Anda di halaman 1dari 7

INT.

TOKO SEPATU PRIA - DAY


Sebuah toko sepatu kecil yang menjual berbagai jenis sepatu
pria berbahan kulit. Di bagian tengah toko itu berjejer dua
kursi sofa berbentuk kotak panjang berwarna merah. Di bagian
depan toko terlihat jendela kaca yang cukup besar dan pada
kaca itu terdapat tulisan Rosebud Shoe Company. Lantai toko
menggunakan parkit bermotif kayu yang berwarna cokelat gelap.
Berbagai macam sepatu kulit pria terpajang di rak yang
menempel pada dinding-dinding toko. Seluruh dinding di toko
itu berwarna merah. SAHABAT PRIA (28 tahun) sedang duduk di
salah satu sofa dan mencoba sepatu penny loafer berwarna
coklat ditemani oleh ASTRI (25 tahun), penjaga toko itu.
SAHABAT PRIA
Kesempitan nih.. Ukuran 45 ada?
ASTRI
Kakimu sih kaya kaki gajah. Bentar
ya, aku cek di lemari dulu. Kayanya
sih ada..
Saat Astri hendak berjalan ke arah lemari sepatu yang ada di
belakang tempat Sahabat Pria duduk, Sahabat Pria memegang
tangannya.
SAHABAT PRIA
(bersuara lirih)
Astri.. Aku bisa dapet potongan
30%, kan?
ASTRI
(sambil tersenyum)
Iyaaa.. tapi kalau sepatunya ada.
SAHABAT PRIA
(melepas tangan Astri)
Yes! Pasti ada. Aku yakin.
Astri kemudian membuka lemari sepatu yang berpintu geser.
Terlihat dus-dus sepatu berbaris rapi di lemari itu. Pada
tiap dus, tertempel sticker bergambar model sepatu beserta
ukurannya. Saat sedang sibuk mencari sepatu yang diminta,
terlihat Sahabat Pria memberi kode kepada seseorang yang
berada di luar toko. Dus sepatu tipe penny loafer berukuran
45 akhirnya ditemukan oleh Astri. Dus itu kemudian ia
keluarkan dari dalam lemari.
ASTRI
Wah kamu beruntung banget, Di. Ada
nih, last stock.
Saat itu Astri masih melihat ke arah dus sepatu dan terlihat
Sahabat Pria masih memberikan kode kepada orang yang berada
di luar toko. Dan saat Astri membuka dus sepatu yang dipesan
oleh Sahabat Pria:

2.

Eh?

ASTRI (CONTD)

Bukan sepatu penny loafer yang ada di dalam dus itu,


melainkan sepasang sepatu high heels berwarna merah, dan
sebuah kartu ucapan yang bertuliskan: HAPPY 7TH ANNIVERSARY
MY DEAREST, ASTRI ANANTADEWI. Astri langsung menoleh ke arah
Sahabat Pria. Sahabat Pria tersenyum, kemudian, dengan gaya
seperti seorang pesulap yang memberikan kejutan kepada
penontonnya, ia menggerakkan kedua tangannya ke arah kaca
jendela toko. Astri menoleh ke kaca jendela itu. Di sana,
telah berdiri seorang lelaki yang menutupi wajahnya dengan
seikat bunga mawar merah, dan saat bunga itu ia turunkan ke
depan dadanya, terlihat wajah BAYU (28 tahun), pacar Astri.
Bayu!

ASTRI (CONTD)

Astri bergegas lari keluar toko.


EXT. DI DEPAN TOKO SEPATU - DAY
Astri dan Bayu berpelukan di depan toko sepatu. Sedangkan di
dalam toko, terlihat penjaga kasir dan salah seorang pegawai
yang lain, mendekat ke arah Sahabat Pria.
BAYU
(sambil memberikan bunga)
Happy 7th anniversary ya, sayang.
ASTRI
Apaan sih, pake ginian segala!
Astri berniat mencium Bayu. Tapi Bayu menahannya, ia menunjuk
ke arah jendela toko sepatu. Terlihat penjaga kasir, seorang
pegawai yang lain, dan Sahabat Pria sedang bengong melihat
mereka berdua. Astri seketika mengurungkan niatnya. Tapi
Sahabat Pria bertindak cepat, ia menghasut penjaga kasir dan
pegawai di toko itu agar mendukung Bayu untuk mencium Astri.
Mereka bertiga menepuk-nepukkan tangan, sambil berteriak:
Cium! Cium! Cium!... Meski suara mereka tidak terdengar
dari luar toko, tapi, artikulasi mulut mereka yang sedang
mengucapkan kata Cium, terlihat begitu jelas. Bayu pun
kemudian memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya ke
bibir Astri.
FADE TO BLACK
OPENING TITLE: SEPATU MERAH
EXT. TROTOAR PERTOKOAN - NIGHT
Sahabat Pria, KEKASIH-nya (25 tahun), dan Bayu, berjalan di
atas trotoar, melewati beberapa toko dan cafe. Hingga
akhirnya, mereka bertiga tiba di depan sebuah restoran
masakan Eropa.

