Anda di halaman 1dari 22

STUDY LITERATUR

A. High Rise Building

a. Pengertian High Rise Building

Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan bangunan
tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (23 m).

Bangunan Tinggi adalah istilah untuk menyebut suatu bangunan yang memiliki struktur tinggi.
Struktur bangunan tinggi memiliki tantangan desain untuk pembangunan struktural dan

Penambahan ketinggian bangunan dilakukan untuk menambahkan fungsi dari bangunan tersebut.

geoteknis, terutama bila terletak di wilayah seismik atau tanah liat memiliki faktor risiko geoteknis

Contohnya bangunan apartemen tinggi atau perkantoran tinggi.


Bangunan tinggi menjadi ideal dihuni oleh manusia sejak penemuan elevator (lift) dan bahan
bangunan yang lebih kuat. Berdasarkan beberapa standard, suatu bangunan biasa disebut sebagai
bangunan tinggi jika memiliki ketinggian antara 75 kaki dan 491 kaki (23 m hingga 150 m). Bangunan
yang memiliki ketinggian lebih dari 492 kaki (150 m) disebut sebagai pencakar langit. Tinggi rata-rata
satu tingkat adalah 13 kaki (4 meter), sehingga jika suatu bangunan memiliki tinggi 79 kaki (24 m) maka
idealnya memiliki 6 tingkat.

seperti tekanan tinggi atau tanah lumpur. Tantangan yang tidak kalah besar lainnya adalah bagaimana
pemadam kebakaran bertugas selama keadaan darurat pada struktur tinggi. Desain baru dan lama
bangunan, sistem bangunan seperti sistem pipa berdiri bangunan, sistem HVAC (Heating, Ventilation
and Air Conditioning), sistem penyiram api dan hal lain seperti evakuasi tangga dan elevator mengalami
masalah seperti itu.

Bahan yang digunakan untuk sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan besi.

Salah satu contoh peristiwa tantangan terhadap pemadam kebakaran yang pernah terjadi adalah

Banyak pencakar langit bergaya Amerika memiliki bingkai besi, sementara blok menara penghunian

ketika pemadam kebakaran diarahkan ke sebuah hotel tinggi di Lexington, Kentucky dengan laporan

dibangun tanpa beton.

adanya asap pada bangunan tersebut. Ketika pemadam mencari sumbernya, mereka menemukan asap di

Meskipun definisi tetapnya tidak begitu jelas, banyak lembaga mencoba mengartikan pengertian
'bangunan tinggi', antara lain:

lorong, bukan di kamar tamu. Ini membantu pemadam mengetahui bahwa masalahnya berasal dari
sistem HVAC dan bahaya asli tidak terjadi.

International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi


Bangunan tinggi mulai dibangun pada waktu awal berdirinya Amerika selama kebangkitan

sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasi"

New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai "bangunan yang

memiliki 10 tingkat.

memiliki banyak tingkat"

industri. Menggunakan bahan ringan, mereka mampu membuat bangunan bertingkat 8. Asch Building

Massachusetts General Laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 70 kaki (21 m)

b. Karakterisik Bangunan Tinggi

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Tinggi Bangunan.

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Seperti julukannya, tentu saja gedung ini tinggi dan menjulang. Kita dapat mengkategorikan

Typical.

ketinggian gedung berdasarkan jumlah lantainya. Walaupun tidak sepenuhnya benar karena bisa
saja jumlah lantai banyak tapi tinggi floor to floor rendah. Jika dianggap tinggi floor to floor

Struktur pada gedung high rise building umumnya typical kecuali pada elemen vertikal yang

adalah 3.75 m (standart), maka suatu gedung dapat dikategorikan high rise building apabila

mengecil pada kenaikan lantai tertentu. Hal ini karena kondisi beban di tiap lantai relatif sama.

memiliki jumlah lantai di atas 20 lantai. Berdasarkan pengamatan, umumnya gedung di Jakarta

Gaya geser akibat gempa saja yang berbeda namun gaya tersebut ditopang oleh elemen struktur

berada pada ketinggian 20 35 lantai. Di atas 35 lantai masih sedikit.

shearwall. Kondisi yang typical akan memudahkan dalam perencanaan dan pelaksanaan.

Gambar gedung high rise building yang typical


Gedung Al-Burj Dubai yang menjulang tinggi

Luas per lantai.

Gedung high rise building umumnya menghadapi masalah keterbatasan lahan baik dalam rangka
perencanaan parking area dan landscape maupun pelaksanaan sebagai tempat site installation.

Tujuan gedung high rise building adalah menambah ruang dengan keterbatasan lahan. Sehingga
bangunan ini cenderung memiliki luas tapak bangunan yang kecil. Umumnya memiliki luas per
lantai berkisar pada 750 m2 1500 m2.

Keterbatasan lahan.

Pengaruh angin dan gempa yang tinggi.


Gedung ini, karena bentuk fisiknya yang langsing dan tinggi, secara alamiah sangat terpengaruh

Type struktur.

oleh aspek angin dan goyangan gempa.

Type struktur ada tiga yaitu open frame, flat-slab, dan bearing wall system. Dari ketiga jenis
struktur tersebut, system open frame yang paling banyak dipakai, diikuti oleh system flat-slab.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Schedule pelaksanaan ketat.


Pada pelaksanaan proyek gedung high rise building, schedule pelaksanaan sangat ketat. Cukup
banyak proyek gedung mengalami keterlambatan karena sebenarnya waktu yang dibutuhkan
tidaklah memadai. Hal ini disebabkan oleh masih cukup tingginya risiko dan ketidakpastian
dalam pelaksanaannya serta ketergantungan terhadap cuaca.

Gambar pemodelan pengaruh angin terhadap gedung

Target biaya hampir selalu ketat. Hal ini dapat disebabkan oleh tingkat kompetisi yang tinggi
oleh pengembang maupun kontraktor.

Risiko tinggi.
Pada pelaksanaan proyek ini, risiko yang mmungkin terjadi cukup banyak dengan probability

yang tinggi. Perlu antisipasi sejak awal pelaksanaan.

Target biaya yang ketat.

Target mutu yang tinggi.


Gedung high rise building adalah icon dan lambang prestise bagi pemiliknya. Sehingga dituntut
memiliki kualitas yang tinggi baik dari sisi spesifikasi maupun pelaksanaannya.

Kompleksitas tinggi.
Proyek gedung memiliki item pekerjaan yang banyak, melibatkan banyak pihak, durasi
pelaksanaan yang seharusnya lebih panjang, risiko yang tinggi, ketidakpastian tinggi, serta
melibatkan disiplin ilmu yang banyak. Gedung high rise building bisa jadi salah satu bangunan
yang memiliki kompleksitas yang tertinggi.

Volume pekerjaan yang besar.


Gambar Tuntutan Kualitas Design Exterior

Gedung high rise building memiliki jumlah lantai di atas 20 pada umumnya. Hal ini
menyebabkan volume pekerjaan yang harus dilakukan dalam jumlah yang besar.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Tuntutan safety yang tinggi.


Gedung high rise building memiliki risiko bahaya ketinggian. Semakin tinggi akan semakin
bahaya. Sehingga tuntutan safety akan makin tinggi jika ketinggian gedung bertambah.

Ketergantungan alat TC dan PH.


Diperlukan alat angkat dan transportasi yang memadai pada gedung high rise building. Tanpanya
maka pelaksanaan akan sangat sulit.

