Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Analisis Situasi
Desa Batuagung terletak di Kabupaten Jembrana Kecamatan
Jembrana.Desa ini memiliki potensi air yang dapat dikembangkan dari
ditemukannya beberapa sumber mata air. Dilihat dari pegunungan lahan
secara umum. Desa Batuagung memiliki potensi tanah yang sangat subur
dengan daratan tinggi sebagai perkebunan yang diperuntukan untuk
tanaman perkebunan coklat, kelapa, pisang, dan tanaman lainnya.
Batas-batas tersebut sebagai berikut:
1. Di sebelah utara

: Daerah hutan

2. Di sebelah timur

: Kelurahan Dangin Tukadaya

3. Di sebelah selatan

: Kelurahan Dauh Waru

4. Di sebelah barat

: Kelurahan Dauh Waru

Luas Desa Batuagung seluruhnya adalah 1.878 Ha(187.800 are)


dengan perincianidentitas luas wilayah menurut penggunaan sebagai
berikut :
a. Perumahan/pekarangan

: 1.000 ha

b. Sawah

: 161.081 ha

c. Ladang/tegal

: 59.591 ha

d. Atraksi wisata

: 2 ha

e. Tanah lain-lain

: 110,29 ha

Adapun jumlah penduduk Desa Batuagung secara keseluruhan


berjumlah 8.991 jiwa yang terdiri dari :
a. Laki-laki

: 4.432 jiwa

b. Perempuan

:4.559 jiwa

c. Jumlah kepala keluarga

: 2.239 KK

d. Jumlak KK miskin

: 161 KK

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Banjar
Batuagung
Taman
Tegal asih
Sawe
Palunganbatu
Anyar
Petanahan
Masean
Pancaseming
Jumlah

KK
337
220
205
206
303
259
223
261
171
2.239

Jumlah Penduduk
LakiPerempuan
Laki
706
604
364
593
401
443
475
446
526
520
494
462
357
377
450
461
309
332
4.432
4.559

Jumlah
Jiwa
1.310
957
844
920
1.046
956
734
911
641
8.991

Visi dan misi dari desa batuagung yakni :


Visi Terwujudnya Masyarakat Yang Sejahtera Berkeadilan,
Beriman, Dan Berbudaya. Misi Bidang Pendidikan, Kesehatan,
Dan Peningkatan Daya Beli
Desa Batuagung memiliki 9 banjar yang terdiri dari banjar
Batuagung, Taman, Tegal Asih, Sawe, Palunganbatu, Anyar, Pertanahan,
Masean, dan Pancaseming. Desa Batuagung memiliki beberapa potensi desa
yang sampai saat ini masih dikembangkan oleh masyarakat Batuagung. Salah
satunya adalah pengelolaan sumber air oleh masing-masing banjar dengan
membentuk kelompok-kelompok pengelola air dari sumber mata air. Sumber
mata air ini merupakan hal yang sangat penting untuk dikelola lebih lanjut
ditinjau dari segi; pemanfaatan, pengelolaan, dan pemeliharaan agar
masyarakat dapat menikmati air bersih secara berkelanjutan.
Desa Batuagung menjadi salah satu tempat pilihan KKN-PPM
Universitas Udayana. Hal ini menjadi indikasi bahwa masih banyak
permasalahan yang harus diselesaikan, baik itu permasalahan yang
menyangkut bidang prasarana fisik, sosial budaya, peningkatan produksi, dan
kesehatan masyarakat. Maka setiap permasalahan tidak bisa diselesaikan hanya
dengan pendekatan monodisipliner, tetapi harus diselesaikan melalui
pendekatan interdisipliner.