3.
Sahabat Pria dan Kekasihnya lebih dulu masuk ke dalam
restoran. Bayu masih di depan pintu masuk, melihat di
sekitar, memastikan kalau Astri memang belum tiba di restoran
itu. Sebelum akhirnya Bayu memutuskan untuk masuk ke dalam
restoran, terdengar SUARA GEMURUH PETIR. Sempat beberapa saat
melihat langit, setelah itu, Bayu masuk ke dalam restoran.
INT. RESTORAN MASAKAN EROPA - NIGHT
Mereka bertiga duduk di sebuah meja bundar. Sahabat dan
Kekasih-nya duduk berdekatan, sedangkan Bayu duduk di samping
kursi yang masih kosong. SUARA LAGU yang dibawakan oleh
sebuah band yang ada di panggung restoran terdengar cukup
kencang. Kemudian pelayan restoran datang menghampiri mereka
bertiga.
SAHABAT PRIA
Astri udah di mana, Bay?
BAYU
(sambil mengecek
handphone)
Nggak tahu, nih..
KEKASIH SAHABAT
Coba ditelpon dulu..
BAYU
Ok. Kalian tolong pesenin, ya. Tapi
jangan ada daging merah sama telor.
Soalnya Astri alergi sama yang..
SAHABAT PRIA
Iya, iya! Udah sana telpon dia aja.
Sahabat dan Kekasihnya lalu memesan makanan, sedangkan Bayu
berjalan keluar restoran.
EXT. DI DEPAN RESTORAN - NIGHT
Bayu keluar dari rerstoran dan menelpon Astri.
BAYU
Halo Astri.. Kamu udah di mana?
ASTRI (V.O.)
Sorry, Bay.. Aku telat. Di sini
hujan deras banget. Aku belum bisa
berangkat. Kamu udah nyampe dari
tadi, ya?
BAYU
Nggak kok, ini baru aja.
ASTRI (V.O.)
Di sana hujan?

4.

Nggak.

BAYU

ASTRI (V.O.)
Aduh sorry ya, Bay. Padahal aku
udah siap banget. Tinggal berangkat
aja.
BAYU
Iya, iya, sayang.. mungkin bentar
lagi hujannya selesai.
ASTRI (V.O.)
Pasti. Kalau udah redaan dikit aku
pasti langsung ke sana. Kamu tenang
aja, aku pasti dateng.
BAYU
Oke... hati-hati ya ke sininya.
ASTRI (V.O.)
Siap! Bye, honey. See you there..
BAYU
Bye.. Hati-hati!
Iyaa..

ASTRI (V.O.)

Setelah percakapan itu selesai, Bayu pun masuk ke dalam


restoran.
INT. RESTORAN MASAKAN EROPA - NIGHT
Bayu kembali bergabung dengan Sahabat Pria dan Kekasih di
meja bundar.
KEKASIH SAHABAT
Gimana, Bay?
BAYU
Dia agak telat. Di rumahnya hujan
deras banget.
SAHABAT PRIA
Ya udah santai aja. Makanan kita
dateng, dia pasti udah di sini. Oh
iya, Bay.. Kita berdua ada surprise
buat lo.
BAYU
Surprise apaan?
Sahabat dan Kekasih-nya beranjak dari meja dan berjalan
menuju panggung kecil yang ada di tengah restoran. Sang
Sahabat mengambil gitar, Sang Kekasih duduk di depan mic dan
memberi sambutan kepada pengunjung restoran.