Nilai kontrak yang besar.


Tingginya volume pekerjaan dan banyaknya item pekerjaan membuat nilai kontrak pekerjaan
gedung high rise building cukup besar.

c. Struktur Bangunan High Rise


1. Struktur Kolom Balok
Struktur kerangka atau skeleton terdiri atas komposisi dari kolomkolom dan balok-balok.
Kolom sebagai unsur vertikal berfungsi sebagai penyalur beban dan gaya menuju tanah,
sedangkan balok adalah unsur horisontal yang berfungsi sebagai pemegang dan media pembagian

Gambar Tower Crane Saat Pelaksanaan Gedung

beban dan gaya ke kolom. Kedua unsur ini harus tahan terhadap tekuk dan lentur.
Selanjutnya dilengkapi dengan sistem lantai, dinding, dan komponen lain untuk

Bentuk arsitektural.

melengkapi kebutuhan bangunan untuk pembentuk ruang. Sistem dan komponen tersebut
Hal ini disebabkan bahwa gedung high rise building menjadi icon lambang prestise sehingga

diletakkan dan ditempelkan pada kedua elemen rangka bangunan. Dapat dikatakan bahwa elemen

diperlukan design arsitektur yang cantik.

yang menempel pada rangka bukanlah elemen struktural (elemen non-struktural). Bahan yang
umumnya dipakai pada sistem struktur rangka adalah kayu, baja, beton (Gambar 4.19) termasuk

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

beton pra-cetak . Semua bahan tersebut harus tahan terhadap gaya-gaya tarik, tekan, puntir dan

2. Struktur Dinding Geser

lentur. Saat ini bahan yang paling banyak digunakan adalah baja dan beton bertulang karena

Dinding Geser adalah jenis Struktur dinding yang berbentuk Beton bertulang yang biasanya

mampu menahan gaya-gaya tersebut dalam skala yang besar. Untuk bahan pengisi non-

digunakan pada dinding-dinding Lift pada gedung-gedung tinggi..,namun demikian Struktur jenis

strukturalnya dapat digunakan bahan yang ringan dan tidak mempunyai daya dukung yang besar,

ini bisa juga digunakan pada dinding-dinding yang memerlukan kekakuan dan ketahanan khusus.

seperti susunan bata, dinding kayu, kaca dan lainnya.

Fungsi Dinding Geser pada Gedung secara Umum :

Sistem rangka yang dibentuk dengan elemen vertikal dan horisontal baik garis atau

Memperkokoh Gedung.

bidang, akan membentuk pola satuan ukuran yang disebut grid (Gambar4.20). Grid berarti kisi-

Dengan struktur dinding Beton bertulang, maka Dinding bukan hanya sebagai penyekat ruangan

kisi yang bersilangan tegak lurus satu dengan lainnya membentuk pola yang teratur. Berdasarkan

tetapi berfungsi juga sebagai Struktur Bangunan yang ikut memikul gaya2 beban yang bekerja

pola yang dibentuk serta arah penyaluran pembebanan atau gayanya, maka sistem rangka

pada Balok dan kolom sekitarnya.

umumnya terdiri atas dua macam yaitu: sistem rangka dengan bentang satu arah (one way

spanning) dan bentang dua arah (two way spanning). Bentuk grid persegi panjang menggunakan

Secara Geografis Negara kita pada umumnya dan daratan Flores pada khususnya adalah tempat

sistem bentang satu arah, dengan penyaluran gaya ke arah bentang yang pendek. Sedangkan

yang sangat rentan terhadap Gempa, Dengan Dinding sistem Shearwall maka gaya gempa yang

untuk pola grid yang cenderung bujursangkar maka penyaluran gaya terjadi ke arah kedua

terjadi akan direduksi, sehingga mampu mengurangi akibat yang terjadi pada bentuk bangunan

sisinya, maka sistem struktur yang digunakan adalah sistem bentang dua arah. Aksi struktur dua

yang ada.

arah dapat diperoleh jika perbandingan dimensi bentang panjang dengan bentang pendek lebih

kecil dari 1,5.

Meredam Goncangan akibat Gempa.

Mengurangi Biaya Perawatan Gedung.

Dengan semakin Kokohnya Gedung yang menggunakan Shearwall, maka kerusakan-kerusakan


yang timbul akibat guncangan Gedung akibat Gempa bisa di minimalisir sehingga akan
mengurangi biaya perawatan yang seharusnya dikeluarkan apabila gedung tidak menggunakan
jenis dinding ini.

Daya Pikul Beban disekitar dinding mampu ditingkatkan.

Dengan dinding jenis Shearwall maka kemampuan lantai beton diatasnya untuk menerima beban
semakin naik, besarnya kekuatan lantai akan berbanding lurus dengan ketebalan shearwall itu
sendiri.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Umur Pakai Gedung semakin lama.

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

3. Sistem Struktur Tabung


Berdasarkan letak dan fungsinya, dinding geser dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis yaitu :

Perkembangan mutakhir dalam rancangan struktur tabung, dikembangkan oleh Fazlur Khan.

1. Bearingwalls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besarbeban gravitasi.

Saat ini , 4 dari 5 bangunan tinggi di dunia menggunakan struktur tabung. Bangunan tinggi itu

Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisiantarapartemen yang berdekatan.

diantaranya Hancock Building, Sears Building, Standard Oil Building. Sistem ini lebih efisien
karena penggunaan bahan bangunan per m2 hampir sebanding dengan dengan jumlah yang

2. Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimanabeban gravitasi berasal

digunakan untuk bangunan rangka yang besarnya separuh dari bangunan diatas.

dari frame beton bertulang. Tembok-tembok inidibangun diantara baris kolom.

Pada dasarnya struktur tabung terbagi menjadi 2 besar yaitu :

3. Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusatdalam gedung, yang

Tabung Kosong

biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang

Tabung dengan pengaku interior

terletakdi kawasan inti pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihanekonomis.

Tabung kosong terbagi dalam :


1. Tabung rangka (frame tube)

Dalam praktiknya, dinding geser selalu dihubungkan dengan sistem rangka pemikul

2. Tabung truss (trussed tube), dalam sistem ini terbagi menjadi : Tabung rangka kolom diagonal

momen pada gedung. Dinding struktural yang umum digunakan pada gedung tinggi adalah

dan tabung rangka lattice

dinding geser kantilever dan dinding geser berangkai. Berdasarkan SNI 03-2847-2002, dinding

Tabung dengan pengaku interior terbagi dalam :

geser beton bertulang kantilever adalah suatu subsistem struktur gedung yang fungsi utamanya

1. Tabung dengan dinding geser

untuk memikul beban geser akibat pengaruh gempa rencana. Kerusakan pada dinding ini hanya

2. Tabung dalam tabung (tube in tube)

boleh terjadi akibat momen lentur (bukan akibat gaya geser), melalui pembentukan sendi plastis

3. Tabung yang dimodifikasi (modified tube), dalam sistem ini terbagi dalam tabung rangka

di dasar dinding. Nilai momen leleh pada dasar dinding tersebut dapat mengalami pembesaran

dengan rangka kaku dan tabung dalam semi tabung

akibat faktor kuat lebih bahan. Jadi berdasarkan SNi tersebut, dinding geser harus direncanakan

