Anda di halaman 1dari 13

Sumber: http://christianyonathanlokas.wordpress.

com/2013/10/09/pemilihan-danpengembangan-media-pembelajaran/

PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN


Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara
atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan. Jadi, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesanpesan pengajaran.
Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai
komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses
pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media
tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berinteraksi dengan
media yang kita pilih.
Sedangkan pengertian media pendidikan secara definitive, para ahli memberi rumusan yang
berbeda, masing-masing memiliki wawasan dan orientasi yang berlainan, namun demikian pada
prinsipnya ada kesamaan pengertian yang mendasar. Dan dapat diambil kesimpulan
bahwa media pendidikan atau pengajaran adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengiriman ke si penerima guna merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi
yang lebih penting dapat pula digunakan oleh
Berikut adalah pengertian media pembelajaran menurut beberapa ahli
1. Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.
2. National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah
sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
3. Schramm media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat
dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
4. Oemar Hamalik (1980) Mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan
adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan
komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran
di sekolah
5. Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik
yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi
komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya
guna.
TUJUAN MEDIA PEMBELAJARAN
Tujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran, adalah sebagai berikut :
1. mempermudah proses pembelajaran di kelas

2. meningkatkan efisiensi proses pembelajaran


3. menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar
4. membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Manfaat media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah sebagai
berikut :
1. pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar
2. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar,
serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
3. metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan
tenaga.
4. pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan
penjelasa dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainya.
1. Manfaat Media pembelajaran bagi pengajar, yaitu:
a. memberikan pedoman, arah untuk mencapai tujuan
b. menjelaskan struktur dan urutan pengajarn dengan baik
c. memberikan kerangka sistematis secara baik.
d. memudahkan kembali pengajar terhadap materi pembelajaran
e. membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian dalam pembelajaran.
f. membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar.
g. meningkatkan kualitas pembelajaran
2. Manfaat media pembelajaran bagi pembelajar, yaitu:
a. meningkatkan motivasi belajar pembelajar
b. memberikan dan meningkatkan variasi belajar pembelajar
c. memberikan struktur materi pelajaran
d. memberikan inti informasi pelajaran

e. merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis.


f. menciptakan kondisi dan situasi belajar tanpa tekanan.
g. pelajar dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis yang disajikan pengajar .
FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
1. Media sebagai sumber belajar
Belajar adalah proses aktif dan konstruktif melalui suatu pengalaman dalam memperoleh
informasi. Dalam proses aktif tersebut, media pembelajaran berperan sebagai salah satu sumber
belajar bagi siswa. Artinya melalui media peserta didik memperoleh pesan dan informasi
sehingga membentuk pengetahuan baru pada siswa. Dalam batas tertentu, media dapat
menggantikan fungsi guru sebagai sumber informasi/pengetahuan bagi peserta didik. Media
pembelajaran sebagai sumber belajar merupakan suatu komponen system pembelajaran yang
meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, yang dapat mempengaruhi hasil
belajar peserta didik. (Mudhoffir,dalam Munadi, 2008).
2. Fungsi Semantik
Semantik berkaitan dengan meaning atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol.
3. Fungsi Manipulatif
Fungsi manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu
benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan sasarannya.
4. Fungsi fiksatif
Fungsi fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk menangkap,
menyimpan kembali suatu objek atau kejadian yang sudah lama terjadi.
5. Fungsi Ditributif
Fungsi distributif media pembelajaran berarti bahwa dalam sekali penggunaan satu materi, objek
atau kejadian, dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar (tak terbatas) dan dalam
jangkauan yang sangat luas sehingga dapat meningkatkan efesiensi baik waktu maupun biaya.
6. Fungsi Psikologis
dari segi psikolgis, media pembelajaran memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi
afektif, fungsi kognitif fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
7. Menurut Derek Rowntree, media dapat:
a. Membangkitkan motivasi belajar
b. Mengulang apa yang telah dipelajari
c. Menyediakan stimulus belajar
d. Mengaktifkan respon murid

e. Memberikan feedback dengan segera


f. Menggalakkan latihan yang serasa
8.

