dilakukan antara


lain: efisiensi biaya, restrukturisasi, optimalisasi
alat produksi, upaya penggunaan bahan baku
yang bisa dibuat sendiri seperti garam farmasi
serta upaya meningkatkan pendapatan non
operasional perusahaan melalui sinergi yang
dinamis.
Various steps that have been performed among others,
cost efficiency, restructuring, optimization of production
equipment, self-made raw material usage such as
pharmaceutical salt, and improvement of non-operational
revenue through dynamic synergy.
Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P., MARS
Komisaris Utama
President Commissioner

20

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

Pemegang saham yang kami hormati,

Dear shareholders,

Pertumbuhan pasar farmasi Indonesia pada tahun 2014


mengalami perlambatan, yakni hanya 4,86% dibandingkan
tahun sebelumnya sebesar 16,27%. Lambatnya
pertumbuhan pasar farmasi salah satunya disebabkan
oleh penyesuaian terhadap Sistem Jaminan Kesehatan
Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah RI. Hal
ini tercermin dari volume pemakaian obat mengalami
kenaikan, namun secara value mengalami penurunan.
Di samping pertumbuhan pasar farmasi Indonesia yang
menurun tersebut, pada tahun 2014 semua industri
termasuk industri farmasi dihadapkan pada tantangan
dari kondisi makro ekonomi yang tidak kondusif, antara
lain penguatan nilai kurs dolar terhadap rupiah yang
mengakibatkan nilai rupiah terus melemah dan kemudian
diperburuk dengan kenaikan harga bahan bakar minyak.

Indonesian pharmaceutical market growth in 2014


encountered a slowdown, which was only at 4.86%
compare with previous year that was at 16.27%. The
slowdown of pharmaceutical market growth was due to
the adjustment to the National Health Security System
proposed by the Government of Indonesia. This is
reflected by the increasing volume of medicine usage,
while the value was decreasing. In addition to stagnation of
Indonesian pharmaceutical market growth, all industries,
including pharmaceutical industry, were facing challenges
resulting from non-conducive macroeconomic condition,
among others, the weakening of rupiah rate against USD,
that later worsened by the increase of fuel prices.

Kondisi tersebut memberikan dampak terhadap penurunan


pertumbuhan penjualan Perseroan akibat faktor makro
ekonomi yang menjadi tantangan berat bagi Perseroan
yang harus disikapi dengan cermat.

These conditions have made an impact on the declining


of Companys sales growth due to macro economic
factors, which become severe challenge for the Company
that must be addressed carefully.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dewan Komisaris


sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya terus melakukan
koordinasi dan pembinaan kepada Direksi beserta
jajarannya dalam mengambil berbagai langkah strategis
guna mengatasi tantangan bisnis.

In order to encounter these challenges, the Board of


Commissioners as accordance with its functions and
main tasks will continue to perform its coordination and
development to the Board of Directors and its staff in
taking strategic steps to address business challenges.

Penilaian atas Kinerja Direksi

Assessment of Board of Directors Performance

Aspek Operasional

Operational Aspect

Direksi dan jajarannya selalu memberikan respon yang


cepat terhadap saran dan arahan Dewan Komisaris
dengan melakukan berbagai langkah aksi korporasi yang
memberikan dampak positif terhadap kinerja korporasi.
Berbagai langkah yang telah dilakukan antara lain: efisiensi
biaya, restrukturisasi, optimalisasi alat produksi, upaya
penggunaan bahan baku yang bisa dibuat sendiri seperti
garam farmasi serta upaya meningkatkan pendapatan non
operasional perusahaan melalui sinergi yang dinamis.

The Board of Directors and its staffs were always


provided quick response to suggestions and directives
from the Board of Commissioners by carrying out various
corporate actions that contributed positive impact to the
Companys performance. Various steps that have been
performed, among others, cost efficiency, restructuring,
optimization of production equipment, self-made
raw material usage such as pharmaceutical salt, and
improvement of nonoperational revenue through dynamic
synergy.

Pada tahun 2014 perusahaan melakukan langkah strategis


di bidang investasi, khusus di bidang jasa asuransi
yaitu membeli (mengambil alih) saham PT Asuransi
Jiwa InHealth Indonesia sebesar 10%. Selain itu juga,
Perseroan juga melakukan optimalisasi idle asset melalui
kerjasama dengan mitra strategi agar aset tersebut

In 2014, the Company made a strategic investment move


in the field of insurance service by purchasing (taking
over) PT Asuransi Jiwa Indonesia Inhealth shares by
10%. In addition, the Company also carried out idle asset
optimization through cooperation with strategic partners
to ensure that the assets were not become a burden for

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

21

22

tidak menjadi beban, akan tetapi justru menjadikan lebih


produktif. Kerjasama yang sedang dikembangkan di
antaranya adalah pembangunan Rumah Sakit, Hotel dan
Perkantoran di Jakarta dan Bandung.

the Company, yet it encouraged the Company to be more


productive. Cooperation that has been developed was,
among others, the construction of hospitals, hotels and
office buildings in Jakarta and Bandung.

Aspek Keuangan

Financial Aspect

Upaya yang telah dilakukan Direksi dan jajarannya tersebut


memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap
kinerja perusahaan. Berdasarkan Laporan Keuangan per
31 Desember 2014 yang telah diaudit, Perseroan mencatat
pendapatan sebesar Rp4.521,02 miliar atau mengalami
kenaikan 3,98% dari tahun 2013 dan laba bersih tahun
2014 sebesar Rp234,63 miliar atau mengalami kenaikan
9,36% dari tahun 2013. Net Profit Margin mengalami
kenaikan, dari 4,96% pada tahun 2013 menjadi 5,23%
pada tahun 2014. Aset mengalami kenaikan sebesar
20,08% dari tahun 2013. Ekuitas tumbuh sebesar 11,51%
dari tahun 2013.

Various efforts that have been carried out by the Board


of Directors and its staffs have provided significant
influence on the Companys performance. According to
Audited Financial Statements as per December 31, 2014,
the Company recorded revenues of IDR4,521.02 billion or
an increase of 3.98% from the year of 2013 and Net Profit
of 2014 at IDR234.63 billion or an increase of 9.36% from
2013. Net Profit Margin increased from 4.96% in 2013 to
5.23% in 2014. Assets increased by 20.08% from 2013.
Equity increased by 11.51% from 2013.

Selain itu, selama tahun 2014 terjadi kecenderungan


kenaikan harga saham Perseroan hingga menembus angka
di atas Rp1.000 per saham dan harga tertinggi mencapai
sebesar Rp1.465 per saham pada penutupan transaksi
akhir tahun. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor
terhadap saham Perseroan cukup tinggi dan diperkuat
oleh beberapa faktor di antaranya kinerja manajemen
termasuk sentimen positif.

In addition, during 2014 there was a tendency of price


increase on Companys stock which was exceeded over
IDR1,000, - per share and the highest price reached
IDR1,465, - per share at year-end transaction closing.
It was indicated that the investors interest on the
Companys shares was relatively high, being reinforced by
several factors including the management performance
and the positive sentiment.

Atas capaian kinerja pada tahun 2014, Dewan Komisaris


memberikan apresiasi yang tinggi kepada Direksi dan
seluruh karyawan Perseroan yang telah berupaya
dengan maksimal. Ke depan Dewan Komisaris berharap
Manajemen tetap melanjutkan Program Transformasi
Perseroan melalui inovasi/terobosan baru, pengembangan
dan diversifikasi produk, pengembangan dan peningkatan
strategi dan kualitas pemasaran, optimalisasi aset,
peningkatan budaya kerja serta pengembangan sistem
Teknologi Informasi yang terpadu.

Upon the performance achievement of 2014, the Board


of Commissioners presented high appreciation to the
Board of Directors and all employees who have provided
their maximum efforts. In the future time, the Board
of Commissioners are expecting the Management to
continue the Companys Transformation Program through
innovation/new breakthrough, product development
and diversification, development and improvement
of strategy and marketing quality, asset optimization,
workplace culture improvement and the development of
an integrated information technology system.

Penerapan GCG

GCG Implementation

Dewan Komisaris senantiasa mendorong Direksi dan


seluruh jajaran Perseroan untuk selalu bertindak mengikuti
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dewan
Komisaris menyadari bahwa dalam upaya mencapai
keunggulan dan meraih kepercayaan, Perseroan
menekankan pentingnya peningkatan implementasi GCG
dan berupaya menciptakan budaya yang menjunjung
tinggi integritas, profesionalisme dan kepatuhan terhadap

Board of Commissioners continuously encourages Board


of Directors and all levels of Companys management
to act on the principles of good corporate governance.
Board of Commissioners realizes, as an attempt to
obtain excellence and trust, the Company emphasizes
on the importance of GCG implementation improvement
and strives to establish a culture that upholds integrity,
professionalism, and compliance with the prevailing

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

peraturan yang berlaku. Implementasi GCG pada tahun


2014 dilakukan antara lain melalui sinergi GCG pada
Entitas Anak serta para pemangku kepentingan lainnya.

regulation. GCG implementation in 2014 was carried


out, among others, through GCG synergy between
subsidiaries and other stakeholders.

Dewan Komisaris terus mendukung dan menjunjung tinggi


seluruh prinsip-prinsip GCG agar dapat diterapkan di
lingkungan Perseroan. Hal itu ditunjukan melalui komitmen
Perseroan terhadap kelengkapan infrastruktur GCG serta
kepatuhan terhadap seluruh aturan yang telah ditetapkan
oleh regulator.

Board of Commissioners continues to support and to


uphold the entire GCG principles to be implemented
within the Companys environment. This was indicated
from the Companys commitment to GCG infrastructure
completeness as well as its compliance on all regulations
determined by regulator.

Selain itu, Perseroan juga melakukan penilaian atas


penerapan GCG setiap tahun yang dilakukan bekerja
sama dengan pihak independen, dalam hal ini Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Untuk tahun 2014, skor penilaiannya sebesar 83,12 yang
bermakna BAIK, meningkat dibandingkan tahun 2013
dengan skor 78,31.

In addition, the Company also performed annual GCG


assessment in collaboration with an independent party,
which was the Financial and Development Supervisory
Agency (BPKP). In 2014, the assessment score was at
83.12, interpreted as GOOD, an increase compared to
the 2013 that was at 78.31.

Penilaian atas Prospek Usaha 2015

View on Business Prospect 2015

Dengan memperhatikan situasi perekonomian tahun 2015


yang diprediksi lebih baik dibandingkan tahun 2014, Dewan
Komisaris yakin manajemen mampu mencapai target yang
telah ditetapkan. Keyakinan ini, di antaranya didasari oleh
kinerja yang telah ditunjukan oleh Direksi serta jajaran
manajemen di bawahnya sepanjang tahun 2014, baik dari
sisi operasional, keuangan, maupun penerapan prinsipprinsip GCG.

Concerning economic situation in 2015, which being


predicted will be better than the year of 2014, Board
of Commissioners confidents that the Management is
able to achieve the determined target. This confidence
is based on, among others, the performance of Board
of Directors and its management throughout 2014, in
terms of operational, financial, as well as GCG principles
implementation.

Kinerja Komite di Bawah Dewan Komisaris

Performance of Committees under the Board of


Commissioners

Di bawah Dewan Komisaris ada dua komite, yaitu Komite


Audit dan Komite GCG. Untuk tugas-tugas terkait dengan
Komite Pemantau Manajemen Risiko serta Komite
Nominasi dan Remunerasi, dijalankan oleh Komite GCG.

There are two Committees under the Board of


Commissioners, namely Audit Committee and GCG
Committee. Any tasks related with the Risk Management
Monitoring Committee and the Nomination and
Remuneration Committee were carried out by GCG
Committee.

Sepanjang tahun 2014, seluruh komite tersebut telah


menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu membantu
Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan
dan pemberian nasihat kepada Direksi. Rekomendasirekomendasi yang telah diberikan oleh komite-komite
tersebut, terutama terkait dengan komiten penerapan GCG
menjadi pertimbangan penting bagi Dewan Komisaris
dalam melaksanakan tugasnya.

Throughout 2014, the Committees have performed


its tasks properly, which was to assist the Board of
Commissioners in carrying out its supervisory and
advice provision functions to the Board of Directors. The
recommendations provided by the Committee, particularly
related with the commitment of GCG implementation,
have become an important consideration for Board of
Commissioners to carry out its duties.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

23

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Changes of Board of Commissioners Composition

Pada tahun 2014 tidak ada perubahan komposisi pada


Dewan Komisaris.

Throughout 2014, there was no change in the composition


of the Board of Commissioners.

Apresiasi

Appreciation

Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan dan


terima kasih kepada Direksi dan manajemen di bawahnya
atas pencapaian kinerja Perseroan serta dedikasi yang
telah diberikan pada tahun 2014. Dewan Komisaris juga
menyampaikan penghargaan kepada para pemangku
kepentingan atas kepercayaan dan dukungannya kepada
Perseroan. Dengan tetap menjalin kebersamaan yang kuat
dan sinergi positif, Perseroan berkomitmen untuk dapat
mengatasi tantangan sekaligus meraih peluang-peluang
baru di tahun mendatang.

Board of Commissioners presents appreciation and


gratitude to the Board of Directors and the Management
for the Companys performance achievement and their
dedication during 2014. The Board of Commissioners
also presents appreciation to the stakeholders for
their trust and support to the Company. By continuous
establishment of strong togetherness and positive
synergy, the Company commits to address any challenge
and simultaneously seize new opportunities in the
upcoming years.

Demikian, semoga Allah SWT senantiasa memberikan


kemudahan dan kelancaran kepada kita semua. Amin.

May Allah SWT give ease and smoothness to all of us.


Amen.

6 Maret 2015
March 6, 2015

Dewan Komisaris
Board of Commissioners

Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P., MARS


Komisaris Utama
President Commissioner

24

Prof. Dr. Dewi


Fortuna Anwar, MA

Prof. Dr. Wahono


Sumaryono, Apt, APU

dr. Farid Wadjdi


Husain, Sp.B., KBD

Dr. Basuki Ranto, MM

Komisaris

Komisaris

Komisaris Independen

Independent Commissioner

Commissioner

Commissioner

Independent Commissioner

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Komisaris Independen

Laporan Manajemen
Managements Reports

Laporan Direksi
Report from the Board of Directors

Tahun 2014 merupakan tahap Managing


Excellence Growth. Untuk itulah dibentuk Agent of
Change untuk pembaharu pembangunan budaya
perusahaan yang selama ini ada, menjadi Budaya
I CARE (Saya Peduli)
The year of 2014 was a stage of Managing Excellence
Growth. Therefore, the Agent of Change was formed
to serve as reformer of the existing corporate culture
development to become the culture of I CARE
Rusdi Rosman
Direktur Utama
President Director

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

25

26

Pemegang Saham yang kami hormati,

Dear our honored shareholders,

Salam sejahtera kami sampaikan, semoga kita selalu


dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Pada kesempatan
ini, perkenankan kami menyampaikan laporan kinerja
Perseroan sepanjang Tahun Buku 2014, sebagai bentuk
tanggung jawab atas kepercayaan yang sudah diberikan
kepada kami.

Our best wishes to convey, may we always be under the


protection of the Almighty God. On this valuable moment,
please allow us to present the Companys performance
report throughout the year of 2014, as a form of our
responsibility to the trust that has been granted to us.

Kami menyadari, perjalanan dunia usaha sepanjang tahun


2014 diwarnai dengan situasi eksternal yang berpotensi
memberikan tantangan bagi bisnis. Dari masalah
pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan,
hingga nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar
Amerika Serikat.

We realize, businesses condition throughout the year of


2014 was affected by external situations that potentially
provide business challenges, from the slowdown of
economic growth to the weakening of rupiah value
against the US dollar.

Walaupun begitu, patut disyukuri bahwa kinerja usaha


Perseroan masih tetap positif. Selain itu, Perseroan juga
telah menerima beberapa penghargaan ataupun award
seperti MOST REPUTABLE BRAND, CORPORATE
IMAGE AWARD, TOP BRAND, LIVING LEGENDARY
COMPANY AWARD.

However, we were grateful of the positive performance


of the Company. In addition, the Company also received
several awards such as MOST REPUTABLE BRAND,
CORPORATE IMAGE AWARD, TOP BRAND, LIVING
LEGENDARY COMPANY AWARD.

Perlu kami laporkan bahwa sebagaimana program


transformasi yang dilakukan Perseroan dalam beberapa
tahun terakhir, maka tahun 2014 merupakan tahap
Managing Excellence Growth. Untuk itulah dibentuk
Agent of Change untuk pembaharu pembangunan
budaya perusahaan yang selama ini ada, menjadi budaya
perusahaan I CARE (Saya Peduli). Pembaharuan budaya
perusahaan itu pada hakikatnya untuk memperbaiki atau
meningkatkan kinerja usaha Perseroan.

We inform that in accordance with the Companys


transformation program in the recent years, the year
of 2014 was a stage of Managing Excellence Growth.
Therefore, the Agent of Change was formed to serve as
reformer of the existing corporate culture development,
which to become the culture of I CARE. The renewal of
corporate culture was basically carried out to improve or
to enhance the business performance of the Company.

Tantangan 2014

The Challenge of 2014

Seperti kita ketahui, tahun 2014 penuh dengan tantangan.


Pertumbuhan ekonomi tahun 2014 hanya sebesar 5,1%
atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang
mencapai 5,8%. Di antara penyebabnya perlambatan
pada aktivitas bisnis, mengingat pada tahun tersebut ada
rangkaian agenda pemilu.

As we know, the year of 2014 was the year full of


challenges. Economic growth of 2014 was only at 5.1%,
or declined than the previous year that was at 5.8%, due
to the slowdown in business activity, considering that
there were series of general election agenda in 2014.

Selain itu, pada November 2014, Pemerintah


mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Tak kalah pentingnya adalah terkait dengan melemahnya
kurs rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat biaya
produksi Perseroan mengalami peningkatan, mengingat
hampir 90% bahan baku masih harus didatangkan
melalui impor. Beragam tantangan inilah yang dihadapi
Perseroan sepanjang Tahun Buku 2014.

In addition, in November 2014, the Government


announced an increase of fuel oil price. The other
aspect that was also important was the weakening of
the rupiah against US dollar. This condition have made
the Companys production cost increased, considering
that almost 90% of raw material was still imported.
These diverse challenges were faced by the Company
throughout the fiscal year of 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

Strategi Bisnis

Business Strategy

Menghadapi beragam tantangan eksternal yang ada,


Perseroan melakukan sejumlah strategi yang sejalan
dengan visi dan misi Perseroan. Di antaranya, menurunkan
potensi biaya yang dikeluarkan dalam pembelian bahan
baku obat impor, serta memaksimalkan potensi yang
dimiliki oleh Perseroan.

To encounter various external challenges, the Company


carried out several strategies that in line with the
Companys vision and mission, such as reducing potential
costs incurred in the purchasing of imported raw materials
and maximizing the Companys potential ability.

Penurunan potensi biaya itu di antaranya, Perseroan


berhasil melakukan efisiensi operasional. Hal itu dapat
dilihat dari turunnya persentase Beban Pokok Produksi
(BPP) terhadap penjualannya dibandingkan dengan
tahun lalu. BPP tahun 2014 adalah 69,35%, jauh lebih
rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
mencapai 70,28%.

Reduction of potential cost was, among others, the


Company was successfully performed operational
efficiency. It could be seen from the declining percentage
of cost of goods sold to the sales compare with the
previous year. Cost of goods sold in 2014 was at 69.35%,
much lower than the previous year that was at 70.28%.

Sementara upaya memaksimalkan potensi pendapatan,


di antaranya dikaitkan dengan pemberlakuan Sistem
Jaminan Kesehatan Nasional (SJKN) pada 1 Januari
2014. Pada program yang diselenggarakan oleh Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu,
Perseroan melihat adanya peluang dengan membuat
SBU Klinik. Keberadaan klinik kesehatan Perseroan yang
saat ini mencapai 253 klinik, akan beroperasi sebagai
Penyedia Pelayanan Kesehatan (PPK) Tingkat I.

Meanwhile, the effort to maximize potential revenue,


among others, was being associated with the application
of National Health Insurance System on January 1,
2014. On the program managed by Social Security
Administrative Body (BPJS) for Health, the Company
noticed an opportunity by establishing SBU Clinics.
The presence of Kimia Farma Clinics, which currently
amounted to 253 clinics, will operate as Health Care
Provider (PPK) Level I.

Sistem yang menunjang dari SJKN ini adalah semua


peserta SJKN bila sakit harus melalui Puskesmas/PPK
tingkat I terlebih dahulu, kemudian bila perlu dirujuk
selanjutnya ke Rumah Sakit. Klinik kesehatan Perseroan
memiliki potensi ikut membantu masyarakat memperoleh
pelayanan kesehatannya, sekaligus merupakan potensi
tambahan laba bagi Perseroan.

The supporting system of SJKN was that all SJKN


members who are ill were required to go to Community
Health Center (Puskesmas) or to PPK Level I. When it is
necessary, they will further being transferred to hospital.
The Companys Clinics will potentially helping society to
obtain their health service, and at the same time it can
also generate potential additional profits for the Company.

Kinerja Operasional

Operational Performance

Dengan strategi dan inovasi bisnis tersebut, Perseroan


akhirnya masih mampu mempertahankan kinerjanya
secara positif. Sepanjang tahun 2014, Perseroan berhasil
membukukan penjualan Rp4,52 triliun atau naik 3,98%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan
87,78% dari anggaran yang sudah ditetapkan.

With these business strategy and innovation, the


Company was able to maintain its performance positively.
Throughout 2014, the Company recorded sales IDR4.52
trillion or increase 3.98% compare with the same period in
the previous year, and 87.78% of the determined budget.

Komposisi penjualan tersebut: Entitas Induk 1,57%;


PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) 40,41%;
PT Kimia Farma Apotek (KFA) 55,26% dan PT Sinkona
Indonesia Lestari (SIL) 2,76%.

The composition of sales was: Parent Entity 1.57%; PT


Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) at 40.41%,PT
Kimia Farma Apotek (KFA) at 55.26%, and PT Sinkona
Indonesia Lestari (SIL) at 2.76%.

Sementara penjualan produk etikal mencapai Rp2,47


triliun atau lebih dari separuh total penjualan. Sedangkan
obat generik, baik milik entitas Perseroan maupun pihak

On the other hand, sales of ethical products reached


IDR2.47 trillion, or more than half of total sales. The sales
of generic medicine, both belonging to the Company or
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

27

28

ketiga mencapai Rp699,28 miliar atau berkontribusi


sekitar 15,47% terhadap total penjualan.

third party entity reach IDR699.28 billion, or contributed


about 15.47% of total sales.

Kenaikan penjualan ini juga diikuti oleh kenaikan laba


bersih hingga 9,36% menjadi Rp234,63 miliar dari periode
sebelumnya Rp214,55 miliar. Perolehan melampaui target
yang telah ditetapkan.

The increasing of sales was also followed by the rise


of net profit up to 9.36% to IDR234.63 billion from the
previous period that was at IDR214.55 billion. This
amount exceeded the determined target.

Perlu kami laporkan juga bahwa pada tahun 2014,


untuk pertama kali Perseroan menerbitkan surat utang
atau Medium Term Note (MTN) sebesar Rp200 miliar.
Penerbitan ini merupakan alternatif pendanaan bagi
pengembangan usaha, selain melalui pinjaman bank.
Hal itu sejalan dengan rencana pengembangan usaha,
seperti memperkuat 5 (lima) pabrik yang telah ada dan
mengembangkan jumlah apotek, klinik dan laboratorium
klinik.

We also need to report that in 2014, for the first time, the
Company issued debt securities or Medium Term Notes
(MTN) amounted to IDR200 billion. The issuance was a
financing alternative for business development, aside of
bank loans. This was in line with business development
plans, such as to strengthen the five (5) existing plants
and to expand the number of pharmacies, clinics and
clinical laboratories.

Kinerja Saham

Shares Performance

Perdagangan Saham Perseroan (KAEF) sepanjang tahun


2014, yang pada Januari 2014 dibuka pada harga Rp510
per saham, mengalami peningkatan sebesar 187,25%
pada saat penutupan di akhir bulan Desember 2014,
dengan harga Rp1.465 per saham. Rata-rata transaksi
saham KAEF sepanjang tahun 2014 adalah sebanyak
4.468.235 lembar saham per bulannya.

The Companys shares (KAEF) trade throughout 2014,


which was opened in January 2014 at the price of IDR510
per share, was increase 187.25% in the closing at the end
of December 2014. It reached the price of IDR1.465 per
share. The average KAEF shares transaction throughout
2014 was 4.468.235 shares per month.

Harga saham Perseroan untuk tahun 2014, sudah


menembus harga Rp1.000 per saham. Jauh tinggi bila
dibandingkan dengan saat Initial Public Offering (IPO)
yang yang harganya Rp200 per saham. Perseroan juga
telah memberikan dividen sebagaimana keputusan
RUPS Tahunan Tahun Buku 2013 untuk dibayarkan ke
pemegang saham sebesar 25% dari laba bersihnya.

The Companys stock price in 2014 has been reached


above IDR1.000 per share. It was much higher than the
IPO price that was at IDR200 per share. The Company has
also provided dividends 25% of net profit to shareholders
that in accordance with the decision of Annual General
Meeting of Shareholders 2013.

Dari sisi kepemilikan saham, saat ini komposisinya:


90,03% masih dikuasai oleh Negara, Publik/Masyarakat
Umum 9,82% dan Karyawan & Manajemen 0,15%.

In terms of shareholders, currently, the composition was:


90.03% was still owned by the Government, 9.82% was
owned by public, and 0.15% was owned by management
and employees.

Komitmen Terhadap GCG

Commitment to GCG

Perseroan memandang penerapan prinsip-prinsip Tata


Kelola Perusahaan yang Baik merupakan bagian integral
dalam kegiatan bisnis Perseroan. Melalui penerapan Good
Corporate Governance (GCG), bukan hanya Perseroan
mampu mengantisipasi hambatan yang berpotensi
menjadi tantangan, tetapi juga dapat menciptakan
pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dalam
jangka panjang.

The Company considers that the application of Good


Corporate Governance principles become an integral
part of the Companys business activities. Through the
implementation of GCG, the Companys is not only able
to anticipate obstacles that could potentially transform to
challenge, but also able to create sustainable business
growth for the long term.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

Karena itulah, Perseroan selalu berusaha mematuhi


penerapan prinsip GCG sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
Selain itu, menjalankan dan terus mengembangkan budaya
kerja I CARE, sehingga penerapan GCG dapat menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh pemangku
kepentingan internal Perseroan.

Therefore, the Company has always strives to comply with


the implementation of GCG principles in accordance with
the determined rules. In addition, the Company is always
operating and developing working culture I CARE, so that
the implementation of GCG can be part of everyday life of
internal stakeholders within the Company.

Komitmen tinggi terhadap penerapan dan upaya


peningkatan GCG ini telah memberikan hasil yang baik
di lingkungan Perseroan. Sepanjang tahun 2014, hasil
penilaian atas penerapan GCG Perseroan memperoleh
skor 83,12 lebih tinggi dari tahun 2013 yang mendapat
skor total 78,31.

The high commitment on GCG implementation and


improvement has contributed good results for the
Companys circumstances. Throughout 2014, the score
of the Companys GCG implementation assessment was
at 83.12, higher than the score in 2013 that was at 78.31.

Penilaian atas penerapan GCG di lingkungan Perseroan


telah dilakukan mulai Tahun Buku 2012, yang ketika
itu oleh Tim Independen, yaitu Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kemudian untuk
Tahun Buku 2013, penilaian dilakukan sendiri (selfassessment) oleh Tim Internal yang dibentuk melalui
Surat Keputusan Direksi.

The assessment of GCG implementation within the


Company environment has been conducted since the
Fiscal Year of 2012 by an Independent Team, namely the
Finance and Development Supervisory Agency (BPKP). In
the Fiscal Year of 2013, the assessment was carried out
through self-assessment by the Internal Team established
by the Decree of the Board of Directors.

Keputusan tersebut berpedoman pada metode dan


prosedur berdasarkan atas surat Keputusan Sekretaris
Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-16/SMBU/2012 tanggal 6 Juni 2012 tentang indikator Penilaian
dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik Pada Badan Usaha Milik Negara dengan 43
indikator dan 153 parameter kriteria penilaian.

The decision was stipulated based on the methods and


procedures included on the Decree of the Secretary of
State-Owned Enterprises Number SK-16/S-MBU/2012
dated June 6, 2012 concerning the Indicators of
Assessment and Evaluation towards Implementation of
Good Corporate Governance in State-Owned Enterprises
through 43 indicators and 153 parameters scoring criteria.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Human Resources Development

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset


organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kinerja
serta kemampuan organisasi. Karena itu, Perseroan
menyadari bahwa SDM yang mumpuni dan kompeten
menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk
meningkatkan pertumbuhan dan mengembangkan usaha
yang lebih agresif di masa yang akan datang.

Human Resources (HR) is one of the organizations assets


that greatly influence to the performance and capabilities
of the organization. Therefore, the Company realized that
qualified and competent human resources become an
important foundation for the Company to increase growth
and to develop more aggressive business in the future.

Perseroan mempersiapkan SDM internal terkait dengan


jenjang karir untuk promosi dan mutasi serta penambahan
kompetensi SDM melalu program Pendidikan dan
Pelatihan. Pada tahun 2014, telah dilaksanakan In-House
Training untuk seluruh level karyawan yang dilakukan
secara berkala dan berkelanjutan.

The Company prepared internal human resources with


their career path for promotions and transfers as well
as the competencies enhancement through Education
and Training programs. In 2014, in-house training for all
level of employees has been carried out regularly and
continuously.

Selain in-house training, Perseroan juga memberikan


kesempatan karyawan untuk meningkatkan/membangun
kapasitas (capacity building) kompetensi teknis, dengan
mengikuti training-training yang diselenggarakan instansi
dan lembaga pendidikan.

In addition to in-house training, the Company also


provided opportunity for employee to improve/build their
technical competence capacity, by participating on the
trainings held by agency and educational institutions.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

29

30

Prospek 2015

Prospect of 2015

Sepanjang tahun 2014 kita telah melihat pertumbuhan


ekonomi dunia terpantau melemah dengan tekanan yang
datang dari China dan kawasan Eropa. Tahun 2015 ini
perlambatan pada perekonomian global tersebut masih
akan berlanjut.

Throughout the year of 2014, we have seen the weakening


of world economy growth that was affected by the
pressures from China and Europe. In 2015 it seems that
the slowdown of global economy will still continue.

Berdasarkan IMF Recent Development, Prospect and


Policy Priorities Overview, pertumbuhan ekonomi dunia
akan berada di kisaran 3,8%. Untuk ekonomi dua negara
raksasa, yaitu Amerika Serikat dan China, masingmasing diperkirakan tumbuh 2,4% dan 6,3%. Sedangkan
perekonomian India, diprediksi tumbuh 6,8%.

According to the Recent Development Fund, Prospect,


and Policy Priorities Overview published by IMF, the world
economic growth was predicted at the range of 3.8%.
The economic growth of two giant countries, namely
United States and China, was estimated at 2.4% and
6.3% respectively, while the economic growth of Indian
was predicted at 6.8%.

Walaupun begitu, Pemerintah Indonesia masih tetap


optimistis menghadapi tahun 2015, seperti terlihat pada
indikator Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,8%
dan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar
Rp11.900, sedangkan inflasi ditargetkan sebesar 5%.

However, the Government of Indonesia is still optimistic


to encounter the year of 2015, as shown in the indicator
the State Budget. The government is targeting growth of
5.8% and assuming the exchange rate against the dollar
at IDR11.900. The inflation was being targeted at 5%.

Keyakinan Pemerintah ini sangat mendukung kondisi


industri farmasi, yang sangat rentan terhadap gejolak
nilai tukar. Karena itulah, industri farmasi diperkirakan
masih akan tumbuh 15% pada tahun 2015.

The Governments confidence is strongly supports the


condition of pharmaceutical industries, which are highly
vulnerable to exchange rate fluctuations. Therefore, the
pharmaceutical industry is estimated to grow 15% in 2015.

Asumsi itu, di antaranya didorong pasar obat generik


yang terus menggeliat. Implementasi SJKN melalui BPJS
Kesehatan menjadi salah satu faktornya, di mana seluruh
populasi di Indonesia yang berjumlah sekitar 245 juta
jiwa akan memiliki perlindungan kesehatan modern pada
tahun 2019. Situasi ini akan ikut meningkatkan pasar
farmasi.

This assumption was encouraged by generic medicine


market that continues to wake up. Implementation of
the SJKN through the Social Security Administrative
Bodies (BPJS) for Health becomes one of the influencing
factors. The entire population in Indonesia, amounting
to approximately 245 million, will have a modern health
protection in 2019. This situation will also boost the
pharmaceutical market.

Potensi tantangan juga datang dari kenaikan


buruh, tarif dasar listrik, kenaikan harga bahan
minyak dan gas elpiji. Selain itu, mulai Desember
kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
diimplementasikan.

upah
bakar
2015,
mulai

Potential challenges are also come from the increase


of labor costs, electricity tariff, the price of fuel oil and
LPG. In addition, starting in December 2015, agreements
of ASEAN Economic Community (AEC) will also start to
implemented.

Walaupun demikian, Perseroan melihat masih banyak


peluang dan kesempatan yang dapat ditangkap dalam
tahun 2015. Karena itu, Perseroan tetap optimistis
dengan menargetkan penjualan naik 13% dibandingkan
tahun 2014 yang Rp4,61 triliun, sehingga menjadi Rp5,2
triliun. Margin laba bersih ditargetkan mencapai 5%.

However, the Company views many chances and


opportunities achievable in 2015. Therefore, the Company
remains optimistic with the increase of sales target by
13% compare to sales target at 2014 that was at IDR4.61
trillion to become IDR5.2 trillion. Net profit margin is
expected to reach 5%.

Untuk mencapai target tersebut telah disiapkan belanja


modal (capital expenditure) sebesar Rp590 miliar. Dana

To achieve these targets, the Company has prepared


capital expenditure of IDR590 billion. These funds will

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Manajemen
Managements Reports

tersebut, di antaranya untuk membiayai pembangunan


pabrik baru di Banjaran, Jawa Barat, pengembangan
pabrik garam farmasi di Jombang, Jawa Timur, serta
perbaikan gudang penyimpanan, pengembangan apotek,
klinik kesehatan dan laboratorium klinik.

be utilized to finance the development of new factory


in Banjaran, West Java, and the development of
pharmaceutical salt factory in Jombang, East Java, as
well as the improvement of warehouse, development of
pharmacies, clinics, and clinical laboratory.

Perseroan juga mengembangkan bisnis di luar farmasi,


yaitu rumah sakit, pembangunan hotel yang diintegrasikan
dengan apotek. Pengembangan ini dilakukan terkait
dengan upaya memaksimalkan pemanfaatan aset-aset
yang dimiliki Perseroan.

The Company also developed non-pharmaceutical


business, such as hospital and hotels that being
integrated with the pharmacy. This development was
undertaken as an effort to maximize the utilization of
assets by the Company.

Untuk menyambut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi


Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC)
pada tahun 2015. Perseroan telah mempersiapkan diri
dengan melakukan langkah inisiatif strategi. Di antaranya
dengan inovasi produk baru dan pembangunan beberapa
fasilitas manufaktur bahan baku seperti pembangunan
fasilitas garam farmasi.

To anticipate application of ASEAN Economic Community


(AEC) in 2015, the Company has prepared some
strategic initiatives, among others, carrying out new
product innovation and developing several raw material
manufacturing facilities, for example development of
pharmaceutical salts facilities.

Selain itu, Perseroan juga sedang melakukan


persiapan diversifikasi bisnis bidang kesehatan
melalui pengembangan bisnis sel punca dan rencana
pembangunan pabrik bahan baku farmasi Active
Pharmaceutical Ingredient (API). Selain itu, Perseroan
aktif melakukan program-program pengembangan
sumber daya manusia, agar siap menghadapi tantangan
dan peluang AEC tersebut.

In addition, the Company also carried out the preparation


for health sector business diversification through
the development of stem cell business as well as
development plans of pharmaceutical raw materials Active
Pharmaceutical Ingredient (API). Moreover, the Company
actively carried out human resource development
programs in order to anticipate the challenges and
opportunities of the AEC.

Setelah melalui masa transformasi dan konsolidasi yang


terus-menerus dilakukan, manajemen dan karyawan
secara bertahap dapat melangkah dengan pasti
mewujudkan cita-cita menjadi perusahaan pioneer
yang fokus pada industri kesehatan, demi mendukung
kebijakan nasional. Dengan konsolidasi serta perubahan
di berbagai bidang yang terus dilakukan, tentu akan
memperkuat sinergi di masa mendatang. Tidak hanya
sinergi dengan entitas induk, tetapi juga dengan seluruh
pemangku kepentingan.

After taking a period of continuous transformation and


consolidation, the Management and the employees have
gradually step with certainty to pursuit the aspirations of
becoming the pioneer company that focused on health
industry, in order to support national health policy. The
continuous consolidation and changes in various areas
will certainty strengthen synergies in the future, not
only the synergy with the parent entity, but also with all
stakeholders.

Perubahan Komposisi Direksi

The Changes of Board of Directors Composition

Pada tahun 2014 telah terjadi perubahan pada komposisi


Direksi. Kami mengucapkan selamat bergabung kepada
Farida Astuti yang menjabat sebagai Direktur Keuangan,
menggantikan Arief Budiman.

In 2014, there was a change in the composition of the


Board of Directors. We are welcoming Farida Astuti, who
serves as Director of Finance, as replacement of Arief
Budiman.

Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang


sebesar-besarnya kepada Arief Budiman yang menjabat
Direktur Keuangan sejak tahun 2012, yang selama ini
telah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang sangat baik
di lingkungan Perseroan.

We also express the highest appreciation and gratitude


to Arief Budiman who served as Director of Finance since
2012. During this time, he has shown excellent dedication
and performance within the Company environment.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

31

Apresiasi

Appreciation

Pencapaian Perseroan sepanjang Tahun Buku 2014


tidak hanya berasal dari komitmen dan kerja keras dari
manajemen, namun juga berasal dari dukungan karyawan,
serta kepercayaan Dewan Komisaris, Pemegang Saham,
dan mitra-mitra bisnis Perseroan. Karena itulah, kami
menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya atas kerja sama yang sudah terjalin
dengan baik selama ini.

The achievement of the Company throughout the Fiscal


Year of 2014 was not only come from the commitment
and hard work of Management, but also from the support
of employees, as well as the trust from the Board of
Commissioners, shareholders, and business partners
of the Company. Therefore, we express our highest
gratitude and appreciation for the cooperation that has
been well established over the years.

Tidak kurang pentingnya, kami atas nama Direksi


mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada
seluruh karyawan Perseroan dan anak perusahaan atas
kerja kerasnya selama tahun 2014, sehingga dapat
mencapai kinerja yang positif. Semoga di tahun-tahun
mendatang Perseroan terus menjadi perusahaan yang
lebih baik lagi sehingga dapat bermanfaat bagi Pemegang
Saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Last but not least, on behalf of the Board of Directors,


we would like to sincerely thank all employees of the
Company and the subsidiaries for their hard work
throughout the year of 2014, so that we could achieve
positive performance. Hopefully in the coming years the
Company continues to be a better company that will give
benefit to shareholders and all stakeholders.

6 Maret 2015
March 6, 2015

Direksi
Board of Directors

Rusdi Rosman
Direktur Utama
President Director

Farida Astuti

Jisman Siagian

M. Wahyuli Syafari

Pujianto

Direktur Keuangan

Direktur Produksi & Supply Chain

Direktur Pengembangan Bisnis

Direktur Umum & Human Capital

Finance Director

Production & Supply Chain Director

Business Development Director

General Affair & Human Capital


Director

32

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha


Business Sectors and Activities

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

33

Bidang dan Kegiatan Usaha


Business Sectors and Activities
Perseroan memiliki bidang usaha di bidang industri
farmasi, yang didukung oleh manufaktur, riset dan
pengembangan, pemasaran, distribusi, ritel, laboratorium
klinik dan klinik kesehatan.

The Company has a line of business in pharmaceutical,


which supported by manufacturing, research and
development, marketing, distribution, retail, and clinical
laboratories and clinics.


Bidang dan Kegiatan Usaha
Business Sectors and Activities
Entitas

Kegiatan Utama

Entities

Main Activities

Manufaktur, Riset & Pengembangan, dan Pemasaran

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Holding)

Manufacturing, Research & Development, and Marketing

Perdagangan dan Distribusi

PT Kimia Farma Trading & Distribution

Trading and Distribution

Ritel Farmasi, Klinik Kesehatan, Laboratorium Klinik

PT Kimia Farma Apotek

Retail Pharmacy, Clinics, Clinical Laboratory

Manufaktur dan Pemasaran

PT Sinkona Indonesia Lestari

Manufacturing and Marketing

Jaringan Layanan Perseroan


Companys Coverage Area

BANDA ACEH
MEDAN
PEMATANG SIANTAR
BATAM
PEKANBARU
SAMARINDA
PADANG

PONTIANAK
PALEMBANG
PALANGKARAYA

BENGKULU

PANGKAL PINANG

JAMBI
BANDAR LAMPUNG
TANGERANG

BANJARMASIN
JAKARTA
CIREBON
SEMARANG
SURABAYA

BOGOR
BANDUNG
YOGYAKARTA

34

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

BALIKPAPAN

SOLO
MALANG
JEMBER
DENPASAR
MATARAM

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities


Daerah Operasional dari Seluruh Kegiatan Usaha Perseroan Tersebar di Seluruh Indonesia
Operational Areas of Entire Companys Business Activities All Over Indonesia
Unit Usaha

Business Units

Sumatera,
Batam

Jawa

Bali,
Nusa Tenggara

Kalimantan

Sulawesi,
Maluku,
Papua

Total

31

20

47

113

323

51

59

71

617

22

40

50

126

17

31

29

253

Pabrik
Plants
Trading & Distribution
Trading & Distribution
Apotek
Pharmacies
Laboratorium Klinik
Clinical Laboratory
Klinik Kesehatan
Clinics

CABANG KFTD

MANADO
GORONTALO

UNIT BISNIS KFA

TERNATE
PALU

PABRIK

SORONG
JAYAPURA

AMBON
KENDARI
MAKASSAR

KUPANG

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

35

Manufaktur
Manufacture

Perseroan saat ini memproduksi sebanyak 361 item produk dengan rincian sebagai berikut:
Currently, the Company is producing 361 product items with the following details:
Jumlah

Lini Produk

Line of Products

Generik (OGB)

Generic

Produk Kesehatan Konsumen


Over The Counter (OTC)
Obat Herbal
Kosmetik

Consumer Health Products


Over The Counter (OTC)
Herbal Medicine
Cosmetics

16
13
29

Produk Etikal

Branded Ethical

64

Antiretroviral (ARV)

Antiretroviral (ARV)

11

Narkotika

NarcoticS

16

Kontrasepsi

Contraceptive

Bahan Baku

Raw Material

TOTAL

Quantity

185

5
22
361

36

Kegiatan usaha industri manufaktur ini dikelola oleh


perusahaan induk yang memproduksi obat jadi dan
obat tradisional, bahan baku Iodium dan garam Iodium,
ferrous sulphate, kina & garam kina serta castor oil dan
edible oils. Terdapat 5 (lima) fasilitas produksi (plant) yang
tersebar di beberapa kota di Indonesia, yaitu:

Manufacturing activity is managed by the holding


company that producing pharma and herbal medicines,
raw materials iodine, iodine salts, ferrous sulphate,
quinine & quinine salts, castor oil, and edible oils. There
are 5 (five) production facilities spread across several
cities in Indonesia.

A. Plant Jakarta, DKI Jakarta


Satu-satunya pabrik di Indonesia yang
ditugaskan Pemerintah untuk memproduksi obat
narkotika dan Antiretroviral (ARV). Memperoleh
sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik
(CPOB) untuk semua jenis sediaan yang
diproduksi, serta menerapkan sistem manajemen
mutu ISO-9001:2008. Mendapatkan Proper
Peringkat Biru dalam pengelolaan lingkungan
hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup,
serta penghargaan Walikota Jakarta Timur untuk
Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR).

A. Jakarta Plant, DKI Jakarta


The Jakarta Plant is the only factory in Indonesia
which is appointed by the Government to produce
narcotic drugs and Antiretroviral (ARV) drugs.
It obtained certificate of Good Manufacturing
Practice (GMP) for all pharmaceutical dosage
forms produced, as well as implemented a
quality management system ISO-9001: 2008.
It obtained Blue PROPER in environmental
management from the Ministry of
Environment, and East Jakarta Mayor
award for Implementation of Corporate
Social Responsibility (CSR).

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

B. Plant Bandung, Jawa Barat


Mendapatkan Sertifikat CPOB dari Badan
Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia, Kosher Certificate dari Court of the
Chief Rabbi Beth Din London, Certificate of
Suitability dari European Directorate for the
Quality of Medicines (EDQM), sertifikat Halal
MUI Jawa Barat, serta Food Safety System
Certification (FSSC) 22000:2010 dari SGS United
Kingdom Ltd. Memperoleh sertifikat CPOB untuk
semua jenis sediaan yang diproduksi, termasuk
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Pabrik
ini menerapkan sistem manajemen mutu ISO9001:2008, serta mendapatkan Proper Peringkat
Biru dalam pengelolaan lingkungan hidup dari
Kementerian Lingkungan Hidup.

B. Bandung Plant, West Java


Bandung Plant obtained the GMP Certificate
from the National Agency of Drug and Food
Control, Kosher Certificate from the Court of
the Chief Rabbi Beth Din London, Certificate of
Suitability from the European Directorate for the
Quality of Medicines (EDQM), West Java MUI
Halal Certificate, as well as food Safety System
Certification (FSS C) 22000:2010 from SGS
United Kingdom Ltd. Obtain GMP certificates
for pharmaceutical dosage forms produced,
including the Intra Uterine Device (IUD). It is
implementing a quality management system
ISO-9001:2008, and have obtained Blue Proper
award in environmental management from the
Ministry of Environment.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

37

38

C. Plant Semarang, Jawa Tengah


Khusus memproduksi minyak jarak, edible
oils, dan kosmetika (bedak). Telah menerapkan
sistem manajemen mutu ISO-9001:2008,
dan mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan
Kosmetika yang Baik (CPKB) serta memperoleh
sertifikat Hazard Analysis and Critical Control
Points (HACCP) untuk memproduksi edible
oils dan sertifikat Halal dari MUI untuk seluruh
produk yang dihasilkan

C. Semarang Plant, Central Java


Semarang Plant is particularly manufacture of
castor oil, edible oils, and cosmetics powder. It is
implementing quality management system ISO9001:2008, and obtained a certificate Cosmetics
Good Manufacturing Practice (GMP), certificate
of Hazard Analysis and Critical Control Points
(HACCP) to produce edible oils, and also MUI
Halal certificate for all products produced.

D. Plant Watudakon, Jombang, Jawa Timur


Satu-satunya pabrik pengolah tambang Iodium
di Indonesia. Memproduksi bahan baku ferrous
sulphate sebagai bahan utama pembuatan tablet
besi untuk obat tambah darah, serta kapsul
lunak. Pabrik ini juga memproduksi obat dalam

D. Watudakon Plant, Jombang, East Java


Watudakon Plant is the only Iodine mine
manufacturing in Indonesia. It produces ferrous
sulphate raw materials as the active ingredient
of iron tablet for blood enhancing drugs, as well
as soft capsules. The plant is implementing a

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

sediaan tablet, tablet salut, salep, dan cairan


obat luar. Produksi di plant ini menerapkan
sistem manajemen mutu ISO-9001:2008 dan
ISO-14001, serta mendapatkan sertifikat CPOB
dalam memproduksi semua jenis sediaan yang
diproduksi.

E. Plant Medan, Sumatera Utara


Memproduksi obat dalam bentuk sediaan tablet,
kapsul, dan krim. Mendapatkan sertifikat CPOB
untuk seluruh jenis sediaan yang diproduksi
serta menerapkan sistem manajemen mutu ISO9001:2008.

quality management system ISO-9001: 2008 and


ISO- 14001, and obtained a certificate of GMP
in producing all kinds of pharmaceutical dosage
forms produced

E. Medan Plant, North Sumatera


Medan Plant is producing drugs in dosage forms
of tablets, capsules, and creams. It obtained a
certificate of GMP for all kinds of pharmaceutical
dosage forms produced, and implemented a
quality management system ISO- 9001: 2008.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

39


Jenis Produk Berdasarkan Lokasi Pabrik
Types of Products Based on Plants Locations
Parbrik
Plant

Jakarta

Bandung

Semarang

Watudakon

Medan

Bentuk Sediaan

Jenis Produk

1. Produk Non Betalaktam


Tablet, Tablet Salut, Kapsul, Serbuk Oral,
Sirup Kering, Suspensi/Sirup, Krim, dan Injeksi

1. Non Betalactam Products:


Tablets, Coated Tablets, Capsules, Oral Powders,
Dry Syrups, Suspensions/ Syrups, Creams,
Injections

2. Produk Betalaktam
Tablet, Kapsul & Sirup Kering

2. Betalactam Products
Tablets, Capsules, & Dry Syrups

3. Produk Antiretroviral (ARV)


Tablet, Tablet Salut & Kapsul

3. Antiretroviral (ARV) Products


Tablets, Coated Tablets & Capsules

4. Produk Narkotika
Tablet, Kapsul, Suspensi/Sirup & Injeksi

4. Narcotic Products
Tablets, Capsules, Suspensions/Syrups &
Injections

5. Produk Herbal
Tablet & Kapsul

5. Herbal Products
Tablets & Capsules

1. Produk Non Betalaktam


Tablet, Tablet Salut, Serbuk Oral, Suspensi/
Sirup

1. Non Betalactam Products


Tablets, Coated Tablets, Oral Powders,
Suspensions/Syrups

2. Produk Hormon Kontrasepsi


Tablet & Tablet Salut

2. Hormone Contraceptive Products


Tablets & Coated Tablets

3. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

3. IUD (Intra Uterine Device)

4. Produk Herbal
Tablet & Sirup

4. Herbal Products
Tablets & Syrups

1. Minyak Jarak & Edible Oils

1. Castor Oil & Edible Oils

2. Kosmetika

2. Cosmetics

1. Produk Non Betalaktam


Tablet, Tablet Salut, Kapsul Lunak, Salep
Mata, Salep/Krim Kulit, Suppositoria serta
Cairan Obat Luar

1. Non Betalactam Products


Tablets, Coated Tablets, Soft Capsules,
Eye Ointments, Skin Ointments/Creams,
Suppository and Liquid Medicines for External
Use

2. Iodium dan Garam Iodium, Ferrous Sulphate

2. Iodine and Iodine Salts, Ferrous Sulphate

1. Produk Non Betalaktam


Tablet, Kapsul, dan Krim

1. Non Betalactam Products


Tablets, Capsules, and Creams

Dosage Forms

40

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Types Of Products

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

Kapasitas Produksi
Production Capacity


Kapasitas Produksi dari Seluruh Pabrik
Production Capacities of all Plants
Jenis Sediaan

Satuan

Dosage Forms

Units

Realisasi

Kapasitas/
Tahun

Realization

Capacity/Year

2014

2013

Tablet / Tablet
a. Betalaktam / Betalactam
b. Non Betalaktam / Non Betalactam
c. Antiretroviral (ARV) / Antiretroviral (ARV)
Tablet Salut / Coated Tablet

Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces

1.348.197.417
98.917.917
1.188.342.000
60.937.500
432.335.000

1.231.126.002
45.037.900
1.136.176.262
49.911.840
226.470.639

1.476.195.686
231.901.900
1.197.784.156
46.509.630
262.445.652

Kapsul / Capsule
a. Betalaktam / Betalactam
b. Non Betalaktam / Non Betalactam
c. Antiretroviral (ARV / Antiretroviral (ARV)
Kapsul Lunak / Soft Capsule

Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces
Butir / Pieces

249.707.504
50.789.063
158.293.442
40.625.000
74.812.500

58.021.620
55.625.270
350.700
30.830.350

62.303.280
4.893.720
54.900.040
344.160
25.668.000

Sirup Kering / Dry Syrup


a. Betalaktam / Betalactam
b. Non Betalaktam / Non Betalactam

Kg
Kg
Kg

45.630
25.830
19.800

5.749
2.442
3.189

20.692
2.784
17.660

Salep / Cream

Kg

141.830

208.588

176.778

Sirup/Suspensi / Syrup/Suspension

Liter

546.048

215.136

135.988

Injeksi / Injection

Liter

9.240

9.293

8.832

Cairan Obat Luar /


Liquid Medicines for External Use

Liter

229.468

135.988

223.484

Granul / Granule

Kg

103.800

29.022

39.140

Fitofarmaka / Phytopharmaca

Liter

620.400

462.178

520.548

Bedak / Loose Powder

Kg

691.200

751.097

753.200

Suppositoria / Suppository

Kg

3.469

2.718

1.865

Pil KB / Hormon Contraceptive Pill

Butir / Pieces

641.088.000

164.976.728

223.269.200

AKDR / IUD

Unit

1.680.000

13.804

19.815

Iodium & Garam Iodium / Iodine and Iodine Salts


a. Iodium / Iodine
b. Garam Iodium / Iodine Salts
c. Garam-Garam Lainnya / Other Salts

Kg
Kg
Kg

45.000
34.567
135.675

49.800
12.315
6.474

43.150
11.184
21.392

Kina & Garam Kina /


Quinine Salts & Other Alkaloid

Kg

61.000

10.445

41.504

Minyak Lemak / Edible Oil & Castor Oil

Kg

4.057.248

466.182

1.324.648

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

41

Pemasaran
Marketing

42

Perseroan tidak hanya memasarkan produk di dalam


negeri, namun juga melakukan ekspor guna memenuhi
permintaan obat di Eropa, India, Jepang, Taiwan, dan
Selandia Baru. Produk jadi dan kosmetik telah dipasarkan
ke Yaman, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Sudan,
dan Papua New Guinea. Kegiatan pemasaran didukung
oleh sekitar 453 field forces untuk seluruh lini yang
tersebar di wilayah Indonesia, terdiri dari Product Manager,
Regional Sales Manager dan Area Supervisor. Pada tahun
2014, Perseroan dapat menjaring lebih dari 13.497 orang
dokter dan 1.304 buah rumah sakit. Pada tahun 2014,
telah diselenggarakan berbagai kegiatan pemasaran
dalam rangka peningkatan penjualan.

Company markets its products not only domestically, but


also exports it in order to meet medicines demands in
Europe, India, Japan, Taiwan, and New Zealand. Finished
products and cosmetics have been marketed to Yemen,
South Korea, Singapore, Malaysia, Sudan, and Papua
New Guinea. The marketing activities are supported
by around 453 field forces for all lines spread accross
Indonesia, consisting of Product Managers, Regional
Sales Managers and Area Supervisors. In 2014, the
Company was able to cover more than 13,497 physicians
and 1,304 hospitals. In 2014, various marketing activities
were carried out in order to increase sales.

Perseroan mempunyai produk yang cukup lengkap guna


mengoptimalkan penggarapan pasar farmasi di Indonesia,
mulai dari herbal, kosmetik, OTC, generik dan etikal yang
meliputi kelas terapi sebagai berikut:
1. Allergy & Immune System
2. Anaesthetics - Local & General
3. Anti-Infectives (Systemic)
4. Cardiovascular & Hematopoietic System
5. Central Nervous System
6. Contraceptive Agents
7. Dermatologicals
8. Endocrine & Metabolic System
9. Gastrointestinal & Hepatobiliary System
10. Genito-Urinary System
11. Hormones
12. Intravenous & Other Sterile Solutions
13. Respiratory System
14. Vitamins & Minerals
15. Alat Kesehatan (Bone Graf dan Wound Dressing)
16. Radiofarmaka
17. Cardiology

The Company has fairly complete products in order


to optimize the handling of pharmaceutical market in
Indonesia, ranging from herbal, cosmetic, OTC, generic
and ethical, and covering therapy class as follows:
1. Allergy & Immune System
2. Anaesthetics - Local & General
3. Anti-Infectives (Systemic)
4. Cardiovascular and Hematopoietic System
5. The Central Nervous System
6. Contraceptive Agents
7. Dermatologicals
8. Endocrine & Metabolic System
9. Gastrointestinal & Hepatobiliary System
10. Genito-Urinary System
11. Hormones
12. Intravenous & Other Sterile Solutions
13. Respiratory System
14. Vitamins & Minerals
15. Medical Devices (Bone Graf and Wound Dressing)
16. Radiopharmaceuticals
17. Cardiology

Dalam aktifitasnya, masing-masing unit dari kelompok


produk ini melakukan aktifitas yang berbeda karena target
pasarnya juga berbeda. Produk etikal (termasuk generik)
melakukan aktifitas langsung ke penggunanya di apotek,
rumah sakit, klinik, praktek dokter dan lain sebagainya. Tim
ethical beraktifitas ke dokter-dokter untuk memasarkan
produk dengan memberikan product knowledge dan
hal hal lain yang penting serta aktif dalam kegiatankegiatan pada seminar ilmiah baik yang diselenggarakan
organisasi kedokteran maupun perguruan tinggi.

Concerning its activities, each unit of this product


groups carried out different activities as their target
markets were also varied. The ethical products groups
(including generic) have directly involved with the users
in pharmacies, hospitals, clinics, doctors practice, and
so forth. The ethical teams activities involved doctors
in product marketing by providing product knowledge
and other important matters, including by organizing
scientific seminar convened by medical organizations
and universities.

Sementara unit kelompok produk herbal, kosmetik dan


OTC melakukan aktifitas above the line dan below the line.
Baik berupa iklan di televisi nasional, print-ad pada majalah

The unit group of herbal products, cosmetics and OTC


performed above the line and below the line activities, by
advertising its products in national television, print-ad on

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

atau tabloid sesuai dengan segmen pasar, pemasangan


billboard di beberapa kota, branding di lokasi strategis dan
termasuk juga aktifitas di media sosial. Beberapa produk
sudah mempunyai Fan Page di Facebook dan akun Twitter.

magazines, or tabloid based on market segments, setting


up billboards in several cities, placing the branding in
strategic locations and also carrying out social media
activities. Some products already have a Fan Page on
Facebook and Twitter accounts.

Untuk unit kelompok produk generik aktifitas pemasaran,


banyak untuk pemenuhan produk kebutuhan BPJS
Kesehatan sesuai dengan kebijakan Pemerintah serta
pengadaan obat-obatan melalui proses E-Catalogue.

The marketing activity of generic product unit group


was focused on private market. In addition, it was also
stressed on the fulfillment of the products needed by
BPJS Kesehatan in accordance with the Governments
policy as well as the fulfillment of drugs procurement
through the E-Catalogue process.

E-Catalogue merupakan daftar produk produk berserta


harga sesuai yang dalam formularium nasional guna
melayani kebutuhan Pemerintah. Kebutuhan tersebut
tidak hanya untuk pengobatan dasar, tetapi juga melayani
kebutuhan pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit
Pemerintah dan rumah sakit lainnya yang juga bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan.

E-Catalogue is a list of products along with corresponding


prices within the national formulary that being managed
in order to serve the needs of Government. The needs
are not only to fulfill basic treatment, but also to serve the
needs of patients in the Governments hospital and other
hospitals cooperating with BPJS Kesehatan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

43

Perdagangan Internasional
International Trading

44

Selain memasarkan produk di dalam negeri, Perseroan


juga melakukan ekspansi bisnis ke mancanegara. Hal ini
dilakukan sesuai dengan visi misi Perseroan ke depan
yang bertekad menjadi pemain di tingkat global.

In addition to product marketing in domestic market, the


Company is also expanding its business to overseas. It
is in accordance with the future mission of the Company
which is to become a global player.

Produk-produk Perseroan yang mencakup produk obat


jadi dan sediaan farmasi serta bahan baku obat seperti
iodium dan kina telah memasuki pasar internasional,
seperti Eropa, India, Jepang, Taiwan, dan New Zealand.
Produk jadi dan kosmetik telah dipasarkan ke Yaman,
Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Sudan, dan Papua
New Guinea. Demikian juga halnya dengan produkproduk obat tradisional atau herbal yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan, juga telah dipersiapkan proses
registrasinya untuk memasuki pasar baru seperti Filipina,
Myanmar, Pakistan, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, dan
Bangladesh.

Companys products including the finished drug products


and pharmaceutical preparations as well as raw materials
such as iodine and quinine have entered the international
market, such as Europe, India, Japan, Taiwan, and New
Zealand. Finished products and cosmetics have been
marketed to Yemen, South Korea, Singapore, Malaysia,
Sudan, and Papua New Guinea. Similarly, the traditional
or herbal products derived from plants have also been
prepared to be registered to enter new markets such
as the Philippines, Myanmar, Pakistan, United Arab
Emirates, Oman, Bahrain and Bangladesh.

Produk herbal merupakan target utama Perseroan pada


tahun-tahun mendatang mengingat banyaknya peminat
dan pembeli potensial yang menunjukkan minat mereka
untuk menjalin hubungan bisnis dengan Perseroan.

The the future years, herbal products are become the


Companys main target considering many enthusiasts
and potential buyers are showing their interest to establish
business relationship with the Company.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

Distribusi
Distribution
Kegiatan distribusi dilaksanakan PT Kimia Farma Trading
& Distribution (KFTD), anak perusahaan yang berperan
penting dalam upaya peningkatan penjualan produkproduk Perseroan.

Distribution activities are carried out by PT Kimia Farma


Trading & Distribution (KFTD), a subsidiary which plays
an important role to increase the sales of the Companys
products.

Dengan dukungan 47 cabang distribusi dan tenaga


sales force berjumlah lebih dari 650 orang, KFTD
mendistribusikan produk-produknya kepada 28.721
outlet yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia. Selain
mendistribusikan produk-produk perusahaan, KFTD juga
bertindak sebagai distributor untuk produk keagenan dari
dalam dan luar negeri.

KFTD is supported by 47 distribution branches and a total


of more than 650 sales force to serve 28.721 registered
outlets in all areas of Indonesia. In addition to distributing
the Companys products, KFTD also acts as distributor of
principal products both local and overseas.

KFTD dibentuk pada 4 Januari 2003. Jaringan distribusi


ini melayani lebih dari 31 prinsipal yang menjadi rekanan
untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 15.124 apotek,
1.179 pedagang besar farmasi, 2.595 toko obat, 2.216
rumah sakit, 1.790 pasar modern dan 5.817 pasar lainnya.

KFTD was established in January 4, 2003. This distribution


network serves more than 31 partner principals in order
to meet the needs of more than 15.124 pharmacies,
1.179 pharmaceutical wholesalers, 2.595 drug stores,
2.216 hospitals, 1.790 modern markets and 5.817 others
market.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

45

Ritel Farmasi
Retail Pharmacy

46

Usaha ritel farmasi Perseroan dikembangkan melalui


anak perusahaan yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA)
yang didirikan pada 4 Januari 2003. Sampai saat ini
Perseroan tetap menjadi pemimpin di pasar ritel farmasi
dengan jumlah apotek pada tahun 2014 sebanyak 617
apotek yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam
pengembangan pasar, salah satu strategi KFA adalah
mengembangkan jumlah apotek dan pada tahun 2014
telah dibuka 105 apotek baru atau rata-rata 1 apotek
baru setiap 3 hari.

The Companys Retail Pharmacy business was


developed through a subsidiary, namely PT Kimia Farma
Apotek (KFA), which was established in January 4, 2003.
Currently, the Company is become a market leader for
the Retail Pharmacy with the number of pharmacies
managed in 2014 are 617 drugstores. In term of market
development, one of strategy of KFA is to enhance the
numbers of pharmacies. In 2014, there are 105 new
pharmacies or 1 pharmacy for every 3 days.

KFA melayani obat dengan resep dokter maupun tanpa


resep dokter, OTC, klinik kesehatan dan praktek dokter,
optik, laboratorium klinik, serta pusat pelayanan informasi
obat dan pelayanan kesehatan masyarakat.

KFA serves the purchase of medicines both with


prescription or nonprescription, OTC, clinics, and
doctors practice, optical, clinical laboratories, as well
as medicine information service center and community
health services.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

Klinik Kesehatan
Clinics

Untuk mewujudkan visi menjadi korporasi di bidang


kesehatan terintegrasi, Perseroan mengembangkan
produk layanan klinik kesehatan terintegrasi dengan
apotek dan laboratorium klinik.

In order to materialize the vision to become an integrated


corporation in the health field, the Company develops
the integrated clinics service products supported by the
pharmacies and clinical laboratory.

Layanan klinik kesehatan dikelola oleh PT Kimia Farma


Apotek dan pada tahun 2014 telah memiliki 253 klinik
kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia dalam
bentuk klinik pratama dan utama. Klinik kesehatan
Perseroan menyediakan jasa pengobatan kuratif,
penanganan gawat darurat tingkat pertama, bedah minor,
pelayanan imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala,
tumbuh kembang dan pemeriksaan kehamilan, keluarga
berencana, deteksi dini, rehabilitasi medik terbatas,
penyuluhan kesehatan, pelayanan K3 tingkat primer,
kunjungan ke rumah (home care service) dan rujukan.

The clinics are managed by PT Kimia Farma Apotek. In


2013, it had 253 clinics spread throughout Indonesia
both in the form of the first and main clinics. The clinics
provides curative treatment service, handling of first
level emergency, minor surgery, immunization service,
periodical medical check-up, growth and pregnancy
check-up, family planning, earlier detection, limited
medical rehabilitation, medical instruction, primary level
K3 service, home care service and reference.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

47

Laboratorium Klinik
Clinicals Laboratory

48

Usaha laboratorium klinik diselenggarakan oleh


PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) dan merupakan anak
perusahaan dari PT Kimia Farma Apotek.

Clinical laboratory business activities were operated by


PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) which is the subsidiary
of PT Kimia Farma Apotek.

KFD didirikan untuk melengkapi portofolio bisnis


Perseroan, bergerak dalam bidang jasa layanan
pemeriksaan laboratorium rutin, khusus khusus dan
rujukan serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical
checkupMCU), baik untuk karyawan, calon karyawan
dan masyarakat umum. Pada tahun 2014 KFD memiliki 40
cabang yang terdiri dari 2 laboratorium kelas utama dan
38 laboratorium kelas madya yang tersebar di beberapa
kota di Indonesia.

KFD was established to complete business portfolio


of the Company. It operates in the sector of routine
laboratory check-up service, special reference and
medical checkup, either for the employees, candidate
of employee and public. In 201d KFD had 40 branches
consisting of 2 main class laboratories and 38 middle
class laboratories in some cities in Indonesia.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Bidang dan Kegiatan Usaha

Business Sectors and Activities

Riset dan Pengembangan


Research and Development

Kegiatan penelitian dan pengembangan produk baru


Perseroan dilakukan oleh Unit Research and Development
(R&D). Unit R&D ini dilengkapi dengan laboratorium
formulasi dan laboratorium analisis (skala laboratorium
dan skala pilot), fasilitas ekstraksi dan kebun percobaan
tanaman obat seluas 5 Ha di Banjaran, Bandung dan
1.060 Ha di Bintang, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Unit
R&D melakukan penelitian formulasi, baik untuk sediaan
modern maupun obat tradisional (herbal medicine),
sintesa kimia sederhana dan pengembangan tanaman
obat.

Research and development of the Companys new


products is carried out by Research and Development
(R&D) Unit. The R&D Unit is equipped with formulation
laboratories and analysis laboratories (laboratory scale
and pilot scale), natural ingredient extraction facilities
and experiment plantations in Banjaran, Bandung 5 Ha
and 1,060 hectares in Bintang, South Cianjur, West Java.
The R&D Unit also conducts formulation researches, both
for modern and herbal medicine preparations, simple
chemical synthesis and development of medical plants.

Pengembangan obat atau produk farmasi yang berbasis


pada teknologi modern, yaitu produk bioteknologi dan
radiofarmaka, telah menjadi fokus Perseroan saat ini.
Selain itu, Perseroan juga mengembangkan produk obat
yang berbahan dasar dari tumbuh-tumbuhan (herbal
medicine) yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia
sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

The development of the modern-based drugs or


pharmaceutical products, namely biotechnology products
and radiopharmaceuticals, has become the current
focus of the Company. In addition, the Company is also
developing medical products based on plants (herbal)
using the Indonesias biodiversity and at the same time
bringing benefits to the community.

Sejalan dengan perkembangan teknologi kedokteran di


bidang terapi, Perseroan senantiasa mengantisipasi dan
menyiapkan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada
dengan merencanakan pengembangan bisnis dan produk
ke depan, di antaranya bisnis rumah sakit, penelitian
dan pengembangan sel punca, jasa penyimpanan sel
punca, kultur jaringan, radiofarmaka, produk kimia
seperti: Iodium dan turunannya, ferrous sulphate, minyak
jarak dan turunannya serta ekspansi jaringan apotek di
luar negeri. Upaya dan rencana pengembangan bisnis
dan produk tersebut diharapkan dapat mendukung
peningkatan value Perseroan serta tercapainya tujuan
transformasi.

In line with the development of medicine technology in


therapy, the Company always anticipates and prepares to
take advantage of any existing opportunities with business
development and product planning, including hospital
business, research and development of stem cell, stem
cell storage service, tissue culture, radiopharmaceuticals,
chemical product such as: iodine and its derivatives,
ferrous sulphate, castor oil and its derivatives and
expansion of pharmacies network abroad. It is expected
that this business and product development effort and
plan can support the enhancement of the Companys
value and the achievement of transformation objective.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

49

Produk Baru
New Products

Perseroan
meningkatkan
fasilitas
Riset
dan
Pengembangan
sesuai
kaidah
current
Good
Manufacturing
Practice
(cGMP)
dan
terus
mengembangkan produk baru. Ada 20 (dua puluh)
produk baru yang telah diluncurkan di tahun 2014, yaitu:

The Company improves its Research and Development


facilities pursuant to current Good Manufacturing
Practice (cGMP) and keeps on developing new products.
There are 20 (twenty) products already launched in 2014
as follows:

Produk Etikal

Ethical Products

Berjumlah 12 produk, yaitu:


Glucokaf 1 mg
Glucokaf 2 mg
Glucokaf 3 mg
Glucokaf 4 mg
Kit MDP/Cardioscan
Kit DTPA/Renalscan
Kit MIBI/Bonescan
Ricovir 300 mg
Gamma Cha
Eviral 600 mg
Psynax 0,5 mg
Psynax 1 mg

Consisting 12 products namely:


Glucokaf 1 mg
Glucokaf 2 mg
Glucokaf 3 mg
Glucokaf 4 mg
Kit MDP/Cardioscan
Kit DTPA/Renalscan
Kit MIBI/Bonescan
Ricovir 300 mg
Gamma Cha
Eviral 600 mg
Psynax 0,5 mg
Psynax 1 mg

Produk Kimia

Chemical Products

Berjumlah 1 produk, yaitu:


Minyak Aromatherapy My Care

Consisting 1 product namely:

Produk Consumer Health Product (CHP)

Consumer Health Products

Berjumlah 3 produk, yaitu:

Consisting 3 products namely:


Venus Handbody Bengkoang
Venus Handbody Green Tea
Batugin Kaplet

Minyak Aromatherapy My Care

Produk Obat Generik Berlogo (OGB)

Generic Products

Berjumlah 4 produk, yaitu:


Tenofovir 300 mg
Efavirenz 600 mg

Consisting 4 products namely:


Tenofovir 300 mg
Efavirenz 600 mg
Alprazolam 0,5 mg
Alprazolam 1 mg

50

Venus Handbody Bengkoang


Venus Handbody Green Tea
Batugin Kaplet

Alprazolam 0,5 mg
Alprazolam 1 mg

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

51

Struktur Organisasi
Organizational Structure

Direktur Utama
President Director
Rusdi Rosman

Direktur Produksi &


Supply Chain
Production and Supply Chain Director

Direktur Pengembangan Bisnis


Business Development Director

Direktur Keuangan
Finance Directorat

M. Wahyuli Syafari

Farida Astuti

Jisman Siagian

Divisi Supply Chain


Supply Chain Division

Pgs. Agung Kisworo

DIvisi Perencanaan
Strategis
Strategic Planning Division

Verdi Budidarmo

Farida Astuti

Unit Research &


Development
Research & Development
Unit

Unit Teknologi
Informasi
Information Technology
Unit

Endang Widiastuti

Tavip Soedarwanto

SBU Manufaktur
SBU Manufacture

SBU Farma
SBU Farma

Agung Kisworo

Pujianto

Divisi Satuan
Pengawasan Intern
Internal Control Division

Divisi Human Capital


Human Capital Division

Ika Persada

Ineng Setiasih

Unit Kepatuhan dan


Manajemen Risiko
Compliance and Risk Management Unit

Fonny Yulina

Unit Treasury
Treasury Unit

Unit Akuntansi
Accounting Unit

Nuzirwan

R. Hikmah Ikhwani

Andi Prazos

SBU Kimia & Ekspor


SBU Chemical and Export

Ida Rasita

52

Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary

Direktur Umum dan Human Capital


General Affairs and
Human Capital Director

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

SBU Manajemen Aset


SBU Asset Management

Supriadi

Organisasi

The Organization

Pencapaian Perseroan sepanjang Tahun Buku


2014 tidak hanya berasal dari komitmen dan kerja
keras dari manajemen, namun juga berasal dari
dukungan karyawan, serta kepercayaan Dewan
Komisaris, Pemegang Saham, dan mitra-mitra
bisnis Perseroan.
The achievement of the Company throughout the
financial year of 2014 was not only derived from the
commitment and hard work of management, but also
from the support of employees, as well as the trust from
the Board of Commissioners, shareholders, and business
partners of the Company.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

53

Profil Dewan Komisaris


Profile of The Board of Commissioners

54

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P., MARS


Komisaris Utama
President Commisioner

Lahir di Lampung, 11 Agustus 1954 (60 tahun). Ditunjuk


sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan RUPS
Tahunan Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Lampung on Agust 11, 1954 (60 years old).


