Anda di halaman 1dari 12

Kisi-Kisi Budaya Nusantara UAS 5

Estimasi Soal : Pilihan Ganda, Benar/Salah, Essay


Dosen = Satria Adhitama

Haram Hanya Mengandalkan Kisi-Kisi. Jangan Lemah!!! Belajar!!!

PILIHAN GANDA
1. Dalam rangkaian upacara kematian masyarakat tionghoa, terdapat upacara
tutup peti. Berikut yang BUKAN termasuk dalam rangkaian tutup peti ....
a. Uparara tutup peti dilakukan pada pagi hari (subuh) dengan doa
dipimpin oleh pendeta
b. Ketika peti ditutup, setiap kali paku dipukul, pendeta mengucapkan doa
c. ...... (lupa)
d. ...... (lupa juga)

2. Berikut ini adalah hal yang benar terkait penyebaran agama Katolik di
Indonesia Timur, kecuali...
a. Franciskus Xaverius adalah seorang pendeta yang menyebarkan agama
Katolik pertama kali di daerah Indonesia Timur yaitu Kepulauan Maluku
termasuk Ambon dan Ternate
b. Dalam rangka penyebaran agama Katolik, Fransiskus Xaverius membawa
terjemahaan

bahasa

Melayu

atas

pustaka-pustaka

gerejawi,

yaitu

Pengakuan Iman (credo), doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Sepuluh
Perintah Tuhan
c. Dua sasaran tugas dari misionaris Fransiskus Xaverius adalah menegur
kelakuan bangsa Portugis dan Spanyol yang secara lahir bersalib, tapi
kelakuannya cemar dan tidak sesuai dengan iman kristiani, selain itu
memberi makna pengharapan sejati dalam satu jalan kebenaran, yaitu
dibawah salib kepada bangsa-bangsa pribumi yang masih animisme dan
menyembah berhala.
d. Berkat jasa penyebaran agama katolik oleh Fransiscus Xaverius
secara berkesinambungan dan dukungan bahasa melayu dalam
penerjemahan pustaka-pustaka gerejawi, mayoritas masyarakat
Indonesia Timur termasuk Maluku dan Minahasa menganut
agama Katolik.

BENAR/SALAH
1. Agama Katolik dan Protestan mulai banyak berkembang di Minahasa setelah
1817. Walaupun tahun-tahun sebelumnya mengalami pasang surut karena
kekurangan pendeta. Tahun 1817 komunitas Manado mendapat kunjungan
dari Joseph Kamp dari Maluku dan sejak 1822 Nederlandsch Zendeling
Genootschap (NZG) yang berbasis di Notherdam dan aktif berkarya di
Minahasa, dan dengan begitu saat itu Katolik merupakan agama yang
tersebar di Minahasa dengan gereja terbesar yaitu gereja Masehi Injil
Minahasa sebagai pengganti Indische Kerk yang berdiri sejak 1934. (SALAH)

ESSAY
1. Tionghoa : Prosesi Perayaan Imlek (Sin Cia)
a. Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek tepatnya pada tengah malam
menjelang tanggal 24 bulan 12 Imlek (Cap Ji Gwee Ji Si) dimulailah
rangkaian pertama sembahyangan Tahun Baru Imlek (Sin Cia) yaitu
Persembahyangan

Toapekong

Naik

lazim

juga

disebut

sebagai

Sembahyang Couw Kun Kong (Zao Jun Gong, Dewa Dapur).


b. Sehari sebelum Sincia, tepatnya tanggal 30 bulan 12 Imlek, kembali
diadakan

upacara

sembahyangan

yang

dikenal

sebagai

upacara

Sembahyang Tutup Tahun. Sembahyang ini khusus diadakan untuk


menghormati

dan

memuliakan

leluhur,

sebagai

bagian

yang

tak

terpisahkan dari ungkapan rasa Bakti anak terhadap Orang Tua / Leluhur.
c. Hari Sincia, yaitu yang disebut Cia Gwee Che It/Zheng Yue Chu Yi
(tanggal 1 bulan 1). Seluruh anggota keluarga bangun pagi, mandi,
mengenakan pakaian baru, dan siap-siap sembahyang. Yang masih
memiliki