5.
KEKASIH SAHABAT
Selamat malam bapak ibu sekalian.
Mohon waktunya sebentar. Kami
berdua di sini ingin membawakan
sebuah lagu untuk sahabat terbaik
kami, Bayu, yang lagi duduk
sendirian di deket jendela itu.
Hari ini dia ngerayain 7 tahunan
sama pacarnya, Astri.
Lalu Sahabat Pria menggunakan mic yang ada di hadapannya.
SAHABAT PRIA
Tapi Astrinya nggak dateng, karena
tadi pagi si Bayu diputusin.
Pengunjung restoran tertawa.
KEKASIH SAHABAT
Bohong, bohong. Jahat banget sih.
Astrinya lagi dalam perjalanan ke
sini. Di rumahnya lagi hujan deras
banget. Mohon doanya dari bapak ibu
sekalian, supaya Astrinya cepet
nyampe sini. Mohon doanya juga
supaya mereka berdua nanti bisa
cepet-cepet nikah, dan langgeng
sampe kakek nenek.
Pengunjung restoran beberapa ada yang mengamini. Terlihat
juga Bayu yang malu karena apa yang dilakukan oleh temantemannya.
KEKASIH SAHABAT (CONTD)
Sebuah lagu dari Bob Marley,
Satisfy Your Soul, untuk sahabat
kami yang terbaik, Bayu & Astri.
MUSIK: Satisfy Your Soul dari Bob Marley versi akustik
Sebuah PESAN MASUK ke handphone Bayu. Pesan itu dari Astri
yang mengatakan dia sudah di dalam kereta sedang dalam
perjalanan menuju restoran.
Sahabat dan Kekasih-nya pun selesai membawakan lagu. Seluruh
pengunjung restoran bertepuk tangan. Bayu juga, tapi hanya
sebentar saja, ia kemudian melihat ke luar jendela restoran,
dan hujan pun turun.
Kembali sebuah PESAN MASUK ke handphone Bayu. Astri meminta
Bayu untuk menyantap makanan lebih dulu, karena dia akan
sangat terlambat, tanpa memberikan alasan, dan meminta maaf.
Pelayan restoran datang membawa makanan pembuka, saat Sahabat
dan Kekasih-nya sudah kembali ke meja.

6.
SAHABAT PRIA
Kita nggak apa nih, Bay, makan
duluan?
BAYU
Nggak apa. Tadi si Astri bilangnya
gitu.
SAHABAT PRIA
Dia dateng nggak sih?
BAYU
Bilangnya sih dateng. Tapi bakal
telat banget. Dan dia nggak bilang
alasannya apa.
KEKASIH SAHABAT
Pikir positif aja. Mungkin aja dia
lagi nyiapin kado baut kamu, Bay.
Bayu dan Sahabatnya pun menerima alasan itu. Makanan pembuka
kemudian disantap bersama. Begitu juga dengan hidangan utama.
Sebotol anggur merah datang dibawakan oleh pelayan. Saat
botol akan dibuka, Sahabat menahannya. Sang Pria diminta
untuk menelpon Sang Wanita lagi. Kali ini, telepon tidak
diangkat.
EXT. DI DEPAN RESTORAN - NIGHT
Mereka bertiga keluar dari restoran. Bayu membawa bungkusan
yang di dalamnya berisi sebotol anggur merah yang masih
tertutup rapat. Sahabat dan Kekasih mengucapkan selamat
tinggal kepada Sang Pria. Di depan sebuah restoran yang sudah
semakin sepi, Sang Pria mengeluarkan sebuah kotak berwarna
merah dari dalam kantong jaketnya. Dia membuka kotak itu, dan
di dalamnya tersimpan sebuah cincin pertunangan.
EXT. TROTOAR JALAN - NIGHT
Bayu berjalan di atas torotar jalan sendirian. Jalan raya
tampak lengang, masih basah karena hujan yang mengguyur
sebelumnya. Di perempatan jalan, cukup jauh dari tempat Bayu
berdiri, tampak orang-orang ramai sedang berkumpul. Bayu
mempercepat langkahnya. Sebuah mobil ambulan datang dari
belakang Bayu, menghampiri kerumunan itu.
Begitu tiba di kerumunan, Bayu melihat sebuah motor berwarna
merah dengan mesin yang besar, ringsek. Pengendara motor,
dengan jaket kulit berwarna hitam dan helm full face di
tangan kanannya, berdiri di antara kerumunan tersebut.
Seorang petugas ambulan menanyakan keadaan pengendara motor
itu, dua orang petugas ambulan yang lain, mengeluarkan tandu
dari dalam mobil dan menutup jenazah yang tergelatak di
trotoar dengan sehelai kain.

7.

Bayu berusaha menorobos kerumunan. Botol anggur yang


dibawanya terjatuh. Dia melihat sepatu high heels merah yang
pada pagi hari ia berikan kepada kekasihnya, menempel di kaki
jenazah yang akan diangkut oleh petugas ambulan.