Anda di halaman 1dari 27

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
II.1.1 Fluida
Fluida adalah suatu zat yang mengalir, kata fluida mencakup zat cair, air dan gas
karena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda benda keras atau seluruh
zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. Jenis-jenis fluida
antara lain :
1. Fluida statis
Fluida yang berada dalam suatu tempat, dan tidak ada gerakan diantara elemenelemen sekitarnya. Fluida dalam keadaan tidak bergerak/diam.
2. Fluida dinamis
Fluida ada gerakan antara elemen-elemen sekitarnya (Siregar, 2012).
3. Fluida Newtonian
Dalam fluida Newton terdapat hubungan linier antara besarnya tegangan geser
diharapkan dan laju perubahan bentuk yang diakibatkan.
4. Fluida Nonewtonian
Disini terdapat hubungan yang tak linier antara besarnya tegangan geser yang
diterapkan dengan laju perubahan bentuk sudut.
5. Fluida incompressible (tidak termampatkan) yaitu fluida yang tidak dapat
dikompressi atau volumenya tidak dapat ditekan menjadi lebih kecil sehingga r-nya
(massa jenisnya) konstan.
6. Fluida compressible (termampatkan), yaitu fluida yang dapat dikompressi atau
volumenya dapat ditekan menjadi lebih kecil sehingga r-nya (massa jenisnya) tidak
konstan.
7. Cairan : Fluida yang cenderung mempertahankan volumenya karena terdiri atas
molekul-molekul tetap rapat dengan gaya kohesif yang relatif kuat dan fluida cairan
praktis tak compressible.
8. Gas : Fluida yang volumenya tidak tertentu karena jarak antar molekul-molekul
besar dan gaya kohesifnya kecil sehingga gas akan memuai bebas sampai tertahan
oleh dinding yang mengukungnya. Pada fluida gas, gerakan momentum antara
molekulnya sangat tinggi, sehingga sering terjadi tumbukan antar molekul.
9. Fluida bersifat Turbulen, dimana alirannya mengalami pergolakan (berputar-putar).
II-1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


10. Fluida bersifat Laminar (stream line), dimana alirannya memiliki lintasan lapisan
batas yang panjang, sehingga dikatakan juga aliran berlapis-lapis.
(Yoekibo, 2011)
II.1.2 Prinsip Bernoulli
Kerja pompa dalam persamaan Bernoulli. Pompa digunakan dalam sistem aliran
untuk meningkatkan energi mekanik fluida yang mengalir, peningkatan itu digunakan
untuk hubungan persamaan (4-30) kita pasang sebuah pompa. Umpamakan kerja yang
dilakukan pompa persatuan massa fluida ialah Wp. Oleh karena persamaan bernoulli hanya
merupakan neraca energi mekanik saja, kita harus memperhitungkan gesekan yang terjadi
di dalam pompa. Dalam keadaan sebenarnya, di dalam pompa semua sumber gesekan
fluida itu aktif, dan disamping itu terdapat pula gesekan mekanik pada bantalan (bearing),
perapat (seal), dan peti gasket (stuffing box). Energi mekanik yang diberikan kepada
pompa sebagai kerja poros (-) harus dikurangi dengan rugi (kehilangan tekanan) karena
gesekan, barulah didapatkan energi mekanik neto yang terdapat didalam fluida yang
mengalir. Umpamakan gesekan total didalam pompa, persatuan massa fluida, ialah h fp.
Jadi, kerja neto terhadap fluida adalah : Wp - hfp. Dalam prakteknya sebagai pengganti hfp
digunakan efisiensi pompa, yang ditandai dengan , yang didefinisikan oleh persamaan
................................. .Pers.II.1.1
atau
.............................Pers.II.1.2

Energi mekanik yang diberikan kepada fluida ialah, tentunya Wp, dimana

Persamaan 4-30, dikoreksi untuk kerja pompa ialah

...Pers.II.1.3

(McCabe, 1985).
II-2

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1.3 Pompa
Pemindahan fluida melalui pipa, peralatan, ataupun udara terbuka dilakukan
dengan bantuan pompa, kipas, atau blower (penghembus), dan kompresor. Pompa ialah
alat untuk memindahkan zat cair (McCabe, 1985).
Pompa adalah suatu peralatan mekanik yang digerakkan oleh tenaga mesin yang
digunakan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lain, dimana
cairan tersebut hanya mengalir apabila terdapat perbedaan tekanan. Pompa juga dapat
diartikan sebagai alat untuk memindahkan energi dari pemutar atau penggerak ke cairan ke
bejana yang bertekanan yang lebih tinggi. Selain dapat memindahkan cairan pompa juga
berfungsi untuk meningkatkan kecepatan, tekanan dan ketinggian cairan. Adapun bentuk
pompa bermacam-macam, dengan demikian maka pompa dalam pelayanannya dapat
diklasifikasikan menurut pemakaiannya, prinsip kerjanya, cairan yang dialirkan, material
atau bahan konstruksinya (Anonim, 2013).
II.1.4 Klasifikasi Pompa
Jenis-jenis Pompa
1. Pompa perpindahan positif
Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi : cairan diambil dari
salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya.
Pompa perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air,
biasanya fluida kental. Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan
cara perpindahannya :
a. Pompa Reciprocating jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum
piston. Pompa reciprocating hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan
sumur minyak.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


