Anda di halaman 1dari 22

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Islam menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia
kesehatan dan keperawatan, guna menolong orang yang sakit dan untuk
meningkatkan kesehatan. Karena kesehatan merupakan modal untuk
menjalani aktivitas, seperti bekerja, beribadah, dan aktivitas lainnya.
Ajaran islam selalu menekankan setiap orang untuk menjaga kesehatan
dan memakan makanan yang baik dan halal untuk menunjukan bahwa
Islam mendukung kesehatan, sebab makanan merupakan salah-satu
penentu sehat atau tidaknya seseorang.
Profesi keperawatan dalam islam adalah dipandang sebagai profesi
yang mulia.akan tetapi hal itu berlaku apabila asuhan keprawatan yang
dilakukan sesuai dengan syariah islam,yaitu dengan memperhatikan
kaidah-kaidah dan aturan-aturan dalam islam.dalam Al-Quran disebutkan
bahwa:
bertolong-tolonglah kamu dalam hal kebaikan,dan janganlah kamu
bertolong-tolong dalam hal keburukan atau kejahatan.
Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Quran
menganjurkan untuk membantu orang orang yang sedang kesulitan dalam
hal ini adalah pada keadaan sakit.seperti yang dicontohkan oleh rufaidah di
zaman Rasulullah Saw.sebagai perumpamaan dalam penerapan asuhan
keperawatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam
islam.misalnya adalah bagaimana cara bersuci dan shalat bagi pasien yang
sedang sakit.
Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 185:
artinya

allah

menghendaki

kemudahan

bagimu,

dan

tidak

menghendaki kesukaran bagimu(QS.Al-baqarah;185)

1 | Page

Seperti telah difirmankan Allah dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 168,


172 :
Wahai sekalian manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari
apa yang terdapat dibumi. Wahai orang-orang yang beriman, makanlah
dari apa yang baik-baik yang kami rezeki kepadamu (Q.S Al-Baqarah:
168,172).
Anjuran Islam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi Islam
untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, sebab kebersihan pangkal
kesehatan, dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. Itu
sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan
kebersihan, seperti buang kotoran dan sampah sembarangan, membuang
sampah dan limbah di sungai atau sumur yang airnya tidak mengalir dan
sejenisnya. Islam sangat menekankan kesucian (al-thaharah), yaitu
kebersihan atau kesucian lahir dan batin. Dengan hidup bersih, maka
kesehatan akan semakin terjaga, sebab selain bersumber dari perut sendiri,
penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor.
Islam juga sangat menganjurkan kehati-hatian dalam bepergian dan
menjalankan pekerjaan,

dengan selalu mengucapkan basmalah dan

berdoa. Agama sangat melarang perilaku nekad dan ugal-ugalan, seperti


bekerja tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat
membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan,
maka profesi perawat tidak bisa dihindari. Keperawatan sangat
dibutuhkan, baik yang dilakukan secara sederhana, tradisional sampai pada
yang semi modern dan supermodern.
Keperawatan secara umum dapat dibagi dua, yaitu pelayanan
kesehatan dan pelayanan medis. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pelayanan kesehatan diartikan sebagai pelayanan yang diterima seseorang