Appointed as a Company President Commissioner based
on the Annual General Meeting of Shareholders held in
April 10, 2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Fakultas Kedokteran


Universitas Gajah Mada pada Program S3 dan memperoleh
gelar Doktor di bidang Ilmu Kesehatan pada tahun 2014.
Sebelumnya pendidikan Program S2 ditempuh di Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia dan memperoleh gelar
Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) pada tahun
1998. Demikian halnya pendidikan spesialis ditempuh
di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan
memperoleh gelar Spesialis Penyakit Pulmonologi (Sp.P)
pada tahun 1989.

His latest education was pursued from the Faculty of


Medicine, University of Gajah Mada. He obtained Doctorate
of Health Sciences in 2014. Previously, he earned Master
from the Faculty of Medicine, University of Indonesia
and obtained Magisterial Hospital Administration (MARS)
in 1998. The specialist education pursued from Faculty
of Medicine, University of Indonesia when he earned
Pulmonology Disease Specialist (Sp.P) in 1989.

Di bidang karir kedinasan pernah menjabat sebagai


Kepala RS Tk. II M. Ridwan Meureksa Kodam Jaya tahun
2000-2002, Kepala Kesdam Jaya tahun 2002-2003,
Kepala RSPAD Gatot Subroto tahun 2008-2010, Direktur
Kesehatan TNI AD tahun 2012 dan terakhir menjabat
sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan tahun
2012Agustus 2014. Selain itu, pernah menjabat sebagai
Komisaris Utama PT Indofarma (Persero), Tbk. tahun
2012-2013 dan Komisaris Utama PT Kimia Farma Apotek
tahun 2011-2012.

In the term of official career, he served as Chief of Hospital


Level II M. Ridwan Meureksa Kodam Jaya in 2000-2002,
Head of Kesdam Jaya in 2002-2003, Head of the Gatot
Subroto Army Hospital in 2008-2010, Health Director
Army in 2012 and most recently served as Secretary
General of the Ministry of Health in 2012 to August 2014.
In addition, he served as President Commissioner of PT
Indofarma (Persero) Tbk. from 2012-2013 and President
Commissioner of PT Kimia Farma Apotek in 2011-2012.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

55

Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, MA


Komisaris
Commisioner

56

Lahir di Bandung, 22 Mei 1958 (56 tahun). Ditunjuk


sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan RUPS Tahunan
Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Bandung on Mei 22, 1958 (56 years old). Appointed


as a Company Commissioner based on the Annual General
Meeting of Shareholders held in April 10, 2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Monash University,


Melbourne, Australia pada Program S3 dan memperoleh
gelar Ph.D. pada tahun 1990. Sebelumnya mengikuti
pendidikan di School of Oriental and African Studies
(SOAS) serta memperoleh gelar BA pada tahun 1981 dan
MA pada tahun 1982.

Her latest education was pursued in Monash University,


Melbourne, Australia, which she earned Ph.D in 1990.
Previously, she pursued education from the School of and
African Studies (SOAS) and earned BA in 1981 and MA in
1982.

Di bidang pekerjaan pernah menjabat sebagai Asisten


Wakil Presiden Bidang Hubungan Internasional Mei-Juli
1998, Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan
Luar Negeri pada Agustus 1998-November 1999 serta
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
di LIPI tahun Juni 2001-Oktober 2010.

In term of working experience, she served as Assistant


Vice President of International Relations Mei-July 1998,
Assistant of Minister of State Secretary for Foreign Affairs
in August 1998-November 1999 and Deputy of Social
Sciences and Humanities at LIPI in June 2001 to October
2010.

Saat ini menjabat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden


Bidang Politik serta Profesor Riset dan Anggota Dewan
Penasihat di Center for Information and Development
Studies (CIDES) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI).

Currently, she serves as Deputy Secretary of the Vice


President for Political Affairs and Research Professor and
member of Advisory Board of Center for Information and
Development Studies (CIDES) and Indonesian Institute of
Sciences (LIPI).

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt, APU


Komisaris
Commisioner

Lahir di Solo, Jawa Tengah, 21 Januari 1954 (61 tahun).


Ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan RUPS
Luar Biasa Perseroan pada 12 Januari 2011.

Born in Solo, Central Java on January 21, 1954 (61 years


old). Appointed as a Company Commissioner based on
the Extra Ordinary General Meeting of Shareholders held
in January 12, 2011.

Pendidikan terakhir ditempuh di Technische Universitaet


Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Jerman pada Program
S3 dan memperoleh gelar Doktor Rerum Naturalium di
bidang Biologi Farmasi pada tahun 1990. Sebelumnya
menempuh Ujian penyetaraan Diplom Pharmazie di
Fakultaet Naturwissenschaft Technische Universitaet
Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Jerman sebagai
syarat masuk Program Doktor dan lulus ekivalen Diplom
Pharmazie pada tahun 1987. Memperoleh gelar Apoteker
pada tahun 1981 dan Sarjana Farmasi pada tahun 1980 di
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya.

Latest education was pursued in the Technische


Universitaet Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Germany
on the Doctorate program, which he earned the title of
Doctor Rerum Naturalium in the field of Pharmaceutical
Biology in 1990. Previously, he pursued Master in
the Technische Universitaet S2 Carolo Wilhelmina,
Braunschweig, Germany and obtained Diplom Pharmazie
degree in 1987. He earned a pharmacist in 1981 and
Bachelor of Pharmacy in 1980 at the Faculty of Pharmacy,
University of Airlangga, Surabaya.

Di bidang kedinasan pernah menjabat sebagai Pelaksana


Tugas Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) JuliDesember tahun 2008 merangkap
Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan
Bioteknologi tahun 2000-2010 serta Dekan Fakultas
Farmasi Universitas Pancasila November 2011-Maret
2014.

In term of official career, he served as Acting Head of


Agency for the Assessment and Application of Technology
in 2008, Deputy Head of BPPT Agroindustrial Technology
and Biotechnology in 2000-2010 and Dean of the Faculty
of Pharmacy, University of Pancasila in November 2011March 2014.

Saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Pancasila


dan Guru Besar Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi
Universitas Pancasila serta Profesor Riset Bidang
Bioteknologi Farmasi di BPPT.

He currently serves as Rector of the University of Pancasila


and Professor of Natural Products Chemistry Faculty of
Pharmacy, University of Pancasila and Research Professor
of Pharmaceutical Biotechnology in BPPT.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

57

dr. Farid Wadjdi Husain, Sp.B., KBD


Komisaris Independen
Independent Commisioner

58

Lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, 9 Maret 1950


(65 tahun). Ditunjuk sebagai Komisaris Independen
berdasarkan RUPS Tahunan Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Soppeng, South Sulawesi on March 9, 1950 (65 years


old). Appointed as a Independent Commissioner based on
the Annual General Meeting of Shareholders held in April
10, 2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Fakultas Kedokteran


Universitas Hasanuddin dan memperoleh gelar Spesialis
Bedah Digestif di pada tahun 1984. Sebelumnya
memperoleh gelar Spesialis Bedah pada tahun 1981 dan
Dokter Umum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1975
di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

His latest education pursued in Faculty of Medicine,


University of Hasanuddin, which he earned Digestive
Surgery Specialist in 1984. Previously, he earned the title of
Surgeons in 1981 and General Practitioners in Hasanuddin
University in 1975 at the Faculty of Medicine, University of
Hasanuddin.

Di Pemerintahan, pernah menduduki jabatan penting


sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Islam Faisal Makassar
tahun 1995-2002, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang
Kesehatan Rakyat Bidang Peran Serta Masyarakat tahun
2001-2002, Deputi Menteri Koordinator Bidang Kesehatan
Rakyat Bidang Koordinasi Kesehatan dan Lingkungan
Hidup tahun 2002-2005 serta terakhir sebagai Direktur
Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan 20052010.

He served for several important positions as President


Director of Islamic Hospital Faisal Makassar in 1995-2002,
Advisor of the Minister of Public Health for Coordinating
Public Participation in 2001-2002, Deputy Coordinating
Minister for Peoples for Health Sector Coordination of
Health and Environment Sector in 2002-2005, and Director
General of Medical Services Ministry of Health from 2005
-2010.

Selain itu, pernah menjabat sebagai Komisaris Utama


PT Askes (Persero) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk
Misi Perdamaian Papua pada tahun 2011.

In addition, he served as President Commissioner of PT


Askes (Persero) and the Special Representative of the
President for Papua Peace Mission in 2011.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Dr. Basuki Ranto, MM


Komisaris Independen
Independent Commisioner

Lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 Juli 1957 (57 tahun).


Ditunjuk sebagai Komisaris Independen berdasarkan
RUPS Tahunan Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Solo, Central Java on July 17, 1957 (57 years old).
Appointed as a Independent Commissioner based on the
Annual General Meeting of Shareholders held in April 10,
2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Universitas Negeri


Jakarta (UNJ) pada program S3 dan memperoleh gelar
Doktor bidang Manajemen pada tahun 2006. Sebelumnya
jenjang S2 ditempuh di Universitas Krisna Dwipayana
(UNKRIS) dan memperoleh gelar Magister Management
bidang Keuangan. Demikian halnya jenjang S1 ditempuh
di Universitas Krisna Dwipayana (UNKRIS) jurusan
manajemen perusahaan dan sebelumnya mengikuti
pendidikan di bidang Akuntansi dan memperoleh gelar
Ajun Akuntan.

His latest education pursued in the State University of


Jakarta (UNJ) on the Doctorate program, which he earned
Doctorate degree of Management in 2006. Previously, he
earned Master at the University of Krishna Dwipayana
(UNKRIS) and hold Master of Management in Finance.
His Bachelor degree earned from the University of Krishna
Dwipayana (UNKRIS) majoring corporate management. He
also pursued accounting education and earned Adjunct
Accountants.

Di bidang pekerjaan pernah sebagai Budget Account


pada PT Medifarma Lab. Inc dan menjadi Direktur
Keuangan pada sebuah perusahaan properti serta pernah
menduduki jabatan Direktur Keuangan kemudian Direktur
Usaha di BUMD, DKI Jakarta. Pernah menjadi Komisaris di
PT Abbatoir Surya Jaya dan PT Trigatra Usahatama.

In the field of working experience, he served as Budget


Account at PT Medifarma Lab. Inc., Finance Director in
a property company and Finance Director and Business
Director in Regionally-Owned Enterprises, Jakarta. He
served as Commissioner of PT Abbatoir Surya Jaya and
PT Trigatra Usahatama.

Saat ini masih sebagai tenaga pengajar di Program


Pascasarjana di beberapa universitas di Jakarta, disamping
menjadi Staf Ahli di DPD RI dan DPRD DKI Jakarta.

Currently he serves as lecturer at the Postgraduate at


several universities in Jakarta as well as serves as Senior
Advisor in the DPD and DPRD DKI Jakarta.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

59

Profil Direksi
Profile of the Board of Directors

60

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Drs. Rusdi Rosman, Apt, MBA


Direktur Utama
President Director

Lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 8 Februari 1965


(50 tahun). Diangkat sebagai Direktur Utama Perseroan
berdasarkan hasil keputusan RUPS Tahunan Perseroan
pada 24 Mei 2012.

Born in Ujung Pandang, South Sulawesi, February 8, 1965


(50 years old). He was appointed as President Director
based on the decision of Annual General Meeting of
Shareholders in May 24, 2012.

Menyelesaikan pendidikan di Universitas Padjajaran,


Bandung, tahun 1989, meraih gelar MBA Operation
Management dari California State University, San
Bernardino Ca, USA tahun 1999 dan Global Business
Management University of California, Riverside, USA.

He was graduated from Padjadjaran University Bandung in


1989, achieved the degree of MBA Operation Management
from California State University, San Bernardino CA, USA
in 1999 and Global Business Management University of
California, Riverside, USA.

Sebelumnya, Menjabat sebagai Corporate Secretary


Perseroan pada tahun 2006. Tahun 2007 ia dipercaya
menjadi Direktur Keuangan di PT Biofarma (Persero). Tidak
lama kemudian, pada tahun 2007 juga, dipercaya menjabat
posisi Direktur Keuangan Perseroan sampai dengan akhir
masa baktinya pada tahun 2012.

He previously held the position of Corporate Secretary


at the Company and was in 2007 appointed as Financial
Director at PT Biofarma (Persero). Not long at Biofarma
(Persero), also in 2007, he was entrusted as Financial
Director at the Company until the end of his service term
in 2012.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

61

Farida Astuti, Ak., MBA


Direktur Keuangan
Finance Director

62

Lahir di Jakarta, 16 Maret 1964 (51 tahun). Diangkat


sebagai Direktur Keuangan Perseroan pada 26 Maret 2014.
Lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, kemudian
melanjutkan studi S2 bidang Business Administration di
Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat.

Born in Jakarta, March 16, 1964 (51 years old). She was
appointed as Director of Finance on March 26, 2014. She
graduated from Indonesian State College of Accountancy
and obtained Master from Business Administration,
Cleveland State University, Ohio, USA.

Sebelumnya menjabat sebagai Direktur di PT Sarana


Multi Infrastruktur dari Februari 2009-Maret 2014. Pernah
menjabat sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan (BPKP) sebelum tahun 1999, Team
Leader Internal Audit di Badan Penyehatan Perbankan
Nasional (BPPN) pada 1999-2004, Anggota Komite Audit
di PT Garuda Indonesia (Persero) pada 2008-2009. Selain
Itu, menjabat sebagai Group Head di PT Perusahaan
Pengelola Aset (Persero) pada 2004-2009.

She had served as Director of PT Sarana Multi Infrastructure


from February 2009 to March 2014. She also served as
auditor at Finance and Development Supervisory Board
(BPKP) and Member of the Audit Committee of PT Garuda
Indonesia (Persero) in 2008-2009. She had served as Team
Leader of the Internal Audit Division of Indonesian Bank
Restructuring Agency (IBRA) in 1999- 2004. She also had
served as Group Head of PT Perusahaan Pengelola Aset
(Persero).

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Drs. Jisman Siagian, Apt

Direktur Produksi & Supply Chain


Production and Supply Chain Director

Lahir di Tapanuli Utara, 1 Agustus 1956 (58 tahun). Ditunjuk


sebagai Direktur Operasi & Supply Chain pada 24 Mei
2012.

Born in North Tapanuli, August 1, 1956 (58 years old). On


May 24, 2012, he was appointed as Operation & Supply
Chain Director.

Usai menamatkan pendidikan Apoteker dari Institut


Teknologi Bandung, langsung bergabung dengan
Perseroan di Unit Produksi, Jakarta pada tahun 1983.
Pernah menjabat sebagai Plant Manager Medan dan
Plant Manager Bandung serta Manager Unit Riset dan
Pengembangan. Pada tahun 2007 dipercaya menempati
posisi Direktur Produksi Perseroan. Lima tahun kemudian,
pada tahun 2012, diangkat sebagai Direktur Operasi &
Supply Chain Perseroan.

After completed his study from education of Pharmacist


from Bandung Institute of Technology, he worked for the
Company at Production Unit, Jakarta in 1983. He served
as Medan Plant Manager and Bandung Plant Manager
as well as Manager Unit of Research and Development.
In 2007, he was nominated as Production Director. Five
years later he was appointed as Operation & Supply Chain
Director.

Pada tanggal 1 Oktober 2014, terjadi perubahan


Nomenklatur Jabatan Direksi Perseroan yang semula
menjabat sebagai Direktur Operasi & Supply Chain menjadi
Direktur Produksi & Supply Chain.

In October 1, 2014, there was a nomenclature change in the


Board of Directors Positions which previously Operations
and Supply Chain Director become Production & Supply
Chain Director.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

63

Drs. M. Wahyuli Syafari, Apt


Direktur Pengembangan Bisnis
Business Development Director

64

Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 12 Juni 1965 (49 tahun).


Ditunjuk sebagai Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis
pada 24 Mei 2012.

Born in Tasikmalaya, West Java, June 12, 1965 (49 years


old). On May 24, 2012, he was appointed as Research and
Business Development Director.

Menyelesaikan pendidikan Apoteker di Universitas


Padjajaran, Bandung pada tahun 1990 dan langsung
bergabung dengan Perseroan.

He completed his education as Pharmacist at Padjadjaran


University Bandung in 1990 and directly joined the
Company.

Pernah menjabat sebagai Regional Institution Manager


tahun 2008-2009, Manager Institusi Wilayah Barat 20092010 dan jabatan terakhir sebelum diangkat menjadi
Direktur Riset & Pengembangan Bisnis adalah Direktur
Utama PT Kimia Farma Trading & Distribution.

He once serves as Regional Institution Manager in 2008


2009, Institution Manager West Area in 20092010. Before
being appointed as Research and Business Development
Director in 2012, he was served as Managing Director of
PT Kimia Farma Trading & Distribution.

Pada tanggal 1 Oktober 2014, terjadi perubahan


Nomenklatur Jabatan Direksi Perseroan yang semula
menjabat sebagai Direktur Riset & Pengembangan Bisnis
menjadi Direktur Pengembangan Bisnis.

In October 1, 2014, there was a nomenclature change in


the Board of Directors Positions which previously Research
and Business Development Director become Business
Development Director.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Organisasi

The Organization

Drs. Pujianto, Apt, MM

Direktur Umum & Human Capital


General Affair & Human Capital Director

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 14 Juni 1962 (52 tahun).


Diangkat sebagai Direktur Umum & Human Capital pada
24 Mei 2012.

Born in Boyolali, Central Java, June 14, 1962 (52 years


old). On May 24, 2012, he was appointed as General Affair
& Human Capital Director.

Setelah merampungkan pendidikan Apoteker dari


Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, melanjutkan studi
S2 di UHAMKA Jakarta di Program Magister Manajemen.

He completed his education as Pharmacist at Gadjah


Mada University Yogyakarta. He continued Master study at
UHAMKA Jakarta in the Management Magistrate program.

Menjabat sebagai Manajer Bisnis Apotek Wilayah DKI Jaya


2 tahun 2009-2011, Manager Binabang SDM Perseroan
tahun 2011-2012. Jabatan terakhir sebelum diangkat
menjadi Direktur Umum & Human Capital pada tahun 2012
adalah General Manager Human Capital Perseroan.

He served as Pharmacy Business Manager for DKI Jaya


Area 2 during 20092011, Human Resources Guidance
and Development Manager at the Company during 2011
2012. Before being appointed as General Affair & Human
Capital Director at 2012, he served as General Manager
Human Capital.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

65

66

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan


Manajemen atas Kinerja
Perusahaan
Managements Discussion and Analysis
on the Companys Performance

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

67

Tinjauan Makro
Macro Condition Review

68

Sejak pertengahan tahun 2014, lembaga-lembaga


internasional seperti Dana Moneter Internasional
(IMF: International Monetary Fund) telah mengoreksi
pertumbuhan ekonomi global. Hal itu dilakukan karena
kinerja perekonomian Amerika Serikat dan China serta
negara-negara Emerging Market yang diharapkan dapat
menjadi pendorong pemulihan perekonomian, tidak
sesuai harapan.

Since mid-2014, international organizations, such as the


International Monetary Fund (IMF), have corrected the
global economic growth due to unexpected economic
performance of United States and China as well as
emerging market countries. These countries were
previously expected to be the driver of world economic
recovery.

Hingga akhir tahun 2014, tampak ada ketidakseimbangan


pada perekonomian global. Kinerja ekonomi Amerika
Serikat mulai membaik, yang di antaranya ditunjukan
melalui peningkatan produksi dan penurunan jumlah
pengangguran. Hal sebaliknya terjadi di kawasan
Eropa dan Jepang. Begitu juga dengan China yang
perekonomiannya cenderung melambat.

By the end of 2014, there was imbalance of global


economic
condition.
United
States
economic
performance began to improved, which was indicated
from the increasing of production and decreasing of
unemployment. Otherwise, Europe, Japan and Chinese
economic conditions tended to slow down.

Dengan perkembangan seperti itu, harga komoditas


di pasar global mengalami penurunan. Pasokan di
pasar melebihi tingkat permintaan akibat perlambatan
ekonomi. Dari sisi perdagangan, perlambatan ekonomi
global tersebut ikut mempengaruhi kinerja perdagangan
Indonesia.

In such conditions, commodity prices in the global


market were decreased. Supply exceeded demand due
to economic slowdown. The global economic slowdown
was also influence Indonesias trade performance.

Bahkan nilai tukar rupiah yang diharapkan bisa terjaga


pada posisi Rp11.600 per dolar AS, justru sempat
menyentuh Rp12.900 per dolar. Tantangan juga datang
dari kebijakan Pemerintah di dalam negeri, yang
pada November 2014 mengambil keputusan untuk
menurunkan subsidi bahan bakar minyak. Harga jual
komoditas tersebut mengalami kenaikan.

The exchange rate was expected to be maintained at


IDR11.600 against USD. However, it reached IDR12.900
against USD. Challenges also came from Governments
domestic policies. In November 2014, the Government
decided to reduce the fuel subsidies that causing this
commodities price increased.

Sebagai respon atas melemahnya kurs rupiah dan


potensi peningkatan inflasi, Bank Indonesia menaikkan
suku bunga acuan BI rate sebesar 0,25% hingga menjadi
7,75%. Tekanan terhadap perekonomian Indonesia,
yang di antaranya akibat pengaruh perekonomian global,
mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia.

As a response to the depreciation of rupiah and the


potential inflation increase, Bank Indonesia raised its
interest rate benchmark BI rate by 0.25% to 7.75%. The
pressure on the Indonesian economy due to the influence
of the global economy, was affecting the performance of
the Indonesian economic condition.

Hingga akhir tahun 2014, pertumbuhan ekonomi


Indonesia hanya mencapai 5,02%, meleset dari yang
diperkirakan bisa 5,50%. Begitu juga dengan inflasi, dari
yang ditargetkan sebesar 5,30%, justru melonjak jadi
8,30%.

By the end of 2014, Indonesias economic growth reached


only 5.02%, which missed the previous expectation at
5.50%. Likewise, the inflation that was targeted at 5.30%
jumped to 8.30%.

Perkembangan
kondisi
makro
tersebut
ikut
mempengaruhi kinerja dunia usaha pada umumnya.
Apalagi, sejak memasuki awal tahun 2014, sentimen
dunia usaha terhadap perekonomian kurang meyakinkan.

The development of macro condition has influenced the


performance of business at large. Moreover, since the
early 2014, the business sentiment on the economic
condition was less convincing.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Hal itu ditunjukkan melalui Indeks Tendensi Bisnis yang


dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada kuartal
1-2014 lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya,
yaitu dari 104,72 menjadi 101,95. Indikasi ini menandakan
bahwa dunia usaha memandang relatif pesimistis
terhadap kondisi ekonomi.

It was indicated from the Business Tendency Index


released by the Central Bureau of Statistics in the first
quarter of 2014 that showed lower value than the previous
quarter, which was at 104.72 compare with 101.95. This
indicated that the corporate world was relatively pessimist
on the economic conditions.

Indeks
Tendensi
Bisnis
merupakan
indikator
perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya
diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) oleh Badan
Pusat Statistik, bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Indeks tersebut menggambarkan kondisi bisnis dan
perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada
triwulan mendatang.

Business Tendency Index is an indicator of latest economic


development. The datas for the Index are obtained
from the Business Tendency Survey (STB) collected by
by the Central Bureau of Statistics in cooperation with
Bank Indonesia. The index illustrates the business and
economic conditions in the current quarter and forecasts
in upcoming quarters.

Ekspektasi tersebut terbukti jika melihat indikatorindikator makroekonomi Indonesia hingga akhir tahun.
Bagi industri farmasi, salah satu indikator yang sangat
berpengaruh adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar
AS yang melemah. Sebab lebih dari 90% bahan baku
produksi obat-obatan masih harus didatangkan dari luar
negeri, sehingga biayanya menjadi lebih mahal akibat
kurs.

The expectation was proven when seeing Indonesian


macroeconomic indicators by the end of the year. For
the pharmaceutical industry, one of the most influential
indicators was the weakening value of the rupiah against
the USD. It was because more than 90% of raw materials
for drug production were still imported from overseas,
so that the cost became more expensive due to the high
exchange rate.

Sepanjang tahun 2014, Intercontinental Marketing


Service (IMS) Health mencatat bahwa pertumbuhan
industri mengalami perlambatan, sebesar 4,86% dari
tahun sebelumnya yang sebesar 16,27%.

Throughout 2014, the International Pharmaceutical


Manufacturers Group (IPMG) noted that the growth of the
industry experienced a slowdown, which is at the range
of 4.86%. While, in the previous year the industrial growth
was at above 16.27%.

Perlambatan tersebut, terutama terjadi akibat rendahnya


belanja obat dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan
catatan International Pharmaceutical Manufactures
Group (IPMG), belanja per kapita orang Indonesia
terhadap obat hanya Rp200 ribu per tahun. Sedangkan
belanja kesehatan pada umumnya sebesar Rp1 juta per
tahun.

The slowdown was mainly occured due to lower spending


on medicine and public health service. According to the
records of the International Pharmaceutical Manufacturers
Group (IPMG), medicine expenditure per capita of
Indonesians was only IDR200 thousand per year, while
the health spending in general was IDR1 million per year.

Data IMS Health menyebutkan, porsi pasar obatobatan dengan resep dokter berkontribusi 59,49% atau
sekitar Rp34,63 triliun. Sementara produk obat bebas
menyumbang sekitar 40,55% atau Rp23,62 triliun.

The data of IMS Health stated that market share of


medicine with prescription contributed 59.49% or
approximately IDR34.63 trillion. While the non-prescription
medicine products accounted for about 40.55% or
IDR23.62 trillion.

Hingga saat ini, harus diakui bahwa pengeluaran


perawatan kesehatan Indonesia masih rendah, sekitar
3,15% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Nilai itu
lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran di
dunia sebesar 6,3%. Angka tersebut menunjukkan, akses
masyarakat terhadap produk farmasi dan jasa perawatan
kesehatan di Indonesia masih rendah.

Until now, it must be admitted that the Indonesian health


care spending remains low, which was about 3.15%
of the Gross Domestic Product (GDP). This value was
smaller than the average expenditure in the world that
was at 6.3%. This figure also shwed the public access
to pharmaceutical products and health care services in
Indonesia was still low.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

69

Tinjauan Industri
Industrial Review

Pasar Farmasi Indonesia


Indonesian Market of Pharmacies Product

Penjualan Farmasi (USD Bn)


Pharmaceutical Sales
% Penjualan Farmasi % GDP
% Pharmaceutical Sales % of GDP
Sumber/Source:: GP Farmasi, Business Monitor
International, Pharmaceutical Healthcare Report

70

Pasar Obat Generik (Generik Bermerek + OGB)


Indonesian Market of Generic Drugs

Penjualan (USD Bn)


Sales
Total Penjualan Obat
Total Sales
Sumber/Source: GP Farmasi, Business Monitor
International, Pharmaceutical Healthcare Report

Pangsa Pasar Perseroan

Companys Market Share

Berdasarkan data IMS Health, pada tahun 2014, pasar


farmasi di Indonesia sebesar Rp58,25 triliun, meningkat
4,86% dibandingkan tahun 2013 yang Rp55,55 triliun.

According to IMS Health, in 2014, pharmaceutical market


in Indonesia was at IDR58,25 trillion, increased 4,86% if
compare with the previous year pharmaceutical market
that was at IDR55,55 trillion.

Dari total penjualan tersebut, pangsa pasar Perseroan di


industri farmasi sebesar 7,76% atau senilai Rp4,52 triliun
dari total pasar farmasi.

Out of the total sales, the market share of the domestic


pharmaceutical industry was 7,76% or IDR4,52 trillion of
the total pharmaceutical market.

Berdasarkan data IMS Health, posisi Perseroan ada di


urutan 14 dari 265 industri farmasi di Indonesia, naik satu
peringkat dari tahun sebelumnya di urutan 15.

According to IMS Health data, the Company was


positioned at the 14th out of 265 pharmaceutical
companies in Indonesia, increased one level compare
with the previous year, which was at 15th.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha


Operational Review Per Business Segment

Sepanjang tahun 2014, walaupun di tengah situasi


makro yang penuh tantangan, Perseroan masih mampu
menghadirkan kinerja yang positif. Hal itu dilakukan
melalui strategi optimalisasi kegiatan usaha di setiap
segmen usaha utama dan kegiatan usaha pendukung
lainnya.

Throughout 2014, in spite of challenging macroeconomic


situation, the Company was still able to deliver positive
performance. This was performed through the strategy of
operation optimization in every major business segments
and other supporting business activities.

Saat ini, segmen usaha Perseroan dibagi menjadi empat


kelompok: manufaktur, distribusi, ritel, dan segmen
lainnya, yaitu layanan klinik kesehatan dan laboratorium
klinik.

Currently, the Companys business segments were


divided into four groups: manufacturing, distribution,
retail, and other segments, namely services such as
clinics and clinical laboratories.

1. Manufaktur

1. Manufacturing

Pada sektor usaha manufaktur, sepanjang tahun


2014 Perseroan telah melakukan beberapa
peningkatan fasilitas produksi. Di antaranya adalah
upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi dari
5 (lima) pabrik untuk memperoleh hasil yang
maksimal. Realisasi produksi seperti tergambar
dalam
tabel
Utilisasi
Kapasitas
Produksi
mencerminkan hasil produksi yang memang
tergantung dari kekuatan pasar.

In the manufacturing sector, throughout 2014 the


Company has made some improvement on the
production facilities, namely the improvement of
effectiveness and efficiency of 5 (five) factories in
order to obtain maximum results. The realization of
production, which is illustrated in the table Utilization
of Production Capacity, reflected the outcome of
production that was dependent on market forces.

Beberapa bentuk sediaan mengalami kenaikan


produksi, seperti: tablet ARV, kapsul, kapsul lunak,
salep, injeksi, suppositoria, iodium dan garam Iodium.
Sedangkan yang lainnya mengalami penurunan,
disebabkan antara lain karena permintaan pasar
yang berubah dan tingginya persaingan di pasar itu
sendiri, serta dikarenakan adanya proses renovasi
dalam rangka resertifikasi fasilitas
produksi.

Some of dosage forms productions increased,


such as ARV tablets, capsules, soft capsules,
cream, injection, suppository, iodine and iodine
salt. However, some others production decreased
due to the change of market demand and the high
competition, as well as the existence of renovation
due to production facilities recertification.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

71

72

Sepanjang tahun 2014, ada pengaturan ulang


terhadap barang yang diproduksi dalam rangka
optimalisasi penggunaan mesin-mesin produksi.
Dengan begitu, dapat dicapai utilisasi yang optimal,
dengan sasaran tepat mutu, tepat jumlah, tepat
waktu, dan tepat biaya.

Throughout 2014, there was rearrangement of


the goods produced by the Company in order to
optimize the use of production machines. Therefore,
optimum utilization could be achieved together with
appropriate quality target, the right quantity, timely,
and cost effective.

Perseroan juga telah meningkatkan koordinasi


antarunit di lingkungan usaha, misalnya pemasaran,
keuangan, pengadaan, perencanaan, pengendalian
logistik, unit logistik sentral, serta distribusi. Melalui
koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan
pengendalian dan perencanaan produksi produkproduk Perseroan, sehingga secara signifikan dapat
menekan beban pokok produksi.

The Company has also improved coordination


between units within the business environment,
which involved units of marketing, finance,
procurement, planning, logistics control, central
logistics unit, as well as distribution. Through this
coordination, the control and production planning
for the Companys products were expected to
improve. Therefore it could significantly reduce the
cost of production.

Upaya-upaya lainnya yang ditingkatkan secara


berkesinambungan oleh Perseroan adalah:
Mencari bahan baku dan bahan kemas alternatif
dengan kualitas yang sama dan harga yang lebih
kompetitif.
Melakukan reformulasi dengan menggunakan
bahan baku alternatif.
Melakukan penghematan biaya produksi tak
langsung dan biaya umum.
Melakukan
pengendalian
hasil
produksi,
melalui peningkatkan rendemen hasil produksi,
perbaikan lead time produksi serta mengurangi
terjadinya proses ulang.

The other efforts that were continuously being


improved by the Company were:
Sought for raw materials and alternative
packaging materials that had the same quality
with more competitive price
Conducted reformulation using alternative raw
materials.
Made savings of indirect production costs and
general expenses.
Controlled the production outputs by increased
the yield of production, improved production lead
time and reduced the occurrence of repeated
process.

Hal lain yang telah dan akan terus dilakukan serta


mempunyai dampak signifikan adalah perbaikan
fasilitas produksi dengan mengacu pada ketentuan
Cara Pembuatan Obat yang Baik terkini (CPOB
terkini) yang merupakan standar yang diwajibkan
oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
menuju ASEAN Free Trade Area (AFTA).

The other thing that has been carried out and will
be continue due to its significant impact was the
improvement of production facilities referring to the
provisions of current Good Manufacturing Practice
(cGMP). The provision was the standard required by
The National Agency of Drug and Food Control (NADFC) towards the ASEAN Free Trade Area (AFTA).

Pada akhir tahun 2011 Perseroan mengakuisisi


PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) yang memiliki
kegiatan usaha sebagai produsen untuk bahan
baku kina dan turunannya. SIL juga melakukan
serangkaian kegiatan pengembangan di tahun
2013 dengan melaksanakan proyek revitalisasi
peningkatan kapasitas produksi dari 100 ton
menjadi 150 ton per tahun.

At the end of 2011, the Company acquired PT


Sinkona Indonesia Lestari (SIL) that was a producer
of raw materials and derivatives of quinine. SIL also
conducted a series of development activities in the
year of 2013 by implemented revitalization projects
in order to increase production capacity from 100
tons to 150 ton.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Pada tahun 2014, SIL telah melakukan penjualan


sebanyak 86,5 ton bahan baku dengan kualitas
produk yang sesuai dengan standar farmakope
atau sesuai dengan spesifikasi dari pembeli. Produk
yang dihasilkan oleh SIL merupakan produk yang
sebagian besar di ekspor ke beberapa negara.

2. Distribusi

In 2014, SIL has made sales of 86.5 tons of


raw materials, which the quality was already
complied with pharmacopoeia standards or buyers
specifications. The SIL products were mostly being
exported to several countries.

2. Distribution

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), unit


usaha yang bergerak di bidang distribusi, telah
melakukan beberapa kegiatan yang mendukung
operasional Perseroan. Beberapa di antaranya
adalah pembuatan blue print distribusi yang
mengarah pada CDOB, pengembangan sistem
informasi, penambahan keagenan baru, dan
penataan ulang organisasi Perseroan.

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD),


a business unit engaged in the distribution, has
conducted several activities that support the
Companys operations. The activities were the
establishment of distribution blueprint that leads to
the GDP, the development of information systems,
the addition of a new agency, and the reorganization
of the Company.

Sepanjang tahun 2014, total penjualan KFTD


adalah sebesar Rp1,93 triliun, menurun sebesar
4,46% dari tahun 2013 yang sebesar Rp2,03 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh kontraksi penjualan
ekspor sebesar 24,46% dan penjualan institusi
sebesar 17,50%. Salah satunya akibat perubahan
pola pengadaan di institusi Pemerintah mengacu
pada ketentuan e-catalogue.

Throughout 2014, KFTD total sales amounted to


IDR1.93 trillion, decreased by 4.46% from the
sales of 2013 that amounted to IDR2.03 trillion.
The decrease was due to contraction of export
sales by 24.46% and institution sales by 17.50%,
as an impact of procurement pattern changes in
Government institution that referring to e-catalogue
provision.

Outlet Pelanggan KFTD Tahun 2013 & 2014


Customer Outlets of KFTD in 2013 & 2014
Status Kepegawaian
Employee Status
Apotek
Pharmacy

2014

2013

Total

Total

15.124

14.123

617

512

14.507

13.693

Toko Obat
Drugstore

2.595

2.794

Rumah Sakit
Hospital

2.216

1.803

Pasar Modern
Modern Market

1.790

1.890

Grosir
Wholesaler

398

550

KFTD Sub Distribution


KFTD Sub Distributio

781

724

5.817

68

Apotek Kimia Farma


Kimia Farma Pharmacy
Apotek Swasta
Private Pharmacy

Lain Lain
Others

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

73

Tenaga Sales dan Karyawan

Salesman and Employees

Dalam menjalankan usahanya, KFTD didukung


oleh kekuatan tenaga lapangan yang menjangkau
seluruh jalur distribusi. Tahun 2014, sales
forces yang dimiliki KFTD berjumlah lebih dari
650 orang. Jumlah ini akan terus ditingkatkan
sesuai tuntutan pekerjaan di lapangan.

In conducting its business activities, KFTD was


supported by the field workers who covering the
entire distribution channels. In 2014, the sales
forces under KFTD involved more than 650 persons.
This number will be continuously increased in
accordance with the demands of field working.

Selama ini, KFTD sudah menjalankan Cara Distribusi


Obat yang Baik (CDOB). Standar tersebut bisa
direalisasikan karena adanya kerja tim yang baik
antara seluruh bagian, partisipasi seluruh karyawan,
dan juga fungsi pengawasan yang optimal.

During this time, KFTD was capable in conducting


the Good Distribution Practices (GDP) due to
the existence of good teamwork of all divisions,
participation of employees, as well as optimum
control functions.

Karyawan yang bergabung dengan KFTD secara


keseluruhan mencapai 948 orang. Berbagai upaya
peningkatan kualitas SDM rutin dilaksanakan,
demi tercapainya visi dan misi Perseroan. Misalnya
melalui program peningkatan produktivitas pegawai,
pemberian motivasi, serta pemberian reward and
recognition yang jelas. KFTD juga selalu memberikan
pelatihan dan pengembangan kompetensi sales
forces, dan pelatihan salesmanship.

There were total 948 employees who joined at


KFTD. Various efforts for enhancing the quality of
Human Resources were regularly carried out in
order to achieve the Companys vision and mission,
for example, employee productivity enhancement
program, provision of motivation, and clear reward
and recognition. In addition, KFTD always provided
training and competency development program for
sales forces and training program for salesmanship.

3. Ritel Farmasi

74

3. Retail Pharmacy

Pada tahun 2014, usaha Perseroan di bidang ritel


semakin berkembang dan tetap menjadi pemimpin
pasar di sektor ini. Kegiatan usaha Perseroan di
bidang ritel dikelola melalui anak perusahaan yaitu
PT Kimia Farma Apotek (KFA). Sepanjang tahun
2014, total penjualan KFA mencapai Rp2,5 triliun,
mengalami pertumbuhan 10,56% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu yang berjumlah
Rp2,26 triliun.

In 2014, the Companys business in retail sector


was increasingly emerged and remained to be the
market leader on this sector. The Companys retail
business was managed by a subsidiary, PT Kimia
Farma Apotek (KFA). Throughout 2014, total sales of
KFA reached IDR2.26 trillion, increased by 10.56%
compared to the same period in the previous year
that was IDR2.26 trillion.

Jumlah apotek KFA pada tahun 2014 sebanyak 617


apotek, dan telah dibuka apotek baru sebanyak 105
apotek, termasuk 29 apotek kerja sama operasi
(KSO), 3 apotek kerja sama dengan rumah sakit
(KSRS) dan 1 apotek waralaba (franchise).

In 2014, there were 617 KFA. There were 105 newlyopened pharmacies, including 29 joint-operation
pharmacies, 3 joint-operation pharmacies with
hospitals, and 1 franchise pharmacies.

Perseroan melalui anak perusahaan ini telah


mengembangkan layanan baru berupa jaringan klinik
kesehatan dan pada tahun 2014 telah berjumlah
253 unit. Hal itu sejalan dengan visi baru KFA yaitu
menjadi jaringan layanan kesehatan terkemuka dan
memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat
di Indonesia, serta
mendukung pelaksanaan

Through its subsidiaries, the Company has


developed new service of clinics network that have
total of 253 units in 2014. This was in line with
the new vision of KFA, which want to become the
leading health service network and to provide public
health solutions in Indonesia, as well as to support
the implementation of the National Health Security

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang


dimulai tahun 2014. Klinik kesehatan merupakan
produk layanan yang terintegrasi dengan layanan
apotek dan laboratorium klinik serta jasa kesehatan
lainnya milik Perseroan dengan konsep One Stop
Healthcare Solution (OSHcS) yang dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat secara berkualitas.

program (JKN) that began in 2014. The clinics


was a service product integrated with pharmacy
and clinical laboratories services as well as other
medical services operated by the Company with the
concept of One Stop Healthcare Solution (OSHcS).
Health clinic was expected to meet the needs of
society at a high quality.

Program Kerja Prioritas tahun 2014

Priority Working Program of 2014

1. Pengembangan Usaha
Mengembangkan jumlah apotek baru
melalui kepemilikan sendiri, sewa, dan kerja
sama operasional (KSO) serta waralaba
sesuai dengan target pasar yang dituju.
Mengembangkan produk layanan berupa
klinik pratama dan utama serta laboratorium
klinik.
Intensifikasi fee based income terutama
melalui space management, listing fee
produk, dan peningkatan utilisasi aset.

1. Business Development
To develop the number of new pharmacies
through own ownership, lease, and joint
operation as well as franchise in line with
the addressed market target.
To develop service products such as the
first clinics and the main clinics as well as
clinical laboratory.
To intensify the fee based income
particularly through space management,
fee product listing, and the increase of
asset utilization.
To develop information and communication
system and infrastructure that is integrated,
effective and efficient in line with business
development.
To improve customer loyalty and market
share through membership program.

Pengembangan sistem dan infrastruktur


teknologi informasi komunikasi yang
terintegrasi, efektif, efisien dan sejalan
dengan perkembangan bisnis.
Peningkatan loyalitas pelanggan dan
peningkatan market share dengan program
membership.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

75

2. Efektifitas dan Efisiensi Biaya


Sentralisasi
negosiasi
pembelian,
peningkatan perolehan diskon, pengelolaan
dan
standarisasi
persediaan
untuk
menurunkan beban pokok penjualan.

Standarisasi, efisiensi, dan efektifitas biaya.

Optimalisasi
modal
kerja
melalui
pengelolaan piutang dan persediaan.

Dengan program prioritas di atas, KFA terus


mengembangkan diri dan meneguhkan misi yang
diembannya serta mewujudkan visinya untuk
menjadi perusahaan jaringan layanan kesehatan
yang terkemuka dan mampu memberikan solusi
kesehatan masyarakat di Indonesia serta tetap
menjadi pemimpin pasar ritel farmasi di Indonesia.

3. Klinik Kesehatan
Klinik Kesehatan merupakan pengembangan
produk layanan Perseroan di bawah pengelolaan
anak perusahaan yaitu KFA. Pada tahun 2014
terdapat sebanyak 253 Klinik Pratama dan Utama
yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan
produk layanan berupa klinik kesehatan ini sejalan
dengan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) Pemerintah.

4. Laboratorium Klinik
Laboratorium Klinik merupakan kegiatan usaha
Perseroan yang diselenggarakan oleh PT Kimia
Farma Diagnostika (KFD), anak perusahaan KFA.
Pada tahun 2014, Perseroan telah mengembangkan
Laboratoriun Klinik menjadi 40 cabang, melakukan
kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk
memberikan layanan pemeriksaan kesehatan
(Medical Check Up-MCU) bagi karyawan dan
calon karyawannya, intensifikasi pemasaran serta
penerapan sistem manajemen mutu yang telah
terakreditasi sesuai prinsip-prinsip dari Komite
Akreditasi Laboratorium Kesehatan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu juga
telah dilakukan pengembangan pemeriksaan
untuk Polymerase Chain Reaction (PCR) HBV DNA
Kuantitatif dan Pemeriksaan Kultur & Resistency
Fully Automatic.

76

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

2. Cost Effectiveness and Efficiency


Centralization of purchase negotiation,
improvement of discount acquirement,
and
inventory
management
and
standardization in order to reduce the cost
of goods sold.
Standardization,
efficiency,
and
effectiveness of cost.
Optimization of working capital through
the management of claims and inventory.
Through the priority program above, KFA kept up
to develop and strengthen its mission as well as
pursuited its vision to become the leading health
service network company that able to provide
solution for societys health service in Indonesia.

3. Clinics
Clinics was the Companys development on service
under the management of a subsidiary, KFA. In
2014, there were 253 the first clinic and the main
clinics across Indonesia. The development of
service products at the form of clinics was in line
with the implementation of National Health Security
program promoted by the Government.

4. Clinical Laboratory
Clinical laboratory was being operated independently
by PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), a subsidiary
of KFA. In 2014, the Company has developed
clinical laboratory into 40 branches, cooperated
with several companies in providing Medical Check
Up services for the employees and candidate of
employees, and intensified the marketing program
and accredited quality management system
application that complies with the principles from
Health Laboratory Accreditation Committee of
the Ministry of Health. In addition, the Company
also developed examination for PCR (Polymerase
Chain Reaction) HBV DNA Quantitative and Culture
check-up & Resistance Fully Automatic.

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Tinjauan Kegiatan Usaha Pendukung


Review of Supporting Business Activities
Pengembangan Bisnis Strategis

Development of Strategic Business

Perseroan telah melakukan beberapa pengembangan


bisnis dan produk baru di tahun 2014 untuk mendukung
peningkatan kinerja Perseroan yaitu:

The Company has carried out several business and new


products development in 2014 in order to support the
performance improvement, namely:

1. Pengembangan Bioteknologi

1. Development of Biotechnology

a. Skin Culture
Digunakan untuk pengobatan luka bakar.

a. Skin Culture
Skin culture was used for the treatment of burns.

b. Sel Punca
Digunakan
untuk
pengobatan
dengan
pemanfaatan sel punca, termasuk pelayanan
bank sel. Kedua pengembangan bioteknologi
tersebut bekerja sama dengan RS Cipto
Mangunkusumo Jakarta dan menempati
Gedung Central Medical Unit lantai 2, Teknologi
Kedokteran Sel Punca.

b. Stem Cell
Stem cell was used for treatment utilizing stem
cells, including for cell bank services. The both
biotechnology development were carried out
in cooperation with Cipto Mangunkusumo
Hospital, Jakarta and occupied Central Medical
Building, 2nd Floor, Medical Technology for
Stem Cells.

2. Pengembangan Radiofarmaka

2. Development of Radiopharmaceutical

Dalam pemanfaatan teknologi radioisotop guna


mendiagnosa dan pengobatan penyakit kanker,
Perseroan bekerja sama dengan Pusat Radioisotop
dan Radiofarmaka (PRR) Batan untuk memproduksi
sediaan radiofarmaka, untuk kebutuhan pasar
dalam dan luar negeri.

In the utilization of radioisotopes technology


to diagnose and to cure cancer, the Company
cooperated
with
Pusat
Radioisotop
dan
Radiofarmaka (PRR) Batan to produce some
radiopharmaceutical products for domestic and
foreign market.

Fasilitas produksi sediaan injeksi radiofarmaka di


PRR Batan telah memperoleh sertifikat CPOB dari
Badan POM dan sedang dalam proses registrasi 6
(enam) produk radiofarmaka, yaitu:

The production facility of radiopharmaceutical


injection in PRR Batan has acquired a GMP
certificate of the National Agency of Drug and Food
Control (NA-DFC) and currently in the process of
registration of 6 (six) radiopharmaceutical products
namely:
Kit DTPA (Diethyl Thiamin Penta Acetate)
Kit Mibi (Tetra(2-methoxy isobyl isonitrile)
Copper (1-tetrafluoroborate))
Kit MDP (Methylen Diphosphonicum)
SM-EDTMP
I-MIBG (131I-Metaiodobenzyl guanidine)
I-IBG (therapy)Registration

Kit DTPA (Diethyl Thiamin Penta Acetate)


Kit mibi (Tetra (2-methoxy isobyl isonitrile)
Copper (1-tetrafluoroborate))
Kit MDP (Methylen Diphosphonicum)
SM-EDTMP
I-MIBG (131I-Metaiodobenzyl guanidine)
I-IBG (therapy)Registrasi

3. Pembangunan Rumah Sakit


Sudah
tersusun
studi
kelayakan
untuk
pembangunan rumah sakit (RS) Kimia Farma,
berlokasi di Jl. Saharjo 199, Jakarta. Saat ini
sedang menyusun kajian untuk pendirian di kota
lain.

3. Construction of Hospital
The feasibility study for construction of Kimia Farma
Hospital was already managed. The hospital will be
located at Jl. Sahardjo 199, Jakarta. Currently, is
working on a study for establishment in other city.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

77

4. Pendirian Apotek Kimia Farma di Malaysia

Bekerja sama dengan Averroes Pharmaceutical,


Sdn, Bhd. Mendirikan apotek KF-Averroes di
Malaysia. Apotek Kimia Farma-Averroes sudah
beroperasi sejak 4 Juli 2013. Direncanakan
akan menambah 2 apotek di Malaysia, sehingga
Perseroan mempunyai 3 apotek di Malaysia di
tahun 2015.

5. Research & Development (R&D)

In cooperation with Averroes Pharmaceutical,


Sdn, Bhd. The Company established KF-Averroes
Pharmacy in Malaysia. Kimia Farma-Averroes
Pharmacy has operated since July 4, 2013. It is
planned to add 2 more pharmacies in Malaysia,
therefore the Company will has 3 pharmacies in
Malaysia in 2015.

5. Research & Development (R&D)

Pengembangan
produk
diarahkan
untuk
melengkapi kelas terapi yang sudah ada maupun
kelas terapi baru yang belum dimiliki Perseroan,
sehingga Perseroan bisa meluncurkan produk baru
dan produk copy yang pertama yang diharapkan
menjadi produk unggulan.

Product development was directed to complement


existing therapy classes or the new therapy classes
has not been owned by the Company, therefore the
Company could launch a new product. The first
copy product were expected to be leading products.

Kegiatan R&D dilakukan dengan cara mandiri,


bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga
riset serta under licenses scheme.

The activities of the R&D were carried out


independently, in cooperation with universities and
other research institutions as well as under licences
scheme.

Pengembangan produk tahun 2014 sebagai berikut:


ARV lini 2 sejumlah 6 produk.
FDC for TB lini 2 sejumlah 4 produk.
Generik sejumlah 15 produk.
Etikal sejumlah 16 produk.
OTC sejumlah 9 produk.

Product development in 2014 as follows:


ARV line 2 amounted to 6 products.
FDC for TB line 2 amounted to 4 products.
Generic amounted to 15 products.
Ethical amounted to 16 products.
OTC amounted to 9 products.

6. Pengembangan Produk Kimia


Selain mengembangkan produk farmasi, Perseroan
juga mengembangkan produk kimia di tahun 2014
yaitu:
Iodium dan turunannya, dengan pengembangan
eksplorasi dan eksploitasi tambang iodium di
Jombang dan Mojokerto.
Ferrous Sulphate.
Castor Oil.
Vegetable Oil.

78

4. Establishment of Kimia Farma Pharmacy in


Malaysia

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

6. Development of Chemical Product


In addition to develop pharmaceutical products,
the Company also developed chemical products in
2014 as follows:
Iodine dan turunannya, dengan pengembangan
eksplorasi dan eksploitasi tambang Iodine di
Jombang dan Mojokerto.
Ferrous Sulphate.
Castor Oil.
Vegetable Oil.

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Tinjauan Keuangan
Financial Review
Perseroan senantiasa berkomitmen dalam menyampaikan
laporan keuangan secara lengkap berdasarkan standar
keuangan yang berlaku efektif. Laporan keuangan
Perseroan terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan
laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan
laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan
yang menyajikan dan mengungkapkan secara transparan
segala informasi keuangan yang bersifat material.

The Company is committed to deliver a comprehensive


financial statements based on the effective financial
standards. The Companys financial statements consist
of statements of financial position, comprehensive
income statement, statement of equity changes and
cash flow statement and notes to the financial statements
that present and disclose transparent material financial
information.

Laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh akuntan


publik berdasarkan prosedur dan standar audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia guna
memastikan kewajaran penyajian laporan keuangan
Perseroan.

The financial statements have been audited by a public


accountant based procedures and auditing standards
established by the Indonesian Institute of Certified
Public Accountants in order to ensure the fairness of the
Companys presentation of the financial statements.

I. Aset

I. Asset

Posisi Keuangan Konsolidasi Tahun 2013 dan 2014 (dalam juta rupiah)
Consolidated Balance Sheet 2013 and 2014 (in million rupiah)
Uraian
Description
Aset Lancar
Current Assets
Aset Tidak Lancar
Non-Current Assets
Total Aset
Total Assets

2014

2013

Selisih
Increment

Pertumbuhan
Growth

2.040.431

1.810.613

229.818

12,69%

927.753

661.327

266.426

40,29%

2.968.184

2.471.940

496.244

20,08%

Total Aset

Total Assets

Total aset Perseroan tahun 2014 meningkat 20,08%


menjadi Rp2,97 triliun. Peningkatan ini terjadi
karena meningkatnya aset lancar sebesar Rp229,82
miliar atau 12,69% dan aset tidak lancar sebesar
Rp266,43 miliar atau 40,29%.

Total assets of the Company in 2014 increased


20.08% to IDR2.97 trillion. The increase occurred
due to the increase of current assets amounted to
IDR229.82 billion or 12.69% and non-current assets
amounted to IDR266.43 billion, or 40.29%.

Aset Lancar

Current Assets

Aset lancar sebesar Rp2,04 triliun, meningkat


12,69% dari kenaikan kas dan setara kas sebesar
Rp179,21 miliar atau 45,47%, dan persediaan
meningkat sebesar Rp46,50 miliar atau 7,26%.

Current assets amounted to IDR2.04 trillion, an


increase by 12.69% of the increase of cash and
cash equivalents amounted to IDR179.21 billion,
or 45.47%, and inventory increased by IDR46.50
billion, or 7.26%.

Persediaan

Inventory

Persediaan pada tahun 2014 mencapai Rp687,41


miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar
7,26% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar
Rp640,91 miliar. Peningkatan ini antara lain karena
adanya peningkatan persediaan obat jadi, dan alat

In 2014, inventory reached IDR687.41 billion. This


was an increase of 7.26% compared to the year of
2013, which amounted to IDR640,91 billion. The
increase was partly due to an increase in inventories
of finished drug, and medical equipments amounted

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

79

kesehatan sebesar Rp57,84 miliar, barang dalam


proses sebesar Rp10,10 miliar.

to IDR57.84 billion, goods in process amounted to


Rp10.10 billion.

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets

Pada tahun 2014 aset tidak lancar sebesar Rp927,75


miliar atau naik sebesar 40,28% dibandingkan tahun
2013 yang sebesar Rp661,33 miliar. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
aset tetap sebesar Rp59,29 miliar atau 11,89%,
aset keuangan lainnya yaitu pembelian saham
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia sebesar
Rp165,00 miliar atau setara dengan 10% saham
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia dan aset lainlain sebesar Rp41,81 miliar atau 25,76%.

In 2014, non-current assets amounted to IDR927.75


billion, increase 40.28% compared to 2013, which
amounted to IDR661.33 billion. The increase
was primarily due to increase in fixed assets
amounted to IDR59.29 billion, or 11.89%, other
financial assets namely stock purchased of PT
Asuransi Jiwa InHealth Indonesia of amounted to
IDR165.00 billion, equivalent to 10% of PT Asuransi
Jiwa InHealth Indonesia shares and other assets
amounted to IDR41.81 billion or 25.76%.

II. Liabilitas

II. Liabilities

Tabel Liabilitas dan Ekuitas


Table of Liability and Equity
Uraian
Description

2014

2013

Pertumbuhan

Liabilitas Jangka Pendek


Short-term Liabilities

854.811

746.123

14,57%

Liabilitas Jangka Panjang


Long-term Liabilities

302.229

101.462

197,87%

1.157.041

847.585

36,51%

Total Liabilitas
Total Liabilities

80

Dalam Juta rupiah


In Million rupiah

Growth

Liabilitas

Liability

Jumlah liabilitas mengalami kenaikan sebesar


Rp309,46 miliar atau 36,51%. Dari jumlah liabilitas
pada tahun 2014 yang sebesar Rp1,16 triliun,
sebesar 73,88% berupa liabilitas jangka pendek
dan sisanya sebesar 26,12% berupa liabilitas
jangka panjang.

Total liabilities increased by IDR309.46 billion or


36.51%. Of total liabilities in 2014 which amounted
to IDR1.16 trillion, 73.88% was the short-term
liabilities and the other 26.12% was long-term
liabilities.

Liabilitas Jangka Pendek

Short-term Liabilities

Pada tahun 2014, liabilitas jangka pendek Perseroan


naik sebesar Rp108,69 miliar atau 14,57% menjadi
Rp854,81 miliiar dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut terdapat pada utang usaha naik
sebesar Rp27,33 miliar atau 5,72%, utang bank
naik sebesar Rp84,14 miliar atau 177,60%.

In 2014, the Companys current liabilities increased


by IDR108,69 billion or 14.57% to IDR854,81 billion
compared with the previous year. The increase was
occured in accounts payable that increased by
IDR27,33 billion or 5.72%, the bank debt rose by
IDR84,14 billion or 177.60%.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Liabilitas Jangka Panjang

Long-term Liabilities

Pada tahun 2014 liabilitas jangka panjang Perseroan


sebesar Rp302,23 miliar atau meningkat sebesar
197,87% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan
liabilitas jangka panjang disebabkan adanya
pinjaman jangka menengah sebesar Rp200 miliar.

In 2014, the Companys long-term liabilities


amounted to IDR301.23 billion, increased 197.87%
compared with the previous year. The increase of
long term liabilities was due to middle-term debt
amounted to IDR200 billion.

III. Ekuitas

III. Equity

Ekuitas
Equity

Dalam Juta rupiah


In Million rupiah

Uraian
Description
Ekuitas yang Diatribusikan kepada Kepentingan Pengendali Entitas Induk
Ekuitas Kepentingan Non Pengendali

Total Ekuitas

2014

2013

Perubahan
Increment

1.789.213

1.608.225

11,25%

21.931

16.130

35,96%

1.811.144

1.624.355

11,50%

Ekuitas

Equity

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik


entitas induk meningkat sebesar Rp180,99 miliar
atau 11,25% menjadi Rp1,79 triliun. Peningkatan ini
karena meningkatnya laba bersih di tahun 2014.

Equity that could be distributed to the parent


entity increased by IDR180.99 billion or 11.25%
to IDR1.79 trillion. This increase was due to the
increased of net profit in 2014.

IV. Kinerja Usaha


1. Penjualan Bersih

IV. Performance
1. Net Sales

Penjualan Bersih Perseroan untuk tahun 2014


mencapai Rp4,52 triliun atau meningkat 3,98%
dibanding tahun 2013. Peningkatan tersebut
merupakan kontribusi dari peningkatan penjualan
di semua segmen usaha, yaitu produksi dan ritel.
Sedangkan distribusi mengalami penurunan.

Net sales of 2014 reached IDR4.52 trillion, which


increased by 3.98% compare to the year of 2013.
The sales increase was contributed from the
sales increase of production and retail, whereas
the distribution decreased.

Dari sisi penjualan di pasar dalam negeri


meningkat sebesar 4,18% sedangkan penjualan
ekspor menurun sebesar 0,17% dari tahun 2013.

Domestic sales increased by 4,18% and export


decreased by 0.17% compare with 2013.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

81

2. Beban Usaha
Total beban usaha tahun 2014 sebesar Rp1,10
triliun, meningkat 5,49% dibandingkan dengan
tahun 2013. Beban usaha tersebut setara
dengan 24,33% dari penjualan bersihnya, jika
dibandingkan tahun 2014 mengalami peningkatan
sebesar 0,35% karena pertumbuhan penjualan di
tahun 2014 hanya mencapai 3,98%.

3. Laba Bruto
Laba bruto Perseroan meningkat 7,22%, dari
Rp1,29 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp1,39
triliun pada tahun 2014. Margin Laba Bruto
meningkat pada tahun 2014 tercapai 30,65%
sementara tahun 2013 sebesar 29,72%. Hal
tersebut dikarenakan terjadinya efisiensi pada
Beban Pokok Penjualan.

4. Laba Usaha
Laba usaha Perseroan tahun 2014 tercapai
Rp342,48 miliar, sedangkan pada tahun 2013
sebesar Rp293,77 miliar, meningkat 16,58%. Hal
ini dikarenakan adanya kenaikan penjualan dan
efisiensi pada Beban Pokok Penjualan.

2. Operating Expense
Total operating expenses in 2014 amounted to
IDR1.10 trillion, increased of 5.49% compared to
2013. The operating expenses was equivalent to
24.33% of net sales. When compared to 2014, it
increased by 0.35% due to sales growth in year
of 2014 that only reached 3.98%.

3. Gross Profit
The Companys gross profit increased by 7.22%,
from IDR1.29 trillion in 2013 to IDR1,39 trillion
in 2014. Gross profit margin increased of 2014
reached 30.65%, while in 2013 the gross profit
margin was 29.72%. It was due to the efficiency
in Cost of Goods Sold.

4. Operating Profit
Operating profit in 2014 reached IDR342.48
billion, while in 2013 it amounted to IDR293.77
billion, increased by 16.58%. It was due to the
sales increased and efficiency of Cost of Good
Sold.

5. Laba Bersih
5. Net Profit
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk pada tahun 2014 meningkat
sebesar 9,36%, menjadi Rp234,63 miliar apabila
dibandingkan dengan laba bersih tahun 2013
yang sebesar Rp214,55 miliar.

V. Arus Kas

82

Net profit distributed to owners of the parent


company in 2014 increased by 9.36%, to
IDR234,63 billion compared with net income in
2013 amounted IDR214,55 billion.

V. Cash Flow

Kas dan Setara Kas

Cash and Cash Equivalent

Kas dan Setara Kas pada tahun 2014 sebesar


Rp573,36 miliar, mengalami kenaikan 45,47% dari
tahun 2013 yang sebesar Rp394,15 miliar. Kenaikan
ini merupakan dampak dari kenaikan penjualan
Perseroan.

Cash and Cash Equivalents in 2014 amounted


IDR573.36 billion, increased 45.47% in 2013 which
amounted to IDR394,15 billion. The increase was a
result of the Companys sales increase.

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Cash Flow from Operating Activities

Arus Kas dari Aktivitas Operasi pada tahun 2014

Cash Flow from Operating Activities in 2014

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

sebesar Rp286,31 miliar, mengalami kenaikan


12,82% dari tahun 2013 yang sebesar Rp253,78
miliar. Kenaikan ini merupakan dampak dari
kenaikan penerimaan pelanggan.

amounted to IDR286.31 billion, increased by


12.82% compare to that in 2013, which amounted
to IDR253.78 billion. The increase was a result of
the rise of customer revenue.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Cash Flow from Investing Activities

Arus Kas dari Aktivitas Investasi pada tahun 2014


defisit sebesar Rp331,59 miliar, dibandingkan
tahun 2013 yang sebesar Rp172,81 miliar.
Penurunan ini merupakan investasi kepada
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia sebesar Rp165
miliar.

Cash Flow from Investing Activities in 2014 deficit


amounted to IDR331.59 billion, compare in 2013,
which amounted to IDR172.81 billion. This decrease
represented the investment of PT Asuransi Jiwa
InHealth Indonesia amounted IDR165 billion.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Cash Flow from Financing Activities

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan pada tahun


2014 positif sebesar Rp224,89 miliar, dibandingkan
tahun 2013 yang negatif sebesar Rp3,32 miliar.
Hal ini terkait dengan penerbitan pinjaman jangka
menengah (MTN).

Cash Flow from Financing Activities in 2014 was


positive at IDR224.89 billion, compare with that in
2013, which was negative at IDR3.32 billion. This
related with the issuance of Medium Term Notes.

Arus Kas Tahun 2013 dan 2014


Cash Flow in 2013 and 2014

Dalam Juta rupiah


In Million rupiah
2014

2013

Selisih
Increment

Pertumbuhan
Growth

Kas dan Setara Kas Awal Tahun


Cash and Cash Equivalent at Beginning of Year

394.150

316.498

77.652

24,53%

Kas Bersih dari Aktivitas Operasi


Net Cash from Operation Activity

286.309

253.784

32.526

12,82%

Kas Bersih dari Aktivitas Investasi


Net Cash from Investment Activity

(331.589)

(172.809)

(158.780)

(91,88%)

Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan


Net Cash from Funding Activity

224.490

(3.322)

227.812

(6.857,32%)

Mutasi Penerimaan / Pengeluaran Kas


Transfer of Cash Revenue / Expenditure

179.210

77.652

101.558

130,79%

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun


Cash and Cash Equivalent End of Year

573.360

394.150

179.210

45,47%

Uraian
Description


VI. Kemampuan Membayar Utang
Kemampuan membayar utang lancar tahun 2014
relatif sama dengan tahun 2013. Hal ini dapat
ditunjukkan dengan rasio likuiditas sebesar 2,39
kali relatif sama dengan tahun sebelumnya sebesar
2,43 kali. Dan rasio cepat sebesar 1,58 kali, relatif
sama dengan tahun lalu. Indikator ini menunjukkan
kemampuan Perseroan memenuhi kewajibannya
sangat baik.

VI. Kemampuan Membayar Utang


The Companys ability to pay its current debt
(solvency) in 2014 was relatively equal with 2013.
This was indicated from liquidity ratio at 2.39 times
relatively equal with the previous year that was at
2.43 times. The quick ratio was at 1.58 times, which
was relatively equal with the previous year. These
indicators showed the Companys excellent ability
in fulfilling its obligations.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

83

Posisi Keuangan Konsolidasi Tahun 2013 dan 2014


Consolidated Balance Sheet 2013 and 2014

Dalam Juta rupiah


In Million rupiah

2014

2013

Perubahan / Increment

2,39

2,43

(1,23)

64,67

52,70

22,71

43

42

2,38

6,32

5,74

10,10

Imbal Hasil Investasi (%)


Return On Investment

11,54

11,88

(2,86)

Imbal Hasil Ekuitas (%)


Return On Equity

13,11

13,34

(1,72)

Uraian / Description
LIKUIDITAS / LIQUIDITY

Rasio Lancar (kali)


Current Ratio
SOLVABILITAS / SOLVABILITY

Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)


Liability Ratio to Equity
KOLEKTIBILITAS / COLLECTIBILITY

Rasio Perputaran Piutang (hari)

Receivables Turnover Ratio (Days)


PROFITABILITAS / PROFITABILITY

Marjin Operasional (%)

Operational Margin

Tingkat kolektabillitas piutang usaha relatif sama


dengan tahun 2013. Hal ini ditunjukan dengan
umur piutang usaha pada tahun 2014 selama 43
hari, apabila dibandingkan dengan tahun 2013
mengalami kenaikan 1 hari.

VII Investasi

84

The collectability level was relatively equal with


that in 2013. This was showed from the period of
trade receivables in 2014 was at 43 days, when it
compared with that in 2013 increased a day.

VII Investment

Investasi Konsolidasian sepanjang tahun 2014


terealisasi Rp349,27 miliar. Dibandingkan tahun
2013, berarti mengalami kenaikan sebesar
75,28%. Investasi ini dibagi dalam dua kelompok,
yaitu untuk induk perusahaan dan anak
perusahaan.

During 2014, Consolidated Investments was


realized to IDR394.27 billion. Compared to the
year of 2013, the realization increased by 75.28%.
These investments were divided into two groups,
namely investment for the parent company and
investment for subsidiaries.

Investasi Induk Perusahaan

Holding Company Investment

Realisasi investasi induk perusahaan tahun 2014


adalah Rp214,95 miliar atau terserap 55,87%
dari anggaran yang ditetapkan, yaitu sebesar
Rp384,76 miliar. Hal ini disebabkan proses
perizinan untuk pembangunan pabrik baru masih
belum selesai hingga akhir 2014, mengingat
regulasi di bidang industri farmasi sangat ketat.

Realization of holding company investment


in 2014 was IDR214.95 billion or 55.87% of
the determined budget, which amounted to
IDR384.76 billion. This was due to uncompleted
licensing process for new plant development
until the end of 2014, given that the regulation in
pharmaceutical industry is very tight.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Investasi pada tahun 2014 yang paling dominan


adalah investasi pada entitas asosiasi pada
PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia sebesar
Rp165,00 miliar. Investasi tersebut dilakukan
untuk memperoleh keuntungan jangka panjang
karena entitas ini bergerak dalam asuransi
kesehatan yang secara tidak langsung sejalan
dengan kegiatan entitas.

The most dominant investment in 2014 was the


investment for association entity of PT Asuransi
Jiwa InHealth Indonesia amounted to IDR165,00
billion. This investment was carried out to obtain
long term profit as this entity engages in health
insurance that indirectly in line with the activity
of the entity.

Investasi Anak Perusahaan

Investment of Subsidiary

Investasi anak Perusahaan tercatat sebesar


Rp134,32 miliar atau terserap sebesar 82,94%
dari anggaran tahun 2014 sebesar Rp161,94
miliar.

Investment of subsidiaries amounted to IDR134.32


billion or being absorbed by 82.94% of the 2014
budget what was amounted to IDR161.94 billion.

Tahun Buku
Fiscal Year

Laba Bersih
Net Profit
(Rp/IDR)

Total Dividen yang


Dibagikan
Total Dividend
Distributed

Dividen per
lembar saham
Dividen per Share

Rasio
Pembayaran
Payout Ratio

(Rp/IDR)

(Rp/IDR)

(Rp/IDR)

2013

214.549.154.260

53.637.288.565

9,66

25

2012

205.133.316.635

30.769.997.495

5,54

15

2011

171.765.487.458

34.353.197.492

6,18

20

2010

138.716.044.100

27.743.208.820

4,99

20

2009

62.506.876.510

18.752.062.953

3,37

30

Kebijakan Dividen (5 Tahun Terakhir)

Dividend Policy (Of the Last 5 Year)

Kebijakan pembagian dividen merupakan kewenangan


sepenuhnya dari Rapat Umum Pemegang saham (RUPS).
Karena itulah, untuk Tahun Buku 2014, jumlah dividen
menunggu hasil RUPS Tahun Buku 2014. Selengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Dividend policy is a full authority of the General Meeting


of Shareholders (GMS). Therefore, in terms of the fiscal
year of 2014, the amount of dividends is depended on the
results of GMS of Fiscal Year of 2014. The dividend policy
is described in the following table:

KEPEMILIKAN
KARYAWAN

EMPLOYEES AND MANAGEMENT STOCK OPTION

SAHAM

MANAJEMEN

DAN

Pada saat Perseroan melakukan rencana Initial Public


Offering (IPO), Perseroan melakukan penawaran saham
karyawan (Employee Stock Option/ESOP) dengan

At the launching of Initial Public Offering (IPO), the


Company granted Employee Stock Option (ESOP)
through a slight change becoming Management and

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

85

86

melakukan sedikit perubahan menjadi Kepemilikan


Saham Karyawan dan Manajemen (KSKM) dalam hal ini
untuk memfasilitasi Manajemen Perseroan (Direksi dan
Komisaris) yang ingin memiliki saham perseroan.

Employee Stock Ownership (KSKM) in order to facilitate


the Companys management (Board of Directors and
Board of Commissioners) who willing to own Companys
stock.

Kepemilikan KSKM ini dilihat berdasarkan kepada jenjang


kepangkatan pada saat IPO dilaksanakan, dan telah
direalisasikan sebanyak 54 juta lembar saham. Harga
(exercise) per lembar saham untuk karyawan discount 10%
dari harga IPO yang sebesar Rp200 per lembar sahamnya
dan tidak dapat diperjual belikan (locked) selama 2 tahun
dari tanggal 4 Juli 2001.

KSKM ownership program was determined based on


grade level at the time IPO launched, and it had been
realized in 54 million shares. The price (exercise) of each
share for employee was discounted by 10% from the
IPO price at IDR200 per share and could not be traded
(locked) for 2 years since July 4, 2001.

Seluruh kegiatan terkait dengan kepemilikan saham


manajemen dan karyawan ini telah direalisasikan.

Any activities related with the employee and management


stock ownership have been realized.

PENGGUNAAN DANA HASIL PENERBITAN SAHAM

REPORT OF THE USAGE OF THE FUND OBTAINED


FROM THE STOCK ISSUED

Perseroan pertama kali menerbitkan saham pada tahun


2001 melalui mekanisme Penerbitan Saham Perdana
(Initial Public Offering/IPO). Total dana yang digunakan
sesuai dengan prospektus yang diterbitkan sebesar
Rp98,199 miliar.

The Company firstly issued its shares in 2001 through


mechanism of Initial Public Offering (IPO). The utilization
of total funds was in accordance with the published
prospectus amounted to IDR98.199 billion.

Seluruh pemanfaatan dana tersebut telah direalisasikan


sesuai dengan yang tercantum pada prospektus
menjelang IPO, yaitu untuk pengembangan bisnis.
Laporan pemanfaatan dana sudah dilaporkan pada
Laporan Tahunan 2002.

The whole utilization of the funds has been realized


according to the prospectus prior to IPO, which was for
business development. Utilization of funds had been
reported on Annual Report of 2002.

INFORMASI
TRANSAKSI
MATERIAL
YANG
MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN DAN/
ATAU TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI

INFORMATION OF MATERIAL TRANSACTIONS WITH


A CONFLICT OF INTEREST AND/OR TRANSACTIONS
WITH AFFILIATED PARTIES

Sepanjang tahun 2014, tidak ada transaksi material yang


mengandung benturan kepentingan.

Throughout 2014, there was no material transaction with a


conflict of interest.