Desa Batuagung memiliki potensi di bidang perkebunan, salah satunya


yaitu desa ini merupakan salah satu desa penghasil cengkeh, kakao, dan kelapa
di Bali. Dari beberapa potensi yang dimiliki Desa Batuagung diharapkan dapat
mengembangkan, meningkatkan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat
Desa Batuagung untuk kedepannya. Hal inilah yang menjadikan Desa
Batuagung sebagai salah satu desa binaan Universitas Udayana dalam program
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM)
tahun 2015. Pembekalan dan pengembangan hal-hal tersebut terangkum dalam
Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek dalam Tri Dharma Perguruan
Tinggi tersebut dilaksanakan dengan proporsi yang seimbang, harmonis, dan
terpadu dengan harapan agar kelak para lulusan perguruan tinggi dapat menjadi
manusia berilmu pengetahuan, memadai dalam bidang masing-masing, mampu
melakukan penelitian, dan bersedia mengabdikan diri demi umat manusia pada
umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya.

1.2. Identifikasi Permasalahan


No
1.

Permasalahan

Lokasi

Kurangnya pemerataan air yang Desa Batuagung


ada

di

masyarakat

Sumber
P/M/D
M

desa

Batuagung
2.

Penyediaan tempat sampah di Desa Batuagung


tempat-tempat

umum

dan

membuat petunjuk rambu-rambu


petunjuk arah ke daerah wisata di
desa Batuagung.
3.

Menyumbang bibit cengkeh dan

Desa Batuagung

Desa Batuagung

cempaka untuk meningkatkan


perekonomian dan penghijauan
didesa Batuagung
4.

Masyarakat belum tau cara


3

penggunaan air yang efektif dan


efisien.
5.

Sebagian anak-anak Sekolah

Desa Batuagung

Desa Batuagung

Desa Batuagung

Dasar belum memahami secara


mendalam mengenai pelajaran
yang diberikan di sekolah
9.

Perlunya sosialisasi mengenai


Narkoba dan pencegahannya
dikalangan generasi muda.
Kurangnya kepedulian

10.

masyarakat terhadap sanitasi


lingkungan.

1.3. Tujuan dan Manfaat


Tujuan kegiatan KKN-PPM Tematik SPAM di Desa Batuagung ini adalah
untuk:
1.

Sebagai fasilitator antara masyarakat dan pemerintah;

2.

Membangun kepedulian masyarakat untuk hasil pembangunan


SPAM yang berkelanjutan;

3.

Membantu masyarakat dalam menemukan dan mengenali isu dan


permasalahan serta kebutuhan dalam rangka upaya keberlanjutan
sarana;

4.

Memberikan bantuan secara non-teknis kepada masyarakat dalam


penyiapan kelembagaan dalam mendukung rencana pelaksanaan
pembangunan SPAM;

5.

Memberikan bantuan secara non-teknis dalam penyiapan renca


kerja masyarakat dalam upaya keberlanjutan sarana; dan

6.

Meningkatkan taraf hidup, pendidikan, kesehatan dan kesadaran


masyarakat mengenai air bersih di Desa Batuagung.

Berikut manfaat kegiatan KKN-PPM Tematikdi Desa Batuagungadalah :

1.

Bagi warga Desa Batuagung


a. Menjembatani keinginan masyarakat yang untuk memperoleh
dana pengembangan saluran air dengan dinas pekerjaan umum;
b. Perubahan sistematika awig-awig agar mudah dimengerti;
c. Masyarakat mengetahui mengenai perilaku hidup bersih dan sehat
dan dapat menerapkannya dikehidupan sehari-hari;
d. Penanaman pohon trembesi dan sengon guna pelestarian alam di
Desa Batuagung;
e. Penanaman toga untuk kebutuhan kesehatan keluarga
f. Penyediaan kotak P3K guna kelengkapan dalam unit kesehatan
sekolah.
2.

Bagi mahasiswa

Agar mahasiswa dapat bersosialisasi dengan warga Desa


Batuagungdengan
bagaimana

meningkatkan

soft

skill

untuk

mengetahui

kehidupan di desa dan menjadikan pelajaran di

masa yang akan datang. Mahasiswa juga mengetahui susahnya hidup


di desa dengan harapan akan

menjadi lebih baik setelah menjalani

kehidupan di desa.
BAB II
REALISASI PENYELESAIAN MASALAH
2.1.