I
II-3
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar II.1.1 Pompa Reciprocating


Komponen Pompa Reciprocating :
1. Piston/plunger berfungsi untuk mengisap fluida ke dalam dan menekannya kembali
keluar silinder.
2. Batang Piston berfungsi sebagai penerus tenaga gerak dari mesin ke piston.
3. Mur Piston berfungsi untuk mengikat piston pada batang piston.
4. Ring/seal berfungsi untuk mencegah kebocoran fluida dari dalam silinder.
5. Silinder berfungsi sebagai tempat pergerakan piston dan penampungansementara
fluida.
6. Silinder liner berfungsi sebagai pelapis selinder yang bagian dalamnyaharus
mempunyai permukaan yang halus guna memperlancar gerak piston.
7. Packing berfungsi sebagai pencegah kebocoran fluida dari dalam silinder.
8. Perapat packing berfungsi sebagai penekan supaya packing tetap pada posisinya
sewaktu batang piston bergerak.
9. Katup Isap berfungsi untuk mengatur pemasukan dan penutupan fluida padasaat
piston langkah isap.
10.Katup buang berfungsi untuk mencegah kembalinya fluida dari ruang outlet ke
dalam ruang silinder pada saat piston langkah tekan.
(Yayan, 2013).

II-4

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


b. Pompa Rotary jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gir, cam atau
baling-baling dalam sebuah ruangan bersekat pada casing yang tetap. Pompa rotary
selanjutnya digolongkan sebagai gir dalam, gir luar, lobe, dan baling-baling dorong,
dll.

Gambar II.1.2 Pompa Rotary


Komponen pompa ini secara garis besar terdiri sebuah rumah pompa dengan
sambungan saluran isap (suction) dan sambungan saluran kempa (discharge) dan didalam
rumah pompa tersebut terdapat komponen yang berputar, yang dapat berupa roda gigi
(gear pumps), atau silinder dengan sudut-sudut (sliding-vane pumps), atau ulir (screw
pumps). Secara umum prinsip kerja rotary pumps adalah sebagai berikut. Berputarnya
elemen dalam rumah pompa menyebabkan penurunan tekanan pada saluran isap, sehingga
terjadi aliran cairan dari sumber masuk ke rumah pompa. Cairan tersebut akan mengisi
ruang kosong yang ditimbulkan oleh elemen-elemen yang berputar dalam rumah pompa
tersebut, cairan terperangkap dan ikut berputar. Pada saluran kempa terjadi pengecilan
rongga, sehingga cairan terkempakan ke luar (Lasantha, 2012).
2. Pompa dinamik
Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi:
impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang
diperlukan untuk memompa fluida. Terdapat dua jenis pompa dinamik :
a. Pompa sentrifugal merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk
pemompaan air dalam berbagai penggunaan industri. Biasanya lebih dari 75%
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-5
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


pompa yang dipasang di sebuah industri adalah pompa sentrifugal. Untuk alasan
ini, pompa ini dijelaskan selanjutnya di bawah.
b. Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi
industri.
(Siregar, 2012).

II.1.5 Pompa Sentrifugal


Pompa sentrifugal merupakan mesin pemompaan yang paling banyak dipakai
dalam pabrik-pabrik pada umumnya. Pompa ini terdapat dalam berbagai jenis disamping
jenis mesin volut sederhana, Jenis yang cukup umum menggunakan impeller isap-ganda,
yang menarik zat cair dari dua sisi. Disamping itu impellernya dapat pula berbentuk labalaba terbuka atau dapat pula terkurung atau terselubung (McCabe, 1985).
Industri proses biasanya menggunakan pompa sentrifugal. Ukuran pompa
sentrifugal sekitar 0.004-380 m3/ min (1~100.000 gal/menit). Tekanan discharge dari kecil
sampai 5000 Kpa. Bentuknya sangat sederhana terdiri dari impeler yang berada didalam
casing. Cairan masuk pompa secara aksial pada titik 1 di suction dan kemudian masuk
melalui putaran impeller dan berputar secara radial. Pada penyebarannya secara radial,
cairan masuk saluran diantara van pada titik 2 dan mengalir pada periphery dari impeller.
Cairan terkumpul diruang 4 dan mengalir keluar discharge pompa pada ruang 5 pada
gambar dibawah. Rotasi impeller memberikan high velocity head ke fluida, yang diubah ke
tekanan head sebagai cairan yang lewat kedalam ruang volute dan keluar ke discharge
(Geankoplis, 1993).

