Anda di halaman 1dari 8

111Equation Chapter 1 Section 1PERCOBAAN EFEK HALL

Rahmayuni, Fitri Ayu Andari, Ibnu Maksum, Muhajirin, Nurmayani J.Said


Laboratorium Fisika Modern Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Makassar
Abstrak. Telah dilakukan percobaan Efek Hall. Efek Hall yaitu suatu peristiwa dimana arus listrik
melewati sebuah konduktor pada arah tegak lurus dengan medan magnet luar, akan timbul beda potensial pada
arah tegak lurus dengan arus listrik dan medan magnet. Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu
menentukan hubungan antara arus Hall IH dan tegangan Hall UH, mengukur sensitivitas elemen Hall KH dari
bahan semikonduktor GaAs, dan menentukan kurva magnetisasi bahan baja silikon dengan elemen Hall.
Percobaan efek Hall ini menggunakan prinsip gaya Lorentz, dimana arah arus, medan magnet, dan gayanya
saling tegak lurus. jika sebuah elemen Hall tipe P dihubungkan dengan sumber arus, maka arus akan mengalir
dari potensial tinggi ke rendah (arus konvensional) dan arus akan mengalir dari potensial rendah ke tinggi (arus
elektron). Ketika elemen ditambahkan dengan medan magnet yang arahnya ke dalam bidang dan arusnya kearah
kanan maka gaya Lorentz akan membelokkan pembawa muatan (hole) ke atas sehingga akan muncul beda
potensial, karena ada beda potensial maka akan muncul gaya listrik. Pembawa muatan (hole) berhenti
dibelokkan ketika gaya listrik sama besar dengan gaya lorentz. Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan
bahwa hubungan antara tegangan Hall dengan arus Hall adalah linier artinya semakin besar arus Hall maka
tegangan Hall juga semakin besar. Sensitivitas elemen Hall diperoleh melalui analisis perhitungan, adapun nilai
sensitivitas KH yang diperoleh dari analisis perhitungan untuk arus magnetisasi 50 mA, 100 mA, 150 mA, 200
mA, dan 400 mA masing-masing sebesar ( 1257,06 ; 351,43 ; 153,70 ; 86,86 ; 53,57 ;
36,68 ; 126,70 ; dan 19,28 ) mV / mAT . Kurva hubungan antara arus magnetisasi (Im) dan
medan magnet (B) dapat dilihat bahwa hubungan antara arus magnetik dan medan magnetik adalah linier artinya
semakin besar arus magnetisasinya maka medan magnetnya juga semakin besar.

KATA KUNCI: Arus Hall, Tegangan Hall, Arus Magnetisasi, Medan Magnetisasi.
PENDAHULUAN
Efek Hall ditemukan oleh Edwin Herbert
Hall pada tahun 1879. Saat itu, Hall sedang
mencari jawaban atas pertanyaan yang
pertama kali dikemukakan oleh Maxwell:
apakah resistansi yang ditimbulkan oleh
sebuah arus pada sebuah koil dipengaruhi
oleh keberadaan medan magnet? Apakah
pengaruhi tersebut bekerja pada konduktor
atau hambatan arus? [1]
Hall menalar bahwa jika arus
dipengaruhi oleh medan magnet maka
seharusnya terdapat Sebuah situasi
tekanan. Listrik mengalir ke arah salah satu
sisi kawat penghantar. Setelah melakukan
eksperimen berkali-kali dan kegagalan
yang berulang-ulang, Hall akhirnya
menemukan bahwa sebuah medan magnet
akan mengubah arah garis ekuipotensial
sebuah konduktor yang menghantar arus.
Efek ini teramati sebagai sebuah tegangan
(disebut tegangan Hall) yang arahnya tegak
lurus terhadap arus dalam konduktor. Hall
melakukan
eksperimennya
dengan
meletakkan sebuah lembaran emas tipis di

atas sebuah pelat kaca kemudian merekat


lembaran emas tersebut pada titik-titik
yang terletak dibagian panjang lembaran
emas itu. Eksperimen ini dilakukan dengan
menggunakan berbagai jenis material selain
lembaran emas, dan merekatkan pada pelat
kaca pada berbagai titik perekatan.
Akhirnya, pada tahun 1880, detail
eksperimen Hall ini mengisi disertasi
doktoralnya yang kemudian dipublikasikan
dalam American Journal of science dan di
Magazine philosophical.
Tujuan melakukan percobaaan ini
yaitu untuk menentukan hubungan antara arus
Hall IH dan tegangan Hall UH, mengukur
sensitivitas elemen Hall KH dari bahan
semikonduktor GaAs, dan menentukan kurva
magnetisasi bahan baja silicon dengan elemen
Hall.[1]
TEORI
Efek Hall memperagakan adanya gaya
pada muatan bergerak dalam suatu konduktor
yang berada dalam medan magnet. Kawat