meja

abu

dan

sembahyangan

di

rumah,

mereka

akan

bersembahyang kepada para leluhur lebih dulu dan kemudian akan


melakukan bai nian, yaitu mengucapkan selamat tahun baru dimulai
kepada yang paling tua dan berjenjang ke yang paling muda.
d. Hari ke 5 bulan pertama atau yang disebut Cia Gwee Cee Go (Zheng Yue
Chu Wu), merupakan sembahyangan Toapekong turun kembali ke bumi.
Setelah naik ke langit untuk melaporkan segala sesuatu tentang
kehidupan di bumi, Dewa Dapur kembali bertugas di bumi. Dipercaya
saat inilah rejeki dan berkah yang dibawa serta dari Sang Kaisar Langit

akan tercurah ke umat manusia. Ditambah pula turunnya Cai Shen atau
dewa kekayaan yang sudah mendapat tugas untuk memberikan ganjaran
dan kekayaan kepada umat manusia.
e. Puncak dari rangkaian Upacara Sin Cia jatuh pada tanggal 9 bulan 1
Imlek (Cia Gwee Ce Kao/Zheng Yue Chu Jiu). Pada hari ini ada satu
upacara
f.

besar

yang

disebut

Persembahyangan

King

Ti

Kong

(Persembahyangan Kepada Tuhan Yang Maha Besar).


Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie, di peringati pada hari pertama bulan
purnama di tahun baru (hari ke 15). Dengan berlangsungnya Yuan
Xiaojie, maka berakhirlah seluruh rangkaian perayaan tahun baru Imlek

Saat perayaan Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa melakukan perjamuan


makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Pada
perayaan Imlek, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, misalnya
menyapu, sebab debu di rumah dianggap sebagai bagian dari rejeki yang
diterima keluarga tersebut, dan mereka tidak boleh membuang rejeki
(menyapu debu). Selain itu, masyarakat Tionghoa juga percaya bahwa pada
perayaan Imlek harus ada hujan, sebab bila ada hujan saat perayaan Imlek,
dipercaya bahwa selama setahun berikutnya, akan terdapat banyak rejeki
bagi mereka. Saat perayaan imlek, mereka akan mengolesi patung dewa
dapur dengan madu dan menyuguhi makanan-makanan manis dan lengket
di depannya. Hal tersebut bertujuan apabila dewa dapur pergi ke langit
untuk melaporkan kegiatan penghuni rumah itu kepada penguasa tertinggi
langit, ia tidak dapat membuka mulut akibat lengket atau ia akan
mengatakan hal-hal yang manis.
2. Toraja : Bagaimana bila keluarga tak mampu melaksanakan upacara
Rambu Solo
Upacara Rambu Solo merupakan upacara yang membutuhkan biaya yang
besar yaitu rata-rata ratusan juta dan bahkan ada yang milyaran.
Ada tiga macam penyelesaian apabila sebuah keluaraga tidak mempunyai
biaya untuk melaksanakan upacara Rambu Solo, antara lain :
a. Jenazah orang yang meninggal dimakamkan di malam hari dan dilakukan
secara

diam-diam

sehingga

masyarakat

sekitar

tidak

mengetahui

pemakaman tersebut. Keluarga orang yang meninggal malu karena tidak


dapat melaksanakan upacara Rambu Solo dimana upacara Rambu Solo
dianggap sangat penting dan sakral dalam masyarakat Toraja,
b. Upacara Rambu Solo dilakukan secara massal oleh keluarga-keluarga
orang yang meninggal. Biaya upacara Rambu Solo merupakan kumpulan
dari keluarga-keluarga yang melaksanakannya,