Gambar II.1.3 Pompa Sentrifugal


II-6

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Jenis Jenis Pompa Sentrifugal
1. Pompa jenis Rumah Keong
Pada jenis pompa ini, impeller membuang cairan ke dalam rumah spiral yang secara
berangsur angsur berkembang. Ini dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi kecepatan
cairan dapat diubah menjadi tekanan statis. Rumah keong pompa ganda menghasilkan
kesimetrisan yang hampir radial pada pompa bertekanan tinggi dan pada pompa yang
dirancang untuk operasi aliran yang sedikit. Rumah keong akan menyeimbangkan beban
beban radial pada poros pompa sehingga beban akan saling meniadakan, dengan demikian
akan mengurangi pembebanan poros dan resultant lenturan (Anonim, 2013).

Gambar II.1.4 Rumah Keong pompa tunggal mengkonversikan energi cairan menjadi
tekanan statis
2. Pompa Jenis Diffuser
Baling baling pengarah yang tetap mengelilingi runner atau impeller pada pompa
jenis diffuser. Laluan laluan yang berangsur angsur mengembang ini akan mengubah
arah aliran dan mengkonversikannya menjadi tinggi tekan tekanan (pressure head)
(Anonim, 2013).

Gambar II.1.5 Diffuser mengubah arah aliran dan membantu dalam mengubah kecepatan
menjadi tekanan
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-7
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


3. Pompa Jenis Turbin
Dikenal juga dengan pompa vorteks (vortex), periperi (periphery), dan regeneratif,
cairan pada jenis pompa ini dipusar oleh baling baling impeler dengan kecepatan yang
tinggi selama hampir dalam satu putaran di dalam saluran yang berbentuk cincin
(annular ), tempat impeller tadi berputar. Energi ditambahkan ke cairan dalam sejumlah
impuls. Pompa sumur jenis diffuser sering disebut pompa turbin. Akan tetapi, pompa itu
tidak mirip dengan pompa turbin regeneratif dari segi apapun dan dengan demikian tidak
perlu menghubungkannya (Anonim, 2013).

Gambar II.1.6 Pompa Turbin menambahkan energi kepada cairan dalam sejumlah impuls
II.1.5.1 Cara kerja pompa sentrifugal
Cara kerja pompa sentrifugal :
Zat cair masuk melalui sambungan isap yang konsentrik dengan sumbu suatu
elemen putar berkecepatan tinggi yang disebut impeler. Impeler ini mempunyai sudu-sudu
radial yang dicorkan pada impeler tersebut. Zat cair mengalir ke luar di dalam ruang-ruang
antara sudut, dan meninggalkan impeler dengan kecepatan yang jauh lebih besar daripada
waktu masuk. Bila pompa bekerja dengan baik, ruang di antara sudu-sudu terisi penuh oleh
zat cair yang mengalir tanpa kavitasi. Zat cair yang meninggalkan keliling luar impeler
dikumpulkan di dalam rumahan berbentuk spiral yang dinamakan volute dan meninggalkan
pompa melalui sambungan buang yang arahnya tangensial. Dalam volute itu tinggi-tekan
kecepatan zat cair dari impeller diubah menjadi tinggi-tekan tekanan. Daya diberikan
kepada fluida oleh impeller dan ditransmisikan ke impeler oleh momen puntir poros
penggerak, yang biasanya digerakkan dengan motor yang dihubungkan langsung. Motor
itu berputar dengan kecepatan konstan, biasanya pada 1750 put/mm (McCabe, 1985).
II-8

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar II.1.7 Lintasan Aliran Pompa Sentrifugal


II.1.5.2 Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal

Gambar II.1.8 Bagian-bagian Pompa Sentrifugal


a. Stuffing Box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros
pompa menembus casing.
b. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompa
melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
c. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.
d. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan
pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing
dan interstage atau distance sleever.
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-9
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


e. Vane
Sudut dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
f. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung
elemen yang berputar, tempat kedudukan diffuser (guide vane), inlet dan outlet nozel serta
tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan
menjadi energi dinamis (single stage).
g. Eye of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
h. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi
kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap
secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang
masuk sebelumnya.
i. Wearing Ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati
bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah
antara casing dengan impeller.
j. Bearing
Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros
agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga
memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya,
sehingga kerugian gesek menjadi kecil.
k. Discharge Nozzle
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung
elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta
tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan
menjadi energi dinamis (single stage).
(Suwasono, 2008).