IKATAN YANG MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG


MODAL

MATERIAL BINDING FOR CAPITAL EXPENDITURE

Sepanjang tahun 2014, Perseroan tidak memiliki ikatan


yang material untuk investasi barang modal.

Throughout 2014, the Company does not have any material


binding for capital expenditure.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

KEJADIAN
PENTING
PELAPORAN AKUNTAN

SETELAH

TANGGAL

SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING DATE

Perseroan tidak memiliki informasi/fakta material penting


yang terjadi setelah pelaporan akuntan.

The Company does not have any information/significant


facts that occurred after the reporting date of accountants.

DAMPAK PERUBAHAN
PENJUALAN

IMPACT OF PRICE CHANGE TO SALES

HARGA

TERHADAP

Kenaikan harga bahan baku akibat melemahnya nilai


tukar rupiah, serta penurunan harga Obat Generik Berlogo
(OGB) berdampak pada penjualan. Harga OGB ditetapkan
oleh Pemerintah sementara itu penyesuaian harga tidak
diberlakukan setiap ada kenaikan harga bahan baku.

The increase of raw material price due to the depreciation


of rupiah exchange rate and the declining price of the
Labeled Generic medicine (OGB) were affected the
Companys sales. The price of OGB shall be specified
by Government meanwhile adjustment to price was not
applied at each increase of the raw materials price.

PERUBAHAN PERATURAN Pemerintah YANG


BERPENGARUH SIGNIFIKAN

CHANGES ON GOVERNMENT REGULATION WITH


SIGNIFICANT EFFECTS

Kebijakan pengadaan obat dengan menggunakan


prosedur e-purchasing berdasarkan e-catalogue telah
mempengaruhi margin produk obat generik Perseroan
hingga mengalami penurunan.

The policy of medicine procurement through e-purchasing


procedure based on e-catalogue has affected the
Companys product margin of generic medicine that lead
to decrease.

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

CHANGES OF ACCOUNTING POLICY

Penerapan PSAK, ISAK dan revisi yang diterapkan,


berlaku pada tahun 2014 tidak mengakibatkan perubahan
yang substansial atas kebijakan akuntansi Perseroan dan
entitas anak serta tidak memiliki pengaruh yang material
terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.

Applications of PSAK, ISAK and the determined revision


applicable in 2014 was not resulted to any substantial
changes to the accounting policy of the Company and
its subsidiaries, and have not provided any material
influences to the amount stated on the consolidated
financial statements.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

87

Tinjauan Pemasaran
Marketing Review

88

Kegiatan pemasaran Perseroan tidak terbatas di dalam


negeri, tetapi juga mencakup wilayah luar negeri. Beberapa
negara yang sudah menjadi tujuan pemasaran Perseroan
untuk produk iodium dan kina serta produk farmasi lainnya,
antara lain China, India, Afganistan, Myanmar, Filipina,
Dubai, dan Timor Leste.

The Companys marketing activities were not limited


carried out in the domestic regions, but also covering
overseas. Some countries become the Companys market
target for iodine, quinine, and other pharmaceutical
products were among others China, India, Afghanistan,
Myanmar, Philippines, Dubai, and Timor Leste.

Sedangkan produk yang dipasarkan langsung oleh


Perseroan di dalam negeri, terdiri dari produk generik,
etikal, OTC, kosmetik, narkotika dan obat-obat khusus
untuk menunjang program Pemerintah.

Whereas, some products were domestically marketed


directly by the Company such as the generic products,
ethical, OTC, cosmetic, narcotics and special drugs to
support the Government programs.

Entitas anak yang menangani bidang usaha pemasaran


tidak hanya KFTD. Untuk meningkatkan penetrasi pasar
di dalam negeri, Perseroan juga telah menunjuk distributor
lain, yaitu PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) yang
fokus pada modern channel seperti Alfamart, Alfamidi,
Carrefour, Century, Hypermart, Matahari, Watson, Giant,
Guardian, Hero, Indogrosir, Indomaret serta PT Merapi
Utama Pharma sebagai distributor pelengkap.

The subsidiary of the Company that handles the marketing


activities is not only KFTD. In order to increase market
penetration in domestic areas, the Company has also
appointed another distributor, PT Anugerah Pharmindo
Lestari (APL) that focus on modern distribution channels
such as Alfamart, Alfamidi, Carrefour, Century, Hypermart,
Matahari, Watson, Giant, Guardian, Hero, Indogrosir,
Indomaret and PT Merapi Utama Pharma as the
complementary distributor.

Kegiatan pemasaran di dalam negeri didukung oleh field


force sebanyak 480 orang yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Mereka terdiri dari medical representatitive, area
manager, sales manager, dan product manager, yang pada
tahun 2014 dengan kekuatan jaringan 13.497 dokter dan
1.304 rumah sakit di wilayah Indonesia.

Marketing activities within Indonesia is supported by field


force that consists of 480 persons across Indonesia. They
are comprise of medical representatitives, area managers,
sales managers, and product managers, and also
supported by the network of 13,497 doctors and 1,304
hospitals in 2014.

Strategi Pemasaran 2014

Marketing Strategy of 2014

Sepanjang tahun 2014, Perseroan telah merealisasikan


sejumlah strategi pemasaran, seperti tergambar pada
aktivitas berikut ini:

Throughout 2014, the Company has realized a number


of marketing strategies, as illustrated in the following
activities:

1. Pemasaran Consumer Health Product (CHP) :


Melakukan intensifikasi Brand Building melalui
Integrated Marketing Communication. Pada
tahun 2014, dalam rangka mendukung adanya
peningkatan Brand Awarnesses, telah dilakukan
perpanjangan kontrak 4 (empat) Brand Ambasador,
yaitu Maudy Koesnaedy produk Asifit, Ersa Mayori
produk Enkasari, Syahrini produk kosmetik Venus,
dan Allysa Soebandono produk kosmetik Marcks
Bedak.
Melakukan intensifikasi kegiatan promosi Produk
Consumer Health Product (CHP) melalui Above
The Line dan Below The Line antara lain:
- Aktivitas Above The Line melalui pemasangan
iklan untuk beberapa produk unggulan di
stasiun TV Nasional dengan strategi buying
base on product cycle treatment, Radio dan

1. Marketing of Consumer Health Products (CHP):


Brand building intensification through Integrated
Marketing Communication practices. In 2014, in
order to support brand awarnesses enhancement,
the Company has extended the contract of four (4)
Brand Ambasadors, namely Maudy Koesnaedy for
Asifit products, Ersa Mayori for Enkasari products,
Syahrini for Venus cosmetic products, and Allysa
Soebandono for Marcks powder cosmetic products.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Intensification of promotional activities for Consumer


Health Products (CHP) through above the line and
below the line, among others:
- Above the line activities was carried out through
advertising placement for some of superior
products on national TV station with the strategy
of buying base on product cycles treatment,

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Majalah, sesuai target market serta pemasangan


billboard pada titik strategis di beberapa kota.

- Aktivitas Below The Line antara lain


menyelenggarakan seminar bekerja sama
dengan Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) di beberapa
kota, melakukan kegiatan promosi dengan
melibatkan sekitar 200 tenaga terdiri Beauty
Advisor dan Brand Presenter yang ditempatkan
pada titik yang potensial.

Radio and Magazine, and the installation of


billboards at strategic points in several cities.
The activities were performed in accordance
with the target market.
- Below the line activities were carried out through
the organization of seminar in collaboration with
the Indonesian Midwives Association (IBI) in
several cities, promotional activities involving
approximately 200 personnel consisting Beauty
Advisors and Brand Presenter placed at the
potential points.

2. Pemasaran Produk Etikal dan Generik:


Kegiatan promosi dijalankan dengan melakukan
kunjungan ke dokter serta rumah sakit.
Berperan aktif dalam simposium, seminar ilmiah,
kongres ilmiah pada asosiasi profesi dokter dan
rumah sakit.
Pemasangan iklan di majalah kedokteran seperti
MKI, Medika, IIMS, BIDI, Ethical Digest.

2. Marketing for Ethical and Generic Products:


Promotional activities were carried out through the
visit to doctors and hospitals.
Actively participated in symposia, scientific
seminars, scientific congress on professional
associations of doctors and hospitals.
Advertising in medical journals such as MKI,
Medical, IIMS, BIDI, Ethical Digest.

3. Kegiatan-kegiatan Pemasaran lainnya:


Launching produk, baik Produk Consumer Health
Product (CHP), Generik maupun Etikal, antara lain
New Packaging Marcks Bedak, Gamacha.
Melakukan pelatihan untuk menambah pengetahuan
dan soliditas tenaga pemasaran di lapangan.

3. Other Marketing Activities:


Product launching for Consumer Health Product
(CHP) both generic and ethical products, such as
New Packaging of Marcks powder, Gamacha.
Carry out training for knowledge and solidarity
enhancement among marketing personnel in the
field.
Increase sales force effectiveness particularly for the
ethical product marketing through implementation
of monitoring system by Global Positioning System
(GPS) application.
Conduct market research activities, both desk
research and field research, in order to evalate
product performance as well as to obtain information
for new product development.

Meningkatkan
efektifitas
kunjungan
tenaga
pemasaran khususnya pemasaran produk Etikal
melalui Penerapan Sistem Monitoring dengan
aplikasi berbasis Global Positioning System (GPS).
Melakukan kegiatan riset pasar baik desk research
maupun field research guna melakukan evaluasi
kinerja produk dan sebagai informasi untuk
pengembangan produk baru.

Biaya Pemasaran

Marketing Budget

Sepanjang tahun 2014, Perseroan telah merealisasikan


anggaran untuk pemasaran sebesar Rp125,84 miliar.

During 2014, the Company has realized budget for


marketing activities amounted to IDR125,84 billion.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

89

Peluang dan Strategi Perseroan Tahun 2015


Opportunity and Strategy of Company in 2015

90

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan


masih akan berlanjut hingga tahun 2015. Kondisi ini
akan memberikan pengaruh pada kinerja pertumbuhan
ekonomi nasional, terutama terkait dengan kegiatan
ekspor dan impor, yang pada akhirnya berpotensi
menekan neraca pembayaran.

The global economic slowdown is expected to continue


until 2015. It will affect the performance of national
economic growth, especially on exports and imports,
which potentially suppress the balance of payments at
the end.

Untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dalam APBN


2015 Pemerintah masih menargetkan Rp11.900 per
dolar (sumber: Kementerian Keuangan, APBN-P 2015).
Mengingat pada tahun 2014 sempat menyentuh Rp12.900
per dolar, asumsi yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam
APBN 2015 itu cukup optimistis.

In State Budget 2015, the Government set the exchange


rate target at IDR11.900 against USD (source: Ministry
of Finance, APBN-P of 2015). Considering the exchange
rate in 2014 was once at IDR12.900 against USD, the
assumption was considered quite optimistic.

Dalam konteks regional, mulai tahun 2015 sudah


diberlakukan Komunitas Ekonomi ASEAN yang mulai
mereduksi batas-batas regulasi dalam hubungan
ekonomi di Asia Tenggara. Tentu hal ini merupakan
peluang sekaligus tantangan bagi Perseroan.

In terms of regional context, ASEAN Economic Community


starts to be implemented in 2015. It will begin to reduce
the regulation limits of economic relations in Southeast
Asia. It certainty serves as opportunity and challenge for
the Company.

Kondisi perekonomian yang semakin stabil serta


perdagangan bebas ASEAN tersebut berpotensi
meningkatkan
perekonomian
nasional,
sekaligus
menurunkan biaya logistik nasional. Pertumbuhan
kelas menengah ke atas juga merupakan peluang bagi
peningkatan kinerja dunia usaha.

More stable economic conditions and the ASEAN free


trade could potentially increase the national economic
condition, and at the same time reduce the cost of
national logistics. The growth of the upper middle class
is also an opportunity for improvement of the business
world performance.

Untuk industri farmasi, Business Monitor International


mengungkapkan bahwa pasarnya di Indonesia masih
menjanjikan. Asumsi ini, di antaranya didukung oleh
kinerja makro ekonomi Indonesia yang masih lebih stabil
dibandingkan perkembangan perekonomian global
secara umum.

In terms of pharmaceutical industry, Business Monitor


International uttered that pharmaceutical market in
Indonesia is still promising. This assumption is supported
by Indonesias macroeconomic performance that was
more stable than the general global condition.

Selain itu, jumlah penduduk kelas menengah Indonesia


yang terus meningkat menyiratkan kebutuhan yang lebih
besar dari produk farmasi yang berkualitas dan pelayanan
kesehatan khususnya obat resep. Belanja Pemerintah
untuk industri farmasi diperkirakan akan lebih tinggi pada
tahun 2014, sebagai pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) atau yang dilaksanakan oleh Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

In addition, Indonesias population that continue to


increase implies a larger need of qualified pharmaceutical
products and medical service especially prescription
medicine. The Government expenditures for the
pharmaceutical industry are expected to be higher than
2014, as the implementation of National Social Security
System or the program that being implemented by Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Strategi Pencapaian Usaha

Business Achievement Strategies

Pengembangan Bisnis Perseroan ke depan sesuai dengan


program Transformasi Perseroan dan Road Map to be
Healthcare Company, Perseroan melakukan investasi pada
beberapa sektor bisnis, baik pada core business maupun
non core business khususnya pada sektor core business

The Companys future business development conforms to


the Companys Transformation Program and the Road Map
to be Healthcare Company. The Company invests in some
business sectors either core business or non core business,
particularly to the core business sectors that directly relate

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

yang bersinggungan secara langsung dengan potensi


pasar. Guna menangkap peluangpeluang tersebut,
Perseroan melakukan investasi pengembangan usaha di
beberapa sektor sebagai berikut:
Penambahan portofolio produk baru.
Pembangunan fasilitas manufaktur garam farmasi.
Sinergi bisnis terkait dengan BPJS dan PT Asuransi
Jiwa InHealth Indonesia guna menangkap peluang
pasar JKN.
Penguatan jaringan layanan kesehatan untuk
mendukung JKN.
Diversifikasi pengembangan bisnis Perseroan.
Utilisasi aset-aset Perseroan.

to the potential market. In order to take opportunities, the


Company conducts business development investment in
some following sectors:

Addition of new product portfolio.


Development
of
manufacturing
facility
for
pharmaceutical salt.
Business synergy between BPJS and PT Asuransi
Jiwa InHealth Indonesia in order to obtain market
opportunities from National Health Insurance Program.
Reinforcement of health service network to support
National Health Insurance Program.
Diversification of Companys business development.
Utilization of Companys assets.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

91

Sumber Daya Manusia


Human Resources

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset


organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kinerja serta
kemampuan organisasi. Karena itu, Perseroan menyadari
bahwa SDM yang mumpuni dan kompeten menjadi
landasan penting bagi Perseroan untuk meningkatkan
pertumbuhan dan mengembangkan usaha yang lebih
agresif di masa yang akan datang.

Human Resources (HR) is one of the organizations


assets that have great influence on the performance and
capabilities of the organization. Therefore, the Company
realized that qualified and competent human resources
are become an important foundation for the Company to
increase growth and to develop more aggressive business
in the future.

Sejalan dengan transformasi Perseroan, transformasi


SDM merupakan faktor kunci kesuksesan transformasi
Perseroan. Tujuan utama transformasi SDM adalah
perubahan budaya kerja, meningkatkan kompetensi
karyawan dan perbaikan produktivitas untuk meningkatkan
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

In line with the transformation of Company, Human


Resources shall be one of the successful key factors
for the transformation of Company. The main aims of
transforming Human Resources are to improve employees
competency, productivity recovery to improve sustainable
business growth, and change of corporate culture.

Untuk meningkatkan produktivitas pegawai dalam


mengoptimalkan kinerja demi meningkatkan profit
Perseroan, telah dilakukan pembangunan budaya
perusahaan yang merupakan wujud dari transformasi SDM
Perseroan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Bersamaan dengan program pembangunan budaya
perusahaan Perseroan menggelar berbagai pelatihan dan
penugasan pegawai untuk meningkatkan kompetensi
pegawai serta keterikatan pegawai.

With the aim of increasing employees productivity in order


to optimize performance and to increase the profits of the
Company, transformation of corporate culture had been
carried out as a form of Human Resources transformation
in facing the future challenges. Along with the development
of the corporate culture program, the Company held
a variety of training and assignment and transfer of
employees to improve the competency of employees and
employee engagement practices.

Secara keseluruhan, peningkatan jumlah pegawai pada


tahun 2014 terjadi akibat adanya penambahan outlet
baru untuk mendukung pemasaran produk-produk
Perseroan. Perubahan lingkungan bisnis yang dinamis,
Perseroan melakukan pemindahan jalur koordinasi, Unit
Logistik Sentral yang semula berada di bawah jajaran
PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), di tahun
2014 dipindahkan di bawah koordinasi Holding yang diikuti
juga transfer pegawai dari KFTD ke Holding.

The increasing numbers of employees in 2014 occurred


as a result of the new outlets established to support the
marketing activities of Companys products. However,
dynamic changes in the business environment has made
the Company conducted a coordination path transfer.
Central Logistics Unit which was originally placed below
the PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), in
2014, was transferred under the coordination of Holding
Company. This is followed with the transfer of employees
from KFTD to Holding.

Berikut ini merupakan komposisi jumlah karyawan berdasarkan status kepegawaian tahun 2013 dan 2014:
Composition of the Companys based on employee status in 2013 and 2014 as follows:
Status Kepegawaian
Employee Status

92

2014

2013

Total

Percentage

Total

Percentage

Pegawai Tetap
Permanent Employee

4.283

80,33

4.423

82,95

Pegawai Tidak Tetap (PTT)


Temporary Employees

1.221

19,67

909

17,05

TOTAL

5.504

100,00

5.332

100,00

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Berikut ini merupakan rician komposisi karyawan Perseroan tahun 2013 dan 2014:
Composition of employees in 2013 and 2014 is showed in the following table:

Perencanaan & Pengendalian Logistik


Logistic Planning and Controlling

Unit Logistik Sentral


Central Logistic Unit

59

Riset & Pengembangan


Research & Development

103
Kantor
Pusat
Head office

Pabrik Medan
Medan Plant

188

91

Pemasaran
Marketing

Pabrik Semarang
Semarang Plant

201

87
Pabrik Watudakon
Watudakon Plant

133

2014

KIMIA FARMA Holding

1.678
Perencanaan & Pengendalian Logistik
Logistic Planning and Controlling

Pabrik Jakarta
Jakarta Plant

Pabrik Bandung
Bandung Plant

12

426

383

Unit Logistik Sentral


Central Logistic Unit

0
Riset & Pengembangan
Research & Development

71
Pabrik Medan
Medan Plant

Kantor Pusat
Head office

58

217
Pabrik Semarang
Semarang Plant

79
Pabrik Watudakon
Watudakon Plant

118

Pemasaran
Marketing

2013

189

KIMIA FARMA Holding

1.415
Pabrik Bandung
Bandung Plant

370

Pabrik Jakarta
Jakarta Plant

301

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

93

Pengembangan SDM

Human Resources Development

Perseroan telah melaksanakan program-program bagi


pengembangan manajemen SDM pada tahun 2014
dengan rincian sebagai berikut:

The Company has carried out program for the development


of human resource management in 2014 as follows:

1. Internalisasi Program Budaya Perusahaan dengan


melaksanakan Values Internalization didukung
dengan pembentukan Agent of Change (AoC) di
seluruh Unit Kerja Perseroan dan Anak Perusahaan.

1. Internalization of Corporate Culture Program by


carrying out Values Internalization program that being
supported by the formation of Agents of Change
(AoC) in entire Work Units within the Company and
its subsidiaries

2. Melakukan evaluasi jabatan dan grading serta


mengkaji struktur organisasi yang efektif, pemetaan
pekerjaan inti dan non-inti, yang sesuai kebutuhan
Perseroan.

2. Conducted evaluation of position and grading as


well as assessed an effective organization structure
and core and non-core job mapping according to the
Companys needs.

3. Meningkatkan komitmen kerja individu dan unit,


melalui kesepakatan kinerja tiap pegawai dengan
atasannya dan ditetapkan dalam Penilaian Kinerja
Pegawai (PKP).

3. Improved the working commitment of individuals


and units through the presence of performance
agreement between employees and their superior
that stated in Employee Performance Assessment
(PKP).

4. Memberikan penugasan untuk pekerjaan yang


menantang dan strategis serta program mutasi
pegawai untuk meningkatkan kompetensi.

4. Provided challenging and strategic assignments and


conducted mutation program in order to increase
employees competency.

5. Melaksanakan Pendidikan & Pelatihan Berjenjang


dan Reguler, untuk menunjang kompetensi
kepemimpinan & kompetensi teknis secara
berkesinambungan (long life learning) dengan
tercapainya target Man Hour Training dan Training
Coverage.

5. Implemented Regular and Tiered Training and


Education program to support a continuous
leadership and technical competency by the
achievement of Man Hour Training and Training
Coverage targets.

Berikut ini merupakan rincian komposisi karyawan Perseroan berdasarkan usia tahun 2013 dan 2014:
Composition of the Companys employees by age in 2013 and 2014 is showed in the following table:
Usia
Age

94

2014

2013

Total

Percentage

Total

Percentage

< 20

0,02

20 25

612

11,12

368

6,90

26 30

683

12,41

659

12,36

31 35

798

14,50

788

14,78

36 40

720

13,08

740

13,88

41 45

810

14,72

815

15,29

46 50

996

18,10

1.031

19,34

51 55

884

16,06

931

17,46

TOTAL

5.504

100,00

5.332

100,00

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Berikut ini merupakan rincian komposisi karyawan Perseroan berdasarkan pangkat/tingkat jabatan tahun 2013 dan 2014:
Composition of the Companys employees based on positions in 2013 and 2014 is showed in the following table:
Usia
Age

2014

2013

Total

Percentage

Total

Percentage

General Manager

0,15

0,17

Manager

55

1,00

56

1,05

Asisten Manager

466

8,47

426

7,99

Supervisor

617

11,21

626

11,74

Pelaksana
Other Employee

3.137

56,99

3.306

62,00

Pegawai Tidak Tetap (PTT)


Temporary Employees

1.221

22,18

909

17,05

TOTAL

5.504

100,00

5.332

100,00

6. Meningkatkan program Engagement dengan


menyempurnakan
sistem
Remunerasi
serta
penerapan jenjang karir struktural dan fungsional.

6. Increased Engagement program by enhancing


remuneration system and implementing structural
and functional career degree.

7. Membangun suasana kerja yang kondusif dan


menyenangkan, dengan mengadakan gathering, one
day sport, mudik bersama serta melengkapi sarana
olahraga dan hiburan.

7.
Established a conducive and fun working
environment by carrying out gathering, one day sport
event, homecoming program, and completing sport
and entertainment facilities.

8. Menyempurnakan penerapan Human Capital


Information System (HCIS) yang terintegrasi di
Perseroan dan Anak Perusahaan.

8. Improved the implementation of Human Capital


Information System (HCIS) that being integrated
within the Company and its subsidiaries.

9.
Sosialisasi program-program Perseroan antara
lain: Good Corporate Governance (GCG), Standar
Perilaku, Kebijakan-kebijakan SDM lainnya.

9. Conducted socialization programs regarding Good


Corporate Governance (GCG), Standard of Behavior,
and other Human Resources policies.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

95

Peningkatan Kompetensi

Competency Improvement

Selain program manajemen, Perseroan juga melaksanakan


program pengembangan kompetensi SDM dengan tujuan
meningkatkan pengetahuan dan penguatan kapasitas
karyawan. Pengembangan kompetensi SDM ini diawali
dengan penetapan Competency Level Index (CLI).
Setelah itu, pengembangan SDM dilakukan berdasarkan
kompetensi dan job requirement mulai dari rekrutmen,
pendidikan dan pelatihan, mutasi, jenjang karir dan sistem
remunerasi. Dari program pengembangan kompetensi
ini diharapkan terciptanya SDM yang berkualitas dan
profesional sesuai dengan strategi bisnis Perseroan.

In addition to management program, the Company also


carried out human resource competency development
program in order to improve employees knowledge and
to strengthen employees capacity. The human resources
development program was started by the determination
of Competency Level Index (CLI). Afterwards, human
resources development program was carried out based
on competency and job requirement starting from the
recruitment, education & training, movement, career degree
and remuneration system. The competency development
program was expected to create qualified and professional
human resources in accordance with the business strategy
of the Company.

Berikut ini merupakan rincian komposisi karyawan Perseroan berdasarkan latar belakang
pendidikan tahun 2013 dan 2014:
Composition of the Companys employees based on education background in 2013 and 2014
is showed in the following table:

Pendidikan
Education

2013

Pasca Sarjana
Masters

39

43

Sarjana Apoteker
Pharmacist Degree

518

480

Sarjana Akuntansi
Accounting Degree

74

78

Sarjana Lainnya
Other Bachelor Degree

504

481

Diploma (D-4)
Diploma IV (D-4)

29

Diploma (D-3)
Diploma III (D-3)

469

434

Diploma (D-2)
Diploma II (D-2)

Diploma (D-1)
Diploma I (D-1)

40

41

Analis
Analyst

342

162

SAA
School of Assistant Pharmacy

1.084

1.090

SLTA
Senior High School

1.949

2.000

SLTP
Junior High School

228

241

SD
Elementary School

222

275

5.504

5.332

TOTAL

96

Tahun / Year
2014

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Pendidikan dan Pelatihan

Education and Training

Perseroan mempersiapkan SDM internal terkait dengan


jenjang karir untuk promosi dan mutasi serta penambahan
kompetensi SDM melalu program Pendidikan dan
Pelatihan.

The Company prepared its internal Human Resources (HR)


related to career path for promotion and mutation as well
as for human resources competency improvement through
education and training program.

Program-program tersebut berlaku untuk seluruh karyawan


Perseroan sesuai dengan tingkatan dan jabatan masingmasing dalam rangka peningkatan kompetensi.

The programs was applicable to all employees according


to their level and position in order to improve competency.

Pada tahun 2014, telah dilaksanakan beberapa program


pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM Perseroan
antara lain:
1. Pembangunan Karakter
2.
Manajemen
Administrasi
dan
Sistem
Pendokumentasian
3. Manajemen Kepemimpinan Strategis
4. Strategi Pemasaran
5. Pelatihan Komputer
6. Values Internalization
7. Pelatihan untuk Management Trainee
8. Fundamental Product Management
9. Transformasi Budaya Perusahaan
10. Pengendalian Gratifikasi dan Whistle Blowing System

11. Supply Chain Management
12. Diklat Purna Bhakti

In 2014, several training and competency development


programs were carried out as follows:

Total biaya yang telah dikeluarkan untuk program


pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi
SDM Perseroan selama tahun 2014 sebesar Rp4,88 miliar
atau naik 40,23% dibandingkan dengan tahun 2013 yang
sebesar Rp3,48 miliar.

Total costs allocated for education and training programs


in order to improve the Companys human resources
competency in 2014 amounted to IDR4.88 billion, or
increased by 40.23% compared with the year of 2013
which amounted to IDR3.48 billion.

1. Character Building
2.
Document Adminsitration and Filling System
Management
3. Leadership Strategic
4. Marketing Conferency
5. Computer Training
6. Values Internalization
7. Training for Management Trainee
8. Fundamental Product Management
9. Transforming Corporate Culture
10. Commitment of Gratification and Whistle Blowing
System
11. Supply Chain Management
12. Pension Training

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

97

Pemegang Saham 2014


Composition of Shareholders In 2014

Perseroan merupakan Badan Usaha Milik Negara dengan


komposisi pemegang saham mayoritas adalah Pemerintah
RI dengan kepemilikan saham sebesar 90,025%,
sedangkan publik (dengan kepemilikan di bawah 5%)
sebesar 9,823%, dan manajemen serta karyawan
Perseroan sebesar 0,152%.

The Company is a State-Owned Enterprises, in which the


majority of shareholder is the Government of Indonesia with
a stake ownership of 90.025%, while the public (with the
stake under 5%) owned at 9.809%, and the management
and employees of the Company owned at 0.166%.

Sejak tanggal 4 Juli 2001, Perseroan telah menjadi


perusahaan terbuka. Nama Perseroan tercatat di Bursa
Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang merger menjadi
Bursa Efek Indonesia). Saham Perseroan diperdagangkan
di Bursa Efek Indonesia dengan simbol saham KAEF. Saham
dijual ke masyarakat dengan harga perdana Rp200,00 dan
ke karyawan/manajemen seharga Rp180,00.

Since July 4, 2001, the Company has become a public


company. The Companys name was listed on the Jakarta
and Surabaya Stock Exchange (currently merged into the
Indonesia Stock Exchange). The Companys shares are
traded on the Indonesia Stock Exchange with the stock
symbol KAEF. The shares sold to the public with an initial
price of IDR200,00 and sold to employee/management for
the price of IDR180,00.

Berikut ini, komposisi Pemegang Saham Perseroan tahun 2014:


The Companys shareholders composition is stated as follows:

Pemegang Saham

Shareholders

Pemerintah RI

Government

Saham Seri A
Dwiwarna

Dwiwarna Series A
Shares

Saham Seri B Biasa

Ordinary Series B
Shares

Perorangan/Umum

Individual/Public

Manajemen & Karyawan

Management & Employees

Manajemen

Jumlah

Persentase
Kepemilikan

Number of
Share

Total

Percent of Ownership

5.000.000.000

500.000.000.000

90,025%

100

0,000%

4.999.999.999

499.999.999.900

90,025%

545.546.500

54.554.650.000

9,823%

8.453.500

845.350.000

0,152%

Management

Jisman Siagian

Jisman Siagian

82.500

8.250.000

Pujianto

Pujianto

42.500

4.250.000

Karyawan

Employees

8.328.500

832.850.000

5.554.000.000

555.400.000.000

TOTAL

98

Jumlah Saham

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

100.00%

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Entitas Anak
Subsidiaries
1. PT Kimia Farma Trading & Distribution

1. PT Kimia Farma Trading & Distribution

Kepemilikan: 99,99%

Ownership 99,99%

Alamat Kantor:
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 345 6959
Email : care@kftd.biz
Website : http://www.kftd.biz

Office Address:
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 345 6959
Email : care@kftd.biz
Website : http://www.kftd.biz

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) adalah


anak perusahaan Perseroan yang didirikan pada
tanggal 4 Januari 2003, bergerak di bidang layanan
distribusi dan perdagangan produk kesehatan dan
memiliki wilayah layanan yang luas mencakup 34
Propinsi dan 511 Kabupaten atau Kota.

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) is


the subsidiary of the Companys that established
on January 4, 2003. It engaged on the distribution
and trading services for health products and had
wide area of service covering 34 provinces and 511
districts or cities.

Layanan Perdagangan dan Distribusi

Trading and Distribution Services

Sebagai penyedia Jasa Layanan Distribusi, KFTD


menyalurkan aneka produk dari Perseroan, produk
dari keagenan lainnya, serta produk-produk nonkeagenan. KFTD mendistribusikan produk-produk
tersebut melalui penjualan reguler ke apotek (Apotek
Kimia Farma dan apotek lainnya), rumah sakit, toko
obat, dan supermarket.

As a provider of Distribution Services, KFTD


distributed various products of the Company,
products of the other agency, as well as non-agency
products. KFTD distributed these products through
regular sales to pharmacies (Kimia Farma pharmacy
and others pharmacy), hospitals, drugstores and
supermarket.

Di bidang jasa perdagangan atau trading, KFTD


melayani
dan
membantu
program-program
Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan obatobatan bagi rakyat di seluruh Indonesia, misalnya
Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, BKKBN,
rumah sakit dan lain-lain.

In the field of Trading Services, KFTD served and


assisted government programs in order to fulfill
the needs of medicines for society throughout
Indonesia, for example, the Department of Health,
Provincial Health Office, National Population and
Family Planning Board, hospital and others.

Sumber Daya Manusia

Human Resources

Secara keseluruhan, jumlah karyawan KFTD


mencapai 948 orang. Untuk meningkatkan kualitas
SDM, berbagai upaya telah rutin dilaksanakan,
antara
lain
melalui
program
peningkatan
produktivitas pegawai, pemberian motivasi,
pemberian reward and recognition yang jelas,
pelatihan pengembangan kompetensi sales force,
dan pelatihan salesmanship. Fasilitas dan layanan
dalam menjaga kualitas layanan dan kelancaran
operasional secara menyeluruh, KFTD diperkuat
dengan fasilitas pergudangan seluas 15.002 m2
yang dikelola secara profesional. Gudang juga
dilengkapi peralatan yang mendukung efektivitas
dan efisiensi kerja.

Overall, the numbers of KFTD employees were 948


persons. In order to improve the quality of human
resources, various efforts have been continuously
carried out, among others; employee productivity
improvement program, provision of motivation,
reward and recognition program, competency
development training program for sales force, and
training of salesmanship. Facilities and services
in maintaining the quality of service and the
smoothness operations, KFTD was reinforced
with 15.002 m2 warehouse that being managed
professionally. The warehouse was being equipped
with utilities to support the effectiveness and
efficiency of work.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

99

Armada transportasi yang terintegrasi dengan


sistem informasi, juga merupakan bagian yang
penting dalam mendukung kelancaran aktivitas
KFTD. Kini tercatat lebih dari 477 unit motor dan
331 unit mobil boks, siap mendistribusikan produkproduk yang dipercayakan pengirimannya kepada
KFTD.

Transportation force was being integrated with


information systems, which was an important part
to support the smoothness KFTD activity. Currently,
there were more than 477 motorcycles and 331 cars
that were ready to distribute products entrusted to
KFTD delivery service.

Dalam rangka memberikan layanan yang profesional


dan lebih baik, KFTD terus mengembangkan sistem
Teknologi informasi Perseroan yang dapat melayani
permintaan layanan Trading maupun Distribusi dari
seluruh penjuru nusantara.

In order to provide professional and better services,


KFTD continuously developed the Companys
information technology systems that able to serve
Trading and Distribution requests throughout
Indonesia.

Layanan pengiriman yang cepat dan tepat, sesuai


dengan standar CDOB sesuai ketentuan Badan
POM, serta layanan garansi dan klaim atas produkproduk yang dipercayakan para agen.

The service delivery of KFTD was fast and precise, in


accordance with the standards of GDP accordance
with the provision of the NA-DFC. KFTD also
provided warranty and claims services for products
entrusted to the agents.

ProdukProduk yang Didistribusikan


Distributed Products

Produk Kesehatan
Consumer Health Products (CHP)

Produk Etikal
Ethicals Products

Alat Kesehatan
Medical Devices

CHP / OTC (Chemical / Herbal)

Branded Generic

Peralatan Rumah Sakit


Hospital Equipments

Kosmetik / Toiletries
Cosmetics / Toiletries

Generik
Generics

Optik & Diagnostik


Optics & Diagnostics

Perawatan Tubuh
Body Care

Etikal dan Vaksin


Ethical and Vaccines

Kontrasepsi
Contraceptives

Suplemen Makanan
Food Supplement

Narkotik
Narcotics

Supplies and Disposables

Bahan Baku
Raw Materials
Biological Products

100

2. PT Kimia Farma Apotek

2. PT Kimia Farma Apotek

Kepemilikan 99,99%

Ownership 99.99%

Alamat Kantor:
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 385 7245
Website : http://www.kimiafarmaapotek.com

Office Address:
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 385 7245
Website : http://www.kimiafarmaapotek.com

PT Kimia Farma Apotek (KFA) adalah anak


perusahaan Perseroan yang didirikan berdasarkan

PT Kimia Farma Apotek (KFA) is the Companys


subsidiary that incorporated under the Deed

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Akta Pendirian No. 6 tanggal 4 Januari 2003 yang


dibuat di hadapan Notaris Ny. Imas Fatimah, SH.
di Jakarta dan telah diubah dengan akta No. 42
tanggal 22 April 2003 yang dibuat di hadapan
Notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H.
Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor C-09648
HT.01.01. TH.2003 tanggal 1 Mei 2003.

Number: 6 dated January 4, 2003 made before


the Notary Mrs. Imas Fatimah, SH. in Jakarta and
amended by the Deed Number: 42 dated April
22, 2003 made before Notary Nila Noordjasmani
Soeyasa Besar, SH. The Deed was approved by
the Minister of Justice and Human Rights of the
Republic of Indonesia by Decree No: C-09648
HT.01.01. TH.2003 dated May 1, 2003.

KFA telah melakukan program transformasi sejak


tahun 2011 dan mengubah visi perusahaan dari
jaringan ritel farmasi menjadi jaringan layanan
kesehatan yang terkemuka dan mampu memberikan
solusi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Untuk itu
selain meningkatkan pengelolaan
dan pengembangan apotek, sesuai dengan
anggaran dasarnya KFA juga mengembangkan
klinik kesehatan, mengembangkan laboratorium
klinik melalui anak perusahaan PT Kimia Farma
Diagnostika (KFD), dan mengembangkan layanan
optik serta layanan kesehatan lainnya.

KFA has carried out the transformation program


since 2011 and changed the Companys vision from
to be the retail pharmacy network to be a leading
health care service and to provide health solutions
for society in Indonesia. Therefore, in addition
to improve the management and development
of pharmacy, in accordance with its Articles of
Association, KFA was also developing clinics and
clinical laboratories through its subsidiary, PT Kimia
Farma Diagnostika (KFD), and developing optical
services and other health services.

Kegiatan Usaha

Business Activities

Pada tahun 2014, dalam menjalankan kegiatan


usaha perseroan telah mengembangkan jumlah
apotek menjadi 617 apotek, mengembangkan
jumlah klinik kesehatan menjadi 253 unit,
mengembangkan jumlah laboratorium klinik
melalui anak perusahaan KFD menjadi 40 cabang
dan mengembangkan layanan optik menjadi 11
outlet. Pengembangan usaha yang dilakukan
sepanjang tahun 2014 tersebut terus meneguhkan
perseroan sebagai pemimpin pasar ritel farmasi dan
merupakan kegiatan yang memberikan pendapatan
terbesar bagi Perseroan.

In the end of 2014, in carrying out its business


activities, KFA already developed 617 pharmacies,
developed the number of clinics to 253 clinics,
developed the number of clinical laboratories
through KFD to 40 branches, and developed optical
service to 11 outlets. The business development
carried out throughout 2014 has strengthened the
Companys position as the leader of retail pharmacy
market and at the same time, provided the largest
income for the Company.

Sumber Daya Manusia

Human Resources

KFA senantiasa melakukan pengembangan


kompetensi
SDM,
baik
pengembangan
pengetahuan maupun keterampilan melalui
pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara
inhouse dan public training sesuai kebutuhan. Di
samping itu juga dikembangkan sistem remunerasi,
jenjang karir dan suasana kerja yang kondusif.

KFA continuously developed human resource


competencies, both the improvement of knowledge
and skills through education and training programs.
The activity was carried out not only on in-house
basis, but also on public training, in accordance
with the Companys need. In addition, the Company
also developed remuneration system, career path,
and a conducive working atmosphere.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

101

102

Fasilitas dan Layanan

Facilities And Services

KFA menyediakan layanan kesehatan yang


terintegrasi meliputi pelayanan farmasi atau
apotek, klinik kesehatan, laboratorium klinik
dan optik, dengan konsep One Stop Healthcare
Solution (OSHcS) sehingga semakin memudahkan
masyarakat mendapatkan layanan kesehatan
berkualitas. Pelayanan farmasi atau apotek
menggunakan standar Good Pharmacy Practice
(GPP) yaitu standar internasional yang diterbitkan
oleh The International Pharmaceutical Federation
serta standar yang ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia tentang standar
Pelayanan Kefarmasian di apotek.

KFA provided integrated health services covering


pharmacy or pharmaceutical services, clinics,
clinical laboratories and optics, with the concept
of One Stop Healthcare Solution (OSHcS). The
concept facilitated society to obtain qualified
health care service. Pharmaceutical services were
managed referring the standard of Good Pharmacy
Practice (GPP) published by The International
Pharmaceutical Federation and the standards set by
the Ministry of Health of the Republic of Indonesia
concerning on Pharmaceutical Services standards
for Pharmacy.

Sedangkan
pelayanan
klinik
kesehatan
menggunakan standar Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia tentang Klinik dan Pelayanan
Laboratorium Klinik menggunakan standar Good
Laboratory Practice (GLP) dan prinsip-prinsip
akreditasi dari Komite Akreditasi Laboratorium
Kesehatan (KALK) Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.

The clinic services were managed referring to the


standard of Ministry of Health concerning on Clinics
and Clinical Laboratory Services in accodance with
the standard of Good Laboratory Practice (GLP) and
the principles of accreditation of Health Laboratory
Accreditation Committee (KALK) Ministry of Health
of the Republic of Indonesia.

PT Kimia Farma Diagnostika

PT Kimia Farma Diagnostika

Kepemilikan: 99.99% KFA

Ownership: 99.99% KFA

Alamat Kantor
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 385 7245
Website : http://labkimiafarma.co.id

Office Address
Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta 10710
Telepon : (+6221) 385 7245
Website : http://labkimiafarma.co.id

PT Kimia Farma Diagnostika, merupakan anak


perusahaan PT Kimia Farma Apotek dan didirikan
berdasarkan akta pendirian No. 01 tanggal
2 Desember 2008 yang dibuat di hadapan Notaris
Amsal Sulaeman, SH. di Jakarta dan telah
mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
surat keputusan No: AHU-17008.AH.01.01. tanggal
30 April 2009.

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) is a subsidiary


of PT Kimia Farma Apotek that was established by
the Deed No. 01 December 2, 2008, made before
Notary Amsal Sulaiman, SH, Notary in Jakarta and
has been approved by the Minister of Justice and
Human Rights of the Republic of Indonesia with the
Decree No. AHU-17008.AH.01.01. dated April 30,
2009.

Perseroan menyelenggarakan usaha di bidang


kesehatan melalui kegiatan usaha antara lain
pengelolaan dan pengembangan laboratorium klinik
dengan visi menjadi perusahaan jaringan layanan
laboratorium terbaik di Indonesia untuk mendukung
kehidupan yang lebih sehat. Pada tahun 2014

The Company carried out its business activities in


the field of health, through the management and
development of clinical laboratories. KFD vision was
to become the best laboratory services network in
Indonesia that support a healthier life. In 2014, KFD
has opened 5 new branches; therefore it operated

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

perseroan telah membuka 5 cabang baru sehingga


menjadi 40 cabang yang tersebar di beberapa kota
di Indonesia.

40 branches in several cities in Indonesia.

Pelayanan yang dilakukan perseroan berdasarkan


standar Good Laboratory Practice (GLP) dan
menerapkan prinsip-prinsip akreditasi dari Komite
Akreditasi
Laboratorium
Kesehatan
(KALK)
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan
didukung oleh 269 karyawan yang kompeten.

The services provided by KFD was based on the


standard of Good Laboratory Practice (GLP) and
referred to the application of accreditation principles
from Health Laboratory Accreditation Committee
(KALK) of Ministry of Health of the Republic of
Indonesia. Currently, KFD was supported by 269
competent employees.

Perseroan senantiasa melakukan pengembangan


pelayanan termasuk pengembangan pemeriksaan
untuk Polymerase Chain Reaction (PCR) HBV DNA
Kuantitatif dan pemeriksaan Kultur & Resistensi
Fully Automatic.

KFD continuously developed its services including


on the development of examination for Polymerase
Chain Reaction (PCR) DNA HBV Quantitative
and examination for Culture & Resistance Fully
Automatic.

Pelanggan perseroan meliputi pasien umum


atas permintaan sendiri, pasien rujukan (dokter,
laboratorium klinik lainnya, klinik kesehatan, rumah
sakit dan instansi atau perusahaan) serta pasien
yang berasal dari instansi dan perusahaan yang
melakukan Medical Check Up (MCU) bagi karyawan
dan calon karyawannya.

Customers of KFD included general patient at his


own request, referral patient (doctors, other clinical
laboratories, clinics, hospitals and institutions or
companies) as well as patients from institutions and
companies to have Medical Check Up (MCU) for
their employees and prospective employees.

3. PT Sinkona Indonesia Lestari

3. PT Sinkona Indonesia Lestari

Kepemilikan: 51.00%

Ownership: 51.00%

Alamat Kantor
Jl. Raya Ciater Km. 171 Subang 41281 Jawa Barat
Telepon : (+62260) 470 918
Website : http://sinkona-indonesia.com

Office Address:
Jl. Raya Ciater Km. 171 Subang 41281 Jawa Barat
Telepon : (+62260) 470 918
Website : http://sinkona-indonesia.com

PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) adalah anak


perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang
manufaktur garam Kina dan derivatnya. Didirikan
pada tanggal 25 Oktober 1986 dengan Akta Notaris
Komar Andasasmita, SH. No. 33. Pembangunan
pabrik dimulai sejak bulan Agustus 1990 dan
diresmikan pada tanggal 31 Agustus 1991 oleh
Menteri Pertanian RI dan Menteri Kesehatan RI.

PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) is the Companys


subsidiary that engaged in manufacturing activities
of Quinine salts and its derivatives. It established
on October 25, 1986 by Notarial Deed of Komar
Andasasmita, SH. Number: 33. The construction of
the plant began in August 1990 and was inaugurated
on August 31, 1991 by the Minister of Agriculture
and Minister of Health.

Pabrik SIL berlokasi di kawasan sejuk perkebunan


teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII seluas 5
hektar, beralamat di Jalan Raya Ciater Km 171
Kabupaten Subang, Jawa Barat.

The SIL plant was located in the 5 hectares tea


plantation owned by PT Perkebunan Nusantara VIII,
which located at Ciater Highway Km 171 Subang,
West Java.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

103

104

Sampai dengan bulan November 2014 saham SIL


dimiliki oleh tiga pemegang saham, yaitu Perseroan,
PTP Nusantara VIII (Persero) dan Yayasan Kartika
Eka Paksi. Sesuai keputusan RUPS pada bulan
November 2014, Yayasan Kartika Eka Paksi menarik
kembali sahamnya dan disetujuinya perubahan
komposisi kepemilikan saham. Pemegang saham
mayoritas masih tetap dimiliki oleh Perseroan
dengan bagian saham sebesar 51%. Selebihnya
dimiliki oleh PTP Nusantara VIII (Persero) dengan
bagian saham sebesar 49%.

Until November 2014, the shares of SIL was owned


by three shareholders, namely the Company, PTP
Nusantara VIII (Persero), and Kartika Eka Paksi
Foundation. According GMS held in November
2014, the Foundation Kartika Eka Paksi pulled back
its shares. The GMS approved the changes of share
ownership composition. The majority shareholder
was still the Company with the composition of 51%.
The rest of shares were owned by PTP Nusantara
VIII (Persero), which at 49%.

Hampir keseluruhan produk yang dihasilkan


dipasarkan ke luar negeri hanya sebagian kecil yang
dipasarkan di dalam negeri. Untuk dapat eksis di
pasar global kina dunia, SIL menerapkan berbagai
sistem manajemen dalam pengelolaan aktivitas
perusahaannya. Sertifikat Sistem Manajemen yang
dimiliki oleh SIL saat ini adalah SMM ISO 9001:2008,
SML ISO 14001:2004 dari badan sertifikasi PT
SGS Indonesia dan SMKP FSSC 22000:2011 dari
badan sertifikasi PT SAI Global Indonesia. Selain
itu sertifikat yang dimiliki SIL adalah Sertifikat
CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
RI, Sertifikat Halal dari MUI Jawa Barat dan Kosher
Cerficate dari London Beth Din.

Almost all products of SIL werebeing marketed


abroad. Only limited products that being marketed
to domestic. In order to maintain its existence in
quinine global market, SIL implemented various
management systems. Currently, the Company has
several certificate management System such as the
the QMS ISO 9001: 2008, EMS ISO 14001: 2004
from PT SGS Indonesia and FSMS FSSC 22000:
2011 from PT SAI Global Indonesia. In addition, the
Company also has GMP certificate from the National
Agency of Drug and Food Control, Halal Certificate
from West Java MUI, and Kosher Certificate from
London Beth Din.

Kegiatan Usaha

Business Activity

SIL mampu menghasilkan 12 (dua belas) jenis


garam Kina dan derivatnya. Untuk tahun 2014
sesuai permintaan pasar hanya diproduksi
delapan jenis garam Kina dan derivatnya, terdiri
atas: Quinine Hydrochloride, Quinine Sulphate,
Quinine Dihydrochloride, Quinine Base Anhydrous,
Quinidine Base, Quinidine Sulphate, Cinchonine
Base dan Cinchonidine Base.

SIL was able to produce 12 (twelve) types of salt


Quinine and its derivatives. In 2014, according to
market demand, SIL was only produced eight types
of salt Quinine and its derivatives, which consists
of: Quinine Hydrochloride, Quinine Sulphate,
Quinine Dihydrochloride, Anhydrous Base Quinine,
Quinidine Base, Quinidine Sulphate, Cinchonine
Base and Cinchonidine Base.

Kapasitas terpasang pabrik SIL mampu berproduksi


hingga 150 ton per tahun, namun untuk tahun 2014
hanya berproduksi sebesar 87 ton menyesuaikan
dengan volume penjualan sebesar 86,5 ton. Pangsa
pasar produk SIL sekitar 25% pasar garam kina
dunia. Produk SIL pada tahun 2014 diserap Eropa
43,4%, Asia 41,7%, Amerika 12,2%, Australia 1,9%
dan Afrika 0,8%.

The installed capacity of the SIL plant was able to


produce up to 150 tons per year. However, in 2014,
the plant only produced 87 tons, in accordance with
the sales volume of 86.5 tons. Market share of SIL
products was about 25% of the world quinine salt
market. In 2014, SIL producst was absorbed 43.4%
by Europe, Asia by 41.7%, 12.2% by America,
Australia 1.9% and Africa 0.8%.

Pada tahun 2014 telah dilaksanakan Program


Sinkona Indonesia Innovation Challenge (SIIC)
bekerja sama dengan MarkPlus. Program SIIC

In 2014, SIL has managed Sinkona Indonesia


Innovation Challenge (SIIC) program in collaboration
with MarkPlus. SIIC program was intended to gather

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

ditujukan untuk menjaring ide-ide inovasi dari


para mahasiswa dari empat perguruan tinggi di
Bandung, yaitu: ITB, UNPAD, UNJANI dan UNPAS.
Proposal yang masuk dari para mahasiswa akan
ditindaklanjuti sebagai rintisan upaya diversifikasi di
tahun 2015.

innovation ideas from students of four universities


in Bandung, namely: ITB, UNPAD, UNJANI and
UNPAS. The proposals of the students will be
followed up as a pilot efforts for diversification in
2015.

Sumber Daya Manusia

Human Resources

Pada tahun 2014 jumlah tenaga kerja di SIL berjumlah


216 pegawai yang sebagian besar mempunyai
pengalaman di bidang pengolahan garam kina dan
derivatnya. Penerapan budaya kerja perusahaan
QUININA sebagai landasan bekerja para pegawai
semakin ditingkatkan dengan upaya internalisasi
budaya perusahaan dalam berbagai bentuk kegiatan
yang melibatkan para pegawai, diantaranya perayaan
HUT SIL, lomba karya tulis, lomba inovasi supervisor,
outbound dan karya wisata pegawai.

In 2014, the SILs employees were amounted to 216


persons, which most of them have experience on
the processing of quinine salts and its derivatives.
The corporate culture QUININA was implemented
as working foundation of the employees, and was
further enhanced by corporate culture internalization
efforts in various employee engagement activities,
including SIL anniversary celebrations, writing
competition, innovation competition for supervisor,
outbound and employee trips.

Prospek Industri Kina

Prospect of Quinine Industry

Pangsa pasar kina dunia saat ini diperkirakan


sekitar 400 hingga 450 ton per tahun.

Quinine global market share is currently estimated


at about 400 to 450 tons per year.

- Dengan demand yang berkurang maka masingmasing produsen mengurangi supply/produksi,


sehingga memberikan tekanan pada skala
bisnisnya.

- As the demand decreased, each producer reduce


its supply/production, thus putting pressure on its
business scale.

- Adanya over supply dan krisis global berdampak


pula pada tertekannya harga garam kina dan
persaingan yang makin ketat, sehingga memaksa
produsen menurunkan harga jual.

- 
Quinine over supply and global crisis affected
the price of quinine salt and driven the tighter
competition, thus forced producers to reduce
selling prices.

- 
Dalam kondisi seperti ini hanya produsen yang
mampu melakukan proses produksi yang lebih
efisien dan menawarkan harga yang lebih
kompetitif, yang akan survive dan keluar dari masa
sulit.

- Under these conditions, only efficient and


competitive producers that will survive during
difficult times.

- Diperkirakan akan ada produsen yang tidak mampu


survive sehingga pada saat itu terjadi maka akan
ada pengurangan produksi yang mengakibatkan
demand lebih besar dari supply dan berdampak
pada peningkatkan harga jual kembali.

- It is estimated that some producers may not able to


survive, encouraging the decreased of production.
Demand will higher than supply, thus affecting on
the increase of sales price.

Dengan kondisi seperti itu apabila SIL mampu


bertahan dari tekanan saat ini untuk ke depannya
berpeluang menjadi produsen terbesar dan menjadi
market leader di industri dan pasar kina dunia.

Under such circumstances, SIL is hopefully able to


withstand on the pressure, therefore in the future it
have opportunity to be the largest producer and the
market leader of the global quinine market.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

105

5. Kimia Farma Averroes


Kepemilikan: 30%

Ownership: 30%

Alamat Kantor:
No 38 Jalan Bola Tampar 3/14,
Section 13, Shah Alam, 40000,
Selangor Darul Ehsan-Malaysia
Telepon : (+603) 55105633
Website : http://www.kfacares.sto.my

Office Address:
No 38 Jalan Bola Tampar 3/14,
Section 13, Shah Alam, 40000,
Selangor Darul Ehsan-Malaysia
Telepon : (+603) 55105633
Website : http://www.kfacares.sto.my

Bekerja sama dengan Averroes Pharmaceutical,


Sdn, Bhd. Perseroan mendirikan Apotek KFAverroes di Malaysia. Apotek Kimia Farma-Averroes
sudah beroperasi sejak 4 Juli 2013.

In cooperation with Averroes Pharmaceuticals, Sdn,


Bhd. The Company was establish KF-Averroes
Pharmacy in Malaysia. Kimia Farma-Averroes has
been operating since July 4, 2013.

6. PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

106

5. Kimia Farma Averroes

6. PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia

Kepemilikan: 10%

Ownership: 10%

Alamat Kantor:
Plaza Setiabudi, Gedung Setiabudi 2
Lt. 5 Suite 505-508
Jl. HR. Rasuna Said Kav 62, Jakarta 12920
Telepon : 021-5250900
Email : customerservice@inhealth.co.id
Website : http:// www.inhealth .co.id

Office Address:
Plaza Setiabudi, Gedung Setiabudi 2
Lt. 5 Suite 505-508
Jl. HR. Rasuna Said Kav 62, Jakarta 12920
Telepon : 021-5250900
Email : customerservice@inhealth.co.id
Website : http:// www.inhealth .co.id

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia memiliki usaha


di bidang asuransi dan membagi bidang usahanya
menjadi tiga bagian yaitu Asuransi Kesehatan
InHealth, Managed Care, Asuransi Kesehatan
InHealth Indemnity dan Asuransi Jiwa. Dalam
menjalankan bisnisnya, Perseroan berkerja sama
dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Asuransi
Jasa Indonesia, dan Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Kesehatan.

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia have a


business in the field of insurance and divides its
business into three parts, namely InHealth Health
Insurance, Managed Care, Health Insurance and
Life Insurance InHealth Indemnity. In conducting
its business, the Company take in cooperation with
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Asuransi Jasa
Indonesia, dan Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Kesehatan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Daftar Alamat Cabang PT Kimia Farma Trading and Distribution di 33 Provinsi di Indonesia
List of Branch Adressess of PT Kimia Farma Trading and Distribution in 33 Provinces in Indonesia
Provinsi
Provinces

Nama Cabang
Branch

Alamat Kantor
Office Address

Kota
City

Kode Pos
Postcode

Telepon
Telephone

Faksimili
Faximile

Email
Email

NANGGROE ACEH
DARUSSALAM

KFTD BANDA ACEH

Jl. Pemancar No. 11 Lamteumen Timur, Banda Aceh

Banda Aceh

23236

0651 - 7409563

0651 - 42312

kftdaceh@kftd.biz

SUMATERA UTARA

KFTD MEDAN

Jl. Sisingamangaraja Km.9 No. 59A, Medan

Medan

20218

061 - 7860468

061 - 7860191

kftdmedan@kftd.biz

KFTD PEMATANG SIANTAR

Jl. Sangnawaluh Komp.Mega Land BB/9, Pematang Siantar

Pematang Siantar

SUMATERA BARAT

KFTD PADANG

Jl. Teknologi I No. 1. Siteba, Padang

Padang

25146

0751 - 22394

0751 - 31353

kftdpadang@kftd.biz

RIAU

KFTD PEKANBARU

Jl. Sisingamangaraja No. 814, Pekanbaru

Pekanbaru

28142

0761 - 32712

0761 - 32304

kftdpekanbaru@kftd.biz

KEPULAUAN RIAU

KFTD BATAM

Jl. Jend. Sudirman, Batam Center, Batam

Batam

24931

0778 - 462435

0778 - 462161

kftdbatam@kftd.biz

JAMBI

KFTD JAMBI

Jl. Letkol Slamet Riyadi No.4, Jambi

Jambi

36121

0741 - 64750

0741 - 64790

kftdjambi@kftd.biz

SUMATERA SELATAN

KFTD PALEMBANG

Jl. Demang Lebar Daun, Palembang

Palembang

30118

0711 - 445984

0711 - 440844

kftdpalembang@kftd.biz

BANGKA BELITUNG

KFTD PANGKAL PINANG

Jl. Jend. A. Yani No. 96, Pangkal Pinang

Pangkal Pinang

33121

0717 - 424446

0717 - 422538

kftdppinang@kftd.biz

BENGKULU

KFTD BENGKULU

Jl. Bhayangkara No. 1, Sidomulyo , Bengkulu

Bengkulu

38229

0736 - 342140

0736 - 52152

kftdbengkulu@kftd.biz

LAMPUNG

KFTD BANDAR LAMPUNG

Jl. Tembesu 2 Kel. Campang Raya


Kec. Sukabumi Bandar lampung

Bandar Lampung

35122

0721 - 486883

0721 - 485816

kftdlampung@kftd.biz

DKI JAKARTA

KFTD JAKARTA 1

Komplek Majapahit Permai Blok A105 - 106 ;


Jl. Majapahit No. 18 22 Jakarta Pusat

Jakarta Pusat

10160

021 - 34833395

021 - 35833453

kftdjakarta1@kftd.biz

KFTD JAKARTA MATRAMAN

Jl. Matraman Raya No. 61, Jakarta Timur

Jakarta Timur

13150

021 - 8581992

021 - 8580221

kftdmatraman@kftd.biz

KFTD BANDUNG

Jl. Pajajaran No. 21, Bandung

Bandung

40173

022 - 4209702

022 - 4265321

kftdbandung@kftd.biz

KFTD BEKASI

Komp. Ruko Kalimas Blok C No. 12, Jl. Chairil Anwar ,


Bekasi Timur

Bekasi

17113

021 - 8807900

021 - 8807599

kftdbekasi@kftd.biz

KFTD BOGOR

Jl. Tentara Pelajar No. 2, Bogor

Bogor

16111

0251 - 8312407

0251 - 8322319

kftdbogor@kftd.biz

KFTD CIREBON

Jl. Jend. A. Yani No. 48, Pegambiran, Cirebon

Cirebon

45143

0231 - 203335

0231 - 203335

kftdcirebon@kftd.biz

KFTD TASIKMALAYA

Jl. Ir. H. Juanda (By Pass) No. 90B Tasikmalaya

Tasikmalaya

46151

0265 - 2354848

0265 - 2354909

kftdtasikmalaya@kftd.biz

KFTD SERPONG

Komp. Multiguna Blok A12, Kel. Paku Alam Kec Serpong Utara Kota, Tangerang Selatan

Banten

15310

021 - 5399239

021 - 5399238

kftdserpong@kftd.biz

KFTD SERANG

Jl. Ki Ajurum No. 28 Sempu, Banten

Serang

42117

0254 - 223955

0254 - 223785

kftdserang@kftd.biz

KFTD PEKALONGAN

Jl. Imam Bonjol No. 32 , Pekalongan

Pekalongan

51113

0285 - 422334

0285 - 425637

kftdpekalongan@kftd.biz

KFTD SEMARANG

Jl. Gedong Songo Timur No. 1 ,Semarang

Semarang

50147

024 - 7604307

024 - 7607908

kftdsemarang@kftd.biz

KFTD SURAKARTA

Jl. Adisucipto No. 70, Surakarta

Surakarta

57143

0271 - 715547

0271 - 721789

kftdsurakarta@kftd.biz

D.I. YOGYAKARTA

KFTD YOGYAKARTA

Jl. Adisucipto No. 63A, Yogyakarta

Yogyakarta

55221

0274 - 487602

0274 - 486921

kftdyogyakarta@kftd.biz

JAWA TIMUR

KFTD MADIUN

Jl. Setia Budi No. 10, Madiun

Madiun

63139

0351 - 465350

0351 - 465350

kftdmadiun@kftd.biz

KFTD MALANG

Perumh. Belimbing Indah PBI Utara 4/2 Blok A1 No. 19,


Malang

Malang

65125

0341 - 492787

0341 - 411305

kftdmalang@kftd.biz

KFTD SIDOARJO

Komp. Pergudangan Tanrise No. C/9, Desa Seruni Gedangan - Sidoarjo

Sidoarjo

61254

031 - 8910501

031 - 8910502

kftdsidoarjo@kftd.biz

KFTD SURABAYA

Jl. Jemur Sari Raya No. 41, Surabaya

Surabaya

60237

031 - 8431953

031 - 8437345

kftdsurabaya@kftd.biz

KFTD JEMBER

Jl. Dr. Subandi No. 60, Patrang - Jember

Jember

68118

0331 - 421680

0331 - 421675

kftdjember@kftd.biz

BALI

KFTD DENPASAR

Jl. Tukad Yeh Ho No. 4 , Denpasar

Denpasar

80226

0361 - 237293

0361 - 237293

kftddenpasar@kftd.biz

NUSA TENGGARA
BARAT

KFTD MATARAM

Jl. I Gst. Jelantik Gosa No. 10X , Mataram - Lombok

Mataram

83127

0370 - 624925

0370 - 624845

kftdmataram@kftd.biz

NUSA TENGGARA
TIMUR

KFTD KUPANG

Jl. Herewila No. 38, Kupang

Kupang

85118

0380 - 823356

0380 - 823355

kftdkupang@kftd.biz

KALIMANTAN BARAT

KFTD PONTIANAK

Jl. KH. Wahid Hasyim No. 188, Pontianak

Pontianak

78115

0561 - 734136

0561 - 741161

kftdpontianak@kftd.biz

KALIMANTAN TENGAH

KFTD PALANGKARAYA

Jl. Pinus No. 5, Palangkaraya

Palangkaraya

73111

0536 - 3221826

0536 - 3221826

kftdpalangkaraya@kftd.biz

KALIMANTAN SELATAN

KFTD BANJARMASIN

Jl. Veteran No. 51, Banjarmasin

Banjarmasin

70236

0511 - 3253082

0511 - 3255969

kftdbanjarmasin@kftd.biz

KALIMANTAN TIMUR

KFTD SAMARINDA

Jl. Gurami No. 16 , Samarinda

Samarinda

75115

0541 - 743516

0541 - 732771

kftdsamarinda@kftd.biz

KFTD BALIKPAPAN

Jl. Belatuk Raya No.9 Ringroad, Balikpapan

Balikpapan

76114

0542 - 878980

0542 - 878981

kftdbalikpapan@kftd.biz

SULAWESI UTARA

KFTD MANADO

Jl. Martadinata VII No. 1 , Manado

Manado

95127

0431 - 862547

0431 - 864467

kftdmanado@kftd.biz

SULAWESI BARAT/
SELATAN

KFTD MAKASSAR

Jl., Kima 15, Kav. R4/A1 - Makassar

Makassar

90241

0411 - 316907

0411 - 316658

kftdmakassar@kftd.biz

SULAWESI TENGAH

KFTD PALU

Jl. Masjid Raya No. 5 B , Palu

Palu

22912

0451 - 421065

0451 - 421134

kftdpalu@kftd.biz

SULAWESI TENGGARA

KFTD KENDARI

Jl. Sao - sao No. 241, Kendari

Kendari

93117

0401 - 3193918

0401 - 3193918

kftdkendari@kftd.biz

GORONTALO

KFTD GORONTALO

Jl. Gelatik No. 98, Gorontalo

Gorontalo

96139

0435 - 825694

0435 - 827447

kftdgorontalo@kftd.biz

MALUKU

KFTD AMBON

Jl. Mutiara No. 37, Mardika, Ambon

Ambon

97123

0911 - 341869

0911 - 310559

kftdambon@kftd.biz

MALUKU UTARA

KFTD TERNATE

Jl. Falajawa 2 Jl. Al Kasas No. 377, Ternate Selatan

Ternate

97716

0921 - 3126573

0921 - 3127947

kftdternate@kftd.biz

PAPUA BARAT

KFTD SORONG

Jl. Jend. Sudirman No. 1, Sorong

Papua Barat

99224

0951 - 326033

0951 - 325433

kftdsorong@kftd.biz

PAPUA

KFTD JAYAPURA

Jl. Raya Abepura No. 12 Entrop, Jayapura - Papua

Jayapura

99224

0967 - 523372

0967 - 537069

kftdjayapura@kftd.biz

JAWA BARAT

BANTEN

JAWA TENGAH

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

107

Daftar Alamat Cabang PT Kimia Farma Apotek & PT Kimia Farma Diagnostika
List of Branch Adressess of PT Kimia Farma Apotek and PT Kimia Farma Diagnostika

108

Unit
Unit

Keterangan
Description

Alamat Kantor
Office Address

Telepon
Telephone

Faksimili
Faximile

Email
Email

Balikpapan

Apotek Kimia Farma No. 56

Jl. Jend A. Yani SK II No.95 Gunung Sari Balikpapan 76112

0542 - 424187

0542 - 731560; 412244

bm_bpn@yahoo.com

Banda Aceh

Apotek Kimia Farma No. 37

Jl. Diponegoro No. 8 Banda Aceh 23242

0651 - 32134

0651 - 635669

kfaceh@yahoo.com

Bandar Lampung

Apotek Kimia Farma No. 131

Jl. Kartini NO.44/45 Bandar Lampung

0721 - 240291, 262991

0721 - 262991

bmlampung@yahoo.co.id

Bandung

Apotek Kimia Farma No. 10

Jl. Braga No. 2 - 4 - 6 Bandung 40111

022 - 4233185, 4216496

022 - 4203565; 4207414

bm_kfbdg@yahoo.co.id

Banjarbaru

Apotek Kimia Farma No. 111

Jl. Jend A.Yani Timur No.10 Banjarbaru Kalimantan Selatan

0511 - 4772141

0511 - 4772141

tubmbanjarbaru@gmail.com

Banjarmasin

Apotek Kimia Farma No. 61

Jl. Veteran No.51 B Banjarmasin 70232

0511 - 3250682

0511 - 3267113

bmbjm2009@gmail.com

Batam

Apotek Kimia Farma No. 269

Jl. Jend. Sudirman Batam Centre Batam

0778 - 461482, 461415, 463073

0778 - 462169

bmbatam@gmail.com

Bekasi

Apotek Kimia Farma No. 284

Jl. Siliwangi No. 86 A Rawalumbu Bekasi

021 - 82430996, 82414090

021 - 82414194

bmbekasi@yahoo.com

Bogor

Apotek Kimia Farma No. 7

Jl. Ir. H.Juanda No.30 Bogor 16122

0251 - 8363473

0251 - 8313726

bmbogor@yahoo.co.id

Cilegon

Apotek Kimia Farma Pagebangan

Jl. DI Pandjaitan, Pagebangan - Cilegon 42400

0254 - 386288

0254 - 8370637

bmcilegon@yahoo.co.id

Cimahi

Apotek Kimia Farma No. 167

Jl. Raya Tagog 515 Cimahi Tengah

022 - 6654775

022 - 6654775

bm.cimahi@gmail.com

Cirebon

Apotek Kimia Farma No. 40

Jl. Parujakan No.12 Cirebon 45118

0231 - 208954, 236 891

0231 - 208195

mbcirebon@yahoo.com

Denpasar

Apotek Kimia Farma No. 34

Jl. Diponegoro No.125 Denpasar 80114

0361 - 227522

0361 - 223433

marketkfabali@gmail.com

Depok

Apotek Kimia Farma No. 389

Jl. Nusantara Raya No. 33 Depok

021 - 7775105

021 - 777 5105

bmdepok@yahoo.co.id

Gorontalo

Apotek Kimia Farma No. 272

Jl. Botutihe No. 1 Gorontalo

0435 - 827223

0435 - 827223

bm.gtlo14@gmail.com

Gresik

Apotek Kimia Farma No. 164

Jl. R.A.Kartini No150 - 152, Gresik

031 - 3986968

031 - 3988382

BM_Gresik@yahoo.co.id

Jambi

Apotek Kimia Farma No. 208

Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1

0741 - 62307

0741 - 62307

bmjambi_kfa@yahoo.com

Jaya I

Apotek Kimia Farma No. 42

Jl. Slt. Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jakarta 12160

021 - 7220292, 7230040, 727972 78

021 - 7251495

bmjayasatu@gmail.com

Jaya II

Apotek Kimia Farma No. 48

Jl. Matraman Raya No.55 Jakarta 13140

021 - 8506208, 8581824

021 - 85916000

kfabmjaya2@yahoo.com

Jayapura

Apotek Kimia Farma Pel. No.62


RSUD Jayapura

Komp RSUD DOK - II Jl Kesehatan 80 Jayapura 99112

0967 - 523464

0967 - 523464

bmjayapura@gmail.com

Jember

Apotek Kimia Farma No. 62

Jl. Gajah Mada No.171 Jember 68131

0331 - 485424

0331 - 412104

bmjember62@gmail.com

Karawang

Apotek Kimia Farma No. 79

Jl.Dewi Sartika II No.30 Kerawang

0267 - 405748

0267 - 405748

kfabmkarawang@yahoo.com

Kendari

Apotek Kimia Farma No. 104

Jl. Moh. Hatta No. 77 Kendari 93124

0401 - 3127616

0401 - 3127616

kf_bmkendari@ymail.com

Kupang

Apotek Kimia Farma No. 135

Jl. Dr. Moh. Hatta 46 Kupang 85112

0380 - 820541

0380 - 820541

bmkpg@yahoo.co.id

Makassar

Apotek Kimia Farma No. 33

Jl. Jend. A. Yani No.17 - 19 Makassar 90174

0411 - 3620932; 320942

0411 - 3620942

bmmksr33@gmail.com

Malang

Apotek Kimia Farma No. 210

Jl. Tumenggung Suryo No. 25 Malang

0341 - 491074

0341 - 491074

malang_bm@yahoo.com

Manado

Apotek Kimia Farma No. 74

Jl. Sam Ratulangi No. 31 Manado 93117

0431 - 864012, 3412227

0431 - 850 838

kf_mdo@yahoo.com

Mataram

Apotek Kimia Farma No. 189

Jl. Sriwijaya No.295 Mataram 83121

0370 - 638464, 633 211

0370 - 638 464

matarambm@gmail.com

Medan

Apotek Kimia Farma No. 27

Jl. Palang Merah 32 Medan 20111

061 - 4576023

061 - 453 8938

kfa27@yahoo.com

Nusa Dua

Apotek Kimia Farma No. 126

Jl. By Pass Ngurah Rai No.890 Nusa Dua Bali - 80363

0361 - 773344, 778555

0361 - 774118

kfabmnusadua@yahoo.co.id

Padang

Apotek Kimia Farma Pel. No. 11


RSUP Dr. M. Jamil

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 24 Padang

0751 - 24685

0751 34360

bm_padang@yahoo.com

Palangkaraya

Apotek Kimia Farma No. 112

Jl. P. Diponegoro No.8 Palangkaraya

0536 - 3224082

0536 - 3224082

bm_pky@yahoo.com

Palembang

Apotek Kimia Farma No. 80

Jl. Kol. Atmo No. 1250 Palembang 30126

0711 - 312091, 360135

0711 - 357181

bisman_palembang@yahoo.com

Palu

Apotek Kimia Farma Pel.No. 25


RSU Undata

Jl. Dr. Suharso No.14 Palu 94111

0451 - 424 923, 459669

0451 - 459669

bmpalu@yahoo.com

Pekalongan

Apotek Kimia Farma No. 16

Jl. Imam Bonjol No. 32 Pekalongan

0285 - 4498966

0285 - 423322

bmpkl_kfa@yahoo.co.id

Pekanbaru

Apotek Kimia Farma No. 93

Jl Jend. Sudirman No. 175 Pekanbaru

0761 - 855670

0761 - 862179

kaef_pku@yahoo.com

Pontianak

Apotek Kimia Farma No. 32

Jl. Tanjung Pura No.419 Pontianak 78122

0561 - 734440, 731658

0561 - 735802

bmpontianak@yahoo.co.id

RS Jakarta

Apotek Kimia Farma


Pel. No. 1 RSCM

Jl. Diponegoro No.71 Jakarta Pusat 10310

021 - 3903958, 3909458

021 - 3903958

bm.rsjakarta.71@gmail.com

Samarinda

Apotek Kimia Farma No. 176

Jl. KH. Abul Hasan No. 53 Samarinda

0541 - 200973

0541 - 200974

bmsamarinda@yahoo.co.id

Semarang

Apotek Kimia Farma No. 18

Jl. Pemuda No.135 Semarang 50132

024 - 3518913

024 - 3561210

bmsemarang_kfa@yahoo.co.id

Sidoarjo

Apotek Kimia Farma No. 119

Perumahan Deltasari Blok AN/10 - 11 Sidoarjo

031 - 8535529

031 - 8553907

bmsidoarjo@gmail.com

Sorong

Apotek Kimia Farma No. 130

Jl. Jend. Sudirman No.1 Sorong

0951 - 321992

0951 - 329 683

kfa.sorong@gmail.com

Sukabumi

Apotek Kimia Farma No. 8

Jl. Veteran II No. 2 Sukabumi 43114

0266 - 220324, 225241, 221465

0266 - 220 324

kfa.sukabumi@gmail.com

Surabaya

Apotek Kimia Farma No. 25

Jl. Raya Darmo 2 - 4, Surabaya 60264

031 - 5633537, 5678559

031 - 5633316

kfasurabaya@gmail.com

Surakarta

Apotek Kimia Farma No. 87

Jl. Kolonel Sutarto No. 57 Solo 57123

0271 - 633 313, 651 860

0271 - 639402

kfasolo_mb@yahoo.co.id

Tangerang

Apotek Kimia Farma No. 95

Jl. Raya Serpong Sektor VII BSD Blok RP No.92 Tangerang

021 - 53153043, 5377910

021 - 53153043

kimiafarma_tgr@yahoo.com

Tanjungpinang

Apotek Kimia Farma No. 31

Jl. Bintan No. 656 - 658 Tanjung Pinang

0771 - 22879, 21091

0771 - 314075

kfa.bmtanjungpinang@gmail.com

Tasikmalaya

Apotek Kimia Farma

Jl. HZ Mustofa No. 108 Tasikmalaya 46114

0265 - 330430

0265 - 330 430

kfbmtasikmalaya@gmail.com

Ternate

Apotek Kimia Farma No. 168

Jl. Hasan Esa No. 151 Takoma, Ternate 97714

0921 - 3126399

0921 - 3126399

kf_bmternate@yahoo.co.id

Yogyakarta

Apotek Kimia Farma No.21

Jl. Malioboro No.123 Yogyakarta 55271

0274 - 514980 ; 0274 - 580098

0274 - 551722

bmjogja@gmail.com

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Analisa dan Tinjauan Manajemen atas Kinerja Perusahaan

Managements Discussion and Analysis on the Companys Performance

Kronologi Pencatatan Saham


Share Listing Chronology
Ketika menjadi perusahaan terbuka tahun 2001, jumlah
saham yang beredar adalah 5.554.000.000 dengan
komposisi terbanyak dimiliki oleh Pemerintah RI, yakni
sekitar 90,025%. Jumlah saham beredar tersebut masih
sama hingga saat ini. Pada tahun 2014 jumlah sebanyak
9,823% saham yang dimiliki publik dan 0,152% dimiliki
oleh manajemen dan karyawan.