c. Jenazah orang yang meninggal disimpan dalam Tongkonan sampai


terkumpul biaya untuk melaksanakan Upacara Rambu Solo. Selama
disimpan, jenazah orang meninggal dianggap sebagai orang yang masih
hidup. Jenazah diberi makan dan diajak bicara oleh keluarganya. Agar
jenazah awet, tidak teroksidasi, dan busuk, jenazah dberi pengawet yaitu
cuka.
3. Makassar : siri-siri
Kata Siri, dalam bahasa Makassar atau Bugis, bermakna malu. Sedangkan
Pacce (Bugis: Pesse) dapat berarti tidak tega atau kasihan atau iba.
Struktur Siri dalam Budaya Bugis atau Makassar mempunyai empat
kategori, yaitu (1) Siri Ripaka siri, (2) Siri Mappakasiri siri, (3) Siri Tappela
Siri (Bugis: Teddeng Siri), dan (4) Siri Mate Siri.
1. Siri Ripaka siri: Adalah Siri yang berhubungan dengan harga diri pribadi,
serta harga diri atau harkat dan martabat keluarga. Siri jenis ini adalah
sesuatu yang tabu dan pantang untuk dilanggar karena taruhannya
adalah nyawa. Sebagai contoh dalam hal ini adalah membawa lari
seorang gadis (kawin lari). Maka, pelaku kawin lari, baik laki-laki mau pun
perempuan, harus dibunuh, terutama oleh pihak keluarga perempuan
(gadis yang dibawa lari) karena telah membuat malu keluarga.
2. Siri Mapakasiri Siri: Siri jenis ini berhubungan dengan etos kerja. Dalam
falsafah Bugis disebutkan, Narekkoengkasirimu, aja mumapaka sirisiri. Artinya, kalau Anda punya malu maka jangan membuat malu (malumaluin). Siri Mappakasirisiri juga dapat mencegah seseorang melakukan
hal-hal yang bertentangan dengan hukum, nilai-nilai moral, agama, adat
istiadat dan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat merugikan manusia
dan kemanusiaan itu sendiri.
3. Siri Tappela Siri (Makassar) atau Siri Teddeng Siri (Bugis): Artinya rasa
malu seseorang itu hilang terusik karena sesuatu hal. Misalnya, ketika
seseorang memiliki utang dan telah berjanji untuk membayarnya maka si
pihak yang berutang berusaha sekuat tenaga untuk menepati janjinya
atau membayar utangnya sebagai mana waktu yang telah ditentukan
(disepakati). Ketika sampai waktu yang telah ditentukan, jika si berutang
ternyata tidak menepati janjinya, itu artinya dia telah mempermalukan
dirinya sendiri. Orang Bugis atau orang Makassar yang masih memegang
teguh nilai-nilai Siri, ketika berutang tidak perlu ditagih. Karena, tanpa
ditagih dia akan datang sendiri untuk membayarnya.
4. Siri Mate Siri: Siri yang satu berhubungan dengan iman. Dalam
pandangan orang Bugis/Makassar, orang yang mate siri-nya adalah

orang yang di dalam dirinya sudah tidak ada rasa malu (iman) sedikit
pun. Orang seperti ini diapakan juga tidak akan pernah merasa malu,
atau yang biasa disebut sebagai bangkai hidup yang hidup.
Kemudian, guna melengkapi keempat struktur Siri tersebut maka Pacce atau
Pesse

menduduki

satu

tempat,

sehingga

membentuk

suatu

budaya

(karakter) yang dikenal dengan sebutan Siri Na Pacce.


4. Minahasa
- Dalam sejarah Minahasa, Belanda tidak pernah menjajah Minahasa
dikarenakan pada suku Minahasa tidak pernah ada kerajaan yang
menduduki wilayah Minahasa. Hal ini menjadikan wilayah Minahasa bukan
ancaman bagi Belanda dalam menyebarkan misinya serta ketika Belanda
tiba-pun, suku Minahasa sangat menyambut ramah dan hangat kepada
-

Belanda
Prinsip kita orang samoa basodara, menerima semua perbedaan. Suku
Minahasa tidak pernah terjadi bentrokan dikarenakan budayanya yang
sangat baik seperti Mapalus. Suku Minahasa ini juga sangat damai
dikarenakan tidak pernah ada perbedaan diantara sukunya dan tidak
pernah ada kerajaan yang ada pada suku Minahasa. Masuknya bebagai
agama baru juga sangat disambut dengan baik dikarenakan suku
Minahasa yang sangat menyambut ramah para tamu termasuk penyebar
agama islam dan khususnya kristen yang dibawa oleh Belanda. Semboyan
Kita Orang Samoa Basodara memberikan pengaruh yang sangat besar
dalam kehidupan masyarakat Minahasa, antara lain tingkat kriminalitas

sangat rendah.
Banyak terpengaruh budaya barat karena masyarakat Minahasa tidak
bersifat tertutup, tidak ekslusif seperti budaya di daerah lain. Semua
entitas dapat berkembang dan boleh ikut dalam budaya Minahasa. Contoh

: Budaya pesta dan dansa yang diturunkan dari bangsa Belanda.