Menurut Edgar Dale, Finn dan Hobar, media dapat:


a. Memberikan pengalaman konkrit bagi pemikiran yang abstrak
b. Mempertinggi perhatian murid
c. Memberikan realitas, mendorong self actifity
d. Memberikan hasil belajar yang permanent
e. Menambah perbendaharaan bahasa
f. Memberikan pengalaman lain yang sukar diperoleh dengan cara lain.

9.

Livie dan Lentz(1982) mengemukakan 4 fungsi media pembelajaran yaitu:


a. Fungsi atensi berarti media visual merupakan inti, menarik dan mengrahkan perhatian
pembelajar akan berkosentrasi pada isis pelajaran
b. Fungsi afekti maksudnya media visual dapat dilihat dari tingkat kenikmaran pembelajar
ketika belajar membaca teks bergambar.
c. Fungsi kognitif yaitu mengungkapkan bahwa lambang visual mempelancar pencapaian
tujuan dalam memahami dan mendengar informasi
d. Fungsi kompensatoris yaitu media visual memberikan konteks untuk memahami teks dan
membantu pembelajar yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi
dalam teks dan mengingatnya kembali.

Dari empat fungsi visual, dapat dikatakan bahwa belajar dari pesan visual memerlukan
keterampilan tersendiri. tehnik afektif adalah tehnik untuk memahami tehnik pesan visual. yang
terbagi dari beberapa fase seperti di bawah ini:
1. fase diffrensiasi. yaitu dimana pembelajar mula-mula mengamati, mengidentifikasi dan
menganalisis
2. fase integrasi yaitu di mana mempelajar menempatkan unsure-unsur visual secara serempak,
menghubungkan pesan-pesan visual kepada pengalaman pengalamannya.
3. kesimpulan, yaitu dari pengalaman visualisai untuk kemudian menciptakan konseptualisasi
baru dari apa yang mereka pelajari sebelumnya.
PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Berdasarkan ketersediaannya media dapat dikelompokkan menjadi Media Jadi (Media By
Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan
media adalah media dapat berbuat lebih dari biasa yang dilakukan. Pemilihan media dilakukan
agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Kriteria Dalam Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat
bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas

maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh
sekolah sendiri.
Dalam hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan
untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria
yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :
1. Faktor tujuan.
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/
dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan
paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan
siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam
berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak
berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar
mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru
membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan
manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik.
Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut,
tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak),
dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
8. Objektifitas.
Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar.
Karena itu perlu masukan dari siswa.
9. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum
yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.

10. Sasaran program


Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak
didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu
penggunaannya.
Kriteria khusus yang dapat kita gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat
mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty
(ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut sebagai berikut:
1. Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
2. Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
3. Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah
menggunakannya.
4. Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau
interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
5. Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris
mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber
belajar yang mengelola).
6. Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya
tarik bagi siswa yang belajar.
Media-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syaratsyarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure (VISUALS). Penjelasan
dari syarat tersebut adalah:
1. Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan
keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya
2. Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan.
Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untukmemperhatikan pesan yang
disampaikan melalui media tersebut
3. Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan
dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
4. Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian
tujuan pembelajaran yang diharapkan,
5. Accurate atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi
atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam
pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
6. Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk
kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)

7. Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau
penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan
melalui media tersebut.
Alasan Praktis Pemilihan Media
Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan- pertimbangan dan alasan si pengguna seperti
guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Terdapat beberapa
penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) sebagai
berikut :
1)
Demonstration.
Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat,
objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain- lain. Media berfungsi sebagai alat peraga
pembelajaran, misalnya seorang dosen sedang menerangkan teknik mengoperasikan Overhead
Projector (OHP), pada saat menjelaskannya menggunakan alat peraga berupa OHP, dengan cara
mendemonstrasikan dosen tersebut menjelaskan, menunjukkan dan memperlihatkan cara-cara
mengoperasikan OHP. Contoh lain, seorang guru kimia akan menjelaskan proses perubahanperubahan zat dengan menggunakan gelas ukur, sebelum dilakukan praktikum, terlebih dahulu
guru tersebut memperagakan bagaimana cara menggunakan gelas ukur dengan baik. Untuk lebih
jelas, kita lihat contoh ketiga, seorang guru Biologi akan membelajarkan siswa tentang bentuk
dan struktur sel dengan menggunakan mikroskop, maka sebelum praktikum dimulai, sebelum
siswa meletakan objek pada mikroskop untuk diamati maka guru tersebut menunjukan cara kerja
Mikroskop sesuai dengan prosedur yang benar, cara ini akan memperlancar proses belajar dan
menghindari resiko kerusakan pada alat praktikum yang digunakan. Beberapa alasan tersebut
sering melandasi pengguna dalam menggunakan media yaitu bertujuan untukmendemonstrasikan
atau memperagakan sesuatu.