When the Company became a public-listed company in


2001, the number of outstanding shares was 5,554,000,000.
The highest shares composition was owned by the
Government of Indonesia of which was about 90.025%.
The number of outstanding shares was still the same until
today. By 2014, 9.823% of shares was owned by the public
and 0.152% was owned by the Companys management
and employees.

Nama
dan
Alamat
Lembaga/Profesi
Penunjang Pasar Modal

Name and Address of Institution/Supporting


Capital Market Profession

1. Biro Administrasi Efek (BAE)

1. Share Registrar

Perseroan telah menetapkan PT Datindo Entrycom


sebagai Biro Administrasi Efek Perseroan.

The Company has determined PT Datindo Entrycom


as Share Registrar of the Company.

PT Datindo Entrycom
Puri Datindo Wisma Sudirman
Jl. Jend. Sudirman Kav 3435
Jakarta 10220

PT Datindo Entrycom
Puri Datindo Wisma Sudirman
Jl. Jend. Sudirman Kav 3435
Jakarta 10220

2. Kantor Akuntan Publik (KAP)

2. Public Accountant Office

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan


Perseroan yang dilaksanakan pada tanggal 26
Maret 2014 telah memutuskan menunjuk Kantor
Akuntan Publik (KAP) Hendrawinata Eddy &
Siddharta (afiliasi dari Kreston International)
register Public Accountant License Number
1212/KM.1/2011 untuk mengaudit Laporan
Keuangan Konsolidasian dan Laporan Auditor
Independen Perseroan dan Anak Perusahaan dan
Pengelolaan Pelaksanaan Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2014. Fee untuk jasa audit Tahun Buku
2014 sebesar Rp645.000.000,00. Partner yang
memeriksa adalah Florus Daeli, MM., CPA dengan
Ijin Akuntan Publik Nomor AP.0126.

Annual General Meeting of Shareholders held on


March 26, 2014 determined the appointment of
Public Accountant Office Hendrawinata Eddy &
Siddharta (affiliation from Kreston International)
registered as Public Accountant License Number
1212/KM.1/2011 to audit Consolidated Financial
Statement and Independent Auditor Statement
of the Company and its subsidiaries as well as
the management of Partnership and Environment
Development
Program
implementation that
will be complete on December 31, 2014. The
fee for audit service of 2014 Fiscal Year was
IDR645,000,000.00. The audit partner was Florus
Daeli, MM., CPA with Public Accountant License
Number AP.0126.

Kantor Akuntan Publik (KAP)


Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil
(Kreston International)
Ariobimo Sentral 3rd floor
Jl. HR Rasuna Said Blok X - 2 Kav 5
Jakarta 12950

Public Accountant Office


Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil
(Kreston International)
Ariobimo Sentral 3rd floor
Jl. HR Rasuna Said Blok X - 2 Kav 5
Jakarta 12950

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

109


Kantor Akuntan Publik
Public Accountant Office
Tahun Buku

Kantor Akuntan Publik

Fiscal Year

Biaya Jasa Audit (Rp)

Public Accountant Office

Audit Service Fee (IDR)

2014

Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil


(Kreston International)

645.000.000

2013

Hendrawinata Eddy & Siddharta


(Kreston International)

645.000.000

2012

Hendrawinata Eddy & Siddharta


(Kreston International)

600.000.000

3. Perusahaan Pemeringkat Efek

110

3. Securities Company

Perseroan telah menunjuk PT Pemeringkat Efek


Indonesia (PT Pefindo) untuk melakukan penilaian
dan pemeringkatan perusahaan pada tahun 2014
dengan hasil (AA-).

The Company has nominated PT Pemeringkat Efek


Indonesia (PT Pefindo) to conduct evaluation and
rating of Company in 2014 with the result of (AA-).

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)


Panin Tower Senayan City 17th Floor
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)


Panin Tower Senayan City 17th Floor
Jl. Asia Afrika Lot. 19, Jakarta 10270

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

111

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

112

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good


Corporate Governance/GCG) di lingkungan Perseroan
dilakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip GCG yang
berlaku di Perseroan, yaitu transparansi, akuntabilitas,
pertanggungjawaban, kemandirian, serta kesetaraan dan
kewajaran.

The Good Corporate Governance implementation


in the Company was carried out in accordance with
good corporate governance principles applicable in
the Company, namely transparency, accountability,
responsibility, independence, and equality and fairness.

Dalam menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang


Baik, Perseroan berpedoman pada sejumlah peraturan
dan perundang-undangan yang berlaku secara nasional.
Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang
Baik itu dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai
petunjuk dan rujukan praktis bagi setiap komponen di
seluruh tingkatan Perseroan. Peratuan yang dimaksud
antara lain:

In applying the principles of Good Corporate Governance,


the Company was guided by number of rules and
regulations that nationally accepted. Application of the
principles of Good Corporate Governance was intended
to be used as guidance and practical reference for each
component at all levels of the Company. The applicable
laws are, among others:

U
ndang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas

Law Number: 40 of 2007 concerning Limited Liability


Companies

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan


Usaha Milik Negara (BUMN)

Law Number: 19 of 2003 concerning State-Owned


Enterprises (SOEs)

Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-01/


MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Yang Baru (GCG) Pada BUMN

Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises


Number:
PER-01/MBU/2011
concerning
the
Implementation of the New Corporate Governance
(GCG) on SOEs

P
eraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-03/
MBU/2012 tentang Pedoman Pengangkatan Anggota
Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan
BUMN

Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises


Number: PER-03/MBU/2012 concerning Guidelines
for Appointment of Members of the Board of Directors
and Member of the Board of Commissioners of the
subsidiary of SOEs

U
 ndang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar
Modal

Law Number: 8 of 1995 concerning the Capital Market

Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-06/


MBU/2012 tentang Persyaratan dan Tata Cara
Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi
BUMN

Regulation of the Minister of State Enterprises Number:


PER-06/MBU/2012 on Requirements and Procedures
for Appointment and Termination of Directors of SOEs.

Komitmen Perseroan dalam mewujudkan prinsip-prinsip


Tata Kelola Perusahaan yang Baik ditunjukkan dengan
cara menerapkan prinsip-prinsip tersebut kepada
segenap Insan Perseroan secara terstruktur dan bertahap
sesuai dengan pelaksanaan Rencana Jangka Panjang
Perseroan (RJPP). Tujuannya adalah mengoptimalkan
proses transformasi Perseroan serta nilai-nilai dan budaya
perusahaan kepada setiap karyawan di semua tingkatan,
sehingga mampu mencapai tingkat kompetisi yang lebih
baik. Di samping itu juga untuk membangun daya saing
yang kuat baik di level nasional maupun internasional, agar

The Companys commitment to realize the principles


of Good Corporate Governance was demonstrated
by application these principles to all personnel of the
Company, structurally and gradually, to be in accordance
with the implementation of the Companys Long Term Plan
(RJPP). The objective was to optimize the transformation
process of the Company as well as the values and culture
to all employees at all levels, the better level of competition
was able to achieve. In addition, it is also applied to build a
strong competitiveness both at national and international
levels, in order to maintain the existence of the Company

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

dapat menjaga eksistensi Perseroan dan pertumbuhan


berkelanjutan.

and sustainable growth.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Perseroan


dilaksanakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai
berikut:

The application of Good Corporate Governance in the


Company was carried out referring to the following
principles:

1. Keterbukaan Informasi
Seluruh proses pengambilan keputusan di
Perseroan bersifat terbuka dan mengutamakan
keterbukaan dalam mengungkapkan informasi
material dan relevan terkait Perseroan. Dalam
proses pengambilan keputusan, manajemen
Perseroan terikat pada mekanisme sebagaimana
diatur dalam Panduan Dewan (Board Manual)
dan dalam mengungkapkan informasi material
Perseroan disampaikan melalui Corporate
Secretary.

2. Akuntabilitas
Perseroan memiliki sistem Pengelolaan Perseroan
yang mendukung terciptanya kejelasan fungsi,
pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ
Perseroan di dalam menjalankan setiap agenda
dan kegiatan Perseroan. Dengan demikian, setiap
agenda dan kegiatan yang dijalankan Perseroan
dapat terlaksana secara efektif dan bertanggung
jawab. Langkah-langkah yang dilakukan untuk
menegakkan prinsip akuntabilitas antara lain
Pelaporan Direksi kepada Dewan Komisaris
mengenai RKAP Tahunan, penyampaian Laporan
Keuangan pada Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Tahunan, pembentukan Audit
Internal dan penunjukkan Auditor Eksternal
serta pemberlakuan Pedoman Standar Perilaku
(Code of Conduct/CoC), Pedoman Benturan
Kepentingan, Pedoman Pengelolaan Gratifikasi
dan Whistle Blowing System (WBS).

3. Pertanggungjawaban
Selain prinsip akuntabilitas, Perseroan juga
memiliki
sistem
Pengelolaan
Perseroan
yang menitikberatkan pada kejelasan tugas
dan tanggung jawab setiap personel dalam
menjalankan setiap kegiatan. Dengan demikian
Insan Perseroan dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan efektif. Langkah-langkah
yang dilakukan untuk menegakkan prinsip
responsibilitas antara lain pembuatan Laporan

1. Disclosure of Information
The process of decision making within the
Company is applied openly and prioritize
transparency in disclosing material and relevant
information that related with the Company. In the
process of decision-making, the management
of the Company is bounded to the mechanism
as regulated in Board Manual. The material
information disclosure is delivered by the
Company through Corporate Secretary.

2. Accountability
The Company has management system that
supports the creation of the Companys clarity
of function, implementation and accountability of
the organs within the Company in carrying out any
agenda and activities of the Company. Thus, each
agenda and activities undertaken by the Company
can be implemented effectively and responsibly.
The steps taken to uphold the principle of
accountability among others are Reporting to the
Board of Commissioners regarding the Annual
Work Plan and Budget, Financial Report submitted
by the Annual General Meeting of Shareholders
(GMS), the establishment of Internal Audit and the
appointment of the External Auditor as well as the
implementation of Code of Conduct, Conflict of
Interest Guidelines, Guidelines for Management of
Gratification and Whistle Blowing System (WBS).

3. Responsibility
In addition to the principle of accountability,
the Company also has Corporate Management
system that emphasize on the clarity of the tasks
and responsibilities of each person in carrying
out any activity. Thus the Company personnel
can carry out their responsibilities effectively. The
steps taken to uphold the principle of responsibility
are reporting Personal Taxes (LP2P), the Report
of Gratification Acceptance, and Statement of
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

113

Pajak-Pajak Pribadi (LP2P), Laporan Penerimaan


Gratifikasi dan Laporan Benturan Kepentingan.
Selain itu, Perseroan juga mewajibkan kepada
setiap karyawan untuk patuh dan taat terhadap
aturan internal maupun peraturan perundangundangan.

4. Kemandirian
Perseroan memastikan bahwa pengelolaan
Perseroan dilaksanakan secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan pengaruh atau
tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan
prinsip penyelenggaraan korporasi yang sehat.

5. Kesetaraan dan Kewajaran


Perseroan menerapkan perlakuan yang adil dan
setara dalam memenuhi hak-hak pemangku
kepentingan lainnya. Hubungan dengan pekerja
selalu dijaga dengan memperhatikan hak dan
kewajibannya secara adil dan wajar sesuai dengan
Peraturan dan Standar Perilaku yang berlaku di
Perseroan.

114

Conflict of Interest. In addition, the Company


also requires every employee to comply with and
adhere to the internal rules and regulations.

4. Independence
The Company ensured that the management
is independently managed without any conflict
of interest and influence or pressure from any
party which does not comply with the laws and
regulation and the principle of fair corporate.

5. Equivalent and Fairness


The Company applied fair and equivalent treatment
to meet the rights of other stakeholders. Relations
with the emplotees are always maintained with
due observance to the rights and obligations
justly and fairly in accordance with the prevailing
Regulation and Code of Conduct in the Company.

Tujuan Implementasi Tata Kelola Perusahaan


yang Baik

The Aims of
Governance

Implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan


yang Baik ditujukan untuk dapat dipergunakan sebagai
pedoman bagi setiap komponen Perseroan. Oleh
karena itu, Perseroan secara penuh berkomitmen
untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip Tata Kelola
Perusahaan yang Baik untuk meningkatkan kinerja
Perseroan.

Implementation of Good Corporate Governance principles


was intended to be used as guidance for each component
within the Company. Therefore, the Company is fully
committed to implement Good Corporate Governance
principles in order to improve Companys peformance.

Tujuan Perseroan mengimplementasikan Tata Kelola


Perusahaan yang Baik adalah sebagai berikut:

The Companys aims to implement Good Corporate


Governance are as follows:

1. 
Mengoptimalkan nilai Perseroan dengan cara
meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas,
dapat dipercaya, bertanggung jawab dan adil agar
Perseroan memiliki daya saing yang kuat.

1. 
Optimizing Corporate value by improving the
principle of transparency, accountability, trustable,
responsible and fair that the Company has strong
competitiveness advantage.


2. 
Mendorong
pengelolaan
Perseroan
secara
profesional,
transparan
dan
efisien
serta
memberdayakan
fungsi
dan
meningkatkan
kemandirian Perseroan.

2. 
Encouraging the management professionally,
transparently and efficiently and empowering
the function and improving independence of the
Company.

3. 
Mendorong agar Perseroan dalam membuat
keputusan dan menjalankan tindakan senantiasa

3. Encouraging that the Company in making decision


and taking action by high moral value and compliance

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Implementing

Good

Corporate

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

dengan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan


terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku serta kesadaran akan adanya tanggung jawab
sosial Perseroan terhadap pemangku kepentingan
maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perseroan.

towards the prevailing laws and regulation and


awareness of the corporate social responsibility
towards the stakeholders or conservation of the
environment in the vicinity of the Company.

4. Menciptakan citra perusahaan yang baik.

4. To create good corporate image.

Infrastruktur Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Infrastructure of Good Corporate Governance

Organ utama Perseroan khususnya Dewan Komisaris,


Direksi dan organ pendukung lainnya dituntut untuk dapat
menjalankan aturan pada tingkat korporat yang disusun
dan ditetapkan oleh Manajemen sejumlah aturan dengan
berdasarkan pada prinsip Tata Kelola Perusahaan yang
Baik dengan penjabaran sebagai berikut:

The Companys main organs, especially the Board of


Commissioners, Directors and other supporting organs,
are required to run the rule at the corporate level that were
prepared and determined by the Management based on
Good Corporate Governance principles, with the following
elaboration:

1. 
Pemegang saham/RUPS merupakan kekuasaan
tertinggi dalam Perseroan.

1.  Shareholders/GMS are the highest authority in the


Company.

2.  Dewan Komisaris melakukan fungsi pengawasan


terhadap kebijakan Perseroan dan pemberian
nasehat kepada Direksi.

2.  The Board of Commissioners carries out monitoring


function towards the Companys policy and provides
advice to Board of Directors.


3. 
Direksi
menjalankan
kegiatan
operasional
perusahaan sesuai dengan visi dan misi Perseroan
dengan prinsip akuntabilitas dalam Tata Kelola
Perusahaan yang Baik.

3. 
The Board of Directors runs the companys
operations in accordance with the vision and mission
of the Company and the principle of accountability of
Good Corporate Governance.

Perseroan telah menerapkan sejumlah aturan yang


berkaitan dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik antara
lain:

The Company has implemented a number of rules related


with Good Corporate Governance, among others:

1.  Board Manual (Buku Panduan Dewan Komisaris dan


Direksi).

1. B
 oard Manual (Manual of the Board of Commissioners
and Board of Directors).

2. Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

2. Guidance of Good Corporate Governance (GCG).

3. Pedoman Standar Perilaku (Code of Conduct/CoC).

3. Guidance of Code of Conduct.

4. Pedoman Benturan Kepentingan (Conflict of Interest).

4. Guidelines of Conflict of Interest.

5. Pedoman Pengelolaan Gratifikasi.

5. Guidelines for the Gratification Management.

6. 
Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistle
Blowing System).

6. Guidelines on Whistle Blowing System.

7. Pedoman Tata Kelola Anak Perusahaan.

7. Guidance of Subsidiary Governance.

8. 
Pernyataan Komitmen Penerapan Pengendalian
Gratifikasi

8. Statement of Commitment
Controlling Implementation.

on

Gratification

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

115


Klasifikasi Kualitas Penerapan GCG 2014
Classification Of GCG Implementation Quality 2014
Capaian Tahun 2014
Aspek Pengujian / Indikator/
Parameter

Examination Aspect / Indicator/


Parameters

Achievement In 2014

Bobot

Skor

Penjelasan

Capaian

Description

Weights

Score

Achievement

Komitmen terhadap Penerapan Tata


Kelola Perusahaan yang Baik secara
Berkelanjutan

Commitment to Sustainable
Implementation of Good
Corporate Governance

7,00

4,83

68,95%

Cukup Baik
Good Enough

Pemegang Saham dan RUPS /


Pemilik Modal

Shareholders and GMS / Capital


Owner

9,00

7,87

87,44%

Sangat Baik
Very Good

Dewan Komisaris / Dewan


Pengawas

Board of Commissioners / Board


of Supervisory

35,00

31,05

88,71%

Sangat Baik
Very Good

Direksi

Board of Directors

35,00

32,40

92,56%

Sangat Baik
Very Good

Pengungkapan Informasi dan


Transparansi

Information Disclosure and


Transparency

9,00

6,99

77,61%

Baik
Good

Aspek Lainnya

Other Aspects

0,00

0,00

0,00%

100,00

83,12

83,12%

Baik
Good

SKOR KESELURUHAN / TOTAL SCORE


KLASIFIKASI KUALITAS PENERAPAN GCG/
CLASSIFICATION OF GCG IMPLEMENTATION QUALITY

BAIK / GOOD

116

Dasar-Dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan


yang Baik

Fundamentals of Good Corporate Governance


Implementation

Dasar-dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik


yang dijalankan di Perseroan, mengacu kepada:

Fundamentals of Good Corporate Governance that being


implemented within the Company are refering to:

1.  Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang
Penerapan Tata Kelola Perusahaan pada Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana dirubah
terakhir melalui Peraturan Menteri Negara BUMN
Nomor PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) pada BUMN.

1.  Regulation of the Minister of State-Owned Enterprises


Number: PER-01/MBU/2011 dated August 1, 2011
concerning Corporate Governance in State-Owned
Enterprises (SOEs), as amended by Regulation of
the Minister of State Enterprises Number: PER-01/
MBU/2011 concerning the Implementation of Good
Corporate Governance (GCG) in SOEs.

2.  Keputusan Sekretaris Kementerian Badan Usaha


Milik Negara Nomor SK-16/S.MBU/2012 tanggal 6
Juni 2012 tentang Indikator Parameter Penilaian Dan
Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik (GCG) pada Badan Usaha Milik Negara.

2.  Decision of the Secretary of the Ministry of StateOwned Enterprises Number SK-16/S.MBU/2012


dated June 6, 2012 concerning Assessment and
Evaluation Parameters Indicators on good Corporate
Governance (GCG) Implementation within StateOwned Enterprises.

Penilaian Penerapan Tata Kelola Perusahaan


Yang Baik

Assessment of Good Corporate Governance

Perseroan terus melakukan upaya untuk meningkatkan


kinerja Perseroan, patuh terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku dan budaya kerja I CARE.

The Company is continously make efforts to improve the


Companys performance, to comply with the prevailing
regulations and I CARE corporate culture.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance


Klasifikasi Kualitas Penerapan GCG 2103
Classification Of GCG Implementation Quality 2013
Capaian Tahun 2013
Aspek Pengujian / Indikator/
Parameter

Examination Aspect / Indicator/


Parameters

Achievement In 2013

Bobot

Skor

Penjelasan

Capaian

Description

Weights

Score

Achievement

Komitmen terhadap Penerapan Tata


Kelola Perusahaan yang Baik secara
Berkelanjutan

Commitment to Sustainable
Implementation of Good
Corporate Governance

7,00

5,88

5,88

Baik
Good

Pemegang Saham dan RUPS /


Pemilik Modal

Shareholders and GMS / Capital


Owner

9,00

7,67

7,67

Sangat Baik
Very Good

Dewan Komisaris / Dewan


Pengawas

Board of Commissioners / Board


of Supervisory

35,00

29,77

29,77

Sangat Baik
Very Good

Direksi

Board of Directors

35,00

27,85

27,85

Baik
Good

Pengungkapan Informasi dan


Transparansi

Information Disclosure and


Transparency

9,00

7,14

7,14

Baik
Good

Aspek Lainnya

Other Aspects

0,00
78,31

78,31

Baik
Good

SKOR KESELURUHAN / TOTAL SCORE


KLASIFIKASI KUALITAS PENERAPAN GCG/
CLASSIFICATION OF GCG IMPLEMENTATION QUALITY

100,00

BAIK / GOOD


Berbagai perubahan yang dilakukan Perseroan telah
berhasil menaikkan nilai pengujian penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang baik, Perseroan dari skor 78,31 pada
tahun 2013 dengan predikat baik meningkat menjadi
83,12 pada tahun 2014 dengan predikat baik.

Various changes that were undertaken by the Company


has successfully increase assessment score on Good
Corporate Governance implementation from 78.31 in
2013 with the Good predicate to 83,12 in 2014 with the
Good predicate.

Penilaian Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik


telah dilakukan di tahun 2013 oleh Tim Independen
yaitu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
Baik untuk Tahun Buku 2012. Sedangkan pengujian
atas penerapan GCG Perseroan untuk Tahun Buku 2013
dilakukan penilaian sendiri (Self Assesment) di tahun 2014
oleh Tim Internal melalui Surat Keputusan Direksi dengan
berpedoman pada metode dan prosedur berdasarkan atas
Surat Keputusan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik
Negara Nomor SK-16/S-MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012
tentang Indikator Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik Pada Badan Usaha
Milik Negara dengan 43 indikator dan 153 parameter.

Evaluation
of
Good
Corporate
Governance
implementation has been performed in 2013 by
an Independent Team, Finance and Development
Supervisory Board (BPKP), in the Fiscal Year of
2012. Evaluation of Good Corporate Governance
implementation for Fiscal Year of 2013 was carried out
through self assessment in 2014 by Internal Team based
on Decision Letter of Board of Directors. The evaluation
was guided by the method and procedure based on the
Decision Letter of Secretary of Minister of State-Owned
Enterprises dated 6 June 2012 concerning Assessment
and Evalution Indicators on Good Corporate Governance
Implementation in State-Owned Enterpises with 43
indicators and 153 parameters.

Tahun Buku 2014, penilaian penerapan Tata Kelola


Perusahaan yang Baik dilakukan oleh Tim Independen KIM
Consultant juga sesuai dengan metode dan prosedur yang
sama.

In Fiscal year of 2014, the evaluation of Good Corporate


Governance Implementation was also carried out by
KIM Consultant Independent Team based on the similar
method and procedure.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

117

118

Ringkasan Hasil Penilaian Penerapan GCG Tahun


Buku 2013 dan 2014

Summary of Assessment of Good Corporate


Governance Implementation in 2013 and 2014

Pada akhir tahun 2013, telah dilakukan beberapa penilaian


terhadap Perseroan antara lain:

In the end of 2013, the Company carried out several


assessments, as follows:

 valuasi Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) tahun


E
2013 dengan skor 296,25 dengan predikat Early Result.
Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi KPKU tahun
2014 yang sudah dilakukan pada akhir tahun 2014,
Perseroan memperoleh skor 376,75 dengan predikat
Early Improvement, meningkat 80,50 poin dibandingkan
dengan tahun lalu.

Evaluation of Excellence Performance Assessment


Criteria (KPKU) in 2013 have resulted the score of 296.25
with the predicate Early Result. Whereas according to
2014 evaluation result carried out in the end of 2014,
the Company obtained score 376.75 with the predicate
Early Improvement, increased 80.50 points compare
with the previous year.

enilaian BUMN Bersih yang dilakukan oleh Tim


P
Independen dari Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan yang ditetapkan oleh Kementerian Badan
Usaha Milik Negara, Perseroan memperoleh hasil sebagai
berikut:

 ssessment of Clean State-Owned Enterprises carried


A
out by Independent Team from Finance and Development
Supervisory Agency that being set by Ministry of StateOwned Enterprises with the following results:

Hasil Persepsi/Kuesioner dengan nilai 7,60.



Hasil Penilaian Upaya Internal/Dokumen Aplikasi
dengan nilai 7,53, dengan kategori Berkomitmen

P
 erception/ Questionnaire result with score of 7.60

Internal Efforts/Application Document result with
score 7.53 and with the category of Committed

Rapat Umum Pemegang Saham

General Meeting of Shareholders

RUPS merupakan organ Perseroan yang mempunyai


wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau
Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas dan/atau anggaran Dasar Perseroan. RUPS terdiri
atas RUPS Tahunan dan RUPS lainnya. RUPS Tahunan
wajib diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam)
bulan setelah Tahun Buku berakhir. RUPS lainnya dapat
diadakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk
kepentingan Perseroan.

General Meeting of Shareholders (GMS) is the Companys


organ that has the authority which is not granted to the
Board of Directors or Board of Commissioners in the
limit that provided in Law Number 40 of 2007 concerning
Limited Liability Company and/ or Companys Articles of
Association. GMS consists of annual General Meeting of
Shareholders and other GMS. Annual GMS must be held
not later than 6 (six) months after the termination of the
Fiscal Year. Other GMS may be carried out any time based
on the need for the interest of the Company.

Dalam forum RUPS, pemegang saham berhak memperoleh


keterangan yang berkaitan dengan Perseroan dari Direksi
dan/atau Dewan Komisaris, sepanjang berhubungan
dengan mata acara rapat dan tidak bertentangan dengan
kepentingan Perseroan.

In the forum of GMS, the shareholders shall be entitled to


obtain statement relating to the Company from the Board
of Directors and/or Board of Commissioners, as long as it
relates to the agenda of meeting and not in contrary to the
interest of the Company.

Sepanjang tahun 2014, Perseroan telah melaksanakan


RUPS sebanyak 1 (satu) kali. Kegiatan RUPS Tahunan
dilaksanakan pada 26 Maret 2014, yang disahkan oleh
Notaris Nova Faisal, S.H. M.Kn., Notaris di Jakarta,
telah menghasilkan sejumlah agenda keputusan sebagai
berikut:

Throughout 2014, the Company has carried out General


Meeting of Shareholders (GMS) 1 (one) time. The GMS
held on March 26, 2014, authorized by Notary Nova Faisal,
S.H. M.Kn., based in Jakarta, and has resulted a number
of decision agendas, as follows:

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Keputusan Agenda 1 & 2

Decision of Agenda 1 & 2

1. M
enyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun
Buku 2013 dan mengesahkan Laporan Keuangan
Perseroan (Konsolidasian) Tahun Buku 2013
sebagaimana pokok-pokoknya disampaikan oleh
Direksi mengenai keadaan dan jalannya Perseroan
Tahun Buku 2013, yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Hendrawinata, Eddy & Siddharta
(Kreston International) sesuai laporannya Nomor:
014/02/ISS/III/14 tanggal 19 Februari 2014 dengan
pendapat Laporan Keuangan Konsolidasian telah
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi Keuangan Konsolidasian PT Kimia
Farma (Persero) Tbk dan entitas anaknya tanggal 31
Desember 2013, serta kinerja keuangan dan arus kas
konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia.
2. Menyetujui Laporan Kegiatan Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku 2013 dan
mengesahkan Laporan Keuangan PKBL Tahun
Buku 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Hendrawinata, Eddy & Siddharta (Kreston
International) sesuai laporannya Nomor: 017/02/ISS/
III/14 tanggal 19 Februari 2014 dengan pendapat:
Laporan Keuangan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Kimia Farma
(Persero) Tbk tanggal 31 Desember 2013, serta
aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.

1. To approve the Companys Annual Report for Fiscal


Year of 2013 and to authorize the Companys
Financial Statements (Consolidated) Fiscal Year
of 2013 as the subjects submitted by the Board
of Directors regarding the circumstances and the
courses of the Fiscal Year of 2013, which have been
audited by Public Accounting Office Hendrawinata,
Eddy & Siddharta (Kreston International) according to
the report Number: 014/02/ISS/III/14 dated February
19, 2014 with the opinion Consolidated Financial
Statements have been presented fairly, in all material
respects, the Consolidated Financial position of PT
Kimia Farma (Persero) Tbk and its subsidiaries date
December 31, 2013, as well as consolidated financial
performance and cash flows for the year ended in
the said date were in accordance with financial
Accounting Standards in Indonesia.
2. To approve the Activity Report of the Partnership and
Environment Development Program (PKBL) for Fiscal
Year of 2013 and to authorize the Financial Statements
of PKBL for Fiscal Year of 2013, which have been
audited by Public Accounting Office Hendrawinata,
Eddy & Siddharta (Kreston International) according to
the report Number: 017/02/ISS/III/14 dated February
19, 2014 with the opinion: Financial Statements
have been presented fairly, in all material respects,
the financial position of the the Partnership and
Environment Development Program (PKBL) of PT
Kimia Farma (Persero) Tbk dated December 31, 2013,
as well as activities and cash flows for the year ended
on the said date were in accordance with Financial
Accounting Standards Entities Without Public
Accountability.
3. Provide full release and discharge fully responsibility
(volledig acquit et de charge) to the members of the
Board of Directors on the management of the Company
and members of the Board of Commissioners
on the control of the Company, including for the
management and supervision of the PKBL which has
been implemented for Financial Year of 2013, as long
as it is not a criminal acts or violates the rules and
procedures of applicable law, being recorded in the
Annual Report, Financial Statements of the Company
and PKBL Activity Report for Fiscal Year of 2013 and
not contradicted with the provisions of the legislation.

3. M
 emberikan pelunasan dan pembebasan tanggung
jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge)
kepada anggota Direksi atas tindakan pengurusan
Perseroan dan anggota Dewan Komisaris atas
tindakan pengawasan Perseroan, termasuk terhadap
pengurusan dan pengawasan atas PKBL yang telah
dijalankan selama Tahun Buku 2013, sepanjang
bukan merupakan tindakan pidana atau melanggar
ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku,
tercatat dalam Laporan Tahunan, Laporan Keuangan
Perseroan dan Laporan Kegiatan PKBL Tahun Buku
2013 serta tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

119

Keputusan Agenda 3

Decision of Agenda 3

1. M

enyetujui
penetapan
penggunaan
Laba
Bersih Perseroan Tahun Buku 2013 sebesar
Rp214.549.154.260 sebagai berikut:|
a.
Dividen
tunai
sebesar
25,00%
atau
Rp53.637.288.565 sehingga dividen per lembar
saham adalah Rp9,6574.
b.
Laba
ditahan
sebesar
75,00%
atau
Rp160.911.865.695.
2. 
Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan
untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan
dan mengatur lebih lanjut mengenai pelaksanaan
pembagian dividen sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.

1. T
 o approve the use of Companys Net Income for the
Fiscal Year of 2013 amounted to IDR214.549.154.260
as follows:
a. Cash dividend of 25.00% or IDR53.637.288.565
therefore the dividend per share was IDR9.6574.
b. Retained earnings amounted to 75.00% or

IDR160.911.865.695.
2. To authorize the Board of Directors to undertake all
necessary measures and to set dividend allotment in
accordance with the legislation.

Decision of Agenda 4
Keputusan Agenda 4

120

1. Melimpahkan kewenangan dan kuasa kepada Dewan


Komisaris Perseroan setelah terlebih dahulu mendapat
persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna
untuk menetapkan gaji/honorarium serta fasilitas dan
tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan untuk Tahun Buku 2014 serta
tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan Tahun Buku 2013 setelah dikukuhkannya
Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-04/
MBU/2014 tanggal 10 Maret 2014.

1. Delegate the authority and power to the Board of


Commissioners after prior approval of Shareholders
Series A Dwiwarna to determine the salary/honorarium
and other allowances and benefits for members of the
Board of Directors and Board of Commissioners for
the year of 2014 as well as bonuses for members of
the Board of Directors and Board of Commissioners
for the Financial Year of 2013 after the official
announcement of Regulation of the Minister of StateOwned Enterprises Number: PER-04/MBU/2014
dated March 10, 2014.

Keputusan Agenda 5

Decision of Agenda 5

1. M
 enyetujui penunjukan KAP Hendrawinata, Eddy &
Siddharta (Kreston International) untuk melaksanakan
Audit Tahun Buku 2014 yang mencakup audit Laporan
Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk Tahun Buku
2014.
2. 
Menyetujui penujukan KAP Hendrawinata, Eddy &
Siddharta (Kreston International) untuk mengaudit
penggunaan Dana Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan Tahun Buku 2014.
3. Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris
untuk menetapkan besaran imbalan jasa audit dan
persyaratan lainnya yang wajar bagi Kantor Akuntan
Publik tersebut.

1. T
o approve the appointment of KAP Hendrawinata,
Eddy & Siddharta (Kreston International) to carry out
audit for Fiscal Year of 2014 that includes an audit of
the Companys Consolidated Financial Statements for
Fiscal Year of 2014.
2. To approve the appointment of KAP Hendrawinata,
Eddy & Siddharta (Kreston International) to audit
the use of the fund of Partnership and Environment
Development Program for Fiscal Year of 2014.
3. To delegate authority to the Board of Commissioners
to determine the amount of audit fee and other
reasonable requirements for the Public Accounting
Office.

Keputusan Agenda 6

Decision of Agenda 6

Menyetujui pengukuhan pemberlakuan:

To approve inauguration of enactment:

1. P
 eraturan Menteri Negara BUMN RI Nomor PER-12/
MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang Organ

1. R
 egulation of the Minister of State Enterprises Number:
PER-12/MBU/2012 dated August 24, 2012 concerning

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas


Badan Usaha Milik Negara.
2. Peraturan Menteri Negara BUMN RI Nomor PER-03/
MBU/2012 tanggal 29 Maret 2012 tentang Pedoman
Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota Dewan
Komisaris Anak Perusahaan Badan Usaha Milik
Negara.
3. Peraturan Menteri Negara BUMN RI Nomor PER-04/
MBU/2014 tanggal 10 Maret 2014 tentang Pedoman
Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan
Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Supporting Organs of Board of Commissioners/ Board


of Supervisory of State-Owned Enterprises
2. 
Regulation of the Minister of State Enterprises
Number: PER-03/MBU/2012 dated March 29, 2012
on Guidelines for Appointment of Members of the
Board of Directors and Board of Commissioners for
State-Owned Enterprises Subsidiaries
3. 
Regulation of the Minister of State Enterprises
Number: PER-04/MBU/2014 dated March 10, 2014
on Guidance for Determination of Remuneration of
Boards of Directors, Board of Commissioners and
Supervisory Board of State-Owned Enterprises.

Keputusan Agenda 7

Decision of Agenda 7

1. M
 emberhentikan dengan hormat Sdr. Arief Budiman
sebagai Direktur Keuangan Perseroan, efektif
terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan ini dengan mengucapkan terima
kasih atas segala sumbangan tenaga dan pikirannya
selama memangku jabatannya.
2. 
Mengangkat Sdri. Farida Astuti sebagai Direktur
Keuangan Perseroan, dengan masa jabatan terhitung
sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan ini dan berakhir pada penutupan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan ke 5 (lima) atau
penutupan Rapat Umum Pemegang Saham yang
akan diadakan pada tahun 2019, dengan tidak
mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham
untuk memberhentikan sewaktu-waktu sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Sehingga Susunan Direksi Perseroan:
Direktur Utama
: Rusdi Rosman
Direktur Keuangan : Farida Astuti
Direktur
: Jisman Siagian
Direktur
: M. Wahyuli Syafari
Direktur
: Pujianto
3. 
Memberi kuasa kepada Direksi Perseroan dengan
hak substitusi untuk menyatakan keputusan rapat
ini di hadapan Notaris dan melakukan segala
hal yang dianggap perlu sehubungan dengan
perubahan susunan pengurus tersebut di atas,
dan memberitahukan perubahan data Perseroan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asas Manusia
Republik Indonesia, termasuk mengurus perijinan dari
instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.

1. T
 o honorably dismissed Mr. Arief Budiman as Finance
Director, as effective since the closing of the General
Meeting of Shareholders and appreciate all supporting
efforts and thought during his serving.

2. T
 o appoint Mrs. Farida Astuti as Finance Director, with
the period of position since the closing of the Annual
General Meeting of Shareholders to the closing of the
General Meeting of Shareholders in the 5th GMS ot
or the closing of the General Meeting of Shareholders
to be held in 2019, without prejudice to the rights of
General Meeting of Shareholders to dismiss at any
time in accordance with applicable regulations.

Thereby the composition of Board of Directors are::


President Director : Rusdi Rosman
Finance Director : Farida Astuti
Director
: Jisman Siagian
Director
: M. Wahyuli Syafari
Director
: Pujianto
3. To authorize the Board of Directors with the right of
substitution to declare the decision of this meeting in
the presence of a Notary and conduct all necessary
matetrs in connection with above changes in the
management structure, and notify the Companys data
changes to the Minister of Justice and Human Rights
of the Republic of Indonesia, including to administrate
licensing from the competent authority in accordance
with applicable legislation.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

121

122

Tata Cara Pembayaran Dividen Tunai Tahun Buku


2013

Procedure of Cash Dividend Payment Fiscal Year of


2013

 ividen tunai akan dibagikan kepada Pemegang Saham


D
yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham
Perseroan (recording date) pada tanggal 23 April 2014
dan/atau pemilik saham Perseroan pada Sub Rekening
Efek di PT Kustodian Sentral efek Indonesia (KSEI) pada
penutupan perdagangan pada tanggal 23 April 2014.

The cash dividend will be distributed to shareholders


whose names are registered in the Register of Shareholders
(recording date) on April 23, 2014 and/or shareholders of
the Company on the Sub Account in the Central Depository
Effects Indonesia (KSEI) at the close of trading on the date
of April 23, 2014.

agi Pemegang Saham yang sahamnya dimasukkan


B
dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai
akan dilaksanakan melalui KSEI dan akan didistribusikan
ke dalam rekening efek Perusahaan Efek dan/atau Bank
Kustodian pada tanggal 8 Mei 2014. Bukti pembayaran
dividen tunai akan disampaikan oleh KSEI kepada
Pemegang Saham melalui Perusahaan Efek atau
Bank Kustodian di mana Pemegang Saham membuka
rekeningnya.

he shareholders whose shares are registered in KSEI


T
collective custody will have payment of cash dividends
through KSEI and will be distributed to the securities
account of the Securities Company and/or the Custodian
Bank on May 8, 2014. Evidence of payment of cash
dividends will be delivered by KSEI to the Shareholders
through Securities Company or Custodian Bank where the
shareholders opened his account.

Sedangkan bagi Pemegang Saham yang sahamnya


tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI maka
pembayaran dividen tunai akan ditransfer ke rekening
Pemegang Saham.

On the other hand, as the shareholders whose shares


are not registered in KSEI collective custody,, the cash
dividend payment will be transferred to the account of the
Shareholders.

 ividen tunai tersebut akan dikenakan pajak sesuai dengan


D
peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
Jumlah pajak yang dikenakan akan menjadi tanggungan
Pemegang Saham yang bersangkutan serta dipotong dari
jumlah dividen tunai yang menjadi hak Pemegang Saham
yang bersangkutan.

 ash dividends will be taxed in accordance with the


C
applicable laws and regulations tax. The amount of tax
charged will be borne by the Shareholders are concerned
and deducted from the amount of cash dividends that
belong to the respective shareholders.

 agi Pemegang Saham yang merupakan Wajib Pajak


B
Dalam Negeri yang berbetuk badan hukum yang belum
mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diminta
menyampaikan NPWP kepada KSEI atau Biro Administrasi
Efek PT Datindo Entrycom dengan alamat Puri DatindoWisma Sudirman, Jl. Jend. Sudirman Kav 34, Jakarta
10220 paling lambat pada tanggal 23 April 2014 pada
Pukul 16.00 WIB, tanpa pencantuman NPWP, dividen tunai
yang dibayarkan kepada Badan Hukum Indonesia akan
dikenakan PPh sebesar 30%.

he shareholders who are registered as legal entity


T
Domestic Taxpayers who has not included a Taxpayer
Identification Number (TIN) required to submit to KSEI or
the Registrar PT Datindo Entrycom Puri Datindo-Wisma
Sudirman, Jl. Jend. Sudirman Kav 34, Jakarta 10220
no later than on April 23, 2014 at 16.00 pm, without the
inclusion of TIN, cash dividends paid to the Indonesian
legal entity will be subject to income tax by 30%.

 agi Pemegang Saham yang merupakan Wajib Pajak Luar


B
Negeri yang pemotongan pajaknya akan menggunakan
tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak
Berganda (P3B) wajib memenuhi persyaratan pasal 26
Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36 tahun 2008
serta menyampaikan form DGT-1 dan DGT-2 yang telah

hareholders who are Foreign Taxpayers whose tax


S
deduction will be based on the rates of Double Taxation
Avoidance Agreement (P3B) shall meet the requirements
of article 26 of the Income Tax Act Number: 36 in 2008 and
submit the form DGT DGT-1 and-2 that has been legalized
Tax Office for Listed Companies to KSEI or the Registrar
no later than on 30 April 2014 (5 trading days prior to the

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance


Dividen Tunai Tahun Buku 2013
Cash Dividend Fiscal Year of 2013
Keterangan

Tanggal

Description

Date

Dividen Tunai Tahun Buku 2013 sebesar Rp9,6574 (sembilan rupiah koma enam lima tujuh empat) per saham
Cash Dividend Fiscal Year of 2013 amounted to IDR9,6574 (nine rupiah point six five seven four) each share
Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen)
End of Period of Shares Trade with Dividend Rights (Cum Dividend)
Pasar Reguler dan Negosiasi / Regular and Negotiation Market
Pasar Tunai / Cash Market

April 17, 2014


April 23, 2014

Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (ex Dividen)


Early Period of Share Trade without Dividend Rights (ex Dividend)
Pasar Reguler dan Negosiasi / Regular and Negotiation Market
Pasar Tunai / Cash Market

April 21, 2014


April 24, 2014

Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak Dividen (Recording Date)


Register Date for Shareholders with Dividend Rights (Recording Date)

April 23, 2014

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Tahun Buku 2013


Date of Cash Dividend Payment for Fiscal Year of 2013

May 8, 2014

Tanggal Distribusi Bukti Pemotongan Pajak Dividen


Date of Distribution of Dividend Tax Deduction Evidence

May 22, 2014


dilegalisasi Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk
Bursa kepada KSEI atau BAE paling lambat pada tanggal
30 April 2014 (5 hari bursa sebelum tanggal pembayaran),
tanpa adanya dokumen dimaksud, dividen tunai yang
dibayarkan akan dikenakan PPh pasal 26 sebesar 20%.
 agi Pemegang Saham yang sahamnya dalam penitipan
B
kolektif KSEI, bukti pemotongan pajak dividen dapat
diambil di Perusahaan Efek dan/atau Bank Kustodian
di mana Pemegang Saham membuka rekening efeknya
dan bagi Pemegang Saham warkat diambil di BAE mulai
tanggal 22 Mei 2014.

date of payment), in the absence of such documents, cash


dividends paid will be subject to income tax article 26 by
20%.

hareholders whose shares are in KSEI collective


S
custody, evidence of dividend tax deduction can be
taken in a Securities Company and/or Custodian Bank
where Shareholders open securities account and scrip
Shareholders taken at BAE starting on May 22, 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

123

Dewan Komisaris

Board Of Commissioners

Dewan Komisaris bertanggung jawab penuh atas


pengawasan Perseroan. Dalam melaksanakan tugasnya,
Dewan Komisaris harus mematuhi anggaran Dasar
Perseroan dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian,
akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran.

The Board of Commissioners are fully responsible for the


supervision of the Company. In carrying out its duties, the
Board of Commissioners shall comply with the Articles of
Association of the Company and the provisions of laws and
regulations as well as carry out mandatory principles of
professionalism, efficiency, transparency, independence,
accountability, responsibility and fairness.

Dalam rangka membantu meningkatkan efektivitas


pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit dan Komite
GCG. Pelaksanaan tugas masing-masing Komite tersebut
telah dituangkan dalam Pedoman/Piagam Komite Audit
dan Pedoman/Piagam Komite GCG.

In order to help improve implementation effectiveness


of supervision function conducted by the Board of
Commissioners, assisted by the Audit Committee and
GCG Committee. Performance of tasks of each Committee
has been contained in the Guidelines/Charter of Audit
Committee and Guidelines/ Charter of GCG.

Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris

Task and Authority of Board of Commissioners

Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan


terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan
pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha
Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan
nasehat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap
pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan (RJPP),
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) serta
ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) dan peraturan perundangundangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan
sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

Board of Commissioners is in charge of supervising the


management policy, the general management operation,
either within the Company or business activities that
performed by the Board of Directors, as well as gives
advice to the Board of Directors including supervision
towards the implementation of Long-Term Plan of the
Company, Companys Action Plan and Budget (APB) and
provisions on the Articles of Association and Resolution of
General Meeting of Shareholders and prevailing laws and
regulation, for the Companys interests and in accordance
with the purposes and aims of the Company.

Selain itu, Dewan Komisaris memiliki kewenangan sebagai


berikut:

In addition, the Board of Commissioners also has the


following authority:

 Memeriksa buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan
verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa
Kekayaan Perseroan.
 Memasuki pekarangan, gedung dan kantor yang
dipergunakan oleh Perseroan.
 Meminta penjelasan Direksi dan/atau pejabat lainnya
mengenai segala persoalan yang menyangkut
pengelolaan Perseroan.
 Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah
dan akan dijalankan oleh Direksi.
 Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah
Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri
Rapat Dewan Komisaris.

Examine the books, papers, and other documents,


examine cash for verification purposes and other
securities and examine the Companys wealth

 Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Dewan


Komisaris.

124

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Enter the yard, buildings and offices used by the


Company
Ask for an explanation of Directors and/or other officials
on all issues related to the management of the Company
Know all the policies and actions that have been and will
be run by a Board of Directors.
Ask for the Board of Directors and/or other officials under
the Board of Directors with the knowledge of the Board
of Directors to attend the the Board of Commissioners
meeting
To appoint and dismiss the Secretary of the Board of
Commissioners

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

 Memberhentikan sementara anggota Direksi sesuai


dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
 Membentuk komite-komite lain selain Komite Audit, jika
dianggap perlu dengan memperhatikan kemampuan
Perseroan.
 Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam
keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
 Menghadiri Rapat Direksi dan memberikan pandanganpandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan.
 Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya
sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau
Keputusan RUPS.

To dismiss members of the Board of Directors in


accordance with the Articles of Association of the
Company
Establish other committees in addition to the Audit
Committee, if deemed it is necessary by taking into
account the ability of the Company
Perform the management of the Company in certain
circumstances for a certain period of time in accordance
with the Articles of Association of the Company
Attend meeting of the Board of Directors and provide
insights into matters discussed
Carry out other supervisory authorities to the extent
not contrary to the laws, statutes and/or decisions of
Shareholders.

Hubungan Tugas Komisaris dengan Komite Audit

Relation of Commissioners Duties with Audit


Committee

Komite Audit, yang dipimpin oleh Komisaris Independen,


bertugas membantu Dewan Komisaris dalam melakukan
fungsi pengawasan atas kinerja Perseroan. Hal tersebut
terutama berkaitan dengan review Sistem Pengendalian
Intern Perseroan, memastikan kualitas laporan keuangan,
dan meningkatkan efektivitas fungsi audit.

The Audit Committee, which is chaired by an Independent


Commissioner, responsible for assisting the Board of
Commissioners in carrying out supervisory function over
the Companys performance. It is primarily concerned with
the review of the Companys Internal Control System, to
ensure quality of financial reporting and to improve the
effectiveness of the audit function.

Laporan keuangan merupakan produk dari manajemen


yang kemudian diverifikasi oleh auditor eksternal. Dalam
pola hubungan tersebut, dapat dikatakan bahwa Komite
Audit berfungsi sebagai jembatan penghubung antara
Perseroan dengan auditor eksternal. Komite Audit juga aktif
menanggapi kebijakan-kebijakan Direksi dan berpartisipasi
aktif memberikan masukan dan tanggapan pada setiap
diskusi, rapat dan pertemuan Dewan Komisaris.

The financial report is a product of the management which


is verified by an external auditor. In this kind of relationship,
it can be said that the Audit Committee serves as liaison
between the Company and the external auditors. The Audit
Committee is also actively responding to the policies of
the Board of Directors and actively participate in providing
input and feedback on any discussions, meetings and
meetings of the Board of Commissioners.

Hubungan Tugas Komisaris dengan Komite GCG

Relation of Commissioners Duties with GCG


Committee

Komite GCG, yang dipimpin oleh Komisaris Independen,


bertugas membantu Dewan Komisaris dalam memberikan
pendapat profesional dan independen terhadap hal-hal
yang berhubungan dengan GCG, termasuk di dalamnya
hal-hal yang berhubungan dengan dengan GCG, termasuk
di dalamnya hal-hal yang berhubungan dengan Nominasi
dan Remunerasi serta Pengembangan Usaha. Komite
GCG juga bertugas melakukan penelaahan tingkat
kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan GCG serta
berpartisipasi aktif untuk memberikan masukan dan

GCG Committee, chaired by Independent Commissioner


is in charge of helping the Board of Commissioners give
professional and independent opinions towards the
matters relating to GCG, including any matters relating
to the Nomination and Remuneration and Business
Development. GCG Committee is also in charge of review
the Companys compliance level Company towards
the laws and regulation relating to GCG, and actively
participate in giving input and response to any discussion,
and meeting of the Board of Commissioners. The task of
GCG Committee is interrelated to the analysis towards

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

125

126

tanggapan pada setiap diskusi, rapat, dan pertemuan


Dewan Komisaris. Tugas Komite GCG juga erat kaitannya
dengan penelaahan terhadap risiko yang dihadapi
Perseroan, dan juga ketaatan terhadap peraturan.

risks encountered by the Company, and also compliance


to the regulation.

Komite Nominasi dan Remunerasi

Nomination and Remuneration Committee

Dewan Komisaris tidak membentuk Komite Nominasi dan


Remunerasi namun tugas dan fungsinya dilaksanakan oleh
Komite GCG.

Board of Commissioners did not established the


Nomination and Remuneration Committee, as its duties
and functions has been performed by the GCG Committee

Komite Pemantau Manajemen Risiko

Risk Management Monitoring Committee

Dewan Komisaris tidak membentuk Komite Pemantau


Manajemen Risiko namun tugas dan fungsinya
dilaksanakan oleh Komite GCG.

Board of Commissioners did not established the Risk


Management Monitoring Committee, as its duties and
functions has been performed by the GCG Committee

Remunerasi Dewan Komisaris

Remuneration of Board of Commissioners

Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER07/MBU/2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan
Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
BUMN RI Nomor: PER-04/MBU/2014 tanggal 10 Maret
2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,
Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN bahwa
Komisaris Utama mendapatkan Honorarium sebesar
45% dari Gaji Direktur Utama dan Anggota Komisaris
mendapatkan mendapatkan Gaji/Honorarium sebesar
90% dari Honorarium Komisaris Utama serta masingmasing Komisaris mendapatkan Tunjangan dan Fasilitas
Lainnya.

In accordance with the Regulation of Minister of SOEs


Number PER-07/MBU/2010 concerning Guidelines on
Determination of Income of the Board of Directors, Board
of Commissioners and Supervisory Board of SOEs as
amended by Regulation of Minister of SOEs Number:
PER-04/MBU/2014 dated March 10, 2014 concerning
Guidelines on Determination of Income of the Board of
Directors, Board of Commissioners and Supervisory Board
of SOEs, the the President Commissioners earned Salary/
Honorarium of 45% from the Salary of President Director
and members of Board of Commissioners earned 90%
from the Honorarium of President Commissioners and
each Board of Commissioners to get Allowance and other
Facilities.

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor KEP-04/


KOM-KF/IV/2014 tanggal 1 April 2014, Gaji/Honorarium
yang diterima setiap bulan oleh Komisaris Utama adalah
sebesar Rp33.750.000 per bulan dan Komisaris adalah
sebesar Rp30.375.000 per bulan serta masing-masing
mendapatkan Tunjangan dan Fasilitas Lainnya.

According to Decision of Board of Commissioners Number:


KEP-04/KOM-KF/IV/2014 dated April 1, 2014, the Salary/
Honorarium earned by the President Commissioner
was IDR33.750.000 and Board of Commissioners
IDR30.375.000 and each of them got Allowance and other
Facilities.

Rapat Dewan Komisaris

The Board of Commissioners Meeting

Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan sekurangkurangnya setiap bulan sekali atau setiap waktu bilamana
dianggap perlu oleh Komisaris Utama atau oleh 1/3 dari
jumlah anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan
tertulis dari rapat Direksi atau atas permintaan sedikitnya

The Board of Commissioners Meeting is held at least


every month or at any time as deemed necessary by the
President Commissioner or by 1/3 of the total number of
members of the Board of Commissioners or upon a written
request from the Board of Directors Meeting or upon a

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance


Daftar Hadir Rapat Dewan Komisaris Tahun 2014
Attendance List of Meeting of Board of Commissioners of 2014
Nama

Jabatan

Name

Kehadiran

Position

Attendance

Supriyantoro

Komisaris Utama

President Commissioner

11 / 13

Dewi Fortuna Anwar

Komisaris

Commissioner

10 / 13

Wahono Sumaryono

Komisaris

Commissioner

13 / 13

Farid Wadjdi Husain

Komisaris Independen

Independent Comissioner

11 / 13

Basuki Ranto

Komisaris Independen

Independent Comissioner

12 / 13

Catatan: Dalam rangka pelaksanaan GCG, Komisaris yang berhalangan hadir dalam

rapat karena melaksanakan tugas penting lain yang bersamaan waktunya diwakili oleh
Komisaris lainnya yang mendapat pelimpahan wewenang tugas serta memiliki suara
yang sah.

Notes: In the implementation of GCG, the Board of Commissioners who is absent due
to other important tasks may be represented by other Board of Commissioners who has
been authorized the delegation of duty and has valid voting.

1/10 bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak suara


yang sah. Sepanjang tahun 2014, Dewan Komisaris telah
melaksanakan rapat Dewan Komisaris sebanyak 13 kali.

request of 1/10 of the total number of shares with a lawful


right to vote. In 2014, the Board of Commissioners held 13
Board of Commissioners Meetings.

Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi

Board of Commissioners and Board of Directors


Meeting

Dewan Komisaris setiap saat dapat melakukan rapat


dengan Direksi dengan agenda utama adalah pembahasan
kinerja Perseroan atau hal lain yang diperlukan sehubungan
dengan rencana-rencana kegiatan yang memerlukan
persetujuan Dewan Komisaris.

The Board of Commissioners may hold at any time a


meeting with the Board of Directors with the main agenda
of discussing the Companys performance or other matters
required in association with activity plans which require the
Board of Commissioners approval.

Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi merupakan rapat


yang diselenggarakan oleh Dewan Komisaris dan Direksi,
sekurang-kurangnya setiap sebulan sekali atau bilamana
dianggap perlu. Rapat tersebut diselenggarakan sebagai
bentuk koordinasi dalam rangka membahas laporanlaporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan,
catatan dan nasehat yang dituangkan dalam risalah rapat.

The Board of CommissionersBoard of Directors Meeting


refers to a meeting held by the Board of Commissioners
and the Board of Directors, at least once in a month or
as deemed necessary. The meeting is held as a form of
coordination to discuss the Board of Directors periodical
reports and to provide responses, notes and advices
stipulated in the minutes of meeting.

Risalah rapat ditandatangani oleh seluruh Dewan Komisaris


dan Direksi yang hadir dalam rapat dan didistribusikan
kepada seluruh Dewan Komisaris dan Direksi. Rapat
Dewan Komisaris dengan Direksi dapat juga terselenggara
atas inisiatif Direksi, bilamana Direksi menganggap ada
hal-hal yang perlu segera mendapatkan tanggapan atau
pun persetujuan Dewan Komisaris. Sepanjang tahun 2014,
rapat Dewan Komisaris dengan DIreksi telah dilaksanakan
sebanyak 13 kali.

Minutes of meeting is signed by all Commissioners and


Directors present in the meeting and distributed to all
members of the Board of Commissioners and of the Board
of Directors. The Board of Commissioners and Board
of Directors Meeting may also be held at the Board of
Directors initiative, if the Directors deem there are some
matters which need to receive immediate response or
approval from the Board of Commissioners. During 2014,
Joint Meetings were held 13 times.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

127


Daftar Hadir Rapat Dewan Komisaris Dengan Direksi Tahun 2014
Attendance List of Meeting of Board of Commissioners & Board of Directors of 2014
Nama

Jabatan

Name

Position

Kehadiran
Attendance

Supriyantoro

Komisaris Utama

President Commissioner

10 / 13

Dewi Fortuna Anwar

Komisaris

Commissioner

11 / 13

Wahono Sumaryono

Komisaris

Commissioner

13 / 13

Farid Wadjdi Husain

Komisaris Independen

Independent Comissioner

11 / 13

Basuki Ranto

Komisaris Independen

Independent Comissioner

12 / 13

Rusdi Rosman

Direktur Utama

President Director

3/3

Arief Budiman

Direktur Keuangan

Finance Director

3/3

Jisman Siagian

Direktur Operasi &


Supply Chain

Operation & Supply Chain


Director

3/3

M. Wahyuli Syafari

Direktur Riset &


Pengembangan Bisnis

Research & Business


Development Director

3/3

Pujianto

Direktur Umum & Human


Capital

General Affairs & Human


Capital Director

3/3

Rusdi Rosman

Direktur Utama

President Director

9 / 10

Farida Astuti

Direktur Keuangan

Finance Director

10 / 10

Jisman Siagian

Direktur Produksi &


Supply Chain

Production & Supply


Chain Director

9 / 10

M. Wahyuli Syafari

Direktur Pengembangan
Bisnis

Business Development
Director

9 / 10

Pujianto

Direktur Umum & Human


Capital

General Affairs & Human


Capital Director

Januari-Maret 2014

April Desember 2014

128

10 / 10

Catatan: *) RUPS

Tahunan Tahun Buku 2013 tanggal 26 Maret 2014 memutuskan


pergantian Direktur Keuangan dari Bapak Arif Budiman menjadi Ibu Farida Astuti.

Note:*) Annual General Meeting of Fiscal Year of 2013 dated March 26, 2014 decided to
substitute the Director of Finance Mr. Arif Budiman with Mrs. Farida Astuti

Komisaris Independen

Independent Commissioner

Anggota Komisaris Independen Perseroan pada saat


Laporan Tahunan ini dibuat terdiri dari 2 (dua) orang dari
keseluruhan anggota Dewan Komisaris Perseroan yang
berjumlah 5 (lima) orang. Masa jabatan anggota Komisaris
Independen Perseroan akan berakhir pada RUPS Tahunan
Perseroan tahun 2018 tanpa mengurangi hak pemegang
saham untuk memberhentikan sewaktu-waktu sebelum
masa jabatan berakhir.

At the time of the Annual Report was prepared, the


Companys Independent Commissioner consisted of two
(2) persons out of a total of five (5) Board of Commissioners
members. Term of office of Independent Commissioners
shall expire in the GMS Year 2018 without prejudice to the
right of shareholders to terminate at any time before the
term ended.

Independensi

Independence

Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki


hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham
dan atau hubungan dengan anggota Dewan Komisaris
lainnya dan atau dengan Pemegang Saham atau hubungan
lainnya dengan Perseroan yang dapat mempengaruhi
independensi Dewan Komisaris.

All members of Board of Commissioners have no


financial, administrative, share ownership, and/or
others relationships with other members of the Board of
Commissioners and or with the Shareholders or other
relationship with the Company that may influence his/her
ability to act independently.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Direksi

Board of Directors

Direksi bertanggung jawab sepenuhnya atas pengurusan


Perseroan sesuai kepentingan dan tujuan Perseroan,
serta mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan.
Pengangkatan dan pemberhentian Direksi merupakan
wewenang RUPS sebagaimana diatur dalam anggaran
Dasar Perseroan.

The Board of Directors is fully responsible for performing its


tasks for the Companys interest in achieving its purpose
and objective as well as to represent the Company inside
and outside of Court. The appointment and dismissal of
the Board of Directors is authorized GMS as set out in the
Companys Articles of Association

Tugas dan Wewenang Direksi

Task And Authority of Board of Directors

Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan


tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai
maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib
dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan
tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundangundangan yang berlaku dan anggaran Dasar Perseroan.

The Board of Directors is fully responsible for performing


its tasks for the Companys interest in achieving its
purpose and objective. Every member of the Board of
Directors shall perform his (her) tasks in good faith and full
of responsibility in observance of the applicable law and
regulation and the Companys Articles of Association.

Sesuai dengan surat Keputusan Direksi Perseroan Nomor


KEP.66A/HUK/XI/2014 tanggal 10 November 2014 tentang
Ruang Lingkup Tanggung Jawab Direksi Perseroan,
Direksi Perseroan memiliki tugas dan tanggung jawab
sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing
Direksi sebagai berikut:

In accordance with the Decision Letter of Board of Directors


Number KEP.66A/HUK/XI/2014 by date November 10,
2014 concerning the Scope of Responsibility of Board of
Directors, the Board of Directors has duty and responsibility
in accordance with function and authority of the respective
Board of Directors as follows:

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

129

A. Direktur Utama
Bertanggung jawab mengendalikan operasional
Perseroan secara umum untuk memastikan
tercapainya tujuan Perseroan sesuai dengan
prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
(Good Corporate Governance/GCG);
Bertanggung jawab dalam koordinasi anggota
Direksi sehubungan dengan pengurusan Perseroan;

To assume responsibility to control operation


of the Company in general to ensure the
achievement of the Company in accordance with
the principles of Good Corporate Governance;

Bertanggung jawab dalam koordinasi dan sinergi


antar-rantai bisnis Perseroan dan memantau
jalannya operasi Anak Perusahaan;
Memantau jalannya pengawasan oleh Satuan
Pengawas Intern, Manajemen Risiko dan
Kepatuhan;
Merancang strategi korporasi sesuai dengan visi
dan misi Perseroan untuk meningkatkan kinerja dan
nilai Perseroan;
Mengarahkan
dan
mengendalikan
operasi
Perseroan sejalan dengan rencana dan kebijakan
yang ada untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan
profit;
Menetapkan kebijakan dalam kerangka penguatan
pondasi bisnis organisasi Perseroan;
 Menetapkan program Good Corporate Governance;

To assume responsibility to coordinate with the


members of Board of Directors in relation to the
management of Company;
To assume responsibility in coordination and
synergy inter-business chain of the Company
and monitor the operation of subsidiary;
To monitor the operation of supervision by Internal
Control, Risk Management and Compliance;

Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang


Saham;
Terlaksananya
realisasi
investasi
untuk
kelangsungan operasional Perseroan;
Menyarankan dan menetapkan target yang
dituangkan ke dalam RKAP dan RJPP;

Melakukan
pembinaan,
pengendalian,
dan
pengembangan Human Capital Perseroan di
Direktorat Utama;
Tugas pokok lain sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan dan peraturan yang berlaku.

B. Direktur Keuangan
Memimpin,
mengurus
dan
mengendalikan
operasional
Direktorat
Keuangan
untuk
memastikan tercapainya tujuan Perseroan sesuai
dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
yang Baik (Good Corporate Governance/GCG);
Bertanggung jawab terhadap tercapainya laporan
keuangan sesuai dengan peraturan yang telah
ditetapkan;
Bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran
130

A. President Director

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

To create corporate strategy with the vision and


mission of the Company to improve performance
and Corporate value;
To direct and control the operation of Company
in line with the existing plan and policy to attain
the aims of growth and profit;
To stipulate policy in the framework of intensifying
organization business foundation of the Company
To stipulate program of Good Corporate
Governance;
To hold General Meeting of Shareholders;
To implement the realization of investment for the
continuity of Companys operation;
To suggest and determine target as contained
in Annual Corporate Budgeting Planning and
Corporate Long Term Plan;
To conduct development, control, and
development of Human Capital of the Company
at Main Directorate;
To carry out other main duties in accordance with
the Companys Articles of Association and the
prevailing regulations.

B. Finance Director

To lead, manage and control operation of the


Finance Directorate to ensure the achievement
of aims of the Company in accordance with the
principles of Good Corporate Governance;

To assume responsibility to the availability of


achieving financial statement with the given
regulation;
To assume full responsibility for the authenticity

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

dan ketepatan penyajian laporan keuangan


Perseroan;
 Bertanggung jawab terhadap cash flow Perseroan;

Bertanggung jawab terhadap pengendalian


keuangan yang efisien dan efektif sesuai dengan
rencana;
 Tersusunnya RKAP Tahunan, Laporan Tahunan
Perseroan dan RJPP;

Melakukan analisis atas perkembangan ekonomi


termasuk pasar uang dan pasar modal;
Bertanggung jawab terhadap terintegrasinya Sistem
Teknologi Informasi dengan kelangsungan bisnis
operasional perusahaan;
Bertanggung jawab terhadap terpenuhinya
kewajiban-kewajiban Perseroan sesuai dengan
jadwal dan terpenuhinya realisasi investasi serta
operasional di setiap direktorat dan unit kerja;
Melakukan pembinaan, pengendalian, dan
pengembangan Human Capital Perseroan di
Direktorat Keuangan;
 Melakukan pengendalian biaya-biaya bunga dan
risiko-risiko terhadap kurs;
 Tugas pokok lain sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan dan peraturan yang berlaku.

C. Direktur Pengembangan Bisnis

and punctuality of presenting financial statement


of the Company;
To assume responsibility for cash flow of the
Company;
To assume responsibility for the control of
efficient and effective finance as planned;
To prepare Annual Corporate Budgeting
Planning, Annual Statement of the Company and
Corporate Long Term Plan;
To analyze for the growth of economy including
money market and capital market;
To responsible for the integration of Information
Technology System with the Companys
operational business continuity;
To assume responsibility for the fulfllment
obligations of the Company as scheduled
and fulfillment of realizing the investment and
operation at each directorate and working unit;
To conduct development, control, and
development of Human Capital of the Company
at Finance Directorate;
To control interest costs and risks towards the
exchange rate;
To carry out other main duties in accordance with
the Companys Articles of Association and the
prevailing regulations.

C. Business Development Director

Memimpin,
mengurus
dan
mengendalikan
operasional Direktorat Pengembangan Bisnis untuk
memastikan tercapainya tujuan Perseroan sesuai
dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
yang Baik (Good Corporate Governance/GCG);
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan riset
produk-produk baru dan realisasi produk baru
yang direncanakan;
 Bertanggung jawab terhadap tercapainya targettarget pemasaran sesuai dengan target yang telah
ditetapkan;
 Bertanggung jawab terhadap pengendalian biaya
kegiatan pemasaran yang efisien dan efektif sesuai
dengan rencana;
 Menyusun strategi dan rencana pemasaran,
termasuk RKAP Tahunan dan RJPP;

 Melakukan analisis atas perkembangan pasar


produk Perseroan dan pasar farmasi;
 Menyiapkan usulan pengembangan produk, riset
dan bisnis baru Perseroan;

To lead, manage and control operation of


Business Developmnet Directorate to ensure
the achievement of aims of the Company
in accordance with the principles of Good
Corporate Governance;
To assume responsibility for the implementation
of new product research and realization of the
products as planned;
To assume responsibility to achieve the marketing
targets as determined;
To assume responsibility for the control of cost
of the efficient and effective marketing activity as
planned;
To create strategy and plan on marketing,
including Annual Corporate Budgeting Planning,
and Corporate Long Term Plan;
To analyze market growth of the product market
of the Company and pharmaceutical market;
To prepare proposal of the development of
product, research and new business of the
Company;
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

131

 Mewujudkan target perolehan nomor registrasi


atau izin edar produk yang telah direncanakan;
Melakukan pembinaan, pengendalian, dan
pengembangan Human Capital Perseroan di
Direktorat Pengembangan Bisnis;
 Mewujudkan perolehan target, omset dan profit
SBU Farma;
 Tugas pokok lain sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan dan peraturan yang berlaku.

D. Direktur Produksi & Supply Chain


To materialize the target of acquiring registration


number or product circulation permit as planned;
To conduct development, control, and
development of Human Capital of the Company
at Business Development Directorate;
To achieve acquisition of target, turnover and
profit of SBU Farma;
Other main duties in accordance with the
Companys Articles of Association and the
prevailing regulations.

D. Production & Supply Chain Director

 Memimpin,
mengurus
dan
mengendalikan
operasional Direktorat Produksi & Supply
Chain untuk memastikan tercapainya tujuan
Perseroan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance/GCG);
Mengoordinasi seluruh kegiatan pabrik-pabrik/
plant-plant yang dimiliki Perseroan, memantau
pencapaian target-target dan kualitas obat yang
diproduksi;
Bertanggung jawab tentang pengembangan asetaset produksi dan pengembangan teknologinya;

To lead, manage and control operation of


Production & Supply Chain Directorate to
ensure the achievement of aims of the Company
in accordance with the principles of Good
Corporate Governance;

To coordinate all activities of the plants owned


by the Company, monitor the achievement of
targets and produced medicine quality;

Bertanggung jawab tercapainya hasil produksi


sesuai dengan target yang telah ditetapkan;
Menjamin pengendalian biaya kegiatan produksi
yang efisien dan efektif sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan;
Menyusun strategi dan rencana produksi termasuk
RKAP Tahunan dan RJPP;

To assume responsibility concerning the


development and production assets and
technology development;
To assume responsibility to achieve the products
as targeted;
To guarantee control for the cost of efficient and
effective production activities as planned;

Melakukan pembinaan, pengendalian, dan


pengembangan Human Capital Perseroan di
Direktorat Produksi & Supply Chain;
 Menjamin tersedianya bahan baku dan bahan
kemasan yang efisien dan efektif;
 Tugas pokok lain sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan dan peraturan yang berlaku.

E. Direktur Umum & Human Capital


Memimpin,
mengurus
dan
mengendalikan
operasional
Direktorat
Umum
&
Human
Capital untuk memastikan tercapainya tujuan
Perseroan sesuai dengan prinsip-prinsip Tata
Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance/GCG);
Menetapkan rencana pengembangan Human
132

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

To create strategy and plan on production


including Annual Corporate Budgeting Planning,
and Corporate Long Term Plan;
To conduct development, control, and
development of Human Capital of the Company
at Production & Supply Chain Directorate;
To guarantee the availability of raw materials and
efficient and effective packaging materials;
To carry out other main duties in accordance with
the Companys Articles of Association and the
prevailing regulations.

