Anda di halaman 1dari 12

Rinitis Akut

ITA ROSITA
1310211064

DEFINISI
Radang akut mukosa kavum nasi oleh infeksi (self
limiting disease) yang sering diikuti infeksi
sekunder oleh bakteri yang berlangsung selama
kurang dari 2 minggu.

KLASIFIKASI DAN ETIOLOGI


Rinitis Virus
1. Rinitis Simpleks (Common Cold) :disebabkan
oleh virus (Adenovirus, Rhinovirus), infeksi melalui
droplet di udara. Masa inkubasi 1-4 hari dan
berakhir dalam 1-2 minggu. Bisa terjadi infeksi
sekunder
oleh
bakteri
(Streptococcus,
Pneumococcus,
Staphylococcus,
Haemophillus
influenza) yang menyebabkan secret encer menjadi
mukopurulen.
2. Rinitis Influenza : disebabkan virus influenza A,B
dan C
3. Rinitis Eksantematous : disebabkan oleh Morbili,

Rinitis Bakteri
1. Infeksi non spesifik
Rinitis
bakteri
primer
:
Pneumococcus,
Streptococcus atau Staphylococcus. Tampak
membrane putih keabu-abuan yang lengket
dapat terbentuk di rongga hidung yang apabila
diangkat dapat menyebabkan perdarahan.
Rinitis bakteri sekunder : merupakan akibat
infeksi bakteri pada rhinitis viral akut.
2. Rinitis
difteri
:
disebabkan
oleh
Corynebacterium diphteriae. Dapat bersifat
primer pada hidung atau sekunder pada

Rinitis Iritan
Disebabkan oleh paparan debu, asap atau gas
yang bersifat iritatif seperti ammonia, formalin, gas
asam dan lain-lain. Terjadi reaksi segera yang
disebut immediate catarrhal reaction bersamaan
dengan bersin, rinore dan hidung tersumbat

Manifestasi Klinis
Stadium prodromal /
ischemic
1. berlangsung beberapa
jam sesudah masa
inkubasi 1-3 hari
2. terasa panas, kering,
gatal dalam hidung &
nasofaring
3. bersin-bersin
Stadium hiperemia/catharal
1. hidung tersumbat

Stadium sekunder infeksi


1. sekret menjadi kuning dan
kental (mukopurulen)
2. sumbatan pada hidung
memberat
Stadium resolusi/convalescence
1. sembuh sesudah 5-10 hari
2. Gejala-gejala di atas
berkurang,

DIAGNOSIS
Anamnesia
Pemeriksaan fisik
pemeriksaan rhinoskopi anterior : cavum nasi
menyempit,
mukosa edem, secret cair atau
mukopurulen
pemeriksaan penunjang (jarang dilakukan)
pemeriksaan darah
kultur sekret / swab mukosa

TATALAKSANA
Karena penyakit dapat sembuh dengan sendirinya,
maka cukup dengan istirahat yang cukup serta
terapi
yang
diberikan
merupakan
terapi
simptomatik,
seperti
analgetik/antipiretik
(acetaminophen 325-650 mg p.o), dan nasal
dekongestan
antibiotik hanya diberikan bila terdapat infeksi
sekunder-stadium invasi atau pada bayi karena
mudah terjadi komplikasi

PENCEGAHAN
Menjaga tubuh selalu sehat dengan istirahat cukup,
konsumsi makanan dan minuman yang sehat dan olah
raga yang teratur.
Vaksinasi atau imunisasi untuk mencegah rhinitis
eksantematous.
Memperkecil kontak dengan orang-orang yang terkena
infeksi
Tidak berbagi alat makan atau minum dengan penderita
Menutup mulut ketika batuk atau bersin.

KOMPLIKASI
sinusitis paranasales
occlusio tubae sampai otitis media
faringitis, bronkhitis, pneumonia

PROGNOSIS
Rinitis akut merupakan self limiting disease,
umumnya sembuh sendiri dalam 7-10 hari.

REFERENSI
Sinopsis Ilmu Kesehatan THT
Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT UI