Anda di halaman 1dari 14

Resensi Film Soekarno

IDENTITAS FILM
Judul Film

: Soekarno

Sutradara

: Hanung Bramantyo

Produser

: Raam Pujabi

Editing

: Cesa David Luckmansya

Tahun pembuatan

: 2013

Durasi

: 150 menit

Pemeran

Ario Bayu - Soekarno

Lukman Sardi - Hatta

Tanta Ginting - Sjahrir

Tika Bravani - Fatmawati

Maudy Koesnaedi - Inggit Garnasih

Sujiwo Tejo - Soekemi Sosrodihardjo (Ayah Soekarno)

Ayu Laksmi - Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu Soekarno)

Mathias Muchus - Hassan Din (ayah Fatmawati)

Rully Kertaredjasa - Ibu Fatmawati

Ferry Salim - Sakaguchi

Agus Kuncoro - Gatot Mangkuprojo

Stefanus Wahyu - Sayuti Melik

Elang - Kartosuwiryo

Agus Mahesa - Ki Hadjar Dewantara

Hamid Salad - Achmad Soebardjo

Hengky Solaiman - Koh Ah Tjun (pedagang China)

Ria Irawan - Ceuceu (mucikari)

Emir Mahira - Soekarno remaja

Aji Santosa - Soekarno kanak-kanak

Michael Tju Hirohito


Alur Film : Alur Maju

Biodata Lengkap Soekarno

Soekarno
Presiden Pertama Indonesia
Presiden Indonesia ke-1
Masa jabatan : 18 Agustus 1945 12 Maret 1967 (21 tahun)
Nama Lahir : Koesno Sosrodihardjo
Nama Lain : Soekarno, Bung Karno, Pak Karno
Tanggal Lahir : Kamis, 6 Juni 1901
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur,
Tanggal Meninggal : 21 Juni 1970 (umur 69)
Tempat Meninggal : Jakarta, Indonesia
Agama : Islam
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Raden Soekemi Sosrodihardjo
Pasangan:

Oetari (19211923)

Inggit Garnasih (19231943)

Fatmawati (19431956)

Hartini (19521970)

Kartini Manoppo (19591968)

Ratna Sari Dewi (19621970)

Haryati (19631966)

Yurike Sanger (19641968)

Heldy Djafar (19661969)

Anak:

Guntur Soekarnoputra

Megawati Soekarnoputri

Rachmawati Soekarnoputri

Sukmawati Soekarnoputri

Guruh Soekarnoputra (dari Fatmawati)

Taufan Soekarnoputra

Bayu Soekarnoputra (dari Hartini)

Totok Suryawan (dari Kartini Manoppo)

Kartika Sari Dewi Soekarno (dari Ratna Sari Dewi)

PENDIDIKAN SOEKARNO

Eerste Inlandse School, Mojokerto - Pendidikan sekolah dasar

Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto - Pendidikan sekolah dasar

1911-1915 - Hoogere Burger School (HBS) Mojokerto

1920 - Technische Hoge School, Bandung

PENGHARGAAN SOEKARNO

Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri
antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut
Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin,
Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika
Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan
Al-Azhar University (Mesir).

Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of


OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana
yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki,
atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi
melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi
rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri
dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor
Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005). (Sumber:
Wikipedia.org)
Soekarno, dia adalah presiden pertama negeri ini. Banyak sekali
orang yang menjadi pengagum dari Soekarno. Hal tersebut dikarenakan
Soekarno memiliki banyak sekali keistimewaan. Salah satu keistimewaan
yang ada pada dirinya adalah wibawa yang sangat tinggi dan membuat
banyak orang menjadi hormat kepadanya. Sekarang ini banyak orang yang

mencari biografi singkat Soekarno karena hanya ingin mengerti seluk


beluk mantan presiden RI ini.

Akan tetapi perjuangan Soekarno menjadi nyata ketika pada tangan


17 Agustus 1945 dia bersama M. Hatta memproklamasikan kemerdekaan
RI.
Sejarah menyebutkan jika dalam masa kepemimpinan Soekarno ada
banyak sekali masalah yang dihadapi. Dalam biografi Presiden Soekarno
yang ditulis oleh Cindy Adams menyebutkan jika Soekarno memang
sangat fokus untuk membangun citra RI di mata dunia. Akan tetapi,
Soekarno harus mundur dari jabatannya sebagai presiden pada tahun 1967.
Soekarno memang memberikan banyak sekali peninggalan berharga untuk
negeri ini yang tidak akan pernah dilupakan. Semoga dengan membaca
profil dan biografi Soekarno ini membuat Anda semakin mengerti sosok
presiden pertama RI ini.