4. Tabung modular (modular tube)

dengan metode desain kapasitas. Dinding geser kantilever termasuk dalam kelompokflexural

Dalam striktur Tube in Tube sistem yang kosong dikembangkan dengan cara memberikan

wall , dimana rasio antara tinggi dan panjang dinding geser tidak boleh kurang dari 2 dan dimensi

kekuatan dengan menambah inti (core), yang tidak hanya berfungsi sebagai bagian yang

panjangnya tidak boleh kurang dari 1.5 m.

menahan beban vertikal namun juga akan membantu menahan beban horizontal (lateral). Struktur
lantai mengikat tabung secara bersama dan memberikan jawaban terhadap beban lateral sebagai

Sumber : http://yohannachristiani.blogspot.co.id/2012/06/shear-wall.html

satu kesatuan. Struktur tabung sendiri yang ada didunia minimal 83 lantai yaitu standart oil
building, sebagai sistem Struktur untuk Tube in Tube ini biasanya digunakan hanya untuk
bangunan bertingkat tinggi, hal ini dikarenakan biaya yang keluar akan sangat mahal jika

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

digunakan dengan untuk bangunan dibawah 40 lantai. Selaian dari segi ketinggian yang bisa

5. Sistem Struktur Kantilever

mencapai 100 lantai lebih serta bisa menahan beban gempa, angin serta Sistem tabung ini akan

Balok kantilever adalah balok yang salah satu ujungnya terdapat tumpuan jepit dan ujung

bekerja dengan baik sebagai hollow-tube bila perimeter gedung berupa dinding-dinding kaku

lain menggantung (bebas). Balok kantilever yang menahan beban gavitasi menerima momen

sebagai struktur penahan gaya-gaya lateral yang tentunya harus dikombinasikan dengan struktur

negatif pada keseluruhan panjang balok tersebut. Akibatnya tulangan balok kantilever

lantai yang kaku sebagai rigid diaphragm, Dalam implementasinya struktur dinding kaku tersebut

ditempatkan pada bagian atas atau sisi tariknya seperti yang diperlihatkan pada gambar. Untuk

diwakili oleh kolom-kolom perimeter yang rapat dan diikat oleh balok tepi yang tinggi (deep

batang seperti pada gambar, momen maksimum terjadi pada penampang di bagian peletakan.

spandrel beam). Sistem ini paling banyak digunakan karena dapat mengakomodasi jendela-

Akibatnya sejumlah besar tulangan diperlukan pada titik ini. Tulangan tidak tidak dapat hanya

jendela pada lubang-lubang diantara kolom-kolom perimeter.

sampai pada tumpuan, harus dipanjangkan atau diangkur pada beton di sebelah luar tumpuan.
Perpanjangan ini disebut sebagai panjang penyaluran (development length). Panjang penyaluran

4. Sistem Struktur Core

ini tidak harus lurus seperti yang diperlihatkan pada gambar, karena tulangan akat dikaitkan pada

Core adalah tempat untuk memuat sistem- sistem transportasi mekanis, dan sebagai distrubusi

90 derajat atau 180 derajat.

energi seperti lift, tangga, wc dan shaft mekanis. Terdapat berberapa bentuk inti pada core seperti
berikut(Schueller, 1989) :
- Bentuk inti :
1. Inti terbuka (N)
2. Inti tertutup (B)
3. Inti tunggal dengan kombinasi inti linear (A)
- Jumlah inti :
1. Inti tunggal
2. Inti jamak
- Letak inti
1. Inti di dalam (C)
2. Inti di sekeliling (J)
3. Inti di luar (M)
- Susunan inti
1. Inti Simetris (F)
2. Inti Asimetris (J)
- Geometri bangunan sebagai penentuk bentuk bangunan
1. Langsung (K)
2. Tidak langsung (P)

Gambar. Balok kantilever


6. Kombinasi
System struktur kombinasi adalah sebuah gabungan atau rangkaian dari berbagai macam elemenelemen system struktur yang ada yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan
yang utuh. seperti gabungan antara struktur vertical dan struktur horizontal. Adanya kombinasi
struktur core, kolom balok, dan dinding geser di dalam suatu bangunan tinggi.

d. Utilitas Bangunan

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Dalam pembangunan gedung tinggi tentunya dibutuhkan teknologi yang

1. Kesehatan.

tinggi juga untuk mendukung menciptakan kenyamanan bagi pengguna, salah

2. Penggunaan air.

satunya adalah masalah utilitas bangunan. Utilitas Bangunan adalah suatu

3. Pengolahan dan pembuangan limbah.

kelengkapan fasilitas yang digunakan untuk menunjang tercapainya unsur-unsur


kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudahan komunikasi, dan mobilitas

2.

dalam pembangunan

Perancangan Pencegahan Kebakaran


Untuk menghindari terjadinya kebakaran pada suatu bangunan, diperlukan

Perancangan bangunan harus selalu memperhatikan dan menyertakan

suata cara atau sistem pencegahan kebakaran karena bahaya kebakaran dapat

fasilitas utilitas yang dikoordinasikan dengan perancangan lain (struktur,

menimbulkan kerugian berupa korban manusia, harta benda, terganggunya proses

arsitektur, interior dan lain-lain). Berikut perencanaan utilitas bangunan yang

produksi barang dan jasa, kerusakan lingkungan dan terganggunya masyarakat.

harus dipenuhi pada sebuah pembangunan konstruksi:

Bahaya kebakaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

1.

Perancangan Plambing dan Sanitasi

1. Bahaya kebakaran ringan

Sedangkan sistem plambing adalah sistem penyediaan air bersih dan sistem

Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana terdapat bahan-bahan yang

pembuangan air kotor yang saling berkaitan serta merupakan paduan yang

mempunyai nilai kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran

memenuhi syarat, yang berupa peraturan dan perundangan, pedoman pelaksanaan,

melepaskan panas rendah dan menjalarnya api lambat.

standar tentang peralatan dan instalasinya .

2. Bahaya kebakaran sedang.

Sistem plambing yang baik bergantung pada sistem plambing pemipaan

3. Bahaya kebakaran berat.

yang baik pula. Selain pemipaan, terdapat hubungan yang erat juga antara masalah

Merupakan bahaya terbakar pada tempat dimana terdapat bahan-bahan yang

penyediaan air dan sanitasi, dimana sanitasi berhubungan langsung dengan

mempunyai nilai kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran

beberapa aspek berikut:

melepaskan panas sangat tinggi dan menjalarnya api sangat cepat.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Perancangan sistem ini erat kaitannya dengan sistem plumbing karena agar

aliran udara alam maupun aliran udara buatan . Perencangan pengudaraan atau

meminimalisir bahaya bencana kebakaran maka dikembangkan sistem-istem

penghawaan adalah perencanaan untuk mendapatkan aliran udara yang tepat

yang melingkupi pengaliran air, sebagai media pemadaman guna mencegah

untuk ruangan serta pengontrolannya.

bahaya kebakaran skala besar, sistem pencegahan tersebut diantaranya adalah:


1. Sistem hidran
2. Sistem sprinkle

Gambar 2.7 Penyejuk Udara Buatan (AC)

4.