2 | Page

dalam hubungannya dengan pencegahan, diagnosis dan pengobatan suatu


gangguan kesehatan tertentu (KBBI, l990: 504).
Menurut mantan Rektor Universitas Al-Azhar, Syeikh Mahmoud
Syaltout (l973: l24), banyak sekali petunjuk Nabi Muhammad SAW yang
jelas sekali menuntut perlunya profesi keperawatan. Perintah untuk
berobat, peringatan terhadap penyakit menular, perintah mengasingkan diri
terhadap penyakit menular, penjenisan makanan-makanan sehat untuk
tubuh, dll, menunjukkan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat Islam
sangat menuntut hadirnya para perawat di tengah masyarakat manusia.
Sebab orang yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan dan
perawatan kesehatan tidak lain adalah institusi beserta individu perawat
yang mengabdi di dalamnya.
Islam tidak membedakan apakah ia dokter, paramedis atau perawat,
sepanjang ia mengabdi di bidang pengobatan dan perawatan penyakit,
maka ia merupakan orang mulia. Bahkan dalam banyak kitab fikh dan
hadits, selalu ada bab khusus yang membahas tentang penyakit dan
pengobatan (kitab al-maridh wa al-thib). Di dalam Islamic Code of
Medical Ethics diterangkan bahwa pengobatan dan keperawatan
merupakan profesi mulia. Allah menghormatinya melalui mukjizat Nabi
Isa bin Maryam dan Nabi Ibrahim yang pandai mengobati penyakit dan
selalu menyebut nama Allah sebagai penyembuh penyakitnya. Sama
halnya dengan semua aspek ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran dan
keperawatan adalah sebagian dari ilmu Allah, karena Allah-lah yang
mengajarkan kepada manausia apa yang tidak diketahuinya.
B. Rumusan masalah
1. Apa saja prinsip-prinsip islam dalam kesehatan ?
2. Apa saja peran perawat islami ?
3. Bagaimana perawat sebagai profesi ?
4. Bagaimana membimbing pasien untuk beribadah dan berdoa saat
sakit ?
C. Tujuan penulisan
1. Menjelaskan tentang prinsip-prinsip islam dalam kesehatan.
2. Menjelaskan tentang peran perawat islami.
3. Menjelaskan perawat sebagai profesi
3 | Page

4. Menjelaskan bimbingan kepada pasien untuk beribadah dan berdoa


saat sakit.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PRINSIP-PRINSIP ISLAM DALAM KESEHATAN

4 | Page

Dalam ilmu kesehatan islam pun mengajarkan beberapa prinsip


tentang kesehatan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut:
1.

Agama
Islam bertujuan memelihara agama, jiwa, akal, kesehatan dan harta
benda umat manusia

2.

Anggota
badan dan jiwa manusia merupakan milik Allah

3.

Justice

4.

Mengutam
akan peluang hidup yang lebih tinggi

B. PERAN KEPERAWATAN ISLAM


Sebagai seorang perawat islam perlu adanya peran terhadap ilmu
keperawat tersebut. Peran yang dapat kita lakukan antara lain:
1. Mengintegrasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan
Islam mengajarkan kita beberapa aspek nilai-nilai yang dapat
menjadikan manusia itu terlihat baik disisi Allah SWT. Oleh karena
itu nilai-nilai keislaman perlu di integrasikan terhadap ilmu
keperawatan yang berkembang pada saat ini. Adanya pengintegrasian
ini dimaksudkan akan terciptanya seorang perawat yang bercirikan
agama Islam.
2. Mengaplikasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan
Setelah adanya pengintegrasian maka perlu adanya realisasi dari
pada nilai-nilai tersebut untuk diaplikasikan terhadap praktik
keperawatan.
Misalnya ketika seorang perawat mendapati pasien yang beragama
islam, dan pasien tersebut memiliki penyakit yang apabila terkena air
maka penyakit tersebut bertambah. Maka seorang perawat tersebut
perlu untuk mengajarkan bertayamum kepada pasien/klien agar klien
tidak bertambah sakitnya, namun tidak pula meninggalkan ibadahnya.
Selain itu . Seorang perawat dikatakan profesional jika memiliki
ilmu pengetahuan, keterampilan keperawatan professional serta memiliki
sikap profesional sesuai kode etik profesi. Nilai Nilai Islami dalam Peran
dan Fungsi Perawat Profesional:
1. Peran Pelaksana

5 | Page

Peran ini dikenal dengan istilah care giver. Peran perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan secara langsung atau tidak langsung
kepada klien sebagai individu keluarga dan masyarakat. Dalam
melaksanakan peran ini perawat bertindak sebagai comforter,
protector, dan advokat, communicator, serta rehabilitator.
Sebagai comforter, perawat berusaha memberi kenyamanan
dan rasa aman pada klien. Islam mengajarkan bagaimana umat
manusia dapat menolong terhadap sesamanya, pertolongan itu
diberikan secara tulus ikhlas dan holistic, sehingga kita dapat
merasakan apa yang klien kita rasakan. Ibarat orang mukmin saling
mencintai kasih mengasihi dan saling menyayangi adalah lukisan satu
tubuh jika salah satu angggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh
akan merasa sakit. ( HR.Muttafaq Alaih).
Peran sebagai protector lebih berfokus pada kemampuan
perawat melindungi dan menjamin agar hak dan kewajiban klien
terlaksana dengan seimbang dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Misalnya, kewajiban perawat memenuhi hak klien untuk menerima
informasi dan penjelasan tentang tujuan dan manfaat serta efek
samping suatu terapi pengobatan atau tindakan keperawatan. Dalam
islam kita tidak boleh membuka aib saudara kita sendiri karena jika
kita membukanya sama saja kita memakan bangkai saudara kita yang
mati sebagaimana
Dalam surah al-hujurat ayat 12:




Artinya: hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari
prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan
janganlah mencari-cari kesalah orang lain dan jangan lah
sebahagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah
seseorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah

6 | Page

kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima lagi Maha


Penyayang.
Peran sebagai communicator akan nampak bila perawat
bertindak sebagai mediator antara klien dengan anggota tim kesehatan
lainnya. Peran ini berkaitan erat dengan keberadaan perawat
mendampingi klien sebagai pemberi asuhan keperawatan selama 24
jam. Perawat dalam islam harus memberikan dukungan. Rehabilitator
berhubungan

erat

dengan

tujuan

pemberian

askep

yakni

mengembalikan fungsi organ atau bagian tubuh agar sembuh dan


dapat berfungsi normal.
2. Peran Sebagai Pendidik (Health Educator)
Sebagai pendidik, perawat berperan

mendidik

individu,

keluarga, kelompok, dan masyarakat serta tenaga keperawatan atau


tenaga kesehatan yang berada dibawah tanggung jawabnya. Peran ini
dapat berupa penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga,
kelompok, atau masyarakat). Sebagaimana Dalam Q.S Ali-Imran ayat
148 :

Artinya: Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala
di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orangorang yang yang berbuat kebaikan.
Dan Q.S Al-Mujadilah ayat 11 :


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan
kepadamu:

Berlapang-lapanglah

dalam

majlis,

maka

lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.


Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan

7 | Page

orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan


Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3. Peran Sebagai Peneliti
Sebagai peneliti dibidang keperawatan, perawat diharapkan
mampu mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan prinsip dan
metode penelitian serta memanfaatkan hasil penelitian untuk
meningkatkan

mutu

asuhan

atau

pelayanan

dan

pendidikan

keperawatan. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan:


a. Jawaban terhadap pertanyaan.
b. Solusi penyelesaian masalah baik melalui produk teknologi atau
metode baru maupun berupa produk jasa.
c. Penemuan dan penafsiran fakta baru.
d. Pengujian teori berdasarkan kondisi atau fakta baru.
e. Perumusan teori baru. Quran Surah Al-Qashash ayat 77, yang
berbunyi:




Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah


kepadamu

negeri

akhirat,

dan

janganlah

kamu

melupakan

bahagiamu dari duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah


telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah berbuat kerusakan
dibumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berbuat kerusakan.

C. PERAWAT SEBAGAI PROFESI


1. Pengertian keperawatan dan profesi keperawatan
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional sebagai bagian
integral pelayan kesehatan yang berdasarkan ilmu dan kiat
keperawatan meliputi aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual
yang bersifat kompherensip, ditujukan kepada individu, keluarga dan
masyarakat yang sehat maupun yang sakit mencakup hidup manusia
untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. (Pokja thn 2004).

8 | Page

Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai


dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi
banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang
cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada
pelayanan.
mendapatkan

Profesi

keperawatan

pengakuan

dari

adalah
profesi

profesi
lain,

yang

sudah

dituntut

untuk

mengembangkan dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam sistem


pelayanan kesehatan agar keberadaannya mendapat pengakuan dari
masyarakat.
2. Karateristik profesi keperawatan
Menurut Lindberg, Hunter dan Kruszewski (1993), Leddy dan
Pepper (1993) serta Berger dan Williams (1992), keperawatan sebagai
suatu profesi memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Kelompok
pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan
masalah dalam tatanan praktik keperawatan. Pada awalnya praktik
keperawatan dilandasi oleh ketrampilan yang bersifat intuitif. Sebagai
suatu disiplin, sekarang keperawatan disebut sebagai suatu ilmu
dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-ilmu dasar
seperti ilmu perilaku, social, fisika, biomedik dan lain-lain. Selain itu
keperawatan juga mempelajari pengetahuan inti yang menunjang
praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh manusia yang berkaitan dengan
sehat dan sakit serta pokok bahasan pemberian asuhan keperawatan
secara langsung kepada klien. b. Kemampuan memberikan pelayanan
yang unik kepada masyarakat. Fungsi unik perawat adalah
memberikan bantuan kepada sesorang dalam melakukan kegiatan
untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta membantu
kemandirian klien. c. Pendidikan yang memenuhi standart dan
diselenggarakan di perguruan tinggi atau universitas. Beralihnya
pendidikan