E. General Affair & Human Capital Director


To lead, manage and control operation of


General Affairs & Human Capital Directorate
to ensure the achievement of the aims of the
Company in accordance with the principles of
Good Corporate Governance;

To determine development plan on Human Capital

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Capital dan pelaksanaanya untuk memperoleh


Human Capital yang memiliki kompetensi dan
komitmen tinggi;
Bertanggung
jawab
sepenuhnya
tentang
pemanfaatan aset Perseroan secara optimal;
Bertanggung
jawab
tentang
pengelolaan,
pembelian, dan pelepasan aset Perseroan;

and its implementation to obtain Human Capital


having competency and high commitment;

Menyusun strategi, rencana bidang Umum &


Human Capital dalam RKAP Tahunan dan RJPP;

Mewujudkan terciptanya kualitas kehidupan kerja


yang kondusif, tertib dan disiplin;
Mewujudkan terjalinnya hubungan industrial yang
harmonis dengan karyawan, serikat pekerja dan
instansi yang terkait;
Melakukan
pembinaan,
pengendalian,
pengembangan Human Capital dan aset
Perseroan;
Melakukan pembinaan, pengendalian, dan
pengembangan Human Capital Perseroan di
Direktorat Umum & Human Capital;
Bertanggung
jawab
sepenuhnya
tentang
pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) secara optimal;
Tugas pokok lain sesuai dengan Anggaran Dasar
Perusahaan dan peraturan yang berlaku.

To assume full responsibility concerning the


optimum use of the Companys assets;
To
assume
responsibility
concerning
management, purchase, and release of the
Companys assets;
To create strategy, plan on General Affairs &
Human Capital in Annual Corporate Budgeting
Planning, and Corporate Long Term Plan;
To materialize the quality of conducive work
atmosphere, order and discipline;
To materialize harmonious industrial relations
with the employees, labor union and the related
institution;
To carry out development, control, development
of Human Capital and Companys Assets;
To carry out development, control, and
development of Human Capital at General Affairs
& Human Capital Directorate;
To assume full responsibility concerning optimum
Partnership Program and Environmental
Development;
To carry out other main duties in accordance
with the Companys Articles of Association and
the prevailing regulations.

Remunerasi Direksi

Remuneration of Board of Directors

Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER07/MBU/2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan
Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan
Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-04/MBU/2014
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-07/MBU/2010
Tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan
Komisaris dan Dewas Pengawas Badan Usaha milik
Negara serta berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris
Nomor KEP-04/KOM-KF/IV/2014 tanggal 1 April 2014,
Gaji/Honorarium yang diterima setiap bulan oleh Direktur
Utama sebesar Rp75.000.000 dan Direktur sebesar
Rp67.500.000 serta masing-masing mendapatkan
Tunjangan dan Fasilitas lainnya.

In accordance with Regulation of Minister of SOEs


Number PER-07/MBU/2010 concerning Guidelines on
Determination of Remuneration of the Board of Directors,
Board of Commissioners and Supervisory Board of
State-Owned Enterprises as amended by Regulation of
Minister of State Minister of State-Owned Enterprises
Number: PER-04/MBU/2014 concerning Amendment to
the Regulation Number PER-07/MBU/2010 concerning
Guidelines on Determination of the Remuneration of Board
of Directors, Board of Commissioners and Supervisory
Board of State-Owned Enterprises and based on Decision
of Board of Commissioners KEP-04/KOM-KF/IV/2014
dated April 1, 2014, monthly Salary/Honorarium earned
by President Director was IDR75,000,000 and Board of
Directors were IDR67,500,000 and each of them obtained
Allowance and other Facilities.

Penetapan dan besarnya remunerasi Dewan Komisaris dan


Direksi dihitung dan ditetapkan dalam rapat dengan Dewan
Komisaris, dengan mengikuti ketentuan berdasarkan

The determination and the amount of remuneration


of Board of Commissioners and Board of Directors
shall be calculated and stipulated in the meeting with

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

133


Daftar Hadir Rapat Direksi Tahun 2014
List Attendance of The Board of Directors Meetings in 2014
Nama

Jabatan

Name

Position

Kehadiran
Attendance

Januari Maret 2014


Rusdi Rosman

Direktur Utama

PresIdent Director

13 / 13

Arief Budiman

Direktur Keuangan

Finance Director

13 / 13

Jisman Siagian

Direktur Operasi & Supply


Chain

Operation & Supply Chain


Director

13 / 13

M. Wahyuli Syafari

Direktur Riset &


Pengembangan Bisnis

Research & Business


Development Director

13 / 13

Pujianto

Direktur Umum & Human


Capital

General Affairs & Human


Capital Director

13 / 13

Rusdi Rosman

Direktur Utama

President Director

37 / 38

Farida Astuti

Direktur Keuangan

Finance Director

38 / 38

Jisman Siagian

Direktur Produksi &


Supply Chain

Production & Supply Chain


Director

37 / 38

M. Wahyuli Syafari

Direktur Pengembangan
Bisnis

Business Development
Director

38 / 38

Pujianto

Direktur Umum & Human


Capital

General Affairs & Human


Capital Director

36 / 38

April Desember 2014

134

Catatan:
Dalam rangka pelaksanaan GCG, Direksi yang berhalangan hadir dalam rapat

karena melaksanakan tugas penting lain yang bersamaan waktunya diwakili oleh Direksi
lainnya yang mendapat pelimpahan wewenang tugas serta memiliki suara yang sah.

Notes: In the implementation of GCG, the Board of Commissioners who is absent due
to other important tasks may be represented by other Board of Commissioners who has
been authorized the delegation of duty and has valid voting.

Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-07/


MBU/2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan
Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan
Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-04/MBU/2013
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-07/MBU/2010
Tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,
Dewan Komisaris dan Dewas Pengawas Badan Usaha
Milik Negara, yang memasukkan faktor-faktor Indeks
Pendapatan, Indeks Total Aktiva, Faktor Penyesuaian
Industri, Faktor Penyesuaian Infasi dan Faktor Jabatan
serta kemampuan Perseroan.

the Board of Commissioners, with due observance


to the Regulation of State Minister of SOEs Number
PER-07/MBU/2010 concerning Guidelines on the
Determination on Remuneration of Board of Directors,
Board of Commissioners and Supervisory Board of
State-Owned Enterprises as amended by Regulation
of State Minister SOEs Number: PER-04/MBU/2013
concerning Amendment to Regulation of State Regulation
of State-Owned Enterprises Number PER-07/MBU/2010
Concerning Guidelines on Determination on Remuneration
of Board of Directors, Board of Commissioners and
Supervisory Board of State-Owned Enterprises, that
included the factors of Income Index, Total Asset Index,
Factors of Industry Adjustment, Inflation Adjustment, the
Position and capability of the Company.

Rapat Direksi

Board of Directors Meeting

Rapat Direksi dapat diadakan setiap waktu bilamana


dipandang perlu atas permintaan Direktur Utama atau atas
usul dari sekurang-kurangnya lebih dari 1/3 dari jumlah
anggota Direksi atau atas permintaan Dewan Komisaris
dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.

The Board of Directors meeting can be held anytime as


deemed necessary upon request of the President Director
or based on a proposal from at least more than 1/3 of the
total number of members of the Board of Directors or upon
request of the Board of Commissioners by mentioning
matters to be discussed.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Rapat Direksi adalah rapat rutin yang dilaksanakan oleh


Direksi dengan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya.
Panggilan rapat dilakukan melalui undangan tertulis yang
dilengkapi dengan data sebagai materi rapat. Agenda
rapat dapat diusulkan oleh masing-masing Direksi dan
disampaikan kepada Sekretaris Perusahaan yang akan
bertindak selaku notulis. Pengambilan keputusan rapat
dilakukan setelah melalui suatu pembahasan yang
dimaksudkan untuk mengungkap pendapat masingmasing Direksi agar dapat diambil keputusan terbaik.

The Board of Directors Meeting is a routine meeting held


by the Board of Directors with the previously specified
agenda. Summons for the meeting is made through a
written invitation complete with data on the meeting
agenda. The meeting agenda can be proposed by each
Director and submitted to the Corporate Secretary who will
act as note maker. Meetings resolution is adopted through
a discussion to disclose opinions of each Director to make
the best decision.

Setiap kali rapat, dibuat daftar hadir yang ditandatangani


oleh semua yang hadir serta notulen rapat yang dibuat
oleh Sekretaris Perusahaan. Notulen rapat yang telah
ditandatangani oleh Direksi yang hadir dalam rapat,
didistribusikan kepada seluruh Direksi dan bila perlu
kepada Unit Kerja yang terkait dengan keputusan rapat.
Sepanjang tahun 2014, Direksi telah melaksanakan rapat
Direksi sebanyak 51 kali.

An attendance list signed by all attendees is made in each


meeting and minutes of meeting is made by the Corporate
Secretary. The minutes of meeting already signed by the
Directors is distributed to all members of the Board of
Directors and if necessary to the work units related to the
meetings resolutions. During 2014, the Board of Directors
held 51 Board of Directors Meetings.

Pelatihan dan Seminar

Training and Seminars

Sepanjang tahun 2014, jajaran Dewan Komisaris dan


Direksi telah mengikuti sejumlah pelatihan dan seminar
demi menambah wawasan dan mengembangkan
keahliannya. Berikut adalah kegiatan yang diikuti Dewan
Komisaris dan Direksi dalam rangka pengembangan diri
sepanjang tahun 2014.

During 2014, the Board of Commissioners and of the


Board of Directors have attended a number of seminars
and training to enhance their mindsets and develop
their expertise. The activities attened by the Board of
Commissioners and Board of Directors for development
during 2014 are being presented as follows:

Rencana Pelatihan Dewan Komisaris & Direksi


Tahun 2015:

2015 Training Plan for Board of Commissioners and


Board of Directors:

Advanced Corporate Governance.


International Financial Reporting Standard (IFRS)
& Dampak Perpajakannya.
Business Continuity Management (BCM)
Berdasarkan ISO 31000.
Branding Strategic.
Auditing Business Process.
Managing Cost with Lean Mindset.
Supply Chain Management.
Business Process Re-Engineering.
Effective Tools for Managing People, Coaching
and Personal Development.

Advanced Corporate Governance.


International Financial Reporting Standard
(IFRS) and Its Taxation Impact.
Business Continuity Management (BCM) based
on ISO 31000.
Branding Strategic.
Auditing Business Process.
Managing Cost with Lean Mindset.
Supply Chain Management.
Business Process Re-Engineering.
Effective Tools for Managing People, Coaching
and Personal Development.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

135


Daftar Pelatihan dan Seminar Dewan Komisaris & Direksi tahun 2014
List of Board of Commissioners and Board of Directors Training & Seminars in 2014
Nama Pelatihan Dan Seminar

Juml ah Peserta

Lama Pelatihan (Jam)

Workshop Manajemen Umum


Dana Pensiun
Pension Fund General
Management Workshop

24

Pelatihan
Terbuka
Public Training

Workshop Implementasi
IFRS BUMN
IFRS Implementation
Workshop for SOEs

24

Pelatihan
Terbuka
Public Training

Workshop Konferensi SDM dalam Memenangkan


MEA 2015
Human Resources Conference Workshop to AEC 2015
Triumph

24

Pelatihan
Terbuka
Public Training

10

Pelatihan Internal
Inhouse Training

Pelatihan Internal
Inhouse Training

10

Pelatihan Internal
Inhouse Training

Type of Training

Total Participants

Workshop Update Peraturan Kementerian BUMN


Ministry of SOEs Regulation Update Workshop
Workshop Supply Chain Management
Supply Chain Management Workshop
Workshop Manajemen Risiko
Risk Management Workshop

Period of Training (Hour)

Keterangan
Description

Penilaian Terhadap Dewan Komisaris dan Direksi

Assessment of Board Commissioners and Board of


Directors

Mengingat Perseroan merupakan Badan Usaha Milik


Negara (BUMN), sehingga seluruh penilaian terhadap
Dewan Komisaris dan Direksi sepenuhnya wewenang
Pemerintah, dalam hal ini Menteri BUMN sebagai kuasa
pemegang saham.

Considering that the Company is a State-Owned


Enterprise (SOEs), thus the assessment of the Board of
Commissioners and Board of Directors are fully under the
Governments authority, in this respect is the Minister of
State-Owned Enterprises as the proxy Shareholder.

Pemegang Saham Perseroan

Shareholder of Company

Perseroan merupakan Badan Usaha Milik Negara dengan


komposisi Pemegang saham mayoritas adalah Pemerintah
Republik Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar
90,025% sedangkan publik sebesar 9,809% dan
manajemen serta karyawan Perseroan sebesar 0,166%.

The Company constitutes State-Owned Enterprises


with the compositions of majority shareholders namely
Government of the Republic of Indonesia with share
ownership of 90.025%, meanwhile public in the number of
9.809% and management and employee of the Company
in the number of 0.166%.

Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi:

The Company has no affiliate relation:

 Antara anggota Direksi dengan anggota Direksi


lainnya.
 Antara anggota Direksi dengan anggota Dewan
Komisaris.

136

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014




Between the members of Board of Directors and


other members of Board of Directors.
Between the members of Board of Directors and
members of Board of Commissioners.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance






Antara anggota Direksi dengan Pemegang


Saham Utama dan/atau Pengendali.
Antara anggota Dewan Komisaris dengan
anggota Dewan Komisaris lainnya.
Antara anggota Dewan Komisaris dengan
PemegangSahamUtamadan/atauPengendali.



Between the members of Board of Directors


and main and/or majority shareholders.
 Between the members of Board of
Commissioners and other members of Board
of Commissioners.
 Between the members of Board of
Commissioners and main and/or majority
shareholders.

Pemegang Saham Perseroan

The Companys Shareholders

Pemerintah: 90,025%
Publik : 9,823%
Manajemen dan Karyawan: 0.152%

Government: 90,025%
Public: 9,823%
Management and Employee 0.152%

Komite Audit

Audit Committee

Komite Audit memiliki posisi sebagai organ pendukung


Dewan Komisaris. Komite Audit Perseroan melaksanakan
fungsinya sebagai komite dalam Perseroan yang membantu
Dewan Komisaris, di antaranya dalam melaksanakan
pengawasan, memberikan masukan dan rekomendaasi
kepada Direksi, mendorong penerapan prinsip-prinsip Tata
Kelola Perusahaan yang Baik dan meningkatkan kualitas
keterbukaan dan pelaporan keuangan.

The Audit Committee is the supporting organ of the Board of


Commissioners. Audit Committee functions were assisting
the Board of Commissioners to carry out surveillance
activities, to provide input and recommendation to the
Board of Directors, to encourage the application of Good
Corporate Governance principles and to improve the
quality of disclosure and financial reporting.

Susunan Komite Audit

The Compositions of Audit Committee

Sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris Nomor: KEP09/KOM-KF/V/2013 tanggal 10 Mei 2013 bahwa susunan
keanggotaan Komite Audit terdiri dari:

In accordance with the Decision of the Board of


Commissioners Number: KEP-09/KOM-KF/V/2013 dated
May 10, 2013, the composition of Audit Committee
members are:
Basuki Ranto: Chairman and Independent Commissioner
Sobirun Ruswadi: Member
Sampoerna Setyo Hartono: Member

Basuki Ranto: Ketua merangkap Komisaris Independen


Sobirun Ruswadi: Anggota
Boedi Setyo Hartono: Anggota

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

137

Profil Komite Audit


Profile of Audit Committee

Basuki Ranto
Ketua Komite Audit
Chairman of Audit Committee

138

Lahir di Solo, Jawa Tengah, 17 Juli 1957 (57 tahun).


Ditunjuk sebagai Komisaris Independen berdasarkan
RUPS Tahunan Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Solo, Central Java on July 17, 1957 (57 years old).
Appointed as a Independent Commissioner based on the
Annual General Meeting of Shareholders held in April 10,
2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Universitas Negeri


Jakarta (UNJ) pada program S3 dan memperoleh gelar
Doktor bidang Manajemen pada tahun 2006. Sebelumnya
jenjang S2 ditempuh di Universitas Krisna Dwipayana
(UNKRIS) dan memperoleh gelar Magister Management
bidang Keuangan. Demikian halnya jenjang S1 ditempuh
di Universitas Krisna Dwipayana (UNKRIS) jurusan
manajemen perusahaan dan sebelumnya mengikuti
pendidikan di bidang Akuntansi dan memperoleh gelar
Ajun Akuntan.

His latest education pursued in the State University of


Jakarta (UNJ) on the Doctorate program, which he earned
Doctorate degree of Management in 2006. Previously, he
earned Master at the University of Krishna Dwipayana
(UNKRIS) and hold Master of Management in Finance.
His Bachelor degree earned from the University of Krishna
Dwipayana (UNKRIS) majoring corporate management. He
also pursued accounting education and earned Adjunct
Accountants.

Di bidang pekerjaan pernah sebagai Budget Account pada


PT Medifarma Lab. Inc dan menjadi Direktur Keuangan
pada sebuah perusahaan properti serta pernah menduduki
jabatan Direktur Keuangan kemudian Direktur Usaha
di BUMD, DKI Jakarta. Pernah menjadi Komisaris di PT
Abbatoir Surya Jaya dan PT Trigatra Usahatama.

In the field of working experience, he served as Budget


Account at PT Medifarma Lab. Inc., Finance Director in
a property company and Finance Director and Business
Director in Regionally-Owned Enterprises, Jakarta. He
served as Commissioner of PT Abbatoir Surya Jaya and
PT Trigatra Usahatama.

Saat ini masih sebagai tenaga pengajar di Program


Pascasarjana di beberapa universitas di Jakarta, disamping
menjadi Staf Ahli di DPD RI dan DPRD DKI Jakarta.

Currently he serves as lecturer at the Postgraduate at


several universities in Jakarta as well as serves as Senior
Advisor in the DPD and DPRD DKI Jakarta.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Sobirun Ruswadi
Anggota Komite Audit
Member of Audit Committee

Pendidikan terakhir ditempuh di School of Business of The


Universityof Wisconsin-Madison, USA pada Program S2
dan memperoleh gelar MBA di bidang Finance, Investment
and Banking pada tahun 1983. Sebelumnya menyelesaikan
studi Akuntansi di Institut Ilmu Keuangan (Departemen
Keuangan) Jakarta pada tahun 1975.

His latest education pursued at the Business School of the


University of Wisconsin-Madison, USA in Magister Program
and pursuing his MBA degree in Finance, Investment and
Banking, completed in 1983. He also completed his study
in Accounting at the Institute of Finance (the Ministry of
Finance) Jakarta in 1975.

Di bidang pekerjaan sebagai PNS karier di mulai dari


Departemen Keuangan tahun 1966 - 1983, Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun
1983 - 2004 serta kemudian pada Kementerian Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara tahun 2004 - 2006.

He served as a career civil servant with the Ministry


of Finance from 1966 to 1983 and the Finance and
Development Supervisory Agency (BPKP) from 1983 to
2004 and then with the State Ministry of Administrative
Reforms from 2004 to 2006.

Jabatan terakhir adalah sebagai Pelaksana Tugas Deputi


Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang
Akuntabilitas Aparatur. Sebelum sebagai PNS pada, dan.
Selain itu, pernah mengajar pada Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara (STAN) Jakarta, tahun 1980-1981 dan 1984-1994.

His last job was as Acting Deputy to the Minister for


Apparatus Accountability Affairs. He also has teaching
experience at the State School of Accounting (STAN)
Jakarta, from 1980 to 1981 and from 1984 to 1994.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

139

Boedi Setyo Hartono


Anggota Komite Audit
Member of Audit Committee

140

Pendidikan terakhir ditempuh di Sekolah Tinggi


Manajemen Labora mendapat gelar master manajemen
bidang pemasaran pada tahun 2000. Sebelumnya
menyelesaikan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga,
Jurusan Akuntansi pada tahun 1982, bersertifikasi akuntan
dengan nomor registrasi D-3130.

His latest education pursued in the School of Labora


Management and got the degree of master of management
in marketing in 2000. He also graduated his study at
Faculty of Economy of Airlangga University, Majoring in
Accounting in 1982, certifed accountant under registration
number D-3130.

Sejak tahun 1980 berkecimpung sebagai auditor pada


Kantor Akuntan Publik (KAP), dan tahun 1984 bekerja di
perbankan (Bank Bapindo) sampai tahun 1999, kemudian
mengikuti Program Pensiun Sukarela (PPS) ketika Bank
Bapindo di merger menjadi Bank Mandiri.

Since 1980, he has worked as auditor at Public Accountant


Office (PAO), and 1984 worked at banking (Bapindo Bank)
until 1999, joined in Voluntary Pension Program (VPS)
when Bank Bapindo was mergered to Bank Mandiri.

Tahun 1999 diperbantukan sebagai counterpart Konsultan


Earnest & Young dalam rangka persiapan merger menjadi
Bank Mandiri. Pada tahun yang sama, dipercaya sebagai
Chief Executive Officer (CEO) salah satu bank swasta
nasional (Direktur Utama PT Bank Akita) dan terakhir
mengabdikan diri sebagai pengajar di Universitas Darma
Persada.

In 1999, it was assisted as counterpart for Earnest & Young


Consultant in the framework of merger to be Bank Mandiri.
In the same year, he was trusted as Chief Executive Officer
(CEO) one of the national private banks (President Director
of PT Bank Akita) and lastly dedicated as teacher at
Dharma Persada University.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Independensi Komite Audit

Independence of Audit Committee

Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK tentang Komite


Audit yang mensyaratkan bahwa Komite Audit sedikitnya
terdiri dari 3 (tiga) anggota, satu di antaranya adalah
Komisaris yang tidak terafliasi yang bertindak sebagai
Ketua, sementara dua anggota lainnya harus merupakan
pihak independen, minimal satu di antaranya harus
memiliki keahlian dalam bidang akuntansi dan/atau
keuangan. Untuk memenuhi syarat independensi tersebut,
Anggota Komite Audit Perseroan bukan sebagi pejabat
eksekutif Kantor Akuntan Publik yang memberikan jasa
audit dan/atau jasa non-audit kepada Perseroan dalam
jangka waktu enam bulan terakhir sebelum penunjukannya
sebagai anggota Komite Audit. Anggota Komite Audit
juga tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan,
kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan
Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Pemegang Saham
Pengendali atau hubungan dengan Perseroan, yang dapat
mempengaruhi independensi mereka.

In accordance with the Regulation of Bapepam-LK, Audit


Committee shall consist of at least three (3) members,
one of whom is non-affiliated member who will serve as
Chairman. The other two members of Audit Committee
shall be independent parties, which at least one of them
shall have expertise in accounting and/or finance. In
order to meet the requirement, the Companys members
of Audit Committee were not served as executive officer
in Public Accountant Office that provided audit and/or
non-audit service to the Company in the last six months
prior to his/her appointment as a member of the Audit
Committee. The members of Audit Committee also have
no the financial, administrative, share ownership, and/or
family relationships with Board of Commissioners, Board
of Directors, and/or controlling shareholders or other
relationship with the Company that may influence their
ability to act independently

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Tasks and Responsibilities of the Audit Committee

Sesuai dengan piagamnya, Komite Audit memiliki tugas


antara lain sebagai berikut:
 Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan serta hasil audit
yang dilakukan oleh Auditor Internal.
 Mengevaluasi peran dan pelaksanaan tugas Auditor
Eksternal.
 Menyusun
rekomendasi
mengenai
sistem
pengendalian
manajemen
Perseroan
serta
pelaksanaannya.
 Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris
sebagai bahan kajian bersama Direksi dan Auditor
Eksternal terkait dengan laporan keuangan tahunan
dan permasalahannya.

In accordance with its chapter, the audit Committee has


the following tasks:
 Evaluating the implementation of activities and results
of audit conducted by Internal Auditor.
 Evaluating the role and implementation of tasks of
External Auditor.
 Preparing recommendations on the Companys
management control system and its implementation.


Providing inputs to the Board of Commissioners as


material of study together with the Board of Directors
and the external auditor related to the annual financial
reports and the issues there of.



Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris


sebagai bahan pengkajian bersama Direksi dan
Auditor Internal.
 Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan
terhadap peraturan perundang-undangan.

Giving inputs to the Board of Commissioners as


material of study together with the Board of Directors
and the Internal Auditor.
Conducting study on the Companys compliance with
the law and regulation.

Program Kerja 2014

Work Program in 2014

 Evaluasi Laporan Kinerja Keuangan Bulanan


Manajemen
 Evaluasi Laporan Keuangan Triwulanan Konsolidasi
Manajemen

Evaluation of monthly Financial Performance Report


from Management
Evaluation of Quaterly Consolidated Financial Report
from Management

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

141

 Evaluasi Kinerja Keuangan Tahun 2013 (Audited)


 Review Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) Tahun
2013
 Evaluasi Pelaksanaan Audit SPI
 Monitoring tindak lanjut hasil Audit SPI
 Pengadaan Jasa Audit Laporan Keuangan Tahun
Buku 2014/2015 dan mengusulkan KAP calon Auditor
Eksternal Tahun Buku 2014/2015

Evaluation of Financial Performance in 2013 (Audited)


Review on Yearly audit Working Program in 2013

 Lain-lain Penugasan Dewan Komisaris

 Evaluation of audit implementation by Internal Control.


 Monitoring the audit follow-up of internal Contol.
 Procurement Financial Report Audit Services for Fiscal
Year of 2014/2015 and propose Public Accountant
Office as prospective External Auditor for Fiscal Year
of 2014/2015.
 Monitoring the implementation of Public Accountant
Office (PAO) of Financial Report of 2013 Audit.
 Discuss the audit result over the Financial Report of
2013.
 Evaluation of the follow-up for Audit Result by External
Auditors.
 Monitoring the Audit Implementation of PAO of
Financial Reports of 2014.
 Evaluation of Internal Control System
 Site visit
 Evaluation of the Companys Budget Plan 2015
 Discuss the proposal of the Board of Directors to the
Board of Commissioners
 Other assignments of Board of Commissioners Work

Rencana Program Kerja 2015

Work Program Plan of 2015

 Rapat Internal Komite Audit.


 Mengikuti Rapat Internal Dewan Komisaris.
 Mengikuti Rapat Dewan Komisaris dan Direksi.

 Internal Audit Committee Meeting.


 Attending in Internal Board of Commissioners Meeting.
 Attending meeting of Board of Commissioners and
Board of Directors.
 Making report on Quarterly and annual audit Committee.

 Monitoring pelaksanaan Audit KAP atas Laporan


Keuangan 2013
 Membahas hasil Audit KAP atas Laporan Keuangan
2013
 Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Audit Auditor Eksternal
 Monitoring Pelaksanaan Audit KAP atas Laporan
Keuangan 2014
 Evaluasi Sistem Pengendalian Intern
 Kunjungan Kerja Lapangan
 Evaluasi RKAP 2015 Perseroan
 Membahas usulan Direksi kepada Dewan Komisaris

 Membuat Laporan Aktivitas Komite Audit Triwulanan


dan Tahunan.
 Evaluasi Laporan Kinerja Keuangan (LKK) Bulanan.
 Membuat Laporan Evaluasi LKK Triwulanan dan
Tahunan.
 Review Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) SPI
 Evaluasi Pelaksanaan Audit SPI, LHA dan Tindak
Lanjutnya.
 Pertemuan Kemitraan dengan SPI.
 Monitoring Pelaksanaan Audit dan Tindak Lanjut Hasil
Audit Eksternal Auditor (KAP) untuk Tahun Buku 2014.
 Membahas hasil Audit KAP atas Laporan Keuangan
Tahun Buku 2014.
 Mengusulkan KAP calon Auditor Eksternal Tahun
Buku 2015.
 Evaluasi Audit Plan dan Monitoring Pelaksanaan
Audit dan Tindak Lanjut Hasil Audit Eksternal Auditor
(KAP) untuk Tahun Buku 2015.
 Evaluasi Sistem Pengendalian Intern.

142




Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Monthly evaluating Finance Performance Evaluation


(FPE).
 Making the Quarterly and Annual Report on evaluation
of FPE.
 Review of Annual Audit Work Program and Internal
Control.
 Evaluation for the Audit of Internal Control, Audit Result
Report and follow up.
 Meeting of partnership with Internal Control.
 Monitoring the Audit and follow up of External Audit
Report of Auditor for 2014 Fiscal Year.
 Discussing Audit result of PAO for the Financial Report
of 2014 Fiscal Year.
 Proposed the candidate of PAO for 2015 Fiscal Year.


Evaluating Audit Plan and Monitoring the audit and


External Auditor follow up for 2015 Fiscal Year.

Evaluating Internal Control System.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance



Kunjungan Kerja ke Unit Daerah.
 Membantu Dewan Komisaris melakukan Evaluasi
RKAP Perusahaan Tahun 2016.

 Lain-lain Penugasan Dewan Komisaris.

Work visit to Local Unit.


Helping the Board of Commissioners to evaluate
Corporate Budgeting Plan (CBP) of the Company in
2015.
 Partnership meeting with Operation Unit.
 Discussing the Proposal of Board of Directors to the
Board of Commissioners.
 Other assignment of Board of Commissioners.

Komite Good Corporate Governance

Good Corporate Governance Committee

Perseroan membentuk Komite Good Corporate


Governance dengan tujuan untuk menegakkan ketentuan
yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip dan
praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance).

The Company has established GCG Committee in order to


uphold the provisions relating to the principle and practice
of Good Corporate Governance.

Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor:


KEP-11/KOM-KF/V/2013 tanggal 30 Mei 2013 bahwa
susunan keanggotaan Komite GCG terdiri dari 4 (empat)
orang dengan susunan sebagai berikut:

In accordance with the Decision Letter of Board of


Commissioners Number KEP-11/KOM-KF/V/2013 dated
May 30, 2013, the composition of GCG Committee
consists of 4 (4) members as follows:

1. Farid Wadjdi

1. Farid Wadjdi



Pertemuan Kemitraan dengan Unit Operasional.
 Membahas Usulan Direksi kepada Dewan Komisaris.

: Ketua merangkap Komisaris


Independen
2. Wahono Sumaryono : Anggota
3. Dewi Fortuna Anwar : Anggota
4. Edy Suwahyo
: Anggota




: Chairman and Independent


Commissioner
2. Wahono Sumaryono : Member
3. Dewi Fortuna Anwar : Member
4. Edy Suwahyo
: Member

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

143

Profil Komite Good Corporate Governance


Profile of Good Corporate Governance Committee

Farid Wadjdi Husain


Ketua Komite Good Corporate Governance
Chairman of Good Corporate Governance Committee

144

Lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, 9 Maret 1950


(65 tahun). Ditunjuk sebagai Komisaris Independen
berdasarkan RUPS Tahunan Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Soppeng, South Sulawesi on March 9, 1950 (65 years


old). Appointed as a Independent Commissioner based on
the Annual General Meeting of Shareholders held in April
10, 2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Fakultas Kedokteran


Universitas Hasanuddin dan memperoleh gelar Spesialis
Bedah Digestif di pada tahun 1984. Sebelumnya
memperoleh gelar Spesialis Bedah pada tahun 1981 dan
Dokter Umum di Universitas Hasanuddin pada tahun 1975
di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

His latest education pursued in Faculty of Medicine,


University of Hasanuddin, which he earned Digestive
Surgery Specialist in 1984. Previously, he earned the title of
Surgeons in 1981 and General Practitioners in Hasanuddin
University in 1975 at the Faculty of Medicine, University of
Hasanuddin.

Di Pemerintahan, pernah menduduki jabatan penting


sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Islam Faisal Makassar
tahun 1995-2002, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang
Kesehatan Rakyat Bidang Peran Serta Masyarakat tahun
2001-2002, Deputi Menteri Koordinator Bidang Kesehatan
Rakyat Bidang Koordinasi Kesehatan dan Lingkungan
Hidup tahun 2002-2005 serta terakhir sebagai Direktur
Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan 20052010.

He served for several important positions as President


Director of Islamic Hospital Faisal Makassar in 1995-2002,
Advisor of the Minister of Public Health for Coordinating
Public Participation in 2001-2002, Deputy Coordinating
Minister for Peoples for Health Sector Coordination of
Health and Environment Sector in 2002-2005, and Director
General of Medical Services Ministry of Health from 2005
-2010.

Selain itu, pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT


Askes (Persero) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Misi
Perdamaian Papua pada tahun 2011.

In addition, he served as President Commissioner of PT


Askes (Persero) and the Special Representative of the
President for Papua Peace Mission in 2011.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Dewi Fortuna Anwar


Anggota Komite Good Corporate Governance
Member of Good Corporate Governance Committee

Lahir di Bandung, 22 Mei 1958 (56 tahun). Ditunjuk


sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan RUPS Tahunan
Perseroan pada 10 April 2013.

Born in Bandung on Mei 22, 1958 (56 years old). Appointed


as a Company Commissioner based on the Annual General
Meeting of Shareholders held in April 10, 2013.

Pendidikan terakhir ditempuh di Monash University,


Melbourne, Australia pada Program S3 dan memperoleh
gelar Ph.D. pada tahun 1990. Sebelumnya mengikuti
pendidikan di School of Oriental and African Studies
(SOAS) serta memperoleh gelar gelar BA pada tahun 1981
dan MA pada tahun 1982.

Her latest education was pursued in Monash University,


Melbourne, Australia, which she earned Ph.D in 1990.
Previously, she pursued education from the School of and
African Studies (SOAS) and earned BA in 1981 and MA in
1982.

Di bidang pekerjaan pernah menjabat sebagai Asisten


Wakil Presiden Bidang Hubungan Internasional Mei-Juli
1998, Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan
Luar Negeri pada Agustus 1998-November 1999 serta
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
di LIPI tahun Juni 2001-Oktober 2010.

In term of working experience, she served as Assistant


Vice President of International Relations Mei-July 1998,
Assistant of Minister of State Secretary for Foreign Affairs
in August 1998-November 1999 and Deputy of Social
Sciences and Humanities at LIPI in June 2001 to October
2010.

Saat ini menjabat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden


Bidang Politik serta Profesor Riset dan Anggota Dewan
Penasihat di Center for Information and Development
Studies (CIDES) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI).

Currently, she serves as Deputy Secretary of the Vice


President for Political Affairs and Research Professor and
member of Advisory Board of Center for Information and
Development Studies (CIDES) and Indonesian Institute of
Sciences (LIPI).

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

145

Wahono Sumaryono
Anggota Komite Good Corporate Governance
Member of Good Corporate Governance Committee

146

Lahir di Solo, Jawa Tengah, 21 Januari 1954 (61 tahun).


Ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan berdasarkan RUPS
Luar Biasa Perseroan pada 12 Januari 2011.

Born in Solo, Central Java on January 21, 1954 (61 years


old). Appointed as a Company Commissioner based on
the Extra Ordinary General Meeting of Shareholders held
in January 12, 2011.

Pendidikan terakhir ditempuh di Technische Universitaet


Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Jerman pada Program
S3 dan memperoleh gelar Doktor Rerum Naturalium di
bidang Biologi Farmasi pada tahun 1990. Sebelumnya
menempuh Ujian penyetaraan Diplom Pharmazie di
Fakultaet Naturwissenschaft Technische Universitaet
Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Jerman sebagai
syarat masuk Program Doktor dan lulus ekivalen Diplom
Pharmazie pada tahun 1987. Memperoleh gelar Apoteker
pada tahun 1981 dan Sarjana Farmasi pada tahun 1980 di
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya.

Latest education was pursued in the Technische Universitaet


Carolo Wilhelmina, Braunschweig, Germany on the
Doctorate program, which he earned the title of Doctor
Rerum Naturalium in the field of Pharmaceutical Biology
in 1990. Previously, he pursued Master in the Technische
Universitaet S2 Carolo Wilhelmina, Braunschweig,
Germany and obtained Diplom Pharmazie degree in 1987.
He earned a pharmacist in 1981 and Bachelor of Pharmacy
in 1980 at the Faculty of Pharmacy, University of Airlangga,
Surabaya.

Di bidang kedinasan pernah menjabat sebagai Pelaksana


Tugas Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) JuliDesember tahun 2008 merangkap
Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan
Bioteknologi tahun 2000-2010 serta Dekan Fakultas
Farmasi Universitas Pancasila November 2011-Maret
2014.

In term of official career, he served as Acting Head of


Agency for the Assessment and Application of Technology
in 2008, Deputy Head of BPPT Agroindustrial Technology
and Biotechnology in 2000-2010 and Dean of the Faculty
of Pharmacy, University of Pancasila in November 2011March 2014.

Saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Pancasila


dan Guru Besar Kimia Bahan Alam Fakultas Farmasi
Universitas Pancasila serta Profesor Riset Bidang
Bioteknologi Farmasi di BPPT.

He currently serves as Rector of the University of Pancasila


and Professor of Natural Products Chemistry Faculty of
Pharmacy, University of Pancasila and Research Professor
of Pharmaceutical Biotechnology in BPPT.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Edy Suwahyo
Anggota Komite Good Corporate Governance
Member of Good Corporate Governance Committee

Diangkat sebagai Anggota Komite Good Corporate


Governance berdasarkan Surat Keputusan Dewan
Komisaris Nomor: KEP-11/KOM-KF/V/2013 tanggal 30
Mei 2013.

He is appointed as Chairman of Good Corporate


Governance Committee based on Decision Letter of Board
of Commissioners Number: KEP-11/KOM-KF/V/2013
dated May 30, 2013.

Menyelesaikan pendidikan Apoteker di Universitas


Airlangga, Surabaya pada tahun 1980. Setahun setelahnya,
Beliau bergabung dengan Perseroan pada 1981 di
Surabaya. Karir terakhirnya di Perseroan sebagai Manajer
Pembinaan dan Pengembangan SDM.

He completed pharmacist education at University of


Airlangga, Surabaya in 1980. A year after, he worked for
the Company since 1981 in Surabaya. His last career at
the Company was Manager of Development of Human
Resource.

Saat ini bergabung di Pensiunan Kimia Farma sebagai


Pendiri Koperasi Mandiri Sejahtera.

Currently, he joined in the Retirement Group of Kimia


Farma as the Founder of Mandiri Sejahtera Cooperative.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

147

Tugas Komite Good Corporate Governance


 Membuat rencana kegiatan tahunan Komite
Kebijakan GCG yang disetujui oleh Dewan
Komisaris dan memantau efektifitas praktik Good
Corporate Governance yang diterapkan Perseroan.
 Memastikan bahwa manajemen secara aktif
mensosialisasikan Visi dan Misi Perseroan serta
budaya Good Corporate Governance.
 Memantau bahwa Pedoman Perilaku Perseroan
telah dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten.
 Komite GCG melalui keputusan Dewan Komisaris
dapat meminta Direksi untuk melakukan secara
berkala assessment terhadap praktik Good
Corporate Governance yang diterapkan Perseroan.
 Mengevaluasi hasil assessment GCG dan
memberikan masukan serta meyakini bahwa telah
diambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
 Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris
tentang penyusunan dan penyempurnaan Piagam
Komite GCG secara berkala.

 Making the annual activity plan of the Committee


for GCG Policy approved by the Board of
Commissioners and monitoring the effectiveness in
the Good Corporate Governance practices applied
by the Company.
 Ensuring that the management actively socializes
the Company Vision and Mission and Good
Corporate Governance culture.
 Monitoring that the Companys Code of Conducts
has been implementing in a consequent and
consistent manner.
 The Committee for GCG through the Board of
Commissioners decision may request the Board of
Directors to periodically assessment the practice
of Good Corporate Governance applied by the
Company.
 Evaluating the results of GCG assessment and
giving inputs and is convinced that the required
improvement steps have been taken.
 Giving inputs to the Board of Commissioners
relating to the preparation and enhancement of the
Charter of the Committee for GCG on a periodical
basis.

Program Kerja Tahun 2014

Work Program of 2014

Sepanjang tahun 2014, Komite Good Corporate


Governance Perseroan memiliki program kerja sebagai
berikut:

Throughout 2014, Good Corporate Governance Committee


had the following programs:

1. Implementasi GCG

1. Implementation of GCG

148

Tasks of the Committee for Good Corporate


Governance

Laporan dan evaluasi kegiatan Komite GCG


tahun 2013.
Membantu Dewan Komisaris untuk evaluasi
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan tahun
2013.
Pengadaan jasa assessor independent &
mengusulkan calon assessor GCG untuk tahun
2013.
Monitoring pelaksanaan assessment GCG.
Membahas hasil assessment dan evaluasi tindak
lanjut.
Monitoring
sistem
manajemen
kinerja,
manajemen risiko, proses bisnis dan
Enterprise Resources Planning (ERP) terintegrasi.
Evaluasi Laporan Kinerja Manajemen pada
Holding, KFTD, KFA dan SIL.
Mempersiapkan rencana self assessment GCG
oleh assessor internal.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Report and evaluation for the activity of GCG


Committee of 2013.
Helping the Board of Commissioners for the

evaluation of Action Plan and Budget of 2013.

 rocurement of assessor independent service


P
proposed candidate assessor of GCG in 2013.

Monitoring the assessment of GCG.


Discussing the result of assessment and

evaluation of the follows-up.
Monitoring performance management system,
risk management, business processes and
integrated Enterprise Resources Planning (ERP).
Evaluating report on management Performance
at Holding, KFTD, KFA and SIL.
Preparing self assessment GCG plan by internal
assessor.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Mengikuti kunjungan Dewan Komisaris ke Plant,


Unit Bisnis KFA dan Cabang KFTD.

2. Nominasi dan Remunerasi





Menelaah usulan perubahan struktur organisasi


yang disampaikan Direksi.
Memonitor dan evaluasi pelaksanaan program
kerja Human Capital.
Monitoring perubahan program pensiun.
Monitoring pelaksanaan hubungan industrial.

3. Manajemen Risiko


Pembahasan Pedoman Umum dan Pedoman


Pelaksanaan Manajemen Risiko.
Evaluasi berbagai potensi risiko yang dihadapi
Perseroan.
Monitoring risiko rencana investasi di Holding

maupun Anak Perusahaan.

Rencana Program Kerja 2015







Menyusun laporan kegiatan Komite GCG tahun


2014 dan tahun 2015 secara periodik.
Menyusun program kerja Komite GCG untuk
tahun 2016.
Evaluasi Laporan Kinerja Manajemen dan
Laporan Management Review.
Membantu Dewan Komisaris mempersiapan
RUPS Tahun Buku 2014.
Memonitor
perbaikan
tindaklanjut
hasil
assessment GCG tahun 2014.
Bersama Assessor Internal melakukan self
assessment GCG pada Aspek Dewan Komisaris
untuk kegiatan tahun 2014.
Membantu Dewan Komisaris menyusun Rencana
Kerja dan Anggaran Tahun Buku 2016.
Membantu Dewan Komisaris menganalisa

rancangan Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan tahun 2016.
Mengikuti kunjungan Dewan Komisaris ke Plant ,
Unit Bisnis KFA dan Cabang KFTD.
Memonitor dan evaluasi pelaksanaan program

kerja Human Capital.
Melakukan analisa atas usulan perubahaan
Struktur Organisasi perusahaan oleh Direksi.

Following visit of Board of Commissioners to the


Plant, KFA Business Unit and KFTD Branch.

2. Nomination and Remuneration





 o review the proposal of changing organizational


T
structure submitted by the Board of Directors.
To monitor and evaluate the implementation of
work program of Human Capital.
To monitor the change of pension program.
To monitor the implementation of industrial
relations.

3. Risk Management


 iscussion of General Guidelines and Implementing


D
Risk Management Guideline.
Evaluation of various potential risks encountered
by the Company.
Monitoring on risk of investment plan at Holding
or Subsidiaries

Work Program Plan of 2015







To prepare reports on activity of GCG Committee


of 2014 and 2015 periodically.
To prepare work program of GCG Committee in
2016.
To evaluate Reports of Management Performance
and Management Review.
To help the Board of Commissioners prepare the
GMS for 2014 Fiscal Year.
To monitor the recovery of follows-up of the GCG
assessment in 2014.
A long with Internal Assessor to make self
assessment GCG in the Aspect of Board of
Commissioners for the activity of 2014.
To help the Board of Commissioners prepare

Action Plan and Budget for 2016 Fiscal Year.
To help the Board of Commissioners analyze
design on 2016 Action Plan and Budget of the
Company.
To participate in visit of the Board of Commissioners
to the Plant, KFA Unit Business and KFTD Branch.
To monitor and evaluate the implementation of

work program of Human Capital.
To analyze proposal of changing Organizational

Structure of the Company by the Board of
Directors.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

149

150


M
emonitor penyusunan Perjanjian Kerja
Bersama
dan
Peraturan
Kepegawaian
Perusahaan.
Mengkaji proses perencanaan sampai dengan
eksekusi program pengembangan usaha
maupun proyek di Holding.
Mengikuti rapat internal Dewan Komisaris dan
rapat Dewan Komisaris dan Direksi.
Memantau
perkembangan
penerapan
manajemen risiko perusahaan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

o monitor preparation of Collective Agreement


T
and Company Personnel Regulation.
To review process of planning until the execution
of business development program or project at
Holding.
To follow internal meeting of the Board of

Commissioners and meeting of the Board of
Commissioners and Board of Directors.
To monitor development of applying risk

management of the Company.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Sekretaris Perusahaan

Corporate Secretary

Sekretaris Perusahaan merupakan jabatan struktural


di bawah Direksi yang sehari-hari bertanggung jawab
langsung kepada Direksi. Sekretaris Perusahaan
bertanggung jawab dalam penyusunan kebijakan,
perencanaan serta memastikan efektivitas dan transparansi
komunikasi
perusahaan,
hubungan
kelembagaan,
hubungan Mitra Kerja, Rekanan, Vendor serta media, terkait
keterbukaan informasi yang menyangkut aksi korporasi
dan transaksi material yang dilakukan Perseroan.

The Corporate Secretary is a structural function under


the Board of Directors who directly responsible to the
Board of Directors on a daily basis. Corporate Secretary
responsible for policy formulation, planning and ensuring
the effectiveness and transparency of corporate
communications, institutional relations, partners relations,
Vendors and media related to the disclosure of information
relating to corporate actions and material transactions
conducted by the Company.

Posisi Sekretaris Perusahaan Perseroan saat ini dijabat


oleh Farida Astuti, yang juga menjabat sebagai Direktur
Keuangan Perseroan.

Corporate Secretary position is held by Farida Astuti. She


also serves as Companys Director of Finance.

Profil Sekretaris Persusahaan


Profile of Corporate Secretary
Farida Astuti
Lahir di Jakarta, 16 Maret 1964 (51 tahun). Diangkat sebagai Direktur Keuangan
Perseroan pada 26 Maret 2014. Lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara,
kemudian melanjutkan studi S2 bidang Business Administration di Cleveland
State University, Ohio, Amerika Serikat.
Sebelumnya menjabat sebagai Direktur di PT Sarana Multi Infrastruktur
dari Februari 2009-Maret 2014. Pernah menjabat sebagai auditor di Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelum tahun 1999, Team
Leader Internal Audit di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada
1999-2004, Member of the Audit Committee of PT Garuda Indonesia (Persero)
pada 2008-2009. Selain Itu, menjabat sebagai Group Head di PT Perusahaan
Pengelola Aset (Persero). Diangkat menjadi Corporate Secretary pada 30 Mei
2014.
Born in Jakarta, March 16, 1964 (51 years old). She was appointed as Director
of Finance on March 26, 2014. She graduated from Indonesian State College
of Accountancy and obtained Master from Business Administration, Cleveland
State University, Ohio, USA.
She had served as Director of PT Sarana Multi Infrastructure from February
2009 to March 2014. She also served as auditor at Finance and Development
Supervisory Board (BPKP) and Member of the Audit Committee of PT Garuda
Indonesia (Persero) in 2008-2009. She had served as Team Leader of the
Internal Audit Division of Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) in
1999- 2004. She also had served as Group Head of PT Perusahaan Pengelola
Aset (Persero). Appointed as Corporate Secretary at May 30, 2014.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

151

Tugas Sekretaris Perusahaan

Tasks of the Corporate Secretary

Merujuk pada piagamnya, Sekretaris Perusahaan


Perseroan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai
berikut:
Liaison officer yang menjadi penghubung antara
Direksi dengan Dewan Komisaris, mengkoordinasikan
kegiatan Direksi, mewakili Perseroan dalam
berkomunikasi dengan masyarakat, regulator
lembaga, media dan asosiasi lain yang berkaitan
dengan Perseroan.
Investor relation officer yaitu menjadi penghubung
antara Perseroan dengan pemegang saham, investor,
dan calon investor Perseroan serta stakeholder
lainnya.
Compliance officer yang mengikuti perkembangan
peraturan perundangan yang berlaku dan memastikan
bahwa Perseroan memenuhi peraturan tersebut
serta membantu Direksi memantau sejauh mana
implementasi GCG dijalankan.

Administrator yang mengelola dokumen penting
Perseroan.

Protokoler yang menyelenggarakan dan/atau
mengkoordinasikan tata cara kegiatan Perseroan.

As refers to the Charter, the duties and functions of


Corporate Secretary are as follows:

Strategi dan Program Kerja Tahun 2014

Strategy and Work Program in 2014

o provide and manage internal communication


T
facility by publication of bi-monthly internal magazine
of GEMA KAEF, media monitoring, and media sharing
as the facility of sharing knowledge.

o provide and manage external communication


T
facility to meet stakeholders interests through
investor meeting, stakeholder meeting, company
visit, Company website, public expose, mass media
release and other meeting as a part of disclosure
information to the public.

 o prepare the document of Company relating to its


T
obligation as public-listed company such as accurate
Financial Statement and Annual Report as a part of
information transparency to the public.

o compy with laws and regulation either capital


T
market or other prevailing laws and regulation and
being realized by the submission of report and
information of the Company to the related party timely

152

Menyediakan dan mengelola sarana komunikasi/


internal dengan penerbitan majalah internal dwi
bulanan GEMA KAEF, media monitoring dan
media sharing information sebagai sarana sharing
knowledge.
Menyediakan dan mengelola sarana komunikasi

eksternal untuk memenuhi kepentingan seluruh
stakeholder Perseroan melalui investor meeting,
stakeholder meeting, company visit, website
Perseroan, public expose, mass media release dan
pertemuan lainnya sebagai bagian dari keterbukaan
informasi kepada publik.
Penyiapan dokumen Perseroan yang berhubungan
dengan kewajiban Perseroan sebagai perusahaan
terbuka antara lain Laporan Keuangan dan
Laporan Tahunan yang akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari
transparansi informasi kepada publik.
Mematuhi peraturan perundang-undangan baik

pasar modal maupun peraturan perundangundangan lainnya yang berlaku dan diwujudkan
dengan penyampaian laporan serta informasi

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

 iaison officer serving as connector between the


L
Board of Directors and the Board of Commissioner,
inter-Director coordinator, representing the Company
in communication with the community, institutional
regulator, and other associations related to the
Company.
Investor relation officer namely serving as connector
between the Company and the Companys
shareholders, investors, and prospective investors.
 ompliance officer following any development of
C
applicable law and regulation and ascertaining that
the Company complies with the regulation and
supports the Board of Directors in monitoring the
implementation of GCG.
Administrator managing the Companys important

documents.
Protocol organizing and/or coordinating the

Companys activity procedure

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Perseroan kepada pihak yang terkait tepat waktu


sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang

Saham (RUPS) Tahunan dan rapat-rapat lainnya
dengan melaksanakan aktivitas sebagai steering
committee dan organizing committee terkait dengan
penyelenggaraan event Perseroan serta kegiatan
support manajemen lainnya dengan pelaksanaan
event-event Perseroan yang berlandaskan cost
effectiveness.
Mengelola program image building melalui
upaya comprehensive networking dengan para
stakeholder Perseroan dan menyelenggarakan
kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang
berkoordinasi dengan Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan Perseroan.
Mengelola

pengembangan
profesi
melalui
peningkatan kapasitas dengan pelatihan yang
terkait dengan kegiatan Sekretaris Perusahaan
dan partisipasi aktif dalam organisasi kehumasan
BUMN, asosiasi emiten, wartawan atau media
dan organisasi lainnya yang berhubungan dengan
kegiatan usaha Perseroan.

in accordance with the prevailing laws and regulation.


 o convene Annual General Meeting of Shareholders


T
and other meetings by carrying out the activities as
the steering committee and organizing committee
relating to the organization of the Companys event
and activity of other management support with the
organization of the Companys events based on the
cost effectiveness.

o manage the program of image building through


T
the effort of comprehensive networking with the
stakeholders and carry out the activity of Corporate
Social Responsibility (CSR) in coordination with
the Partnership and Environmental Development
Program of the Company.
To manage the development of profession through
the improvement of capacity with the training relating
to the activity of Secretary and active participation
in the organization of public human of State-Owned
Enterprises, association of issuer, journalist or media
and other organization relating to the business activity
of the Company.

Hubungan Investor

Investor Relations

Sebagai perusahaan publik, Perseroan menyadari


tanggung jawabnya untuk memberikan informasi terkait
Perseroan kepada masyarakat keuangan (investor, analis,
dan media). Pengeloaan komunikasi dengan masyarakat
keuangan tersebut dijalankan oleh Unit Hubungan Investor
yang memiliki tugas utama untuk melakukan komunikasi
yang efektif antara Perseroan dan masyarakat keuangan
dan pihak-pihak lain terkait perkembangan Perseroan dan
prospek Perseroan ke depan.

As a public company, the Company realizes its


responsibility to provide information related with the
Company to financial community (investors, analysts, and
media). Communication management with the financial
community is carried out by Investor Relations Unit, which
the main task is to perform effective communication
between the Company and financial community and other
related parties regarding the Companys development and
future prospects.

Secara umum cakupan tugas Hubungan Investor yaitu:

In general, the coverage of Investor Relations tasks is:

1. Menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan


masyarakat keuangan (investor, analis, dan media).
2.
Mengikuti
perkembangan
bursa
saham
dan
memberikan saran kepada manajemen terkait dengan
saham perusahaan.
3. Menyediakan informasi mengenai perkembangan
perusahaan serta prospek ke depan kepada masyarakat
keuangan.
4. Memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan
khususnya bidang keuangan.

1. To establish communication and good relationship with


financial community (investors, analysts, and media).
2. To keep update on the stock market development and
to provide advice to Management in matters related
to the Companys stock.
3. To provide information of the Companys development
as well as its future prospect to financial community.
4. To provide answers on any questions related with
financial sector.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

153

154

Sebagai perusahaan publik yang menjunjung tinggi aspek


keterbukaan informasi, Perseroan senantiasa berusaha
meningkatkan kualitas dan akses informasi kepada para
analis dan investor. Perseroan berusaha membangun
citra yang baik melalui pengembangan hubungan dengan
investor dan analis baik secara interaktif, maupun
penyampaian informasi berkala, terutama yang berkaitan
dengan kinerja dan prospek Perseroan.

As a public company that upholds information disclosure


aspect, the Company continuously strives to improve
information quality and access for analysts and investors.
The Company also strives to build good image through
development of interactive relationship with investors and
analysts, as well as regular information delivery, especially
that related with the Companys performance and future
prospect.

Sebagai realisasi dari pelaksanaan keterbukaan informasi,


sepanjang tahu 2014 Perseroan telah melakukan 86 kali
pertemuan dengan analis pasar modal dan investor.
Sementara untuk kepentingan publik, Perseroan
melaksanakan 5 kali jumpa wartawan.

As realization of information disclosure practices, during


2014, the Company carried out 86 meetings with stock
market analyst and investors. Meanwhile, in terms for public
interest, the Company performed 5 news conferences.

Audit Internal

Internal Audit

Merujuk pada pada Keputusan Ketua Otoritas Jasa


Keuangan (sebelumnya Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. IX.I.7 Kep496/BL/2008 tertanggal 28 November 2008 tentang
Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
Audit Internal, Audit Internal Perseroan menjalankan
salah satu fungsi pengendalian dan pengawasan internal
untuk memastikan kegiatan operasional, keuangan dan
manajemen telah berjalan dengan efektif dan efisien.

Referring to the Decision of the Chairman of the Financial


Services Authority (formerly the Capital Market Supervisory
Agency and Financial Institution (Bapepam-LK) No. IX.I.7
Kep-496/BL/2008 dated November 28, 2008 concerning
the Establishment and Development Guidelines for Internal
Audit Charter, the Companys Internal Audit operates one
of the functions of internal control and supervision to
ensure operations, finance and management has been
managed effectively and efficiently.

Satuan Pengawasan Internal

Internal Control Unit

Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perseroan merupakan


partner strategis dalam aspek pengawasan dan
pengendalian internal bagi Direksi dan jajaran manajemen
lainnya. Dalam menjalanakan fungsi pengawasan, SPI
secara fungsional berkoordinasi dengan Komite audit.
Kedudukan SPI langsung di bawah Direktur Utama.
Jumlah pegawai (Auditor Internal) Perseroan pada tahun
2014 adalah sejumlah 24 orang. Kepala SPI Perseroan
dijabat oleh Ineng Setiasih.

Internal Control Unit is the Companys strategic partner


in the aspects of internal supervision and control for the
Board of Directors and other management. In carrying out
supervisory function, SPI make coordination with Audit
Committee. The SPI is positioned under the President
Director. The numbers of employees (Internal Auditor)
in 2014 were 24 persons. General Manager of SPI was
chaired by Ineng Setiasih.

SPI memiliki fungsi pokok sebagai berikut:


Membantu Direktur Utama dan Direktur Utama anak
perusahaan agar dapat secara efektif mengamankan
investasi dan aset Perseroan.
Monitoring efektifitas sistem pengendalian intern dan
standar prosedur operasi pada semua bagian dan unit
kegiatan Perseroan.
Monitoring efektifitas terhadap pengelolaan risiko dan
pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Internal Control has the following main functions:



To support the President Director of the Company
and the President Director of subsidiary to effectively
secure the Companys investments and assets.
To monitor the effectiveness of internal control system
and standard operation procedure at all sections and
units of the Companys activity.
To monitor the effectiveness of risk management and
implementation of Good Corporate Governance.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Sistem pengendalian internal merupakan sistem


pengendalian yang merupakan penilaian (assurance) dan
konsultasi yang independen dan obyektif yang dirancang
untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan
operasional perusahaan. Perseroan terus berupaya untuk
menerapkan sistem pengendalian berbasis COSO, antara
lain dengan adanya bagan organisasi Unit Kepatuhan &
Manajemen Risiko. Pengendalian internal di Perseroan
secara umum telah berjalan secara efektif terlihat dari
pencapaian laba perusahaan secara korporat terus
meningkat, adanya Standard Operating Procedure (SOP)
di setiap jenjang organisasi dan berjalannya Management
Review secara berkala.

Internal control system is an assessment (assurance)


control system and independent and objective consultation
that designed to provide added value and to improve the
operations of the Company. The Company continuosly
strive to implement the COSO-based control systems by
the presence of organizational chart of Complianceand
Risk Management Unit. The Companys internal control
was generally effective that seen from the Companys
incresing corporate profit achievement, the existence of the
Standard Operating Procedure (SOP) at every organization
level and the ongoing regular Management Review.

Profil Kepala Satuan Pengawasan Intern


Profile of Head of Internal Control Unit
Ineng Setiasih
Menyelesaikan pendidikan akuntansi di Universitas Padjadjaran Bandung
pada tahun 1987. Bergabung di Perseroan pada tahun 1991. Pernah
bertugas di bidang akuntansi, keuangan dan perpajakan. Jabatan terakhir
sebelum diangkat menjadi General Manager SPI sebagai Manajer Keuangan
Perseroan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No: KTP.09/00-0005/SDMKP/16-I/2012 tanggal 16 Januari 2012 dilantik menjadi Kepala SPI.
She completed Accounting Education in Padjadjaran University, Bandung in
1987. She joined the Company in 1991 and served in the areas of accounting,
finance and taxation. Last position before appointed as General Manager of
Internal Control was the Companys Financial Manager. Based on Decision
Letter of Board of Directors Number: KTP.09/00-0005/SDM-KP/16-I/2012, in
January 16, 2012 she was appointed as General Manager of Internal Control.

Strategi dan Program Kerja Tahun 2014


Pelaksanaan audit internal berbasis risiko (risk based
audit) dengan meningkatkan koordinasi dengan
Unit Kepatuhan dan Manajemen Risiko untuk
mendapatkan profil risiko pada masing-masing Unit
Kerja, menetapkan objek audit berdasarkan hasil
pemetaan risiko, meningkatkan koordinasi dengan
anak perusahaan dalam rangka permintaan data
untuk pelaksanaan desk audit serta menyusun
jadwal site audit dan Tim Audit berdasarkan hasil
desk audit.

Pemanfaatan sistem teknologi informasi secara

optimal dalam rangka pencegahan dini (early warning)
dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak
Teknologi Informasi Holding untuk memanfaatkan
sistem informasi yang mempunyai akses database
pada anak perusahaan dan Holding/Plant.

Strategy and Work Program in 2014



Implementation of risk based audit is by improving
coordination with Compliance and Risk Management
Unit in order to obtain the risk profile at each
Working Unit, to stipulate audit object based on the
result of risk mapping, to improve coordination with
subsidiaries in in order of data request for desk audit
implementation as well as to prepare the schedule
of site audit and Audit Team based on the result of
desk audit.

he optimal use of information technology system


T
as an early warning through the coordination
improvement with Information Technology of Holding
in order to utilize information system that have
database access in subsidiary and Holding/Plant

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

155

Pelaksanaan audit sesuai dengan standar audit


dengan melakukan audit berdasarkan pedoman
audit; Penyusunan Laporan Hasil Audit (LHA)
memenuhi quality assurance dengan menerbitkan
LHA sesuai standar umum pelaporan, tepat isi dan
tepat waktu; sosialisasi kebijakan pengendalian
internal
saat
pelaksanaan
audit
dengan
meningkatkan monitoring tindak lanjut temuan audit
secara berkesinambungan.
Peningkatan produktivitas sumber daya SPI dengan

melakukan audit sesuai dengan Program Kerja
Audit Tahunan (PKAT) maupun sesuai permintaan
manajemen dan meningkatkan fungsi supervisi
pada tiap tahapan audit; Penyusunan resume
audit mendekati format LHA dengan meningkatkan
efektivitas penyampaian temuan sementara dari Tim
Audit kepada Supervisi.
Peningkatan pemantauan terhadap tindak lanjut


LHA dengan mengirimkan LHA ke Auditee segera
setelah selesai penyusunan LHA, meningkatkan
evaluasi terhadap tindak lanjut rekomendasi
LHA, meningkatkan koordinasi dengan atasan
Auditee terhadap tindak lanjut rekomendasi LHA;
Peningkatan koordinasi dengan pihak eksternal
auditor dengan melaksanakan fungsi sebagai
counterpart secara optimal.
Pemenuhan
kebutuhan
dan
peningkatan
kompetensi tenaga SPI dengan menambah SDM
sebanyak 5 orang (3 orang untuk mengganti auditor
yang dimutasi/direncanakan mutasi dan 2 orang
untuk mengganti yang resign), meningkatkan
kompetensi dan mengembangkan wawasan SDM
melalui pendidikan dan pelatihan baik internal
(inhouse training) maupun eksternal sehingga
mampu melaksanakan audit sesuai dengan norma
dan pedoman audit, meningkatkan teamwork di
lingkungan SPI, dan mengikuti seminar/lokakarya
yang terkait dengan fungsi SPI.
Evaluasi prosedur audit secara berkala dengan
melakukan penyempurnaan prosedur audit sesuai
dengan perkembangan teknologi dan lingkungan
usaha

Guna menjamin mutu kinerja audit, Satuan Pengawasan


Intern (SPI) Perseroan mengikuti program Sertifikasi
Profesi Audit Internal secara berjenjang yang dalam
pelaksanaannya bekerja sama dengan lembaga Pusat
Pengembangan Akuntansi & Keuangan (PPA&K). Untuk
tahun 2014 GM SPI telah mendapatkan sertifkat Profesional
Internal Audit (PIA) dan pada tahun 2015 direncanakan 2
orang mendapat sertifikat PIA.

156

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

I

mplementation of audit in accordance with audit
standard through guideline-based audit; preparation
of Audit Results Report (ARR) to meet quality
assurance by issuing ARR in accordance with
general reporting standard, appropriate content
and timely; socialization of internal policy during the
implementation of audit by improving audit findings
monitoring follow up on the ongoing basis.

I
mprovement of the productivity of Internal Control
Unit human resources by carrying out audit in
accordance with Annual Audit Work Program (AAWP)
or in line with the request of Management and
improving supervision function at each audit stage;
preparation of audit resume to be similar with ARR by
improving the effectiveness of submitting temporer
findings from Audit Team to the Supervision.
Improvement of monitoring towards the ARR follow

up by sending ARR to Auditee immediately after
the preparation of ARR is comleted, enhancing the
evaluation towards the ARR recommendation follow
up, improving coordination with the superior of
Auditee towards the ARR recommendation follow up;
improvement of coordination with external auditor
by carrying out the optimal function as counterpart.

ulfillment of requirement and improvement for


F
Internal Control Unit competency is by increasing
number of human resource 5 persons (3 persons to
replace auditor who move or planned to be moved
and 2 persons to replace the resigned person),
improving competency and developing human
resource insights through internal or external inhouse
training or carrying out audit in accordance with the
norm and audit guidelines, improving teamwork
within Internal Control, and participate in seminar/
workshop related to Internal Control function.

egular evaluation of audit procedure by perfecting


R
audit procedure in accordance with business
environment and technology development

In order to ensure the quality of audit performance,


Internal Control Unit participates in tiered Internal Audit
Certification program collaborates with Accounting and
Finance Development Center. In 2014, General Manager of
Internal Audit Unit has gained Professional Internal Audit
certificate. In 2015, two persons are planned to obtain the
same certificate.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

Pada tahun 2014 Divisi SPI telah melakukan audit lapangan


sebanyak 44 Objek Audit yang terdiri dari:
Audit rutin sebanyak 41 Objek.
Audit permintaan sebanyak 3 Objek

In 2014, Internal Audit Unit has carried out field audit to a


total of 44 Audit Object consisting of:

Regular Audit 41 Objects
Audit based on demand 3 Objects

Atas pelaksanaan audit tersebut telah disampaikan


rekomendasi ke Auditee sebanyak 527 rekomendasi
dan dari jumlah tersebut 412 rekomendasi atau 78,18%
memiliki status tindak lanjut sudah sesuai dan sisanya
masih belum ditindaklanjuti, namun masih dalam masa
toleransi/tenggang waktu penyampaian tindaklanjut (di
bawah 15 hari) sejak Laporan Hasil Audit (LHA) diterima.

The 527 recommendations derived from audit


implementation had been submitted to Auditee. Out of
527 recommendations, 412 recommendations ot 78.18%
have appropriate follow up status and the remaining
recommendations have not been followed up. However, it
were still in a period of tolerance or deadline submission
(under 15 days) since the Audit Result Report was received.

Selain melaksanakan audit, SPI menjadi counterpart


external auditor (KAP) dalam menilai kewajaran penyajian
Laporan Keuangan untuk Tahun Buku 2014.

In addition to carry out audit, Internal Audit Unit was


also served as counterpart external auditor in assessing
the fairness of Financial Statement presentation for the
financial ear of 2014.

Manajemen Risiko

Risk Management

Manajemen risiko merupakan salah satu aspek yang


penting bagi Perseroan untuk memastikan kelangsungan
usaha Perusahaan. Tujuan utama dari diterapkannya
praktik manajemen risiko adalah menjaga dan melindungi
Perseroan melalui pengelolaan risiko kerugian yang
mungkin timbul dari berbagai aktivitas Perseroan serta
menjaga tingkat risiko agar sesuai dengan arahan yang
sudah ditetapkan.

Risk management is one of the important aspects for the


Company to ensure continuity of business operations.
The main purpose of implementation of risk management
practices is to maintain and to protect the Company
through management of the risk of loss that may arise
from the activities of the Company as well as to maintain
the level of risk in order to to comply with the defined
directives.

Sejak tahun 2011, Perseroan telah menerapkan manajemen


risiko dengan mengadopsi kerangka kerja manajemen
risiko COSO ERM. Seiring dengan perkembangan dan
perubahan organisasi, pada tahun 2012, Perseroan
merevisi Pedoman Manajemen Risiko menjadi berbasis
ISO 31000:2009.

Since 2011 the Company has been applied risk


management practices by adopting COSO ERM risk
management framework. In line with the development and
change of organization, in 2012, the Company revised
the Guidelines on Risk Management to be based on ISO
31000:2009.

Pengelolaan manajemen risiko Perseroan berada di bawah


Unit Kepatuhan dan Manajemen Risiko (UKMR) dan
bertanggung jawab langsung kepada Direktur Keuangan.
Pada tahun 2013, UKMR membangun kesadaran
manajemen risiko semua unit bisnis melalui pelatihan
profilisasi risiko dan membangun infrastruktur yang
menjadi basis proses manajemen risiko yang efektif.

The risk management practice is under supervision of


Compliance and Risk Management unit (UKMR) and
directly responsible to Finance Director. In 2013, UKMR
built awareness of risk management to all business units
by risk profiling training and build infrastructure that being
the basis of effective risk management process.

Paparan berikut ini adalah profil risiko Perseroan yang


dibagi berdasarkan 3 kategori risiko yaitu: (1) risiko
strategis, (2) risiko keuangan, dan (3) risiko operasional.

The following exposure is the corporate risk profile that


being divided based on 3 risk categories namely: (1)
strategic risk, (2) financial risk, and (3) operational risk.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

157

Profil Risiko tahun 2014

Risk Profile of 2014

1. Risiko Strategis

1. Strategic Risks

Risiko strategis merupakan peristiwa-peristiwa yang


disebabkan oleh faktor eksternal seperti perubahan
kondisi ekonomi makro, hukum dan regulasi,
sosial/masyarakat, politik dan/atau faktor lain yang
mempengaruhi keberlangsungan Perseroan.

Application of the Law on BPJS

Kesehatan risiko penerapan Undang-Undang No. 24


tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) dapat berdampak pada perubahan
strategi manajemen Perseroan serta pada peraturan
pengadaan barang dan jasa, yang selanjutnya dapat
mempengaruhi penjualan dan laba Perseroan. Selain
itu, Perseroan mendapat tuntutan yang lebih besar
untuk pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan bagi
seluruh peserta BPJS Kesehatan. Risiko ini ditangani
dengan menyediakan produk-produk yang terjamin
kualitas dan mutunya, meningkatkan pendistribusian
produk hingga ke pelosok daerah, membuat selebaran
untuk publikasi layanan pemenuhan sistem kesehatan
nasional, serta menyiapkan sistem informasi yang
terintegrasi yang dapat mengelola database peserta
BPJS Kesehatan guna memudahkan pelayanan dan
pemantauan peserta yang berobat di seluruh jaringan
klinik kesehatan Perseroan.

The risk of the application of Law Number: 24 of 2011


concerning Social Security Organizing Agency (BPJS)
may impact upon the change of strategic management
of the Company and the regulation on goods and
service, which can further affect the sales and profit
of the Company. In addition, the Company has more
demand to meet the need of medical service for all
participants of BPJS for Health. This risk is being
handled by providing qualified products, the improving
products distribution throughout regions, making
the brochure for the publication of national health
system service, and preparing integrated information
system that can manage the database on the BPJS
for Health participants in order to facilitate the service
and monitoring of the participants who take health
treatment in all clinic networks of the Company.

 Dukungan infrastruktur untuk meningkatkan


pangsa pasar luar negeri


Infrastructure support to improve foreign market
share

Risiko ketidaksiapan infrastruktur dalam mengantisipasi


permintaan pasar di luar negeri berdampak pada
pencapaian
sasaran
pertumbuhan
penjualan
Perseroan. Risiko ini ditangani dengan meningkatkan
kapasitas dan kapabilitas SDM serta mendorong
aktivitas produksi yang terencana dan terintegrasi.

The risk on infrastructure unpreparedness in


anticipation of foreign market demand impacts upon
the achievement of the Company sales target growth.
The risk is being handled by improving the capacity
and capability of human resources and encouraging
planned and integrated production activities.

Integrasi fungsi supply chain dalam manajemen


ketersediaan bahan baku


Integration of supply chain function within raw
materials availability management

Risiko ketersediaan bahan baku berdampak pada


sasaran Perseroan untuk mewujudkan value chain
Supply Chain Management (SCM) yang efektif.
Penyebab risiko tersebut adalah terlambatnya
pengiriman bahan baku oleh supplier serta belum
optimalnya perencanaan atau forecasting dalam

The risk raw materials availability impacts upon the


target of Company to materialize the effective value
chain Supply Chain Management (SCM). The cause
of risk is the slowing of shipping raw materials by the
supplier and the absence of optimizing the planning or
forecasting in the procurement of raw materials. This

158

Pemberlakuan UU BPJS

Strategic risks are the events due to external factor


such as the change of macro economy condition, laws
and regulation, social/community, politics and/or other
factors affecting the survival of Company.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

pengadaan bahan baku. Risiko ini ditangani dengan


melakukan pemantauan intensif terhadap proses
pengadaan bahan baku, terutama untuk bahan
baku impor, serta melakukan pemantauan terhadap
optimalisasi proses Surat Permintaan Pengadaan
Barang (SPPB).

2. Risiko Keuangan

risk is handled by intensively monitoring towards the


process of raw materials procurement, particularly for
the import of raw materials, and monitoring towards
the optimization process for the Goods Procurement
Request.

2. Financial Risk

Risiko keuangan merupakan peristiwa-peristiwa yang


disebabkan oleh pergerakan atau fluktuasi variabelvariabel pasar serta perubahan kurs valuta asing, harga
bahan baku, tingkat suku bunga, biaya transportasi
dan distribusi, serta gagal bayar dari pelanggan.

Financial risk is the events caused by the fluctuation of


market variable and change of foreign exchange rate,
price of raw materials, interest rate, transportation and
distribution costs, and customers default.

