Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

PENYAKIT GINJAL KRONIK


SINDROM DISPEPSIA
HIPERTENSI TERKONTROL
Gagat Adiyasa
I11109071

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. H
Umur
: 43 Tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Agama
: Kristen
Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: Jl. Kebangkitan Nasional
Tgl. Pemeriksaan
: 06 September 2015

ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Muntah-muntah

Keluhan Sekarang:
Muntah Sejak 3 Hari SMRS 10 Kali Sehari
Muntah Setiap Kali Makan Dan Minum
Nafsu makan turun
Nyeri ulu hati, perut kembung dan terasa penuh
Pusing mengambang dan lemas
BAK malam hari (+) 3 kali

Riwayat DM Disangkal, HT (+) Sejak 10 Tahun Yang Lalu, Riwayat


Didiagnosa Gangguan Ginjal (+) 8 Bulan Yang Lalu.

PEMERIKSAAN FISIK (6-9-2015)


KU
: Tampak Sakit Ringan
Kesadaran : Kompos Mentis
Ttv
Td
: 130/ 70 Mmhg
Nadi
: 72 Kali / Menit
Pernapasan
: 20 Kali / Menit
Suhu
: 36,2 C

PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis:
Kepala

: normosefali

Mata

: konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

Telinga : sekret (-), darah (-)


Hidung : sekret (-), darah (-), deviasi septum (-)
Mulut
Tenggorokan

: lidah kotor (-), gusi berdarah (-)


: hiperemis (-), T1/T1

Leher

: Deviasi trakea (-), KGB tidak terdapat pembesaran

Dada

: simetris

PEMERIKSAAN FISIK
Jantung
Inspeksi : ictus cordis terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba di sic V linea mid clavivula sinistra
Perkusi :
Batas atas jantung: SIC II line parasternal sinistra
Batas kiri jantung: SIC V Linea midclavicula sinistra
Batas kanan jantung: SIC IV linea parasternal dextra
Auskultasi

: S1S2 Reg, G (-), M (-).

PEMERIKSAAN FISIK
Paru
Inspeksi : gerakan pengembangan paru simetris
Palpasi : fremitus taktil sama pada paru kanan dan kiri.
Perkusi : sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi

: vesikuler (+/+), rhonkhi (-/-), wheezing (-/-)

PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : datar, venektasi (-)
Auskultasi

: BU (+)

Perkusi : hipertimpani, nyeri ketok (-) di seluruh lapang abdomen


Palpasi : nyeri tekan (-) diseluruh abdomen, turgor baik.
Ekstremitas : akral hangat, capillary refill < 2 detik, edema (-)
Balance Cairan: (Cairan Masuk: Infus: 1000 Cc + Minum: 300 Cc) (Urin
Output: 400 Cc + IWL: 840 Cc): +60 Cc

RESUME
Wanita 43 tahun datang dengan keluhan muntah-muntah sejak 3 hari
SMRS 10 Kali Sehari. Muntah setiap kali makan. Pasien merasa
lemas dan nafsu makan turun. Pasien juga mengeluh perut terasa
kembung dan terasa penuh. BAK malam hari (+) 3 kali.
Riwayat DM Disangkal, HT (+) Sejak 10 Tahun Yang Lalu, Riwayat
Didiagnosa Gangguan Ginjal (+) 8 Bulan Yang Lalu.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas
normal. Status generalis lainnya dalam batas normal.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium (3-9-2015)

Laboratorium (4-9-2015)

Wbc

: 13.000/Mm3

Ur

: 137 Mg / Dl

Hb

: 11 Gr%

Cr

: 5,7 Mg/Dl

Ht

: 29,9 %

PLT: 278/ Mm3

Laboratorium (5-9-2015)

Ur

: 122 Mg / Dl

Ur

: 103 Mg / Dl

Cr

: 5,2 Mg/Dl

Cr

: 5,3 Mg/Dl

LFG: 10,80

DIAGNOSIS KERJA
CKD Stage 5
Sindrom Dispepsia
Hipertensi Terkontrol

TATALAKSANA
Non Medika Mentosa
A. Edukasi Pasien Mengenai Penyakit Yang Diderita
B. Diet Rendah Garam Dan Rendah Protein
C. Hindari Makanan Asam Dan Pedas
Medikamentosa
A. IVFD: Nacl 0,9% 1000 Cc/24 Jam
B. Domperidone 3x4 Mg
C. Omeprazole 2x20 Mg
D. Sucralfat 3x2C
E. Bicnat 3x500 Mg
F. Candesartan 1x8 Mg
G. Bisoprolol 1x2,5 Mg
H. Asam Folat 3x500 Mg
Saran: Hemodialisa

FOLLOW UP
Tgl.