keperawatan

kepada

memberikan

kesempatan

kepada

institusi
perawat

pendidikan
untuk

tinggi

mendapatkan

pengetahuan dan ketrampilan intelektual, interpersonal dan tehnikal


yang memungkinkan mereka menjalankan peran dengan lebih terpadu

9 | Page

dalam pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan.


Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek
keperawatan. d. Pengendalian terhadap standart praktik. Standart
adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. Standart praktik
keperawatan menekankan kepada tangung jawab dan tangung gugat
perawat untuk memenuhi standart yang telah ditetapkan yang
bertujuan menlindungi masyarakat maupun perawat. Perawat bekerja
tidak dibawah pengawasan dan pengendalian profesi lain. e.
Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang
dilakukan. Tanggung gugat accountable berarti perawat bertanggung
jawab pelayanan yang diberikan kepada klien. Tanggung gugat
mengandung aspek legal terhadap kelompok sejawat, atasan dan
konsumen. Konsep tangung gugat mempunyai dua implikasi yaitu
bertanggung jawab terhadap konsekuensi dari tindakan yang dilakukan
dan juga menerima tanggung jawab dengan tidak melakukan tindakan
pada situasi tertentu. f. Karir seumur hidup. Dibedakan dengan
tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin. Perawat bekerja
sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan dan
ketrampilan yang menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat. g.
Fungsi mandiri. Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan
asuhan keperawatan walaupun kegiatan kolaborasi dengan profesi lain
kadang kala dilakukan dimana itu semua didasarkan kepada kebutuhan
klien bukan sebagai ekstensi intervensi profesi lain.
3. Perkembangan profesionalisme keperawatan
Melihat catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di
Indonesia, yang diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19,
dimana disebutkan adanya perawat saat itu adalah di karenakan adanya
upaya tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang
lebih baik sehingga diperlukan tenaga yang dapat membantu atau
tenaga pembantu. Tenaga tersebut dididik menjadi seorang perawat
melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan cara
pengobatannya. Sampai dengan perkembangan keperawatan di
10 | P a g e

Indonesia pada tahun 1983 PPNI melakukan Lokakarya Nasional


Keperawatan di Jakarta, melalui lokakarya tersebut perawat bertekad
dan bersepakat menyatakan diri bahwa keperawatan adalah suatu
bidang keprofesian. Perkembangan profesionalisme keperawatan di
Indonesia

berjalan

seiring

dengan

perkembangan

pendidikan

keperawatan yang ada di Indonesia. Pengakuan perawat profesionalan


pemula adalah bagi mereka yang berlatar belakang pendidikan
Diploma III keperawatan. Perkembangan pendidikan keperawatan
dalam rangka menuju tingkat keprofesionalitasan tidak cukup sampai
di tingkat diploma saja, untuk terus mengembangkan pendidikan maka
berdirilah PSIK FK-UI (1985) dan kemudian disusul dengan pendirian
program paska sarjana FIK UI (1999). Peningkatan kualitas organisasi
profesi keperawatan dapat dilakukan melalui berbagai cara dan
pendekatan antara lain : 1. Mengembangkan system seleksi
kepengurusan melalui penetapan criteria dari berbagai aspek
kemampuan, pendidikan, wawasan, pandangan tentang visi dan misi
organisasi, dedikasi serta keseterdiaan waktu yang dimiliki untuk
organisasi. 2. Memiliki serangkaian program yang kongkrit dan
diterjemahkan melalui kegiatan organisasi dari tingkat pusat sampai ke
tingkat

daerah.

Prioritas

utama

adalah

rogram

pendidikan

berkelanjutan bagi para anggotanya. 3. Mengaktifkan fungsi collective


bargaining, agar setiap anggota memperoleh penghargaan yang sesuai
dengan

pendidikan

dan

kompensasi

masing-masing.

4.