E
 fisiensi dan efektivitas anggaran
Risiko perencanaan biaya yang tidak efisien dan
efektif akan berdampak pada manfaat optimal dari
penggunaan anggaran. Penyebab risiko tersebut
adalah kurangnya analisis yang terintegrasi dalam
proses penentuan anggaran yang dilakukan oleh baik
unit terkait maupun lintas unit, serta tingginya biaya
pegawai yang sangat dipengaruhi oleh besaran Upah
Minimum Propinsi (UMP). Risiko ini ditangani dengan
melakukan koordinasi lintas unit yang terintegrasi
serta memastikan penerapan pengendalian internal
yang efektif di seluruh tingkatan dan fungsi di dalam
Perseroan.

Budget efficiency and effectiveness


The risk of inefficient and ineffective cost planning
will impact upon optimum from the use of budget.
The cause of risks shall be lack of analysis integrated
in the process of determining the budget made
either by related unit or unit crossing, and high
cost of the employee which is absolutely affected
by the amount of Provincial Minimum Wage (UMP).
This risk is being handled by conducting integrated
unit crossing coordination and ensuring application
for the effective internal control in all levels and
functions within the Company.

Perubahan nilai valuta asing


Risiko perubahan nilai valuta asing akan berdampak
terhadap keberlangsungan pemenuhan kewajiban
atas penyelesaian transaksi pembayaran barang
atau bahan impor yang dilakukan oleh Perseroan.
Penyebab risiko tersebut adalah terjadinya krisis
global. Risiko ini ditangani dengan melakukan
analisis risiko pasar yang sesuai dengan selera
Perseroan, menjaga tingkat likuiditas baik dengan
membentuk cadangan dana dalam mata uang asing
secara cermat dan/atau mengupayakan pinjaman
dengan tingkat suku bunga yang kompetitif.

C
 hange of foreign currency rate
Risk on the change of foreign currency rate
will impact upon the continuity of meeting the
obligations to settle transaction of paying the
goods or materials of the import conducted by the
Company. The cause of risk is the occurrence of
global crisis. The risks handled by analyzing market
risk which is appropriate with the wish of Company,
keeps liquidity level by forming the reserve fund in
foreign currency economically and/or endeavor loan
with the competitive interest rate.

P
engendalian Beban Pokok Penjualan (BPP)
Risiko BPP yang tinggi akan berdampak terhadap
penentuan harga produk dan pada akhirnya akan
mempengaruhi daya beli konsumen, dan/atau
setidaknya, pengurangan permintaan terhadap
produk tersebut. Penyebab risiko tersebut adalah
persaingan di sektor farmasi yang semakin ketat
dan belum diterapkannya sistem pembelian/
pengadaan bahan baku/bahan kemas dengan

C
 ontrol for Cost of Goods Sold (CoGS)
Risk of CoGS will impact upon the determination
of price of products and will finally affect customer
purchase power, and/or at least, reduction for
the request towards the products. The cause of
risk is the competition of pharmaceutical sector
which is increasingly tight and not yet applied the
system of purchase/procurement of raw materials
of packaging with the long-term contract system.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

159

sistem kontrak jangka panjang. Risiko ini ditangani


dengan membentuk daftar sumber bahan baku dan
bahan kemas yang optimal guna mendapatkan harga
yang kompetitif, menguntungkan,dan menekan
biaya inklaring (bongkar muat) barang impor, serta
memperkuat proses pemantauan berkala di internal
pengadaan.

3. Risiko Operasional

3. Operation Risk

Risiko operasional merupakan peristiwa-peristiwa


yang disebabkan oleh tidak cukupnya dan/atau tidak
berfungsinya proses internal/prosedural, kesalahan
manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem
eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan.

Operation risk is the event caused by the insufficiency


and/or absence of functioning the internal process/
procedure, human error, system failure, or any external
problem affecting the Companys operation.

Pengembangan produk non-generik


Risiko pengembangan produk non-generik akan
berdampak pada optimalisasi tingkat pertumbuhan
penjualan. Penyebab risiko tersebut adalah
pengembangan produk non
generik sangat
dipengaruhi oleh permintaan pasar dan daya beli
masyarakat. Risiko ini ditangani dengan inovasi
produk yaitu menciptakan dan/atau mengembangkan
produk yang mengacu pada kebutuhan demografi.

Non-generic product development


Risk on non-generic product development will
impact upon the optimization of sale growth level.
The cause of the risk is the development of nongeneric product which is highly affected by the
market demand and purchasing power parity. The
risk handled by the product innovation namely
creating and/or developing referring to the need of
demography.

Integrasi perencanaan produksi lintas fungsi


Risiko perencanaan produksi lintas fungsi yang
belum terintegrasi dan komprehensif berdampak
pada pencapaian sasaran Perseroan, yaitu
terwujudnya value chain Supply Chain Management
(SCM) yang efektif. Penyebab risiko tersebut adalah
ketidaktepatan hasil forecasting serta keterlambatan
pelaporan hasil forecasting kepada fungsi
perencanaan dan pengendalian logistik. Risiko
ini ditangani dengan mengembangkan Prosedur
Operasi Standar (Standar Operating Procedur/ SOP)
yang terkait dengan proses perencanaan penjualan
dari bagian marketing, pemesanan bahan baku dari
pabrik, dan pengiriman produk ke logistik.

Integration of Planning Inter-function Production


Risk on inter-function production planning which is
not yet integrated and comprehensive impacts upon
the achievement of Company target, namely the
materialization of the effective value chain Supply
Chain Management (SCM). The cause of the risk is
the inappropriateness of the forecasting result and
slow of reporting of the said result to the function
of planning and logistic control This risk is handled
by developing standard operating Procedure (soP)
relating to the planning of sales from marketing
section, order for the raw materials from the plant,
and product shipment to the logistics.

Penempatan karyawan sesuai kompetensi

P
 lacement of employees in accordance with their
competency
Risk on the placement of the inappropriate
employees will impact upon the performance and
productivity of the employees in processing the
business of Company in accordance with its given
target. The cause is the quality of human resources
owned and the reduction of training and effective
development of the employee. This risk is handled

Risiko penempatan karyawan yang tidak tepat akan


berdampak pada kinerja dan produktivitas karyawan
dalam melaksanakan proses bisnis Perseroan
sesuai dengan sasaran Perseroan yang telah
ditetapkan. Penyebabnya adalah kualitas sumber
daya manusia yang dimiliki dan kurangnya pelatihan
dan pengembangan karyawan yang efektif. Risiko ini

160

This risk is handled by establishing the list of raw


material and optimum packaging materials to get
competitive, profitable prices and press inklaring
(custom clearance) of the import goods, and
strengthen the process of periodical monitoring in
the internal procurement.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

ditangani dengan melakukan talent mapping untuk


setiap individu sebagai acuan untuk promosi, mutasi,
dan rotasi sesuai dengan kebutuhan Perseroan.

Performa Manajemen

by conducting talent mapping for any individual as a


reference for promotion, movement, and rotation as
needed by the Company.

Management Performance

Untuk mencapai Visi dan Misi yang telah ditetapkan,


Perseroan senantiasa melakukan evaluasi kinerja
melalui pendekatan sebagai berikut:
Performance Appraisal System (PAS). Evaluasi ini
dilakukan atas hasil yang diperoleh selama dalam
periode tersebut. Evaluasi ini lebih mengarah pada
analisis keuangan.

Metode Performance Management System (PMS),
untuk mengetahui bagaimana hasil usaha tersebut
dicapai, dengan kata lain, pendekatan ini dalam
evaluasi proses pencapaian hasil.

To achieve the determined Vision and Mission, the


Company continuously carries out performance
evaluation through the following approaches:
Performance Appraisal System (PAS). This
evaluation is carried out on the results obtained
during the period. This evaluation is more toward
financial analysis.
Using the Performance Management System
(PMS), to find out how the business results
achieved, in other words, this approach is in the
evaluation of the process to attainment the results.

Kedua pendekatan tersebut di atas dilakukan Perseroan


secara periodik setiap bulan, triwulan, semester dan
tahunan dengan maksud untuk mendapatkan areaarea improvement di setiap Divisi dan Unit Kerja.

The two approaches are made by the Company


periodically every month, quarterly, semester and
annually with a view to getting the areas of improvement
at each Division and Working Unit.

Area improvement di tingkat operasional atau Divisi


dan Unit Kerja ditindaklanjuti dan dilakukan perbaikan
dengan pola Plan, Do, Check and Action (PDCA) melalui
forum rapat koordinasi antar Divisi dan Unit Kerja.

Area of improvement at operation level or Division and


Working Unit is followed up and remedied with the
pattern of Plan, Do, Check and action (PDCA) through
forum of coordinating meeting inter Division and
Working Unit.

Area-area improvement dalam proses-proses internal


di tingkat manajemen dilakukan melalui evaluasi
kinerja Perseroan dalam forum Management Review
dan ditindaklanjuti dengan perbaikan proses-proses
pengelolaan Perseroan yang terkait.

Areas of improvement in the internal processes at


management level are made through performance
evaluation of the Company in the forum of management
review and followed up with the remedy of the
processes of managing the relevant Company.

Perseroan melakukan Rapat Management Review


yang merupakan sarana bagi setiap Divisi dan Unit
Kerja dan Anak Perusahaan dalam mendeteksi secara
dini berbagai kemungkinan yang menghambat proses
kinerja sekaligus merupakan pembelajaran yang
berkelanjutan untuk peningkatan kinerja Perseroan
secara menyeluruh serta menjadikan momentum untuk
lebih semangat lagi dalam bekerja dan bersinergi.

The Company performs Management Review Meeting


as the facility for any Division/Working Unit and
Subsidiaries to earlier detect various possibilities that
may hamper performance process. It also serves as
sustainable learning process for the improvement of
Companys performance as a whole and a momentum
to be more eager in the work and synergy.

Performance Management dilakukan Perseroan melalui


pelaksanaan Management Review. Selama tahun 2014,
Perseroan telah melaksanakan Management Review
sebanyak 12 (dua belas) kali, yang diikuti oleh Dewan
Komisaris, Direksi Perseroan dan Anak Perusahaan,
General Manager serta Manager. Pelaksanaan
Management Review diikuti dengan cara melakukan

Performance Management was carried out through


the implementation of Management Review. During
2014, the Company has implemented Management
Review twelve (12) times, which was attended by the
Board of Commissioners, Board of Directors of the
Company and the Board of Directors of subsidiaries,
the General Manager and Manager. Implementation of

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

161

progress report setiap Divis dan Unit Kerja dan Anak


Perusahaan untuk melihat efektivitas kinerja setiap
Divisi dan Unit Kerja dan Anak Perusahaan.

162

Management Review was followed up by presenting


progress report of each Division and Working Unit
as well as Subsidiaries in order to capture their
performance effectiveness

Sistem Pengendalian Internal

Internal Control System

Sistem pengendalian internal diterapkan oleh Perseroan


untuk menjamin tercapainya beberapa hal berikut:

Efektivitas dan efsiensi operasional;

Laporan Keuangan Perseroan handal sehingga

dapat dipercaya;

Kegiatan usaha Perseroan senantiasa seiring
dengan peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku.

Internal control system being implemented by the Company


to ensure the achievement of the following matters:

Effectiveness and efficiency of operations;
Reliable Financial Report to be credible;

Perkara Penting 2014

Significant Cases of 2014

Sepanjang tahun 2014, Perseroan memilki perkara hukum


terkait dengan hubungan ketenagakerjaan, namun sudah
diselesaikan melalui pengadilam hubungan industrial
dan dimenangkan oleh Perseroan . Peristiwa ini tidak
mempengaruhi kinerja Perseroan secara menyeluruh.

Throughout the 2014, the Company had a legas case


related to the employment relationship. The case had been
resolved through the Industrial Relations Courts and the
Company won the lawsuit. This case did not affect the
overall performance of the Company.

Keterbukaan Informasi

Information Disclosure

Sebagai perusahaan publik, Perseroan memiliki website


yang dapat dikunjungi di www.kimiafarma.co.id. Website
tersebut dikelola secara internal dan menjadi salah
satu media untuk menyampaikan informasi dan data
Perseroan serta perkembangannya. Selain itu, Perseroan
juga menggunakan media lainnya seperti press release
untuk menyampaikan informasi material kepada publik.
Perseroan juga menerbitkan majalah internal GEMA KAEF
secara berkala untuk menginformasikan kegiatan dan
dinamika Perseroan kepada seluruh karyawan.

As a public company, the Company has a website at


www.kimiafarma. co.id. The website is managed internally
and become one of the media to deliver the Companys
information and data and its development. In addition,
the Company also uses other media among others press
release to deliver material information to the public. The
Company also publish internal magazine GEMA KAEF
regularly to inform the Company activities and dynamics
to all employees.

Kode Etik

Code of Conduct

Perseroan telah menetapkan standar perilaku yang


ditandatangani oleh setiap insan Kimia Farma (Dewan
Komisaris, Direksi, Karyawan) yang mengatur segala
sesuatu yang berhubungan dengan kode etik operasional
perusahaan.

The Company has set Code of Conduct that was signed by


overall personnel within the Company, including the Board
of Commissioners, Board of Directors, and employees,
which regulates all matters related to code of ethics of the
Companys operations.

Sistem Pelaporan Pelanggaran

Whistle Blowing System

Sebagai bagian dari sistem kontrol, Perseroan telah


menerapkan sistem pelaporan pelanggaran (whistle

As a part of control system, the Company has implementing


the whistle blowing system. Through the system,

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

The Companys business activities are always in


line with the applicable regulations and legislation.

Tata Kelola Perusahaan

Good Corporate Governance

blowing system). Melalui sistem ini, karyawan di lingkungan


Perseroan maupun pihak ketiga dapat menyampaikan
pengaduan mengenai pelanggaran yang dilakukan para
pemangku kepentingan (stakeholder) internal Perseroan.

employees and third parties may submit complaints


regarding any violations committed by the Companys
internal stakeholders.

Perseroan memberikan jaminan untuk menjaga kerahasiaan


pelapor. Selain itu, Perseroan juga memastikan bahwa
laporan pengaduaan akan ditelaah dan ditindaklanjuti.
Saat ini, sistem pengaduan ini dikelola oleh Komite Etik.

The Company provides guarantees on the complainants


confidentiality. In addition, the Company also ensures that
the complaints report will be reviewed and be followed
up. Currently, whistle blowing system is managed by the
Committee of Ethics.

Sepanjang Tahun Buku 2014, Perseroan tidak menerima


pengaduan seperti dimaksud di atas.

Throughout 2014, the Company did not receive any


complaints as referred above.

Pengendalian Gratifikasi

Gratification Control

Perseroan juga sudah memiliki program pengendalian


gratifikasi, yang bekerja sama dengan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2014. Sebagai
realisasi dari kerja sama tersebut, Perseroan bersama KPK
sedang menyiapkan pembentukan Unit Pengendalian
Gratifikasi, yang saat ini masih dalam proses.

The Company also performed gratification control program


in cooperation with the Corruption Eradication Commission
(KPK) since April 2014. As embodiment of the cooperation,
the Company and KPK are preparing the establishment of
Gratification Control Unit, which currently still in process.

Selama Unit Pengendalian Gratifikasi belum terbentuk,


saat ini masalah terkait dengan gratifikasi ditangani oleh
Unit Kepatuhan dan Manajemen Risiko Perseroan.

As the Gratification Control Unit has not been established,


any matters related to gratification are managed by the
Compliance and Risk Management Unit.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

163

164

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tanggung Jawab
Sosial Perseroan

Corporate Social Responsibility

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

165

166

Tanggung Jawab Sosial Perseroan

Corporate Social Responsibility

Selain bertanggung jawab mengembangkan bisnis, Badan


Usaha Milik Negara juga memiliki tugas di bidang sosial,
ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

In addition to being responsible for business development,


State-Owned Enterprises also have the tasks in social,
economic, and environmental development sectors.

Perseroan telah mewujudkan kepedulian sosial dengan


membentuk Unit Kerja Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) yang bertugas membina dan
mengembangkan sektor Usaha Kecil dan Menengah
(UKM) dan Koperasi. Selain itu, Perseroan berperan serta
dalam program-program antara lain Penanggulangan HIV/
AIDS.

The Company has actualized social care by forming a unit


of Partnership and Environmental Development Program
(PEDP) which has duty to develop and fostering Small and
Medium Enterprises (SMEs) and Cooperations. in addition,
the Company participates in Combat HIV/AIDS programs.

Usaha Penanggulangan HIV/AIDS

HIV/AIDS Mitigation Plan

Sejalan dengan budaya perusahaan I Care, Perseroan


menyikapi permasalahan HIV/AIDS dengan memproduksi
obat Antiretroviral (ARV). Pada tanggal 28 Agustus 2008,
unit produksi Antiretroviral (ARV) Perseroan dengan
kapasitas produksi sekitar 165 juta tablet dan kapsul per
tahun telah diresmikan oleh Menteri Perekonomian dan
Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia.

In line with its corporate culture I Care, the Company


deals with any HIV/AIDS issues by producing antiretroviral
(ARV) medicines. On 28 August 2008, the Coordinating
Minister for Economy and Peoples Welfare of the Republic
of Indonesia inaugurated Companys Antiretroviral (ARV)
production unit with the production capacity of around 165
million tablets and capsules per year.

Fasilitas ini mengacu kepada persyaratan Cara Pembuatan


Obat yang Baik (CPOB) terkini serta persyaratan
Prakualifikasi WHO sebagai prasyarat untuk masuk ke pasar
regional dan global. Selanjutnya produk ARV Perseroan
diharapkan akan dapat diperoleh secara mudah oleh
masyarakat. Ketersediaan ARV yang berkesinambungan
adalah harapan besar dalam memberikan kelangsungan
hidup yang lebih panjang bagi penderita agar dapat
beraktivitas secara normal.

This facility refers to the requirements in the current Good


Manufacturing Practice (cGMP) and the requirements
of Prequalification WhO (PQ-WHO) as prerequisite for
entering the regional and global markets. Furthermore, it is
expected that the community can easily get the Companys
ARV products. Continuous availability of ARV constitutes a
big hope in providing longer survival to the patients so they
can normally perform any activities.

Program Kemitraan

Partnership Program

Program Kemitraan dilaksanakan dengan memberikan


pinjaman kredit lunak kepada apotek, toko obat,
pengusaha kecil terdiri dari sektor perdagangan, jasa,
industri dan koperasi secara bergulir. Untuk memperkecil
risiko piutang macet, dilakukan evaluasi dan pemantauan
usaha penerima pinjaman secara reguler sehingga
keberlangsungan program ini dapat dicapai. Di samping
memberikan bantuan permodalan, pembinaan dilakukan
dengan memberikan pelatihan dan mengikuti pameranpameran di berbagai daerah.

Partnership Program is implemented by giving soft


credit loan to pharmacies, drugstores, small enterprises
comprising the trade, service, industry and cooperative
sectors on a rolling basis. To minimize any problem
receivable risk, business evaluation and monitoring is
regularly carried out to loan recipients to achieve the
continuity of this program. in addition to providing capital
assistance, guidance is also provided by providing training
and attending the expos in some regions.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Tanggung Jawab Sosial Perseroan

Corporate Social Responsibility

Penyaluran Dana Kemitraan

Distribution of Partnership Fund

Sepanjang tahun 2014, Perseroan telah meyalurkan dana


untuk Program Kemitraan sebesar Rp6,24 miliar. Dana
tersebut telah dibagikan kepada 61 Mitra Binaan di 4
propinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa
Tengah. Realisasi kemitraan berdasarkan sektor usaha
terdiri atas sektor industri Rp140 juta, sektor perdagangan
Rp3.050 juta, sektor perkebunan Rp2.500 juta dan sektor
jasa Rp715 juta, dengan total dana pembinaan sebesar
Rp154,93 juta.

During 2014, the Company has distributed partnership


fund program in the amount of IDR6.24 billion. The fund
has been distributed to 61 partners at 4 provinces, namely
Banten, Jakarta Special Capital Region, West Java and
Central Java. Realized partnership based on the business
sector consists of the sectors of industry IDR140 million,
trade IDR3,050 million, plantation IDR2,500 million and
service IDR715 million, with total amount to program
management as IDR154.93 million.


Realisasi Program Kemitraan Berdasarkan Sektor Usaha Tahun 2014 (Dalam Juta rupiah)
Realization of Partnership Program Based on Business Sector of 2014 (in Million rupiah)
Keterangan
Description

Industri
Industry

Perdagangan
Trading

Perkebunan
Plantation
Perikanan
Fishery

Jasa
Services

Jumlah/Total

Jumlah (Rp)

Jumlah Mitra Binaan

140

3.050

34

2.500

15

715

19

6.420

61

Total (IDR)

Number of Partners

Program Bina Lingkungan

Environmental Development Program

Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Corporate Social


Responsibility (CSR) di lingkungan Perseroan didasarkan
atas komitmen penuh bahwa CSR merupakan aspek
penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas usaha.

Corporate Social Responsibility program was performed


based on the Companys full commitment in assigning
CSR as an important aspect to ensure the sustainability of
business activities.

Program
Bina
Lingkungan
merupakan
program
pemberdayaan kondisi sosial masyarakat BUMN di wilayah
BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian
laba BUMN. Program ini dilaksanakan sebagai bagian
dari komitmen penuh Perseroan bahwa Program Bina
Lingkungan merupakan aspek penting dalam menjaga
keberlangsungan akitivitas usaha.

Environmental Development Program is the program of


public condition empowerment of State-Owned Enterprises
(SOEs) in the region of SOEs through the use of fund from
the profit sharing. The program was being implemented
as part of the full commitment of the Company to put up
the Environmental Development Program as an important
aspect in maintaining the continuity of the business
activities.

Program Bina Lingkungan Perseroan disalurkan dalam


bentuk bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan

Company Environment Development Program is distributed


in the form of aids for natural disaster victim, education
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

167

168

dan pelatihan, kesehatan, pengembangan sarana dan


prasarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam dan
program pengentasan kemiskinan.

and training, health, public facility and infrastructure


development, worship facility, natural reservation and
poverty reduction program.

Melalui program ini, pada tahun 2014, Perseroan telah


menyalurkan dana sebesar Rp1,72 miliar.

Through this program, in 2014, the Company distributed


IDR1.72 billion.

A. Untuk sektor Bencana Alam dilaksanakan kegiatan


berupa:
Pemberian bantuan paket sembako bagi warga
setempat yang terkena bencana banjir di daerah
Babelan dan Muara Gembong, Bekasi.
Pemberian bantuan sembako dan pengobatan
gratis bagi warga setempat yang terkena banjir di
Kampung Pulo, Jakarta Timur.

A. In terms of Natural Disaster sector, the activities that


being carried out were as follows:
Primary goods package donation for flood victims
in the area of Babelan and Muara Gembong,
Bekasi.
Primary goods package donation and free
medical care for flood victims in the area of
Kampung Pulo, East Jakarta.

B. Untuk sektor Kesehatan dilaksanakan kegiatan


berupa:
Pelaksanaan bantuan untuk transplantasi hati
atas nama Muhammad Hafiz di Sentul City Bogor
kerja sama dengan Rumah Sakit Pertamedika
Sentul City
Pemberian pengobatan dan kacamata gratis
untuk siswa Sekolah Dasar yang kurang mampu
di wilayah Bogor dan Jakarta.
Pelaksanaan pemeriksaan dan pengobatan gratis
dengan mendirikan posko kesehatan di terminal
bis Pulogadung dan Rawamangun.
Pelaksanaan kegiatan bakti sosial berupa
pengobatan gratis untuk masyarakat kurang
mampu di berbagai daerah.
Pembangunan sarana posyandu di Ciloto,
Cipanas Jawa Barat.

B. In terms of Health sector, the activities that being


carried out were as follows:
Liver transplantation donation for Muhammad
Hafiz in Sentul City Bogor in collaboration with
Pertamedika Sentul City Hospital.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Free medical treatment and glasses for


underprivileged Elementary School students in
Bogor and Jakarta areas.
Free examination and health treatment service by
development of health posts in Pulogadung and
Rawamangun bus terminal.
Social service activities in the form of free medical
service for underprivileged society in several
regions.
Development of integrated health post in Ciloto,
Cipanas, West Jawa.

Tanggung Jawab Sosial Perseroan

Corporate Social Responsibility

C. Untuk sektor Pendidikan dilakukan kegiatan yaitu:


Pemberian bantuan sarana pendidikan dan
beasiswa bagi pelajar yang kurang mampu dan
berprestasi.

C. In terms of Education sector, the activities that being


carried out were as follows:
Scholarship and education facilities assistance
for top achievers and underprivileged students.

Komitmen Perseroan Terhadap Konsumen

The Companys Commitment to Costumers

Sebagaimana tercantum dalam nilai-nilai inti Perseroan


yakni I CARE, Perseroan mengutamakan pelanggan
sebagai rekan kerja. Oleh sebab itu, Perseroan senantiasa
berkomitmen untuk menyediakan produk-produk dan
pelayanan kesehatan dengan nilai (baik harga dan kualitas)
yang berkualitas serta aman bagi konsumen. Produkproduk dan pelayanan-pelayanan Perseroan akan diberi
label, memiliki sertifikat halal, mencantumkan aturan
pakai, dan/atau, tanggal kadaluarsa. Beberapa produk
disampaikan melalui iklan-iklan dan dikomunikasikan
secara tepat dan semestinya. Untuk pengaduan konsumen,
Perseroan telah menyediakan kontak yang bisa diakses
secara online di www.kimiafarma.co.id.

As stated in the Companys core values of I CARE, the


Company prioritizes customers as a partners. Therefore,
the Company is always committed to providing health
products and services at value (both in terms of price and
quality) and safe to consumers. The Companys products
and services will be labeled, have halal certificates, state
directions of use, and/or, expiry date. some products are
introduced through advertisements and communicated
appropriately and properly. For any complaint from
consumers, the Company has provided a contact which
can be accessed online in www.kimiafarma.co.id.

Hubungan Kerja Industrial

Industrial Work Relation

Dalam rangka meningkatkan hubungan kerja industrial


yang harmonis, Serikat Pekerja Kimia Farma (SPKF)
yang merupakan mitra kerja manajemen yang mewakili

In order to enhance harmonious industrial employment


relationship, Kimia Farma Labor Union (SPKF) being
management trading partner representing the employees

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

169

170

karyawan bersama-sama menandatangani Perjanjian


Kerja Bersama (PKB) pada 14 Februari 2013 yang berlaku
sampai dengan 31 Desember 2014. SPKF bertekad
membantu manajemen Perseroan untuk menciptakan
karyawan yang kreatif, produktif, dan sejahtera.

to execute Collective Employment Agreement dated


February 14, 2013 valid through December 31, 2014.
SPKF is determined to help the Companys management
to create creative, productive, and prosperous employees.

Pengakuan Perseroan Atas Hak-hak Karyawan

Companys Acknowledgement of Employees Rights

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset utama


Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Dengan
menjunjung
tinggi
budaya
perusahaan
I CARE seluruh karyawan dan manajemen Perseroan
bertanggung jawab atas amanah dengan memegang
teguh profesionalisme, integritas, dan kerja sama. Untuk
memastikan terciptanya perlindungan atas hak-hak
karyawan, Perseroan bersama-sama Serikat Pekerja Kimia
Farma (SPKF) selalu berupaya memperbaiki kesepakatan
kerja bersama yang saling mengikat, baik untuk Perseroan
maupun karyawan.

Human Resources (HR) constitute the Companys main


asset in carrying out its business activities. By upholding
the corporate culture I CARE all employees and
management of the Company are responsible for the
mandate by firmly holding professionalism, integrity, and
cooperation. To assure the protection of employees rights,
the Company together with Kimia Farmas Labor Union
(SPKF) is always improving the work agreement mutually
binding both the Company and employees.

Komitmen Perseroan terhadap Kesehatan dan


Keselamatan Kerja, dan Lingkungan

Companys Commitment to the Work Health and


Safety, and Environment

Dalam menjalankan aktivitasnya, Perseroan senantiasa


menekankan pada upaya positif dan meminimalkan
dampak negatif dari aktivitas bisnis Perseroan terhadap
lingkungan kerja.

In carrying out its activities, the Company has always


emphazise on the positive efforts and minimizes the
negative impact of the Companys business activities
toward the work environment.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan,


yang sering disebut dengan K3L, merupakan bagian dari
nilai-nilai yang dimiliki oleh Perseroan dalam memberikan
kontribusi untuk menjaga lingkungan. Kepedulian akan
lingkungan, secara built in telah diimplementasikan oleh
Perseroan sejak tahun 1987, berbarengan dengan mulai
diterapkannya Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik
(CPOB) di Perseroan.

The Work Health & Safety and Environment, frequently


called HSE, constitutes a part of values that the Company
has in providing contributions to preserve the environment.
The Company has been implementing the environmental
concern in a built in condition since 1987, simultaneously
with the application of Guidelines for Good Manufacturing
Practice (GMP) in the Company.

Kepedulian Perseroan untuk menjaga lingkungan, makin


dipertegas dengan dimulainya sertifikasi ISO 9001 untuk
seluruh pabrik Perseroan pada tahun 1998. Bahkan pada
tahun 1999, Plant Watudakon telah memperoleh sertifikat
ISO 14001, yang diberikan kepada Perseroan yang
dalam seluruh kegiatan produksinya sangat menekankan
pelestarian lingkungan. Komitmen Perseroan terhadap
K3L terwujud pada masing-masing Plant, yang telah sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah
daerah masing-masing.

The Companys concern to preserve the environment was


increasingly asserted in 1998 with the start of iso 9001
certification for all factories of the Company. Even in 1999,
Watudakon Plant received iso 14001 Certificate given to
the Company the entire production activities of which
strongly emphasize the environmental conservation. The
Companys commitment to HSE is materialized in each
Plant which already meets the requirements specified by
each regional administration.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Daftar Isi Laporan Keuangan


Financial ReportsTable of Contents
Surat Pernyataan Direksi
Directors Statement Letter

172

Laporan Auditor Independen


Independent Auditors Report

173

Laporan Keuangan Konsolidasian


Consolidated Financial Statements
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Consolidated Statements Financial Position

175 176

Laporan Laba Rugi Komprehensif


Consolidated Statements of Comprehensive Income

177

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian


Consolidated Statements of Changes in Equity

178

Laporan Arus Kas Konsolidasian


Consolidated Statements of Cash Flow

179

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian


Notes to Consolidated Financial Statements

180

281

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

171

172

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

173

174

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha

Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Persediaan
Uang muka
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka

Catatan/
Notes

Jumlah Aset Tidak Lancar


JUMLAH ASET

31/12/2014

31/12/2013
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables

3h, 3i, 3t, 4

573.360.267.681

394.149.909.832

3i,3j, 3t,5, 18

43.761.562.484
471.168.677.740
10.164.241.862
687.406.883.246
3.475.497.245
207.778.767.093
43.314.960.555

61.534.147.809
485.042.276.146
7.644.556.388
640.909.360.172
1.805.960.726
184.697.561.679
34.830.841.785

2.040.430.857.906

1.810.614.614.537

118.783.492
165.705.970.429
557.939.412.570
9.301.868.998
1.137.653.107
3.240.791.261
147.995.106.441
42.314.182.093

523.375.893
380.977.729
498.644.378.133
9.301.868.998
631.756.211
3.412.069.215
109.147.189.798
39.283.318.376

NON CURRENT ASSETS


Long term other receivables
Investment in associates
Fixed Assets
Unused assets
Deferred charges
Intangible assets
Other assets
Deferred tax assets

927.753.768.391

661.324.934.353

Total Non-Current Assets

2.968.184.626.297

2.471.939.548.890

3i,3j, 3t, 5, 18
3j, 6
3k, 7, 18
8
3w, 9a
3l, 10

Jumlah Aset Lancar

ASET TIDAK LANCAR


Piutang lain-lain jangka panjang
Investasi dalam Entitas asosiasi
Aset tetap
Aset belum digunakan
Beban ditangguhkan
Aset tak berwujud
Aset lain-lain
Aset pajak tangguhan

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATEDSTATEMENTSOF
FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3j, 11
3b, 3f, 12
3m, 3n, 13
3m, 3n, 14
3q, 15
3n, 16
3r, 17
3w, 9d

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.

Related parties
Third parties
Other receivables
Inventories
Advance payments
Prepaid taxes
Prepaid expenses

Total Current Assets

TOTAL ASSETS

The accompanying notes to consolidated financial statement are an


integral part of these consolidated financial statements.

1
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

175

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang pajak
Uang muka pelanggan
Biaya masih harus dibayar
Utang sewa pembiayaan jangka pendek
Liabilitas lancar lainnya

47.375.830.919

3j, 19
3j, 3t, 19
3w, 9a
20
21
3o, 22
23

15.499.642.498
489.718.895.403
49.392.289.856
762.264.902
130.974.795.363
1.797.144.315
35.151.250.223

21.721.859.363
456.169.891.947
52.708.653.939
2.077.643.896
117.961.455.449
1.735.823.535
46.371.989.506

CURRENT LIABILITIES
Bank loan
Trade payables
Related parties
Third parties
Taxes payable
Advance receipt from customers
Accrued expenses
Lease liabilities short term
Other current liabilities

854.811.681.427

746.123.148.554

Total Current Liabilities

200.000.000.000
99.135.361.457
3.093.633.500

99.588.762.093
1.872.949.262

NON-CURRENT LIABILITIES
Medium term notes
Employee benefit obligations
Finance lease payable long term

302.228.994.957

101.461.711.355

Total Non-Current Liabilities

1.157.040.676.384

847.584.859.909

Total Liabilties

3i, 24
3v, 25
3o, 22

Jumlah Liabilitas

555.400.000.000

555.400.000.000

10.084.641.850

10.084.641.850

3q, 29

43.579.620.031

43.579.620.031

37

945.523.095.233
234.625.679.206

784.611.229.538
214.549.154.260

1.789.213.036.320

1.608.224.645.679

21.930.913.593

16.130.043.302

Jumlah Ekuitas

1.811.143.949.913

1.624.354.688.981

JUMLAH LIABILITAS DAN


EKUITAS

2.968.184.626.297

2.471.939.548.890

Tambahan modal disetor


Selisih transaksi restrukturisasi Entitas
Sepengendali
Tambahan modal disetor
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya

27
28

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan


kepada pemilik entitas induk
KEPENTINGAN NON PENGENDALI

26

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.

176

31/12/2013

131.515.398.867

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham
modal dasar sebanyak 20.000.000.000
saham terdiri dari : 1 saham seri A
Dwiwarna dan 19.999.999.999 saham
seri B. Modal ditempatkan dan disetor
penuh 5.554.000.000 saham terbagi atas
1 saham seri A Dwiwarna dan
5.553.999.999 saham seri B dengan nilai
nominal Rp 100 per saham

31/12/2014

3j, 18

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka menengah
Kewajiban imbalan kerja
Utang sewa pembiayaan jangka panjang

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATEDSTATEMENTSOF
FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

EQUITY
EQUITY ATTRIBUTABLE
TO OWNERS
OF THE ENTITY
Share capital
Authorized-20,000,000,000 shares
consisting of 1 serie A Dwiwarna
share and 19,999,999,999 serie B
shares Issued and fully paid
5,554,000,000 shares consisting of
1 serie A Dwiwarna share and
5,553,999,999 serie B shares with
amount
Rp 100 per share
Paid in capital
Difference in value from
restructuring transactions under
common control entities
Addition paid in capital
Retained Earnings
Specified use
Unspecified use
Total equity attributable to owners
of the entity
NON-CONTROLLING
INTEREST
Total Equity
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

The accompanying notes to consolidated financial statement are an


integral part of these consolidated financial statements.

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31/12/2014

PENJUALAN
BEBAN POKOK PENJUALAN
LABA BRUTO
Pendapatan lainnya
Beban Usaha
Pendapatan (beban) kurs mata uang asing
bersih
Bagian laba (rugi) investasi pada entitas
asosiasi

4.521.024.379.759
(3.135.542.319.600)

31/12/2013

3u, 3t, 30

4.348.073.988.385

SALES

(3.055.921.946.994)

COST OF GOODS SOLD

1.292.152.041.391

GROSS PROFIT

3u, 31

1.385.482.060.160
47.592.022.836
(1.099.831.412.528)

35
3u, 32

43.681.718.265
(1.042.618.886.755)

9.238.074.583

3u, 34

811.575.630

LABA USAHA

342.480.745.051

Beban Keuangan

(26.869.685.416)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK

Catatan/
Notes

12

33

315.611.059.635

293.765.073.883

OPERATING INCOME

(9.639.641.584)

Finance cost

284.125.432.299

PROFIT (LOSS) BEFORE


TAXES

(68.483.102.322)

INCOME TAX LOSS (BENEFIT)

BEBAN (PENGHASILAN) PAJAK

(79.079.988.771)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN

236.531.070.864

215.642.329.977

CURRENT YEAR NET INCOME

OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (EXPENSE)

214.549.154.260
1.093.175.717

Profit attributable to:


Owners of the Entity
Non-controlling interest

38,63

BASIC EARNING PER SHARE

PENDAPATAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Laba yang dapat dapat diatribusikan
kepada::
Pemilik Entitas induk
Kepentingan non pengendali
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

3w, 9c

(261.374.648)

Other income
Operating expenses
Income (expense) on foreign
exchange net
Profit / loss from associated
entities

234.625.679.206
1.905.391.658
42,24

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan.

26
3x, 36

The accompanying notes to consolidated financial statement are an


integral part of these consolidated financial statements.

3
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

177

Modal Saham /
Share Capital

550.400.000.000
-

43.579.620.031
-

10.084.641.850
-

612.299.243.565
-

1.426.496.822.081

1.441.533.689.666

Total / Total

15.036.867.585

(30.769.997.495)

Kepentingan
Non
Pengendali / Non
Controlling
Interest

General reserve
Partnership program

Dividend

Balance as of January 1, 2013

PT KIMA FARMA (PERSERO) Tbk. AND SUBSIDIARIES


CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR YEARS ENDED DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

205.133.316.635

(30.769.997.495)

Total / Total

(30.769.997.495)

Tambahan modal disetor /


Saldo laba / Retained Earnings
Paid-in capital
Selisih transaksi
restrukturisasi
Entitas
Yang Belum
Yang Telah
Tambahan modal sepengendali /
ditentukan
Ditentukan
neto / Additional
Difference of
penggunaannya /
penggunaannya /
restructuring
Paid-in Capital
Unappropriated
Appropriated
transaction under
common control
entities

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk. DAN ENTITAS ANAK


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

Saldo per 1 Januari 2013


Dividen

(2.051.333.167)

Community development

Dividend

1.811.143.949.913 Balance as of December 31, 2014

(53.855.793.068)

1.624.354.688.981 Balance as of December 31, 2013

215.642.329.977

1.093.175.717

General reserve

214.549.154.260

16.130.043.302

(2.051.333.167)
214.549.154.260

1.608.224.645.679

(218.504.503)

(172.311.985.973)
(2.051.333.167)

214.549.154.260

(53.637.288.565)

172.311.985.973
-

(53.637.288.565)

Shares buyback and swap

784.611.229.538

(160.911.865.695)

4.113.983.136

Earning

10.084.641.850

160.911.865.695

4.113.983.136

236.531.070.864

43.579.620.031

1.905.391.658

Cadangan umum
Program kemitraan
550.400.000.000

234.625.679.206

21.930.913.593

Bina lingkungan

Saldo per 31 Desember 2013


-

234.625.679.206

1.789.213.036.320

234.625.679.206

The accompanying notes to consolidated financial statement are an integral part of these consolidated
financial statements.

945.523.095.233

10.084.641.850

43.579.620.031

Dividen

Cadangan umum
Pembelian kembali saham dan
swap
Laba
550.400.000.000

PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Saldo per 31 Desember 2014

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk

178

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran beban usaha
Pembayaran bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Jaminan Bank
Restitusi Pajak
Penerimaan operasi lain-lain
Arus kas neto dari aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan bunga
Perolehan aset tetap :
Aset tetap
Beban tangguhan
Hasil penjualan aset tetap
Investasi pada entitas asosiasi
Aset tidak berwujud
Arus kas neto untuk aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penambahan utang bank jangka menengah
Penambahan utang bank jangka pendek
Pembayaran dividen
Angsuran utang sewa pembiayaan
Kepentingan non pengendali
Arus kas neto dari (untuk) aktivitas
pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

31/12/2014

31/12/2013

4.858.544.021.925
(3.213.395.602.045)
(768.088.674.290)
(607.343.492.578)
(21.869.685.415)
(50.181.904.235)
(865.969.111)
60.804.533.005
28.706.028.125

4.563.133.300.516
(3.076.539.056.023)
(698.196.566.046)
(498.715.350.944)
(9.639.641.584)
(99.023.130.401)
204.714.162
51.620.463.956
20.938.931.097

286.309.255.381

253.783.664.733

7.258.813.883

3.703.407.330

(102.413.131.061)
(85.889.115.753)
14.944.001.857
(165.324.992.700)
(164.000.000)

(89.030.076.719)
(106.352.855.445)
18.590.496.950
279.559.623
-

(331.588.423.774)

(172.809.468.261)

200.000.000.000
84.139.567.948
(53.855.793.068)
(1.468.516.370)
(4.325.732.268)

(29.998.722.154)
(30.769.803.148)
(2.551.085.452)
-

224.489.526.242

(3.322.166.446)

179.210.357.849

394.149.909.832

573.360.267.681

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara
keseluruhan.

CASH FLOWS FROM OPERATING


ACTIVITIES
Receipt from customer
Payment to suppliers
Payment to employees
Payment of operating expenses
Payment of interest loan
Payment of income taxes
Bank warranty
Tax restitution
Other disbursement from operating
Net cash provided from operating
activities
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Interest receipt
Acquisition offixedassets:
Fixed assets
Deferred expense
Selling of fixed assets
Investment in association
Intangible asset
Net cash provided use for investing
activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Addition medium term notes
Addition short term loan
Dividend payment
Installment of finance leaseddebt
Non controlling interest
Net cash provided from (use for)
financing activities

77.652.030.026

NET INCREASE (DECREASE) IN


CASH AND CASH
EQUIVALENTS

316.497.879.806

CASH AND CASH


EQUIVALENTS AT BEGINNING
OF THE YEAR

394.149.909.832

CASH AND CASH


EQUIVALENTS AT ENDING OF
THE YEAR

The accompanying notes to consolidated financial statementare an integral


part of these consolidated financial statements.

5
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

179

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

a. Pendirian Entitas

a. Establishment

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. selanjutnya disebut


Entitas didirikan berdasarkan akta No. 18 tanggal
16 Agustus 1971 dan diubah dengan akta perubahan
No. 18 tanggal 11 Oktober 1971 keduanya dari Notaris
Soelaeman Ardjasasmita, di Jakarta. Akta perubahan
ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. J.A.5/184/21 tanggal 14 Oktober 1971,
yang didaftarkan pada buku registrasi No. 2888 dan
No. 2889 tanggal 20 Oktober 1971 di Kantor
Pengadilan Negeri Jakarta serta diumumkan dalam
Berita
Negara
Republik
Indonesia
No.90
tanggal 9 November 1971 dan Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 508. Anggaran Dasar
Entitas telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan tentang modal disetor terakhir dengan akta
No.45 tanggal 24 Oktober 2001 dari Imas Fatimah,
S.H., notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah
mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-12746HT.01.04.TH.2001 tanggal
8 November 2001.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. the Entity,was


established based on Notary Deed No. 18 dated August
16, 1971 and has been amended with the Notary Deed
No. 18 dated October 11, 1971 both from Soelaeman
Ardjasasmita S.H. notary in Jakarta. The deed of
establishment and its amendment were approved by the
Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in its
Decision Letter No. J.A.5/184/21 dated October 14, 1971
andwas registered at the registration book at the Jakarta
Court No. 2888 and No. 2889 dated October 20, 1971
and published in the State Gazette No. 90 dated
November 9, 1971, state gazed No.508. The Entitys
Articles of Association has been amended several times.
The most recent amendment was based on the Notary
Deed No. 45 dated October 24, 2001 from Imas Fatimah,
S.H.,notary in Jakarta, concerning the change in paid-up
capital. The amendment was approved by the Ministry of
Justice
and
Human
Rights
of
the
Republic of Indonesia in its Decision Letter
No.C-12746HT.01.04.TH.2001 dated November 8,2001.

Pada tahun 2008, Anggaran Dasar mengalami


perubahan dengan akta No. 79 tanggal 20 Juni 2008
dari Imas Fatimah, S.H., notaris di Jakarta. Akta
perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan Nomor. AHU-47137.AH.0102 Tahun 2008 tanggal 04 Agustus 2008.

In 2008, The Articles of Association was amended


based on deed No. 79 dated June 20, 2008 from
Imas Fatimah, S.H., notary in Jakarta. The amendment
was refer to articles of limited liability Entity law
No. AHU-47137.AH.01-02 dated on August 4, 2008.

Entitas berdomisili di Jakarta dan memiliki unit


produksi yang berlokasi di Jakarta, Bandung,
Semarang, Watudakon (Mojokerto) dan Tanjung
Morawa - Medan. Entitas juga memiliki satu unit
distribusi yang berlokasi di Jakarta. Pada tahun 2003,
Entitas membentuk 2 (dua) Entitas Anak yaitu
PT Kimia Farma Trading & Distribution dan PT Kimia
Farma Apotek yang sebelumnya masing-masing
merupakan unit usaha Pedagang Besar Farmasi dan
Apotek. Kantor Pusat Entitas beralamat di Jalan
Veteran Nomor 9 Jakarta.

The Entity is domiciled in Jakarta and has production


units located in Jakarta, Bandung, Semarang,
Watudakon (Mojokerto) and Tanjung Morawa - Medan.
The Entity also has one distribution unit located in
Jakarta. In 2003, the Entity established 2 (two)
Subsidiaries namely PT Kimia Farma Trading &
Distribution and PT Kimia Farma Apotek which
previously were the business units of wholesale
drugstores and pharmacy of the Entity. The Entitys
head office in Jalan Veteran No. 9, Jakarta.

6
180

GENERAL

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

a. Pendirian Entitas (Lanjutan)

GENERAL (Continued)
a. Establishment (Continued)

Entitas mulai beroperasi secara komersial sejak tahun


1817 yang pada saat itu bergerak dalam bidang
distribusi obat dan bahan baku obat. Pada tahun 1958,
pada saat Pemerintah Indonesia menasionalisasikan
semua Entitas Belanda, status Entitas tersebut diubah
menjadi beberapa Entitas Negara. Pada tahun 1969,
beberapa Entitas Negara tersebut diubah menjadi satu
Entitas yaitu Entitas Negara Farmasi dan Alat
Kesehatan Bhinneka Kimia Farma disingkat PN
Farmasi Kimia Farma. Pada tahun 1971, berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1971 status
Entitas Negara tersebut diubah menjadi Persero
dengan nama PT Kimia Farma (Persero).

The Entity started its commercial operations in 1817, at


that time the Entity was engaged in the distribution of
medicines and raw pharmaceutical materials. In 1958,
the Government of the Republic of Indonesia
nationalized all Dutch Entities and converted those
companies into state-owned companies. In 1969, state
owned companies mergedinto one Entity named Entitas
Negara Farmasi and Alat Kesehatan Bhinneka Kimia
Farma or simply PN Farmasi Kimia Farma. In 1971,
based on Government Regulation No. 16 year1971, the
Entitys status was changed into astate owned enterprise
under the name PT Kimia Farma (Persero).

Hasil produksi Entitas saat ini dipasarkan di dalam


negeri dan di luar negeri, yaitu ke Asia, Eropa,
Australia, Afrika dan Selandia Baru.

The Entitys products are put in to the domestic and


international market, including Asia, Europe, Australia,
Africa and New Zealand.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Entitas:

In accordance with Article 3 of the Entitys Articles of


Association:

(1) Maksud dan tujuan Entitas ini menyediakan


barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan
berdaya saing kuat khususnya bidang industri
kimia, farmasi, biologi, kesehatan, industri
makanan serta minuman, dan mengejar
keuntungan guna meningkatkan nilai Entitas
dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan
Terbatas.

(1)

The Entitys goals and objectives are to provide


high quality of goods and services,
competitiveness particularly in chemical,
pharmaceutical, biological, health, food and
beverage industries and applied the principle of
Limited principle to pursue benefit and value
Entitys.

(2) Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,


Entitas dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:

(2)

To achieve its goals and objective, the Entityis


engaged in the following activities:

a) Mengadakan, menghasilkan, mengolah bahan


kimia, farmasi, biologi dan lainnya yang
diperlukan guna pembuatan persediaan
farmasi, kontrasepsi,
kosmetika, obat
tradisional,
alat
kesehatan,
produk
makanan/minuman dan produk lainnya
termasuk
bidang
perkebunan
dan
pertambangan yang ada hubungannya dengan
produksi diatas;

a) Provide,
producing
and
processing
of chemical, pharmaceutical, biological
and
other
materials
necessary
to
manufacture pharmaceutical, inventories,
contraceptives,
cosmetics,
traditional
medicines, medical equipment, food and
beverages and other products includes
engages in the plantation and exploration
industries that are related to such production.

b) Memproduksi
pengemas
dan
bahan
pengemas, mesin dan peralatan serta sarana
pendukung lainnya, baik yang berkait dengan
industri farmasi maupun industri lainnya;

b) Production of packing and Indirect materials,


machinery
and
equipment
and
other supporting facilities related to
pharmaceutical and other industries.
7
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

181

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

a. Pendirian Entitas (Lanjutan)

a. Establishment (Continued)

c) Menyelenggarakan
kegiatan
pemasaran,
perdagangan dan distribusi dari hasil produksi
seperti di atas, baik hasil produksi sendiri
maupun hasil produksi pihak ketiga, termasuk
barang umum, baik di dalam maupun di luar
negeri, serta kegiatan-kegiatan lain yang
berhubungan dengan usaha Entitas;

c) Distribution and selling of the products


mentioned above, both from the Entitysown
production and from third parties, general
goods, both domestically and internationally
and other activities related to the Entity's
business.

d) Berusaha di bidang jasa, baik yang ada


hubungannya dengan kegiatan usaha Entitas
maupun jasa, upaya dan sarana pemeliharaan
dan pelayanan kesehatan pada umumnya
termasuk jasa konsultasi kesehatan;

d) Provision of services related to the Entity's


business and services, health facilities and
health care including health consultation
services.

e) Melakukan usaha-usaha optimalisasi aset


yang dimiliki Entitas;

e) Attempt activities to optimize of assets.

f) Jasa penunjang lainnya termasuk pendidikan,


penelitian dan pengembangan sejalan dengan
maksud dan tujuan Entitas, baik yang
dilakukan sendiri maupun kerjasama dengan
pihak lain.

f) Provision of other supporting services


includes education, research and development
in accordance with the Entity's goals and
objectives, both performed by the Entity or
cooperation with third parties.

b. Penawaran Umum Efek Entitas

b. Public Offering

Jumlah saham Entitas sebelum penawaran umum


perdana adalah sejumlah 3.000.000.000 lembar, terdiri
dari 2.999.999.999 saham seri B dan 1 saham seri A
Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah
Republik Indonesia.

The total number of the Entitys shares before initial


public offering was 3,000,000,000 shares, consisting of
2,999,999,999 series B shares and 1 series A Dwiwarna
share, which were all held by the Government of the
Republic of Indonesia.

Pada tanggal 14 Juni 2001, Entitas memperoleh


pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal (BAPEPAM) dengan suratnya
No. S-1415/PM/2001 untuk melakukan penawaran
umum atas 500.000.000 saham seri B kepada
masyarakat dan 54.000.000 saham seri B kepada
karyawan dan manajemen. Pada tanggal 4 Juli 2001
seluruh saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia.

On June 14, 2001, the Entity obtained the notice of


effectiveness from the Chairman of the Capital Market
Supervisory Agency (BAPEPAM) in its letter No. S1415/PM/2001 for its limited offering of 500,000,000
series B shares to the public and 54,000,000 series B
shares to employees and management. On July 4, 2001,
these shares were listed at the Indonesia Stock
Exchange.

c. Entitas Anak

c. Subsidiaries

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 Entitas


mempunyai pemilikan secara langsung Entitas anak
sebagai berikut:

On December 31, 2014 and 2013, the Entity has direct


of ownership of the subsidiaries are as follows:

8
182

GENERAL (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM (Lanjutan)

1.

c. Entitas Anak (Lanjutan)

GENERAL (Continued)
c. Subsidiaries (Continued)

31 Desember 2014 / December 31, 2014


Entitas Anak /
Subsidiaries

Domisili /
Domicile

Kegiatan Usaha /
Activities

Mulai Beroperasi /
Date of Operations

PT Kimia Farma Apotek

Jakarta

PT Kimia Farma Trading


& Distribution
PT Sinkona Indonesia
Lestari

Jakarta

Apotek (Ritel) /
Drugstore
Distribusi Obat-obatan /
Medicine Distribution
Pabrik Kina/Quinine
Factory

4 Januari 2003 /
January 4, 2003
4 Januari 2003 /
January 4, 2003
25 Oktober 1986 /
October 25, 1986

Subang

31 Desember 2013 / December 31, 2013


Entitas Anak /
Subsidiaries

Domisili /
Domicile

Kegiatan Usaha /
Activities

Mulai Beroperasi /
Date of Operations

PT Kimia Farma Apotek

Jakarta

PT Kimia Farma Trading


& Distribution
PT Sinkona Indonesia
Lestari

Jakarta

Apotek (Ritel) /
Drugstore
Distribusi Obat-obatan /
Medicine Distribution
Pabrik Kina/Quinine
Factory

4 Januari 2003 /
January 4, 2003
4 Januari 2003 /
January 4, 2003
25 Oktober 1986 /
October 25, 1986

Subang

Entitas Anak / Subsidiary

PT Kimia Farma Apotek


PT KFTD
PT SIL

Persentase Kepemilikan /
Percentage of Ownership
2014
2013
99,99%

99,99%

99,99%

99,99%

51,00%

56,02%

Persentase Kepemilikan /
Percentage of Ownership
2013
2012
99,99%

99,99%

99,99%

99,99%

56,02%

56,02%

Jumlah Aset Sebelum Eliminasi / Total Assets Before Elimination


2014
2013
Rp
Rp
832.169.991.191
774.935.664.427
106.802.162.560

Pada tanggal 19 November 2011 sesuai Rapat Umum


Pemegang Saham PT Sinkona Indonesia Lestari
(PT SIL) yang diaktakan No. 30 tanggal 19 Desember
2011 dari Martinah Sumarno, S.H., notaris di
Bandung, para pemegang saham telah menyetujui
PT Kimia Farma (Persero) Tbk menambah modal
saham baru sebanyak 8.000 lembar saham dengan nilai
nominal Rp 2.289.655 atau seluruhnya berjumlah
Rp 18.317.240.000 sehingga Entitas menjadi
pemegang saham mayoritas di PT SIL dengan
prosentase kepemilikan menjadi 56,02% yang
sebelumya hanya sebesar 15%, atas transaksi tersebut
entitas telah menginformasikan kepada Bapepam-LK
tanggal 27 Februari 2012 sesuai Surat Nomor:
KP.1089/SA/09/2012. Selisih antara nilai akuisisi
dengan nilai tercatat sebesar Rp 10.084.641.850
dicatat sebagai selisih transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali di ekuitas pada bagian tambahan modal
disetor.

699.694.772.747
835.521.670.772
121.485.073.955

On November 19, 2011 in accordance with General


Meeting with Shareholders PT Sinkona Indonesia
Lestari (PT SIL) notarized No. 30 on December 19, 2011
by Martinah Sumarno, S.H., notary in Bandung, The
Shareholders have approved PT Kimia Farma (Persero)
Tbk adding the new capital stock of 8,000 shares with a
nominal value Rp 2,289,655 or the total of
Rp 18,317,240,000 so that the Entity becomes the
majority shareholders in PT SIL with 56,02% that before
15%, from that transaction the Entity informed to
Bapepam-LK on February 27, 2012 in accordance with
Circular Number: KP.1089/SA/09/2012. The difference
between acquisition value with the carrying value of
Rp 10,084,641,850 as excees of enitity restructurate
transaction controller in equity at additional paid-in
capital.

9
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

183

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

c. Entitas Anak (Lanjutan)

c. Subsidiaries (Continued)

Pada tanggal 18 Desember 2014 sesuai dengan


Keputusan
Sirkuler Para Pemegang
Saham
PT Sinkona Indonesia Lestari menyetujui :

On December 18, 2014 in accordance with the Decision


of the Shareholders Circular PT Sinkona Indonesian
Lestari approve:

a. Skema debt to equity swap atas kewajiban entitas


anak PT SIL kepada PT Perkebunan Nusantara VII
(PTPN) sebesar Rp 13.400.000.000,- yang
diselesaikan dalam dua tahap, tahap pertama dalam
tahun 2014 sebesar Rp 8.439.715.404 dengan
pengalihan utang kepada PTPN menjadi setoran
saham, tahap kedua sebesar Rp 4.960.284.596 yang
disertai dengan penyetoran saham baru dalam
bentuk dana segar dari para pemegang saham
setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan tahun 2015.
b. Pembelian kembali saham entitas anak PT SIL
sebanyak 1.716 lembar saham milik Yayasan Eka
Paksi dengan harga per lembar sebesar
Rp 2.520.813,- sehingga nilainya adalah
Rp 4.325.732.268,c. Peningkatan modal dasar dan ditempatkan semula
Rp 26.892.240.000 menjadi Rp 31.007.223.136
dengan kompisisi pemegang saham PT Kimia
Farma (Persero) Tbk 51% dan PTPT VIII (Persero)
49%.

a.

Debt to equity swap scheme for the obligations of


the subsidiary PT SIL to PT Perkebunan Nusantara
VII (PTPN) of Rp 13.400.000.000 which was
completed in two stages, the first stage in 2014
amounted to Rp 8,439,715,404 to transfer the debt
to be deposit PTPN stock , the second stage of
Rp 4,960,284,596 are accompanied by a deposit of
new shares in the form of fresh funds from
shareholders after approval by the General Meeting
of Shareholders in 2015.

b.

Repurchase of shares of subsidiaries PT SIL as


1,716 shares owned by the Yayasan Eka Paksi at a
price per share of Rp 2,520,813, - so its value is
Rp 4.325.732.268, -

c.

Authorized and issued capital increase from


Rp 26,892,240,000 to Rp 31,007,223,136 with the
composition of the shareholders of PT Kimia Farma
(Persero) Tbk 51% and PTPN VIII (Persero) 49%.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham


Luar Biasa yang diaktakan No.1 tanggal
1 Nopember 2002 dari Imas Fatimah, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham telah menyetujui
restrukturisasi usaha Entitas dengan membentuk
2 (dua) Entitas Anak. Pada tanggal 4 Januari 2003
Entitas membentuk 2 (dua) Entitas Anak yaitu,
PT Kimia Farma Apotek dan PT Kimia Farma Trading
& Distribution (PT KFTD).

Based on the results of the General Meeting of the


Extraordinary Shareholders who notarized No. 1 date
November 1, 2002 of Imas Fatimah, SH, Notary in
Jakarta, the shareholders have approved the
restructuring of the business entity to form a two (2)
Subsidiary. On January 4, 2003 Entities forming two (2)
Subsidiary namely, PT Kimia Farma Apotek and
PT Kimia Farma Trading & Distribution (PT KFTD).

Pada tanggal 31 Desember 2014 PT Kimia Farma


Trading & Distribution memiliki 47 (empat puluh
tujuh) Pedagang Besar Farmasi (PBF), 1 (satu)
Gudang Logistik dan PT Kimia Farma Apotek
memiliki 617 (enam ratus tujuh belas) Apotek terdiri
dari 189 (seratus delapan puluh sembilan) Apotek
berstatus KSO/IKS dan 417 (empat ratus tujuh belas)
Apotek milik sendiri/sewa serta 11 (sebelas) franchise
yang tersebar di seluruh Indonesia.

On December 31, 2014 PT Kimia Farma Trading &


Distribution has 47 (forty-seven) Large Pharmacy
(PBF), 1 (one) Warehouse Logistics and PT Kimia
Farma pharmacy has a 617 (six hundred and seventeen)
Pharmacy consists of 189 (one hundred eighty-nine)
Pharmacy status KSO/IKS and 417 (four hundred and
seventeen) Pharmacy's own/lease and 11 (eleven)
franchise spread throughout Indonesia.

10
184

GENERAL (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)
d.

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit serta


Karyawan

d.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 31 Desember


2013 susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Komite
Audit Entitas adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama
Komisaris

:
:

Komisaris Independen

Direktur Utama
Direktur

:
:

Anggota Komite Audit

Board of commissioners, Directors, Audit Committee


and Employees
On December 31, 2014 and December 31, 2013 the
structure ofboard of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees are as follows:

2014
Dr. dr. Supriyantoro, MA
Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt., APU.
Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar
dr. Farid Wadjdi Husain
Dr. Basuki Ranto MM

2013
dr. Supriyantoro, MA.
Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt., APU.
Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar
dr. Farid Wadjdi Husain.
Dr. Basuki Ranto MM.

Drs. Rusdi Rosman, MBA.


Drs. Wahyuli Syafari.
Drs. Jisman Siagian.

Drs. Rusdi Rosman, MBA.


Drs. Wahyuli Syafari.
Drs. Jisman Siagian.

Drs. Pujianto.

Drs. Pujianto.

Farida Astuti Ak, MBA

Ketua Komite Audit

GENERAL (Continued)

Dr. Basuki Ranto MM

:
:

President Commissioner
Commissioner

Independent Commissioner

:
:

President Director
Directors

Arief Budiman, AK., MBA.

Dr.Basuki Ranto MM.

Drs. Sobirun Ruswadi.Ak, MBA


Drs. Boedi Setyo Hartono. Ak, MM

Drs. Sobirun Ruswadi Ak, MBA


Drs. Boedi Setyo Hartono Ak, MM.

Ketua Komite GCG


Anggota Komite GCG

:
:

dr. Farid Wadjdi Husain


Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt., APU.
Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar
Drs. Edy Suwahyo

Corpotare Secretary

Farida Astuti Ak, MBA

Chief of Audit Committee

Audit Committee Members

dr. Farid Wadjdi Husain


Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt., APU.
Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar
Drs. Edy Suwahyo

:
:

Chief of GCG Committee


GCG Committee Members

Djoko Rusdianto

Corporate Secretary

Sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


tanggal 26 Maret 2014 memutuskan memberhentikan
dengan hormat Sdr. Arief Budiman.AK, MBA sebagai
Direktur Keuangan; dan Mengangkat Sdri Farida Astuti
Ak, MBA, sebagai Direktur Keuangan sehingga
Susunan Direksi sebagai berikut :

Based on the General Meeting of Shareholders dated


March 26, 2014 decided to dismiss with respect Mr.
Arief Budiman, AK, MBA as Director of Finance; and
Lifting Mrs. Farida Astuti, Ak, MBA, Finance Director
to Board of Directors as follows:

- Sdr. Drs. Rusdi Rosman sebagai Direktur Utama


- Sdri. Farida Astuti Ak, MBA sebagai Direktur
Keuangan
- Sdr. Drs. Jisman Siagian sebagai Direktur
- Sdr. Drs. Wahyuli Syafari sebagai Direktur
- Sdr. Drs. Pujianto sebagai Direktur

Mr. Drs. Rusdi Rosman as President Director


Mrs. Farida Astuti Ak, MBA as Finance Director
Mr. Drs. Jisman Siagian as Director
Mr. Drs. Wahyuli Syafari as Director
Mr. Drs. Pujianto as Director.

11
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

185

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1.

d. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit serta


Karyawan (Lanjutan)

d. Board of commissioners, Directors, Audit Committee


and Employees (Continued)

Pada tanggal 28 Mei 2014, Direksi Entitas menunjuk


Sdri. Farida Astuti Ak, MBA sebagai corporate
secretary menggantikan Sdr. Djoko Rusdianto.

On May 28, 2014, the Board of Entities Directors


appointed Mrs Farida Astuti Ak, MBA as corporate
secretary replacing Mr. Djoko Rusdianto.

Sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)


pada tanggal 10 April 2013 memutuskan
memberhentikan dengan hormat Sdr. dr. Ratna Rosita,
MPHM sebagai Komisaris Utama; Sdr. Dr. Ir. Upik
Rosalina Wasrin, DEA sebagai Komisaris; Sdr.
Mayjen (Purn) Effendi Rangkuti, S.H. dan Sdr. Laks
Muda (Purn) dr. H. Darmansyah, sebagai Komisaris
Independen dan mengangkat :

Based on the General Meeting of Shareholders (RUPS)


on April 10, 2013 decided to dismiss with respect Br. dr.
Ratna Rosita, MPHM Commissioner; Mr. Dr Ir.
Rosalina upik Wasrin, DEA as a Commissioner; Mr.
Major General (Ret) Effendi Rangkuti, S.H. and Mr.
Rear Admiral (Ret) dr. H. Darmansyah, as Independent
Commissioner and lifting:

- Sdr. dr. Supriyantoro, MA sebagai Komisaris Utama


- Sdri. Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar sebagai
Komisaris
- Sdr. Dr. Basuki Ranto MM sebagai Komisaris
Independen
- Sdr. dr. Farid Wadjdi Husain sebagai Komisaris
Independen

- Mr. dr. Supriyantoro, MA as President


Commissioner
- Mrs. Prof. Dr Dewi Fortuna Anwar as Commissioner
- Mr Dr. Basuki Ranto MM as Independent
Commissioner
- Mr. dr. Farid Wadjdi Husain as Independent

Jumlah karyawan Entitas dan Entitas anak pada


31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebanyak
5.557 karyawan (Unaudit) dan 5.332 karyawan
(Unaudit).

On December 31, 2014 and December 31, 2013 the


number of employees is 5,557 and 5,332 employees
(unaudited) respectively.

Manajemen kunci mencakup Direksi dan Komisaris.

Key
management
Commissioners.

12
186

GENERAL (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

includes

Directors

and

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PERNYATAAN
STANDAR
2. PENERAPAN
AKUNTANSI
KEUANGAN
(PSAK)
DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

a. Standar yang Berlaku Efektif Dalam Tahun


Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2014)

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS


OF
FINANCIAL
ACCOUNTING
STANDARDS
(PSAK) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (ISAK)
a. Standards Effective In Current Year (on or after
January 1, 2014)

Dalam tahun berjalan, Kelompok Usaha telah


menerapkan standar akuntansi keuangan (SAK) dan
intrepretasi standar akuntansi keuangan (ISAK) baru
dan revisi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang
dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan
mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2014.

In the current year, the Group has adopted all of the


new and revised financial accounting standards (SAK)
and interpretation to financial accounting standards
(ISAK) issued by the Board of Financial Accounting
Standards of the Indonesian Institute of Accountants that
are relevant to their operations and affected to the
financial statements effective for accounting period
beginning on or after January 1, 2014.

SAK dan ISAK baru dan revisi yang berlaku efektif


dalam tahun berjalan (1 Januari 2014) adalah sebagai
berikut:

New and revised SAKs and ISAKs effective in the current


year are as follows:

- ISAK No. 27, Pengalihan Aset dari Pelanggan.


ISAK No. 27 mengatur perjanjian untuk
pengalihan aset dari pelanggan yang akan
digunakan untuk menghubungkan pelanggan
atau menyediakan pelanggan dengan pasokan
yang berkelanjutan barang atau jasa.

- ISAK No. 27, "Transfer of Assets from


Customers".
ISAK 27 applies to agreements for the transfer of
assets from a customer that is to be used to
connect the customer to a network or provide the
customer with an ongoing supply of goods or
services.

- ISAK No. 28, Pengakhiran Liabilitas Keuangan


dengan Instrumen Ekuitas.
ISAK No. 28 mengatur akuntansi oleh entitas
yang bernegosiasi kembali tentang ketentuan dari
instrumen ekuitas kewajiban keuangan dan
menerbitkan instrumen ekuitas kepada kreditur
untuk mengakhiri seluruh atau sebagian dari
kewajiban keuangan.

- ISAK No. 28, Extinguishing Financial Liabilities


with Equity Instruments.
ISAK 28 addresses the accounting by an entity
that renegotiates the terms of a financial liability
and issues equity instruments to the creditor to
extinguish all or part of the financial liability.

- ISAK No.29, Biaya Pengupasan Lapisan Tanah


Tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka.
ISAK 29 berlaku hanya untuk pengakuan dan
pengukuran awal dan kemudian atas biaya yang
dikeluarkan dalam kegiatan pertambangan
permukaan selama tahap pengupasan lapisan
tanah tahap produksi pada pertambangan.

- ISAK No 29, Stripping Cost in the Production


Phase of a Surface Mine.
ISAK 29 applies only to recognition and initial
and subsequent measurement stripping costs that
are incurred in surface mining activity during the
production phase of the mine.

13
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

187

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

2. PENERAPAN
PERNYATAAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN
(PSAK)
DAN
AKUNTANSI
INTERPRETASI
STANDAR
KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

b. Berikut SAK dan ISAK yang dicabut efektif 1


Januari 2014:

b. Revocation of SAK and ISAK Effective in the Current


Year (January 1, 2014):

- PPSAK No. 12, Pencabutan PSAK 33 (Revisi 2011):


Akuntansi Pertambangan Umum.

- PPSAK 12, Revocation of PSAK 33 (Revised 2011):


Stripping Activities and Environmental Management in
General Mining.

c. Standar yang Telah Diterbitkan Namun Belum


Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan

c. Standards Issued Not Effective in the Current Year

Berikut ini adalah SAK dan ISAK baru dan revisi yang
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015:

New and revised SAKs and ISAKs effective for


accounting period beginning on or after January 1,
2015:

- PSAK No. 1 (Revisi 2013), Penyajian Laporan


Keuangan.
Judul yang digunakan oleh PSAK 1 revisi ini untuk
Laporan Laba Rugi Komprehensif telah berubah
menjadi Laporan Laba Rugi dan Pendapatan
Komprehensif Lain. Namun, PSAK 1 masih
memungkinkan entitas untuk menggunakan judul
lainnya. Perubahan tersebut mengharuskan entitas
untuk memisahkan item yang disajikan dalam
pendapatan komprehensif lain menjadi dua kelompok,
berdasarkan pada apakah dapat atau tidaknya
dilakukan penyesuaian reklasifikasi ke laporan laba
rugi di masa depan. Item yang tidak akan dilakukan
penyesuian reklasifikasi
harus disajikan secara
terpisah dari item yang dapat dilakukan penyesuaian
reklasifikasi di masa depan.

PSAK No. 1 (Revised 2013), Presentation of


Financial Statements.
The title used by this revised PSAK No. 1 for the
Statement of Comprehensive Income has changed
to Statement of Profit or Loss and Other
Comprehensive Income. However, PSAK No. 1 still
permits entities to use other titles. The amendment
requires entities to separate items presented in other
comprehensive income (OCI) into two groups, based
on whether or not they may be reclassified to profit
or loss subsequently. Items that will not be
reclassified must be presented separately from items
that may be reclassified subsequently.

Entitas
yang
menyajikan
item
pendapatan
komprehensif lain sebelum pajak diharuskan untuk
menunjukkan jumlah pajak yang terkait dengan dua
kelompok secara terpisah.

Entities that present OCI items before tax will be


required to show the amount of tax related to the two
groups separately.

PSAK No. 4 (Revisi 2013), Laporan Keuangan


Tersendiri.
PSAK 4 revisi telah diubah namanya menjadi
Laporan Keuangan Tersendiri; PSAK ini berlanjut
menjadi standar yang mengatur hanya untuk laporan
keuangan tersendiri.

PSAK No. 4 (Revised 2013), Separate Financial


Statements.
Revised PSAK No. 4 has been renamed Separate
financial statements; it continues to be a standard
dealing solely with separate financial statements.

14
188

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS


OF
FINANCIAL
ACCOUNTING
STANDARDS
(PSAK) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (ISAK)(Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

2. PENERAPAN
PERNYATAAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN
(PSAK)
DAN
AKUNTANSI
INTERPRETASI
STANDAR
KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

c. Standar yang Telah Diterbitkan Namun Belum


Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan (Lanjutan)

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS


OF
FINANCIAL
ACCOUNTING
STANDARDS
(PSAK) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (ISAK)(Continued)
c. Standards Issued Not Effective in the Current Year
(continued)

- PSAK No. 15 (Revisi 2013), Investasi pada Entitas


Asosiasi dan Ventura Bersama. PSAK ini
menggantikan PSAK No. 15 (Revisi 2009) Investasi
pada Entitas Asosiasi.
Ventura bersama dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas sesuai dengan PSAK 15 (Revisi 2013),
"Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama.
Entitas
tidak
dapat
lagi
mempertangungjawabkan partisipasi dalam ventura
bersama dengan menggunakan metode konsolidasi
proporsional.

- PSAK 15 (Revised 2013), Investments in Associates


and Joint Ventures. This PSAK superseded PSAK
No. 15 (Revised 2009) Investment in Associates.
Joint ventures are accounted for using the equity
method in accordance with revised PSAK No. 15
(Revised 2013), Investments in Associates and
Joint Ventures. Entities can no longer account for
an interest in a joint venture using the proportionate
consolidation method.

- PSAK No. 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja.


Perubahan utama adalah pengakuan keuntungan dan
kerugian aktuarial (pengukuran kembali), pengakuan
biaya jasa lalu/kurtailmen, penyajian dalam laporan
laba rugi, persyaratan pengungkapan, perbedaan
antara imbalan jangka pendek dan jangka panjang
lain, perlakuan biaya dan pajak yang berkaitan
program imbalan kerja, pesangon pemutusan kontrak
kerja, fitur berbagi risiko atau biaya.

- PSAK No. 24 (Revised 2013), "Employee Benefits".


