Anda di halaman 1dari 9

Indera (special senses)

Organ sensori yang memiliki reseptor khusus untuk:


Menghidu
Mengecap
Melihat
Mendengar
Menjaga keseimbangan
Informasi yang diterima kemudian diteruskan ke SSP dan digunakan untuk menjaga
homeostasis
1. Penghidu
Bau masuk ke rongga hidung mukosa olfaktori sel reseptor dari sel reseptor ini akn
muncul serabut saraf (nervus olfaktori) bulbus olfaktori traktus olfaktori menuju ke :

Sistem limbik emosi

Lobus piriformis memproses informasi, mempersepsikan bau ke korteks orbitofrontal


(untuk menganalisa bau dan membandingkan bau yang dicium dengan bau yang lain
menyilang menuju ke bulbus kontralateral melalui komisura anterior

Komponen sistem olfaktorius


mukosa olfaktori terletak di
rongga hidung bagian atas di cranial konka
superior. Didalam mukosa olfaktori ini terdapat
sel reseptor.

Sel reseptor olfaltori sel bipolar,


yang mempunyai prosesus perifer dan
processus sentral. Prosesus perifer merupakan
serabut kasar yang berjalan ke arah permukaan
membran mukosa membentuk silia-silia pendek
yang disebut rambut olfaktorius. Rambut
olfaktorius menutupi mukosa olfaktori dan akan
bereaksi terhadap bau. Sedangkan, prosesus
sentral yang halus membentuk serabut saraf
olfaktorius (nervus olfaktorius). Berkas serabut saraf ini akan masuk ke bulbus olfaktorius
melalui lubang-lubang di lamina cribrosa ossis etmoidalis.

Bulbus olfaktorius merupakan stuktur berbentuk oval yang komponen sel utamanya
adalah sel mitral. Serabut-serabut nervus olfaktorius yang datang ke bulbus akan bersinaps
dengan dendrite sel mitral dan akan membentuk daerah berbentuk bulat yang disebut
glomerulus sinaptik.
Traktus Olfaktorius merupakan substansia alba yang sempit yang berjalan dari ujung
posterior bulbus olfaktorius, yang mengandung akson sentral sel mitral. Setelah melewati
substansia perforate anterior,traktus olfaktorius ini akan terbagi menjadi dua :

Stria olfaktorius medialis bawa serabut yang menyilang didalam komissura anterior
dan berjalan ke bulbus olfaktorius sisi kontralateral

Stria olfaktorius lateralis bawa akson-akson ke area olfaktorius korteks serebri (area
preamigdala dan area prepiriformis). Kedua area ini (preamigdala dan prepiriformis)
disebut

korteks

olfaktorius

primer.

Area

entorrhinal

(area

28)

girus

parahippokampalis yang menerima banyak hubungan dari korteks olfaktorius primer


disebut

korteks

olfaktorius

sekunder.

Area-area

korteks

tersebut

berfungsi

mengapresiasikan sensasi penghidu. Tidak seperti semua jaras sensorik lain. Jaras aferen
olfaktorius hanya memiliki dua neuron dan mencapai korteks serebri tanpa bersinaps
dengan nuklei di thalamus.
Korteks olfaktorius primer mengirimkan serabut-serabut saraf ke berbagai pusat lainnya
di dalam otak untuk membentuk hubungan untuk respons emosi dan otonom terhadap
sensasi penghidu.
2. Pengecap

lidah

Dari dua pertiga bagian anterior


akan

ditransmisikan

nervus

lingualis

melewati korda timpani menuju ke nervus


fasialis, dan akhirnya menuju ke traktus
solitarius di medulla oblongata. Sensasi rasa
dari papilla sirkumvalata pada bagian posterior
lidah (di kuliah dibilang 1/3 posterior lidah)
akan ditransmisikan ke nervus glosofaringeal
menuju ke traktus solitarius.