Dewa-dewi Toar-Lumimuut adalah leluhur pertama orang Minahasa, kedua
manusia pertama orang Minahasa yang menurunkan seluruh orang
Minahasa itu telah dikawinkan oleh seorang dewi yang bernama Karema
berwujud wanita tua. Karema, Lumimuut dan Toar adalah dewa-dewi
leluhur pertama orang Minahasa, sebelum mereka ada juga beberapa
nama leluhur lainnya, tapi semua leluhur lainnya itu telah mati tenggelam
ketika pada zaman purba terjadi banjir besar Ampuhan atau Dimenew
yang membuat seluruh tanah Minahasa terbenam air kecuali satu puncak

pegunungan Wulur Mahatus di Minahasa selatan, demikian lah menurut


cerita mithos Minahasa.
5. Papua : Bagaimana tentang penilitian kualitatif dari Wyn Sargent
tentang Kepala Suku di Suku Dani?
Peneliti yang bernama Wyn Sargent mengambil segala resiko untuk
memahami kehidupan di Papua. Wyn mendarat di Wamena Papua pada 1
Oktober 1973. Sebagai seorang jurnalis asal California Amerika Serikat yang
tertarik dengan kehidupan suku-suku adat, Wyn berbaur dengan warga
setempat. Berbekal kerja keras dan tekad yang kuat, Wyn mencatat berbagai
aspek penting dalam keseharian masyarakat Suku Analaga, kelompok
masyarakat adat pertama yang dia temui. Setiap hari memperkaya data
hingga ke Kampung Wiyogoba, sekitar lima jam dari lembah Analaga. Selain
mereportasekan kehidupan warga, Wyn menawarkan perawatan kesehatan
untuk warga yang sakit. Riset yang dilakukan tidak semulus dengan data
yang diperolehnya. Obahorok, kapala suku Dani di Lembah Baliem mengirim
30 prajuritnya untuk mencegat rombongan Wyn yang sedang berkeliling
kampung-kampung. Tindakan Obahorok menuai kemarahan dua suku lain,
Analaga dan Wiyogoba. Perang suku hampir terjadi. Wyn melihat situasi ini
sebagai bentuk pertikaian yang tidak boleh dibiarkan. Wyn maju menengahi
konflik. Dia mempelajari keinginan masing masing kepala suku dan akhirnya
bersedia menikahi Obahorok untuk meredakan pertikaian. Pernikahan adat
pun berlangsung pada Januari 1973. Pernikahan Wyn dengan Obahorok
adalah upaya mencapai perdamaian dan persaudaraan. Walau hanya
simbolis, Wyn lebih memahami cara berpikir dan perspektif warga adat di
Lembah Baliem. Pernikahan Wyn tidak berjalan lancar seperti diharapkan.
Beberapa pihak merasakan keberatan dengan pendekatan partisipatif yang
dilakukan Wyn. Dengan menikahi Obahorok, secara oromatis Wyn menjadi
peneliti partisipan, yaitu langsung meneliti ke tempatnya dan menjadi bagian
dari objek penelitiannya. Isu tentang Why tersebar, bahwa Wyn adalah
seorang antropolog yang meneliti pola kehidupan seksual warga pedalaman
yang menikahi kepala suku. Isu tersebut tidak hanya tersebar di masyarakat
Papua, bahkan termuat dalam koran nasional. Akibat pemberitaan ini,
pemerintah Indonesia mendeportasi Wyn. Sekembalinya ke negeri asal, Wyn
menulis buku People of the Valley tentang kebudayaan orang Papua di
lembah Baliem. Penilitian secara kualitatif adalah metode penilitian dengan
kuesioner.
Teknik penelitian kualitatif yang diambil:

Teknik :
Pendekatan kualitatif :
Semakin dalam hubungan, maka hasil akan semakin akurat,
tidak terbebas dari nilai,
lebih subjektif,
Menggunakan diri sendiri,
Paradigma :
Konstruktivis, yaitu melakukan penelitian terhadap sesuatu yang belum
teruji dan berasal dari data empiris (menghasilkan teori),
Strategi :
Etnografi yaitu dengan pendekatan budaya,
Sifat penelitian :
Eksploratif, yaitu masuk atau ikut kedalamnya,
Pengambilan data :
Partisipatif/Observatif,
Instrumen : Diri sendiri