II.1.5.3 Bagian-bagian pompa yang bergerak :


1. Shaft (poros)
Shaft berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama pompa
beroperasi, dan merupakan tempat kedudukan impeler dan bagian yang berputar
lainnya.
II-10

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2. Shaft sleeve ( selongsong poros )
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi shaft dari erosi, korosi dan keausan
khususnya bila poros itu melewati stuffing box.
3. Wearing ring
Adalah cincin yang dipasang pada casing (tidak berputar) sebagai wearing ring
casing dan dipasang pada impeller (berputar) sebagai wearing ring impeler. Fungsi
utama wearing ring adalah untuk memperkecil kebocoran cairan dari impeller yang
masuk kembali ke bagian eye of impeller.
4. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi
kecepatan pada cairan yang di pompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi
hisap secara terus menerus pula akan mengisi kekosongan akibat perpindahan dari
cairan sebelumnya (Awan, 2009).

Gambar II.1.9 Pompa Sentrifugal Sederhana


(Geankoplis, 1997).

Banyak faktor untuk menetapkan efisiensi aktual dan kinerja karakteristik pompa.
Oleh karena itu, maka perlu menetapkan kinerja karakteristik pompa secara eksperimen.
Kinerja biasanya diekspresikan oleh manufaktur pompa dengan menggunakan kurva yang
disebut dengan kurva karakteristik pompa. Head H (m) yang dihasilkan akan menjadi sama
untuk cairan apapun dari viskositas yang sama. Tekanan yang dihasilkan, P 1 = H..g, akan
proporsional terhadap densitas. Viskositas kurang dari 0.05 Pa.s (50 cp) mempunyai sedikit
efek terhadap head yang dihasilkan (Geankoplis, 1997).
II.1.5.4 Kelebihan dan kekurangan pompa sentrifugal
Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan jenis pompa lain :

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


I
II-11
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


1. Pada head dan kapasitas yang sama, dengan pemakaian pompa sentrifugal
umumnya paling murah
2. Operasional paling mudah
3. Aliran seragam dan halus
4. Kehandalan dalam operasi
5. Biaya pemeliharaan yang rendah
Kekurangan pompa sentrifugal antara lain :
1. Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri (tidak
dapat memompakan udara)
2. Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume yang
kecil.
(Yusman, 2011).

II.1.6 Karakteristik Sistem Pemompaan


II.1.6.1 Tahanan sistem (head)
Tahanan sistem adalah tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistem
pada laju tertentu. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistem, yang
juga disebut head. Head total merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi
(Yusron, 2012).

Head
Statik

Gambar II.1.10 Head Statik versus Aliran

Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang

II-12

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


dipompakan (lihat Gambar II.1.10). Head statik merupakan aliran yang independen (lihat
Gambar II.1.10). Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat
dihitung dengan persamaan berikut:

Head(dalamfeet)

Tekanan (psi) X 2,31


.......Pers.II.1.4
Specificgravity

(Yusron, 2012).

Head statik terdiri dari:


Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis

pusat pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan
negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut
pengangkat hisapan).
Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan

cairan dalam tangki tujuan (Yusron, 2012).


Head gesekan/ friksi (hf)
Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk
mengalir dalam pipa dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung pada ukuran,
kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari cairan.
Head gesekan/ friksi sebanding dengan kuadrat debit aliran. Loop tertutup sistim sirkulasi
hanya menampilkan head gesekan/ friksi (bukan head static) (Yusron, 2012).

Head
friksi

Head
friksi

Gambar II.1.11 Head Friksi vesus Aliran


Dalam hampir kebanyakan kasus, head total sistim merupakan gabungan antara
head statik dan head gesekan seperti diperlihatkan dalam gambar II.1.11.
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-13
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar II.1.11 Sistem versus Head statik


(Yusron, 2012).

Menghitung Head
Head adalah jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam
tangki tujuan.
1
P
2

gz v hf
2
Head =
g

.......Pers.II.1.5

(Geankoplis, 2003).

Head loss :

Fanning melakukan banyak percobaan untuk memberikan data faktor friksi, tetapi
perhitungan head loss telah diterapkan dengan menggunakan persamaan radius
hidrolik (bukan diameter pipa).

Perhitungan radius hidrolik melibatkan pembagian luas penampang area dari aliran
oleh wetted perimeter.

