Anda di halaman 1dari 9

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

PENGEMBANGAN PROPOSAL:
PENGARUH ASIMETRI INFORMASI, CORPORATE GOVERNANCE, DAN
UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA

Kelompok 4:
Luh Mastri Diansari

(1491662003)

Ni Kadek Ayu Suartini

(1491662004)

Novita Alvina

(1491662012)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016

BAB I
0

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen laba timbul sebagai dampak persoalan keagenan yaitu adanya ketidakselarasan
kepentingan antar pemilik dan manajemen. Masalah manajemen laba merupakan masalah
keagenan yang seringkali dipicu oleh adanya pemisahan peran atau perbedaan kepentingan
antara pemilik (pemegang saham) dengan pengelola (manajemen) perusahaan. Menurut teori
keagenan untuk meminimumkan terjadinya tindakan manajemen laba, maka perusahaan
sebaiknya perlu menerapkan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik dalam system
pengendalian dan pengelolaan perusahaan. Mekanisme corporate governance dilakukan untuk
memastikan bahwa pemilik atau pemegang saham memperoleh pengembalian (return) dari
kegiatan yang dijalankan oleh agen atau manajer (Schleifer dan Visny,1997 dalam Siswantaya,
2007). Asimetri informasi yang dapat menimbulkan praktik manajemen laba mungkin terjadi
akibat lemahnya penerapan corporate governance. Menurut Lins dan Warnock (2004) dalam
Yana (2007), secara umum mekanisme corporate governance yang dapat mengendalikan
perilaku manajemen (dalam hal ini perilaku manajemen yang menyimpang seperti praktik
manajemen laba).
Ukuran perusahaan juga menanggung peranan penting dalam perusahaan yang melakukan
praktik manajemen laba. Ukuran perusahaan yang kecil dianggap lebih banyak melakukan
praktik manajemen laba daripada perusahaan besar. Penelitian ini mengintegrasikan dari
penelitian yg dilakukan oleh Agusti dan Pramesti (2014) dan Veronica dan Siddharta (2005).
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menguji kembali faktor faktor yang berpengaruh
terhadap manajemen laba karena adanya perbedaan hasil penelitian (research gap) pada
penelitianpenelitian sebelumnya. Pada penelitian ini, variabel yang digunakan yaitu asimetri
informasi, good corporate governance dan ukuran perusahaan. Sampel yang digunakan berasal
dari sector industri manufaktur. Sektor manufaktur dipilih karena sektor tersebut memiliki
kontribusi yang relatif besar terhadap perekonomian dengan memberikan kontribusi yang paling
besar dalam nilai ekspor Indonesia selama tahun 2004-2007 yaitu ratarata 66% dari total nilai
ekspor Indonesia ( Departemen Perindustrian dan Perdagangan, 2008) dan juga tingkat kompetisi
yang kuat. Berdasarkan penelitian tersebut maka motivasi dari penelitian ini adalah untuk
mencari pengaruh asimetri informasi, corporate governance, dan ukuran perusahaan tehadap
paktik manajemen laba
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka rumusan masalah disusun sebagai berikut:
1

1. Apakah asimetri informasi berpengaruh terhadap manajemen laba?


2. Apakah corporate governance berpengaruh terhadap manajemen laba?
3. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkaan rumusan masalah, maka tujuan penelitian disusun sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba.
2. Untuk mengetahui pengaruh corporate governance terhadap manajemen laba.
3. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dapat diberikan melalui penelitian ini adalah:
1.

Untuk menambah pengetahuan dan pengembangan ilmu akuntansi yang berkaitan dengan
manajemen laba.

2.

Dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan
manajemen laba.

3.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh pihak yang
berkepentingan dengan penelitian ini, khususnya kepada manajemen dan pemilik
perusahaan mengenai fenomena praktik manajemen laba.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2

2.1 Landasan Teori


Landasan teori yang digunakan untuk menguraikan mengenai penelitian ini antara lain: Teori
keagenan merupakan dasar yang digunakan untuk memahami corporate governance. Teori
keagenan menyangkut hubungan kontraktual antara anggota-anggota di perusahaan. Inti dari
hubungan keagenan adalah adanya pemisahan fungsi antara kepemilikan di investor dan
pengendalian di pihak manajemen. Watts and Zimmermann menyatakan bahwa motivasi yang
mendorong manajemen melakukan manajemen laba ada tiga (1) Hipotesis program bonus (the
bonus plan hypothesis), yang didasarkan adanya dorongan manajer perusahaan untuk
mendapatkan bonus berdasarkan laba yang dilaporkan oleh manajer. (2) Hipotesis perjanjian
utang (the debt covenant hypothesis) disebabkan oleh munculnya perjanjian kontrak antara
manajer dan perusahaan yang berbasis kompensasi manajerial. (3) Hipotesis biaya politik (the
political cost hypotheses). Salah satu kendala yang akan muncul antara agent dan principal
adalah adanya asimetri informasi (information asymmetry). Asimetri informasi adalah suatu
keadaan dimana agent mempunyai informasi yang lebih banyak tentang perusahaan dan prospek
dimasa yang akan datang dibandingkan dengan principal.
2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya
Tabel 2.1
Hasil Penelitian Sebelumnya
Peneliti dan
Tahun
Penelitian
Agusti dan
Pramesti
(2013)

Veronica dan
Siddharta
(2005)

Variabel Penelitian

Teknik
Analisis
Data

Hasil Penelitian

Asimetri Informasi,
Asimetri
informasi,
ukuran
Regresi
Ukuran Perusahaan,
perusahaan
dan
kepemilikan
Linier
Kepemilikan Manajerial,
manajerial berpengaruh signifikan
Berganda
dan Manajemen Laba
terhadap manajemen laba
Penelitian
ini
mengidentifikasi
bahwa ukuran perusahaan dan
Pengaruh Struktur
kepemilikan
keluarga
memiliki
Kepemilikan, Ukuran
pengaruh
terhadap
besaran
Perusahaan, dan Praktek
Regresi
pengelolaan laba, tetapi variabel
Corporate Governanc
Linier
kepemilikan institusional, komposisi
terhadap Pengelolaan
Berganda
dewan komisaris dan keberadaan
Laba (Earnings
komite
audit
tidak
memiliki
Management)
pengaruh terhadap praktik
manajemen laba.
BAB III

KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS PENELITIAN


3

3.1 Kerangka Berpikir


Landasan teori dan masalah dalam penelitian ini membentuk kerangka berpikir mengenai
pengaruh rencana bonus, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial terhadap manajemen
laba.
Kajian Teori
Teori Keagenan, Corporate
Governance

Kajian Empiris
Rumusan Masalah

Agusti dan Pramesti (2013)

Hipotesis

Veronica dan Siddharta


(2005)

Uji Statistik
Hasil
Kesimpulan dan Saran
Gambar 3.1
Kerangka Berpikir
3.2 Konsep

Kerangka berpikir membentuk konsep penelitian yang merupakan hubungan logis landasan
teori dan kajian empiris yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Asimetri Informasi
Manajemen Laba

Corporate Governance
Ukuran Perusahaan
Gambar 3.2
Konsep Berpikir
3.3 Hipotesis

3.3.1 Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap Manajemen Laba


H1 : Asimetri Informasi Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba.
3.3.2 Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba
H2 : Corporate Governance Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba.
3.3.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba
H3 : Ukuran Perusahaan Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian


Masalah Penelitian
Rumusan Masalah
Hipotesis
Variabel Penelitian:
Asimetri Informasi, Corporate Governance (Keberadaan Komite Audit, Komposisi Dewan Komisaris),
Ukuran Perusahaan dan Manajemen Laba

Metode Penelitian

Instrumen dan Pengumpulan Data

Pengolahan dan Analisis Data

Pembahasan dan Interpretasi Hasil


Kesimpulan dan Saran
Gambar 4.1
Rancangan Penelitian
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2015.
4.3 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada pengaruh Asimetri Informasi, Corporate
Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Laba.
4.4 Penentuan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan yang di
publikasikan oleh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun
2010-2015. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, yakni pemilihan sampel
dengan menggunakan kriteria tertentu.

4.5 Variabel Penelitian


1. Asimetri Informasi: Asimetri informasi muncul ketika manajer lebih mengetahui informasi
internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham
dan stakeholder lainnya.
2. Komposisi Dewan Komisaris: Jumlah total anggota dewan komisaris perusahaan.
3. Keberadaan Komite Audit: Merupakan variabel dummy, jika perusahaan sampel memiliki
komite audit maka diber nilai 1, jika perusahaan sampel tidak memiliki komite audit maka
akan diberi nilai 0.
4. Ukuran Perusahaan: Ukuran perusahaan (UKP) merupakan variabel yang diukur dari jumlah
total asset perusahaan sampel. Jumlah total asset perusahaan ini kemudian dilakukan
transformasi ke dalam bentuk logaritma natural (LN).
5. Manajemen Laba: Schipper (1989) menyatakan bahwa manajemen laba merupakan suatu
intervensi dengan tujuan tertentu dalam proses pelaporan keuangan eksternal, untuk
memperoleh beberapa keuntungan privat.
4.6 Analisis Data
Untuk mengetahui pengaruh asimetri informasi, keberadaan komite audit, dan ukuran
dewan komisaris terhadap manajemen laba digunakan analisis regresi linier berganda dengan
menggunakan program SPSS.
4.6.1 Uji Asumsi Klasik
1) Uji Normalitas Data
2) Uji Multikolinearitas
3) Uji Heteroskedastisitas
4.6.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Y=+1X1+ 2X2 +3X3+ +
1)

Uji statistik F

2)

Uji statistik t

DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Komarudin, Imam Subekti dan Sari Atmini. 2007. Strategi Pilihan Metode Akuntansi,
Motivasi, dan Manajemen Laba. Simposium Nasional Akuntansi X (Makassar).
Agusti, Pramesti. 2013. Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial, dan
Manajemen Laba. Jurnal Ekonomi Universitas Riau. Vol 17, No 01. 2009
Boediono, Gideon SB. 2005. Kualitas Laba : Studi Pengaruh Mekanisme Corporate Governance
dan Dampak Manajemen Laba Dengan Menggunakan Analisis Jalur. Simposium Nasional
Akuntansi 8 (Solo).
Dechow, P.M., and R.G. Sloan (1991). Executive Incentives and the Horizon Problem: an
Emprical Investigation. Journal of Accounting and Economics. 14: 51-89.
Effendi Arief, 2009. The Power Of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi.
Salemba Empat: Jakarta.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi ke 4.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Jogiyanto. 2007. Metode Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman.
Yogyakarta: BPFE
Rahmawati, Yacop Suparno dan Nurul Qomariyah. 2005. Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap
Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan Publik yang Terdaftar di Bursa Efek
Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi 9 (Padang).
Rahmawati, dkk. 2006. Pengaruh Asimetri Informasi terhadap Praktik Manajemen Laba pada
Perusahaan Perbankan Publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, Simposium Nasional
Akuntansi IX.
Schipper, K. 1989. Earnings Management. Accounting Horizon. Desember: 91-102.
Veronica, Sylvia, dan Y.S. Bachtiar, 2004. Good Corporate Governance, Information
Asymmetry, and Earnings Management., Simposium Nasional Akuntansi VII.
Veronica, Sylvia dan Siddharta Utama. 2005. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran
Perusahaan, Dan Praktek Corporate Governance Terhadap Pengelolaan Laba (Earnings
Management), Simposium Nasional Akuntansi VIII.
7

Watts, Ross L. (2003). Conservatism in Accounting Part I: Explanations and Implications.


Accounting Horizon, Vol. 17: 207-221.