6. Flores : melihat sistem kekerabatan yang erat, kenapa banyak


terjadi konflik?
Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai
dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain
relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila
berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan
pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan identitas budaya setiap suku
bangsa. Terlihat dari banyaknya bahasa antara subsuku Flores, bentuk
bangunan berupa benteng yang seakan-akan melindungin diri dari kelompok
lain, serta pemilihan tempat tinggal diatas tebing yang sulit dijangkau.
7. Maluku : Perang saudara meskipun sudah ada Pela
Sebenarnya pela memang telah merukunkan berbagai peerbedaan di Maluku
sebelumnya, bahkan dulu penduduk islam dan kristen bisa saling menolong
dan hidup rukun berdampingan, namun sekarang setelah adanya berbagai
kerusuhan kini terlihat gap yang jelas antar warga terutama yang berbeda
agama. Hal tersebut dapat dikatakan disebabkan oleh berbagai provokasi
dari pihak tertentu, yang memiliki kepentingan sendiri apabila terjadi
perpecahan di tanah Maluku. Seperti salah satu pandangan dari yaitu dari
Sosiologiwan Maluku, Tamrin Amrin Tomagola, atas kerusuhan Maluku tahun
1999 yang merasa yakin bahwa kerusuhan yang berlanjut bukan hanya
meningkatkan kembali status militer, dan memperketat cengkeraman
teritorial, tetapi juga mengacaukan Presiden Abdurrahman Wahid dan Komisi
Nasional Hak-hak Asasi Manusia yang telah menyangkutkan lima orang
jenderal, termasuk pimpinan tertinggi militer dan mantan menteri kabinet,
Wiranto, dengan tindak kekerasan pasca jajak pendapat di Timor Timur.

Tomagola terus menyatakan bahwa kekerasan di wilayah Muslim memicu


solidaritas di antara Muslim dan menambah sikap negatif mereka terhadap
Presiden dan Komnas HAM.
Jadi intinya, perang di Maluku bukan dilatarbelakangi oleh agama, namun
terjadi karena adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu yang memang
menginginkan perpecahan ditanah Maluku.
TAMBAHAN MATERI
1. proses berkembangnya agama katolik dan protestan di Minahasa?

1563
Kekristenan

pertama

kali

datang

di

Minahasa.

Dan

di

bawa

oleh

missionaries Katolik dari Portugis. Pada tahun ini juga, mereka membaptis

sekitar 1500 orang Minahasa.


1570
Perang antara Portugis dan Ternate , yang membuat pekabaran injil ke
wilayah lain di Minahasa menjadi terhambat. Sehingga wilayah lain di

sekitarnya beberapa wilayah di Sulawesi Utara tidak diinjili.


1831, 12 Juni
Dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann Friedrich Riedel
dan Johann Gottlieb Schwarz tiba di daerah Minahasa untuk memberitakan

Injil.
1817
Joseph Kamp datang ke Minahasa untuk pertama kali, kontribusinya adalah

menyarankan para missionaries agar menginjili di Minahasa.


1875
Kepengurusan jemaat Protestan di Minahasa dialihkan ke suatu sinode
Gereja Protestan yang disebut GPI (Gereja Protestan Indonesia) atau The
protestantsche Kerk In Nedherlandsch-Indhie. Dibawah kepengurusan GPI
gereja di Minahasa semakin bertumbuh, banyak penginjil dan pendeta asal

Minahasa yang kemudian menginjili di wilayah Indonesia Barat dan Tengah.


1880
Lebih dari 80% dari populasi telah dibaptis dan lainya telah menjadi hamba

Tuhan, namun begitu gereja di Minahasa masih dibawah pengawasan GPI.


1934, 30 September
Jemaat Protestan di Minahasa terlepas dari Gereja induknya, The
protestantsche Kerk In Nedherlandsch-Indhie (Gereja Protestan Indonesia)

dan diubah nama menjadi GMIM


1942,
Z. R. Wenas, menjadi ketua Sinode pertama yang berasal dari Minahasa.
1958-1961

Pertikaian antara Pemerintah RI dan PERMESTA telah merusak perumahan


dan membunuh banyak warga di Minahasa, sehingga Badan Pekerja Sinode
GMIM

dalam

sidang

tanggal

12

Maret

1958

mencetuskan

seruan

penghentikanlah kekerasan antara PERMESTA dan Pemerintah Pusat.


