Anda di halaman 1dari 4

Teori Akuntansi Keuangan

Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Teori Akuntansi

Disusun Oleh
Renadi Pratama

(115020307111011)

Sofia Kurniawati

(135020301111017)

Ayu Rahmantari

(135020301111018)

Ria Ristyana

(135020301111024)

Rima Wahyu Pradianika

(135020301111027)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2016

A. Kompleksitas Informasi dalam Akuntansi Keuangan dan Pelaporan


Lingkungan kuntansi bersifat sangat kompleks dan sangat menantang.
Lingkungan akuntansi menjadi kompleks karena produk akuntansi adalah informasikomoditas yang kuat dan penting. Alasan utama untuk kompleksitas ini adalah karena
tidak adanya konsep akuntansi sempurna atau benar dan standart akibatnya,individu
tidak akan memiliki reaksi yang sama meskipun dari informasi yang sama. Misalnya
investor modern mungkin lebih memilih penilaian aset perusahaan dan kewajiban
tertentu pada value in use dengaan dasar bahwa hal ini akan membantu untuk
memperediksi kinerja perusahaan di masa depan. Investor lain mungkin lebih suka
akuntansi nilai wajar atas dasar bahwa laporan ini lebih baik berdasarkan pelayanan
manager lainnya mungkin kurang setuju terhadap segala bentuk akuntansi nilai
sekarang karena mereka merasa bahwa informasi saat ini tidak dapat diandalkan, atau
hanya karena mereka digunakan untuk informasi biaya historis. Selain itu, manager
yang harus melaporkan nilai saat ini mungkin bereaksi cukup negatif . managemen
biasanya berkosentrasi pada pencantuman keuntungan dan kerugian yang belum
direlisasi akibat perubahan nilai aset dan kewajiban dalam laba bersih dengan alasan
bahwa item ini menimbulkan adanya fluktuasi yang berlebihan pada pendapatan
tidak mencerminkan pendapatan merekadaan seharusnya tidak boleh dimasukkan
ketika mengevaluasi kinerja managemen. Alasan lainnya untuk kompleksitas
informasi juga dapat berpengaruh terhadap mekanisme pasar harus mencerminkan
nilai-nilai dasar yang nyata dari sebuah sekuritas dan manager. Tantangan bagi para
akuntan keuangan kemudian adalah untuk bertahan hidup dan berkembang dalam
lingkungan yang kompleks ditandai dengan preferensi yang bertentangan dari
kelompok berbeda yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan. Prospek
keberlangsungan hidup dari kemakmuran akan meningkat jika akuntansi memiliki
kesadaran kritis mengenai dampak pelaporan keungan pada investor, managemen dan
ekonomi. Alternatif untuk kesadaran hanyalah menerima pelaporan lingkungn
sebagai pemberian namun, ini adalah strategi yang jangka pendek, karena lingkungan
yang terus berubah dan berkembang.
B. Peran Riset Akuntansi
Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk melihat peranan penelitian yaitu ;

