Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INTERAKSI OBAT

INTERAKSI OBAT ANTIASMA

KELOMPOK
: 12
PROGRAM STUDI : EKSTENSI FARMASI
ANGKATAN
: 2014

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

NAMA ANGGOTA KELOMPOK

DIKI SYAHPUTRA
DARMA ERICSON SARAGIH
M. ADHLI TAWAKKAL SB
HENDRA GUNAWAN
NEVI HAYATI UTAMI
DESI ANGGIAT BUTAR-BUTAR
NUR AZIZAH
MAHATIR MUHAMMAD
PAUL Y.A.K HUTAPEA
WINDA ALDRIANI LUBIS

141524001
141524037
141524045
141524046
141524047
141524048
141524049
141524050
141524061
141524063

BAB I
PENDAHULUAN

Interaksi obat adalah situasi di mana suatu zat memengaruhi aktivitas obat,
yaitu meningkatkan atau menurunkan efeknya, atau menghasilkan efek baru yang
tidak diinginkan atau direncanakan. Interaksi dapat terjadi antar-obat atau antara
obat dengan makanan serta obat-obatan herbal. Pada prinsipnya interaksi obat
dapat menyebabkan dua hal penting. Yang pertama, interaksi obat dapat
mengurangi atau bahkan menghilangkan khasiat obat. Yang kedua, interaksi obat
dapat menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan yang serius, karena
meningkatnya efek samping dari obat-obat tertentu. Resiko kesehatan dari
interaksi obat ini sangat bervariasi, bisa hanya sedikit menurunkan khasiat obat
namun bisa pula fatal (Neal, 2006).
Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi respons tubuh terhadap
pengobatan terdapat faktor interkasi obat. Obat dapat berinteraksi dengan
makanan, zat kimia yang masuk dari lingkungan, atau dengan obat lain. Interaksi
antar obat dapat berakibat menguntungkan atau merugikan (Setiawati, 2007).
Asma atau bengek adalah suatu penyakit alergi yang dicirikan peradangan
steril kronis yang di sertai serangan sesak napas akut secara berkala, mudah
sengal sengal dan batuk (dengan bunyi khas). Ciri lain adalah hipersekresi dahak
yang biasanya lebih parah pada malam hari dan meningkatnya ambang rangsang
(hiperaktivitas) bronchi terhadap rangsangan alergis maupun non alergis. Faktorfaktor genetis bersama afaktor lingkungan berperan pada timbulnya gejala-gejala
tersebut. Serangan asma di sebabkan oleh peradangan steril kronis dari saluran
napas dengan mastcell dan granulosit eosinofil sebagai pameran penting. Pada
orang-orang yang peka terjadi obstruksi saluran napas yang difus dan reversible.
Disamping itu juga terdapat hiperaktivitas bronchi terhadap berbagai stimuli
spesifik yang dapat memicu serangan. Stimuli terkenal adalah zat-zat allergen,
zat-zat perangsang seperti asap, debu dan lain-lain. (Tan, 2007).
Berdasarkan mekanisme kerjanya obat anti asma dapat di bagi dalam
beberapa kelompok, yaitu zat-zat yang mengihindari degranulasi mastcell (anti
alergika) dan zat-zat yang meniadakan efek mediator (bronchodilator,
antihistaminika dan kortikosteroid) (Tan, 2007).
No.
1.

Golongan
Obat
Metilxantine

Senyawa
Interaksi
Acyclovir

Sifat

Mekanisme

Keterangan

Antagonis

Menghambat

Merugikan

(Theophyline)

2.

Metilxantine
(Theophyline,
Aminophyline)

Kafein

Sinergis

3.

-blocker
(Salbutamol)

Propanolol

Antagonis

4.

Terbutaline

Aminophyline

Sinergis

metabolisme
oksidasi
theophyline
(Tatro, 2009)
Efek obat asma Menguntungk
dapat
an
meningkat.
Obat asma
melebarkan
jalan udara dan
memudahkan
pernapasan
penderita
asma.
Akibatnya:
mungkin
terjadi efek
samping
merugikan
karena terlalu
banyak teofilin
disertai gejala
mual, pusing,
sakit kepala,
mudah
tersinggung,
tremor,
insomnia,
takikardia,
denyut jantung
tidak teratur,
dan mungkin
terjadi
serangan
(Harknes,
1989)
Menurunkan
Merugikan
efek
salbutamol
(Lacy, 2003)
Menurunkan
Merugikan
efek

aminophyline
(Tatro, 2009)
DAFTAR PUSTAKA
Harkness, R. (1989). Interaksi Obat. Penerjemah: Goeswin Agoes dan Mathilda
B. Widianto. Bandung : Penerbit ITB. Hal.31-39.
Neal, M.J. (2006). At a Glance : Farmakologi Medis. Edisi kelima, Penerjemah:
Juwalita Surapsari. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal. 28-29.
Setiawati, A. (2007). Ineraksi Obat. Dalam Farmakologi dan Terapi. Edisi 5.
Editor: Sulistia Gan Gunawan. Jakarta :Universitas Indonesia. Hal. 862.
Tatro, D. S., (2009). Drug Interaction Facts. Wolters Kluwer Health, Inc.
Tan, T. H., dan Kirana, R. (2007). Obat-Obat Penting :Khasiat, Penggunaan dan
Efek-Efek Sampingnya. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. Hal. 638639, 645.