Anda di halaman 1dari 50

Kronologis lahirnya kromatografi adalah

sebagai berikut :

1903 kromatografi kolom TSWETT

1938 kromatografi lapisan tipis (TLC)

1952 kromatografi gas (GC)

1960 kromatografi cair tekanan tinggi


(HPLC)

Polusi Udara
Klinik
Bahan Pelapis
Minyak Atsiri
Bahan Makanan
Sisa-sisa Pestisida
Perminyakan
Bidang Farmasi dan Obat-obatan
Bidang Kimia/Penelitian

Untuk penentuan alkil-alkil


timbal, hidrokarbon, CO,
aldehida, keton, SO2 , H2S dan
beberapa oksida dari nitrogen
dan lain-lain

Menganalisis asam amino,


karbohidrat, CO2, dan O2 dalam
darah, asam-asam lemak dan
turunanya; trigliseridatrigliserida plasma steroid,
barbiturat dan vitamin-vitamin

Menganalisa polimer-polimer
setelah dipirolisa, karet dan
resin- resin sintetis

Untuk menguji kualitas minyak


permen (peppermint); minyak
jeruk, minyak- minyak sitrat,
minyak oliv linalool, minyak
sereh, minyak daun cengkeh,
minyak daun kenanga, terpentin
dan sebagainya

Mempelajari pemalsuan/
pencampuran, kontaminasi dan
peruraian dari bahan-bahan
makanan minyak oliv, hasil-hasil
ternak (susu,mentega,keju) dan
pembungkusan dengan plastik
pada bahan makanan

Mennetukan/ pengontrolan sisasisa pestisida yang diantaranya


merupakan senyawa-senyawa
yang mengandung halogen,
belerang, nitrogen dan fosfor

Untuk pemisahan dan


identifikasi hasil-hasil dari gasgas hidrokarbon ringan hingga
lilin, aspal dan minyak minyak
kasar

Menganalisa hasil-hasil farmasi


dan perobatan, mengontrol
kualitas, analisa hasil-hasil baru
dan dalam pengamatan
metabolisme dalam zat- zat alir
biologi

Menentukan lama reaksi, reaksi


berjalan sempurna atau tidak
dan pengujian kemurnian
produk

KROMATOGRAFI

KROMATOGRAFI
KOLOM

KROMATOGRAFI
GAS

KROMATOGRAFI
LAPISAN TIPIS

KROMATOGRAFI
CAIRAN TEKANAN
TINGGI

Kolom kromatografi berkerja berdasarkan skala yang lebih


besar menggunakan material terpadatkan pada sebuah
kolom gelas vertikal.

Pemisahan komponen kimia berdasarkanprinsip


adsorbsi dan partisi, yang ditentukan oleh fase
diam (adsorben) dan fase gerak (eluen),
komponen kimia bergerak naik mengikuti fase
gerak karena daya serap adsorben terhadap
komponen-komponen kimia tidak sama
sehingga komponen kimia dapat bergerak
dengan kecepatan yang berbeda berdasarkan
tingkat kepolarannya, hal inilah yang
menyebabkan terjadinya pemisahan.

Fase gerak ; biasanya berupa zat cair dengan


sifat pembawa contohnya petroleum eter
Fase diam ; biasanya berupa zat padat dgn daya
serap tinggi dan inert secara kimia contohnya
CaCO3
Kolom ; berupa tabung berisi fase diam dan fase
gerak
Gelas penampung; sebagai tempat penampung
komponen yang keluar dari kolom contohnya
gelas kimia

Bagian bagian kromatografi gas

Tabung gas pembawa sebagai fasa gerak

Regulator (pengatur tekanan gas)

Gerbang suntik (injection port)

Kolom

Tanur (oven)

Kontrol pengatur gerbang suntik, tanur dan


detektor

Detektor

Alat pencatat (recorder atau integrator)

Gas pembawa mempunyai sifat antara lain :


Lembam (inert) untuk mencegah
terjadinya reaksi dengan culikan atau
fasa diamnya
Dapat meminimumkan difusi gas
Mudah didapat dan murni
Cocok dengan detektor yang digunakan

Gas pembawa

Detektor

Hidrogen

Hantar bahang (TCD)


Ionisasi cahaya

Helium

Hantar bahang (TCD)


Ionisasi cahaya
Ionisasi nyala (FID)
Fotometri nyala
Termoionik
Elektrolitik Hall

Nitrogen

Ionisasi cahaya
Tangkapan elektron (DC ragam)
Ionisasi nyala (FID)
Fotometri nyala
Termoionik
Elektrolitik Hall

Argon

Ionisasi cahaya

Argon+Metana 5%

Tangkapan elektron ( ragam denyut )

Karbon dioksida

Hantar bahang (TCD)


Ionisasi cahaya

Cuplikan yang akan di kromatografi


dimasukan di dalam ruang suntik melalui
gerbang suntik, biasanya berupa lubang yang
ditutupi dengan septum atau pemisah karet.
Ruang suntik harus dipanaskan tersendiri,
terpisah dari kolom. Volume culikan yang
dimasukkan ke dalam ruang suntik sekecil
mungkin, biasanya 1 2 .suhu ruang suntik
harus sedikit lebih tinggi dari titik didih cuplikan
(10-150C),sehinggga cuplikan cepat menguap.
Seluruh cuplikan di uapkan segera setelah
disuntikan dan dibawa ke kolom.