berarus listrik yang terletak dalam medan


magnet dengan arah tegak lurus dengan arah
arus maka kawat akan mengalami gaya
magnetik sehingga menyebabkan kawat akan
melengkung. [2]
Bila arus listrik melewati sebuah
konduktor pada arah tegak lurus dengan medan
magnet luar, akan timbul beda potensial pada
arah tegak lurus dengan arus listrik dan medan
magnet tersebut. Gejala ini dikenal sebagai
Efek Hall, ditemukan pada tahun 1879 oleh
Fisikawan Amerika Hall. Efek Hall pada
logam umumnya kecil akan tetapi pada bahan
semikonduktor seperti germanium tipe-N,
InSb, dan GaAs efek Hall cukup besar. Elemen
GaAs umumnya dipakai pada pengukuran
medan magnetik karena kepekaan yang tinggi,
rentang linier yang lebar, dan koefisien suhu
yang rendah. Gambar 1 memperlihatkan arus
listrik IH melewati elemen Hall tipe-P, arus
hanyut pembawa muatan lubang (holes)
sebesar v, medan magnet B menyebabkan gaya
Lorentz F pada muatan bergerak.

GAMBAR 1. Diagram
terbentuknya Tegangan
Hall

r
r r
F q v B

(1)
Dalam hal ini q menyatakan muatan elektron.
Gaya Lorentz akan membelokkan pembawa
muatan kearah horizontal dan berkumpul pada
tepi sampel dan menghasilkan medan listrik E.
Pengumpulan terus berlangsung hingga
meddan listrik (Fe=qE) dan medan magnet (FB)
yang dikerahkan oleh pembawa muatan saling
meniadakan, dalam hal ini:

r
r r
q v B qE

(2)

Untuk sampel tipe p dengan konsentrasi


pembawa muatan sebesar p, lebar w dan tebal
d, arus yang melewati sampel adalah I H
(IH=pqd), sehingga kecepatan pembawa
muatan hole menjadi =I H/pqd. Maka dari
persamaan (2) diperoleh,

r r
I B
E vB H
pq d

(3)
Jika kedua ruas pers. (3) dikalikan dengan
maka diperoleh,

U H E I H B / pqd RH I H B / d
(4)
dengan RH=1/pq dan disebut sebagai koefisien
Hall. Secara ringkas, persamaan(4) umumnya
ditulis sebagai:

UH IH KH B
(5)
Dalam hal ini koefisien KH=RH/d=1/pqd dan
disebut sebagai sensitivitas elemen Hall,
dinyatakan dalam satuan mV/(mAT). Secara
umum, semakin besar KH semakin baik. Oleh
karena KH berbanding terbalik dengan
konsentrasi pembawa muatan p dan
konsentrasi ini kecil dibandingkan di dalam
logam, maka bahan semikonduktor lebih baik
digunakan sebagai elemen Hall. Dari pers. (5)
tampak bahwa dengan mengetahui KH, nilai IH
dan UH dapat diukur.
Seperti halnya dengan NMR, efek Hall dapat
dipakai untuk mengukur medan magnetik AC
dan DC dengan cepat dan sederhana. Gambar 2
memperlihatkan
sumber
DC
yang
menghasilkan arus magnetik IM yang dapat
diatur besarnya melalui hambatan R1. Sumber
E2 membangkitkan arus Hall IH ke elemen Hall
melalui hambatan R2. Sumber E2 dapat berupa
DC atau AC. Sebuah voltmeter digunakan
untuk mengukur arus Hall IH dan tegangan Hall
UH.

dengan baik seperti terlihat pada Gambar 3 dan


4 berikut.
GAMBAR 2. Rangkaian
Semikonduktor umumnya terdiri atas tipe-n
dan tipe-p dengan pembawa muatan yang
berbeda tanda. Oleh karena itu, jika jenis
bahan diketahui, arah medan magnetik dapat
ditentukan dengan melihat tanda UH. Oleh
karena waktu yang digunakan untuk
menghasilkan medan listrik melalui efek Hall
sangat singkat (10-12 10-14 s), maka arus AC
atau DC dapat digunakan. Jika arus Hall
dinyatakan sebagai
IH=I0sin(t),
maka
diperoleh

U H I H K H B I 0 K H B sin t
(6)

untuk mengukur Beda


Potensial Hall.

