Anda di halaman 1dari 50

BIODATA

Nama
Lahir
Suami
Anak
Jabatan

: Dr. Hj. RAS SYAHRIL SpSK


: BATUSANGKAR,13 JULI 1945
: Dr. H.SYAHRIL SAMAD MPH
:6
:
STAF BAG NEUROLOGI
Pendidikan :
Dokter Umum FK.Unsri 1972
Spesialis Neurologi FK-UI, 1984
Konsultan Ggn.Paroksismal,1996

OTAK
Organ penting dalam tubuh manusia
Menentukan kualitas sumber daya manusia
Diperlukan dalam Iptek dan Imtaq
Dinamis, Adaptif dan Fleksibel
Fungsi yang komplek
Berkembang sepanjang kehidupan
Banyak studi tentang otak : neuroscience

DEMENSIA ( KEPIKUNAN )
Adalah sindroma neurobehavioral yang
disebabkan oleh berbagai latar belakang
penyakit yang ditandai oleh menurunnya
fungsi-fungsi intelektual dan gangguan
global mental yang berlangsung lambat
namun progresif tanpa terganggunya
tingkat kesadaran
Dapat mengganggu
penampilan sosial dan aktifitas kehidupan
sehari-hari

PENDAHULUAN
Ggn. Neurodegeneratif progresif
Terkait dengan usia lanjut
AS ; > 65 thn (5%), > 80% (30%), > 100 thn
(100%)
Wanita > laki-laki
P. Alzheimer : demensia terbanyak
Usia harapan hidup Indonesia meningkat
Demensia : problem keluarga / masyarakat
Obat obatan terus dikembangkan

Demensia
AD : 56,8 %
VaD : 13, 3 %
Depresi : 4,5 %
Alkohol : 4,2%
Obat : 1,5 %
Lainnya : 19, 3 %
Kazman & Kawas 1994

DEMENSIA
Banyak definisi ( DSM-IV, Cumming, BVAMC,

Perdossi)
Sindroma utama :
Ggn. F.Luhur > 3, dominasi fungsi memori
Degradasi relatif progresif
Ggn.psikiatris
Kesadaran tetap baik
Ggn. Sosial / ADL
Secara Umum : gangguan ABC
(ADL - Behaviour - Cognitive )

Etiologi
?
Genetik
Teori2 penuaan
Faktor risiko : VITAMIN

Neuropathology
Cortical atrophy
Synaptic and neuronal loss
Amyloid angiopathy
Neuritic plaques with amyloid core
Neurofibrillary tangles with paired

helical filaments
Acute rephase reactants and
localized
inflamatory reactions

Cholinergic Deficit
underlies clinical symptoms
Progressive loss of
cholinergic neurons
N. basalis Meynert

Progressive decrease in
available Acetylcholine
(ACh)

Impairment in cognition,
ADL and behaviour

Cortex
Hippocampus

Bartus et al., 1982; Cummings and Back, 1998, Perry et al., 1978

GENETIC

Aging APOPTOSIS

Gene defect FAD


early onset
Chrom. 1, 14
Gene defect FAD
late onset
Chrom. 1, 14
Apo E4
Chrom. 19

Free Radical
Risk Factors

DEMENSIA
PATHOLOGICAL CASCADE

Down synd
Chrom. 21

Amyloid plaques , NFT,


Tau Protein

Neurotransmitte failure

Current Symp. therapy

Neurotoxins

Diagnosis Klinis AD
Possible AD

Demensia dgn berbagai onset


Ggn otak sistemik
Defisit kognitif progresif tunggal

Probable AD

Ada demensia (anamnesa & test)


Defisit memori + 1 FL lainnya
Kesadaran baik
Onset 40 90 th
Tidak ada ggn otak sistemik

Definite AD

Kriteria probable +
Histopatologi AD +

TATALAKSANA
FARMAKOLOGIS (OBAT-OBATAN)
NON FARMAKOLOGIS

Tujuan Umum thd penyakit


Mengurangi gejala - gejala

Meningkatkan kemampuan

optimal pasien
Memperbaiki harga diri ( esteem)
Memperlambat terjadi /
degradasi
demensia

Prinsip : sedini mungkin


Hasil bergantung pada stadium
Demensia

FARMAKOLOGIS
Etiologis ? Belum ada obatnya

Simptomatik : stadium ringan - sedang


Tujuan :
memperbaiki kognisi mandiri
menghambat lajunya perburukan
mengurangi gejala
Dasarnya : hipotesa kholinergik

Macam2 obat kholinergik menurut aksinya.


Precursor loading

Cholin, Lecithin

Stimulation of
transmitter release

Lonipirdine

Cholinesterase Inhibitor (ChE-I)

Tacrine, Donepezil,
Rivastigmin, Metrifonate,
Galantamine

Direct & selective


muscarinic agonist

Xanomeline, Milameline,
SB202026, Talsaclidine

Donepezil ( Aricept )
Dipasarkan sejak 1996
Single AChE-I
Efek samping > kurang
Dosis 1 x sehari ( 5 - 10 mg )
Sediaan 5 & 10 mg

OBAT LAIN
Underlying diseases
Alternatif ; dianggap mempunyai pengaruh
perbaikan fungsi kognitif
Golongan NSAID (Ibuprofen), Estrogen,
Vitamin E dosis tinggi, Ginggobiloba,
Nootropika, Anti oksidan
Simptomatik

OBAT SIMPTOMATIK
Mengatasi gejala penyerta
Psikosis / agitasi : Anti psikotik ;
risperidone, clozapine
Depresi : gol. SSRI , RIMA
Ggn. Tidur : jika perlu
Konvulsif : anti konvulsan

NON - FARMAKOLOGIS
KIE (Komunikasi Informasi Edukasi)
SEMENJAK AWAL STADIUM
PEMBERIAN ASUHAN
Perawatan
Pelatihan

PEMBERIAN ASUHAN
Tujuan :
Memperbaiki kualitas & kemuliaan hidup
Optimalisasi kemampuan yang masih ada
Mengurangi perilaku sulit
Meningkatkan kenyamanan
Menjaga keselamatan
Mengurangi stres pemberi asuhan / keluarga
Memberi kepuasan keluarga / pemberi asuhan

PERAWATAN
Dilakukan oleh Caregiver atau
keluarga
Ingat kondisi pasien dengan
gangguan
kognitif
Sesuaikan dengan kondisi penyakit
dan komorbiditasnya
Sering menimbulkan kebosanan /
stres

Program terapi
Usia menua : kesulitan learning & memori
Dapat diterapkan pada MCI tergantung

kebutuhan
Strategi dasar : Perhatian - Latihan - Assosiasi
Aplikasi keseharian : LUPA KISS ME
Kondisi yg berpengaruh : kelelahan umum ,
tidak ada motivasi/usaha, materi memori tidak
familiar, kondisi emosial buruk
Bila diperlukan obat-obatan simptomatik

PELATIHAN
Sering disebut direct training
Sebaiknya dini ; fase MCI (mild
cognitif impairment)
Individual ; stadium penyakit,
pendidikan,
pekerjaan,
lingkungan
Berulang-ulang

Stimulasi kognitif
Memory training , cognitive rehabilitation
Stimulasi eksternal
reorganisasi otak
Aspek atensi, konsentrasi, memori, reasoning ,

keterampilan visuomotor & visuospasial


,imajinasi
Termasuk terapi rekreatif
Terapi reminisens
Orientasi nyata

Aktifitas fisik (GLO)

SEKUENSIAL KEMUNDURAN
OTAK
USILA
SENESCENCE ( Fisiological )
SENILITY ( In-between group)
DEMENTIA ( Pathological)

SENESCENCE
( Fisiologis)
Ditandai mudah lupa (forgetfulness)
Kral (1958) : Benign Senescent Forgetfulness
(BSF)
Crook (1986) :Age Associated Memory
Impairment
(AAMI)
Prevalensi :
35% di usia > 65 th (Lane& Snowdown 1989)
39% kelompok usia 59 - 60 th & 85% di usia
>80 th
(Larabe & Crook 1994)

MUDAH LUPA (FORGETFULNESS)


Merupakan fenomena paling banyak pada
usila
Kriteria :
- Mudah lupa nama benda,orang dsb
- Ada gangguan re-call / re=trieval
- Dapat mengenal kembali dengan
clue
- Lebih menjabarkan fungsi dp nama
Dapat merupakan awal kondisi patologis
Penelitian (dr.Lily S 2001) pada 671 manula
:
1. Lupa meletakkan benda
2. Lupa nama orang

SENILITY ( In-between group)


Ditandai dengan ggn.memori nyata tanpa
demensia

Mild Cognitive Disorder (MCD) 1993, ICD 10 WH

Mild Neuro Cognitive Disorder (MNCD) 1994, Lev


Cognitive Impaired Not-Demented (CIND)
1995,Ebly
Mild Conitive Impairment (MCI) 1996, Smith

MINIMAL COGNITIVE IMPAIRMENT


( M.C.I )
Dilaporkan th 1999 di Mayo Clinic
Merupakan fase transisi ke demensia ;
12% dlm setahun, 50% dlm 3 tahun,
80% dlm kurun 8 tahun
Kriteria :
- Ada ggn memori nyata yang dilaporkan
- Ggn memori abnormal untuk usia &
pendidikan
- ADL normal
- Fungsi kognitif umum normal
- Tidak ada demensia

DEMENSIA ( Pathological )
Ditandai dengan minimal adanya 3 ggn
F.Luhur (5)
Ggn. Memori yang paling menonjol
Pikun / Kepikunan
Ironis : Pikun adalah lumrah pada usila
Merupakan suatu medical illness

CONTINUUM
DEGRADASI KONDISI
USILA
MMSE >24

MMSE <18

GDS 1

GDS 3

NORMATIV
E

MCI

AGING

MMSE 23-17
GDS 2

DEMENTIA
PATO.AGIN
G

Stadium Penyakit
Klinis
1. Normal
2. Subjektif ggn memori, tes normal
3. Tes memori + ringan , ggn pekerjaan,

bicara,
orientasi
4. + suka tersasar, ggn.kelola uang, memori
pendek
5. Perlu asistensi, disorientasi berat, ggn.
Recall
6. Asistensi makan, toilet, miksi,
ggn.pengenalan
waktu, tempat ,
orang
7. Katatonik, depresif, rigiditas, lying

DEMENSIA VASKULER
VASCULAR DEMENTIA (VaD )

Demensia Vaskuler
Demensia akibat iskemik,

perdarahan , anoksik atau hipoksia


otak
3 jenis besar ; VaD pasca stroke, sub
kortikal dan kombinasi
Di Asia VaD lebih banyak dibanding
AD
Ggn kognisi 3 bulan pasca stroke ;
25%
Angka kematian > tinggi

PATOFISIOLOGI STROKE ISKEMIK


KOMPLEKS
2 PROSES SEKUENSIAL :
@ VASKULER

ISKEMIA`

BIOKIMIAWI
@ SELULER
KEMATIAN SEL
STROKE HEMORAGIK

+ S.O.L

Diagnosis VaD
Gejala / tanda klinis ( Tanda2

demensia , stroke)
Pemeriksaan neurologis
( Hemiparesis, afasia )
Pemeriksaan penunjang

Laboratorium : faktor risiko stroke


CT Scan, MRI, PET

Tes neuropsikiatrik utk demensia :

MMSE ( screening F.Kognitif umum)


BDRS ( memori & performance ADL)
CDRS ( tingkat demensia)
GDS ( penurunan global ggn kognitif)
ADL /IADL ( aktifitas keseharian)