Untuk pipa dengan aliran aliran penuh, radius hidrolik yaitu sama dengan
diameter pipa, sehingga persamaan head loss menjadi:
hf = f f(L/Rh) x (v2/2g)

................Pers.II.1.6

Dimana Rh adalah hydraulic radius ( diameter pipa) dan f f adalah fanning friction
factor (Geankoplis, 2003).

II-14

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Faktor Friksi
Persamaan Haaland digunakan untuk memecahkan secara langsung untuk DarcyWeisbach faktor gesekan f untuk pipa melingkar penuh mengalir. Ini adalah perkiraan dari
persamaan Colebrook-White implisit, namun perbedaan dari data eksperimen baik dalam
akurasi data. Ini dikembangkan oleh S. E. Haaland pada tahun 1983.
Persamaan Haaland didefinisikan sebagai:
............Pers.II.1.7

Dimana :

adalah faktor friksi darcy

kekasaran relatif

Nre adalah bilangan reynold (Wikipedia, 2012).

Friksi pada pipa Lurus


Kehilangan friksi dikarenakan gesekan yang dialami oleh gerakan fluida dalam pipa
yang biasanya dapat dihitung melalui hubungan persamaan Darcy-Weisbach sebagai
berikut:
...............................Pers.II.1.8

Dimana :
F
f
L
D
V
g

= Friksi pada pipa lurus (m)


= Faktor friksi Darcy
= Panjang Pipa Lurus (m)
= Diameter Pipa dalam (m)
= Kecepatan Linier Fluida (ft/s)
= Percepatan Gravitasi (m/s2)

(Campbell, 2007).

Friksi pada fitting


Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-15
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Valve dan Fitting mempunyai pengaruh kehilangan friksi pada suatu aliran sistem
perpompaan dengan masing-masing koefisien friksi yang dimiliki, biasanya dapat dihitung
melalui persamaan :

...............................Pers.II.1.9

Dimana :
Hf
Kf
v
g

= Head loss atau friksi pada fitting (m)


= Koefisien friksi
= Kecepatan linier (m/s)
= Percepatan gravitasi (m/s2)
= Velocity head (ft)

(Anonim, 2012).

Perbedaan pipa dari pipa besar ke kecil


(sudden contraction losses)
A1

V2
V1

A2

Gambar II.1.13 Sudden Contraction

hc = 0,55 1

A2 v22

A1 2

.........................Pers.II.1.10

(Geankoplis, 1997.)

Perbedaan pipa dari pipa kecil ke besar


(sudden enlargement losses)
V2
V2

A1

A2

Gambar II.1.14 Sudden Enlargement


hex = 1 A1

A2

v12
2

........................Pers.II.1.11

(Geankoplis, 1997).

Velocity head
II-16

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Istilah ini mengacu pada energi kinetik cairan yang bergerak pada titik yang
ditentukan dalam sistem pompa.

yaitu memindahkan cairan pada titik yang ditetapkan

didalam sistem pompa.


..............................Pers.II.1.12
Dimana V adalah kecepatan alir cairan didalam pipa (m/s ) dan g (m/s 2) adalah
percepatan gravitasi (Wahren, 1997).
II.1.6.2 Kecepatan alir fliuda
Ada 2 macam kecepatan alir fluida:
a.

Kecepatan linier
Merupakan jarak yang ditempuh oleh fluida yang mengalir tiap satuan waktu tertentu

dan tidak dipengaruhi oleh faktor luas penampang. Satuan v adalah (m/s) dan (cm/sec)
..................................Pers.II.1.13
(Geankoplis,1997).

b.

Kecepatan volumetrik (debit)


Merupakan ukuran banyaknya volume air yang mengalir yang dapat ditampung

selama waktu tertentu dan dipengaruhi oleh faktor geometris, luas penampang dari tempat
fluida mengalir.
Debit direpresentasikan oleh persamaan berikut:
.................................Pers.II.1.14

Dimana satuan Q adalah m3/s (MKS) dan cm3/s (cgs),V adalah volume satuannya m3
(MKS) atau cm3 (cgs) dan t adalah selang waktu tertentu satuannya (s) (Geankoplis,1997).

II.1.6.3 Horse Power


a. WHP (Water Horse Power)
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-17
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Water Horse Power (WHP) adalah liquid horse power yang disampaikan oleh
pompa.
...........Pers.II.1.15
(Wahren, 1997).

b. BHP (Brake Horse Power)


Ketika memilih pompa pertama-tama perlu menentukan kapasitas aliran dan head
yang diperlukan pompa. Meskipun banyak pompa yang bisa memenuhi kondisi operasi.
Kondisi operasi yang diperlukan yaitu tentang efisiensi pompa dan ukuran motor yang
dibutuhkan. Sekarang daya yang dikirim dari motor untuk pompa juga merupakan produk
dari torsi pada poros penggerak pompa dan kecepatan sudut poros:
BHP= .