GAMBAR3. Foto Alat Efek Hall produksi


Lambda Scientific

Potensial Hall bersifat bolak balik. Dalam


kasus AC, persamaan(6) tetap valid akan tetapi
nilai IH and UH merupakan nilai efektif. [1]
METODOLOGI EKSPERIMEN
Percobaan efek Hall ini menggunakan
prinsip gaya Lorentz, dimana arah arus, medan
magnet, dan gayanya saling tegak lurus. jika
sebuah elemen Hall tipe P dihubungkan
dengan sumber arus, maka arus akan mengalir
dari potensial tinggi ke rendah (arus
konvensional) dan arus akan mengalir dari
potensial rendah ke tinggi (arus elektron).
Ketika elemen ditambahkan dengan medan
magnet yang arahnya ke dalam bidang dan
arusnya kearah kanan maka gaya Lorentz akan
membelokkan pembawa muatan (hole) ke atas
sehingga akan muncul beda potensial, karena
ada beda potensial maka akan muncul gaya
listrik. Pembawa muatan (hole) berhenti
dibelokkan ketika gaya listrik sama besar
dengan gaya lorentz.
Alat yang digunakan percobaan yaitu
satu set alat efek Hall produksi Lambda
Scientific. Dalam praktikum kali ini terdapat 3
(tiga) tiga kegiatan yang dilakukan yakni
kegiatan I, menentukan hubungan antara IH dan
UH. Kegiatan II, mengukur sensitivitas KH dari
elemen Hall GaAs. Dan kegiatan III,
menentukan kurva magnetisasi bahan baja
silikon dengan elemen Hall.
Sebelum melakukan pengukuran pada
setiap
kegiatan
praktikum,
hendaknya
memeriksa seluruh komponen alat efek Hall

GAMBAR 4. Diagram Rangkaian Listrik


Setelah itu melakukan pengukuran pada
kegiatan I, II, dan III. Pada kegiatan I yang
dilakukan adalah mengetahui secara pasti
bahwa perangkat efek Hall telah terhubung ke
sumber tegangan PLN. Memastikan seluruh
display menunjukkan angka 0.Selanjutnya
mengatur arus magnetisasi elektromagnet
IM(arus ini merupakan variabel yang dikontrol)
yang akan digunakan pada praktikum ini yaitu
sebesar 400 mA. Usahakan untuk tidak
melewati batas yang telah ditentukan. Ini
dimaksudkan agar tidak terjadi kerusakan pada
alat. Mengatur arus yang dialirkan ke elemen
Hall (arus Hall) dengan memutar perlahan
tombol Hall Current Adj mulai dari 0,5 mA,
1,0 mA, 1,5 mA, 2,0 mA dan 2,5
mA.Percobaan ini dilakukan harus dengan
pengawasan asisten karena arus ini tidak boleh
melewati 5 mA karena akan menyebabkan
elemen Hall terbakar.Setelah semuanya diatur,
gunakanlah alat secara hati-hati untuk
mengukur besarnya tegangan Hall yang
diperoleh dengan menekan secara bolak balik
reverse switch pada panel UH. Kemudian
mencatat hasil pengamatan pada tabel