1. Menyadari bahwa penelitian akuntansi berpengaruh terhadap praktek akuntansi.


Contoh : Pendekatan Keputusan Manfaat, berdasarkan kerangka konseptual FASB.
Inti dari pendekatan ini adalah bahwa investor diberi informasi untuk membantu
mereka dalam membuat keputusan investasi yang baik dan tepat. Pengungkapan
informasi secara formal menjadi konsep penting dalam teori akuntansi. Hal tersebut
didasarkan pada penelitian fundamental atas teori pembuatan keputusan investor dan
teori pasar modal yang telah memberi petunjuk akuntan tentang informasi yang
harus disediakan. Lebih lanjut, teori tersebut menjadi subyek pengujian empiris, dan
menetapkan bahwa rata-rata investor menggunakan informasi akuntansi keuangan
sebagai prediksi teori.
2. Secara independen, benar atau tidak akan mempengaruhi praktik saat ini.
Lepas dari apakah hal ini mempengaruhi praktek saat ini, bagaimanapun juga,
terdapat sebuah pandangan penting lainnya dalam peranan penelitian. Hal ini adalah
untuk membuktikan pemahaman kita terhadap lingkungan akuntansi. Sebagai
contoh, penelitian yang fundamental menjadi model dari pemecahan konflik, dalam
model teori agency khusus, sudah membuktikan pemahaman kita tentang
kepentingan manajer dalam laporan keuangan, serta peranan eksekutif dalam
memotivasi dan mengendalikan operasi manajemen perusahaan, selain itu juga cara
menggunakan informasi akuntansi. Hal ini mengarahkan kepada sebuah pembuktian
pemahaman tentang kepentingan manajer dalam pemilihan kebijakan akuntansi dan
mangapa mereka ingin bisa atau memanipulasi laporan net income, atau, setidaknya,
memiliki kemampuan untuk mengatur bottom-line. Penelitian seperti ini
memungkinkan kita untuk memahami batas-batas peranan manajemen yang sah
dalam laporan keuangan, dan mengapa akuntan seringkali terjebak diantara
kepentingan investor dan kepentingan manajer.
Pentingnya Asimetri Informasi
Terdapat dua macam asimetri informasi, yaitu :
1. Adverse selection, yaitu bahwa para manajer serta orang-orang dalam lainnya
biasanya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan
dibandingkan investor pihak luar. Dan fakta yang mungkin dapat mempengaruhi
keputusan yang akan diambil oleh pemegang saham tersebut tidak disampaikan
informasinya kepada pemegang saham.
2. Moral hazard, yaitu bahwa kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak
seluruhnya diketahui oleh pemegang saham maupun pemberi pinjaman. Sehingga

manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham yang


melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak
dilakukan.
C. Permasalahan Fundamental Dalam Teori Akuntansi Keuangan
Informasi yang baik merupakan informasi yang mampu memberikan manfaat
baik untuk investor maupun untuk manajer. Bagi investor, informasi yang baik adalah
informasi yang mampu membantu investor untuk membuat keputusan investasi yang
lebih baik, Mengontrol/ mengendalikan adverse selection serta mengendalikan moral
hazard. Sedangkan bagi manajer, informasi yang baik adalah dapat digunakan untuk
mengetahui Kontrak kompensasi yang efisien & beroperasi lebih baik atas pasar
tenaga kerja manajerial dan juga Informasi mengenai basis biaya historis.
Masalah mendasar dari teori akuntansi keuangan adalah bagaimana merancang
dan mengimplementasikan konsep dan standar yang terbaik dengan menggabungkan
informasi untuk investor dan manajer kinerja. Dimasa yang akan datang, kita akan
melihat bahwa menggabungkan dua peran pelaporan keuangan itu sebagai masalah
mendasar atau masalah fundamental.
Terdapat dua rekasi dasar dari permasalahan fundamental. Pertama adalah
mengapa tidak membiarkan kekuatan pasar untuk menentukan seberapa banyak dan
informasi perusahaan apa saja yang harus dihasilkan? Kita dapat mengasunsikan
investor dan pengguna laporan keuangan lainnya sebagai pihak yang meminta
informasi dan manajer sebagai penyedia informasi. Selanjutnya, kekuatan demand
dan supply dapat menentukan kuantitas informasi yang dihasilkan.
Reaksi yang kedua adalah mengadakan regulasi untuk melindungi investor,
dengan dasar bahwa informasi merupakan sebuah komoditas yang komplek dan
penting dimana kekuatan pasar gagal dengan sendirinya dalam mengendalikan
masalah moral hazard dan adverse selection. Ini secara langsung menunjukkan
peranan standars setting, dimana dalam buku ini dipandang sebagai sebuah bentuk
regulasi yang menentukan prinsip akuntansi berterima umum (GAAP).