...................................Pers.II.1.16

Dimana :
BHP

= Brake Horse Power (kW)

= Torsi (Nm)

Dimana :

= Densitas fluida (kg/m3)


= Debit (m3/s)

= Kecepatan sudut (putaran/s)

Ri

= Jari-jari impeler (m)

..............................Pers.II.1.17

(Darby, 2001).

II.1.6.4 Menghitung efisiensi


Efisiensi pompa merupakan perbandingan daya yang diberikan pompa kepada
II-18

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


fluida dengan daya yang diberikan motor listrik kepada pompa. Efisiensi total pompa
dipengaruhi oleh efisiensi hidrolis, efisiensi mekanis dan efisiensi volumetric (Anonim,
2011).
Efisiensi dinyatakan sebagai persentase yang mewakili sebuah unit ukuran yang
menggambarkan perubahan gaya sentrifugal dan dinyatakan sebagai perubahan kecepatan
menjadi energi tekanan.
=

WHP
100% ............................Pers.II.1.18
BHP

(Anonim, 2011).
Total Differential Head adalah jumlah dari total discharge head serta total suction
head.
Total Differential Head F SDh

............................Pers.II.1.19

TDH F SDh

............................Pers.II.1.20

TSH F SSh

............................Pers.II.1.21

Bilangan Reynold merupakan besaran fisis yang tidak berdimensi. Bilangan ini
dipergunakan sebagai acuan dalam membedakan aliran laminier dan turbulen di satu pihak,
dan di lain pihak dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mengetahui jenis-jenis aliran
yang berlangsung dalam air.
Nre

D(ft) (lb/cuft) v(ft/s)


............................Pers.II.1.22
(lbm/fts)

II.1.6.5 Barometer (Bourdon Pressure Gauge)


Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-19
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bourdon tube pressure gauge adalah alat pengukuran tekanan non liquid. Bourdon
tube berbentuk tabung bulat lonjong dengan penampung serta terdiri dari pipa pendek
lengkung berongga dan salah satu ujungnya tertutup.

Gambar II.1.15 Bourdon Pressure Gauge


Prinsip kerjanya :
Perubahan yang dihasilkan sebanding dengan besarnya tekanan yang diberikan.
Perubahan tekanan yang dideteksi oleh tabung Bourdon akan menyebabkan tabungnya
bergerak. Kemudian gerakan tabung tersebut ditransmisikan untuk menggerakkan jarum
meter. Biasanya skala tekanan ini dikalibrasikan dalam beberapa ukuran antara lain : psi,
kPa, bar dan kg/cm2.
Penggunaan :
Digunakan untuk mengukur tekanan fluida dalam pipa. Tekanan dalam pipa
menyebabkan pipa pada alat akan berubah bentuk.
Bourdon ada 3 jenis yaitu :
1. C-type Bourdon Tube
Digunakan pada range 15 100.000 psig.
Range akurasi 0,1 5 % span ( span adalah jangkauan pengukuran sensor ).
2. Spiral Bourdon Tube
Digunakan pada range tekanan menengah.
Tersedia dalam range hingga 100.000 psig.
Range akurasi 0,5 % dari span.
3. Helical Bourdon Tube
Digunakan pada range dari 100 80.000 psig.
Range akurasi - 1 % dari span.
Kelebihan :
II-20

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bersifat portabel ( bisa dibawa kemana-mana ).

Ketelitian cukup tinggi

Tidak mudah terpengaruh perubahan temperatur.

Baik dipakai untuk mengukur tekanan antara 30 100.000 Psi.

Kekurangan :

Pengukuran terbatas pada tekanan statis.

Terpengaruh shock dan vibrasi.

Pada tekanan rendah 0 30 psi kurang sensitif.

(Scribd, 2011).

II.1.6.6 Kurva Karakteristik Pompa


Head dan debit aliran menentukan kinerja sebuah pompa yang secara grafis
ditunjukkan dalam Gambar II.1.16 sebagai kurva kinerja atau kurva karakteristik pompa.
Gambar memperlihatkan kurva pompa sentrifugal dimana head secara perlahan turun
dengan meningkatnya aliran. Dengan meningkatnya tahanan sistim, head juga akan naik.
Hal ini pada gilirannya akan menyebabkan debit aliran berkurang dan akhirnya mencapai
nol. Debit aliran nol hanya dapat diterima untuk jangka pendek tanpa menyebabkan pompa
terbakar (Yusron, 2012).