pengamatan. Memplot UH IH, dan


memastikan hubungan linier antara keduanya.
Pada kegiatan II yang dilakukan
pertama-tama adalah mempelajari bagaimana
menggunakan sebuah Teslameter untuk
mengukur kuat medan magnet. Perlu diketahui
Probe Teslameter sangat rapuh oleh karena
ituperlu sangat berhati-hati. Mengatur dan
mempertahankan arus Hall I H pada nilai 1.00
mA. Kemudian mengatur arus magnetisasi I M
melalui tombol Current Adj dimulai pada
nilai 50 mA, 100 mA, 150 mA, 200 mA,.,
400 mA. Pada setiap nilai IM , mencatat kuat
medan magnetik B dengan Teslameter serta
tegangan. HallUH pada sampel. Untuk
menghilangkan efek samping saat pengukuran
tegangan Hall UH, kedua saklar toggle
sebaiknya digunakan untuk membalik polaritas
secara berurutan dan data yang diperoleh
sebaiknya dirata-ratakan.Selanjutnya hasil
pengamatan ditulis pada tabel pengamatan
Selanjutnya menghitung sensitivitas elemen
Hall dengan menggunakan persamaan 5.
Pada kegiatan III, elemen Hall akan
digunakan untuk mengukur kuat medan
magnet B di celah elektromagnetik. Langkah
pertama yang dilakukan adalah megatur arus
Hall IH pada nilai 1 mA sambil merubah arus
eksitasi IMmulai dari 0-400 mA dengan tahap
kenaikan 100 mA. Kemudian pada setiap nilai
IM, mencatatlah tegangan Hall voltage UH.
Diketahui, untuk mengeliminasi efek samping
gunakan kedua saklar toggle pada table
pengamatan.Selanjutnya menghitung kuat
medan magnet B untuk setiap nilai IM dengan
persamaan (5). Menggunakan nilai KH yang
diperoleh pada pengukuran kegiatan II dan
yang terakhir memplot kurva B-IM curve.
Selanjutnya mencatat hasil pengamatan pada
tabel pengamatan.
HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISA
DATA
Hasil Pengamatan
Kegiatan 1. Menentukan Hubungan Antara
Arus Hall (IH) dengan Tegangan
Hall (UH).
Im = 400 mA
TABEL 1. Hubungan Antara Arus Hall (IH)
dengan Tegangan Hall (UH) dan
Kuat Medan Magnet (B).
No
1

IH (mA)
0,5

UH (mV)
3,8

B (T)
0,2946

2
3
4
5

1,0
1,5
2,0
2,5

5,9
7,6
9,5
11,9

0,2948
0,2949
0,2950
0,2951

Kegiatan 2. Mengukur Sensitivitas KH dari


Elemen Hall GaAs.
IH = 1,00 mA
TABEL 2. Hubungan Antara Arus Magnetisasi
(Im) dengan Tegangan Hall (IH) dan
Kuat Medan Magnet (B).
No
Im (mA)
UH (mV)
B (T)
1
50
44,5
0,0354
2
100
24,6
0,0700
3
150
16,2
0,1054
4
200
12,3
0,1416
5
250
9,6
0,1792
6
300
8,0
0,2181
7
350
6,6
0,2568
8
400
5,7
0,2956
Kegiatan 3. Menentukan Kurva magnetisasi
bahan baja silikon dengan
Elemen Hall.
IH = 1,00 mA
TABEL 3. Hubungan Antara Arus Magnetisasi
(Im), Tagangan Hall (UH) dan Kuat
Medan Magnet (B).
No Im (mA)
UH (mV)
B (T)
1
0
0
0
2
100
24,4
0,0720
3
200
12,3
0,1427
4
300
7,8
0,2183
5
400
5,7
2950
Analisis Data
Kegiatan 1. Menentukan hubungan antara IH
dengan UH
Menggunakan persamaan:

RH=

UHd
IH B

UH
: tegangan Hall (mV)
IH
: arus Hall (mA)
B
: kuat medan magnet (T)
d
: tebal bahan (m)
RH
: Koefisien Hall ( m/T)
Kegiatan 2. Mengukur Sensitivitas KH dari
Elemen Hall GaAs
Menghitung nilai sensitivitas KH
Menggunakan persamaan:

U
KH = H
IH B
UH : Tegangan Hall (mV)
IH : Arus Hall (mA)
B : Kuat medan Magnet (T)
KH : Sensitivitas Elemen Hall mV/(mA.T)

Untuk IM = 50 mA

KH =

44,5 mV
1.0 mA x 35.4 x 103 T

KH =

45.4 mV
0.0353 mA . T

K H =1257,06

Menghitung rapat pembawa muatan p


Menggunakan persamaan:

p=

1
K H qd

q = muatan elektron (1.6 x 10-19 C)


d = tebal bahan semikonduktor (m) 0,02 x 10-6
Kegiatan 3. Menentukan Kurva Magnetisasi
Bahan Baja Silikon dengan
Elemen Hall
Menghitung besar kuat medan magnet.
Menggunakan persamaan:

B=

UH
IH K H

UH
: tegangan Hall (mV)
IH
: arus Hall (mA)
B
: kuat medan magnet (T)
KH
: sensitivitas element Hall (mV/mAT)
Analisis Perhitungan
Kegiatan 1. Menentukan hubungan antara IH
dengan UH
Diketahui;
UH rata-rata = 7.74 mV
IH rata-rata
= 1.5 mA
B rata-rata = 294,9x 10-3 T
d
= 0,02 x 10-6 m
Sehingga;

