Anda di halaman 1dari 53

Pengertian :

Marah adalah perasaan jengkel yang


timbul sebagai respon terhadap
kecemasan yang dirasakan sebagai
ancaman (Stuart&Sundeen, 1987)
Suatu bentuk perilaku yang bertujuan
untuk melukai seseorang secara fisik
maupun psikologis (Keltner et al, 1995)

Pengalaman emosi yang kuat dari individu


dimana hasil/tujuan yang harus dicapai
terhambat (Depkes RI, 1996).

Konsep Agresif
Psikoanalisa
Dorongan

untuk hidup seksualitas


Dorongan untuk mati agresifitas

Biologis/neurobiologis
Limbik

sistem (rusak)

Ekpresi

emosi dan perilaku (naik/turun)

Lobus

frontal

Lobus

temporal

Kerusakan

pada penilaian, kpribadian, pengambilan


keputusan, perilau tidak sesuai dan agresif.

Epilepsi

agresif

Neurotransmitter
GABA

meningkat agresifitas turun.


Norephinephrin meningkatkan agesifitas
Monoamin serotinin menurunkan agresifitas

psikologis
Teori frustasi
Gagal frustasi agresif
Masa kanak-kanak tidak menyenangkan
Penolakan, penghinaan
Pengalaman aniaya
Korban/saksi

Perilaku
Reinforcement saat melakukan
kekerasan
Observasi kekerasan

Sosial Budaya
Kontrol masyarakat pada kekerasan
Budaya agresif

PREPISITASI
Frustasi
Hilangnya harga diri
Kebutuhan akan status dan prestise

Frustasi
Asertif

Agresif
Pasif

Amuk

Asertif

Kemarahan yg diungkapkan tanpa


menyakiti orang lain, melukai perasaan
orla, atau tanpa merendahkan harga diri
orang lain.

Frustasi :

Kegagalan mencapai tujuan, sebagai


suatu ancaman dan kecemasan.

Pasif :

Respon lanjutan, dimana klien tidak


mampu mengungkapkan perasaan yang
dialami.

Agresif

Perilaku destruktif tapi masih terkontrol,


biasanya tidak mau mengetahui hak
orang lain

amuk :

Perilaku destruktif dan tidak terkontrol.

Meningkatkan tenaga dan mobilisasi untuk


pertahanan diri
Meningkatkan penyelesaian masalah
Tanda meningkatkan ancaman pada diri
Tanda untuk memperoleh respon koping yg
menyelesaikan masalah distress
Memberi perasaan dapat mengontrol
situasi
Meningkatkan asertif dan harga diri.

Hirarki agresif

Memperlihatkan permusuhan yg rendah


Keras dan menuntut
Mendekati orang lain dengan ancaman
Memberi orla ancaman, t niat melukai
Menyentuh orla dg cara menakutkan
Memberi kata-kata ancaman dengan
maksud melukai
Melukai dalam tingkat ringan tanpa
membutuhkan perawatan medis.
Melukai dalam tingkat serius dan
memerlukan perawatan medis.

Perbandingan perilaku asertif pasif,


dan agresif

Isi Bicara

Asertif :
-Positif
-Menghargai diri sendiri
-Saya dapat lakukan

Agresif :
-Berlebihan
-Menghina orang lain
-Anda selalu/tdk pernah..

Pasif :
-Negatif
-Menghina diri sendiri
-Dapatkah saya lakukan?
-Dapatkah ia lakukan?

Nada Suara

Agresif :
Asertif :
Tinggi
menuntut

diatur

Pasif :
-Diam
-Lemah
-merengek

Posture/sikap tubuh
Asertif :
-Tegak
-Rileks

Agresif :
-Tegang
-Bersandar ke depan

Pasif :
-Melorot
-Menundukkan kepala

Gerakan
Asertif :
-Memperlihatkan
Gerakan yg sesuai

Pasif :
-Minimal
-Lemah
-Resah

Agresif :
-Mengancam
-Ekspansi
-gerakan

Kontak mata
Asertif :
-Sekali-kali
sesuai dengan
kebutuhan interaksi

Pasif :
-Sedikit/tidak

Agresif :
melotot

Respon kemarahan yang paling


maladaptif yang ditandai dengan
perasaan marah dan permusuhan yang
kuat disertai hilangnya kontrol, dimana
individu dapat merusak diri sendiri, orang
lain maupun lingkungan (Keliat, 1991).

pandangan :

Importation

Situasionism

Model
interaksi

Model teori importation


Mencerminkan kedudukan klien dalam
membawa atau mengadopsi nilai-nuilai
tertentu, sikap, pola tingkah laku kondusif
terhadap amuk ke dalam situasi pengobatan
dan perawatan (Armstrong,1978)
Faktor-faktor

Faktor-faktor yg menyebabkan
tingkah laku amuk :
Status

emosi yg rendah
Riwayat penganiayaan pada masa kanak-kanak
Pengalaman hidup dan sub kultur dalam
mengatasi konflik
Penyakit gangguan mental : skizophrenia, ggn
kepribadian, sindroma psikotik organik.
RM - Putus asa/tidak berdaya
Penyakit terminal
Jenis kelmain

Model situasionism
Adalah respon terhadap keunikan, kekuatan, dan
lingkungan RS yg terbatas, yg membuat klien merasa
tdk berharga dan tidak diperlakukan secara manusiawi.
Lingkungan :
Ruang & kondisi
Kesibukan
Penempatan klien
Penggunaan waktu
Desain ruang
Pola staf
Tk kegiatan
Komposisi jml klien

AMUK

Model teori Interaksi


Perawat

AMUK

Klien

-Provokasi
-Ekspektasi
-konflik

Provokasi :
Pernyataan frustasi klien thd
ketidaksetujuan kepad hal-hal yg
berkaitan dengan prosedur di Rumah
Sakit shg membuat klien melakukan
atau tdk melakukan tindakan
keperawatan/pengobatan

Jika staf selalu berusaha mengawasi,


kepemimpinan yg kaku, tdk toleran
thd sikap klien.

Ekspektasi (harapan)
Perubahan psikodinamik merupakan
fokus utama gambaran terhadap
penampilan dan persepsi klien sebagai
keputusasaan klien.
Jika diketahui bahaya amuk maka peran
perawat adl mengetahui pekerjaan yg
berkaitan dengan pengolahan amuk.

Konflik
Konflik sesama staf keperawatan
Perbedaan pendapat
Persaingan antar staf

Klien sbg sasaran untuk melepaskan


tekanan yg dialami akibat konflik tsb.

stres

Rasa bersalah

MARAH

Putus asa

HDR

cemas

T berdaya
INTERNAL

PERILAKU TDK ASERTIF


MERUSAK DIRI

EKSTERNAL
DESTRUKTIF
AGRESIF
Mengungkapkan scr verbal
Menekan
Menantang

Gejala marah

Fisiologik
T, N, RR naik
pupil dilatasi, tonus otot meningkat,
mual, frekuensi BAB meningkat,
kadang-kadang konstipasi, refleks
tendon tinggi.

Emosional :
mudah tersinggung, tidak sabar,
frustasi, ekspresi wajah nampak
tegang, kehilangan kontrol diri.
Perilaku
agresif pasif, menarik diri,
bermusuhan, sinis, curiga,
mengamuk, nada suara keras dan
kasar.

Konsep marah (Beck, Rawlins, Williams)

Ancaman/kebuth

Stres

Cemas
Marah

Mrs kuat

Ungkap scr vertikal Mrs tadekuat

Menantang

Jaga keutuhan

Menantang

Msl tselesai

lega

Ingkari marah

Marah bpanjang

Tegang turun Marah t terungkap


Marah tatasi

Rasa bermusuhan
Rasa bermusuhan menahun
Marah pd diri
Depresi psikosomatik

Marah orla
Agresif mengamuk

Mekanisme koping
Sublimasi
Proyeksi
Represi
Reaksi

formasi
displacemen

1. Individu
Aspek Biologis
Karena kegiatan syaraf otonom dan
pengeluaran epinephrin shg :

Tensi naik
- Tachicardi
Wajah merah
- pupil melebar
Frekuensi urin naik
- waspada meningkat
Ketegangan otot (rahang terkatup, tangan
mengepal, tubuh kaku)
Reflek cepat

Aspek emosional
Perasaan tnyaman
- tberdaya
Jengkel
- frustasi
Dendam
- ingin berkelahi
Bermusuhan
- sakit hati
Menyalahkan dan menuntut
Perilaku menarik perhatian dan
timbulnya konflik pada diri sendiri :
Melarikan diri
- bolos
Mencuri
- menimbulkan kebakaran
Penyimpangan seksual

Aspek intelektual
peran panca indra adaptasi dg lingkungan
intelektual pengalaman.
Shg yg perlu dikaji :

Cara klien marah


Identifikasi penyebab klien marah
Gangguan fungsi pada indra
Unsur mendominasi
Bawel
Berdebat
Meremehkan saat berdiskusi

Aspek sosial
Yang dikaji :

Interaksi sosial, budaya, konsep rasa


percaya dan ketergantungan.

Pengalaman marah mganggu hub.


Interpersonal individu
menyangkal/pura-pura t marah.