Pemilihan jenis kolom biasanya berorientasi pada :

Sasaran dan tujuan analisis yang hendak dicapai

Pengalaman dan coba coba pada kolom yang


dimiliki

Informasi dari para rekanan


Secara umum kolom kromatografi gas dapat
dibagi 2 jenis yaitu :

Kolom terpaking (packed column)

Kolom kapiler/ terbuka (capillarry column

Spesifikasi

oPanjang kolom ( m )
oDiameter dalam ( mm )
oPermeabilitas spesifik ( cm )
oKecepatan alir gas
(ml/menit )
oTekanan drop ( psi )
oTotal pelat efektif
oPelat efektif ( m )
oKapasitas
oTebal lapisan tipis film

kolom
Terpaking

Kapiler

1,5 6
24
1 10
10 60
10 40
5000/2 m
2500 ( d.d.2 m )
10 /puncak
1 - 10

5 150
0,2 0,7
10 1000
0,5 15
3 40
150000/50 m
3000 ( d.d.0,25
mm)
2 /puncak
0,005 1

Detektor pada alat KG


merupakan sensor elektronik
yang berfungsi mengubah
sinyal dari effluent menjadi
sinyal elektonik

Prinsipnya:
udara dan H2 dialirkan sehingga terjadi
pembakaran yagn menimbulkan energi
yang mengionisasi komponen yagn akan
keluar dari kolom sehingga berubah
menjadi ion-ion. Ion (+) tetarik ke
elektroda (-) dan sebaliknya, sehingga
arus bertambah dan mengalir
menyebabkan terjadi tekanan yang
diterima oleh amplifier

Prinsipnya:
Pada saat komponen keluar dari kolom
terjadi perubahan temperatur yang
menyebabkan jembatan wheatstone
tidak seimbang sehingga terjadi
perubahan aliran arus listrik yang
diteruskan oleh amplifier ke recorder

Berfungsi menampilkan gambar


berupa kromatogram
berdasarkan sinyal detektor
yang diperkuat dicatat/ direkam

Kromatografi digunakan untuk


memisahkan substansi campuran
menjadi komponen-komponennya .Dalam
kromatografi lapis tipis, fase diam adalah
lapisan tipis jel silika atau alumina pada
sebuah lempengan gelas, logam atau
plastik

Pelat : berupa kaca yang dilapisi fase diam


seperti CaCO3
Chamber : tempat memasukkan
pelarut( fase gerak) dan pelat (fase diam)
Fase diam : zat padat inert yang melapisi
pelat
Fase gerak : zat cair (pelarut organik) seperti
etanol yg membawa cuplikan

Nilai Rf untuk setiap warna


dihitung dengan rumus
sebagai berikut:
Rf=jarak yang ditempuh oleh komponen
jarak yang ditempuh oleh pelarut

Struktur kimia darei senyawa yang


dipisahkan
Sifat dari penyerap dan derajat
aktifasinya
Tebal dan kerataan dari lapisan penyerap
Kemurnian pelarut (fase gerak)
Jumlah cuplikan yang digunakan
Suhu
kesetimbangan

HPLC secara mendasar merupakan


perkembangan tingkat tinggi dari
kromatograf kolom. Selain dari
pelarut yang menetes melalui kolom
dibawah graftasi, didukung melalui
tekanan tinggi sampai dengan 400
atm. Ini membuatnya lebih cepat.

Tempat pelarut
Pompa
Injektor
Kolom
Detektor
rekorder

Tempat pelarut digunakan


sebagai tempat larutan
yang akan dipakai dalam
pengoperasian HPLC

1.
2.

Tujuan penggunaan pipa pada HPLC


adalah untuk mendorong fase gerak
masuk ke dalam kolom
Tipe pompa yang biasa digunakan dalam
penggunaan HPLC adalah :
Pompa dengan tekanan tetap
Pompa dengan kecepatan alir tetap

Dapat memompakan fase gerak secara


konstan (0.1-10 ml/menit)
Dapat memberikan tekanan yang cukup
tinggi
Memberikan fluktuasi tekanan se minimal
mungkin
Memberikan noise yang rendah
Cara kerja sederhana
Cukup inert terhadap pelarut yang
digunakan

Injektor adalah tempat memasukkan


contoh yang akan dianalisa ke dalam
sistem HPLC
Suatu injektor dikatakan baik apabila:
Dapat memasukkan zat ke dalam kolom
sesempit mungkin
Memiliki keberulangan yang tinggi
Dapat digunakan pada tekanan balik
yang relatif tinggi pada kolom
Mudah digunakan

1.

1.

injektor sluice
Pada tipe ini sample dimasukkan dengan
bantuan syringe, dan dapat digunakan
apabila tekanan yang dihasilkan cukup
rendah
Injektor loop
Injektor tipe ini sangat baik digunakan
karena memiliki keberulangan yang tinggi

Kolom pada HPLC terdiri atas 2 badian


utama yaitu partikel partikel fase diam
yang merupakan isi dari pada tabung
kolom dan tabung kolom pada tempat
dimana partikel-partikel tersebut
ditempatkan.bahan yang digunakan
untuk kolom sebaiknya terbuat dari
bahan tahan tekanan seperti stainless
stell,dari gelas ataupun logam.

1.
2.

Detektor digunakan untuk mendeteksi


komponen-komponen yang telah
dipisahkan dalam kolom .pendeteksi ini
gunanya untuk menentukan komponenkomponen baik secara kualitatif atau
kuantitatif.
Detektor yang sering digunakan dalam
HPLC adalah :
Detektor indeks refraksi
Detektor uv/vis

Detektor RI adalah detektor universal


yang memberikan respon apabila ada
perbedaan indeks refraksi antara fase
gerak dan fase gerak yang mengandung
komponen,perbedaan indeks refraksi
dipengaruhi oleh temperatur.

Tipe pengukuran pada detektor ini


didasarkan pada absorbsi pada daerah uv
atau visible.detektor uv/vis paling banyak
dipakai di dalam HPLC karena lebih
sensitif dan kebanyakan dari zat-zat
organik menyerap radiasi pada daerah
uv/vis