RH=

7.74 mV x 0,02 x 106 m


1.5 mA x 294,9 x 103 T

RH=

0,1548 x 106 mV . m
0.4424 mA T
7

R H =3,3499 x 10

m
T

Kegiatan 2. Mengukur Sensitivitas KH dari


Elemen Hall GaAs
Menghitung nilai sensitivitas KH

mV
mA T

TABEL 4. Nilai sensitivitas (KH) untuk


tiap nilai arus magnetisasi
(Im)
KH
NO.
(Im) mA
(mV/ma T)
1
50
1257.06
2
100
351.43
3
150
153.70
4
200
86.86
5
250
53.57
6
300
36.68
7
350
25.70
8
400
19.28
Menghitung rapat pembawa muatan p
Diketahui;
q = 1.6 x 10-19 C
d = 0.02 x 10-6 m
Untuk Im = 50 mA

1025

p=
1257,06

mV
x 1,6 C x 0,02 m
mAT

25

p=

10 mA .T
41,15 mV C m

p=0,02 x 1025

mA T
mV C m

TABEL 5. Nilai konsentrasi pembawa


muatan (P) untuk tiap nilai
arus magnetisasi (Im)
P x 1025
NO.
(Im) mA
(mA T / mV C m)
1
2
3
4
5
6

50
100
150
200
250
300

0.02
0.09
0.20
0.36
0.58
0.85

7
8

350
400

1.22
1.62

Kegiatan 3. Menentukan Kurva Magnetisasi


Bahan Baja Silikon dengan
Elemen Hall
Menghitung kuat medan magnet
Untuk Im = 100 mA

B=

24,4 mV
1,0 mA 351,43 mV /mA T
B=0,0694 T

TABEL 6. Nilai kuat medan magnet untuk tiap


nilai arus magnetisasi (Im)
NO.
(Im) mA
B (T)
1
0
0.0000
2
100
0.0694
3
200
0.1416
4
300
0.2126
5
400
0.2956
Analisis Grafik
Kegiatan 1. Menentukan hubungan antara IH
dengan UH

UH t
I B
R B
U H = H I y = mx
t
Dari persamaan y=4,3 x +1,05 diperoleh:
RH B
=4,3
d
U d
RH= H
I B
RH B
I
t
d

I
B
0,02 106 m
( 3,39 )
294,9 x 103 T
m
7
2,2991 10
T
2
D K =R x 100
DK =0.9967 x 100 =99,67
KR=100 99.67 =0.33
R x KR
RH= H
100
0,2991 106 x 0.33
RH=
100
m
R H =0,00987 107
T
m
7
R H =|2,299 0,010|10
T
RH=

( )

( )

Kegiatan 3. Menentukan Kurva Magnetisasi


Bahan Baja Silikon dengan
Elemen Hall

Gambar 4. Grafik hubungan antara arus Hall


(IH) dan tegangan Hall (UH)
Menentukan Nilai Koefisien Hall

maka tegangan Hallnya semakin besar pula.


Dari analisis perhitungan didapatkan nilai
koefisien Hall

Gambar 5. Grafik hubungan antara arus


magnetisasi (Im) dan medan
magnet (B)
PEMBAHASAN
Percobaan unit ke-7 ini berjudul
Percobaan Efek Hall dimana efek Hall yaitu
suatu peristiwa dimana arus listrik melewati
sebuah konduktor pada arah tegak lurus
dengan medan magnet luar, akan timbul beda
potensial pada arah tegak lurus dengan arus
listrik dan medan magnet. Adapun tujuan
dilakukannya percobaan ini yaitu menentukan
hubungan antara arus Hall IH dan tegangan
Hall UH, mengukur sensitivitas elemen Hall KH
dari bahan semikonduktor GaAs, dan
menentukan kurva magnetisasi bahan baja
silikon dengan elemen Hall.
Percobaan efek Hall ini menggunakan
prinsip gaya Lorentz, dimana arah arus, medan
magnet, dan gayanya saling tegak lurus. jika
sebuah elemen Hall tipe P dihubungkan
dengan sumber arus, maka arus akan mengalir
dari potensial tinggi ke rendah (arus
konvensional) dan arus akan mengalir dari
potensial rendah ke tinggi (arus elektron).
Ketika elemen ditambahkan dengan medan
magnet yang arahnya ke dalam bidang dan
arusnya kearah kanan maka gaya Lorentz akan
membelokkan pembawa muatan (hole) ke atas
sehingga akan muncul beda potensial, karena
ada beda potensial maka akan muncul gaya
listrik. Pembawa muatan (hole) berhenti
dibelokkan ketika gaya listrik sama besar
dengan gaya lorentz.
Pada percobaan ini terdapat tiga
kegiatan yaitu:
1. Kegiatan Pertama
Kegiatan pertama ini yaitu menentukan
hubungan antara arus Hall IH dan tegangan Hall
UH, Adapun variabel respon, manipulasi, dan
kontrolnya masing-masing yaitu tegangan
Hall, arus Hall, dan arus magnetisasi.
Berdasarkan tabel 1. Hubungan Antara Arus
Hall (IH) dengan Tegangan Hall (UH) dan Kuat
Medan Magnet (B) dapat dilihat bahwa
hubungan arus Hall dan tegangan Hall
berbanding lurus, semakin besar arus Hall