Kriteria Klinis
Banyak kriteria ( DSM-IV, ICD 10, ADDT,

NINDS-AIREN )
NINDS-AIREN
I. POSSIBLE
; - Klinis positif namun
neuroimaging
negatif
- Tidak jelas adanya
hubungan antara
stroke
dengan demensia
- Onset dan perjalanan
demensia
bervariasi
dan tidak jelas

II. PROBABLE
dan
AD
VaD
dengan
kognitif

stroke

: - Ada bukti CVD secara klinik


neuroimaging
- Ada bukti hubungan stroke
penurunan
- Onset muncul 3 bulan pasca

- Penurunan kognitif relatif


mendadak
dan
bertahap (stepwise)
mendukung
vaskular
III. DEFINITE
ditegakkan

- Abnormal neuroimaging
kelainan

: - Diganosa probable

VaD versus AD
(Skala
iskemik Hachinsky)

Ya

Tidak

Onset mendadak 2
0
Deteriorasi bertahap
1
0
Klinis berfluktuasi 2
0
Kebingungan malam hari
1
0
Kepribadian relatif tak terganggu 1
Depresi 1
0
Keluhan somatik
1
0
Emosi labil
1
0
Riwayat hipertensi 1
0
Riwayat CVD 2
0
Arterosklerosis penyerta
1
0
Keluhan neurologi fokal 2
0
Gejala neurologi fokal
2
0

Skor < 7 : AD

Skor 7 > : VaD

Intensitas VaD
Tergantung bbp faktor :
Lokasi infark
Jumlah lesi
Ukuran lesi

TATALAKSANA
FARMAKOLOGIS
NON FARMAKOLOGIS

DEMENSIA
STROKE
KUALITAS HIDUP

TUJUAN UMUM PENGOBATAN :


1. MENGURANGI GEJALA-GEJALA
2. MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPTIMAL
PENDERITA
3. MENGHAMBAT DEGRADASI KLINIS
4. BELUM ADA PENGOBATAN ETIOLOGI DEMENSIA
5. PENGOBATAN STROKE
6. REHABILITASI (FISIK MENTAL SOSIAL)

STROKE
Penanggulangan FR
Prevensi stroke sekunder /
serangan ulang :
Yg dapat dipengaruhi ( HT, DM,
obesitas )
Yg tidak dapat dipengaruhi (umur,
sex, keturunan dsb)
Neurotonika
Brain activator / Nootropik

LANGKAH PENCEGAHAN STROK


NORMAL

FR STROKE PRONE

PROMOTIF

PREVENSI PRIMER

PREVENSI SEKUNDER

Gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat

Kendali FR

Kendali FR

Anti trombotik

Anti trombotik

Trombektomi

Trombektomi

Gaya hidup sehat


Gizi seimbang
Olah raga
Stop rokok
Jaga TD

TIA/STROK

RISIKO RELATIF
Hipertensi
P.Jantung
Atrial fibrilasi
Klaudikasio intermiten
DM
Stroke Primer
Rokok
Hiperkolesterol

2.0 - 6.0
1.0 - 3.0
6.0 - 18.0
1.0 - 4.0
1.5 3.0
1.0 - 10.0
2.0 - 4.0
1.0 - 2.0
Chui.H, AAN 2000

PROGNOSA
Stad. 1

Stad. 2

25

Stad. 3

Gejala

20

Diagnosis

M 15

Ketergantungan

M
S 10
E

Problem prilaku

Rawat
Kematian

9th

Feldman & Gracon 1996

KESIMPULAN
Demensia merupakan medical illness yg dapat

diantisipasi
Demensia terbanyak pada P.Alzheimer
Diagnostik dini penting ! sosialisasi
Dampak klinis, ek-sos cukup besar
Terapi farmakologis jangka panjang
Pengasuhan adalah penting
Perlu penelitian-penelitian lanjutan