Perancangan Penerangan/pencahayaan
Pada perencanaan penerangan dan pencahayaan gedung dimaksudkan agar

Sumber : http://digilib.its.ac.id, 2011

bangunan tersebut mendapat pencahayaan dan penerangan yang baik pada siang

Gambar 2.6 Sprinkler System

hari maupun pada malam hari . Dewasa ini pemanfaatan pencahayaandigunakan


sumber alami dan telah diatur berdasarkan SNI 03 2396 2001 tentang Tata cara

3.

perancangan system pencahayaan alami pada bangunan gedung

Perancangan Pengudaraan/penghawaan

Selain itu dalam perencanaan penerangan atau pencahayaan juga

Untuk mencapai kenyamanan, kesehatan, dan kesegaran hidup dalam rumah

mempertimbangkan tentang standar pencahayaan buatan yang diatur pada SNI 03-

tinggal atau bangunan bertingkat, khususnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan

6575-2001 tentang Tata cara perancangan system pencahayaan alami pada bangunan

pada daerah yang beriklim tropis dengan udaranya yang panas dan kelembaban

gedung

udaranya yang tinggi, maka diperlukan usaha untuk mendapatkan udara segar dari

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

gambar dari rekaman kamera yang dipasang di setiap sudut ruangan (biasanya
5.

Perancangan Telepon

tersembunyi) yang diinginkan oleh bagian keamanan. Sistem kameran dan televisi

Perancangan telepon pada gedung harus mempertimbangkan kepada

ini terbatas pada gedung tersebut (closed). Semua kegiatan di dalamnya dapat

perencanaan sistem komunikasi antara ruangan (intercom) dan perencanaan

dimonitor di suatu ruangan sekuriti.

sistem komunikasi luar. Perancangan ini juga harus memperhatikan sistem


pengaturan pemasangan kabel dalam bangunan sedemikian rupa sehingga tidak
menggangu estetika pada bangunan serta untuk memudahkan dalam perawatan.
Perencanaan arus lemah telepon, sistem telepon harus menggunakan sistem
hubungan seperti saluran untuk daya pembangkit komputer, yaitu aliran di dalam
lantai (floor duct).

Gambar Sistem Keamanan CCTV

7.

Perancangan Penangkal Petir


Pengamanan bangunan bertingkat dari bahaya sambaran petir perlu dilakukan
dengan memasang suatu alat penangkal petir pada puncak bangunan tersebut.
Penangkal petir ini harus dipasang pada bangunan-bangunan yang tinggi, minimal

Gambar 2.8 Telepon

bangunan 2 lantai, terutama yang paling tinggi di antara sekitarnya.


6.

Perancangan CCTV dan Sekuriti Sistem


CCTV (Closed Circuit Television) adalah suatu alat yang berfungsi untuk
memonitor suatu ruangan melalui layar televisi atau monitor, yang menampilkan

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

transportasi untuk memberikan suatu kenyamanan dalam berlalu-lalang di


bangunan tersebut. Alat transportasi tersebut mempunyai sifat berdasarkan arah
geraknya sebagai alat angkut dalam bentuk arah vertikal berupa elevator, arah
horizontal berupa konveyor, arah diagonal berupa eskalator.

Sumber : http://networking.jaringan-komputer.com, 2011


Gambar 2.10 Komponen Istalasi Penangkal Petir

8.

Gambar 2.11 Lift

Perancangan Tata Suara


Sistem tata suara perlu direncanakan untuk memberikan fasilitas kelengkapan

10. Perancangan Landasan Helikopter

pada bangunan. Tata suara ini dapat berupa background music dan announcing

Bangunan yang tinggi, lebih dari 40 m, dianjurkan untuk membuat suatu

system (public address) yang berfungsi sebagai penghias keheningan ruangan atau
kalau ada pengumuman-pengumuman tertentu. Selain itu juga ada sistem untuk

landasan helikopter. Landasan ini berfungsi sebagai tempat helikopter mendarat

car call, bagi bangunan-bangunan umum. Peralatan dari sistem tata suara tersebut dapat

supaya dapat dengan mudah dan cepat memberikan pertolongan apabila terjadi

berupa, microphone, cassette deck, mix amplifier, speaker, speaker selector

kecelakaan, seperti kebakaran atau terjebak diruang atas.

switch, volume control, dan horn speaker (untuk car call).


11. Perancangan Alat Pembersih bangunan
9.

Perancangan Transportasi dalam bangunan

Perancangan alat pembersih bangunan yang diterapkan pada bangunan tinggi

Sebuah bangunan yang besar atau tinggi memerlukan suatu alat angkut

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

biasanya menggunakan gondola. Sistem gondola digunakan untuk membersihkan

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

debu pada dinding dan kaca bangunan, sehingga warnanya tetap terjaga dan

Dalam konteks urban, bangunan tinggi multi fungsi, dikenal dengan istilah "mixed-use
building" adalah suatu bangunan yang meng-akomodasi beberapa fungsi sekaligus.

terawat.

Mixed Use Merupakan penggunaan campuran berbagai tata guna lahan atau fungsi dalam
bangunan. (Dimitri Procos.1976)

Mixed Use Center adalah suatu kompleks dimana terdapat berbagai fungsi kegiatan
termasuk hotel, pusat konveksi, apartemen dan perumahan, perkantoran, pusat
perbelanjaan dan pusat kebudayaan lainnya. (Dudley H. William, Encyclopedia of
American Architecture)

Jadi dapat disimpulkan Mix Use Building adalah bangunan yang memiliki fungsi dasar yang

Gambar 2.12 Gondola

berbeda jenisnya sehingga memerlukan organisasi ruang yang baik.


Begitu pula pada pembangunan Signature Tower yang akan menjadi

b. Ciri Mix Use Building


Ciri-ciri bangunan Mix Use adalah sebagai berikut :

gedung tertinggi di Indonesia dan tertinggi ke-5 dunia, yang direncanakan mulai

1. Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail, perkantoran, hunian hotel

dibangun tahun ini. Semua utilitas bangunan tersebut harus dilengkapi, dan

dan entertaintment.

tentunya akan dibutuhkan teknologi utilitas bangunan yang tepat untuk memenuhi

2. Terjadinya integrasi dan sinergi fungsional

kebutuhan bangunan yang direncanakan mempunyai tinggi 638 meter dengan

3. Terdapat ketergantungan kebutuhan masing-masing fungsi di dalamnya.

jumlah 111 lantai.

4. Kelengkapan fasilitas yang tinggi, memberikan kemudahan bagi pengunjungnya


5. Peningkatan kualitas fisik lingkungan

B. Mix Use Building

6. Efisienfi pergerakan karena adanya pengelompokan berbagai fungsi.

a. Pengertian
Tujuan utama dari mixed use building ini adalah menuju bangunan tinggi sebagai sinergi
Beberapa definisi mengenai mix use building menurut beberapa sumber sebagai berikut :

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang sebagai sumber pendapatan harus

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

saling mendukung dan melengkapi dengan menghindari kompetisi antar fasilitas sehingga secara

memperoleh keuntungan (profit) sebanyak-banyaknya

kolaboratif dapat memberikan kontribusi pendapatan yang baik.

Environment : Survival of the Cities).