2)
Familiarity.
Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu
karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut,
jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu,
tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakanmedia yang sama. Misalnya
seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan media Over Head Projector (OHP) dan Over
Head Transparancy (OHT, kebiasaan menggunakan media tersebut didasarkan atas alas an
karena sudah akrab dan menguasai detil dari media tersebut, meski sebaiknya seorang guru lebih
variatif dalam memilih media, dalam konsepnya tidak ada satu media yang sempurna, dalam arti
kata tidak ada satu media yang sesuai dengan semua tujuan pembelajaran, sesuai dengan semua
situasi dan sesuai dengan semua karakteristik siswa. Media yang baik adalah bersifat kontekstual
sesuai dengan realitas kebutuhan belajar yang dihadapi siswa. Jika kita lihat pada contoh di atas,
media OHP lebih tepat untuk mengajarkan konsep dan aspek-aspek kognitif, dapat digunakan
dalam jumlah siswa maksimal 50 orang dengan ruangan yang tidak terlalu besar dan siswa
cenderung pasif tidak dapat melibatkan secara optimal kontrol pembelajaran ada pada guru.
Tentu saja OHP kurang tepat untuk mengajarkan keterampilan yang menuntut demonstrasi,
praktek langsung yang lebih membuat siswa aktif secara fisik dan mental. Alasan familiarity
tentu saja tidak selamanya tepat, jika tidak memperhatikan tujuannya. Meski demikian alasan ini
cukup banyak terjadi dalam pembelajaran.
3)
Clarity
Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan
pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih
banyak guru tidak menggunakan atau tanpa media, metode yang digunakan dengan ceramah
(ekspository), cara seperti ini memang tidak merepotkan guru untuk menyiapkan media, cukup
dengan menguasai
materi, maka pembelajaran dapat berlangsung, namun apakah pembelajaran seperti ini akan
berhasil? Cara pembelajaran seperti ini cenderung akan mengakibatkan verbalistis, yaitu pesan
yang disampaikan guru tidak sama dengan persepsi siswa, mengapa hal ini bisa terjadi? Karena
informasi tidak bersifat konkrit, jika guru tidak mampu secara detil dan spesifik menjelaskan
pesan pembelajaran, maka verbalistis akan terjadi. Misalnya seorang guru IPA di Sekolah Dasar
sedang menjelaskan ciri-ciri mahluk hidup, diantaranya bahwa mahluk hidup dapat bernafas
dengan insang dan paru-paru. Jika guru tidak cermat mengemas informasi dengan baik hanya
berceramah saja maka siswa yang tidak pernah melihat bentuk paru-paru dan insang maka akan
membayangkan bentuk-bentuk lain yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Disinilah banyak
pengguna media, memiliki alasan bahwa menggunakan media adalah untuk membuat informasi
lebih jelas dan konkrit sesuai kenyataannya. Alasan ini lebih tepat dipilih guru dibanding dengan
alasan kedua di atas.
4) Active Learning
Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satu aspek yang
harusdiupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara aktif baik
secara fisik, mental, dan emosional. Dalam prakteknya guru tidak selamanya mampu membuat
siswa aktif hanya dengan cara ceramah, tanya jawab dan lain-lain namun diperlukan media untuk
menarik minat atau gairah belajar siswa. Seperti pendapat Lesle J. Briggs (1979) menyatakan
bahwa media pembelajaran sebagai the physical means of conveying instructional