Keluhan

TD

4/92015

Keluhan (+)
berkurang

5/92015

6/92015

Nadi

RR

TX

100 82
/ 70

20

36,5

NaCl 0.9% 1000 cc /24 jam


Omeprazole Inj. 1x20 mg
Ondansetron Inj. 3x4 mg
PO: Candesartan tab 1x8mg
Bisoprolol tab1x5 mg
Bicnat 3x1

Keluhan sudah
berkurang

100 80
/ 70

20

36,2

NaCl 0.9% 1000 cc /24 jam


Omeprazole Inj. 1x20 mg
PO: Candesartan tab 1x8mg
Bisoprolol tab 1x5 mg
Domperidone tab 3x4 mg
Bicnat tab 3x1

Keluhan tidak
ada

110 77
/ 70

20

36

NaCl 0.9% 1000 cc /24 jam


Omeprazole Inj. 1x20 mg
PO: Candesartan tab 1x8mg
Bisoprolol 1x5 mg
Domperidone 3x4 mg
Bicnat 3x1

PEMBAHASAN

PENYAKIT GINJAL KRONIS


Batasan penyakit ginjal kronik
1. Kerusakan ginjal > 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal
dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan: (1)
kelainan patologik, (2) petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria
2. Laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit/1,73 m2 selama > 3 bulan dengan
atau tanpa kerusakan ginjal.

Laju Filtrasi Glomerulus

GFR female: GFR Male x 0,85

Laju filtrasi glomerulus dan stadium penyakit ginjal


Stadium

Deskripsi

LFG
(ml/menit/1,73m2)

Kerusakan ginjal disertai dengan 90


LFG normal atau meninggi

Penurunan ringan LFG

60-89

Penurunan moderat LFG

30-59

Penurunan berat LFG

15-29

Gagal ginjal

<15 atau dialysis

GAMBARAN KLINIS
1. Sesuai penyakit yang mendasari
2. Sindrom Uremia: lemah, letargi, anoreksia, mual, muntah, nokturia,
kelebihan volume cairan, neuropati perifer, pruritus, pericarditis, kejang,
koma
3. Komplikasi: Hipertensi, anemia, osteodistrofi renal, payah jantung, asidosis
metabolic, gangguan elektrolit (Na, K, Cl)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Gambaran Laboratoris
1. Sesuai penyakit yang mendasari
2. Biokimia darah
3. Urinalisis
4. Fungsi ginjal
B. Gambaran radiologis
5. BNO
6. BNO IVP
7. Pielografi
8. USG

TATALAKSANA
Terapi Penyakit Yang Mendasari.
Menghambat Perburukan Fungsi Ginjal
Pembatasan Asupan Protein
Penghambat RAAS

Pencegahan Dan Terapi Komplikasi


Anemia
Osteodistrofi Renal

Pembatasan Cairan Dan Elektrolit


Terapi Pengganti Ginjal

DISPEPSIA
Dispepsia Didefinisikan Sebagai Rasa Nyeri Atau Tidak Nyaman Yang Terutama
Dirasakan Di Daerah Perut Bagian Atas

Klasifikasi:
1. Dispepsia organic
2. Dispepsia fungsional;

MANIFESTASI KLINIS
a.

b.

Dysmotility-like Dyspepsia
1. Rasa Penuh Setelah Makan Yang Mengganggu
2. Perasaan Cepat Kenyang
3. Kembung
4. Mual Dan Muntah
Epigastric Pain Syndrome
1. Nyeri Atau Rasa Terbakar Di Daerah Epigastrium
2. Nyeri Timbul Berulang
3. Tidak Menjalar
4. Tidak Berkurang Dengan BAB Atau Buang Angin

TATALAKSANA
Apabila Ditemukan Epigastric Pain Syndrome, pengobatan Antasida,
Antagonis Reseptor H2, Dan PPI Sangat Dianjurkan.
Apabila Didapatkan Dysmotility-like Dyspepsia, Pengobatan Dengan
Agen Prokinetik Merupakan Pilihan Yang Lebih Baik

HIPERTENSI
Hipertensi didefinisikan apabila tekanan darah sistolik (TDS) 140 mmHg atau tekanan
darah diastolik (TDD) 90 mmHg.
Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC-7
Klasifikasi

TDS (mmHg)

TDD (mmHg)

Hipertensi
Normal

< 120

Dan

< 80

120-139

Atau

80-89

Hipertensi Gr. 1 140-159

Atau

90-99

Hipertensi Gr. 2 160

Atau

100

Prahipertensi

Obesitas

TATALAKSANA
Non Farmakologi
Mengurangi Asupan
Garam

Farmakologi
ACE Inhibitor

Olah Raga Teratur

Angiotensin Receptor
Blocker

Menghentikan Rokok

Beta Blocker

Mengurangi Berat
Badan

Calcium Channel
Blocker
Diuretic