(Gruen, Centers for Urban

5. Mall merupakan kompleks perbelanjaan terencana, dengan pengelolaan yang bersifat

Penerapan bangunan tinggi ini diutamakan pada area strategis yang hanya menempati lahan

terpusat, dengan sistem menyewakan unit-unit kepada pedagang individu, sedangkan

yang relatif kecil, umumnya di pusat kota atau di CBD/kota2 mandiri yang banyak bermunculan.

pengawasannya dilakukan oleh pengelola yang bertanggung jawab secara menyeluruh

Pada beberapa kota, implementasi konsep mixed-use dapat merupakan strategi yang tepat untuk

(Beddington, Design for Shopping Centre).

menggerakkan momentum revitalisasi kota, terutama pada beberapa bagian kota yang cenderung

6. Mall merupakan sekelompok kesatuan pusat perdagangan yang dibangun dan didirikan pada

tertinggal

sebuah lokasi yang direncanakan, dikembangkan, dimulai dan diatur menjadi sebuah
kesatuan operasi (operation unit), berhubungan dengan lokasi, ukuran tipe toko, dan area
perbelanjaan dari unit tersebut (Urban Land Institute, Shopping Centre Development

C. Mall

Handbook).

Pengertian Mall

7. Mall merupakan suatu wadah dalam masyarakat yang menghidupkan kota atau lingkungan

Beberapa Pengertian tentang mall diantaranya sebagai berikut :

setempat. Selain berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan berbelanja atau transaksi jual beli,

1. Mall adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup

juga berfungsi sebagai tempat untuk berkumpul atau berekreasi (Beddington, Design for

dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada

Shopping Centre).

diantara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan.

8. Mall diartikan sebagai suatu area pergerakan (linier) pada suatu area pusat bisnis kota (central

2. Mall Adalah kompleks pertokoan yang dikunjungi untuk membeli atau melihat dan

city business area) yang lebih diorientasikan bagi pejalan kaki. Berbentuk pedestrian dengan

membandingkan barang-barang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sosial masyarakat serta

kombinasi plaza dan ruang-ruang interaksional (Rubenstein, 1978).

memberikan kenyamanan dan keamanan berbelanja bagi pengunjung

9. Mall Adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa departement store besar

3. Mall merupakan bentuk usaha perdagangan individual yang dilakukan secara bersama

sebagai daya tarik dari retail-retail kecil dan rumah makan dengan tipologi bangunan seperti

melalui penyatuan modal dengan tujuan efektivitas komersial (Beddington, Design For

toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yang merupakan unsur utama

Shopping Centre).

dari sebuah pusat perbelanjaan (mall), dengan fungsi sebagai sirkulasi dan sebagai ruang

4. Mall merupakan suatu tempat kegiatan pertukaran dan distribusi barang/jasa yang bercirikan

komunal bagi terselenggaranya interaksi antar pengunjung dan pedagang (Maitland, 1987).

komersial, melibatkan perencanaan dan perancangan yang matang karena karena bertujuan

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa mall secara arsitektural

dilengkapi berbagai fasilitas yang sesuai dengan standart yang ditentukan.

merupakan suatu ruang rekreasi dan pusat perbelanjaan yang terdiri dari kompleks pertokoan dimana

( Ernst Neufert, 1980, p : 86 )

terjadi kegiatan jual beli maupun pertukaran barang dan jasa serta sebagai tempat berkumpul dan
berekreasi.

Fasilitas pada Mall

Jadi secara umum apartemen dapat didefinisikan sebagai bangunan bertingkat yang

memiliki unit-unit hunian yang di mana setiap unit terdapat ruang yang dapat menampung

Food Court
Ruang ibadah
Smoking area
Atm center
Toilet umum
Area hiburan
Information center

aktifitas sehari-hari, dan antar penghuni saling berbagi fasilitas yang disediakan secara bersamasama.
1
b. Karakteristik Apartemen.
Berikut adalah ciri ciri apartemen yang dirangkum dari beberapa sumber :
lebih dari dua lantai dan biasanya bangunan berbentuk vertikal.

D. Apartement

Dalam satu lantai terdiri dari unit-unit hunian.

a. Pengertian Apartemen.
Fleksibel dalam mencapai pemanfaatan ruang secara maksimal.

Beberapa definisi dari kata-kata apartemen adalah sebagai berikut :

Efisien, efektif, dan ekonomis.

Tempat tinggal suatu bangunan bertingkat yang lengkap dengan ruang duduk, kamar
tidur, dapur, ruang makan, jamban, dan kamar mandi yang terletak pada satu lantai,

Memiliki fasilitas bersama yang belum tentu dimiliki perumahan.

bangunan bertingkat yang terbagi atas beberapa tempat tinggal.


Pada umumnya terdapat area komersil pada bangunan atau lingkungan apartemen.
( Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1994, p : 69 )

Sirkulasi vertikal berupa tangga atau lift dan sirkulasi horizontal berupa koridor.

Bangunan hunian yang dipisahkan secara horizontal dan vertikal agar tersedia hunian

Keamanan, ketenangan dan privasi lebih terjamin.

yang berdiri sendiri dan mencakup bangunan bertingkat rendah atau bangunan tinggi,

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Akses yang mudah dan cepat untuk menjangkau fasilitas-fasilitas yang ada.

yaitu:

Struktur dan bahan bangunan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

1. Garden apartment, yaitu apartemen dengan 2-3 lantai, dengan 2-16 unit per
lantainya. Sirkulasi vertikal menggunakan tangga dan terdapat banyak open
space.

c. Pengelompokan Apartemen.

2. Massionette, yaitu apartemen yang tiap unitnya terdapat 2 lantai berdempetan


unit yang satu dengan yang lain, dan fasilitas tempat parkir bersama.

d. Apartemen dapat dibedakan berdasarkan pengelompokannya yaitu :

3. Town house, yaitu hampir sama dengan massionette, perbedaannya tiap unit

Apartemen berdasarkan golongan ekonomi penghuninya :

memiliki tempat parkir sendiri.

Ada 3 macam apartemen berdasarkan golongan ekonomi penghuninya yaitu :

(Apartments: Their Design and Development, 1967 : 42-43).

Apartemen golongan bawah

Apartemen golongan menengah

Apartemen golongan mewah

Apartemen ini memiliki ketinggian antara 6-9 lantai.


-

umunya merupakan apartemen untuk golongan menengah ke atas karena biasanya


dibangun di daerah yang memiliki keterbatasan lahan yang harga lahannya mahal.

unit hunian, serta fasilitas yang disediakan oleh apartemen tersebut.

Apartemen berdasarkan sistem penyusunan lantai :


( Samuel Paul, Apartment, 1979, hal : 410-418 )

Apartemen berdasarkan ketinggian bangunan :

(Apartments: Their Design and Development, 1967 : 44-47)


-

Apartemen bertingkat tinggi / high-rise


Apartemen tipe ini memiliki ketinggian di atas 9 lantai. Tipe apartemen ini

Perbedaan antara ketiga jenis apartemen ini hanya terletak pada ukuran ruang pada tiap

Apartemen bertingkat sedang / mid-rise

Pada apartemen jenis ini, setiap unit keluarga memiliki satu lantai hunian.

Apartemen bertingkat rendah / low-rise yaitu apartemen yang mempunyai jumlah


tingkat/lapis sampai 6 lantai. Apartemen low rise dibedakan menjadi 3 bagian,

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Simplex

Nama Gambar

Duplex

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Pada apatemen jenis ini, setiap unit memiliki dua lantai, dalam pembagian

ruangnya satu lantai berfungsi sebagai lantai bersifat semi privasi sedangkan lantai

Biasanya ketinggian bangunannya di atas 20 lantai. Sistem sirkulasinya

yang lainnya bersifat privasi.