Sebagian rangsangan rasa dari bagian pangkal lidah dan beberapa bagian lain dari faring
akan ditransmisikan melalui nervus vagus ke traktus solitarius

Seluruh serabut yang membawa rangsang rasa bersinaps di nucleus traktus solitarius
yang terdapat di bagian posterior batang otak. Kemudian, nucleus ini akan mengirimkan
neuron orde ke dua ke area kecil pada bagian ventro-posterior-medial

thalamus. Dari

thalamus, neuron orde ke tiga ditransmisikan ke gyrus postsentral di korteks serebri parietal.
3. Penglihatan
Bagian dari indera penglihatan yang lebih dibahas dikuliah anatomi adalah otot-otot
penggerak, serta jaras penglihatan termasuk reflex yang berhubungan (misalnya reflex pupil),
sedangkan struktur mata akan lebih dibahas di histo.
Aliran air mata

Dibentuk oleh kel. lakrimal di bagian lateral


palpebra, kelenjar ini seperti memeluk m. levator
palpebra superior. Kelenjar lakrimal dipersarafi
oleh N. lakrimalis

Dari

kel.

lakrimal,

dilanjutkan

ke

duktulus

eksretorik lakrimal yang akan mengalirkan air mata


ke permukaan mata kemudian ke duktus
lakrimalis

melalui

lubang-lubang

kecil

yang

namanya punctum lacrimalis ke lacrimal sac


(bag. ujung duktus nasolakrimal yg melebar)
lanjut ke duktus nasolakrimal
berjalan dari lacrimal sac

(saluran yang

hingga meatus nasi

inferior)

Struktur Mata
Mata terletak di fossa cranii anterior
Tulang Pembentuk Orbita:
Orbita adalah rongga berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang. Margo
orbitalis dibentuk di sebelah atas oleh os frontalis yang bertakik atau berlubang untuk tempat lewatnya
arteri, vena, dan nervus supraorbitalis. Margo lateralis dibentuk oleh prosesus os frontalis dan os
zigomatikum. Margo infraorbitalis dibetuk oleh os zigomatikum dan maksila, sedangkan margo
medialis dibentuk oleh prosesus os maksila dan os frontalis.
Atap orbita dibentuk oleh pars orbitalis os frontalis, yang memisahkan orbita dari fossa krania
anterior dan lobus frontalis hemisfer serebri. Dinding lateral dibentuk oleh os zigomatikum dan ala
mayor os sphenoidalis. Dasar orbita dibentuk oleh fasies orbitalis os maksila, yang memisahkan orbita
dari sinus maksilaris. Dinding medial dari depan ke belakang terdiri atas: prosesus frontalis os maksila,
os lakrimalis, lamina orbitalis os ethmoidalis, dan korpus os sphenoidalis.
Jadi dapat disimpulkan, tulang-tulang yang membentuk rongga orbita secara umum adalah: os
frontalis, os maksila, os zigomatikum, os ethmoidalis, os sphenoidalis, dan os lakrimalis.
Otot Otot

Orbita
M. Orbicularis occuli untuk menutup mata
Otot ini terdiri dari pars orbitalis dan pars palpebralis, di nasal otot ini difiksasi oleh
ligamentum palpebralis medial. Kalau otot m. orbikularis okuli dibuka akan terlihat ligamen
dan lempeng kelopak mata yang disebut tarsus (superior dan inferior). Di samping itu, juga
akan terlihat tendon m. levator palpebra superior.
M. levator palpebrae untuk mengangkat kelopak mata
Pendarahan kelopak mata : dr arteri fasialis, arteri temporalis superfisial, arteri infraorbitalis.
M. tarsus superior

Ekstraokular
M. rectus superior(N3), M. rectus inferior(N3), M. rectus medialis(N3) & lateralis(N6)
M. Obliquus superior (N4) & M. Obliquus inferior (N3)
- M. obliquus superior: letaknya di bagian medial superior orbita, yang digantung
oleh trochlea di bagian medial (gambar slide 21)
Otot obliquus itu bergeraknya kan diagonal, nah geraknya itu pertama horizontal dulu
baru kemudian vertical, contoh: obliquus superior yang geraknya aduksi dulu baru
kemudian turun (depresi).

Ocular : Berfungsi untuk mengontrol bentuk lensa dan ukuran pupil


M. ciliaris
o

Dipersarafi oleh sistem saraf parasimpatis dari N.3

Berfungsi untuk mengkonstriksi badan siliaris, mempengaruhi ketebalan lensa

M. sphincter pupillae
o

Dipersarafi oleh sistem saraf parasimpatis dari N.3

Berfungsi untuk mengkonstriksi pupil

M. dilatator pupillae
o

Dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dari ganglion cervical superior (T1)

Berfungsi untuk mendilatasi pupil pada cahaya redup

Perdarahan Bola Mata:


Bola mata dipendarahi arteri sentralis retina masuk melalui diskus optikus, menyebar
untuk mendarahi retina. Diskus optikus tempat keluarnya nervus optikus. Sedikit menjauhi
diskus optikus ditemukan fovea sentralis yang merupakan daerah sangat sensitif cahaya,
sedangkan diskus optikus tidak dapat menerima cahaya (blind spot). Koroid mendapat
pendarahan dari cabang arteri oftalmika (a. siliaris posterior longus brevis). Kornea dan lensa
avaskular mendapat nutrisi dari akuos humor. Aliran akuos humor adalah dari kamera okuli
posterior kamera okuli anterior kanal Schlemm. Aliran normal ini berfungsi untuk
mempertahankan tekanan bola mata.
Jaras Penglihatan
Nervus optikus meninggalkan rongga orbita
melalui kanalis optikus dan bergabung dengan
nervus optikus sisi kontralateral untuk
membentuk kiasma optikum. Di dalam kiasma
optikum, serabut dari setengah bagian sisi nasal
setiap retina menyilang garis tengah dan masuk
ke traktus optikus kontralateral, sedangkan

Refleks Akomodasi
Jika kedua mata diarahkan untuk melihat objek dekat, akan terjadi :
o

kontraksi m. rectus medialis yang akan menyebabkan konvergensi aksis

penebalan lensa (melalui konstriksi m. ciliaris) untuk meningkatkan kekuatan refraksi

konstriksi pupil untuk membatasi gelombang cahaya yg menuju bagian lensa yang paling
tebal

Refleks Pupil
o Bila salah satu mata dipaparkan pada cahaya terang, maka terjadi konstriksi kedua pupil
(mata kanan dan kiri) REFLEKS CAHAYA LANGSUNG (pada mata yang terkena sinar)
DAN KONSENSUAL (reflex tidak langsung; pada mata yg tidak terkena sinar)
o Cahaya impuls aferen nervus opticus chiasma opticum tractus opticus.
o Dari traktus opticus ini ada beberapa serabut saraf yang meninggalkan tractus dan
bersinaps dengan sel saraf di nucleus pretectalis (di coliculus superior).
o Dari nucleus pretectalis, impuls diteruskan ke nucleus parasimpatis (nucleus EdingerWestpal saraf cranial 3 kedua sisi mata.
o Dari nucleus EW, saraf parasimpatis berjalan melalui serabut saraf cranial 3 ke ganglion
ciliare di dalam orbita menuju ke N. ciliaris brevis berakhir pada m.constrictor
papillae di iris kedua pupil akan berkonstriksi.
Refleks Kornea

o Kornea disentuh rgsang sensorik dibawa oleh N.5 Nukleus trigeminal di batang otak
fasciculus longitudinal medial nuleus fascialis N. 7 m. orbicularis oculi mata
menutup. (Meskipun salah satu yg dirangsang, kelopak kdua mata akan menutup)
Berikut beberapa gangguan lapang pandang yang disebabkan oleh lesi-lesi pada lintasan optikus:
Sebetulnya di
mata kita, objek
diterima
terpisah-pisah
dan terbalik,
sampai di
korteks visual
diterjemahkan
menjadi satu
gambar yang
utuh.

4. Telinga (Pendengaran dan Keseimbangan)


Telinga itu terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah , telinga dalam.Telinga
luar terdiri atas bagian yang melebar seperti corong yang namanya auricula/pinna dan meatus
acusticus externus.

Telinga Luar

Bagian tepi terluar auricula bernama heliks. lengkungan lain, yang sejajar dan terletak di
depan heliks, di sebut anti heliks. Anti heliks ini akan terbagi menjadi dua crura di
bagian atas, daerah diantara dua crura tersebut dinamakan fossa triangularis. Anti
heliks merupakan suatu lengkungan yang mengelilingi daerah rendah yang disebut
concha. Didepan concha, ada proyeksi ke arah luar meatus, yang disebut tragus. Di
bagian yang berlawanan dengan tragus, terdapat tonjolan kecil yang disebut anti tragus.
Dibawah anti tragus, terdapat lobulus (tempat masang anting) yang merupakan satusatunya bagian auricular yang tidak mengandung kartilago.

Meatus acusticus eksternus berlanjut dari bagian bawah concha hingga ke membrane
timpani ( 2,5 cm). Meatus acusticus externus ini sebagian tersusun atas kartilago
(sepertiga bagian terluar), sebagian lagi atas tulang (2/3 meatus bagian medial), dan
dilapisi oleh kulit yang berambut. Jaringan subdermal meatus dapat menghasilkan
serumen.

Telinga tengah

Merupakan suatu ruang irregular yang terletak didalam tulang temporal, terdiri atas cavum
timpani dan recessus epitympanicus.
o

Cavum timpani terletak di balik membrane timpani

Recessus epytimpanicus terletak di bagian atas membrane timpani, mengandung


sebagian tulang maleus dan sebagian besar incus.