2. Budaya minahasa dipengaruhi oleh budaya apa aja?
Pada dasarnya masyarakat minahasa memiliki sikap egaliter dan sikap
berorganisasi yang baik. Dahulu kala minahasa memiliki budaya kuno yang
belum pernah tersentuh oleh berbagai agama yang persebarannya dominan di
masa-masa kerajaan kuno, seperti : buddha, hindu dan islam. Saat memasuki
masa kolonialisme, tepatnnya ketika kedatangan bangsa spanyol dan portugis
di abad ke-14, terjadi akulturasi secara cepat dengan antara suku minahasa
dan bangsa-bangsa eropa. Hal tersebut disebabkan agama kristen yang
dibawa oleh bangsa eropa mirip dengan agama purba yang dianut oleh
masyarakat minahasa. Kemudian daerah minahasa dijadikan anak emas
oleh

kolonial.

Kebudayaan

minahasa

yang

dapat

kita

lihat

sekarang

merupakan bentuk proses pengaruh dari kebudayaan eropa. Saat ini


masyarakat minahasa merupakan masyarakat yang memiliki kemampuan
komunikasi yang tinggi karena mereka rata-rata memiliki kemampuan
berbahasa asing. Hal tersebut diebabkan bahasa melayu manado itu sendiri
merupakan campuran dari bahasa-bahasa yang dibawa oleh bangsa asing
ketika datang ke tanah minahasasa, yaitu : Belanda, spanyol, portugis dan
jepang. Selain itu angka buta aksara masyarakat minahasa merupakan yang
terendah di indonesia (kategori 15 tahun) karena masyarakat minahasa sudah
mendapat pendidikan sejak kedatangan belanda pada masa kolonialisme.
3. Mengapa suku minahasa terbuka?
Suku Minahasa tidak ditemukannya kerajaan atau kesultanan seperti yang ada
di daerah nusantara lainnya. Pemilihan seorang pemimpin dilakukan dengan
cara dipilih dan dimusyawarahkan. Oleh karena itu, tatanan sosial suku
Minahasa

belum

terbentuk

sehingga

mereka

tidak

mengenal

adanya

perbedaan strata sosial. Semua kalangan dalam sistem sosial suku Minahasa
dianggap sejajar atau setara. Akibatnya, sistem mapalus di Minahasa dapat
terus berkembang dan tetap membuka diri terhadap suku lain.
Dalam sisi agama, orang Minahasa masih menganut agama pribumi sebelum
agama Katolik dan Protestan masuk ke Minahasa. Suku Minahasa tidak
mendapat pengaruh dari zaman Hindu-Buddha dan Islam. Dengan kata lain,

perjalanan suku Minahasa dari zaman perunggu langsung menuju zaman


Imperialisme kuno. Sehingga, mereka tidak membenci suku-suku lainnya
karena tendensi agama dan malah terbuka untuk semua suku atau budaya
tanpa melihat agamanya.
4.

10 Fam dari Suku Minahasa ?


Tambahyong, Karamoy, Ratulangi, Rumengan, Sondakh, Soputan, Tendean,
Tilaar, Tumewu, Wenas

5.