-

Tower

menggunakan sistem core karena menggunakan lift. Ada berbagai variasi bentuk

Triplex

tower antara lain:

Pada apartemen jenis ini memiliki pembagian menjadi 3 lantai per unitnya. Di

1. Single tower

mana di tingkat 1 menjadi tempat servis, area di tingkat 2 bersifat semi privat

2. Multi tower

sedangkan area di tingkat 3 merupakan area yang bersifat privat. Dalam

Apartemen berbentuk tower ini dapat juga dibedakan berdasarkan sistem core

pembagian tingkat bervariasi yaitu: Half level dan split level

yaitu : Tower plan, Expanded tower plan, Cross plan, Expanded cross plan, Three
wing plan, Five wing plan, Circular plan

Apartemen berdasarkan bentuk massa bangunan :


-

Varian

(Joseph De Chiare, Lee Koppelman, Manual of Housing/Planning and Design Criteria,


Massa apartemen yang berbentuk varian ini merupakan bentuk gabungan massa

New Jersey, 1975)

slab dengan podium dan tower dengan podium.


-

Slab

Pada apartemen berbentuk slab, bangunan berbentuk seperti kotak yang pipih.
Massa yang berbentuk slab biasanya menggunakan koridor sebagai penghubung

Apartemen berdasarkan pencapaian vertikal :


(Site Planning, 1984 : 280-281)

ruang, yang terdiri dari:

1. Double loaded corridor

Pada apartemen ini sirkulasi vertikal utamanya adalah menggunakan tangga.

2. Single loaded corridor

Ketinggian bangunan apartemen ini maksimal hanya 4 lantai.

3. Skip stop plan (single loaded corridor). Elevator membuka pada lantai-lantai

tertentu, biasanya digunakan pada duplek apartemen.

vertikal sekunder berupa tangga yang seringkali juga merupakan tangga darurat.

NOOO
o

Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Elevator apartment
Pada apartemen ini sirkulasi vertikal utamanya adalah lift dan memiliki sirkulasi

4. Terrace plan

Universitas Udayana

Walk-up apartment

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Ketinggian bangunan di atas 6 lantai. Ada dua macam sistem lift yang dapat

seringkali terletak di tengah-tengah bangunan ( central corridor ).

digunakan pada tipe apartemen ini:


1. Lift berhenti di setiap lantai
E. Kantor Sewa
2. Skip-floor elevator system. Lift yang digunakan diprogram untuk berhenti
pada lantai-lantai tertentu pada bangunan. Umunya sistem ini digunakan

a. Pengertian Kantor Sewa

pada apartemen dengan sistem penyusunan lantai Duplex.


Kantor sewa Kantor sewa terdiri dari 2 suku kata, yaitu:

Apartemen berdasarkan pencapaian horizontal :


-

a. Kantor : Kantor adalah bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan
urusan administrasi (Santoso, 2002:297).
b. Sewa : Pemakaian, peminjaman sesuatu dengan membayar uang, yang boleh dipakai

Single-loaded corridor apartement

(Santoso, 2002:526). Dari bagian pengertian- pengertian di atas maka dapat disimpulkan

Apartemen dengan tipe koridor ini dapat terbagi lagi menjadi dua yaitu:

bahwa pengertian dari kantor sewa adalah: Ruang atau bangunan/ gedung sebagai tempat
untuk melaksanakan kegiatan administrasi bagi setiap perusahaan atau pemakai, yang
pengadaannya dimaksudkan untuk disewakan kepada perusahaan/ pemakai dalam jangka

1.

Open corridor apartment

waktu tertentu pula sesuai kesepakatan bersama antara pemakai (penyewa) dengan
pemilik (pengelola).

Koridor pada tipe ini bersifat terbuka dengan pembatas terhadap ruang luar berupa
tembok atau railing.
2.

Menurut Hunt, W.D. dalam Marlina 2008, kantor sewa adalah suatu bangunan yang
mewadahi transaksi bisnis dan pelayanan secara profesional. Lebih lanjut Marlina (2008:116)

Closed corridor apartment

memaparkan bahwa kantor sewa merupakan suatu fasilitas perkantoran yang berkelompok dalam

Koridor bersifat tertutup oleh dinding, kadang memiliki bukaan berupa jendela

satu bangunan sebagai respon terhadap pesatnya pertumbuhan ekonomi khususnya di kota- kota

ataupun jalusi atau bahkan tidak ada bukaan sama sekali.

besar (perkembangan industri, bangunan/ konstruksi, perdagangan, perbankan, dan lain- lain).

Double-loaded corridor apartment


Tipe koridor pada apartemen ini dikelilingi oleh unit-unit hunian sehingga

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

b. Tinjauan Kantor Sewa

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Fungsi kantor sewa Fungsi kantor sewa adalah untuk menampung perusahaan- perusahaan

mengelompok, disebabkan adanya kecenderungan untuk berhubungan antara satu

penyewa dalam melaksanakan atau melakukan pelayanan, kegiatan administrasi secara

dengan yang lainnya.


Kantor untuk usaha campuran (Mixed used building) Adalah kantor yang

bersama- sama untuk mencapai tujuan pokok, yaitu untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Spesifikasi kantor sewa Sesuai dengan namanya maka kemungkinan- kemungkinan apa yang

dipersewakan bagi perusahaan dibidang usaha gabungan dari berbagai perusahaan

menjadi penyewa dari kantor sewa tidak dapat ditentukan sebelumnya. Namun demikian,

dengan jenis usaha yang berbeda. Bentuk seperti ini sudah hampir bersifat umum

apabila kegiatan perkantoran dikelompokkan maka kemungkinan bentuk penyewa akan

dan banyak dijumpai, di lain segi bentuk ini memungkinkan terjadinya hubungan

berupa:
a. Berdasarkan jenis usaha penyewa
1) Industri (Manufacturing)
2) Asuransi (Insurance)
3) Periklanan (Advertising)
4) Keuangan (Financial)
5) Bursa dagang (Trade association)
6) Publikasi (Publishing)
7) Bank (Banking)
8) Akuntan (Accountant)
9) Konsultan (Consultant)
b. Berdasarkan peringkat kantor penyewa
1) Kantor Pusat (Head Office)
2) Kantor Cabang (Branch Office)
3) Kantor Perwakilan (Liason Representatif Office)

antara berbagai perusahaan dalam satu atap.


d. Berdasarkan cara pemilikannya
Kantor yang disewakan Jenis yang seperti ini merupakan kantor yang
dipergunakan bagi penyewa (bukan pembeli) sehingga dapat memberikan
keleluasaan bagi penyewa untuk menyewakan ruang sesuai dengan kebutuhan
berdasarkan perkembangan bidang usaha.
Kantor yang disewa-belikan Jenis ini merupakan satu bentuk kantor sewa yang
dapat dimiliki dengan jalan mengangsur harga ruang atau tempat yang disewa.
Namun penerapannya mungkin akan sulit, mengingat perkembangan usaha akan
selalu berubah-ubah sehingga tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat
penyewa terpaksa menjual kembali atau ruang yang dimiliki karena sudah tidak
sesuai lagi dengan pertumbuhan perusahaan.