Presiden pertama Indonesia sekaligus proklamator kemerdekaan


negara ini. Namanya bahkan menggema ke seantero dunia. Kemerdekaan
Indonesia kemudian menjadi inspirasi negara-negara di Asia-Afrika untuk
membebaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme. Apalagi ketika
Indonesia

mengadakan

Konferensi Asia-Afrika

yang

menegaskan

posisinya sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok. Soekarno sebagai tokoh


besar dalam sejarah telah cenderung menjadi mitis. Kisahnya seolah
mitologis, padahal seharusnya sebagai bagian sejarah ia dilandasi fakta
dan data. Dan film ini berupaya mengetengahkan sisi-sisi kehidupan si
Bung Besar dengan cara seobyektif mungkin.

Film diawali dengan bersama-sama meminta penonton berdiri


untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang tampaknya
dibuat seadanya sebagai tambahan karena cuma menampilkan animasi
bendera merah-putih dan subtitle syair lagu saja. Film dibuat dengan
urutan kronologis beralur maju. Hanya sedikit di bagian awal film yang
sempat flash-back ke masa kecil Soekarno saat masih bernama Kusno,
termasuk prosesi pergantian namanya menjadi Soekarno. Untuk kemudian
alurnya terus maju hingga ke akhir film.

SINOPSIS
Penggambaran mengenai kehidupan Soekarno terkait dengan masa
perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia. Adegan dimulai dengan situasi di
tahun 1934 saat serdadu marsose pemerintah kolonial Belanda Dutch East
Indies menangkap Soekarno dan beberapa rekannya yang tengah berada di
rumah Ketua PNI (Partai Nasional Indonesia) Jawa Tengah, dokter Sujudi.
Adegan lantas flash-back ke masa kecil Soekarno, dimana saat itu dia yang
masih

bernama

Kusno

sakit-sakitan.

Ayahnya

Raden

Soekemi

Sosrodihardjo sampai menjalankan laku tirakat, tidur di bawah ranjang


anak lelakinya. Tujuannya adalah agar penyakit itu pindah ke tubuhnya.
Akhirnya menurut kepercayaan Jawa, nama Kusno dipandang tidak cocok
bagi anak itu. Dengan upacara ruwatan, maka dia pun diganti namanya
menjadi Soekarno. Nama ini terinspirasi dari nama tokoh Kurawa yang
sesungguhnya berhati mulia, Adipati Karna.
Cerita maju terus ke masa kecil Soekarno yang sempat menjalin
cinta monyet dengan seorang gadis cilik Belanda bernama Mien Hessel.
Namun, justru di sinilah rasa nasionalismenya tumbuh saat ia diusir oleh
ayah Mien karena dianggap tidak sederajat. Ketika ia mengikuti rapatrapat Sarekat Islam yang dipimpin oleh bapak kost-nya Hadji Oemar Said
Tjokroaminoto (HOS Cokroaminoto) ia makin tertarik pada ide
kebangsaan. Soekarno muda pun mulai belajar berpidato sendirian di
kamarnya.
Segera, diusia 24 tahun ia telah mulai berpidato di berbagai tempat.
Beranjak dewasa, Soekarno mulai aktif di politik. Dia mendirikan Partai
Nasional Indonesia (PNI) sebagai basis organisasinya bersama sejumlah
8

rekan, termasuk Gatot Mangkoepradja. Dia kemudian ditangkap dengan


tuduhan menghasut dan berhaluan komunis. Ia, Gatot, dan dua rekan
lainnya dipenjara di Banceuy, Bandung. Di saat inilah ia kemudian
menyusun

pledooi

(pembelaan)-nya

yang

terkenal:

Indonesia

Menggugat. Soekarno tetap dijatuhi hukuman penjara empat tahun,


namun dua tahun kemudian dibebaskan. Terutama karena gejolak di dalam
negeri Belanda sendiri yang mengecam hukuman itu sebagai bertentangan
dengan kemanusiaan dan demokrasi.
Soekarno kembali ke politik, tapi kemudian ditangkap lagi dan
lantas diasingkan ke Ende, lalu dipindahkan ke Bengkulu. Karena tidak
memiliki podium dan massa, maka Soekarno memilih menjadi guru
relawan di sekolah Muhammadiyah. Di sinilah ia kemudian jatuh hati pada
salah satu muridnya, anak tokoh lokal Hassan Din. Namanya: Fatmawati.
Padahal, saat itu Soekarno masih beristrikan Inggit Garnasih, istri
keduanya setelah menceraikan istri pertamanya Siti Oetari. Di saat galau
dengan masalah rumah tangganya, terutama karena Inggit belum mampu
memberikan anak, ekskalasi politik memanas.
Perang Dunia II mencapai Asia dengan masuknya Jepang ke dalam
kancah perang dengan membom pangkalan angkatan laut Amerika Serikat
di Pearl Harbour, Hawaii. Jepang memberikan istilah sendiri untuk Perang
Dunia II di teater Pasifik sebagai Perang Asia Timur Raya. Kekuatan
Jepang dengan cepat melumpuhkan satu demi satu negara di Asia,
terutama di Asia Timur dan Tenggara. Indonesia yang waktu itu dikuasai
Belanda ikut jatuh, menyusul kalahnya Amerika Serikat dan Inggris di
Singapura dan Filipina. Pasukan Belanda pimpinan Letnan Kolonel
Hoogeband yang berpangkalan di Bengkulu sempat akan memindahkan
Soekarno ke Jawa untuk kemudian akan diungsikan ke Australia. Tapi
terlambat karena Jepang keburu mendarat. Terjadi kekacauan, perampokan
dan penjarahan terutama terhadap orang-orang Belanda dan keturunan

Tionghoa. Beberapa petinggi tentara Belanda di sana kemudian dieksekusi


oleh

tentara

Jepang.

Soekarno

sendiri

digambarkan

sempat

menyelamatkan pedagang Tionghoa yang dirampok oleh tentara Jepang.


Berbeda dengan Belanda, Jepang bersikap baik kepada Soekarno. Ia
dibawa kembali ke Jawa. Tujuan Jepang adalah memanfaatkan Soekarno
untuk menarik hati rakyat agar mendukung program 3 A: Jepang Cahaya
Asia, Jepang Sahabat Asia, Jepang Pelindung Asia. Ini adalah program
propaganda perang negeri matahari terbit itu. Apalagi ia sempat
diperbolehkan membentuk PETA (PEmbela Tanah Air) dan PUTERA
(PUsat TEnaga Rakyat), serta mengibarkan bendera merah-putih dan
menyanyikan Indonesia Raya di seluruh Jawa. Tapi, Soekarno sedih
karena Jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa
romusha.
Di film ini digambarkan bahwa foto Soekarno sedang menjadi
mandor memang sengaja dibuat Jepang sebagai alat propaganda. Walau
begitu, Soekarno merasa bisa memanfaatkan situasi ini untuk memberikan
kemerdekaan kepada Indonesia. Sutan Sjahrir keras menolak, untung ada
Mohammad Hatta yang bijak menjadi penengah. Akhirnya disepakati dua
jalan, Soekarno dan Hatta mencari peluang kooperasi dengan pemerintah
Dai Nippon, sedangkan Sutan Sjahrir memimpin kelompok pemuda
berada di garis keras. Di tengah situasi genting, Soekarno mengalami
masalah rumah tangga. Ia ingin menikahi Fatmawati, tapi tidak mau
menceraikan Inggit. Masalahnya, Inggit tidak mau dimadu dan Fatmawati
sudah dilamar orang lain. Akhirnya, Inggit mengalah dan meminta
diceraikan. Soekarno pun menikahi Fatmawati dan tak lama kemudian
istrinya itu hamil. Soekarno pun tak lama kemudian digembirakan dengan
lahirnya putra pertamanya, yang diberi nama Guntur Soekarnoputra.
Tanpa diduga, Amerika Serikat yang gusar pada kekalahan di Pearl
Harbour menggunakan jalan pintas yang kejam untuk mengakhiri perang:

10

menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah


kalah. Siaran radio luar negeri yang dilarang berhasil didengarkan oleh
beberapa tokoh, terutama Sjahrir. Ia membujuk Soekarno dan Hatta agar
mengabaikan janji kemerdekaan dari Jepang, yang rencananya akan
diadakan pada tanggal 22 Agustus 1945. Soekarno yang sempat diberikan

Penghargaan langsung oleh Kaisar Jepang Hirohito yang bahkan


rela turun dari singgasana untuk menyalami Soekarno, suatu hal yang amat
sangat langka karena ia dianggap dewa di negerinya- masih mempercayai
Jepang. Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh tua masih
mempertimbangkan beberapa hal, kelompok pemuda bergerak.
Mereka

menculik

Soekarno,

Hatta

dan

Fatmawati

ke

Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945. Sjahrir terkejut dan marah. Meski


berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, ia menyatakan kedua tokoh itu
sangat penting bagi pergerakan kemerdekaan. Dua-tiga Sjahrir pun tak
akan bisa menggantikan Soekarno! katanya. Ia pun mendesak para
pemuda untuk mengembalikan keduanya ke Jakarta. Perumusan naskah

11

Proklamasi.