R H =3,3499 x 107

m
T

sedangkan dari analisis grafik hubungan antara


tegangan Hall dan arus hall nilai koefisien R H
yang
diperoleh
yaitu

R H =|2,299 0,010|107

m
.
T

Adanya

perbedaan yang jauh antara koefisien Hall


yang diperoleh dari analisis perhitungan
dengan analisis grafik disebabkan dalam
pengambilan tegangan Hall tidak digunakan
digunakan saklar toggle dan alatnya sangat
sensitif.
2. Kegiatan Kedua
Kegiatan kedua yaitu mengukur sensitivitas K H
dari elemen Hall GaAs. Adapun variabel
respon, manipulasi, dan kontrolnya masingmasing yaitu tegangan Hall dan kuat medan
magnetik, arus Magnetik, dan arus Hall.
Adapun nilai sensitivitas K H yang diperoleh
dari analisis perhitungan untuk arus
magnetisasi 50 mA, 100 mA, 150 mA, 200
mA, dan 400 mA masing-masing sebesar (

1257,06 ;
351,43 ;
153,70 ;
86,86 ; 53,57 ; 36,68 ; 126,70 ;
dan
19,28 )
mV /mAT . Adapun
konstanta pembawa rapat muatannya untuk
arus magnetisasi 50 mA, 100 mA, 150 mA,
200 mA, dan 400 mA masing-masing sebesar (

0,02 ;
0,58 ;

0,09 ;
0,85 ;
mA
T
25
10
mV C m

0,20 ;
1,22 ;

0,36 ;
1,62 )

3. Kegiatan Ketiga
Kegiatan ketiga ini yaitu menentukan kurva
magnetisasi bahan baja silikon dengan elemen
Hall. Adapun variabel respon, manipulasi, dan
kontrolnya masing-masing yaitu tegangan Hall
dan kuat medan magnetik, arus Magnetik, dan
arus Hall.
Dari grafik hubungan antara arus
magnetisasi (Im) dan medan magnet (B) dapat
dilihat bahwa hubungan antara arus magnetik
dan medan magnetik adalah linier artinya
semakin besar arus magnetisasinya maka
medan magnetnya juga semakin besar.
SIMPULAN
Berdasarkan
hasil
percobaan
dapat
disimpulkan bahwa hubungan antara tegangan
Hall dengan arus Hall adalah linier artinya

semakin besar arus Hall maka tegangan Hall


juga semakin besar. Sensitivitas elemen Hall
diperoleh melalui analisis perhitungan, adapun
nilai sensitivitas KH yang diperoleh dari
analisis perhitungan untuk arus magnetisasi 50
mA, 100 mA, 150 mA, 200 mA, dan 400 mA
masing-masing
sebesar
( 1257,06 ;

351,43 ; 153,70 ; 86,86 ; 53,57 ;


36,68 ;
126,70 ; dan
19,28 )
mV /mAT . Kurva hubungan antara arus
magnetisasi (Im) dan medan magnet (B) dapat
dilihat bahwa hubungan antara arus magnetik
dan medan magnetik adalah linier artinya

semakin besar arus magnetisasinya maka


medan magnetnya juga semakin besar.
REFERENSI
[1]Subaer, dkk. 2013. Penuntun Praktikum
Eksperimen Fisika I Unit Laboratorium Fisika
Modern Jurusan Fisika FMIPA UNM.
[2]RosanaDadan
dkk.
2003.
Konsep
DasarFisika Modern Edisi Revisi. Yogyakarta :
UN Yogyakarta.