Semua yang telah diuraikan di atas menunjukkan bahwa salah satu kemungkinan
dari sekian banyak dapat dilihat dari status kantor tersebut apakah merupakan kantor
pusat, kantor cabang atau perwakilan yang mana akan berpengaruh terhadap kebutuhan

c. Pertimbangan dalam Sebuah Perencanaan Gedung Kantor Sewa

luas lantai yang digunakan.

Adanya bangunan kantor sewa merupakan respon dari fakta akan tingginya kebutuhan
ruang di area- area dengan nilai lahan yang tinggi. Hal ini juga dipengaruhi beberapa faktor:

c. Berdasarkan bentuk usaha penyewa

1. Tingginya kegiatan ekonomi di wilayah tersebut


2. Tingginya harga lahan
3. Persebaran pembangunan yang kurang merata dalam suatu wilayah

Kantor untuk usaha yang sejenis (Single used building) Adalah kantor yang
dipersewakan bagi perusahaan yang sejenis atau bergerak dibidang usaha yang
sama. Hal ini timbul karena adanya kemungkinan perusahaan tersebut

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Prinsip dan Pertimbangan Perancangan Kantor SewaFaktor Konstruksi

Bangunan kantor sewa memerlukan rancangan yang dapat mengakomodasi


perkembangan teknologi, karena selain merupakan bangunan komersial, bangunan kantor

Kantor sewa merupakan bangunan komersial, yang oleh sebab itu aspek utama yang harus

sewa juga identik dengan kemudahan dan kenyamanan layanan. Teknologi yang dimaksud

diperhatikan dan dipenuhi adalah efisiensi. Pada perencanaan maupun perancangan harus

meliputi teknologi pembangunan itu sendiri (material maupun sistem struktur), teknologi

dipertimbangkan pengaturan/ layout-nya agar mendatangkan keuntungan bagi pemilik bangunan

infrastruktur bangunan (utilitas bangunan), serta teknologi pengelolaan bangunan (teknologi

tersebut.

komunikasi, pengamanan, pemeliharaan, serta layanannya).

Faktor pertimbangan dalam perencanaan bangunan kantor sewa dapat diklasifikaskan

Modul Ruang Sewa

menjadi tiga kelompok yakni, faktor ekonomi, faktor konstruksi, dan faktor lingkungan ekologi.
Pada kesempatan ini, akan dipaparkan tentang faktor pertimbangan dari sisi konstruksi.

Dalam perancangan gedung kantor sewa, modul ruang menjadi penting karena
berpengaruh pada seberapa banyak ruang yang bisa disewakan dan menghasilkan keuntungan

Sebagai bangunan komersial, dalam perencanaan maupun perancangan kantor sewa harus

bagi pemilik bangunan. Adapun klasifikasi modul ruang sewa dibagi menjadi tiga yakni,

memperhatikan aspek efisiensi dan efektivitas. Pentingnya kedua aspek ini akan berdampak pada

small

beberapa hal :

space,

medium

space

dan

large

space.

Pertimbangan

yang

mendasari

pembagian/klasifikasi modul tersebut diantaranya:

1. Perancangan yang efisien dari sisi pembiayaan


2. Penataan ruang yang efisien, memaksimalkan ruang sewa sehingga dapat menghasilkan
keuntungan, minimal 60% dari luas total bangunan harus dapat disewakan
3. Efektif dalam arti bangunan yang dirancang harus sesuai dengan fungsi yang diwadahi
sehingga meminimalkan ruang non-fungsional
4. Penataan ruang, jalur sirkulasi, dan fasilitas layanan harus merata agar dapat memenuhi
tuntutan semua penyewa/tenant.
Dua hal penting yang harus diperhatikan dari sisi konstruksi pada bangunan kantor sewa

Efisiensi dan efektifitas penataan ruang. Ruang dalam kantor sewa perlu penataan

yang efisien namun juga efektif dalam mewadahi aktivitas di dalamnya,


Tipe lantai yang disewakan dapat dipilih menggunakan sistem rentable floor area,

Gross Are System, atau semi Gross System,


Jenis kegiatan yang ada akan mempengaruhi kebutuhan ruang yang meliputi dimensi,

da karakter ruang serta fasilitas yang perlu direncanakan,


Faktor kebutuhan ekonomi. Faktor ini didasarkan pada analisa keburuhan dan
ekonomi konsumen yang menjadi sasaran penyewa.

adalah Teknologi dan Modul Ruang Sewa.


Selain dari empat hal yang mendasari pertimbangan dari faktor konstruksi di atas,
-

Teknologi Bangunan Kantor Sewa

modul ruang sewa juga sangat erat hubungannya dengan perencanaan struktur bangunan.
Perencanaan ini diawali dengan penentuan sistem truktur yang akan digunakan. Biasanya
pada gedung kantor sewa, sistem struktur yang lazim digunakan adalah sistem struktur

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

rangka dan kombinasi sistem struktur lain (sistem struktur bidang, sistem struktur plat, dan

juga memberikan pedoman bahwa suatu pekerjaan harus senantiasa bergerak maju dari

sistem struktur tali). Pada perancangan bangunan dengan menggunakan sistem struktur

mulai pekerjaan itu dikerjakan sampai pada penyelesaian pekerjaan tersebut.


3) Asas Penggunaan Setiap Bidang Ruangan. Suatu tata ruang yang baik senantiasa

rangka, grid kolom menjadi salah satu pertimbangan pengaturan modul ruang sebuah kantor

mempergunakan semua bidang ruangan yang ada. Jadi sejauh mungkin diusahakan agar

sewa. Untuk mendapatkan ruang yang efisien, salah satunya dengan pengaturan dimensi

jangan sampai ada bidang ruangan yang tidak dipakai.


4) Asas Perubahan Fleksibilitas
Suatu tata ruang yang memenuhi syarat harus memperhatikan adanya kemungkinan

modul ruang yang sesuai, sehingga pemasangan pembatas ruang (dinding partisi) bisa
dipasang tepat pada titik-titik kolom.

perubahan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Dengan demikian
George Terry membuat batasan bahwa yang dimaksud dengan tata ruang kantor

susunan tempat kerja harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dilakukan perubahan

adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan pengunaan secara terperinci

apabila di perlukan, dengan biaya yang tidak besar.


5) Asas Terintegrasi
Tata ruang kantor harus dapat memberikan suasana baik di dalam maupun diantara bagian

dari ruang tersebut untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dan faktor- faktor fisik
yang dianggap perlu bagi pelaksanaan pekerjaan kantor dengan biaya yang layak.

menjadi saling berkaitan / terintegasi secara harmonis.


Tujuan umum dari kegiatan penataan ruang kantor adalah :
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Pekerjaan kantor dapat menempuh jarak sependek mungkin


Rangkaian kegiatan pekerjaan kantor mengalir secara efektif dan efisien
Penggunaan ruangan kantor efektif dan efisien:
Kenyamanan kerja terjamin dan terpelihara:
Menimbulkan kesan baik
Mudah dilakukan perubahan letak jika diperlukan
Mudah dilakukan pengawasan.

d. Macam- Macam Tata Ruang Kantor.


Tata ruang kantor pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
Tata ruang terpisah (bersel), biasa juga disebut tata ruang tertutup, yaitu apabila unit kerja
yang satu tetapkan secara terpisah dari unit kerja lainya. Pemisahan ini dapat berupa kamar-

Richard Muther merumuskan ada 5 asas pokok bagi tata ruang kantor yang baik yaitu:

kamar terdiri terdiri atau dibuat kamar-kamar dengan penyekat pembuatan misalnya kayu (teak
wood, teak block, kaca, atau kombinasi diantara ketiganya).

1) Asas Jarak Pendek.


Tata ruang yang baik harus dilakukan sedemikian rupa sehingga jarak tempuh dalam

Tata ruang terbuka, yaitu ruangan untuk bekerja tidak dipisah pisahkan tetapi semua

proses penyelesaian pekerjaan menempuh jarak yang paling pendek.


2) Asas Rangkaian Kerja
Asas ini memberikan pedoman bahwa setiap langkah untuk menyelesai kan pekerjaan

aktifitas dilaksanakan pada satu ruangan besar.

merupakan rangkaian yang sejalan dengan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan. Asas ini

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Kedua jenis tata ruang ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Ada flesibilitas bagi pegawai, bagian/seksi dapat berpindah dengan mudah disesuaikan

Kelebihan Tata Ruang Terpisah:

Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan lebih terjamin, misalnya pekerjaan penanganan


uang tunai, dan pekerjaan-pekerjaan rahasia.
Suasana kerja lebih tenang karena tidak terganggu oleh pegawai unit lain, demikian
juga kebisingan dapat dikurangi karena terhalang oleh sekat-sekat.
Apabila berjangkit penyakit yang menular atau timbul rasa ketidak senangan/
ketidakpuasan para pegawai tidak begitu cepat meluas.
Dapat menimbulkan rasa memiliki, karena pegawai yang ada dalam satu ruangan

merasa bertanggung jawab atas peralatan kantor yanga ada diruanganya.


Bagi para pegawai senior/pimpinan tidak merasa kehilangan status, karena ia

Kekuranagn tata ruang terbuka:


Keamanan dan kerahasiaan pekerjaan kurang terjamin misalnya bagi pekerjaan yang
berhubungan dengan uang dan pekerjaan yang bersifat rahasia
Kebisingan dan gangguan tempat kerja, karena suara dari bagian ruangan lainya,

menempati tempat terpisah dari tempat bawahannya.

dengan berkembang organisasi


Pengawas pegawai mudah dilaksanakan
Komunikasi mudah dilaksanakan
Penggunaan mesin kantor dapat bergantian
Tata ruang mudah diubah
Kerjasama antara atasan dengan bawahan lebih erat.

disamping itu lalu lintas pegawai dan orang luar dapat mengganggu pegawai yang sedang

Kekurangan Tata Ruang Terpisah:

melakukan pekerjaan.
Letak meja-meja kerja yang selalu tetap, menimbulkan rasa bosan, hal ini dapat

Perlu biaya besar untuk keperluan membuat sekat-sekat, lampu-lampu, alat pengatur

menurunkan semangat kerja. Disamping itu mengakibatkan rasa kurang bertanggung

suhu, pelayanan dan pemeliharaan umum lainya.


Ruangan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pengawasan pegawai sulit dilaksanakan.
Komunikasi antar pegawai, demikian komonikasi antara atasan dan bawahan tidak mudah

jawab atas peralatan kantor karena dipakai bersama-sama.


Bagi staf senior dan pimpinan dapat mengakibatkan rasa statusnya kurang, karena ia
sehari-hari bersatu dengan bawahannya.

dilaksanakan.
Fleksibilitas tata ruang rendah ( tidak mudah di adakanperubahan ).

Dalam praktek, dengan memperhatikan kelemahan-kelemahan yang ada, penataan ruang


terbuka diadakan berkembang yaitu yang dinamakan landscaping (taman kantor). Menurut

Kelebihan tata ruang terbuka:

penelitian, tataruang terpisah hanya dapat memanfaatkan bidang ruangan 58-67% sedangkan
taman kantor dapat memanfaatkan 72-83%.

Biaya lebih rendah karena tidak diperlukan biaya pembuatan penyekat, juga terhindar dari
tambahan biaya perawatannya.
Bidang-bidang ruangan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

e. Teknik tata ruang kantor.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109

Teknik tata ruang mendapat perhatian para ahli, menurut John R. Immer, teknik tata ruang dapat

l) Lemari yang berat atau lemari besi, sebaiknya ditempatkan menempel ketembok atau

dilaksanakan sebagai berikut :

tiang agar dapat menyangga.

a) Pada tata ruang terbuka, susunanan meja-meja kerja dapat terdiri dari beberapa baris.
b) Diantara beberapa baris disediakan (lorong ) untuk lalu lintas pegawai yang lebarnya 80
cm. Bila ruangan itu cukup luas, disediakan lorong utama yang lebarnya 120 cm.
c) Jarak antara meja dimuka dengan meja dibelakangnya disediakan jarak 80 cm.
d) Menempatkan meja pimpinan didepan para pegawai adalah cara yang selama ini dipakai
di Indonesia, agar pimpinan dapat mengawasi staf dengan baik. Atau sebaliknya, dengan
maksud agar pegawai tidak tertekan karena merasa diawasi.
e) Pada tata ruang terbuka dimana ditempatkan beberapa unit kerja, kepada masing-masing
unit harus berdekatan dengan kelompok pegawainya.
f) Bagi pimpinan yang sifatnya kerjaannya, sering membahas pekerjaanpekerjaan yang
sifatnya rahasia, sering menerima tamu, perlu dibuatkan ruangan tersendiri dilengkapi
dengan meja pertemuan dan ruangan tamu. Ruangan ini disebut kantor pribadi. Ukuran
kantor peribadi disesuikan dengan kebutuhan, tetapi paling kecil berukuran 2,5 m x 3,5 m,
tidak termasuk ruangan tamu.
g) Pegawai yang mengerjakan pekerjaan lembut, misalnya mencatat angka-angka,
menggambar, dan harus disediakan ruangan dengan penerangan yang cukup.
h) Pegawai yang melakukan pekerjaan yang mempunyai resiko tinggi, misalnya kasir, harus
ditempatkan diruangan yang aman.
i) Pegawai yang tugasnya mengadakan hubungan dengan pihak luar, harus ditempatkan
dibidang ruangan dekat pintu.
j) Pegawai yang tugasnya berhubungan dengan lemari, rak-rak atau filling tempat surat,
harus ditempatkan berdekatan dengan peralatan tersebut, contoh petugas arsip/arsiparis
ditempatkan tidak jauh dari tempat bekerja.
k) Alat-alat yang menimbulkan suara, sebaiknya, ditempatkan diruangan tersendiri. Bila hal
ini tidak memungkinkan, alat-alat tersebut ditempatkan didekat jendela agar sebagian
suaranya terbuang keluar.

NOOO
o
Universitas Udayana
Fakultas Teknik
Jurusan Arsitektur

Keterangan

Prf

Nama Gambar

Code

No.Lembar

Mata Kuliah
Studio Perancangan
Arsitektur 5
Semester/Tahun
Genap/2016

Dosen koordinator :

Putu Gede Krisna Yoga

.
Dosen pembimbing :

I Kadek Sanjaya Suputra 1304205025


I Nyoman Ramli Putra

1304205002

1304205038

IB P Andrie Patriana Gina 1304205039

Skala

Jml. Lembar

Tanggal

I N Y Adiana Andayani

1304205044

Pande Made Brahmaputra 1304205045


I Wayan Adi Gangga

1304205066

Putu Dicky Ramadhana

1304205109