The key changes are recognition of actuarial gains
and losses (remeasurements), recognition of past
service costs/curtailment, presentation in the income
statement, disclosure requirements, distinction
between short-term and other long-term
benefits, treatment of expenses and taxes relating to
employee benefit plans, termination benefits, risk or
cost sharing features.

- PSAK No. 46 (Revisi 2014), Pajak Penghasilan.


Dua revisi utama telah dilakukan untuk PSAK 46
(Revisi 2010). Revisi ini menekankan bahwa konsep
laba fiskal menyiratkan bersih daripada laba kena
pajak kotor. Pajak yang didasarkan pada penerimaan
penjualan kotor (disebut pajak final) berada di luar
lingkup PSAK 46 (Revisi 2014) dan akan dicatat
dengan menggunakan PSAK 57 "Provisi, Kewajiban
Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi sebagai gantinya
serta perubahan pajak tangguhan pada properti
investasi.

- PSAK No. 46 (Revised 2014), "Income Taxes".


The two major revisions have been made to PSAK
No. 46 (Revised 2010). This revision emphasized
that the concept of taxable profit implies a net
rather than gross taxable amount. Taxes that are
based on gross sales receipts (referred to final tax)
are outside the scope of PSAK No. 46 (Revised
2014) and will be accounted for using PSAK No. 57
Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent
Assets instead and amendment to deferred tax on
investment property.

- PSAK No. 48 (Revisi 2013), Penurunan Nilai Asset.


PSAK revisi ini menggantikan PSAK No. 48 (Revisi
2009). Ini adalah konsekuensi perubahan atas
penerbitan PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar.
Standar ini menegaskan kembali prinsip tujuan uji
penurunan nilai, unit penghasil kas (UPK) atau
kelompok UPK yang mana goodwill dialokasikan
tidak boleh lebih besar dari segmen operasi (seperti
yang didefinisikan oleh PSAK No. 5 Segmen
Operasi) sebelum penggabungan.

- PSAK No. 48 (Revised 2013), "Impairment of


Assets".
This revised PSAK superseded PSAK No. 48
(Revised 2009). This is a consequential amendment
to the pronouncement of PSAK No. 68, Fair value
measurement. The standard re-emphasises the
principle that for the purpose of impairment testing,
the cash generating unit (CGU) or groups of CGUs
to which goodwill is allocated should not be larger
than an operating segment (as defined by PSAK No.
5 Operating Segments) before aggregation.
15
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

189

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

PERNYATAAN
STANDAR
2. PENERAPAN
AKUNTANSI
KEUANGAN
(PSAK)
DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)

2.

c. Standar yang Telah Diterbitkan Namun Belum


Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan (Lanjutan)

c. Standards Already Issued But Not Yet Effective In


Current Year (Continued)

PSAK No. 50 (Revisi 2014), Instrumen Keuangan:


Penyajian.
Perubahan PSAK No. 50 (Revisi 2010) "Instrumen
Keuangan: Penyajian", adalah untuk meningkatkan
pengungkapan saling hapus.

- PSAK No. 50 (Revised 2014), "Financial Instruments:


Presentation".
This amendment clarifies some of the requirements to
for offsetting financial assets and financial liabilities
on the financial position.

PSAK No. 55 (Revisi 2014), Instrumen Keuangan:


Pengakuan dan Pengukuran.
Sejumlah perubahan telah dibuat untuk PSAK No. 55
(Revisi 2011) sebagai akibat penerbitan PSAK No. 68
"Pengukuran Nilai Wajar". Dua perubahan penting
lainnya yang telah dibuat (1) opsi beli, opsi jual dan
opsi prabayar (2) akuntansi lindung nilai dari
pembaruan (novasi) derivatif dan kelanjutan.

- PSAK No. 55 (Revised 2014), Financial Instruments:


Recognition and Measurement.
A number of amendments have been made to PSAK
No. 55 (Revised 2011) as a result of the
pronouncement of PSAK No. 68 Fair value
measurement. Two other notable changes have
been made (1) calls, puts and prepayment options (2)
novation of derivatives and continuation of hedge
accounting.

PSAK No. 60 (Revisi 2014), Instrumen Keuangan:


Pengungkapan.
PSAK No. 60 juga telah diubah untuk meningkatkan
pengungkapan saling hapus saat seperti yang
dipersyaratkan oleh PSAK No. 50 (Revisi 2014) dan
untuk mengakomodasi pengungkapan nilai wajar baru
seperti yang dipersyaratkan oleh PSAK No. 68.

PSAK No. 60 (Revised 2014), Financial Instruments:


Disclosures.
PSAK No. 60 has also been amended to enhance
current offsetting disclosures as required by PSAK No.
50 (Revised 2014) and to accommodate new fair value
disclosure requirements as required by PSAK No. 68.

PSAK No. 65, Laporan Keuangan Konsolidasi.


PSAK No. 65 menggantikan semua pedoman tentang
pengendalian dan konsolidasi dalam PSAK No. 4
(Revisi 2009), Konsolidasi dan Laporan Keuangan
Tersendiri, dan ISAK No. 7 (Revisi 2009),
Konsolidasi - Entitas Bertujuan Khusus.

- PSAK No. 65, "Consolidated Financial Statements".


PSAK No. 65 replaces all of the guidance on control
and consolidation in PSAK No. 4 (Revised 2009),
Consolidated and Separate Financial Statements,
and ISAK No. 7 (2009), Consolidation - Special
Purpose Entities.

PSAK No. 66, Pengaturan Bersama.


PSAK No. 66 menggantikan PSAK No. 12 (Revisi
2009), "Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama"
dan ISAK No. 12 (2009), "Pengendalian Bersama
Entitas: Kontribusi Non-Moneter oleh Venturer" untuk
akuntansi pengaturan bersama. Perubahan yang
dilakukan pada definisi telah mengurangi jenis
pengaturan bersama menjadi dua: operasi bersama dan
ventura bersama. Pilihan kebijakan konsolidasi
proporsional yang ada untuk pengendalian bersama
entitas telah dieliminasi. Akuntansi metode ekuitas
adalah wajib bagi peserta ventura bersama.

- PSAK No. 66, Joint Arrangements.


PSAK No. 66 superseded PSAK No. 12 (Revised
2009), Interests in Joint Ventures and ISAK No. 12
(2009), Jointly Controlled Entities: Non-Monetary
Contributions by Venturer for the accounting of joint
arrangements. Changes made to the definitions have
reduced the types of joint arrangements to two: joint
operations and joint ventures. The existing policy
choice of proportionate consolidation for jointly
controlled entities has been eliminated. Equity
accounting is mandatory for participants in joint
ventures.
16

190

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS


OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS
(PSAK) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (ISAK)(Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PERNYATAAN
STANDAR
2. PENERAPAN
AKUNTANSI
KEUANGAN
(PSAK)
DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI
(LANJUTAN)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2.

c. Standar yang Telah Diterbitkan Namun Belum


Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan (Lanjutan)

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS


OF
FINANCIAL
ACCOUNTING
STANDARDS
(PSAK) AND INTERPRETATION TO FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (ISAK)(Continued)
c. Standards Already Issued But Not Yet Effective In
Current Year (Continued)

PSAK No. 67, Pengungkapan Kepentingan dalam


Entitas Lain.
PSAK No. 67 mengatur tentang pengungkapan yang
diperlukan untuk entitas pelaporan dalam dua standar
baru, PSAK No. 65, "Laporan Keuangan
Konsolidasi", dan PSAK No. 66, "Pengaturan
Bersama". Pengungkapan yang diperlukan dalam
bidang berikut (1) Pertimbangan dan Asumsi yang
Signifikan (2) Partisipasi Dalam Entitas Anak (3)
Partisipasi dalam Pengaturan Bersama dan Asosiasi.

PSAK No. 67, Disclosures of Interests in Other


Entities.
PSAK No. 67 sets out the required disclosures for
entities reporting under the two new standards, PSAK
No. 65, Consolidated Financial Statements, and
PSAK No. 66, Joint Arrangements. The disclosures
are required in the following areas (1) Significant
Judgements and Assumptions (2) Interests in
Subsidiaries (3) Interests in Joint Arrangements and
Associates.

PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar.


PSAK No. 68 menjelaskan bagaimana mengukur nilai
wajar
dan
bertujuan
untuk
meningkatkan
pengungkapan nilai wajar; PSAK ini memberikan
definisi nilai wajar, pasar utama atau pasar yang
paling menguntungkan, asumsi pelaku pasar,
penggunaan tertinggi dan terbaik, harga bid dan ask,
premis penilaian, hirarki nilai wajar, termasuk
persyaratan pengungkapan yang ditingkatkan.

- PSAK No. 68, Fair Value Measurements.


PSAK No. 68 explains how to measure fair value and
aims to enhance fair value disclosures; This PSAK
sets definition of fair value, principal or most
advantageous market, market participant assumptions,
highest and best use, bid and ask prices, fair value
hierarchy, includes enhanced disclosure requirements.

ISAK No. 26, Penilaian Kembali Derivatif


Melekat.. Ini mengantikan ISAK No.26 (2009).
Revisi ISAK No. 26 menegaskan kembali pelakuan
dalam PSAK No. 55 (Revisi 2014) bahwa entitas
harus menilai apakah derivatif yang melekat
diperlukan untuk dipisahkan dari kontrak utama dan
dicatat sebagai derivatif ketika entitas menjadi salah
satu pihak kontrak pertama kali.

- ISAK No. 26, Reassessment of Embedded


Derivatives. This superseded ISAK No. 26 (2009).
The revised ISAK No. 26 re-confirms the treatment in
PSAK No. 55 (Revised 2014) that an entity should
assess whether an embedded derivative is required to
be separated from the host contract and accounted for
as a derivative when the entity first becomes a party to
the contract.

Beberapa dari SAK dan ISAK yang berlaku dalam


tahun berjalan dan relevan dengan kegiatan Kelompok
Usaha telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam
kebijakan akuntansi.

Several SAKs and ISAKs that became effective in


thecurrent year and are relevant to the Groups
operation have been adopted as disclosed in the
Summary of Significant Accounting Polices.

Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan


dengan kegiatan Kelompok Usaha atau mungkin akan
mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan
sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar
ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Other SAKs and ISAKs that are not relevant to the


Groups operation or might affect the accounting
policies in the future are being evaluated by the
management the potential impact that might arise from
the adoption of these standards to the consolidated
financial statements.

17
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

191

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam


penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi
penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku
efektif sejak tanggal 1 Januari 2014, yaitu sebagai berikut:

The accounting policies have been applied consistently in


the preparation of consolidated financial statements except
for the adoption of several new and revised SAKs and
ISAKs that effective on or after January 1, 2014, as follows:

a. Pernyataan Kepatuhan

a. Compliance Statements

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai


dengan SAK, yang mencakup Pernyataan dan
Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia,
termasuk standar baru dan yang direvisi , yang berlaku
efektif sejak tanggal 1 Januari 2013 dan 2014, serta
Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang menjadi
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK) No. Kep347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan
No.VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik
yang berlaku untuk laporan keuangan yang berakhir
pada atau setelah tanggal 31 Desember 2012.

The consolidated financial statements have been


prepared in accordance with SAK, which comprises the
Statements and Interpretations issued by the Board of
Financial Accounting Standards of the Indonesian
Institute of Accountants, including applicable new and
revised standards, effective on January 1, 2013 and
2014, and Attachment to the Decision of the Chairman
of Bapepam LK (now becoming Indonesian Financial
Services Authority or OJK) No. Kep-347/BL/2012 dated
June 25, 2012 that is Regulation No.VIII.G.7 regarding
Presentation and Disclosures of the Financial
Statements of the Public Company that effective for the
financial statements that ended on or after December 31,
2012.

b. Dasar Penyajian Laporan Konsolidasian

b. Basis for the Preparation of Consolidated Financial


Statements

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan


asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas konsolidasian yang
menggunakan dasar kas.

The consolidated financial statements have been


prepared on the assumption of going concern and
accrual basis except for statements of cash flows using
cash basis.

Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan


keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya
perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa
akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain
sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan
akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.

The measurement in the consolidatedfinancial


statements is historical cost concept, except for certain
accounts which are measured on the bases described in
the related accounting policies of respective account.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan


menggunakan metode langsung (direct method)
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows, which have


been prepared using the direct method, present cash
receipts and payments classified into operating,
investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan


keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp) yang juga
merupakan mata uang fungsional Kelompok usaha.

The reporting currency used in the preparation of the


consolidated financial statements is Rupiah (Rp) which
also represents functional currency of the Group.

18
192

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsoldasian


(Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
b. Basis for the Preparation of Consolidated Financial
Statements (Continued)

Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi


secara restrospektif atau membuat penyajian kembali
pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya
maka entitas menyajikan kembali laporan keuangan
pada awal periode komparatif yang disajikan.

When the entity adopts accounting policy retrospectively


or restates items in its financial statements or the entity
reclassifies the items in its financial statements, the
financial statements at the beginning of comparative
period are presented.

c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian dan Laporan


Keuangan Tersendiri

c. Principles of Consolidation and Separate Financial


Statements

Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun


dari Entitas Induk dan Entitas Anak dimana
Perusahaan memiliki lebih dari 50% kepemilikan, baik
langsung maupun tidak langsung, atau memiliki
pengendalian atas Entitas Anak tersebut.

The consolidated financial statements includes accounts


of the Company and Subsidiaries in which the Group
owns more than 50% ownership, directly or indirectly
through Subsidiaries, or constitutes control over
Subsidiaries.

Entitas Anak dikonsolidasikan sejak tanggal dimana


pengendalian efektif beralih kepada Entitas dan tidak
lagi dikonsolidasikan sejak Entitas tidak mempunyai
pengendalian efektif.

Subsidiaries are consolidated from the date on which


effective control is transferred to the Company and are
no longer consolidated since the Group does not have
effective control.

Pengendalian dianggap ada ketika Entitas memiliki


secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas
Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu
entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang, dapat
ditunjukkan dengan jelas bahwa kepemilikan tersebut
tidak diikuti dengan pengendalian.

Control is presumed to exist when the Company, directly


or indirectly through Subsidiaries, owns more than half
of the voting power of an entity, unless in exceptional
circumstances, it can be clearly demonstrated that such
ownership does not constitute control.

Pengendalian juga ada ketika entitas induk memiliki


hak suara setengah atau kurang, jika terdapat:
i. kekuasaan yang melebihi setengah hak suara
sesuai perjanjian dengan investor lain;
ii. kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan
dan operasional entitas berdasarkan anggaran
dasar atau perjanjian;
iii. kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti
sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur
setara dan mengendalikan entitas melalui dewan
atau organ tersebut; atau
iv. kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas
pada rapat dewan direksi atau organ pengatur
setara dan mengendalikan entitas melalui dewan
atau organ tersebut.

Control also exists when the Company owns half or less


of the power of voting right of an entity, but there is:
(i) power over more than half of the voting rights by
virtue of an agreement with other investors;
(ii) power to govern the financial and operating
policies of the entity under a statute or an
agreement;
(iii) power to appoint or remove the majority of the
members of the board of directors or equivalent
governing body and control the entity through that
board or body; or the power to give the majority
vote at meetings of the board of directors or
equivalent governing body and control of the entity
is by that board or body.
(iv) power to cast the majority of votes at meetings of
the board of directors or equivalent governing
body and control through that board or body.

19
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

193

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian dan Laporan


Keuangan Tersendiri (Lanjutan)

c. Principles of Consolidation and Separate Financial


Statements (Continued)

Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang


dapat dilaksanakan atau dikonversi pada tanggal
periode pelaporan harus dipertimbangkan ketika
menilai apakah suatu entitas mempunyai kekuasaan
untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional
entitas lain.

The existence and effect of potential voting rights that


can be exercised or converted on the date of the
reporting period should be considered when assessing
whether an entity has the power to govern the financial
and operating policies of another entity.

Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan


berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept).
Seluruh akun, transaksi dan laba yang signifikan antar
entitas yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk
mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha
sebagai satu kesatuan usaha.

The consolidated financial statements are based on the


concept of the business unit (entity concept). The entire
accounts, transactions and inter-entity significant profits
have been eliminated to reflect the financial position and
results of operations as a single business entity.

Perusahaan menerapkan PSAK No.4 (Revisi 2009),


"Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan
Keuangan Tersendiri" secara retrospektif kecuali
untuk hal berikut yang diterapkan secara prospektif:
i. rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit
bagi kepentingan non-pengendali (KNP);
ii. kehilangan kontrol atas anak perusahaan;
iii. perubahan kepemilikan di anak perusahaan yang
tidak mengakibatkan hilangnya kontrol;
iv. hak suara potensial dalam menentukan adanya
kontrol;
v. konsolidasi anak perusahaan yang memiliki
pembatasan jangka panjang.

The Company adopted PSAK No.4 (Revised 2009),


Consolidated Financial Statements and Separate
Financial Statements retrospectively except for the
following items that were applied prospectively:
(i) losses of a subsidiary that result in a deficit
balance to non-controlling Interest (NCI);
(ii) loss of control over a subsidiary;
(iii) change in the ownership interest in a subsidiary
that does not result in a loss of control;
(iv) potential voting rights in determining the existence
of control;
(v) consolidation of a subsidiary that is subject to long
term restriction.

KNP atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Entitas Anak


dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham nonpengendali atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Entitas
Anak.

NCI in net earnings (loss) and equity of Subsidiaries are


stated at the proportion of non-controlling shareholders'
net earnings (loss) and equity of subsidiaries.

Transaksi dengan KNP dihitung menggunakan metode


entitas ekonomi, dimana kelebihan atas akuisisi KNP
yang melebihi bagian dari nilai bersih aset yang
diperoleh dicatat di ekuitas.

Transactions with NCI are calculated using economic


entity method, where the excess of acquisition exceeds
the NCI which part of the value of net assets acquired
are recorded in equity.

Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak,


maka Entitas:
menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill)
dan liabilitas Entitas Anak;
menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap
KNP;
menghentikan pengakuan akumulasi selisih
penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;

If loss control over Subsidiary, the Company:

20
194

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

derecognizes the assets (including goodwill) and


liabilities of the Subsidiary;
Derecognise the carrying amount of any NCI;
derecognizes
the
accumulated
translation
differences that recorded in equity, if any;
Recognizes the fair value of the consideration
received;
recognizes any investment retained at its fair value;

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian dan Laporan


Keuangan Tersendiri (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
c. Principles Consolidated and Separate Financial
Statements(Continued)

mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai


keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi;
dan
mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang
sebelumnya
diakui
sebagai
pendapatan
komprehensif lainnya ke laporan laba rugi, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo laba.

recognizes any resulting differences as gain or loss


in the statement of comprehensive income; and

reclassifies the parents share of components


previously recognized in other comprehensive
income to profit or loss, or transfers directly to
retained earnings.

Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan


menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan serupa
serta periode pelaporan yang sama.

The consolidated financial statements are prepared


using the same accounting policies for transactions and
other events in similar circumstances and the same
reporting period.

Kebijakan tersebut telah diterapkan secara konsisten


oleh Kelompok Usaha, kecuali dinyatakan secara
khusus.

These policies have been consistently applied by the


subsidiaries, unless otherwise stated.

Laporan keuangan tersendiri (Entitas Induk) dapat


disajikan hanya apabila laporan keuangan tersebut
merupakan informasi tambahan atas laporan keuangan
konsolidasian dan disajikan sebagai lampiran. Metode
yang digunakan untuk mencatat investasi pada Entitas
Anak adalah metode biaya perolehan (cost method).
Laporan keuangan tersendiri tersebut terdiri dari
laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan
arus kas.

Separate financial statements (Parent Entity) can be


served only when those statements are additional
information on the consolidated financial statements and
are presented as an attachment. The method used to
record investments in Subsidiaries is cost method.
Separate financial statements consist of the statement of
financial position, statement of comprehensive income,
statement of changes in equity and statement of cash
flows.

d. Kombinasi Bisnis

d. Business Combination

Akuisisi Entitas Anak dicatat dengan menggunakan


metode pembelian (purchase method). Biaya
penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar
(pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh,
liabilitas yang terjadi atau yang ditanggung dan
instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai
penggantian atas pengendalian yang diperoleh
ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat
diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut.

Acquisition of Subsidiaries is accounted for using the


purchase method (purchase method). Overall cost of
business combination is fair value (at the date of
exchange) of assets acquired, liabilities incurred or
assumed, and equity instruments issued as the
replacement of the control obtained plus the other costs
that are directly attributable to the business
combination.

Pada saat akuisisi, aset dan liabilitas Entitas Anak


diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi.
Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Entitas
atas nilai wajar aset dan liabilitas yang dapat
diidentifikasi diakui sebagai Goodwill.

On acquisition, the assets and liabilities of subsidiaries


are measured at their fair values at the acquisition date.
Any excess of the cost of acquisition over the Companys
share in the fair values of assets and liabilities acquired
is recognized as goodwill.

21
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

195

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

e. Goodwill

e. Goodwill

Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui


sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian
(tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari
imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan
non-pengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar
dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki
pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika
ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi
yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
tanggal akuisisi.

Goodwill arising from a business combination is


recognized as an asset at the date of obtaining control
(date of acquisition). Goodwill is measured as the excess
of the consideration transferred, the amount of any noncontrolling interests acquired and the fair value of
previously held equity interests of the acquirer in the
acquired (if any) over the net difference between the
number of identifiable assets acquired and liabilities
acquired in date of acquisition.

Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Entitas


Induk dan Entitas Anak pada nilai wajar aset bersih
yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi
melebihi dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap
kepentingan non-pengendali pihak yang diakuisisi dan
nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya
dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi
(jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau
rugi sebagai pembelian dengan diskon.

If, after reassessment, the ownership of the Company


and Subsidiaries at fair value of the identifiable net
assets acquired exceeds the benefits transferred, the
amount of any non-controlling interests acquired and
the fair value of previously held equity interests of the
acquirer in the acquired (if any), the difference is
recognized immediately in profit or loss as a purchase
with a discount.

Goodwill tidak diamortisasi melainkan direview untuk


penurunannya sekurang-kurangnya sekali setahun.

Goodwill is not amortized but is reviewed to impair at


least once a year.

Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill


dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
Entitas Induk dan Entitas Anak yang diharapkan
memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis
tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh
alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara
tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit
tersebut mengalami penurunan nilai.

For the purpose of impairment testing, goodwill is


allocated to each cash-generating units of the Company
and Subsidiaries are expected to benefit from the
synergies of the business combination. Cash-generating
unit that has earned the goodwill allocated are tested for
impairment on an annual basis, and when there is an
indication that the unit is impaired.

Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang


dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai
dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah
tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan
pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit
dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset
dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui
atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode
berikutnya.

If the recoverable amount of the cash-generating unit is


less than its carrying amount, an impairment loss is
allocated first to reduce the carrying amount of assets of
any goodwill allocated to the unit and then to the other
assets of the unit distributed pro rata on the basis of the
carrying amount of each asset in the unit. Impairment
loss recognized for goodwill is not reversed in a
subsequent period.

22
196

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

f. Penyertaan Saham dan Investasi pada Entitas


Asosiasi

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
f. Investment in Shares and Investments in Associates

Penyertaan saham pada entitas dimana Entitas tidak


memiliki pengaruh yang signifikan dicatat sesuai
dengan PSAK No. 55 (Revisi 2011), Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Investments in entities in which the Company does not


have significant influence are recorded in accordance
with PSAK No. 55 (Revised 2011), "Financial
Instruments: Recognition and Measurement"

Entitas Asosiasi adalah suatu entitas dimana Entitas


mempunyai pengaruh yang signifikan, namun tidak
mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama,
melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas
kebijakan finansial dan operasional investasi. Entitas
mempunyai pengaruh signifikan jika kepemilikan hak
suara antara 20% dan 50%.

Associate is an entity in which the Company has


significant influence, but does not have control or joint
control, through participation in decision making over
financial and operating policies of investee. The
Company has significant influence if the ownership of
voting rights between 20% and 50%.

Investasi Entitas pada Entitas Asosiasi dicatat dengan


menggunakan metode ekuitas. Investasi pada Entitas
Asosiasi dicatat di laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar biaya perolehan (termasuk
goodwill teridentifikasi pada saat perolehan) dan
selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam
bagian kepemilikan Entitas atas aset bersih Entitas
Asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi
dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap
investasi secara individu.

The Entitys investments in its associates are accounted


for using the equity method. Investments in Associates
are recorded in the consolidated statement of financial
position at cost (includes goodwill identified on
acquisition) as adjusted for changes in the Companys
ownership in net assets of the associates that occur after
the acquisition, less any impairment in value is
determined for each investment individually.

Dalam hal ini, Entitas menghitung jumlah penurunan


nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas
investasi dalam Entitas Asosiasi dan nilai tercatatnya
dan mengakuinya dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

In this regard, the Entity calculates the amount of


impairment as the difference between the recoverable
amount of investment in Associates and its carrying
value and recognized in the consolidated statement of
comprehensive income.

Bagian Entitas atas kerugian Entitas Asosiasi yang


melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui
kecuali jika Entitas mempunyai liabilitas konstruktif
atau hukum untuk melakukan pembayaran liabilitas
Entitas Asosiasi yang dijaminnya, dalam hal
demikian, tambahan kerugian diakui sebesar liabilitas
atau pembayaran tersebut.

Equity in Associates losses which exceeds the carrying


amount of the investment is not recognized except when
the Company has a legal or constructive liability to pay
the guaranteed liabilities of Associates, in such case,
additional losses are recognized for liabilities or
payments.

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian


mencerminkan bagian Perusahaan atas hasil operasi
dari Entitas Asosiasi. Bila terdapat perubahan yang
diakui langsung pada ekuitas dari Entitas Asosiasi,
Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan
tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan
dalam laporan perubahan ekuitas.

Consolidated Statement of comprehensive income


reflects the Companys share in the results of operations
of the Associates. If there is a change recognized
directly in the equity of the Associates, the Company
recognizes its share of such changes and to disclose
this, if relevant in the statement of changes in equity.

23
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

197

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

f. Penyertaan Saham dan Investasi pada Entitas


Asosiasi (Lanjutan)

f. Investment in Shares and Investments in


Associates(Continued)

Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil


dari transaksi antara Entitas dengan Entitas Asosiasi
dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan
Perusahaan dalam Entitas Asosiasi.

Unrealized gains or losses resulting from transactions


between the Company and Associates are eliminated at
the amount in accordance with the Companys share in
Associates.

Laporan keuangan Entitas Asosiasi disusun atas


periode pelaporan yang sama dengan Entitas.

The financial statements of the Associates are prepared


in the same reporting period as the Company.

g. Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama

g. Interests in Joint Ventures

Entitas memiliki bagian partisipasi dalam ventura


bersama yang merupakan pengendalian bersama,
dimana venturer memiliki perjanjian kontraktual untuk
berbagi pengendalian atas suatu aktivitas ekonomi.

The Entity has a participation in a joint venture which is


a jointly controlled, where the venturers have a
contractual arrangement to share control over an
economic activity.

Entitas mengakui bagian partisipasi dalam ventura


bersama
menggunakan
metode
konsolidasi
proporsional. Entitas menggabungkan satu-persatu
bagian partisipasinya atas setiap aset, liabilitas,
penghasilan dan beban dari pengendalian bersama
entitas dengan unsur yang serupa dalam laporan
keuangan konsolidasian.

The Entity recognizes its participation in the Joint


Venture using the proportionate consolidation method.
The Company combines one by one the participation of
assets, liabilities, income and expenses of the jointly
controlled entity with the similar elements in the
consolidated financial statements.

Laporan keuangan ventura bersama disusun dengan


periode pelaporan yang sama dengan Entitas.

The financial statements of Joint Venture are prepared


in the same reporting period as the Entity.

Penyesuaian dibuat, bilamana diperlukan, atas


kebijakan akuntansi ventura untuk menyesuaikan
dengan kebijakan akuntansi Entitas. Penyesuaian
dibuat dalam laporan keuangan konsolidasian untuk
mengeliminasi bagian partisipasi Entitas atas saldo
akun, penghasilan dan beban serta laba dan rugi yang
belum direalisasi yang berasal dari transaksi antara
Entitas dengan ventura bersama. Kerugian langsung
diakui jika rugi tersebut merupakan bukti terjadinya
pengurangan nilai realisasi bersih suatu aset yang
dimiliki atau terjadi penurunan nilai ventura bersama
terus dikonsolidasikan secara proporsional sampai
dengan tanggal dimana Entitas tidak lagi memiliki
pengendalian atasnya.

Adjustments are made, if necessary, the accounting


policies of the Joint Venture to conform tothe
Companys accounting policies. Adjustments are made
in the consolidated financial statements to eliminate the
Companys participation on account balances, income
and expenses and unrealized profits and losses arising
from transactions between the Company and
JointVenture. Losses are recognized immediately if the
losses are the evidence of a reduction in the net
realizable value of an asset held or determined to be
impaired. Joint Venture is consolidated proportionately
continue until the date on which the Company no longer
has control over it.

Pada saat hilangnya pengendalian dan ventura bersama


tersebut tidak lagi merupakan entitas anak atau entitas
asosiasi, maka Entitas mengukur dan mengakui sisa
investasinya pada nilai wajar. Selisih antara nilai
tercatat investasi pada ventura bersama pada saat
hilangnya pengendalian dengan nilai wajar sisa
investasi dan hasil pelepasan investasi langsung diakui
dalam komponen laba rugi. Apabila sisa investasi yang
dimiliki masih mencerminkan pengaruh signifikan,
maka investasi tersebut dicatat sebagai investasi pada
entitas asosiasi.

At the time of the loss of control and the Joint Venture


is no longer a subsidiary or an associate, the Company
measures and recognizes the fair value of the remaining
investments. The difference between the carrying value
of the investment in the Joint Venture at the time of loss
of control with the fair value of the remaining
investment and the proceeds on disposal is recognized
immediately in the income statement. If the remaining
investments held still reflect a significant influence, the
investment is accounted for as investments in
associates.
24

198

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

h. Kas dan Setara Kas

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
h. Cash and Cash Equivalent

Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank, dan
semua deposito berjangka yang tidak dibatasi
penggunaannya, yang jatuh tempo dalam tiga bulan
atau kurang sejak tanggal penempatan. Deposito yang
jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
dari satu tahun disajikan sebagai aset keuangan lancar
lainnya. Kas (garansi bank) dan deposito berjangka
yang dibatasi penggunaannya disajikan sebagai bagian
dari Aset lain-lain.

Cash and cash equivalents consist of cash on hand and


in banks and all deposits that are not restricted, which
matures in three months or less from the date of
placement. Deposits with maturities more than three
months but not more than one year are presented as
other current financial assets. Cash (bank guarantee)
and restricted time deposits are presented as part of
"Other assets".

i. Instrumen Keuangan

i. Financial Instruments

Efektif 1 Januari 2012 Entitas dan entitas anak


menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010) Instrumen
Keuangan: Penyajian, PSAK No. 55 (Revisi 2011)
Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
dan PSAK No. 60 Instrumen Keuangan:
Pengungkapan.

Effective January 1, 2012 The Entity and its subsidiaries


adopted PSAK No. 50 (Revised 2010) "Financial
Instruments: Presentation", PSAK No. 55 (Revised
2011)" Financial Instruments: Recognition and
Measurement", and PSAK No. 60 "Financial
Instruments: Disclosures".

PSAK No. 50 (Revisi 2010) berisi persyaratan


penyajian
dari
instrumen
keuangan
dan
mengindentifikasikan
informasi
yang
harus
diungkapkan. Persyaratan pengungkapan berlaku
terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari
perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas
keuangan dan instrumen keuangan ekuitas;
pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga,
deviden, kerugian dan keuntungan; dan keadaan
dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan
saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan,
antara lain, informasi mengenai faktor yang
mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian
arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan
instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang
diterapkan untuk instrumen tersebut.

PSAK No. 50 (Revised 2010) contains the requirements


for presentation of financial instruments and identifies
the information that should be disclosed. The
presentation requirements apply to the classification of
financial instruments, from the perspective of the issuer,
into financial assets, financial liabilities and equity
financial instruments; the classification of related
interest, dividends, losses and gains; and the
circumstances in which financial assets and financial
liabilities should be offset. This PSAK presuppose
disclosure of, among others, information about factors
that affect the amount, timing and certainty of future
cash flows of an entity that is associated with financial
instruments and the accounting policies applied to those
instruments.

PSAK No. 55 (Revisi 2011) mengatur prinsip-prinsip


pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas
keuangan dan beberapa kontak pembelian atau
penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain,
menyediakan definisi dan karekteristik derivatif,
kategori instrumen keuangan, pengakuan dan
pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan
hubungan lindung nilai.

PSAK No. 55 (Revised 2011) establishes principles for


recognizing and measuring financial assets, financial
liabilities and some contacts to buy or sell of nonfinancial item. This PSAK, among others, provide
definitions and characteristics of derivatives, the
categories of financial instruments, recognition and
measurement, hedge accounting and determination of
hedging relationships.

PSAK No. 60 mensyaratkan pengungkapan signifikan


instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan
kinerja; beserta sifat dan tingkat yang timbul dari
risiko keuangan entitas yang terekspos selama periode
berjalan dan pada akhir periode pelaporan, dan
bagaimana entitas mengelola risiko.

PSAK No. 60 requires disclosure of significant


financial instruments for financial position and
performance; as well as the nature and level of risks
arising from financial entity is exposed during the
period and at the end of the reporting period, and how
the entity manages those risks.
25
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

199

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

i. Financial Instruments (Continued)

Aset Keuangan

Financial assets

Pengakuan Awal

Initial Recognition

Aset Keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi


2011) diklasifikasikan sebagai; (i) aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba atau rugi,
(ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii)
investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, atau (iv)
aset keuangan tersedia untuk dijual, klasifikasi ini
tergantung dari tujuan perolehan aset tersebut.

Financial assets within the scope of PSAK No. 55


(Revised 2011) are classified as; (i) financial assets at
fair value through profit or loss, (ii) loans and
receivables, (iii) investments held to maturity, or (iv)
available for sale financial assets, this classification
depends on the purpose of that asset.

Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan


tersebut pada saat awal pengakuannya.

Management determines the classification of its


financial assets at initial recognition.

Semua aset keuangan diakui pertama kali pada nilai


wajarnya ditambah biaya-biaya transaksi, kecuali
apabila aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui
laba rugi.

All financial assets are recognized initially at fair value


plus transaction costs, except where financial assets
carried at fair value through profit or loss.

Pembelian atau penjualan aset keuangan yang


memerlukan pengiriman aset dalam kurun waktu yang
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku
di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal entitas berkomitmen untuk
membeli atau menjual aset keuangan tersebut.

Purchases or sales of financial assets that require


delivery of assets within the prescribed time by the
regulations or customs prevailing in the market (regular
common trade) are recognized on the trade date, is the
date the entity commits to purchase or sell the asset.

Aset keuangan entitas meliputi kas dan setara kas,


piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka, biaya
dibayar dimuka, investasi dalam entitas asosiasi dan
aset keuangan lainnya.

The entity's financial assets include cash and cash


equivalents, trade receivables, other receivables ,
advances, prepaid expenses, investments in associates
and other financial assets.

1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui


laporan laba rugi

1. Financial assets at fair value through profit or loss

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui


laporan laba rugi meliputi aset keuangan dalam
kelompok diperdagangkan dan aset keuangan yang
pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Aset
keuangan
diklasifikasikan
sebagai
kelompok
diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori
ini meliputi instrumen keuangan derivatif yang oleh
entitas tidak diperlakukan sebagai instrumen lindung
nilai dalam hubungan lindung nilai yang didefinisikan
oleh PSAK No. 55 (Revisi 2011).

Financial assets at fair value through profit or loss


include financial assets held for trading and financial
assets designated upon initial recognition as at fair
value through profit or loss. Financial assets
classified as held for trading if they are acquired for
the purpose of selling or repurchasing in the near
future. This category includes derivative financial
instruments by the entity are not treated as hedging
instruments in hedge relationships as defined by PSAK
No. 55 (Revised 2011).

26
200

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
i. Financial Instruments (Continued)

Aset Keuangan (Lanjutan)

Financial assets (Continued)

1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui


laporan laba rugi (Lanjutan)

1. Financial assets at fair value through profit or loss


(Continued)

Derivatif termasuk derivatif melekat dipisahkan juga


diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan
kecuali derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar
dengan perubahan nilai yang diakui dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.

Derivatives, including separated embedded


derivatives, are also classified as held for trading
unless they are designated as effective hedging
instruments. Financial assets at fair value through
profit or loss are presented in the consolidated
statement of financial position at fair value with
changes in value recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, Entitas


Induk dan Entitas anak tidak memiliki aset keuangan
dalam kategori ini.

On December 31, 2014 and 2013, the Entity and


Subsdiaries do not have financial asset in this
category.

2. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

2. Loans and Receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset


keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau
telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif. Aset keuangan tersebut tidak dimaksudkan
untuk dijual dalam waktu dekat dan tidak
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, investasi
dimiliki hingga jatuh tempo atau aset tersedia untuk
dijual.

Loans and receivables are non-derivative financial


assets with fixed or determinable payments and have
no quotation in an active market. Financial assets
are not intended for sale in the near future and are
not classified as financial assets at fair value
through profit or loss, held-to-maturity or available
-for-sale assets.

Setelah pengukuran awal, pinjaman yang diberikan


dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode bunga efektif, dikurangi
penyisihan penurunan nilai biaya perolehan
diamortisasi tersebut memperhitungkan premi atau
diskonto yang timbul pada saat perolehan serta
imbalan dan biaya yang merupakan bagian integral
dari suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai
bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba rugi
konsolidasian. Kerugian yang timbul akibat penurunan
nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian. Pinjaman yang diberikan dan piutang
disajikan sebagai aset lancar jika akan jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian, jika tidak, maka disajikan
sebagai aset tidak lancar.

After initial measurement, loans and receivables are


measured at amortized cost using the effective
interest method, less allowance for impairment of
the amortized cost taking into account any discount
or premium on acquisition and fees that are an
integral part of the effective interest rate. The
amortization is recorded as part of interest income
in the consolidated statements of comprehensive
income. The losses arising from impairment are
recognized in the consolidated income statement.
Loans and receivables are included in current assets
if it will be due within 12 months after the date of the
consolidated statement of financial position, if not,
then it is presented as non-current assets.

27
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

201

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)


2.

i. Financial Instruments (Continued)

Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (Lanjutan)

2. Loans and Receivable Continued)

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang
usaha, Piutang kepada pihak berelasi dan piutang
lain-lain yang dimiliki oleh Entitas Induk dan
Entitas anak
3.

On December 31, 2014 and 2013, this category


includes cash and cash equivalents, trade
receivables, receivables from related parties and
other receivables held by the Entity and Subsidiaries.
3. Investments held to maturity

Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo


Investasi dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset
keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah
ditetapkan, dan manajemen Entitas Induk dan
Entitas anak memiliki intensi positif dan
kemampuan untuk memiliki aset keuangan
tersebut hingga jatuh tempo.

Held to maturity investments are non-derivative


financial assets with fixed or determinable payments
and fixed maturities, and management of the Entity
and Subsidiaries has the positive intention and
ability to hold financial assets to maturity.

Apabila Entitas Induk dan Entitas anak menjual


atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga
jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah
yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka
seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut
terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan
harus direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk
dijual

If the Entity and Subsidiaries sold or reclassified as


held to maturity investments in the amount of more
than an insignificant amount before maturity, the
entire financial assets in that category hit the
restriction rules (tainting rule) and reclassified as
available- for-sale.

Setelah pengukuran awal, investasi ini diukur


pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode bunga efektif, setelah dikurangi
penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi
tersebut memperhitungkan premi atau diskonto
yang timbul pada saat perolehan serta imbalan
dan biaya yang merupakan bagian integral dari
suku bunga efektif. Amortisasi dicatat sebagai
bagian dari pendapatan bunga dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan
dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat
penghentian pengakuan dan penurunan nilai dan
melalui proses amortisasi menggunakan metode
bunga efektif.

After initial recognition, these investments are


measured at amortized cost using the effective
interest method, less impairment. Amortized cost is
calculated taking into account any discount or
premium on acquisition and fees that are an integral
part of the effective interest rate. The amortization is
recorded as part of interest income in the
consolidated statements of comprehensive income.
Gains and losses are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income upon
derecognition and impairment and through the
amortization process using the effective interest
method .

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


Entitas Induk dan Entitas anak tidak memiliki
aset keuangan dalam kategori ini.

On December 31, 2014 and 2013, Entity and


Subsdiaries do not have financial asset in this
category
28

202

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

i. Financial Instruments (Continued)

4. Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual

4. Financial Assets Available for Sale

Aset keuangan tersedia untuk dijual merupakan


aset yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual
atau tidak diklasifikasikan dalam kategori
instrumen keuangan yang lain. Aset keuangan ini
diperoleh dan dimiliki untuk jangka waktu yang
tidak ditentukan dan dapat dijual sewaktu-waktu
untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena
perubahan kondisi ekonomi.

Financial assets available for sale are assets that are


designated as available-for-sale or are not classified
in the other categories of financial instruments.
Financial assets purchased and held for an indefinite
period and can be sold at any time to meet the
liquidity requirements or due to changes in economic
conditions.

Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersedia


untuk dijual diukur pada nilai wajar dengan
keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi
diakui dalam ekuitas sampai investasi tersebut
dihentikan pengakuannya.

After initial measurement, available-for-sale financial


assets are measured at fair value with gains or
unrealized losses recognized in equity until the
investment is derecognized.

Pada saat itu keuntungan atau kerugian kumulatif


yang sebelumnya diakui di ekuitas akan
direklasifikasi ke laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian

At that time the cumulative gain or loss previously


recognized in equity will be reclassified to the
consolidated statement of comprehensive income.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


kategori ini meliputi Investasi dalam Entitas
asosiasi.

On December 31, 2014 and 2013, this category


includes investments in associates.

Liabilitas Keuangan
1.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Financial Liabilities

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar


melalui laporan laba rugi

1. Financial liabilities at fair value through profit or loss

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai


kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam
waktu yang dekat. Kategori ini termasuk
instrumen
keuangan
derivatif
yang
ditandatangani entitas yang tidak ditujukan untuk
instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung
nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
No. 55 (Revisi 2011). Derivatif melekat
dipisahkan
juga diklasifikasikan
sebagai
kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
efektif.

Financial liabilities are classified as held for trading if


they are acquired for the purpose of selling or
repurchasing in the near future. This category includes
derivative financial instruments signed by an entity that
is not intended for hedging instruments in hedge
relationships as defined in PSAK No. 55 (Revised 2011).
Separated embedded derivatives are also classified as
held for trading unless they are designated as effective
hedging instruments.

Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang


dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Gains or losses on liabilities held for trading are


recognized in the consolidated statement of
comprehensive income.
29
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

203

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)


1.

i. Financial Instruments (Continued)

Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar


melalui laporan laba rugi

1. Financial liabilities at fair value through profit or loss

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


Entitas Induk dan Entitas anak tidak memiliki
liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
2.

On December 31, 2014 and 2013, Entity and


Subsidiaries have no financial liabilities designated at
fair value through profit or loss.

Liabilitas keuangan lain-lain

2. Other financial liabilities

Liabilitas Keuangan lain-lain pada pengakuan


awal diukur pada nilai wajar dan sesudah
pengakuan awal diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, dengan memperhitungkan dampak
amortisasi (atau akresi) berdasarkan suku bunga
bunga efektif atas premi, diskonto dan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.

Other Financial Liabilities are recognized initially at


fair value and after initial recognition are measured at
amortized cost, taking into account the impact of
amortization (or accretion) based on the effective
interest rate on premiums, discounts and transaction
costs that are directly attributable.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


kategori ini meliputi utang bank, utang usaha,
utang lain-lain dan pinjaman jangka menengah.

On December 31, 2014 and 2013, this category include


bank loan, trade payables, other payables and mediumterm loan.

Saling Hapus Instrumen Keuangan

Offsetting Financial Instrument

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan


nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, Entitas Induk dan
Entitas anak saat ini memiliki hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Dalam hal
terdapat kesepakatan Induk untuk menyelesaikan secara
neto (master netting agreements), aset dan liabilitas
yang terkait tidak dapat disajikan saling hapus dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.

Financial assets and financial liabilities are offset and


the net amount presented in the consolidated statement of
financial position if, and only if, the Entity and
Subsidiaries currently has a legal right to offset the
recognized amounts; and intends to settle on a net basis
or to realize the asset and settle the liability
simultaneously. In the event of main agreement to settle
on a net basis (master netting agreements), related assets
and liabilities can not be presented offset in the
consolidated statements of financial position.

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Fair Value of Financial Instruments

Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di


pasar aktif pada setiap tanggal pelaporan ditentukan
dengan acuan pada kuotasi harga pasar atau kuotasi
harga pedagang efek (harga penawaran untuk posisi beli
dan harga permintaan untuk posisi jual), tidak termasuk
pengurangan apapun untuk biaya transaksi. Untuk
Instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif,
nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik
penilaian .

The fair value of financial instruments that are traded in


active markets at each reporting date is determined by
reference to there quoted market prices or dealer price
quotations (bid price for buy positions and ask price for
sale positions), without any deduction for transaction
costs. For financial instruments that do not have an
active market, fair value is determined using valuation
techniques.

30
204

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

i. Financial Instruments (Continued)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Fair Value of Financial Instruments (Continued)

Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi


pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak
yang berkeinginan dan memahami (recent arms
length market transaction), penggunaan nilai wajar
terkini instrument lain yang secara subtansial sama,
analisa arus kas yang didiskonto.
Biaya Perolehan Diamortisasi
Instrumen Keuangan

dari

Valuation techniques include the use of recent fair market


transactions are between parties who undertand and are
willing to (recent arm's length market transactions), the
current fair value of other instrument substantially the
same, discounted cash flow analysis.

Wajar

Amortized Cost from Fair Financial Instruments

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan


menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi
dengan cadangan penurunan nilai dan pembayaran
pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan
tersebut menggunakan premium atau diskonto pada saat
perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.

Amortized cost is calculated using the effective interest


rate method less any allowance for impairment and
principal payments or value that can not be claim. The
calculations using the premium or discount on acquisition
and includes transaction costs and fees that are separated
part of the effective interest rate.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Impairment of Financial Assets

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan,


manajemen Entitas Induk dan Entitas anak menelaah
apakah suatu aset keuangan atau kelompok aset
keuangan telah mengalami penurunan nilai.
1.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

At each statement of financial position date, management


of the Entity and Subsidiaries examine whether a financial
asset or group of financial assets is impaired.

Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

1. Financial assets at amortized cost

Manajemen pertama-tama menentukan apakah


terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai
secara individual atas aset keuangan yang
signifikan secara individual, atau secara kolektif
untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak
signifikan secara individual. Jika manajemen
menentukan tidak terdapat bukti objektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan
yang dinilai secara individual, baik aset
keuangan tersebut signifikan atau tidak
signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke
dalam kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif.

Management first decided whether there is objective


evidence of impairment exists individually for financial
assets that are individually significant, or collectively
for financial assets that are not individually significant.
If management determines that there is no objective
evidence of impairment exists for financial assets
assessed individually, either financial assets are
significant or not, the asset is included in a group of
financial assets with similar credit risk characteristics
and assess impairment in collective.

Aset yang penurunan nilainya dinilai secara


individual, dan untuk itu kerugian penurunan
nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk
dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Assets that are individually assessed for impairment and


for which an impairment loss is or continues to be
recognized are not included in a collective assessment of
impairment.
31
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

205

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

i. Financial Instruments (Continued)

Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan)


1.

Impairment of Financial Assets (Continued)

Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi


(Lanjutan)

1. Financial assets at amortized cost (Continued)

Jika terdapat bukti objektif bahwa penurunan


nilai telah terjadi atas aset dalam kategori
pinjaman yang diberikan dan piutang atau
investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka
jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai kini
estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk
kerugian kredit di masa depan yang belum
terjadi) yang didiskonto menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset tersebut (yang
merupakan suku bunga efektif yang dihitung
pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset
tersebut langsung dikurangi dengan penurunan
nilai yang terjadi atau menggunakan akun
penyisihan dan jumlah kerugian yang terjadi
diakui di laporan laba rugi konsolidasian.

If there is an objective evidence that an impairment


has occurred on assets in the category of loans and
receivables or held-to-maturity investments, the
amount of the loss is measured as the difference
between the assets carrying amount and the present
value estimated future cash flows (excluding credit
losses at future that has not been incurred) discounted
using the original effective interest rate of the asset
(which is the effective interest rate computed at initial
recognition). The carrying value of the asset is
reduced by the impairment directly or through the use
of an allowance account and the amount of the loss is
recognized in the consolidated income statement.

Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian


penurunan nilai bertambah atau berkurang karena
suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan
nilai
tersebut
diakui,
maka
dilakukan
penyesuaian atas penyisihan kerugian penurunan
nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan
penurunan nilai selanjutnya diakui dalam laporan
laba rugi konsolidasian, dengan ketentuan nilai
tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai
tidak melampaui biaya perolehan diamortisasi
pada tanggal pemulihan tersebut.

If in the next year, the amount of impairment loss


increases or decreases because of an event occurring
after the impairment was recognized, the adjustments
to the allowance for impairment losses previously
recognized. Recovery of impairment loss subsequently
recognized in the consolidated income statement, with
the provisions of the carrying value of the asset
impairment does not exceed its amortized cost at the
reversal date.

2. Aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan

2. Financial assets carried at cost

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian


penurunan nilai telah terjadi atas instrumen
ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di
pasar aktif dan tidak diukur pada nilai wajar
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
andal, maka jumlah kerugian penurunan nilai
diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus
kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat
pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset
keuangan serupa.

If there is an objective evidence that an impairment


loss has been incurred on equity instruments that are
not quoted in an active market and not measured at
fair value because its fair value can not be measured
reliably, then the amount of impairment loss is
measured as the difference between the carrying
amount of financial assets with present value of
estimated future cash flows discounted at the
prevailing rate of return on the market for a similar
financial asset.

32
206

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)
i.

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

Instrumen Keuangan (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
i. Financial Instruments (Continued)

3. Aset keuangan tersedia untuk dijual

3. Financial Assets available for sale

Dalam hal investasi ekuitas yang diklasifikasikan


sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual, bukti
obyektif akan meliputi penurunan nilai yang
signifikan atau penurunan jangka panjang pada
nilai wajar dari investasi di bawah biaya
perolehannya.

In the case of equity investments classified as


available-for-sale financial assets, objective evidence
would include a significant impairment or long-term
decline in the fair value of the investment below its
cost.

Jika terdapat bukti bahwa kerugian penurunan


nilai telah terjadi, jumlah kerugian komulatif
yang diukur dari selisih antara biaya perolehan
dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian
penurunan nilai pada investasi yang sebelumnya
telah diakui dalam laporan laba rugi direklas dari
ekuitas ke laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian. Kerugian penuruan nilai atas
investasi ekuitas tidak boleh dipulihkan melalui
laporan laba rugi komprehensif; kenaikan nilai
wajar setelah penurunan nilai diakui dalam
ekuitas.

If there is evidence that an impairment loss has


occurred, the amount of the cumulative loss measured
from the difference between the acquisition cost and
the current fair value, less any impairment loss on that
investment previously recognized in profit or loss is
reclassified from equity to profit or loss. Deterioration
in the value of losses on equity investments are not
reversed through the statement of comprehensive
income; increase in fair value after impairment are
recognized in equity.

Dalam hal instrumen utang diklasifikasikan


sebagai aset tersedia untuk dijual, penurunan
nilai dievaluasi berdasarkan kriteria yang sama
dengan aset keuangan yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi. Pendapatan bunga di
masa datang didasarkan pada nilai tercatat yang
telah dikurangi dan diakui berdasarkan suku
bunga yang digunakan untuk mendiskontokan
arus kas masa depan dengan tujuan untuk
mengukur kerugian penurunan nilai. Akrual
tersebut dicatat sebagai bagian dari akun
pendapatan bunga dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian. Jika pada periode
berikutnya nilai wajar instrumen utang
meningkat dan peningkatan tersebut secara
obyektif dihubungkan dengan peristiwa yang
terjadi setelah pengakuan kerugian penurunan
nilai pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian, maka kerugian penurunan nilai
tersebut harus dipulihkan melalui laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.

In the case of debt instruments classified as availablefor-sale assets, impairment is assessed based on the
same criteria as financial assets carried at amortized
cost. Future interest income is based on the reduced
carrying amount and are recognized based on the
interest rate used to discount future cash flows for the
purpose of measuring the impairment loss. Such
accrual is recorded as part of "interest income" in the
consolidated statement of comprehensive income. If in
a subsequent period the fair value of a debt instrument
increases and the increase can be objectively related
to an event occurring after the impairment loss was
recognized in the consolidated statement of
comprehensive income, the impairment loss is
reversed through the consolidated statement of
comprehensive income.

33
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

207

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)


Penghentian
Keuangan
1.

Pengakuan

Aset

i. Financial Instruments (Continued)


dan

Liabilitas

Derecognition of Financial Assets and Liabilities

Aset Keuangan

1. Financial Assets

Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset


keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:

2.

Financial asset ( or part of a group of similar


financial assets ) is derecognized if

a. Hak untuk menerima arus kas yang berasal


dari aset tersebut telah berakhir;

a.

The rights to receive cash flows from the asset


have expired.

b. Entitas dan entitas anak telah mentransfer hak


mereka untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset atau berkewajiban untuk
membayar arus kas yang diterima secara
penuh tanpa penundaan material kepada
pihak ketiga dalam perjanjian yang
memenuhi kriteria pass-through dan (i)
Entitas dan entitas anak telah secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat dari aset, atau (ii) Entitas dan entitas
anak secara substansial tidak mentransfer
atau tidak memiliki seluruh risiko dan
manfaat suatu aset, namun telah mentransfer
kendali atas aset tersebut.

b.

Entity and its subsidiaries have transferred their


rights to receive cash flows from the asset or
liability to pay the received cash flows in full
without material delay to a third party under
which meet the criteria of "pass-through" and (i)
The Company and its subsidiaries has transferred
substantially all the risks and rewards of the
asset, or (ii) the Company and its subsidiaries are
not substantially transferred nor retained all the
risks and rewards of the asset , but has
transferred control of the asset.

Liabilitas Keuangan

2. Financial Liabilities

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya


jika dan hanya jika liabilitas keuangan tersebut
berakhir, yaitu ketika liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa.

Financial liabilities are derecognised if and only if the


financial liabilities ends, when the obligation specified
in the contract is discharged or canceled or expired.

Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada


digantikan oleh liabitlias keuangan lain dari
pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan
yang berbeda secara substansial, atau modifikasi
secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas
yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi
tersebut diperlakukan sebagai penghentian
pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabitas
baru, dan selisih antara nilai tercatat masingmasing liabitas diakui dalam lporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

When an existing financial liability is replaced by


another financial liabitlias from the same lender on
substantially different terms, or substantially modified
the terms of an existing liability exists, an exchange or
modification is treated as a derecognition of the
original liability and the recognition of new liabitas,
and the difference between the carrying amount of
each liabitas lporan recognized in the consolidated
comprehensive income.

j. Transaksi Dengan Pihak-pihak Berelasi

j. Related Parties Transaction

Dalam usahanya, Entitas melakukan transaksi dengan


pihak-pihak berelasi sebagaimana dimaksud dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
7 (revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak berelasi.

In business, the Entity conducting transactions with


related parties as defined in Statement of Financial
Accounting Standards (PSAK) No. 7 (revised 2010),
"Disclosure of related party" .
34

208

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

j. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
j. Related Parties Transaction (Continued)

Pihak berelasi adalah :

Related Parties are:

1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai


relasi dengan Entitas pelapor jika orang tersebut:

1. The person or close member of that persons family


is related to a reporting entity if that person:

(i) memiliki pengendalian atau pengendalian


bersama atas Entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Entitas
pelapor; atau
(iii)personil manajemen kunci Entitas pelapor atau
Entitas Induk Entitas pelapor.

(i) has control or joint control over the reporting entity;

2. Suatu Entitas berelasi dengan Entitas pelapor jika


memenuhi salah satu hal berikut:

2. An Entity is related to the reporting entity if any of


the following condition apllies:

(i) Entitas dan Entitas pelapor adalah anggota dari


kelompok usaha yang sama (artinya Entitas
Induk, Entitas anak, dan Entitas anak
berikutnya terkait dengan Entitas lain)
(ii) Satu Entitas adalah Entitas asosiasi atau
ventura bersama dari Entitas lain (atau Entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha, yang mana
Entitas lain tersebut adalah anggotanya)
(iii)Kedua Entitas tersebut adalah ventura bersama
dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Satu Entitas adalah ventura bersama dari
Entitas ketiga dan Entitas yang lain adalah
Entitas asosiasi dari Entitas ketiga.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan
pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
Entitas pelapor atau Entitas yang terkait dengan
Entitas pelapor. Jika Entitas pelapor adalah
adalah Entitas yang menyelenggarakan program
tersebut, maka Entitas sponsor juga berelasi
denga Entitas pelapor.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
bersama oleh orang yang diidentifikasikan
dalam huruf (1).
(vii)Orang yang diidentifikasikan dalam huruf (1)
(i) memiliki pengaruh signifikan atas Entitas
atau personil manajemen kunci Entitas (direksi
dan komisaris)

( i ) The entity and the reporting entity are members


of the same group (which mean that each
Parent, subsidiary, and fellow subsidiaries is
related to another entity)
( ii ) One entity is an associate or joint venture of the
other entity (or an associate entities or joint
venture of a member of a group , of which the
other Entity is a member)

(ii)has significant influence over the reporting entity; or


(iii)the key management personnel of the reporting
entity or the parent of the Reporting entity .

(iii) Both entities are joint ventures of the same third


party.
(iv) One entity is a joint venture of a third entity and
the other entity is an associate of the third entity
.
(v) The entity is a post-employment benefit plan for
the benefit of employees of either the reporting
entity or entities related to the reporting entity .
If the reporting entity in itself such a plan, the
sponsoring Entities are also related to Reporting
entities.
(vi) The entity is controlled or jointly controlled by a
person identified in (1) .
(vii) The person identified in subparagraph (1) (i)
has significant influence over the entity or is a
member of the key management personnel of the
entity (directors and commissioners)

35
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

209

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

k. Persediaan

k. Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah


antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
perolehan bahan baku, bahan pembantu dan barang
jadi ditentukan dengan metode masuk pertama keluar
pertama, barang dalam proses ditentukan dengan
metode rata-rata tertimbang dan terdiri dari semua
biaya perolehan, konversi dan biaya lainnya untuk
memperoleh persediaan tersebut sampai ke lokasi dan
kondisi saat ini. Barang jadi dan barang dalam proses
meliputi alokasi biaya tidak langsung tetap dan
variabel disamping biaya bahan baku dan upah
langsung.

Inventories are stated at the lower of cost or net


realizable value. The acquisition cost of raw materials,
auxiliary materials and finished goods is determined
using the first-in first-out method, work in process is
determined using the weighted average method and
comprisesof all acquisition cost, conversion and other
costs to obtain the inventory to the current location and
condition. Finished goods and work in progress includes
the allocation of fixed and variable indirect costs beside
the cost of materials and direct labor.

Nilai realisasi bersih merupakan taksiran harga jual


wajar setelah dikurangi taksiran biaya untuk
menyelesaikan dan menjual persediaan barang
jadi yang dihasilkan.

Net realizable value is the estimated selling price in the


ordinary course of business less the estimated costs of
completion and the estimated costs necessary to make
the sale.

Penyisihan persediaan usang digunakan untuk


mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi
bersihnya.

Provision for inventory obsolescence is used to reduce


the carrying value of inventories to their net realizable
value.

l. Biaya Dibayar Dimuka

l. Prepaid Expenses

Biaya di bayar di muka dibebankan selama masa


manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus. Bagian jangka panjang disajikan
sebagai bagian dari Aset Lain-lain.

Prepaid expenses are charged to operations over the


periods benefited using straight-line method. Long-term
portion of prepaid expenses are presented as part of
other assets.

m. Aset Tetap

m. Fixed Assets

Aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan


dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Sesuai
dengan PSAK 16 (Revisi 2011) yang berlaku efektif 1
Januari 2012, entitas dan entitas anak memilih metode
biaya untuk pengukuran aset tetapnya.

Fixed assets are stated at cost less accumulated


depreciation. In accordance with PSAK 16 (Revised
2011), which became effective on January 1, 2012,
Entity and Subsidiaries choose cost method as the
measurement of their of fixed assets.

Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan berdasarkan


taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap dengan
menggunakan metode dan tarif penyusutan sebagai
berikut:

Fixed Assets, except land, are depreciated over the


estimated useful life of the assets, using the following
methods and rates:

36
210

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

3.

m. Aset Tetap (Lanjutan)


Aset tetap /
Fixed Assets
Bangunan dan prasarana / Building and
Infrastucture
Mesin dan instalasi, perabot dan peralatan
pabrik / Machinery and installation, factory,
furniture and equipment
Instalasi sumur yodium dan instalasi limbah /
Iodine plant and waste treatment
installation
Kendaraan, perabot dan peralatan kantor /
Vehicles, office furniture and equipment

m. Fixed Assets (Continued)


Metode penyusutan /
Depreciation method
garis lurus (straight line)

Tarif Penyusutan per Tahun /


Depreciation Rate per annum
5%

saldo menurun ganda (double


declining balance)

12,5% - 25%

saldo menurun ganda (double


declining balance)

25%

saldo menurun ganda (double


declining balance)

Penyusutan
tanaman
menghasilkan
dihitung
berdasarkan jangka waktu tanaman yang ditentukan
oleh pertumbuhan vegetatif dan berdasarkan taksiran
manajemen sebagai berikut:

Tahun pertama
Tahun kedua
Tahun ketiga
Tahun keempat
Tahun kelima

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

25% - 50%

Depreciation of mature plantations is computed based


on the term of the plant determined by vegetative growth
and assessement by management as follows:

Tarif Penyusutan /
Depreciation Rate
2%
3%
4%
6%
85%

First year
Second year
Third year
Fourth year
Fifth year

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan


tidak diamortisasi. Aset tetap yang belum digunakan
dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
disusutkan.

Land is stated at cost and not amortized. Unused Fixed


Assets are stated at acquisition cost and not depreciated.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan diakui sebagai


beban pada saat terjadinya. Pengeluaran yang
memperpanjang masa manfaat aset dikapitalisasi dan
disusutkan berdasarkan tarif penyusutan yang sesuai.

Maintenance and repairs cost is charged to operations


as incurred. Significant amounts of renewals and
betterments are capitalized and depreciated based on
appropriate depreciation rate.

Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang


dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi
dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif
tahun yang bersangkutan.

Carrying values and the related accumulated


depreciation of retired assets or disposed are
derecognized from the accounts and any resulting gain
or loss is reflected in the consolidated statements of
comprehensive income..

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya


perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan
dan siap digunakan.

Construction in progress is stated at cost. Accumulated


acquisition cost will be transferred to the respective
Fixed Assets account when the asset is completed and
ready for use.

37
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

211

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

m. Aset Tetap (Lanjutan)

m. Fixed Assets (Continued)

Biaya-biaya pembibitan, persiapan lahan, penanaman,


pemupukan, pemeliharaan dan bagian biaya tidak
langsung dikapitalisasi ke akun tanaman belum
menghasilkan. Akun tanaman belum menghasilkan
dipindahkan ke akun tanaman menghasilkan pada saat
tanaman telah menghasilkan (pada tahun kelima).

Cost of nursery, land preparation, plantation, fertilizer,


maintenance and indirect cost are capitalized to
unproductive plant account. Unproductive plant
accounts are reclassified to productive plant account
(fifth year).

n. Aset Tak Berwujud

n. Intangible Assets

Aset tak berwujud diakui jika Entitas dan entitas anak


kemungkinan besar akan memperoleh manfaat
ekonomis masa depan dari aset tak berwujud tersebut
dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal.

Intangible assets are recognized when the Company and


its subsidiaries will likely derive future economic
benefits of the intangible assets and the cost of the asset
can be measured reliably.

Aset tak berwujud dicatat berdasarkan harga perolehan


dikurangi akumulasi amortisasi dan penurunan nilai,
jika ada. Aset tak berwujud diamortisasi berdasarkan
estimasi masa manfaat. Entitas dan entitas anak
mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari
aset tak berwujud. Apabila nilai tercatat aset tak
berwujud melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali, maka nilai tercatat aset tersebut diturunkan
menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.

Intangible assets are stated at cost less accumulated


amortization and impairment, if any. Intangible assets
are amortized over their estimated useful lives. Entities
and subsidiaries estimate the recoverable value of
intangible assets. If the carrying value of an intangible
asset exceeds its estimated recoverable value, then the
asset's carrying amount is written down in the amount
that can be earned back.

Aset tak berwujud, diamortisasi dengan menggunakan


metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat
aset tak berwujud.

Intangible assets, are amortized using the straight-line


method based on estimated useful lives of intangible
assets.

o. Sewa

o. Lease

Entitas dan entitas anak menerapkan PSAK 30 (Revisi


2011), Sewa yang efektif berlaku untuk periode
pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2012.

Entities and subsidiaries apply SFAS 30 (Revised 2011),


"Rent" which became effective for financial reporting
periods beginning on or after January 1, 2012.

Berdasarkan PSAK 30 (Revisi 2011), klasifikasi sewa


sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi
didasarkan pada substansi dan bukan pada bentuk
kontraknya. Aset sewa pembiayaan diakui hanya jika
sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
aset.

In accordance to SFAS No. 30 (Revised 2007), the


classification of lease as a finance lease or operating
lease are based on substance and not in the form of
contract. Finance lease assets are recognized if only the
lease is substantially shifted all the risks and benefits
associated with ownership of assets.

Sewa pembiayaan diakui sebagai aset dan kewajiban


pada neraca sebesar nilai tunai aset sewa atau jika
lebih rendah, nilai kini pembayaran sewa minimum.
Biaya langsung awal yang dikeluarkan Entitas induk
dan Entitas anak ditambahkan ke dalam jumlah yang
diakui sebagai aset.

Financing lease are recognized as assets and liabilities


on the balance sheet in amount of cash value lease
assets or it is lower, current value of minimum lease
payments. Initial direct costs are being paid by Entity
and Subsidiaries added to amount is recognized as
assets.
38

212

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

o. Sewa (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
o. Lease (Continued)

Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara


bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian
yang merupakan pelunasan liabilitas. Beban keuangan
harus dialokasikan ke setiap periode selama masa sewa
sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat
suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas.
Sewa kontinjen dibebankan pada periode terjadinya.

The minimum lease payments are apportioned between


the financial charges and reduction of lease. The
financial burden should be allocated to each period
during lease periods in such a way to produce a
constant periodic interest rate on outstanding liability.
Contingent lease are charged in the period incurred.

Aset
sewa
pembiayaan
disusutkan
dengan
menggunakan metode yang setara dengan aset yang
dimiliki secara langsung.

Finance lease assets are depreciated using


method that is equivalent with direct owned assets.

Perjanjian sewa yang tidak memenuhi kriteria di atas,


diklasifikasikan sebagai sewa operasi dimana
pembayarannya diakui sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama masa manfaat yang akan diperoleh.

Lease agreement that do not occupy with the above


criteria, are classified as operating lease where the
payments are recognized as cost on a straight-line basis
during the useful life that would be obtained.

p. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

the

p. Impairment of Non-Financial Assets

Setiap tanggal laporan posisi keuangan, Entitas induk


dan Entitas anak menelaah ada atau tidaknya indikasi
penurunan nilai aset. Aset tetap dan aset tidak lancar
lainnya, termasuk aset tak berwujud ditelaah untuk
mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat
penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai
tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali.
Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat
diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang dapat
diperoleh kembali adalah nilai yang lebih tinggi
diantara harga jual bersih dan nilai pakai aset. Dalam
rangka menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan
hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas
terpisah.

Each statement of finacial position date, the Entity


and its subsidiaries review whether there is any
indication of assets maybe impairment. Fixed assets
and other noncurrent assets, including intangible
assets are reviewed to determine whether there have
been impairment losses whenever there are events or
changes in circumstances indicate that the carrying
value of these assets may not be recoverable.
Impairment loss recognized for the difference between
the carrying value of assets with the recoverable value
of these assets. The recoverable value is the higher
value between the net selling price and value in use of
assets. In order to assess assets impairment, assets are
grouped at the lowest level for which separately produce
cash flows.

q. Beban ditangguhkan

q. Deferred Expenses

Eksplorasi dan Pengembangan

Exploration and Development

Biaya yang terjadi sehubungan dengan penyelidikan


umum, perijinan dan administrasi, geologi dan fisika,
pengeboran, eksplorasi dan pengembangan yang
meliputi biaya administrasi, pembersihan lahan, dan
pembukaan tambang ditangguhkan dan diamortisasi
pada saat produksi sepanjang umur ekonomi yaitu 10
(sepuluh) tahun dengan menggunakan metode garis
lurus.

Costs incurred in connection with general investigation,


licensing and administration, geology and physics,
drilling, exploration and development which include
administrative costs, land clearing, and the opening of
mine are deferred and amortized over the economic life
of the production of 10 (ten) years using straight
linemethods.

39
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

213

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

q. Beban ditangguhkan (Lanjutan)

q. Deferred Expenses (Continued)

Eksplorasi dan Pengembangan (Lanjutan)

Exploration and Development (Continued)

Umur ekonomi didasarkan atas taksiran manajemen


yang dievaluasi secara berkala. Jumlah penurunan
(write down) akibat dilakukannya evaluasi terhadap
beban ditangguhkan-eksplorasi dan pengembangan
dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang
bersangkutan.

The economic life is based on management estimate,


which is periodically evaluated. Any write-down as a
result of the evaluation of the recoverability of deferred
expense for exploration and development is charged
directly to the income statement for the year.

Biaya sertifikasi, merk dagang, hak paten, lisensi dan


kekayaan intelektual

The cost of certification, trademarks, patents, licensing


and intellectual property

Biaya yang terjadi sehubungan dengan penelitian,


perijinan dan administrasi atas suatu merk dagang, hak
paten, lisensi dan kekayaan intelektual, ditangguhkan
dan diamortisasi pada saat produksi sepanjang umur
ekonomi yaitu 10 (sepuluh) tahun dengan
menggunakan metode garis lurus.

Costs incurred in connection with research, licensing


and administration of a trademark, patents, licensing
and intellectual property, are deferred and amortized
over the life time of economic production that is 10 (ten)
years using the straight-line method.

r. Aset Lain-lain

r. Other Assets

Aset lain-lain disajikan sebesar nilai tercatat yaitu


biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi
amortisasi, amortisasi aset lain-lain menggunakan
garis lurus.

Other assets are presented at cost less accumulated


amortization, amortization of other assets using the
straight-line method.

s. Biaya Emisi Saham

s. Issuance Cost of Shares

Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang


dari
tambahan
modal
disetor
dan
tidak
disusutkan/diamortisasi.

Share issuance costs are presented as deductions to


additional paid-in capital and are not amortized.

t. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

t. Foreign Currency Transactions and Balances

Transaksi-transaksi dijabarkan dalam mata uang asing


dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam rupiah berdasarkan kurs tengah
transaksi yang berlaku pada tanggal tersebut yang
dikeluarkan Bank Indonesia. Keuntungan atau
kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan
pada usaha tahun berjalan.

Foreign currency transactions are recorded in


Rupiah amounts at the rates of exchange prevailing at
the dates of the transactions. At statement of finacial
position date, monetary assets and liabilities
denominated in foreign currency are translated to
Rupiah at the last published prevailing rates of
exchange by Bank of Indonesia for the year. Exchange
gains and losses are credited or charged to current
operations.

Kurs konversi yang digunakan Entitas adalah sebagai


berikut:

Rates used are as follows:

1 Dollar Amerika
100 JPY Jepang
1 EURO Eropa

31 / 12 / 2014

31 / 12 / 2013

12.440,00
10.424,88
15.133,27

12.189,00
11.616,88
16.821,51

40
214

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

1 United State Dollar


100 Japan Yen
1 Euro Europe

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

u. Pengakuan Pendapatan dan Beban

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
u. Revenue and Expense Recognition

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Entitas dan Entitas


anak menerapkan PSAK 23 (Revisi 2010)
Pendapatan.
PSAK
ini
mengidentifikasi
terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan, sehingga
pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan
akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi
dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan
praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan
pendapatan. Penerapan PSAK yang direvisi tersebut
tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap
laporan keuangan konsolidasian.

Effective on January 1, 2011, the Entity and Subsidiaries


adopted PSAK No. 23 (Revised 2010) Revenue. PSAK
No. 23 identifies the circumstances in which the criteria
on revenue recognition will be met and, therefore,
revenue may be recognized, and prescribes the
accounting treatment of revenue arising from certain
types of transactions and events, and also provides
practical guidance on the application of the criteria on
revenue recognition. Implementation of the revised
PSAK does not provide a significant effect on the
consolidated financial statements.

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat


ekonomi akan diperoleh oleh Entitas dan jumlahnya
dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada
nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk
diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Revenue is recognized when it is probable that the


economic benefits will be gained by the Entity and the
amount can be measured reliably. Revenue is measured
at fair value of payments received, excluding discounts,
rebates and value added tax ("VAT").

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang


kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui
pada saat barang dikapalkan. Uang muka yang
diterima dari pelanggan yang barangnya belum
tersedia dicatat sebagai Uang Muka Pelanggan.