Gambar II.1.16 Kurva Kinerja Pompa

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


I
II-21
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar II.1.17 Kurva Karakteristik Pompa


Gambar memperlihatkan kurva pompa sentrifugal dimana head secara perlahan
turun dengan meningkatnya aliran (McCabe, 1993).
Dengan meningkatnya tahanan sistem, head juga akan naik. Hal ini pada gilirannya
akan menyebabkan debit aliran berkurang dan akhirnya mencapai nol. Debit aliran nol
hanya dapat diterima untuk jangka pendek tanpa menyebabkan pompa terbakar (Anonim,
2006).
II.1.7 Jenis jenis Valve dan Fitting
1. Gate Valve
Gate Valve adalah valve yang paling sering dipakai pada sistem perpipaan.
Fungsinya untuk membuka dan menutup aliran (on-off), tetapi tidak untuk mengatur besar
kecil aliran (throttling). Kelebihan Gate Valve, minimnya halangan/ resistan saat valve ini
dibuka penuh, sehingga aliran bisa maksimal. Gate Valve mengontrol aliran melalui badan
valve yang berbentuk pipa, dengan sebuah lempengan atau baji vertikal (lihat gambar
dibawah ini) yang bisa bergeser naik turun saat handel valve diputar. Valve ini didesain
untuk posisi terbuka penuh, atau tertutup penuh. Jika valve ini dalam keadaan setengah
terbuka, maka akan menyebabkan pengikisan pada badan valve, dan turbulensi aliran zat
bisa menyebabkan getaran pada baji valve sehingga menghasilkan suara gemeretak
(Abidin, 2012).

Gambar II.1.18 Gate Valve


2. Globe Valve
II-22

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Globe valve biasanya digunakan pada situasi dimana pengaturan besar kecil aliran
(throttling) diperlukan. Dengan mudah memutar handel valve, besarnya aliran zat yang
melewati valve bisa diatur. Dudukan valve yang sejajar dengan aliran, membuat globe
valve efisien ketika mengatur besar kecilnya aliran dengan minimum erosi piringan dan
dudukan. Namun demikian tahanan didalam valve cukup besar. Desain Globe Valve yang
sedemikian rupa, memaksa adanya perubahan arah aliran zat didalam valve, sehingga
tekanan menurun drastis dan menyebabkan turbulensi di dalam valve itu sendiri. Dengan
demikian, Globe valve tidak disarankan diinstal pada sistem yang menghindari penurunan
tekanan, dan sistem yang menghindari tahanan pada aliran (Abidin, 2012).

Gambar II.1.19 Globe Valve


3. Elbow
Aliran suatu fluida saat di elbow menjadi lebih turbulen, karena hal itu akan cepat
terjadi korosi dan erosi.

Gambar II.1.20 Elbow


4. Sudden contraction losses
A1

V1

V2

A2

Gambar II.1.21 Sudden contraction losses


5. Sudden enlargement losses
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-23
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A1

V1

V2
A2

Gambar II.1.22 Sudden Enlargement


6. Coupling
Ada banyak macam sambungan coupling, kebanyakan kekedapan terhadap fluida
dengan mengencangkan suatu packing karet elastis.

Gambar II.1.23 Coupling


7. Union
Union biasanya digunakan untuk ukurran pipa yang kecil.

Gambar II.1.24 Union


5. Tee
Jenis ini memiliki aliran line dan branch. Pada aliran branch sering dijumpai
ukuran mengecil saat keluar ataupun sama dengan ukuran masuk. Jenis ini banyak
dijumpai dan tidak susah unuk dicari, selain mudah jenis ini ekonomis dan tidak mudah
terkikis (McCabe, 1993).

Gambar II.1.24 Tee

II.2 Aplikasi Industri


II-24

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Studi Eksperimental Pengaruh Tipe Bantalan Yang Digunakan, Perubahan Kapasitas