content.book, films, videotapes, etc. Lebih jauh Briggs menyatakan media adalah alat
untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar. Sedangkan mengenai
efektifitas media, Brown (1970) menggaris bawahi bahwa media yang digunakan guru atau
siswa dengan baik dapat mempengaruhi efektifitas program belajar mengajar. Sebagai contoh
seorang guru memanfaatkan teknologi komputer berupa CD interaktif untuk mengajarkan materi
fisika. Dengan CD interaktif seorang siswa dapat lebih aktif mempelajari materi dan
menumbuhkan kemandirian belajar, guru hanya mengamati, dan mereviu penguasaan materi oleh
siswa. Cara seperti ini membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar, terlebih kemasan program
CD interaktif dengan multimedia menarik perhatian dan membuat pesan pembelajaran lebih
lengkap dan jelas.
Contoh lain dapat dilihat pada pelatihan Emotional Spiritual Question (ESQ), salah satu tujuan
pelatihan ini adalah menumbuhkan seoptimal mungkin motivasi peserta untuk berbuat positif
dengan spirit yang besar dan optimalisasi potensi individu, diantaranya dengan cara mengkaji
proses dan kejadian serta fenomena alam (ayat qauniyyah), untuk mewujudkan tujuan ini
digunakan banyak visualisasi (media video) untuk memperlihatkan tayangan- tayangan yang
mampu meningkatkan motivasi peserta, dan secara empiric terbukti mampu meningkatkan
motivasi peserta. Seperti yang dijelaskan di awal, bahwa keberadaan media dapat diperoleh
dengan cara memanfaatkan yang sudah ada, baik media realia yaitu media alami yang tersedia di
alam sekitar misalnya : gunung, sawah, air, berbagai jenis batuan, hewan, tumbuhan dan lainlain. Media juga dapat diperoleh dengan cara pembelian.
Membeli berarti tidak terjadi proses desain oleh pengguna, media yang sudah ada langsung
dimanfaatkan oleh pengguna. Beberapa media dengan berbagai materi pelajaran sekolah
berbagai jenjang pendidikan sudah dapat dijumpai di beberapa toko buku, atau di toko yang
khusus menjual alat-alat dan media pembelajaran. Media yang mudah kita jumpai terutama yang
berhubungan dengan Sain dan pelajaran IPS. Misalnya torso berupa bentuk kerangka manusia,
Microscope, loop, mokeup, dan kit alat-alat praktikum. Pada pelajaran IPS misalnya globe, peta,
dan lain-lain.
Tugas pengguna adalah memilih media yang tepat dengan kebutuhan pembelajaran sesuai
dengan karakteristik siswa dan karakteristik materi pembelajaran. Tentu saja hal ini tidaklah
mudah, diperlukan analisis dan pertimbangan-pertimbangan yang matang sehingga membeli
media berarti manfaat yang diperoleh bukan kesia-sian.
Prinsip-Prinsip Dalam Penggunaan Media Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar seorang guru belum cukup apabila hanya mengetahui kegunaan
dan mengetahui penggunaan media pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil
bagaimana cara menggunakannya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria
penggunaan media yang perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu :
1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran dipilih atas dasar
tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan

2. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta,
prinsip yang sangat memerlukan bantuan media agar mudah dipahami siswa
3. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah memperolehnya,
setidak-tidaknya dapat dibuat oleh guru pada saat mengajar atau mungkin sudah tersedia
di sekolah
4. Ketrampilan guru dalam menggunakan media, apapun jenis media yang diperlukan syarat
utama adalah guru harus dapat menggunakan dalam proses pembelajaran
5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat
bagi siswa pada saat pelajaran berlangsung
6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat
dipahami siswa.
Langkah-Langkah Memilih Media
Untuk jenis media rancangan (by design), beberapa macam cara telah dikembangkan untuk
memilih media. Dalam proses pemilihan ini, Anderson (1976) mengemukakan prosedur
pemilihan media menggunakan pendekatan flowchart (diagram alur). Dalam proses tersebut ia
mengemukan beberapa langkah dalam pemilihan dan penentuan jenis penentuan media, yaitu :
1. Menentukan apakah pesan yang akan kita sampaikan melalui media termasuk pesan
pembelajaran atau hanya sekedar informasi umum/hiburan. Jika hanya sekedar informasi
umum akan diabaikan karena prosedur yang dikembangkan khusus untuk pemilihan media
yang bersifat/untuk keperluan pembelajaran.
2. Menentukan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau hanya sekedar
alat bantu mengajar bagi guru (alat peraga). Jika sekedar alat peraga, proses juga dihentikan
( diabaikan).
3. Menentukan apakah tujuan pembelajaran lebih bersifat kognitif, afektif atau psikomotor.
4. Menentukan jenis media yang sesuai untuk jenis tujuan yang akan dicapai, dengan
mempertimbangkan kriteria lain seperti kebijakan, fasilitas yang tersedia, kemampuan
produksi dan biaya.
5. Me-review kembali jenis media yang telah dipilih, apakah sudah tepat atau masih terdapat
kelemahan, atau masih ada alternatif jenis media lain yang lebih tepat. Merencanakan,
mengembangkan dan memproduksi media.
Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemillihan media
pembelajaran.
1.Penerangan atau pembelajaran

Langkah pertama menentukan apakah pengguna media untuk keperluan informasi atau
pembelajaran. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk
dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkan media untuk
keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukan kemampuan sebagai bukti
bahwa mereka telah belajar.
2. Tentukan transmisi pesan
Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses
pembelajaran akan digunakan alat bantu pengajaran. Alat bantu pengajaran alat yang didesain,
dikembangkan dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan
media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadi interaksi antara produk
pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai
penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.
3. Tentukan karakteristik pelajaran
Asumsi kita bahwa kita telah meyusun desain pembelajaran, dimana kita telah melakukan
analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode.
Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk
dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan
media yang berbeda.
4. Klasifikasi media
Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan cirri khusus masing-masing media. Berdasarkan
persepsi dari masnusia normal bahwa media dapat diklasifikasikan menjadi media auto, media
video dan audio visual. Berdasarkan cirri dan bentuk fisiknya media dapat dikelomokkan
menjadi media proyeksi(diam dan gerak) dan media non proyeksi(dua dimensi dan tiga dimensi).
Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua
yaitu, media media yang berada di ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas.
Masing-masing media tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan bila dibandingkan dengan
media lain.
5. Analisis karakteristik masing-masing media
Media pembelajaran yang banyak macam perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pertimbangan pula dari aspek-aspek
ekonomi dan ketesediaannya. Dari berbagai alternative kemudian dipilih media yang tepat.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Poster
Poster mampu memperngaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau
melakukan sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang
yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut
sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang
mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan
maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan
yang berarti dalam ingatannya.

Flipchart
Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau
kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang
disusun dalam urutan yang diikat padfa bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika
pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang
sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunaka di kelompok kecil yaitu 30 orang.
Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat
sederhana dan cukup efektif.
Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran
yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah
tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan
salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.
Bagan
Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan
foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau
gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan
pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan metri yang kompleks dapat disederhanakan
sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang
relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
Grafik
Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam
bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data
yang swama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah
menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
Komik
Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan
menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang
memberikan hiburan kepada para pembaca.
Media Foto
Foto merupakan salah satu media pembelajaran yang cukup popular dan sudah lama digunakan
dalam pembelajaran. Hal ini karena foto cukup praktis, sederhana, mudah digunakan tidak
membutuhkan alat proyeksi dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. Media foto termasuk
kategori gambar diam ( still picture ) artinya sajian visual dalam foto tidak bergerak. Foto dapat
digunakan dalam pembelajaran secara individual, kelompok kecil atau kelompok besar.
Overhead Projector
Pada dasrnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparankearah layar
yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini

direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal,
sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
Media Audio
1)
Alat perekam
Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan
tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak
alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan
kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun
untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : ppembelajaran
musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2)
Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa
asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang
digunakan adalah alat perekam.
Multimedia projector
Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang
berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi
terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ).
Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun
relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan
guru untuk menggunakan multimedia projector atu lebih dikenal dengan LCD projector.
Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsure-unsur
media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara
unsure-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti
computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi,
pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain