Anda di halaman 1dari 2

Serum transferrin receptor meningkat pada keadaan aktivitas erytripoesis

sumsum tulang yang meningkat meskipun tidak dijumpai deplesi besi


fungsional yaitu anemia hemolitik atau inefektif eritropoesis seperti pada
anemia megaloblastik, myelodisplasia, dan talasemia mayor. Pada keadaan
yang disebut di atas. Pada anemia hemolitik dijumpai retikulositosis dan nilai
MCV normal atau meningkat.

feritin merupakan protein fase akut sehingga nilainya meningkat pada


keadaan inflamasi
Pemeriksaan protein fase akut yang sering digunakan adalah CRP, karena
meningkat dengan cepat terhadap inflamasi dan juga turun dengan cepat.

Apabila kebutuhan besi tubuh tidak terpenuhi melalui makanan yang


dikonsumsi maka cadangan besi dalam tubuh akan berkurang (iron depletion),
yang ditandai dengan rendahnya serum ferritin menjadi di bawah 12 mg/l. Jika
keseimbangan negatif ini berlangsung lama maka ketersediaan besi dalam tubuh
akan dikompensasi sehingga terjadi eritropoiesis defisiensi besi. Pada fase ini
maka akan terjadi peningkatan awal konsentrasi sTfR secara progresif disertai
dengan peningkatan free erythrocyte porphyrin (FEP), serta penurunan saturasi
transferin (Sat) sehingga terjadi penurunan kadar Hb. Jika defisiensi besi ini
berlanjut akan berakhir sebagai anemia defisiensi besi.11,21
Ada 3 tahap defisiensi besi :
1. Stadium Prelaten, stadium ini juga sering disebut iron depletion atau storage
iron deficiency. Pada stadium ini terjadi penurunan cadangan besi tetapi besi
di plasma dan eritrosit masih normal. Keadaan ini dapat diketahui melalui
pemeriksaan pewarnaan besi pada aspirat sumsum tulang dan pengukuran
kadar feritin serum.

2. Stadium Laten atau iron deficient erythropoiesis. pada stadium ini terjadi
penurunan cadangan besi maupun besi di plasma tetapi di eritrosit masih
normal. Keadaan ini dapat diketahui melalui penurunan kadar serum iron (SI)
dan saturasi transferin sedangkan total iron binding capacity (TIBC), free
erytrhrocyte porphyrin (FEP) dan sTfR meningkat.
3. Stadium anemia defisiensi besi. Pada stadium ini terjadi penurunan zat besi,
baik dalam cadangan, di plasma maupun di eritrosit sehingga menyebabkan
penurunan kadar Hb dan Ht. Dari gambaran darah tepi didapatkan mikrositik
hipokromik.11,20,21

Feritin merupakan protein fase akut sehingga nilainya meningkat pada keadaan inflamasi,
stadium prelaten sering disebut iron depletion atau storage iron deficiency. Pada stadium ini
terjadi penurunan cadangan besi tetapi besi di plasma dan eritrosit masih normal. Keadaan ini
dapat diketahui melalui pemeriksaan pewarnaan besi pada aspirat sumsum tulang dan
pengukuran kadar feritin serum. Stadium Laten atau iron deficient erythropoiesis. pada
stadium ini terjadi penurunan cadangan besi maupun besi di plasma tetapi di eritrosit masih
normal. Keadaan ini dapat diketahui melalui penurunan kadar serum iron (SI) dan saturasi
transferin sedangkan total iron binding capacity (TIBC), free erytrhrocyte porphyrin (FEP)
dan sTfR meningkat.
Raspati H, Reniarti L, Susanah S. Anemia defisiensi besi. Dalam : Permono B,
Sutaryo, penyunting. Buku Ajar Hematology Onkologi Anak. IDAI ; 2005.
p.30-42.