Sesampai

di

Jakarta,

Laksamana

Tadashi

Maeda

melaksanakan janji samurainya setelah dalam pertemuan sebelumnya


sempat disindir Hatta. Ia meminjamkan rumahnya sebagai tempat
merumuskan naskah proklamasi. Bahkan, tokoh-tokoh pergerakan sudah
dikumpulkan sebelumnya dan menyambut Soekarno-Hatta saat tiba di
rumah Maeda. Akhirnya, diputuskan tiga orang untuk menyusun naskah
proklamasi: Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo.
Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik ditugaskan
mengetiknya. Suasana tegang terasa, terutama karena kuatir tentara Jepang
akan ikut campur. Tapi karena jaminan Maeda, semua lancar dan aman.
Esok paginya, Hatta pulang dulu untuk sahur, mandi dan berganti pakaian.
Dalam film tidak digambarkan, tapi saat itu bulan Ramadhan. Soekarno
yang kelelahan demam. Ia diperiksa dr. Soeharto. Tapi saat Bodancho
PETA Latief Hendraningrat melapor semua sudah siap, Soekarno menolak
membacakan proklamasi tanpa Hatta. Ketika akhirnya Hatta datang, acara
pun dimulai dengan sambutan singkat dari Soekarno yang dilanjutkan
pembacaan naskah proklamasi dan pengibaran bendera Sang Saka Merah
Putih diiringi lagu Indonesia Raya. Beberapa malam sebelumnya,
Fatmawati yang sedang mengandung menjahit sendiri dengan tangan
bendera pusaka itu. Bendera nasional pertama yang dikibarkan di era
Indonesia merdeka. Kemerdekaan Indonesia disambut, peran Soekarno
terus berlanjut. Dan bangsa ini terus memantapkan diri sejajar dengan
bangsa-bangsa lain di dunia. Soekarno akan selamanya dikenang sebagai
Bapak Bangsa yang telah membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya.

Kelebihan

1. Karakter dan penokohan yang kuat.


2. Salah satu kekuatan utama dalam film ini adalah detil sejarah yang rinci
dan tidak banyak orang tau. Menurut saya film ini berbeda dengan film
12

Indonesia kebanyakan karena disertai dengan riset yang cukup mendalam.


Dan hal ini memunculkan kepuasan bagi para penonton yang ingin melihat
film ini dari sisi sejarahnya.
3. film ini bukan hanya mengedepankan aspek historis dan ketokohan Sukarno
bersama teman-teman seperjuangannya, namun memperlihatkan sebuah sisi lain
dari kehidupan seorang wanita yang melakukan dukungan bagi perjuangan
Sukarno sekaligus pengorbanan, yaitu Inggit Garnasih. Dalam film tersebut
ditayangkan penggalan peran Garnasih yang mendukung Sukarno saat berada di
penjara Banceuy, Bandung, saat Sukarno berada di pengasingan baik di Ende,
Flores maupun Bengkulu. Bahkan Garnasih memberikan hartanya untuk
mendukung perjuangan politik Sukarno.

Kekurangan

1. Film ini sebagaimana tipikal film-film Indonesia pada umumnya, yakni


mudah dimengerti. Alur film ini sangat mudah ditebak apalagi bagi yang
mengetahui sejarah Indonesia pada periode kemerdekaan.
2. Penokohan Sukarno dalam film ini sering digambarkan dalam situasi
galau, murung, dan tertekan. Efek penuansaan dalam film ini pun

13

didominasi dengan pencahayaan yang gelap sehingga kesan murung pada


sosok Sukarno sebagai tokoh utama semakin terasa. Padahal kita mengenal
Sukarno merupakan sosok yang tegas.
3. Film ini memaksakan sisi romantisme Sukarno secara salah. Film ini
mengangkat Sukarno sebagai seorang yang womanizer. Akan lebih baik
jika konflik Sukarno-Inggit-Fatma dalam film ini ditiadakan dan hanya
fokus dalam pergulatan dalam mendapatkan kemerdekaan.

14