Berisi tulang-tulang pendengaran (maleus, incus, stapes) juga otot (m. tensor timpani dan
m. stapedius )

Bagian lateral cavum timpani dibatasi oleh membrane timpani.


Membrane
membrane

timpani
oval

yang

merupakan
memisahkan

telinga luar dengan telinga tengah.


Sebagian besar membrane tebal, ada
sebagian kecil di bagian superior yang
lemah,
sebelah

namanya
dalam

pars

flaccid.

membrane

Di
ini

berhubungan dengan tulang maleus,


akibatnya, membrane timpani tertarik
ke arah telinga tengah. Jadi, kalau
dilihat dari sisi luar (ke

arah telinga

luar) membrane itu cekung, nah bagian yang paling menjorok ke dalam (di bagian tengah
membrane) namanya umbo.

Bagian medial oleh dinding lateral telinga dalam

Bagian atap dibentuk oleh tegmen timpani

Bagian lantai/ jugular dibentuk oleh fundus timpani yang tipis dan di bawahnya
terdapat vena jugularis interna

Bagian posterior dibentuk oleh tulang mastoid

Bagian anterior dibentuk oleh arteri karotis interna

Tulang pendengarah stapes akan melekat ke fenestra vestibule (tingkap oval) yang
menuju ke telinga dalam

Perjalanan nervus 7
Nervus fasialis muncul dari permukaan anterior otak antara pons dan medulla
oblongata. Radiks tersebut berjalan lateral dalam fossa crania posterior bersama N.8,
kemudian masuk ke meatus akustikus internus di pars petrosa ossis temporalis. Di bawah
meatus, nervus memasuki canalis fasialis dan berjalan lateral melalui telinga dalam. Dari
kanalis fasialis, N.7 akan menuju ke foramen stylomastoideus

Inervasi telinga tengah


o Plexus tympanicus, dibentuk oleh: cabang n IX & cabang-cabang plexus carotis
internus (n. caroticotympanicus) membran mukosa dan isi telinga tengah (termasuk
tuba pharyngotympanica & daerah mastoid)
o Cabang besar: n. petrosus minor

Perjalanan nervus 8
o Bagian vestibularis dan cochlearis meninggalkan permukaan anterior batang otak,
antara pons dan m.oblongata.
o

Lalu ke lateral dalam fossa cranii posterior masuk ke meatus acusticus internus
(bersama N.7) dan akan terdistribusi di bagian telinga dalam
-

nervus cochlearis akan menuju ganglion spiralis cochlea


nervus vestibularis akan menuju ganglion vestibularis (kemudian ke utriculus,
saculus, dan kanalis semicircularis)
Jaras Pendengaran
Bunyi impuls saraf nervus
cochlearis (didalam ganglion spiralis
cochlea) masuk ke permukaan
anterior batang otak.
Pada saat memasuki pons, serabut
saraf terbagi dua, sebagian masuk
ke

nucleus

sebagian

cochlearis
lainnya

ke

posterior,
nucleus

cochlearis anterior.
Dari nucleus cochlearis sinyal
dikirim ke nucleus posterior corpus
trapezoid akson naik melalui

posterior pons & mesensefalon (membentuk lemniscus medialis) corpus geniculatum


medial korteks auditorius gyrus temporalis superior.

Jaras Keseimbangan
Rangsang perubahan posisi serabut
saraf di utriculus, sacculus, dan kanalis
semicircularis nervus vestibularis
dikirimkan

ke

nucleus

vestibularis.

Nucleus vestibularis juga menerima


serabut saraf dari cerebellum . Serabut
eferen

dari

nucleus

vestibularis

berjalan ke cerebellum, ke medulla


spinalis

(membentuk

vestibulospinal),

serta

traktus
ke

nucleus

nervus 3, 4, dan 6 melalui fasciculus


longitudinalis medialis.

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA (Sistem Genitalia Pria dan Wanita)


Organ reproduksi adalah organ tubuh yang berkaitan dengan proses reproduksi. Alat
reproduksi manusia adalah alat-alat atau organ-organ dalam tubuh manusia yang berfungsi
untuk proses reproduksi atau berkembang biak.
Tanda kematangan alat reproduksi pada wanita ditandai dengan haid yang pertama
(menarche). Wanita : produksi sel telur, penyimpanan telur yang sudah dibuahi, pertumbuhan
dan perkembangan embrio dan janin.