Mengembangkan program latihan kepemimpinan, sehingga tenaga


keperawatan dapat berbicara banyak dan memiliki potensi untuk
menduduki berbagai posisi dipemerintahan atau sector swasta. 5.
Meningkatkan

kegiatan

bersama

dengan

organisasi

profesi

keperawatan di luar negeri, bukan hanya untuk pengurus pusat saja


tetapi juga mengikut sertakan pengurus daerah yang berpotensi untuk
dikembangkan.
4. Tujuan pendidikan profesi keperawatan

11 | P a g e

Tujuan pendidikan tinggi keperawatan pada institusi pendidikan


tinggi keperawatan diharapkan mampu melakukan hal-hal antara lain :
1. Menumbuhkan/membina sikap dan tingkah laku professional yang
sesuai dengan tuntunan profesi keperawatan. 2. Membangun landasan
ilmu

pengetahuan

yang

kokoh.

3.

Menumbuhkan/membina

keterampilan professional. 4. Menumbuhkan/membina landasan etik


keperawatan yang kokoh dan mantap sebagai tuntutan utama dalam
melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan dan dalam kehidupan
keprofesian.
5. Jenis pendidikan keperawatan di indonesia
Pendidikan keperawatan di indonesia mengacu kepada UU No. 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jenis pendidikan
keperawatan di Indonesia mencakup: Jenis Pendidikan Keperawatan
Indonesia: 1. Pendidikan Vokasi; yaitu pendidikan yang diarahkan
terutama

pada

kesiapan

penerapan

dan

penguasaan

keahlian

keperawatan tertentu sebagai perawat. 2. Pendidikan Akademik; yaitu


pendidikan

yang

diarahkan

terutama

pada

penguasaan

dan

pengembangan disiplin ilmu keperawatan yang mengcakup program


sarjana, magister, doktor. 3. Pendidikan Profesi; yaitu pendidikan yang
diarahkan untuk mencapai kompetensi profesi perawat.

6. Jenjang pendidikan tinggi keperawatan indonesia


1.Program Pendidikan Diploma III Keperawatan
Program Pendidikan Diploma III (D-III) Keperawatan ini
menghasilkan

perawat

generalis

sebagai

perawat

professional

pemula/vokasional (ahli madya keperawatan) yang dikembangkan


dengan landasan keilmuan yang cukup dan landasan keprofesian yang
kokoh.

Lulusannya

diharapkan

mampu

melaksanakan

asuhan

keperawatan professional dengan berpedoman kepada standar asuhan


keperawatan dan dengan etika keperawatan sebagai tuntunan. Sebagai
perawat vokasional diharapkan memiliki tingkah laku dan kemampuan
professional,

akuntabel

dalam

melaksanakan

asuhan/praktik

12 | P a g e

keperawatan dasar secara mandiri di bawah supervise Ners. Lama


pendidikan 3 tahun untuk waktu normal. Lulusan D-III Keperawatan
juga diharapkan mampu mengelolah praktik keperawatan yang
dilakukan sesuai dengan tuntutan kebutuhan klien serta memiliki
kemampuan

meningkatkan

mutu

asuhan

keperawatan

dengan

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan yang


maju secara tepat guna.
Tujuan program Diploma III Keperawatan adalah menghasilkan
lulusan yang mampu : 1. Melaksanakan pelayanan keperawatan
profesional

dalam

suatu

sistem

pelayanan

kesehatan

sesuai

kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila,


khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan individu, keluarga
dan

komunitas

berdasarkan

kaidah-kaidah

keperawatan.

2.

Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam


mengelola asuhan keperawatan. 3. Berperan serta dalam kegiatan
penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil
penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/asuhan keperawatan. 4.
Berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien. 5.
Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan
kemampuan profesinya.
2.Program Pendidikan Ners
Program Pendidikan Ners ini menghasilkan perawat ilmuwan
(Sarjana Keperawatan) dan Professional (Ners = First professional
Degree) dengan sikap, tingkah laku, dan kemampuan professional,
serta akuntabel untuk melaksanakan asuhan/praktik keperawatan dasar
(sampai dengan tingkat kerumitan tertentu) secara mandiri. Sebagai
perawat professional, yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan objektif
klien dan melakukan supervise praktik keperawatan yang dilakukan
oleh perawat professional pemula (D-III Keperawatan). Selain itu,
mereka dituntut untuk memiliki kemampuan meningkatkan mutu
asuhan keperawatan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan

13 | P a g e

teknologi (IPTEK) keperawatan yang maju secara tepat guna, serta


kemampuan melaksanakan riset keperawatan dasar dan penerapan
yang sederhana. Program pendidikan Ners memiliki landasan keilmuan
yang kokoh dari pada lulusan D-III Keperawatan serta memiliki
landasan keprofesian yang mantap sesuai dengan sifatnya sebagai
pendidikan profesi. Tetapi, untuk lulusan S1 Keperawatan tanpa
mengikuti profesi Ners, adalah orang yang berkemampuan akademik
sebagai serjana keperawatan tetapi tidak memiliki kewenangan
melakukan praktik keperawatan atau melakukan kegiatan pada bidang
non keperawatan. Sedangkan lulusan Sarjana keperawatan + Ners
adalah seseorang tenaga profesional berkemampuan dan berwenang
melakukan pekerjaan dibidang pelayanan dan asuhan keperawatan
pada pasien dengan gangguan kesehatan.
Tujuan pendidikan Ners adalah menciptakan lulusan yang
mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap keperawatan
profesional yang mampu : a. Melaksanakan profesi keperawatan secara
akuntabel

dalam

suatu

sistem

pelayanan

kesehatan

sesuai

kebijaksanaan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila,


khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan dasar hingga
tingkat kerumitan tertentu secara mandiri kepada individu, keluarga
dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan. b. Mengelola
pelayanan keperawatan profesional tingkat dasar secara bertanggung
jawab dan menunjukkan sikap kepemimpinan. c. Mengelola kegiatan
penelitian keperawatan dasar dan terapan yang sederhana dan
menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK) untuk meningkatkan mutu dan jangkauan
pelayanan/asuhan keperawatan. d. Berperan serta secara aktif dalam
mendidik dan melatih calon perawat dan tenaga keperawatan, serta
furut berperan dalam berbagai program pendidikan tenaga kesehatan
lain. e. Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan
kemampuan

profesional.

f.

Memelihara

dan

mengembangkan

kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam

14 | P a g e

melaksanakan profesinya. g. Berfungsi sebagai anggota masyarakat


yang kreatif, produktif, terbuka untuk menerima perubahan dan
berorientasi pada masa depan.
3.Program Pascasarjana Keperawatan
Program magister keperawatan ini menghasilkan perawat ilmuwan
dengan sikap tingkah laku dan kemampuan sebagai ilmuwan
keperawatan. Sebagai perawat ilmuwan diharapkan mempunyai
kemampuan berikut ini : 1) Meningkatkat pelayanan profesi dengan
jalan

penelitian

dan

pengembangan.

2)

Berpartisipasi

dalam

pengembangan bidang ilmunya. 3) Mengembangkan penampilannya


dalam spectrum yang lebih luas dengan mengkaitkan ilmu/profesi
serupa. 4) Merumuskan pendekatan penyelesaian berbagai masalah
masyarakat dengan cara penalaran ilmiah (Keputusan Mendikbud
No.056/U/1994-pasal 2 ayat 3).
Tujuan program pascasarjana ini adalah menghasilkan lulusan yang
mampu : a. Mengembangkan.dan menerapkan ilmu dan teknologi
keperawatan sesuai bidang spesialisasi melalui kegiatan penelitian. b.
Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan
kemampuan profesional melalui upaya peningkatan kemampuan
lulusan sesuai bidang spesialisasi. c. Berfungsi sebagai anggota
masyarakat yang kreatif, produktif, dan terbuka untuk menerima
perubahan, sehingga dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang
diperoleh guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat.
Islam menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia
kesehatan dan keperawatan guna menolong orang yang sakit dan
meningkatkan kesehatan. Kesehatan merupakan modal utama untuk
bekerja, beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Ajaran Islam yang
selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan
halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan, sebab makanan
merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang.