Agama Kaharingan di suku Dayak


Pada awalnya, KTP masyarakat Suku Dayak bertuliskan Hindu karena agama
Hindu adalah agama yang paling tua yang ada di Kalimantan. Namun seiring
berjalannya waktu masyarakat Suku Dayak mulai protes dan tidak menerima
pengakuan agama Hindu pada KTP mereka. Padahal pada KTP hanya
bertuliskan agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, Konghuchu.
Sehingga khusus masyarakat Dayak agama dalam KTP dikosongkan. Jika kita
piker lagi, tulisan agama dalam KTP merupakan pengakuan secara formal
bahwa Indonesia adalah Negara beragama sesuai dengan Sila-1 Pancasila.
Sila pertama pancasila berbunyi ketuhanan yang Maha Esa, hal ini
menunjukan bahwa Indonesia sangat menjunung tinggi agama. Selain itu,
dalam pasal Pasal 28E ayat (1), Pasal 28E ayat (2), Pasal 29 ayat (2) UndangUndang Dasar 1945 juga menyebutkan tentang kebebasan memeluk agama
bagi seluruh warga Indonesia.
Namun pada jaman Orde Baru pemerintah memberlakukan lima agama besar
yang resmi diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu Dharma,
dan Budha. Hal ini menimbulkan kebingungan tersendiri bagi masyarakat
Dayak yang menganut kepercayaan Kaharingan. Di satu pihak mereka harus
memilih salah satu dari agama-agama yang diakui pemerintah, sementara di
pihak lain ajaran-ajaran yang ditawarkan oleh para misionanis dan penyebar
agama tersebut dianggap tidak dapat mewadahi kepercayaan asli mereka.
Karena agama yang resmi/diakui hanya ada 6 (ditambah konghuchu) jadi mau
tidak mau orang suku dayak harus memilih dari 6 pilihan tersebut, dan
mereka memilih agama hindu, karena dianggap memiliki konsep yang sama
dengan kepercayaan Kaharingan, sehingga muncul istilah agama hindu
kaharinga.
Dalam hal ini seharusnya harus lebih meneloransi terhadap mereka yang
menganut agama diluar agama resmi yang diakui di Indonesia, karena pada
dasarnya kebebasan beragama merupakan hak asasi yang paling dasar. Tidak
seperti sekarang yang terkesan memaksakan, diantaranya dalam pengisian

kolom agama pada KTP yang harus diisi dengan memilih salah satu dari 6
agama yang diakui di Indonesia.
Salah satu langkah yang bisa ditempuh pemerintah adalah dengan merevisi
UU No. 1/PNPS Tahun 1965. Namun hal itu sangat jarang diperhatikan oleh
pemerintah sekarang ini, karena pada saat ini pemerintah cenderung fokus
pada urusan ekonomi dan urusan lain diluar agama.
6.

Nama Fam di Maluku


Fam Orang Maluku merujuk kepada nama fam (familienam), nama keluarga,
nama marga atau mataruma yang dipakai di belakang nama depan atau nama
-

7.

lahir masyarakat Ambon/Maluku. Contohnya:


Abel
Chatib
Omega
Palpia
Que
Latuconsina
Upacara tutup peti ketika ada orang Tionghoa yang meninggal?
Selama persemayaman, jenazah sudah mulai disembah dengan dipimpin oleh
padri (Sai Kong) atau Bikhu/Bikhuni. Sanak keluarga dikumpulkan dengan
mengenakan pakaian berkabung, dan mereka diminta untuk membakar dupa,
berlutut dan mengelilingi peti mati berulang-ulang sebagai tanda hormat.
Anak sulung (laki-laki) memegang Tong Huan sebagai alat sembahyang
selama ritual itu. Setelah ditetapkan hari dan jamnya, maka jenazah tersebut
segera dimasukkan ke dalam peti sambil diisi barang-barang kesukaan
almarhum dan kemudian dipenuhkan dengan uang kertas sembahyang.
Sesudah jenazah dimasukkkan ke dalam peti, maka diadakan sembahyang
memaku peti jenazah. Pada saat itu padri mengucapkan kalimat It thiam
teng, po pi kia sai artinya paku pertama diberkatilah anak menantu,
dengan demikian seterusnya sampai paku ke empat. Upacara tutup peti ini
dilakukan pada sore/malam hari. Terdapat sebuah aturan tak tertulis bahwa
anak perempuan dan anggota keluarga lain harus menangis dengan keras
selama

prosesi

ini.

Setelah

itu

diadakan

doa

dengan

harapan

agar

meringankan dosa yang diperbuat oleh orang yang meninggal itu. Selain itu
bagi mereka, cara menggeser peti mati itu juga ada syaratnya, tidak boleh
menyentuh kosen pintu rumah, sebab menurut kepercayaan mereka roh
almarhum itu akan tinggal di tempat yang tersenggol dan itu akan
mengganggu aktivitas hidup sehari-hari

SELAMAT BELAJAR !!! BELAJAR DI LUAR KISI-KISI JUGA YA !!! SEMOGA


SUKSES
*TIM KISI-KISI*