Tema dan Program


Tema Program yang diangkat dalam KKN PPM IX Universitas
Udayana di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana Kabupaten Jembrana
Provinsi Bali pada periode Februari-Maret 2015 adalah Pemanfaatan
Sumber Daya Alam Secara Efisien demi Tercapainya Kesejahteraan
Masyarakat Desa Batuagung
Program yang telah dilaksanakan antara lain:
1. Penyuluhan mengenai cara penggunaan air secara efektif dan efisien
dengan sasaran siswa-siswi SD 2 Desa Batuagung;

2. Penyuluhan mengenai narkoba dan cara pencegahannya dengan


sasaran siswa-siswi SD 6 Desa Batuagung;
3. Penanaman bibit cengkeh, cempaka dan sandat di Desa batuagung;
4. Menyumbangkan tempat sampah di gelar dan di monument tempat
wisata Desa Batuagung;
5. Pembuatan rambu-rambu petunjuk jalan ke tempat wisata Desa
Batuagung;
6. KK Dampingan;
7. Senam lansia;
8. Posyandu;
9. Gotong royong disekitar lingkungan Desa Batuagung; dan
10. Membantu muda mudi dalam pembuatan ogoh-ogoh.
2.2 Jadwal pelaksanaan
Rincian jadwal masing-masing program pokok
a) Bidang interdisipliner : Upaya peningkatan sumber daya air desa
No
1

Kegiatan

Lokasi

Jml
MHS

Jam

Jumlah
Jam

Minggu I
1.1 Perizinan Kepala Desa Batuagung

Batuagung

16

1.2 Survei lokasi sumber mata air baru

Batuagung

10

12

120

1.3 Dokumentasi
1.4 Evaluasi
Minggu II
1.1 Melakukan penyusunan proposal
1.2 Dokumentasi
1.3 Evaluasi
TOTAL

Batuagung
Batuagung

10
21

12
2

120
42

Batuagung
Batuagung
Batuagung

8
8
21

105
10
42

b) Bidang Prasarana Fisik : Menyumbang tempat sampah dan pembuatan


rambu-rambu penunjuk arah ke daerah tempat wisata di desa Batuagung
No

Kegiatan

Lokasi

Jml
MHS

Jam

Jumlah
Jam

Minggu I
1.1 Penjelasan tentang tujuan
menyumbangkan tempat sampah
umum dan pembuatan rambu-rambu
penunjuk arah ke daerah tempat
wisata di desa Batuagung
1.2 Perizinan kepada Kepala Desa
Batuagung
1.3 Dokumentasi
1.4 Evaluasi
Minggu II
1.1 Survei lokasi untuk
menyumbangkan tempat sampah
umum dan pembuatan ramburambu penunjuk arah ke daerah
tempat wisata di Desa Batuagung
1.2 Dokumentasi
1.3 Evaluasi
TOTAL

Batuagung

18

36

Batuagung

10

Batuagung
Batuagung

18
21

2
2

36
42

Batuagung

18

90

Batuagung
Batuagung

18
21

5
2

90
42

c) Bidang Peningkatan Produksi : Penyumbangan bibit tanaman cengkeh,


cempaka dan sandat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan
penghijauan di Desa Batuagung
No

Kegiatan

Minggu I
1.1 Penjelasan dan pembagian tugas
1.2 Perizinan kepada Kepala Desa
Batuagung
1.3 Mempersiapkan sarana dan prasarana
penanaman cengkeh
1.4 konsultasi tentang pembagian tanaman
cengkeh.