15 | P a g e

"Wahai sekalian manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari
apa yang terdapat di bumi. Wahai orang-orang yang beriman, makanlah
dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan kepadamu" (QS alBaqarah: l68, l72).
Makanan yang baik dalam Islam, bukan saja saja makanan yang
halal, tetapi juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan, baik
zatnya, kualitasnya maupun ukuran atau takarannya. Makanan yang halal
bahkan sangat enak sekalipun belum tentu baik bagi kesehatan.
Sebagian besar penyakit berasal dari isi lambung, yaitu perut,
sehingga apa saja isi perut kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
Karena itu salah satu resep sehat Nabi Muhammad SAW adalah
memelihara makanan dan ketika makan, porsinya harus proporsional,
yakni masing-masing sepertiga untuk makanan, air dan udara. (HR.
Turmudzi dan al-Hakim).
Anjuran Islam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi Islam
untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, sebab kebersihan pangkal
kesehatan, dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. Itu
sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan
kebersihan, seperti buang kotoran dan sampah sembarangan, membuang
sampah dan limbah di sungai/sumur yang airnya tidak mengalir dan
sejenisnya. Islam sangat menekankan kesucian (al-thaharah), yaitu
kebersihan atau kesucian lahir dan batin. Dengan hidup bersih, maka
kesehatan akan semakin terjaga, sebab selain bersumber dari perut sendiri,
penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor.
Islam juga sangat menganjurkan kehati-hatian dalam bepergian dan
menjalankan pekerjaan, dengan selalu mengucapkan basmalah dan berdoa.
Agama sangat melarang perilaku nekad dan ugal-ugalan, seperti bekerja
tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat membahayakan
diri sendiri dan orang lain.
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan
(al-Baqarah:: l95).
Hal ini karena sumber penyakit dan kesakitan, tidak jarang juga
berasal dari pekerjaan dan risiko perjalanan. Sekarang ini kecelakaan kerja
16 | P a g e

masih besar disebabkan kurangnya pengamanan dan perlindungan kerja.


Lalu lintas jalan raya; darat, laut dan udara juga seringkali diwarnai
kecelakaan, sehingga kesakitan dan kematian karena kecelakaan lalu lintas
ini tergolong besar setelah wabah penyakit dan peperangan.
Jadi walaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya sedemikian
rupa, risiko kesakitan masih besar, disebabkan faktor eksternal yang di luar
kemampuannya menghindari. Termasuk di sini karena faktor alam berupa
rusaknya ekosistem, polusi di darat, laut dan udara dan pengaruh global
yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. Karena itu
Islam memberi peringatan antisipatif: jagalah sehatmu sebelum sakitmu,
dan jangan abaikan kesehatan, karena kesehatan itu tergolong paling
banyak diabaikan orang. Orang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan
sakit.

D. BIMBINGAN

PERAWAT

TERHADAP

PASIEN

DALAM

BERIBADAH DAN BERDOA SAAT SAKIT


1. Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang
sakit.


Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan,


sesungguhnya

Engkau

adalah

Maha

Menyembuhkan,

tidak

ada

kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan


total yang tidak menyisakan penyakit.
2. Membimbing pasien ketika tiba waktu sholat
Karena sholat itu merupakan tiang agam jadi dalam keadaan
apapun kita diwajibkan untuk sholat , maka dari itu sebagai perawat kita
wajib mengingatkan pasien kita agar terus menjalankan kewajibannya
sebagai umat muslim .


17 | P a g e

Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha.


Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu. (Al-Baqarah :
238).
Tata Cara Shalat bagi Orang sakit
a. Jika tidak mampu melaksanakan shalat dengan keadaan berdiri, maka
shalat dapat dilakukan dengan posisi duduk
b. Jika tidak mampu melaksanakan dengan cara duduk, maka shalat bisa
dilakukan dengan cara berbaring menghadap kiblat dengan miring di
sisi kanan (lebih baik daripada sisi kiri)
c. Jika tidak mampu melaksanakan dengan cara miring, maka shalat bisa
dilaksanakan dengan cara terlentang, kedua kakinya diarahkan ke
kiblat dan lebih baik kepalanya diangkat sedikit untuk menghadap ke
kiblat
d. Jika tidak mampu melaksanakan shalat dengan ruku dan sujud, maka
bisa dengan memakai isyarat dengan kepala
e. Jika tidak mampu mengisyaratkan dengan kepala dan mata pada
waktu ruku dan sujud, maka bisa dilaksanakan dengan isyarat mata.
f. Jika tidak mampu mengisyaratkan dengan kepala dan mata, maka
shalat dapat dilaksanakan dengan hati.
3. Mengingatkan untuk selalu berdoa kepada Allah
Karena dengan kita berdoa kita bisa lebih dekat dengan ALLAH SWT .

Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan
Kuperkenankan

bagimu.

Sesungguhnya

orang-orang

yang

menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam


dalam keadaan hina dina. (Ghafir : 60)
4. Membimbing agar selalu berdzikir kepada Allah
Dengan berdzikir hati pasien yang tidak tenang akan menjadi lebih
tanang dan akan menjadi lebih dekat kepada Allah.

18 | P a g e

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram


dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram.
Begitulah Allah SWT menguji manusia ( dengan sakit ) , untuk
melihat siapa di antara hamba-Nya yang memang benar-benar berada
dalam keimanan dan kesabaran. Karena sesungguhnya iman bukanlah
sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan, tapi juga harus menghujam di
dalam hati dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan.
Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang
mengaku beriman. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka
dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka
tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang
sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang
benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS.
Al-Ankabuut: 2-3)
DOA SBLM DN SESUDH TINDKN

19 | P a g e

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Winsley (1964) Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan
ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna
menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan
yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada
pelayanan. Profesi keperawatan adalah profesi yang sudah mendapatkan
pengakuan dari profesi lain, dituntut untuk mengembangkan dirinya untuk
berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan agar keberadaannya
mendapat pengakuan dari masyarakat. Orientasi pendidikan keperawatan
dilakukan dalam upaya meningkatan kualitas tenaga perawat yang
profesional melalui jenjang pendidikan, oleh karna itu maka pendidikan
keperawatan meliputi pendidikan akademik dan profesi.
Keperawatan dalam islam tidak hanya menjalankan pekerjaannya
sebagai profesi tetapi sebagai bentuk syiar islam, yang mengintegrasikan
nilai-nilai

keislaman

serta

mengaplikasikannya

dalam

praktik

keperawatan.
Dalam perannya seorang perawat berperan sebagai Perawat
Pelaksana, Peran ini dikenal dengan istilah care giver. Peran perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan secara langsung atau tidak

20 | P a g e

langsung kepada klien sebagai individu keluarga dan masyarakat. Dalam


melaksanakan peran ini perawat bertindak sebagai comforter, protector,
dan advokat, communicator, serta rehabilitator.
Peran Sebagai Pendidik (Health Educator), Sebagai pendidik,
perawat berperan mendidik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
serta tenaga keperawatan atau tenaga kesehatan yang berada dibawah
tanggung jawabnya. Peran ini dapat berupa penyuluhan kesehatan kepada
klien (individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat).
Peran Sebagai Peneliti, Sebagai peneliti dibidang keperawatan,
perawat

diharapkan

mampu

mengidentifikasi

masalah

penelitian,

menerapkan prinsip dan metode penelitian serta memanfaatkan hasil


penelitian untuk meningkatkan mutu asuhan atau pelayanan dan
pendidikan keperawatan.
Oleh karena itu dari pembahasan diatas tentang prinsip-prinsip
islam dalam kesehatan beserta peran perawat islami dan perawat sebagai
profesi harus di fahami dengan baik sehingga terciptanya seorang perawat
professional yang Islami.
B. SARAN
Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini,
tapi apabila manusia sudah menjadi pemimpin terkadang mereka lupa
dengan masyarakat yang dia pimpin. Sebagai calon pemimpin dalam
bidang keperawatan atau kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada
pasien jangan membeda-bedakan, apakah sia kaya atau miskin.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk semua kalangan terutama
bagi kami sendiri sebagai penulis dari makalah ini. Dan diharapkan
dengan adanya makalah ini rekan mahasiswa Perawat lebih memahami
tentang perkembangan pendidikan profesi keperawatan serta untuk lebih
menambah wawasan mahasiswa sehingga bermanfaat di masa yang akan
datang.

21 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Aziz Alimul. 2002. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Departemen Agama RI. 2005. AL-Quran dan Terjemahannya, Bandung:
PT Syamil Media Cipta
Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan Al-Quran Tafsir MaudhuI atas
Barbagai Persoalan Umat, Bandung: Penerbit Mizan
Hidayat ,A.Aziz Alimul . 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:
salemba medika Simamora, Roymond H. 2009. Pendidikan Dalam
Keperawatan. Jakarta : EGC. Salam dan Salmon,
Ferry. 2009. Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba. Ali,
Zaidin,H.2001.Dasar-dasar

keperawatan

professional.Jakarta:

Widya

Medika

22 | P a g e