Local sales are recognized when goods are delivered to


the customers, while export sales are recognized when
goods are shipped. Advances received from customers
for goods which are not yet available are recognized as
Advances from Customers.

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

Expenses are recognized when incurred (accrual basis).

Beban Keuangan

Financial Expenses

Beban pinjaman bank dan surat berharga dibebankan


dalam laporan laba rugi pada tahun terjadinya.

Bank loans expense and securities charged to the income


statement as incurred.

v. Imbalan Kerja

v. Employee Benefits

Entitas induk dan Entitas anak menyelenggarakan


program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti untuk
semua karyawan tetap lokalnya. Kontribusi didanai
dan dibayar oleh Entitas, anak Entitas dan karyawan.
Selain itu, Entitas induk dan Entitas anak juga
memberikan imbalan kerja kepada karyawan yang
berhak sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun
2003 tentang Tenaga Kerja.

The Entity and Subsidiaries have defined benefit and


defined contribution pension plans that cover all their
local permanent employees. Contributions are funded
and paid by the Entity, Subsidiaries and employees.
Further, Entity and Subsidiaries provide employee
benefits to eligible employees in accordance with Labor
Law No. 13/2003.

Program Imbalan Pasti

Defined Benefit Pension Plan

Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada tahun


berjalan. Biaya jasa lalu, koreksi aktuaria dan dampak
perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih
aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama
estimasi sisa masa kerja rata-rata karyawan
sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.

Current service cost is charged to current year. Past


service cost, actuarial adjustments and assumptions
changes effect for active participants are amortized
using the fixed annuity method over the estimated
average residual employment period as determined by
the actuary.
41
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

215

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

v. Imbalan Kerja (Lanjutan)

v. Employee Benefits (Continued)

Program Iuran Pasti

Defined Contribution Pension Plan

Iuran yang ditanggung Entitas diakui sebagai beban


pada tahun berjalan.

The Entity and Subsidiaries contributions are charged


as expense to current year.

Entitas induk dan Entitas anak mengakui pengaruh


dari Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang
Tenaga Kerja dalam laporan keuangan konsolidasian.

The Entity and Subsidiaries recognize the effect of Labor


Law No. 13/2003, with reference to labor in the
consolidated financial statements.

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Entitas memutuskan


untuk menerapkan lebih awal PSAK 24 (Revisi 2010)
Imbalan Kerja secara retrospektif dan merubah
metode akuntansinya yang terdahulu dalam mengakui
imbalan kerja karyawan menjadi metode yang
diharuskan oleh standar ini.

Effective on January 1, 2012, the Entity decided to


early adopt PSAK No. 24 (Revised 2010) Employee
Benefits, retrospectively and changed its previous
accounting method in recognizing employee benefits to
the method required under this standard.

Kewajiban bersih entitas berkaitan dengan imbalan


kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan
yang akan diperoleh karyawan di masa depan
sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa
lalu, dikurangi dengan nilai wajar dari aset program
setelah disesuaikan dengan laba atau rugi aktuaria
yang tidak diakui, dan biaya jasa lalu yang tidak
diakui. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris
independen dengan menggunakan metode projected
unit credit.

Net liabilities of entity related to employee benefits is


calculated at the present value of the estimated benefits
to be gained by employees in the future with respect to
the present and past services, less the fair value of plan
assets as adjusted for unrecognized actuarial gains or
losses, and unrecognized past service cost. The
calculation is performed by an independent actuary
using the "projected unit credit".

Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan


mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi
pemerintah, yang didenominasi dalam mata uang
dimana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati
jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja terkait.

The present value of the defined benefit obligation is


determined by discounting the estimated future cash
outflows using interest rates of government bonds,
denominated in the currency in which the benefits will
be paid and which has a term to maturity approximating
to the terms of time-related post-employment benefit
obligations.

Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program


pensiun. Aset ini diukur pada nilai wajar pada akhir
periode pelaporan, yaitu berdasarkan informasi harga
kuotasi pasar saham. Nilai dari pensiun dibayar
dimuka yang diakui dibatasi pada jumlah bersih dari
akumulasi kerugian aktuarial bersih dan biaya jasa lalu
yang belum diakui dan nilai kini dari manfaat ekonomi
tersedia dalam bentuk pengembalian dari program atau
pengurangan pada kontribusi yang akan datang pada
program

Plan assets are assets held by the pension plan. These


assets are measured at fair value at the end of the
reporting period, based on the stock quoted market price
information. The value of the prepaid pension
recognized is limited to the net amount of accumulated
unrecognized net actuarial losses and past service costs
and the present value of economic benefits available in
the form of refunds from the plan or reductions in future
contributions to the program

42
216

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

v. Imbalan Kerja (Lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
v. Employee Benefits (Continued)

Laba atau rugi aktuaria yang timbul dari adanya


penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman dan
perubahan asumsi aktuaria, yang melebihi nilai
tertinggi antara 10% dari nilai kini dari kewajiban
imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program,
dibebankan atau dikreditkan terhadap laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian selama sisa masa kerja
rata-rata karyawan yang bersangkutan.

Gains or losses arising from adjustments made based on


experience and changes in actuarial assumptions, which
exceeds the higher of 10% of the present value of the
defined benefit obligation or 10% of the fair value of
plan assets, are charged or credited to the consolidated
statement of comprehensive income over the remaining
working lives of the average employee in question.

w. Pajak Penghasilan

w. Income Tax

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai


penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi
komprehensif
konsolidasian,
kecuali
pajak
penghasilan tersebut sehubungan dengan transaksi
atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas
dimana pajak penghasilannya diakui secara langsung
di ekuitas.

Current tax and deferred tax is recognized as income or


expense in the consolidated statement of comprehensive
income, unless the income tax with respect to a
transaction or event that is recognized directly in equity,
in which income tax recognized directly in equity.

Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah


yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar dengan
menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah
ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen
secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak yang
diterapkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT)
Tahunan sehubungan dengan situasi di mana aturan
pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi.

Current tax assets and liabilities are measured at the


amount expected to be recovered or paid using the tax
rates and provisions that have been enacted at each
reporting date. Management periodically evaluates tax
treatment applied in the Notice ("SPT") in connection
with the Annual situations in which applicable tax rules
require interpretation.

Entitas dan entitas anak mengakui aset dan liabilitas


pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer
antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan
nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Entitas
dan entitas anak juga mengakui aset pajak tangguhan
yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan,
seperti kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan
realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
(probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak
yang diperkirakan berlaku ketika aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan, yaitu tarif pajak dan ketentuan
pajak yang telah ditetapkan atau yang secara
substansial telah ditetapkan pada setiap tanggal
pelaporan.

Entities and subsidiaries recognize deferred tax assets


and liabilities for temporary differences between the tax
bases of assets and liabilities and their carrying values
at each reporting date. Entities and subsidiaries are also
recognized deferred tax assets from future tax benefits,
such as tax loss carryforwards, to the extent that
realization of such benefits in the future is quite large
(probable). Deferred tax assets and deferred tax
liabilities are measured using tax rates expected to
apply when the asset is realized or the liability is settled,
the tax rates and tax provisions are established or
substantively enacted at each reporting date.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling


hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk
entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan
liabilitas pajak kini.

Deferred tax assets and liabilities are offset in the


consolidated statement of financial position, except for
deferred tax assets and liabilities for the different
entities, in accordance with the presentation of current
tax assets and liabilities.
43

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

217

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

w. Pajak Penghasilan (Lanjutan)

w. Income Tax (Continued)

Perubahan terhadap aset dan liabilitas perpajakan


dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding
sudah diputuskan. Jumlah tambahan pokok dan denda
pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak
diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi
periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya
penyelesaian selanjutnya.

Changes to taxation assets and liabilities are recorded


at the time of receipt of the tax assessment letter or if
appealed against, when the results of the appeal is
decided. Additional principal amount of tax and
penalties established by the tax assessment is recognized
as income or expense in profit or loss for the period,
unless the subsequent completion of the proposed effort.

x. Laba Per Saham

x. Earning Per Shares

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba


bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.

Earning per shares is computed by dividing net income


by the weighted average number of shares outstanding
during the year.

y. Informasi Segmen

y. Segmented Information

Efektif tanggal 1 Januari 2011, Entitas menerapkan


PSAK 5 (Revisi 2009), Segmen Operasi. PSAK ini
mensyaratkan pengungkapan yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat
dan dampak keuangan atas aktivitas bisnis yang mana
Entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana
Entitas beroperasi. Penerapan PSAK yang direvisi
tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti
terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Effectively on January 1, 2011, the Entity adopted SFAS


No. 5 (Revised 2009), Operating Segment. This SFAS
requires disclosures that enable users of financial
statements to evaluate the nature and financial impact
on business activity in which the entities involved and
the economic environment in which it operates.
Implementation of the revised SFAS does not provide a
meaningful effect on the consolidated financial
statements.

Informasi segmen Entitas disajikan menurut


pengelompokkan geografis sebagai segmen primer.
Pelaporan segmen sekunder dikelompokkan menurut
segmen usaha.

The Entity segment information is presented based on


geography as the primary segment. Secondary segment
is based on business segment.

Informasi segmen Entitas induk dan Entitas anak


disajikan menurut pengelompokkan geografis sebagai
segmen primer. Pelaporan segmen sekunder
dikelompokan menurut segmen usaha.

The Entity and Subsidiaries segment information are


presented based on geography as the primary segment.
Secondary segment is based on business segment.

Sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan


operasi yang menyediakan barang atau jasa yang
memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang
berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah segmen
geografis menyediakan barang maupun jasa di dalam
lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko
serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan
segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan
ekonomi lain.

A business segment is a group of assets and operations


providing goods or services that have risks and returns
that are different from other business segments.
A geographical segment provides goods or services
within a particular economic environment that has risks
and returns that are different from other operating
segments in other economic environments.

Segmen usaha adalah komponen Entitas yang dapat


dibedakan dalam menyediakan produk atau jasa
individual maupun kelompok produk atau jasa yang
terkait dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha
lainnya.

Business
segment
presents
the
Entity
and
Subsidiaries financial information that are classified
according to products or services earned and each
component has different risks and compensation from
the other business segments.
44

218

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

z. Investasi pada Entitas Asosiasi

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
z. Investments in Associates

Efektif pada tanggal 1 Januari 2011 entitas


menerapkan PSAK No. 15 (Revisi 2009), Investasi
pada Entitas Asosiasi. Pernyataan pada entitas anak
dimana kepemilikan Entitas pada entitas anak
memiliki 20% sampai dengan 50% hak suara, dan
dimana Entitas memiliki pengaruh yang signifikan
tetapi bukan dalam bentuk kendali atas kebijakan
keuangan dan operasi, dicatat dengan menggunakan
ekuitas. Berdasarkan metode ini, entitas mengakui
bagian atas laba atau rugi entitas asosiasi secara
proporsional sejak tanggal pengaruh signifikan
dimiliki hingga tanggal berakhirnya pengaruh
signifikan tersebut. Setiap akhir periode entitas
menentukan apakah terdapat bukti obyektif bahwa
investasi pada entitas asosiasi mengalami penurunan
nilai. Apabila hal ini terjadi entitas menghitung dan
mengakui nilai penurunan sebagai seliisih antara
jumlah terpulihkan atas investasi pada entitas asosiasi
dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan
laba rugi komprehesif konsolidasian.

Effective on January 1, 2011 the date the entity adopted


SFAS No.. 15 (Revised 2009), "Investments in
Associates". Statement in subsidiaries where ownership
entity in subsidiaries have 20% to 50% of the voting
rights, and where the entity has significant influence but
not control, over the financial and operating policies,
are accounted for using the equity. Under this method,
the entity recognizes the portion of profit or loss of
associates proportionately from the date significant
influence commences until the date that significant
influence ceases.Each end of the entity determines
whether there is objective evidence that the investment
in the associate is impaired. If this happens entities
calculate and recognize the value decrease as seliisih
between the recoverable amount of investments in
associates and its carrying value and recognizes the
amount in the consolidated statement of comprehensive
income.

aa. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi


Manajemen

aa. Use of Estimates, Judgments and Assumptions


Management

Penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian
berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum
mengharuskan manajemen untuk menggunakan
estimasi, pertimbangan dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia pada sumbersumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang
dipertimbangkan relevan.

The preparation of these consolidated financial


statements based on generally accepted accounting
principles requires management to use estimates,
judgments and assumptions in the carrying value of
assets and liabilities that are not available in other
sources. Estimates and assumptions are based on
historical experience and other factors considered
relevant.

Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan


berikut
telah
mencakup
ikhtisar
estimasi,
pertimbangan signifikan yang dibuat oleh manajemen,
yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian.

Management believes that the following represent


a summary of estimates, significant judgment made by
management, which have an impact on the amounts
recognized in the consolidated financial statements.

Pertimbangan-pertimbangan berikut telah mencakup


ikhtisar estimasi, pertimbangan signifikan yang dibuat
oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlahjumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian.

The following considerations represent a summary of


estimates, significant judgment made by management,
which have an impact on the amounts recognized in the
consolidated financial statements.

45
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

219

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

aa. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi


Manajemen
1.

aa. Use of Estimates, Judgments and Assumptions


Management
1. Financial assets that are not quoted prices in active
markets

Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi


Harga di Pasar Aktif
Entitas mengklasifikasikan aset keuangan dengan
mengevaluasi, antara lain, apakah aset tersebut
memiliki atau tidak memiliki kuotasi harga di
pasar yang aktif. Evaluasi tersebut juga mencakup
apakah kuotasi harga suatu aset keuangan di pasar
yang aktif, merupakan kuotasi harga yang tersedia
secara reguler, dan kuotasi harga tersebut
mencerminkan transaksi di pasar yang aktual dan
terjadi secara reguler dalam suatu transaksi wajar.

2.

The entity classified financial assets by evaluating,


such as, whether the asset has or not quoted in an
active market. Included in the evaluation whether a
financial asset price quotations in an active market,
the quoted prices are readily and regularly
available, and whether those prices represent actual
market transactions that occur on a regular basis
and on an ar .

Penurunan Nilai Aset Keuangan

2. Impairment of Financial Assets

Penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan


piutang dipelihara pada jumlah yang menurut
manajemen adalah memadai untuk menutup
kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan.
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, entitas secara spesifik menelaah
apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu
aset keuangan telah mengalami penurunan nilai
(tidak tertagih).

Impairment of loans and receivables are maintained


on the amount which management believes is
adequate to cover the possibility of non-collection of
financial assets. At each consolidated balance sheet
date, the entity specifically examine whether there is
objective evidence that a financial asset is impaired
(doubtful).

Penyisihan yang dibentuk adalah berdasarkan


pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor
lainnya
yang
mungkin
mempengaruhi
kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan
likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan
yang dialami oleh debitur atau penundaan
pembayaran yang signifikan. Jika terdapat bukti
obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran
jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan
pengalaman kerugian masa lalu. Penyisihan
kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun
yang diidentifikasi secara spesifik telah mengalami
penurunan nilai. Suatu evaluasi atas piutang, yang
bertujuan
untuk
mengidentifikasi
jumlah
penyisihan yang harus dibentuk, dilakukan secara
berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan
besaran jumlah penyisihan kerugian penurunan
nilai yang tercatat pada setiap periode dapat
berbeda tergantung pada pertimbangan dan
estimasi yang digunakan.

Established allowance is based on past collection


experience and other factors that may affect
collectability, such as the probability of insolvency
or significant financial difficulties of the debtor or
significant delay in payments. If there is objective
evidence of impairment, the amount and timing of
which can be recovered is estimated based on past
loss experience. Allowance for impairment losses on
accounts created specifically identified impaired. An
evaluation of the receivables, which aims to identify
the amount of the allowance to be set up, carried out
at regular intervals throughout the year. Therefore,
the timing and amount of the allowance for
impairment losses are recorded in each period may
be difference depending on the judgments and
estimates that are used

46

220

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

aa. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi


Manajemen

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)
aa. Use of Estimates, Judgments and Assumptions
Management

3. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

3. Impairment of Non-Financial Assets

Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila


terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi
arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas
aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsiasumsi yang digunakan untuk menentukan nilai
wajar dapat berdampak signifikan pada nilai
terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai
yang terjadi mungkin berdampak material pada
hasil operasi entitas.

Review of impairment occur if there are indications


of impairment of certain assets. Determining the fair
value of assets requires estimation of the expected
cash flows to be generated from sustainable
consumption and final disposal of the asset.
Significant changes in the assumptions used to
determine fair value may have a significant impact
on the recoverable amount and the amount of the
impairment loss that occurred may have a material
effect on operating results of the entity.

Estimasi dan Asumsi

Estimates and Assumptions

Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber


utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan
yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter
yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai
perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali
perusahaan. Perubahan tersebut tercermin dalam
asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:

The main assumptions concerning the future and other


primary sources in estimating the uncertainty at the
reporting date that have a significant risk of causing a
material adjustment to the carrying amount of assets
and liabilities within the next period described below.
The Company bases its assumptions and estimates on
parameters available when the consolidated financial
statements are prepared. Existing conditions and
assumptions regarding future developments are subject
to change due to changes in market conditions that are
beyond the control of the company. The changes are
reflected in the assumptions when the situation occurs:

1. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas


Keuangan

1. Fair Value of Financial Assets and Financial


Liabilities

Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia


mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya,
dan penyajian ini mengharuskan penggunaan
estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang
signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti
obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai
tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran
perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda
karena penggunaan metode penilaian yang
berbeda.

Indonesian Financial Accounting Standards requires


the measurement of financial assets and certain
financial liabilities at fair value, and requires the
use of estimates. Components of significant fair
value measurement is determined based on the
evidence that can be objectively verified (such as
exchange rates, interest rates), the timing and
magnitude of changes in fair value may be different
because of the use of different assessment method.

47

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

221

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


SIGNIFIKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

3.

aa. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi


Manajemen (Lanjutan)

aa. Use of Estimates, Judgments and Assumptions


Management (Continued)

Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)

Estimates and Assumptions (Continued)

2. Imbalan Pasti Pasca Kerja

2. Post-Employment Benefits

3.

Nilai kini kewajiban pensiun tergantung pada


beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi
yang digunakan untuk menentukan biaya pensiun
neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji
di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini
akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban
pensiun. Entitas menentukan tingkat diskonto dan
kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir
periode pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat
suku bunga yang harus digunakan untuk
menentukan nilai kini atas estimasi arus kas keluar
masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
kewajiban pensiun.

The present value of pension obligations depends on


several factors that are determined by actuarial
basis based on several assumptions. The
assumptions used to determine net pension costs
include the discount rate and future salary
increases. A change in these assumptions will affect
the carrying amount of pension obligations. The
entity determines the discount rate and future salary
increases that compatible on the end of the reporting
period. The discount rate is the interest rate that
should be used to determine the present value of the
estimated future cash outflows expected to settle the
pension obligations.

Dalam menentukan tingkat suku bunga yang


sesuai, Entitas mempertimbangkan tingkat bunga
obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam
mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki
jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
kewajiban pensiun yang terkait. Untuk tingkat
kenaikan gaji masa datang, Entitas mengumpulkan
data historis mengenai perubahan gaji dasar
pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan
bisnis masa datang.

In determining the appropriate level of interest


rates, Entity considers the interest rate of
government bonds denominated in the currency of
the consideration will be paid and have a time frame
similar to the period of the related pension liability.
To the rate of future salary increases, Entities
collecting the historical data on changes in the basic
salaries of workers and adapt to future business
planning.
3. Deffered Tax Assets

Aset Pajak Tangguhan


Aset pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa
jumlah laba fiskal akan memadai untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui.
Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan
untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan
yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu
terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada
masa mendatang serta strategi perencanaan pajak
masa depan.

Deferred tax assets are recognized for all temporary


differences between the carrying value of assets and
liabilities in the financial statements and the tax
base when it is probable that taxable profit will be
available for the use of temporary differences are
recognized. Estimates significant management
required to determine the amount of deferred tax
assets are recognized based on the possibility of the
realization of the time and the amount of taxable
income in the future as well as future tax planning
strategies.

48
222

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (Continued)

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS


Kas

4. CASH AND CASH EQUIVALENTS


31 / 12 / 2014

Rupiah
Dollar Amerika Serikat

Bank
Pihak Berelasi
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk.
PT Bank Pembangunan Daerah
PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk.
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank BRI Syariah
Sub Jumlah
Dollar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Sub Jumlah
Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank of Tokyo
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia
Sub Jumlah
Mata uang asing
PT Bank OCBC NISP Tbk
Sub Jumlah
Jumlah Bank
Deposito Jangka Pendek
Pihak Berelasi
Rupiah
PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Jabar Banten Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk
PT Bank Sulut Tbk.
Pihak Ketiga
Rupiah
Bank BTPN
PT Bank Yudha Bhakti Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Muamalat Tbk
PT Bank Mega Tbk.
PT Bank Capital Tbk
PT Bank Victoria International Tbk
Jumlah Deposito
Jumlah
Tingkat Bunga Deposito

31 / 12 / 2013

11.375.752.401
43.294.423
11.419.046.824

12.466.863.935
98.776.189
12.565.640.124

93.608.767.295

210.840.107.926

7.058.434.888
62.539.249.747

13.523.358.812
66.439.937.055

2.510.142.385
276.060.276
263.746.090
166.256.400.681

8.492.200.810
984.819.239
202.630.747
300.483.054.589

10.797.850.338
10.797.850.338

9.288.741.947
9.288.741.947

7.941.905.045
40.022.715
198.613.286
1.983.771.133
107.052.736
64.310.415.709
74.581.780.624

7.074.737.316
3.526.995
197.116.596
83.049.035
1.442.764.408
7.131.128.379
15.932.322.729

305.189.214
305.189.214
251.941.220.857

880.150.443
880.150.443
326.584.269.708

50.000.000.000
-

10.000.000.000
10.000.000.000
10.000.000.000

75.000.000.000
10.000.000.000

65.000.000.000
75.000.000.000
10.000.000.000
10.000.000.000
5.000.000.000
10.000.000.000
310.000.000.000
573.360.267.681

10.000.000.000
10.000.000.000
5.000.000.000
55.000.000.000
394.149.909.832

9,50% - 11,50%

6,00% - 8,25%

Cash
Rupiah
US Dollar
Bank
Related Parties
IDR
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank Pembangunan Daerah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank Syariah Mandiri
PT Bank BRI Syariah
Sub Total
US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Sub Total
Third Parties
Rupiah
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank of Tokyo
PT Bank CIMB Niaga
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Muamalat Indonesia
Sub Total
Foreign currency
PT Bank OCBC NISP Tbk
Sub Total
Total Bank
Short Term Deposit
Related Parties
IDR
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Jabar Banten Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Sulut Tbk.
Third Parties
Rupiah
Bank BTPN
PT Bank Yudha Bhakti Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Muamalat
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Capital Tbk
PT Bank Victoria International Tbk
Total Deposit
Total
Deposit Interest Rate

49
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

223

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)

5. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued)

Kas Entitas Induk dan Entitas anak telah diasuransikan


terhadap risiko kehilangan berdasarkan paket tertentu
dengan nilai pertanggungan masing masing sebesar
Rp 27.794.037.437dan Rp 27.244.037.437 pada tanggal
31 Desember 2014 dan 2013. Manajemen berpendapat
bahwa jumlah pertanggungan asuransi adalah cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas risiko yang
mungkin dialami Entitas.

Cash on hand on December 31, 2013 and 2012 owned


by Entity and Subsidiaries were covered by insurance
against losses under package policies with coverage
amounting toRp 27,794,037,437 and Rp 27,244,037,437
on December 31, 2014 and 2013 respectivelly.
Management believes that the insurance coverage is
adequate to cover possible losses from risks that may be
experienced by Entities.

5. PIUTANG USAHA
Pihak Berelasi
PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero)
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan (dahulu PT Asuransi
Kesehatan Indonesia)
PT Angkasa Pura (Persero)
PT Pertamina (Persero)
PT Timah (Persero) Tbk
PT Perkebunan Nusantara IV
(Persero)
PT Bio Farma (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Tenaga Kerja
PT Rajawali Nusindo
Lain-lain (di bawah
Rp1.000.000.000)
Jumlah
Penyisihan kerugian penurunan
nilai
Jumlah-bersih
Pihak Ketiga
Lokal
Jawa
Sumatera
Sulawesi, Maluku dan Papua
Bali dan Nusa Tenggara
Kalimantan
Ekspor
Jumlah Piutang Usaha pihak
Ketiga
Penyisihan kerugian penurunan nilai
Jumlah bersih pihak
ketiga bersih
Jumlah

6. TRADE RECEIVABLES
31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

11.759.866.037

9.854.718.156

6.580.943.599
6.453.528.115
1.744.462.785
1.136.127.061

27.455.042.487
4.375.195.262
1.321.767.990
1.240.162.106

1.132.421.081
1.004.856.413

3.178.489.873
1.457.627.602

728.999.619

1.102.982.690

560.698.566
57.575.517

1.322.356.643
1.965.492.208

12.765.397.123
43.924.875.916

8.290.189.287
61.564.024.304

(163.313.432)

(29.876.495)

43.761.562.484

61.534.147.809

274.766.471.829
58.678.383.521
77.895.151.981
17.019.313.654
16.154.478.767
383.592.266.676
40.962.837.159

265.524.414.243
54.796.314.682
34.154.317.418
16.643.600.750
12.473.619.583
383.592.266.676
112.687.069.087

485.476.636.911
(14.307.959.171)

496.279.335.763
(11.237.059.617)

471.168.677.740
514.930.240.224

485.042.276.146
546.576.423.955

50
224

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Related Parties
PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero)
Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Kesehatan (Previously PT
Asuransi Kesehatan Indonesia)
PT Angkasa Pura (Persero)
PT Pertamina (Persero)
PT Timah (Persero) Tbk
PT Perkebunan Nusantara IV
(Persero)
PT Bio Farma (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk.
Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial Tenaga Kerja
PT Rajawali Nusindo
Others (under Rp1,000,000,000)
Total
Allowance for
impairment
Total - Net
Third Parties
Local
Java
Sumatera
Sulawesi, Maluku, Papua
Bali and Nusa Tenggara
Kalimantan
Export
Total Trade Receivables Third
Parties
Allowance for impairment
Total trade receivables Third
Parties - Net
Total

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

5. TRADE RECEIVABLES (Continued)

Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah


sebagai berikut:

Rupiah
Mata Uang Asing

USD 7.709.906,28: 31 Desember


2014 dan
USD 9.244.980,65: 31 Desember
2013

Jumlah

Penyisihan kerugian penurunan nilai


Jumlah

Total trade receivables based on original currencies are as


follows:

31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

488.438.675.668

445.156.290.980

40.962.837.159

112.687.069.087

529.401.512.827
(14.471.272.603)
514.930.240.224

557.843.360.067
(11.266.936.112)
546.576.423.955

Piutang usaha berdasarkan umur dikurangi penyisihan


kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
Belum
Jatuh Tempo /
Not yet Due

USD 7,709,906,28:December 31,


2014and
USD 9,244,980.65:Desember 31,
2013

Total

Allowance for impairment


Total

Trade receivables based on aging schedule, net of


allowance for impairment are as follows:

31 Desember 2014 / December 31, 2014


31 Sampai
61 Sampai
dengan 60 hari / dengan 150 hari/
31-60 Days
61-150 Days

1 Sampai
dengan 30 hari /
1-30 Days

IDR
Foreign Currency

Lebih
Dari 150 hari /
Over 150 Days

Jumlah /
Total

BU M N
Instansi
Pemerintah

15.643.619.158

9.755.464.084

7.864.640.770

7.270.630.346

3.390.521.561

43.924.875.919

68.481.489.349

59.382.775.216

25.882.260.364

54.805.145.860

31.071.688.438

239.623.359.227

State-Owned
Enterprises
Government
Institution

Swasta
Ekspor

94.531.902.421
12.850.133.492

41.155.127.643
24.669.490.320

11.567.858.841
1.714.053.346

12.000.835.042
1.729.160.000

45.634.716.576
-

204.890.440.523
40.962.837.158

Private
Export

191.507.144.420

134.962.857.263

47.028.813.321

75.805.771.248

80.096.926.575

529.401.512.827

Jumlah
Penyisihan
kerugian
penurunan nilai
Jumlah

(14.471.272.603)

191.507.144.420

134.962.857.263

47.028.813.321

75.805.771.248

80.096.926.575

514.930.240.224

Belum
Jatuh Tempo /
Not yet Due

1 Sampai
dengan 30 hari /
1-30 Days

31 Desember 2013 / December 31, 2013


31 Sampai
61 Sampai
dengan 60 hari / dengan 150 hari/
31-60 Days
61-150 Days

Lebih
Dari 150 hari /
Over 150 Days

Total
Allowance
For
impairment
Total

Jumlah
Total

BU M N
Instansi
Pemerintah

25.404.291.486

17.011.805.853

8.800.402.806

6.454.613.204

3.892.910.956

61.564.024.305

82.738.100.227

33.542.440.166

38.620.892.856

29.758.370.987

10.798.441.780

195.458.246.016

State-Owned
Enterprises
Government
Institution

Swasta
Ekspor

96.844.603.298
88.626.448.159

34.155.451.384
16.381.410.510

21.735.919.549
2.657.326.937

10.265.013.459
3.468.093.508

25.133.032.970
1.553.789.972

188.134.020.660
112.687.069.086

Private
Export

293.613.443.170

101.091.107.913

71.814.542.148

49.946.091.158

41.378.175.678

557.843.360.067

Jumlah
Penyisihan
kerugian
penurunan nilai
Jumlah

(11.266.936.112)

293.613.443.170

101.091.107.913

71.814.542.148

49.946.091.158

41.378.175.678

546.576.423.955

Total
Allowance
For
impairment
Total

51
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

225

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

5. TRADE RECEIVABLES (Continued)

Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai adalah


sebagai berikut:

The movements of allowance for impairment are as follows:

31/ 12 / 2014

Saldo Awal Periode


Penyisihan kerugian penurunan nilai
Terpulihkan
Saldo Akhir Periode

31 / 12 / 2013

11.266.936.112
3.351.730.119
(265.626.868)
14.353.039.363

18.550.954.932
1.151.869.603
(8.435.888.423)
11.266.936.112

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian


penurunan nilai atas piutang usaha adalah cukup untuk
menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak
tertagihnya piutang tersebut.

Management believes that the allowance for impairment is


sufficient to cover losses from uncollectible accounts.

Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas utang bank


pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (catatan.18).

Trade receivables are used as guarantee for bank loans at


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (note 18).

6. PIUTANG LAIN-LAIN

6. OTHER RECEIVABLES
31/ 12 / 2014

Piutang Pegawai
Jasa maklon
PT Indofarma Tbk
Listing fee
Lain-lain (di bawah
Rp1.000.000.000)
Jumlah
Penyisihan kerugian penurunan nilai
Jmlah

31 / 12 / 2013

1.812.529.603
1.090.635.606
938.172.661
4.123.536.795

2.684.603.073
1.460.894.370
938.172.375
-

2.408.824.935

2.662.522.508

10.373.699.600
(209.457.738)
10.164.241.862

7.746.192.326
(101.635.938)
7.644.556.388

Loan to Employees

Tolling
PT Indofarma Tbk
Listing fee
Others (bellows
Rp 1,000,000,000)
Total
Allowance for impairment
Total

Piutang lain-lain pinjaman kepada pegawai merupakan


fasilitas pinjaman dari entitas kepada karyawan untuk
keperluan uang muka pembelian kendaraan, yang tidak
dikenakan bunga, pelunasannya melalui pemotongan gaji
bulanan, dan piutang lain-lain yang timbul dalam rangka
kerja sama untuk kegiatan distribusi obat, biaya kirim,
maklon, display produk (listing fee) dan biaya import
bahan baku obat untuk pihak ketiga. Biaya tersebut akan
ditagihkan kepada pihak ketiga/mitra kerja sama sesuai
dengan pola kerja sama yang telah disepakati.

Other receivables loan to employees are loan to the Entity


to employee for the purposes of advances for purchase of
vehicles, bear no interest, repayment through monthly
payroll deductions, and other receivables arising from the
cooperation for drug distribution activities, shipping ,
tolling, display products (listing fee) and the cost of drugs
imported raw materials for third parties. These costs will
be billed to the third party/partner cooperation in
accordance with the pattern of cooperation that has been
agreed upon.

Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai adalah


sebagai berikut:

The movements of allowance for impairment are as follows:

31/ 12 / 2014

Saldo Awal Periode


Penyisihan (pemulihan) piutang
Saldo Akhir Periode

31 / 12 / 2013

101.635.938
107.821.800
209.457.738

52

226

Beginning balance
Allowance for impairment
Recovered
Ending balance

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

66.142.346
35.493.592
101.635.938

Beginning Balance
Allowance (recover) of Impairment
Ending Balance

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

6.

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian


penurunan nilai adalah cukup untuk menutupi kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang
tersebut.
7. PERSEDIAAN

Management believes that the allowance for impairment is


sufficient to cover losses from uncollectible accounts.

7.
31/ 12 / 2014

Barang jadi:
Obat jadi dan alat kontrasepsi
Alat kesehatan
Bahan baku dan bahan pembantu
Barang dalam proses
Barang dalam perjalanan
Penyisihan
persediaan using
Jumlah

OTHER RECEIVABLES (Continued)

INVENTORIES
31 / 12 / 2013

550.796.304.198
16.642.112.299

495.698.675.085
13.899.150.606

95.177.080.903
46.490.805.666
6.133.041.440
715.239.344.506

106.113.424.106
36.387.520.542
6.982.664.451
659.081.434.790

(27.832.461.260)
687.406.883.246

(18.172.074.618)
640.909.360.172

31 / 12 / 2014
Barang jadi /
Bahan Baku /
Finished goods
Raw materials

Finished goods
Medicine and contraceptives
Medical equipment
Raw materials and indirect
materials
Work in process
Goods in transit
Allowance for inventories
obsolescence
Total

31 / 12 / 2013
Barang jadi /
Bahan Baku /
Finished goods
Raw materials

Saldo Awal Periode

16.599.423.847

1.572.650.771

15.477.417.986

995.463.723

Beginning balance

Penyisihan

10.573.567.762

1.370.909.238

6.683.634.446

685.271.902

Allowances

1.572.650.771

Ending balance

Pemulihan

Saldo Akhir Periode

(830.037.507)

26.342.954.102

(1.454.052.851)

(5.561.628.585)

1.489.507.158

16.599.423.847

(108.084.854)

Recovered

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan persediaan


usang adalah cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian dari persediaan usang. Persediaan digunakan
sebagai jaminan atas utang bank pada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. ( lihat catatan18).

Management believes that allowance for inventories


obsolescence is adequate to cover all possible losses from
inventories obsolescence. Inventories are used as collateral
for loan at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ( see note 18).

Persediaan Entitas Induk dan Entitas anak telah


diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan kebongkaran
berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan jumlah
pertanggungan
masing - masing
sebesar
Rp 502.057.928.110 dan Rp 468.082.232.557 pada
tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.Manajemen
berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi adalah
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas
persediaan yang dipertanggungkan tersebut.

Inventories of the Entity and subsidiaries are insured


against fire and burglary risk based on certain policy
package with the sum insured of Rp 502,057,928,110 and
Rp 468,082,232,557 respectively on December 31, 2014
and 2013. Management believes that the insurance
coverage is adequate to cover possible losses on the
inventories insured.

53

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

227

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

8. UANG MUKA

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

8.
31/ 12 / 2014

Uang muka pembelian barang dagangan


Lain-lain (di bawah Rp.1.000.000.000.)
Jumlah

31 / 12 / 2013

2.365.420.366
1.110.076.879
3.475.497.245

470.444.679
1.335.516.047
1.805.960.726

9. PERPAJAKAN

9.

a. Pajak dibayar dimuka


Pajak Pertambahan Nilai (PPN):
Entitas Anak
PT Kimia Farma TD
PT Singkona Indonesia Lestari
Pajak Penghasilan badan:
Entitas Induk tahun 2013
Entitas Anak
PT Kimia Farma TD Tahun 2014
PT Kimia Farma TD Tahun 2013
PT Kimia Farma TD Tahun 2012
PT Sinkona Indonesia Lestari
Pajak Penghasilan lainnya
Jumlah

Advance for merchandise inventories


Others (bellows Rp 1,000,000,000)
Total

TAXATION
a. Prepaid tax

31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

171.681.293.298
2.984.892.558

147.793.961.008
2.130.209.622

12.337.562.616

12.421.519.454

6.096.210.469
14.618.907.167
59.900.985
207.778.767.093

14.618.907.167
5.272.943.098
1.498.878.305
961.143.025
184.697.561.679

Value added tax (VAT):


Subsidiaries
PT Kimia Farma TD
PT Singkona Indonesia Lestari
Corporate income tax:
Parent 2013
Subsidiaries
PT Kimia Farma TD Year 2014
PT Kimia Farma TD Year 2013
PT Kimia Farma TD Year 2012
PT Sinkona Indonesia Lestari
Other income taxes
Total

Pada tahun 2014, entitas anak PT KFTD telah


menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) atas Pajak Pertambahan Nilai Tahun 2012
dan Pajak Penghasilan tahun 2012 setelah dikurangi
Surat Ketetapan Kurang Bayar Pajak (SKKB) atas
Pajak penghasilan tahun 2012 serta PPN tahun 2012
dengan nilai bersih sebesar Rp 60.804.533.005 jumlah
tersebut sudah diterima dalam tahun 2014. Selisih nilai
uang muka pajak tercatat sebelumnya dengan jumlah
penerimaan atas restitusi tersebut telah disajikan dalam
laba rugi komprehensif PT KFTD tahun 2014.

In 2014 , PT KFTD subsidiary has received Letter of Tax


Overpayment (overpayment) of 2012 Value Added Tax
2012 and 2012 income tax net of tax underpayment
assessment letters on 2012 income tax and VAT 2012 with
value net of Rp 60,804,533,000 and has been received in
2014. The difference between previously recorded amount
of repayment tax with amount of restitution received was
presented in the income of statement of comprehensive
PT KFTD on 2014.

Pada tahun 2013 entitas anak PT KFTD telah


menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) atas Pajak Pertambahan Nilai bulan Juni
2011 sampai dengan Desember 2011 dan Pajak
Penghasilan tahun 2011 setelah dikurangi Surat
Ketetapan Kurang Bayar Pajak (SKKB) atas Pajak
penghasilan pasal 21, 24 dan 28 tahun 2011 dengan
nilai bersih sebesar Rp 51.620.463.956 jumlah
tersebut sudah diterima dalam tahun 2013. Selisih
nilai uang muka pajak tercatat sebelumnya dengan
jumlah penerimaan atas restitusi tersebut telah
disajikan dalam laba rugi PT. KFTD tahun 2013.

In 2013 PT KFTD subsdiary has received Letter of Tax


Overpayment (overpayment) of VAT for June 2011 to
December 2011 and 2011 income tax net of tax
underpayment assessment letters (SKKB) on income tax
article 21, 24 and 28 year 2011 with net value of
Rp 51,620,463,956 that amount has been received in 2013.
The difference between previously recorded amount of
repayment tax with amount of restitution received was
presented in the income of statement of comprehensive
PT KFTD on 2013.

54
228

ADVANCE PAYMENTS

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)

9.

a. Utang Pajak

a. Taxes Payable
31/ 12 / 2014

Pajak Penghasilan Badan pasal 29


Entitas Induk
Entitas Anak
PT Kimia Farma Apotek
PT Sinkona Indonesia Lestari
Pajak Penghasilan lainnya:
PPh Pasal 21

PPh Pasal 25

PPh Pasal 23

Pajak Pertambahan Nilai


Entitas Induk
Entitas Anak
PT Kimia Farma Apotek
Jumlah

TAXATION (Continued)

31 / 12 / 2013

12.416.320.155

8.646.249.011
1.037.949.321

7.252.306.605
-

8.462.584.668

7.785.570.648

2.097.785.516

Corporate income tax article 29


Parent
Subsidiaries
PT Kimia Farma Apotek
PT Sinkona Indonesia Lestari
Other income taxes:

Income tax article 21

3.277.027.198

1.511.858.333

1.338.996.507

1.582.956.101

26.231.369.079

13.636.586.751
49.392.289.856

6.823.383.902
52.708.653.939

b. Taksiran Pajak Penghasilan

Income tax article 25

Income tax article 23

Value Added Tax


Parent
Subsidiary
PT Kimia Farma Apotek
Total

b. Estimated Income Taxes


31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

Entitas Induk
Pajak kini
Pajak tangguhan
Sub jumlah

43.065.783.750
1.040.068.646
44.105.852.396

32.936.263.750
(2.348.177.809)
30.588.085.941

Parent
Current tax
Deferred tax
Sub total

Entitas Anak
Pajak kini
Pajak tangguhan
Sub jumlah
Jumlah

39.045.068.739
(4.070.932.364)
34.974.136.375
79.079.988.771

36.474.212.396
1.420.803.985
37.895.016.381
68.483.102.322

Subsidiaries
Current tax
Deferred tax
Sub total
Total

c. Pajak Penghasilan Badan

c. Corporate Income Tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak


penghasilan sebagaimana disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif dengan penghasilan kena pajak
untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

The reconciliation between income before estimated


income taxes as shown in the statements of comprehensif
income with taxable income for fiscal year ended
December 31, 2014 and 2013 is as follows:

55
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

229

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)

9.

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)


Laba sebelum pajak menurut laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian
Laba rugi sebelum pajak Entitas Anak
Kenaikan (penurunan) laba rugi belum
terealisasi
Laba sebelum pajak Entitas
Perbedaan temporer:
Beban manfaat karyawan
Amortisasi biaya tangguhan eksplorasi
dan pengembangan
Penjualan aset
Beban (pemulihan)
persediaan usang
Beban (pemulihan) penurunan nilai
piutang
Perbedaan antara penyusutan komersial
dan fiskal
Amortisasi biaya tangguhan hak atas
Tanah

c. Corporate Income Tax (Continued)


31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

315.611.059.635

284.125.432.299

(125.952.698.246)

(138.189.061.705)

2.330.971.051

(9.967.908.032)

191.989.332.440

135.968.462.562

(2.649.433.932)

9.791.097.543

(366.071.912)
(778.158.267)

(470.679.165)
(63.272.161)

(83.143.612)

577.187.048

72.010.949

(283.390.922)

(374.136.250)

(152.110.355)

18.658.441
(4.160.274.583)

(6.120.751)
9.392.711.237

56
230

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

TAXATION (Continued)

Income before tax per


Consolidated statement of
comprehensif income
Income before tax expense of the
subsidiaries
Increased (decreased) of unrealized
profit
Income before tax of Entity
Temporary differences:
Employee benefits
Amortization of exploration and
development deferred charges
Sales of property
Provision of obsolescence
inventories
Allowance for impairment expense
Differences between commercial
and fiscal depreciation
Amortization of deferred charges for
the right of land

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)

9.

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)


Perbedaan permanen:
Diperhitungkan menurut fiskal:
Kenikmatan karyawan
Beban jamuan dan sumbangan
Koreksi SKP PPN dan PPh
Pendapatan penjualan aset yang sudah
dikenakan pajak final
Pendapatan sewa sudah dikenakan pajak
final
Pendapatan bunga sudah dikenakan pajak
final
Jumlah
Taksiran penghasilan kena pajak Entitas
Taksiran penghasilan kena pajak Entitas
(Pembulatan)
Beban Pajak Kini
25% X Rp 172.263.135.000 tahun 2014
dan
25% X Rp 131.745.055.000 tahun 2013
Taksiran penghasilan kena pajak
Entitas Induk
Entitas Anak
Jumlah
Beban pajak kini, bersih
Entitas Induk
Entitas Anak
Jumlah beban pajak kini
Uang muka pajak penghasilan
Entitas Induk
Pasal 22
Pasal 25
Jumlah
Entitas Anak
Pasal 22
Pasal 23
Pasal 25
Jumlah
Taksiran lebih bayar
pajak penghasilan
Entitas anak
Taksiran hutang pajak penghasilan
Entitas Induk
Entitas Anak

TAXATION (Continued)
c. Corporate Income Tax (Continued)

31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

6.270.149.266

5.995.022.276

5.195.847.979

4.313.187.690
-

(12.138.000.000)

(10.882.070.380)

(8.882.473.435)

(10.691.721.013)

(6.011.446.655)
(15.565.922.845)
172.263.135.012

(2.350.536.983)
(13.616.118.410)
131.745.055.389

172.263.135.000

131.745.055.000

Permanent differences:
Calculated according to fiscal:
Employee benefits
Entertainment and donation
expenses
Adjustment from taxes assessment
Gain on sale of property already
subject to final tax
Rent income already subject to final
tax
Interest income already subject to
final tax
Total
Estimated taxable income tax
Estimated taxable income tax
(rounding)
Current tax expense
2014 : 25% X Rp 172.263.135.000
and
2013 : 25% X Rp 131.745.055.000

43.065.783.750
43.065.783.750

32.936.263.750
32.936.263.750

172.263.135.000
156.180.274.956
328.443.409.956

131.745.055.000
145.896.849.584
277.641.904.584

Estimated taxable income


Parent
Subsidiaries
Total

43.065.783.750
39.045.068.739
82.110.852.489

32.936.263.750
36.474.212.396
69.410.476.146

Current tax expense, net


Parent
Subsidiaries
Total current tax expense

5.360.202.449
25.289.261.146
30.649.463.595

6.033.456.826
39.324.326.378
45.357.783.204

22.357.319.043
13.099.761.833
35.457.080.876

33.978.391.741
88.118.458
11.273.181.064
45.339.691.263

(6.096.210.469)
(6.096.210.469)

(28.539.304.926)
(28.539.304.926)

12.416.320.155
9.684.198.332
22.100.518.487

7.252.306.605
7.252.306.605

Prepayment of income tax


Parent
Article 22
Article 25
Total
Subsidiaries
Article 22
Article 23
Article 25
Total
Estimated over payment
of income tax
Subsidiaries
Estimated income tax payable
Parent
Subsidiaries

57
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

231

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)

9.

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

c. Corporate Income Tax (Continued)

Berikut ini saldo pajak tangguhan:

The following is deferred tax balance:


31/ 12 / 2014

(Beban) manfaat pajak tangguhan


Entitas
Manfaat karyawan
Penyisihan
persediaan usang
Penyisihan piutang usaha
Penyusutan aset tetap
Beban ditangguhkan eksplorasi dan
pengembangan
Beban tangguhan hak atas tanah
Sub jumlah
Entitas Anak
Manfaat karyawan
Penyisihan persediaan usang
Penyusutan aset tetap
Penyisihan piutang usaha
Kompensasi rugi fiskal
Sub jumlah
Aset pajak tangguhan

31 / 12 / 2013

(662.358.483)

2.447.774.385

(20.785.903)

144.296.762

18.002.737
(288.073.629)

(70.847.730)
(53.845.629)

(91.517.978)
4.664.610
(1.040.068.646)

(117.669.791)
(1.530.188)
2.348.177.809

1.426.333.442

521.828.507

2.435.882.564

280.501.465

(569.818.720)

(464.918.925)

778.535.078

(1.758.215.032)

4.070.932.364
3.030.863.718

(1.420.803.985)
927.373.824

Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari


perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Rincian dari aset
dan liabilitas pajak tangguhan Entitas adalah sebagai
berikut:
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Entitas
Penyusutan aset tetap
Manfaat karyawan
Beban tangguhan eksplorasi dan
pengembangan
Penyisihan piutang usaha
Penyisihan
persediaan usang
Beban tangguhan hak atas tanah
Entitas Anak
Manfaat karyawan
Penyisihan piutang usaha
Penyisihan persediaan usang
Penyusutan aset tetap
Aset pajak tangguhan

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

(Expenses) benefits from deferred tax


Entity
Employee benefits
Allowance for inventories
obsolescence
Provision for impairment
Depreciation of fixed assets
Deferred charges
for exploration and development
Deferred charges for right of land
Sub total
Subsidiaries
Employee benefits
Allowance for inventories
obsolescence
Depreciation of fixed assets
Provision for trade receivables of
impairment
Fiscal loss compensation
Sub total
Deferred tax assets

Deferred tax is calculated based on the effect of


temporary differences between the carrying amounts of
assets and liabilities according to the financial
statements with tax bases of assets and liabilities.
Details of deferred tax assets and liabilities of the Entity
are as follows:

31/ 12 / 2014

31 / 12 / 2013

Deferred tax assets (liabilities)


Entity
Depreciation of fixed assets
Employee benefits
Deferred charges
for exploration and development
Provision for impairment of trade
receivables
Provision for inventories
obsolescence
Deferred charges for right of land

2.990.330.065
8.652.345.081

3.278.403.700
9.314.703.564

903.134.270

994.652.250

110.445.172

92.442.479

372.376.790

393.162.700

(221.341.054)

(226.005.664)

20.327.458.858

18.901.125.356

3.537.681.093

2.759.146.016

6.585.738.525

4.149.855.962

(943.986.707)

(374.167.987)

Subsdiaries
Employee benefits
Provision for impairment of trade
receivables
Provision for inventories
obsolescence
Depreciation of fixed assets

42.314.182.093

39.283.318.376

Deferred tax assets

58
232

TAXATION (Continued)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

9.

c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan)

c. Corporate Income Tax (Continued)

Rekonsiliasi antara taksiran pajak penghasilan yang


dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku
sebesar 25% dari laba akuntansi sebelum taksiran beban
(manfaat) pajak penghasilan dan beban pajak seperti
yang tercantum dalam laporan laba rugi komprehensif
untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2014 dan 2013 adalah sebagai berikut :

Reconciliation between the provision for income tax is


calculated using tax rates applicable at 25% of the
accounting income before provision expense (benefit) for
income taxes and income tax expense as shown in the
income statement for the years ended December 31,
2014 and 2013 are as follows:

31/ 12 / 2014
Laba sebelum pajak
per laporan keuangan konsolidasian
Beban pajak berdasarkan tarif pajak
Efek pajak dari beda tetap
Laba belum terealisasi

TAXATION (Continued)

31 / 12 / 2013
Income before tax as consolidated
financial statements
Tax expenses based on tax rate
Tax effect from permanent differences
Unrealized gain

315.611.059.635
78.902.764.909
(405.518.901)
582.742.763

284.125.432.299
71.031.358.075
(56.278.745)
(2.491.977.008)

79.079.988.771

68.483.102.322

Entitas Induk
Pajak kini
Pajak tangguhan
Sub jumlah

43.065.783.750
1.040.068.646
44.105.852.396

32.936.263.750
(2.348.177.809)
30.588.085.941

Parent
Current tax
Deferred tax
Sub total

Entitas Anak
Pajak kini
Pajak tangguhan
Sub jumlah
Jumlah

39.045.068.739
(4.070.932.364)
34.974.136.375
79.079.988.771

36.474.212.396
1.420.803.985
37.895.016.381
68.483.102.322

Subsidiaries
Current tax
Deferred tax
Sub total
Total

Beban pajak per laporan laba rugi


Konsolidasi

10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

10. PREPAID EXPENSES


31/ 12 / 2014

Sewa gedung dan rumah dinas


Kerja sama operasi dan ikatan kerja
sama
Premi asuransi
Lain-lain (di bawah
Rp1.000.000.000)
Jumlah

Tax expense as
Consolidated income statementsof
compherensif

31 / 12 / 2013

34.973.652.357

26.505.802.851

5.104.987.206
1.002.339.507

4.664.261.392
2.866.498.503

2.233.981.485
43.314.960.555

794.279.039
34.830.841.785

Rent building and house


Joint operation and
cooperation
Insurance
Others
(below Rp 1,000,000,000)
Total

59
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

233

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

11. PIUTANG LAIN-LAIN JANGKA PANJANG

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

11. LONG TERM OTHER RECEIVABLES

31/ 12 / 2014
PT Kimia Farmia Husada Citra
Pinjaman Pegawai

31 / 12 / 2013

127.792.870
127.792.870
(9.009.378)
118.783.492

Penyisihan kerugian penurunan nilai


Jumlah

PT Kimia Farmia Husada Citra


Employees loan
Allowance for impairment
Total

Pinjaman kepada karyawan merupakan fasilitas pinjaman


dari Entitas kepada karyawan untuk keperluan pembelian
kendaraan, perbaikan rumah, pengobatan dan lainnya,
yang tidak dikenakan bunga. Pelunasannya melalui
pemotongan gaji bulanan.

Loans to employees are loans granted by the Entity to


employee for purchasing vehicle, house renovations,
medical and others, which do not bear interest. The loans
will be paid by employee through monthly payroll
deduction.

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian


penurunan nilai adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian dari piutang lain-lain.

Management believes that the allowance for impairment is


adequate to cover possible losses from other receivables.

12. INVESTASI DALAM ENTITAS ASOSIASI

Persentase
Kepemilikan / Percentage
Owned

100.000
300.000

10%
40%

Uraian
/ Explaination
Tahun / Year
2012
Tahun / Year
2013

Tahun / Year
2014

12. INVESTMENT IN ASSOCIATES

Jumlah lembar
Saham yang dimiliki/ Shares
Owned
PT Asuransi Jiwa Inhealth (BPJS)
Kimia Farma Averroes Sdn Bhd

450.000

30,00%

300.000

20,00%

921.912.000

(90.000)
210.000

30,00%

(279.559.623)
642.352.377

10,00%

(261.374.648)
380.977.729
324.992.700

Setoran Saham bagian Entitas /


Contribution Shares of entity
Pengembalian Saham bagian Entitas /
Stock Returns
Bagian saham Entitas / Entities Shares
Bagian rugi usaha bagian entias tahun 2013
/ Loss position of Entity for 2013
Setoran Saham bagian Entitas /
Contribution shares of Entity

90.000

Ekuivalen
Rupiah / IDR
Equivalent

705.970.429

On May 2, 2014, the Entity purchased shares of 100,000


shares or 10% stock of PT Asuransi Jiwa Inhealth owned
by Health Security Agency (BPJS) which formerly PT
Askes (Persero) and Cooperative Bhakti PT Askes for
Rp165,000,000,000 in accordance with Sale Purchase
Deed No. 01 dated May 2, 2014 by Notary Mola Mukti SH
, LL.M notary in Jakarta.

60

PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

165.000.000.000
705.970.429
165.705.970.429
Persentase
Kepemilikan /
Percentage Owned

Bagian saham Entitas / Entities Shares

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Ekuivalen
Rupiah / IDR Equivalent

Jumlah lembar
Saham yang dimiliki /
Shares Owned

Pada tanggal 2 Mei 2014 Entitas melakukan pembelian


saham 100.000 lembar saham atau 10% saham
PT Asuransi Jiwa Inhealth milik Badan Penyelenggara
Jaminan Kesehatan (BPJS) yang sebelumnya adalah
PT Askes (Persero) dan Koperasi Bhakti PT Askes
dengan harga sebesar Rp165.000.000.000 sesuai akta Jual
Beli Saham Nomor.01 tanggal 2 Mei 2014 oleh Notaris
Mola Mukti S.H,LL.M notaris di Jakarta.

234

510.056.116
51.101.711
561.157.827
(37.781.934)
523.375.893

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

12. INVESTASI DALAM ENTITAS ASOSIASI


(Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. INVESTMENT IN ASSOCIATES


(Continued)

Entitas membeli saham tersebut dimaksudkan untuk


memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang,
karena perusahaan asuransi tersebut bergerak dalam usaha
asuransi jiwa dan kesehatan yang secara tidak langsung
sejalan dengan kegiatan usaha Entitas.

The Entity purchased the shares with intended to obtain


potential benefit in the long run, because the insurance
company is engaged in the life and health insurance that
are not directly in line with the business activities of the
Entity.

Perusahaan asuransi tersebut tidak terdaftar di bursa efek


sehingga tidak tersedia nilai wajar dari sahamnya, oleh
karena itu investasi tersebut dinyatakan sebesar biaya
perolehan.

The Insurance company is not listed at stock exchange


therefore the fair value of the shares not available, hence
the investment is stated at cost.

Pada tanggal 10 April 2012 entitas melakukan perjanjian


dengan Averroes Pharmaceuticals Sdn Bhd, Malaysia
untuk membentuk entitas anak yang diberi nama Kimia
Farma Averroes Sdn Bhd yang bergerak dalam bidang
farmasi dan pelayanan kesehatan dan berkedudukan di
wilayah Negara Malaysia dengan prosentasi kepemilikan
saham entitas sebanyak 450.000 lembar saham atau 30%,
dengan nominal per lembar saham RM 1,00. Pada tahun
2012 aktivitas operasi baru sebatas pengurusan perijinan
dan legal.

On 10 April 2012 the Entity entered into an agreement


with Averroes Pharmaceuticals Sdn Bhd, Malaysia to
establish a subsidiary named Kimia Farma Averroes Sdn
Bhd specializing in the pharmaceutical and health care
and domiciled in Malaysia with the share ownership
percentage of 450,000 shares or 30%, with nominal value
of RM 1.00 per share. In 2012, operating activities is
merely to permits and legal administration.

Pada tanggal 14 Februari 2013 perjanjian dengan


Averroes
Pharmaceuticals
Sdn
Bhd
dilakukan
Amandemen atas pasal 2 ayat 2.2 Modal ditempatkan
semula sebesar RM 1.500.000 menjadi RM 700.000,- dan
pasal 2 ayat 2.3 kepemilikan saham entitas sebanyak
450.000 menjadi 210.000 lembar saham atau 30% dengan
nominal per lembar saham RM 1,00.

On February 14, 2013, the agreement with Averroes


Pharmaceuticals Sdn Bhd was a mended at article 2,
paragraph 2.2 the issued shares originally RM 1,500,000
placed into RM 700,000, - and article 2, paragraph 2.3
450,000 shares change into 210,000 shares with the
Entity share ownership of or 30% with nominal amount of
RM 1.00 per share.

Investasi pada entitas asosiasi ini mulai beroperasi pada


tanggal 2 Juli 2013, dengan dilakukan pembukaan Apotek
Kimia Farma Averroes Sdn Bhd, sementara baru 1 cabang
Apotek.

Investments in associates began its operation on July 2,


2013, by opening the Kimia Farma Averroes Sdn Bhd
Pharmacy, while there is only pharmacys branch.

Pada saat selesainya laporan ini, laporan keuangan Kimia


Farma Averroes Sdn Bhd belum diterima sehingga nilai
atas investasi masih menggunakan angka pada
31 Desember 2013, manajemen beranggapan tidak akan
berdampak secara material apabila laporan keuangan
Kimia Farma Averroes Sdn Bhd untuk masa yang
berakhir 31 Desember 2014 diterima.

At the time of completion of this report, the financial


statements of Kimia Farma Averroes Sdn Bhd has not been
received therefore the value of the investment is still using
figures on December 31, 2013, management believes will
not materially impact if financial statements of Kimia
Farma Averroes Sdn Bhd for the period ended December
31, 2014 were accepted .

Pada tanggal 4 November 2014 Entitas menambah setoran


sebesar RM90.000 sehingga seluruh setoran menjadi
sebesar RM300.000 atau 300.000 lembar saham.

On November 4, 2014, the Entity added deposits of


RM90.000 so that all deposits amounted to RM300.000 or
300,000 shares.

61
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

235

DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

12. INVESTASI DALAM ENTITAS ASOSIASI


(Lanjutan)

AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

12. INVESTMENT IN ASSOCIATES


(Continued)

Nilai investasi dalam Entitas asosiasi, manajemen


beranggapan sudah sesuai dengan nilai wajarnya
meskipun Entitas belum mendapatkan laporan keuangan
untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2014 karena total nilai investasi hanya 0,02% dari nilai
aset Entitas, apabila di kemudian hari Entitas sudah
mendapatkan laporan keuangan, tidak akan berdampak
secara signifikan.

Management believes that the value of investment in


associates is in accordance with its fair value, even though
the Entity has not received the financial statements for the
period ended December 31, 2014, this is because the total
investment is only reprsents 0,02% of the Entitys asset. If
in the future the Entity received the financial statement, it
will not have significant impact.

62

236

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk

PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

237

5.013.233.880

8.395.803.502

109.805.694.452

Mesin dan Instalasi

11.906.257.905
14.211.405.020
2.986.862.494
271.915.713
59.782.024
109.519.283
1.391.480.251
39.333.026.192

115.483.210.590
122.033.894.201
50.858.694.929
6.483.609.350
2.738.122.162
4.230.439.893
10.680.075.484
422.313.741.061
498.644.378.133

Perabot dan Peralatan

Kendaraan

Instalasi Sumur Yodium

Instalasi Limbah

Tanaman Menghasilkan
Aset Sewa Pembiayaan :
Kendaraan
Jumlah
Nilai Buku

Aset dalam penyelesaian


Jumlah
Akumulasi Penyusutan

Bangunan dan Prasarana

4.667.672.501
51.251.828.864
48.114.350.527
99.366.179.391

18.019.937.750
903.126.562.836
17.831.556.358
920.958.119.194

Tanaman Belum Menghasilkan


Aset Sewa Pembiayaan :
Kendaraan
Sub Jumlah

63

(5.409.954.039)

(875.916.958)

(203.643.687)

(4.081.077.252)

(249.316.142)

(6.148.072.801)

(6.148.072.801)

447.367.010

2.842.642.189

Instalasi Sumur Yodium

Instalasi Limbah
1.572.150.001

Tanaman Menghasilkan

(1.285.304.069)

Kendaraan
-

Perabot dan Peralatan

(205.118.500)

(4.081.077.252)

2.634.898.600

156.370.898.616
6.826.203.798

3.659.828.616
28.778.342.637

165.742.384.435

Bangunan dan Prasarana

Mesin dan Instalasi

(292.000.000)
(284.572.980)

58.049.106.277

8.405.500.000
2.658.219.500

289.584.450.673
199.105.555.217

(17.632.423.486)
-

17.632.423.486

292.321.255

(292.321.255)

333.333.500

82.500.000

3.858.742.700

12.122.847.286

1.235.000.000

31 Desember 2014 / December 31, 2014


Penambahan /
Pengurangan /
Reklasifikasi /
Addition
Disposal
Reclassification

Tanah

Harga Perolehan

Saldo Awal /
Beginning balance

12.071.555.735
456.236.813.214
557.939.412.570

4.339.959.176

2.797.904.186

6.755.525.063

52.969.640.465

136.041.655.534

123.308.391.243

117.952.181.812

48.313.483.399
1.014.176.225.784

22.687.610.251
965.862.742.385

1.727.195.756

5.305.555.135

2.842.642.189

7.159.537.298

59.481.200.808

188.802.865.453

177.443.983.085

201.479.201.737

298.932.950.673

Saldo Akhir /
Ending Balance

Productive plants
Lease assets:
Vehicles
Total
Book Value

Waste Treatment Installation

Iodine Plant Installation

Vehicles

Furniture and Fixtures

Machinery and Installation

Building and Infrastructure

Construction in progress
Total
Accumulated Depreciation

Productive Plants

Unproductive Plants
Lease Assets:
Vehicles
Sub total

Waste Treatment Installation

Iodine Plant Installation

Vehicles

Furniture and Fixtures

Machinery and Installation

Building and Infrastructure

Land

Acquisition cost

13.

13. ASET TETAP


FIXED ASSETS

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk. AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk. DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk. DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

13. ASET TETAP (Lanjutan)

FIXED ASSETS(Continued)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk. AND SUBSIDIARIES


NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13.

28.460.634.701

(1.060.864.104)

(1.483.080.400)

3.073.270.000

18.520.825.957

3.917.344.181

1.702.133.000

156.370.898.616

165.742.384.435

199.105.555.217

289.584.450.673

Machinery and Installation

Building and Infrastructure

Saldo Akhir /
Ending Balance

10.948.769.029

(268.867.237)

(675.108.512)

31 Desember 2013 / December 31, 2013


Penambahan /
Pengurangan /
Reklasifikasi /
Addition
Disposal
Reclassification

260.904.763.372
7.895.068.252

Saldo Awal /
Beginning balance

Tanah
185.300.306.111
18.007.536.953

6.692.548.888

58.362.887.230

11.050.000

133.654.910

3.145.174.090

(4.303.124.941)

844.169.898

2.842.642.189

6.826.203.798

58.049.106.277

Waste Treatment Installation

Iodine Plant Installation

Vehicles

Land

Bangunan dan Prasarana


135.558.958.900

140.001.598.738

Acquisition cost

Mesin dan Instalasi

Furniture and Fixtures

Harga Perolehan

Perabot dan Peralatan


Instalasi Sumur Yodium
2.831.592.189

276.911.656

Kendaraan
Instalasi Limbah

657.060.425

5.013.233.880

Productive plants
(276.911.656)

Unproductive plants
Lease assets:
Vehicles
Sub total

122.033.894.201

Vehicles

Furniture and Fixtures

Construction in progress
Total
Accumulated Depreciation

50.858.694.929

Iodine Plant Installation

17.831.556.358
920.958.119.194

18.019.937.750
903.126.562.836

1.572.150.001

Building and Infrastructure

4.736.322.224

1.192.001.232

109.805.694.452

Tanaman Menghasilkan

(27.689.254.956)
-

115.483.210.590
(117.867.221)

121.331.046

6.483.609.350

Waste Treatment Installation

(368.488.080)
27.689.254.956
(6.130.568.973)
(21.285.075.161)

9.365.523.654

(4.300.828.922)

2.738.122.162

(7.363.460.994)
(15.154.506.188)
22.461.377.981
92.760.968.382

(675.108.493)

(1.346.960.358)
112.786.237.768

2.192.461.631

1.263.848.181
70.522.796.541
29.190.002.306
849.259.019.833

8.588.022.315

8.101.437.696

Perabot dan Peralatan

52.845.731.174

94.355.112

24.488.038.643
820.069.017.527

Aset dalam penyelesaian


Jumlah
Akumulasi Penyusutan

107.570.296.768

103.051.217.114

Tanaman Belum Menghasilkan


Aset Sewa Pembiayaan :
Kendaraan
Sub Jumlah

Bangunan dan Prasarana

Machinery and Installation

Kendaraan

6.389.254.238

28.438.691

PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

Mesin dan Instalasi

Instalasi Sumur Yodium

2.709.683.471

Productive plants
Lease assets:
Vehicles
Total
Book Value

4.230.439.893

10.680.075.484
422.313.741.061
498.644.378.133

(121.331.046)
-

(2.327.278.048)
(8.768.043.042)

123.335.765
2.469.507.290
30.963.082.154

4.107.104.129
10.659.177.288
400.118.701.950
449.140.317.883

Instalasi Limbah
Tanaman Menghasilkan
Aset Sewa Pembiayaan :
Kendaraan
Jumlah
Nilai Buku

64

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk

238

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. ASET TETAP (Lanjutan)

13. FIXED ASSETS (Continued)

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

The depreciation expense is allocated as follow:

31 / 12 / 2014
Harga pokok produksi:
Pertambangan
Manufaktur
Beban usaha:
Penelitian dan pengembangan
Umum dan administrasi
Jumlah

31 / 12 / 2013

735.924.180
16.034.572.174

298.894.593
12.464.511.223

1.786.803.896
20.775.725.942
39.333.026.192

451.907.096
17.747.769.242
30.963.082.154

Aset dalam penyelesaian terdiri dari :


Proyek s.d 31
Desember 2014
/ Project until
December 31,
2014
Pengadaan mesin produksi

Construction in progress consist of :


Nilai / Amount
100%

% Penyelesaian/
of completion

4.433.103.981

8.421.240.000

53%

Renovasi gudang cabang TD

12.158.126.463

15.000.000.000

81%

Skinkultur (sel kulit)


Renovasi gudang pabrik dan
apotek
Pengembangan apotek
Pendirian pabrik garam
farmasi
Pendirian pabrik Banjaran

4.256.088.725
10.109.978.162

5.000.000.000
20.000.000.000

85%
51%

2.968.563.548
13.553.357.520

5.000.000.000
23.509.840.000

59%
58%

834.265.000

1.011.295.000

82%

Jumlah

48.313.483.399

77.942.375.000

62%

Proyek s.d 31
Desember 2013
/ Project until
December 31,
2013

Nilai / Amount
100%

Procuremant of production
machine
Renovation of branch
warehouse
Skin Culture
Renovation of warehouse and
pharmacy
Barn renovation of TD
Establishment of
pharmaceutical salt factory
Establishment of Banjaran
factory
Total

% Penyelesaian/
of completion

Pengadaan mesin produksi

5.197.839.323

7.500.000.000

69%

Renovasi gedung pabrik


Skinkultur (sel kulit)
IT (System ERP)
Renovasi gudang cabang TD

5.027.214.933
2.809.112.681
2.449.112.700
1.393.150.000

8.000.000.000
4.487.027.677
12.245.563.500
3.000.000.000

83%
63%
20%
46%

725.126.721
230.000.000
17.831.556.358

2.000.000.000
360.000.000.000
397.232.591.177

36%
0,06%
4,5%

Instalasi sumur yodium


FS pendirian rumah sakit
Jumlah

Cost of goods manufactured


Mining
Manufacture
Operating expenses
Research and development
General and administration
Total

Procurement of production
machine
Renovation of warehouse
Skin Culture
IT (ERP System)
Renovation of TD branch
warehouse
Iodine plant installation
Establishment of hospital
Total

65
Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

239

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

13. ASET TETAP (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

13. FIXED ASSETS (Continued)

Aset dalam penyelesaian berupa studi kelayakan rumah


sakit tidak dilanjutkan di tahun 2014, sehingga
dibebankan pada tahun berjalan.

Construction in progress in the form of feasibility study of


the hospital did not continued in 2014, therefore is
charged in the current year.

Aset dalam penyelesaian terdiri dari pembangunan di unit


produksi, apotek dan lab klinik baru serta pengadaan
gudang untuk KFTD. Jangka waktu penyelesaian
pembangunan apotek, KFTD dan labklinik yang tersebar
di wilayah Indonesia berkisar antara 6 sampai dengan 12
bulan. Pada 31 Desember 2014, persentase penyelesaian
dari bangunan dan prasarana berkisar antara 0,01% sampai
dengan 82%.

Construction in progress consists of the construction of the


production unit, pharmacy and new clinic and
procurement of warehouse for KFTD. The finishing time
for construction of the pharmacy, and KFTD new clinic
from 6 to 12 months. On December 31, 2014, percentage
of completion of the building and infrastructure ranging
from 0.01 % to 82 %.

Entitas induk dan Entitas anak memiliki beberapa bidang


tanah seluas kurang lebih 548.704 m2 yang tersebar di
wilayah Indonesia dengan hak legal berupa Hak Guna
Bangunan (HGB) yang berjangka waktu 20 (dua puluh)
tahun dan 30 (tiga puluh) tahun. Entitas juga mempunyai
Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah seluas 1.061 hektar di
Cianjur, Jawa Barat yang berlaku selama 25 (dua puluh
lima) tahun hingga tahun 2023. Lokasi tersebut
dikembangkan Entitas untuk perkebunan kina. Luas lahan
yang digunakan untuk tanaman menghasilkan adalah
seluas kurang lebih 432,26 hektar.

The Entity and subsidiaries own several areas of land with


total area approximately of 548,704 square meters located
throughout Indonesia with Building Use Rights (HGB) for
term of 20 (twenty) and 30 (thirty) years. The Entity also
owns Operating Use Rights (HGU) over 1.061 hectares of
land in Cianjur, West Java for a period of 25 (twenty five)
years until 2023. The location is developed by the Entity for
quinine plantation. Productive plantation covers a total
area of 432.26 hectares.

Aset tetap tanah dengan HGB No. 5, No. 907, No. 275,
No. 2341, No. 139, No. 2671, No. 2770, No. 1889,
No. 285, No. 1226 dan No. 311 berikut bangunan di
atasnya semua atas nama Entitas digunakan sebagai
jaminan atas utang bank pada PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk., PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Bukopin
Tbk. (lihat catatan.18).

Land with HGB No .5, No. 907, No. 275, No. 2341, No. 139,
No. 2671, No. 2770, No. 1889, No. 285, No. 1226 and
No. 311 including buildings in top of it are used as
collateral to the loans obtained from PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk. and PT Bank
Bukopin Tbk. (see note 18).

Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap


resiko kehilangan, kebakaran dan kebongkaran dengan
jumlah
pertanggungan
masing-masing
sebesar
Rp544.445.461.537, dan Rp513.991.722.944, per 31
Desember 2014 dan 2013. Manajemen entitas dan entitas
anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
yang dipertanggungkan tersebut.

Fixed assets, except land, are insured against the risk of


loss, fire and burglary with the sum insured amounting to
31
Rp544,445,461,537, and Rp513,991,722,944, per
Desember 2014 and 2013. Management of Entitiy and
subsidiaries believe that insurance coverage is adequate to
cover possible losses on the assets insured.

Berdasarkan hasil evaluasi manajemen mengenai nilai


yang dapat diperoleh kembali pada tanggal 31 Desember
2014, Manajemen entitas dan entitas anak berpendapat
bahwa tidak terdapat perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap.

Based on management evaluation on recoverable amount as


of December 31, 2014, the Entity and Subsidiaries
management believes there are no changes in impairment
circumstance indicate of fixed assets.

Rincian penjualan aset untuk masa yang berakhir pada


31 Desember 2014 dan 2013 sebagai berikut:

Details of the sale of assets for the period ended December


31, 2014 and 2013 are as follows:

66
240

Laporan Tahunan 2014 PT Kimia Farma (Persero) Tbk


PT Kimia Farma (Persero) Tbk Annual Report 2014

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 31 DESEMBER 2014
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)

13. ASET TETAP (Lanjutan)

PT KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk.


AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS (Continued)
FOR YEAR ENDED
DECEMBER 31, 2014
(Ex