Cara marah :
Menarik diri
- pengasingan
Penolakan
- kekerasan
Ejekan
- humor

Aspek spiritual
Yang dikaji :
Kepercayaan, nilai dan moral
mempengaruhi ungkapan marah
individu.
Spiritual mempengaruhi hubungan
individu dg lingkungan jika
bertentangan marahamoral,
rasa t berdosa, kreatifitas
terhambat.

Tanda yg ditemui :

Kemahakuasaan
Kebenaran diri
Keraguan
Tdk bermoral
Kebejatan
Kreatifitas terlambat

2. Fasilitas
Perangkat lunak
Standar asuhan kep amuk
Protokol tentang :

Teknik isolasi
Teknik pengikatan
Teknik pelepasan
Kebijakan
Filosofi

Instrumen pengkajian klien amuk


Instrumen evaluasi tk kemajuan amuk
Kriteria penggolongan klien amuk
Jadual kegiatan penyaluran energi.

Perangkat keras
Bentuk fisik gedung

Alat-alat

Lokasi kantor perawat dan kamar klien


Kamar mandi di tiap-tiap kamar isolasi.
Jumlah ruang isolasi
Alat pengikat
- baju pasien
Badpan dan urinal
Penyalur energi.

Ketenagaan (jml perawat dan kemampuannya)


Keluarga
keterlibatan keluarga dlm penanganan klien amuk.

Analisa Data :
Pohon masalah :
Resiko mencederai diri sendiri, orang lain
dan lingkungan
Perilaku

kekerasan

Gangguan

konsep diri : HDR

TUM :
Klien tidak mencederai diri/orang
lain/lingkungan

TUK : Klien dapat :


1. membina hubungan saling percaya
2. mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan
3. Mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan
4. Mengidentifikasi perilaku kekerasan yang
dilakukan
5. Mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan
6. Melakukan cara berespon terhadap kemarahan
secara konstruktif
7. Mendemonstrasikan sikap perilaku kekerasan
8. Dukungan keluarga dalam mengontrol perilaku
kekerasan
9. Menggunakan obat yang benar.

Rencana

tindakan keperawatan :

Klien
Kelompok

klien

Keluarga
Kelompok

keluarga
lingkungan

Persiapan perawat :
Sadar perasaan sendiri
Yakin klien dapat belajar ungkapan marah yg
benar
Hangat, tegas, menerima, tetap tenang, dan
kalem.
Sikap dan suasana hubungan kerja yg akrab.

Rentang tindakan keperawatan dlm


managemen agresif
Strategi
Strategi
prevensi
prevensi

-Kesadaran diri
-Pendidikan kesehatan/
Managemen perilaku
Kekerasan
Latihan asertif

Strategi
antisipasi

-- komunikasi
-Perubahan lingk.
-Tindakan perilaku
-psikofarmako

Strategi
Pembatasan
gerak

-Managemen krisis
-Pengasingan
-pengekangan

-Saat amuk
-Cenderung membahayakan
Orang lain
-Amuk jangka panjang

Tujuan :
Meningkatkan kemampuan
klien untuk mengontrol diri

-Teknik verbal
-Teknik perilaku
-Medikasi
-Teknik pengisolasian
- pengikatan
(sendiri/digabung)

Prinsip strategi :
Pengurangan/pembatasan
kebebasan klien

Teknik verbal
Tahap awal mengelolah klien amuk
Sering kali ditemuai kesalahan yg dilakukan
selama usaha tindakan awal terhadap klien
amuk seperti kebingungan antara mengontrol
dengan konfrontasi.

Meningkatkan kontrol :

Berbicara secara jelas


Kalem
Percaya diri

Jangan menantang klien dg cara


konfrontasi, agresif, mengancam atau
menonjolkan diri meningkatkan
kecenderungan klien menyerang staf.

Medikasi
Medikasi yg secara rutin digunakan :
Haloperidol (Hadol)mau pulang
Chlorpromazine (Thorazine)
Thionidazine (Mellaryl)
Thiothixine (Novane)
Fluphenazine (prolixin) inj. long acting

Teknik perilaku
Upaya yg dilakukan sebelum
melakukan tindakan isolasi atau
pengikatan.
Tujuan :

Menurunkan stimulasi yg merusak


Meningkatkan keberadaan klien
Kesempatan untuk membantu
melindungi/menghambat perilaku yg
destruktif.

Digunakan

dalam kaitannya dengan


pemberian obat-obatan sebelumnya
dan untuk menghindari agar klien tdk
menjadi agresif dan untuk membatasi
prosdur isolasi/pengikatan.
Jika klien tiba-tiba amuk maka
dilakukan prosedur isolasi/pengikatan
dan melindungi lingkungan
Tahapan ruang isolasi
kamar isolasi ruang transisi ruang
terbuka/tenang.