Dan Head Pompa Sentrifugal Satu Tingkat Terhadap Prilaku Vibrasinya
Oleh : Ikhwansyah Isranuri
Pusat Riset Teknik Pengendalian Kebisingan/Vibrasi dan Sistem Pakar
Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik USU
2009
II.2.1 Pendahuluan
Pompa sentrifugal adalah jenis pompa yang sangat banyak dipakai oleh industri,
terutama industri pengolahan dan pendistribusian air. Beberapa keunggulan pompa
sentrifugal adalah: harga yang lebih murah, kontruksi pompa sederhana, mudah
pemasangan maupun perawatan, kapasitas dan head tinggi, kehandalan dan ketahanan yang
tinggi. Disamping keunggulan dan kehandalan dari pompa sentrifugal tersebut, masih
banyak didapati kegagalan yang terjadi pada pengoperasian dilapangan. Kegagalan pompa
sentrifugal hampir 80 % karena kegagalan bearing dan hal lain adalah terjadi akibat
kesalahan operasi maupun pemasangan, seperti: penyetelan sambungan pada pompa dan
motor [1], pondasi pompa [2], penggunaan bentuk maupun bahan rangka pompa, getaran
pada pipa tekan, kavitasi [3]. Dengan dilandasi pada latar belakang di atas peneliti
memandang perlu dilakukan suatu penelitian eksperimen dan analisa tentang berubahnya
prilaku vibrasi pada pompa sentrifugal akibat jenis bearing serta head dan kapasitas.
II.2.2 Metodologi Percobaan
Dalam penelitian ini objek utama penelitian adalah pompa sentrifugal satu tingkat
dengan data sebagi berikut: Merk : Aquavane KSB, Head : 9 m, Kapasitas : 3 Ltr/dt, Daya :
746 watt, Voltage : 230 Volt, Putaran : 1450 rpm.
Pompa ini adalah pompa dengan kondisi baru sehingga dapat dianggap bahwa poros,
impeller, coupling dalam kondisi baik (balance).
Pemasangan Pondasi
Bentuk struktur dari fondasi mesin yang direncanakan adalah berbentuk fondasi
beton bertulang dengan komposisi besi,dan campuran beton seperti semen, pasir, dan
Laboratorium Operasi Teknik Kimia
I
II-25
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


kerikil dengan perbandingan tertentu. Dalam perancangan ini perbandingan yang dipakai
untuk campuran beton seperti semen, pasir, dan kerikil adalah 1 : 1 : 2 .
Dalam pelaksanaan pembuatan pondasi pompa dilakukan dengan membobok semen lantai
sampai menemukan besi rangka dari coran lantai, pemasangan tulang besi dari pondasi
pompa diikat ke besi rangka lantai bangunan, sehingga pondasi pompa menyatu dengan
lantai 2 bangunan.
Pemasangan Pompa, Panel, pipa dan assessories.
Pemasangan pompa dilakukan setelah pengecoran pondasi selesai dilakukan, baut
pengikat machine based ke pompa telah disediakan terlebih dahulu dan telah diukur
dengan akurat sehingga pemasangan machine based dapat dengan mudah dilakukan.
Setelah pemasangan pompa dapat dilakukan, baru pemasangan pipa, katup, manometer,
meter air, panel dapat dilakukan.
II.2.3 Hasil Dan Pembahasan
Pengukuran respon getaran pada pompa dengan ball bearing.
Perhitungan kecepatan sudut, perioda, dan amplitudo untuk arah aksial, vertikal dan
horizontal dapat dicari dan ditabelkan sebagai berikut:
Arah

Axial

Vertical

Horizontal

(rad/s)
t (rad)
t (s)
A (m)

25,3006
6,5239
0,2579
1,18E-

43,2547
5,1769
0,1197
5,20E- 06

40,6823
5,4614
0,1342
6,20E-06

04
II.2.4 Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh beberapa hasil yang
merupakan jawaban dari tujuan penelitian ini. Hasil-hasil penelitian tersebut dapat
disimpulkan antara lain:
1. Pengukuran sesuai arah pengukuran aksial, vertikal dan horizontal untuk head yang
bervariasi dari 3 m sampai dengan 7 m pada pompa yang menggunakan ball
bearing dapat disimpulkan bahwa rata-rata displacement turun sesuai dengan
naiknya tekanan, besarnya displacement tertinggi pada head 3 m titik P 02 arah
II-26

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


horizontal dengan harga displacement 37,125 x 10 m dan terendah pada head 7 m
titik P-01 arah vertikal dengan harga displacemen 2,49 x 10 m.
2. Frekuensi tertinggi terjadi terjadi pada frekuensi 24 Hz untuk pengukuran
displacement, velocity dan acceleration. Besarnya harga displacement, velocity dan
acceleration tergantung pada titik pengukuran.
3. Pengukuran sesuai arah pengukuran aksial, vertikal dan horizontal untuk head yang
bervariasi dari 3 m sampai dengan 7 m pada pompa yang menggunakan cylindrical
bearing dapat disimpulkan bahwa rata-rata displacement turun sesuai dengan
naiknya tekanan, besarnya displacement tertinggi terjadi pada head 3 m titik P-02
arah horizontal dengan harga displacement 27,125 x 10 m dan terendah pada head 5
m titik P-01 arah vertikal dengan harga displacement 3,4 x 10 m.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia


I
II-27
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI - ITS