Lokasi
Batuagung
Batuagung
Batuagung
Batuagung

Jml
MHS

Jam

Jumlah
Jam

18

36

10

18

36

18

18

1.5 Dokumentasi

Batuagung

1.7 Evaluasi

Batuagung

21

42

1.1 Briefing dan pembagian tugas

Batuagung

18

18

1.2 Mempersiapkan sarana dan prasarana


penanaman cengkeh

Batuagung

18

36

Minggu II

1.3 Survei ke lokasi penanaman cengkeh

Batuagung

18

18

1.4 Penanaman bibit cengkeh

Batuagung

18

72

1.5 Penyiraman bibit cengkeh

Batuagung

18

36

1.6 Dokumentasi

Batuagung

1.7 Evaluasi

Batuagung

21

42

36

506

d) Bidang Interdisipliner Sosialisasi penggunaan air secara efektif dan


efisien
Jml
MHS

Jam

Jumlah
Jam

Batuagung

18

18

Batuagung

12

Batuagung
Batuagung
Batuagung

18
3
21

3
3
2

54
9
42

Batuagung

18

36

Batuagung

18

54

Batuagung
Batuagung

30

21

42

3.1 Persiapan sarana dan briefing

Batuagung

18

36

3.2 Melakukan penyuluhan


Menggunakan Air Bersih dengan
Bijak

Batuagung
18

54

3.3 Dokumentasi

Batuagung

3.4 Evaluasi

Batuagung

21

42

33

433

No
1

Kegiatan

Lokasi

Minggu I
1.1 Penjelasan dan pembagian tugas
1.2 Perizinan kepada Kepala Desa
Batuagung dan Kepala Sekolah di
SD Batuagung
1.3 Survei lokasi penyuluhan
1.4 Menyiapkan Materi
1.5 Evaluasi
Minggu II
2.1 Pembagian tugas
2.2 Mengundang siswa SD sebagai
peserta penyuluhan
2.3 Persiapan susunan acara
2.4 Evaluasi

Minggu III

Rincian Jadwal Kegiatan Non Tema


A. Bidang Kesehatan Masyarakat (KM)
1.

No
1

Penyuluhan mengenai Narkoba dan Perilaku Hidup Bersih Sehatbagi


siswa SD
Kegiatan

Lokasi

Jam

Jumlah
Jam

Minggu I
1.1 Penjelasan dan pembagian tugas

Batuagung

21

21

1.2 Melakukan persiapan

Batuagung

21

21

Batuagung

21

42

Batuagung
Batuagung

21
21

1
1

21
21

Batuagung

21

42

1.2 Melakukan penyuluhan mengenai


Narkoba

Batuagung

21

42

1.3 Melakukan diskusi dengan unsureunsur terkait

Batuagung

21

21

Batuagung
Batuagung

21
21

1
1

21
21

Batuagung

21

42

Batuagung

21

42

Batuagung

21

21

Batuagung
Batuagung

21
21

1
1
20

21
21
420

Jml
MHS

Jam

Jumlah
Jam

18

18

1.3 Melakukan survey lokasi SD yang


akan dikunjungi
1.4 Dokumentasi
1.5 Evaluasi
Minggu II
1.1 penjelasan dan pembagian tugas

1.4 Dokumentasi
1.5 Evaluasi
Minggu III
1.1 penjelsan dan pembagian tugas
1.2 Melakukan penyuluhan PHBS di
SD
1.3 Melakukan diskusi dengan unsurunsur terkait
1.4 Dokumentasi
1.5 Evaluasi
TOTAL

Jml
MHS

2. Membantu proses belajar mengajar untuk anak-anak SD


No
1

Kegiatan

Lokasi

Minggu I
1.1 Penjelasan dan pembagian tugas

10

Batuagung

1.2 Perizinan kepada Kepala Desa


Batuagung dan Kepala Sekolah di
SD Batuagung
1.3 Survei lokasi penyuluhan
1.4 Menyiapkan Bahan Materi
Pengajaran
1.5 Pembagian Tugas
1.6 Persiapan Susunan Acara
1.7 Evaluasi
Minggu II

Batuagung

10

Batuagung

18

54

Batuagung

18

54

Batuagung
Batuagung
Batuagung

18
18
21

2
5
2

36
90
42

3.1 Persiapan sarana dan briefing

Batuagung

18

36

3.2 Melakukan Kegiatan Mengajar


(dilakukan setiap hari hingga
minggu ketiga)

Batuagung
18

108

3.3 Dokumentasi

Batuagung

3.4 Evaluasi

Batuagung

21

42

32

498

Rencana kegiatam Progam Bantu Non Tema


1. Gotong royong di lingkungan, senam lansia dan membantu muda-mudi
dalam pembuatan ogoh-ogoh
No
1

Kegiatan

Lokasi

Minggu I
1.1 Gotong royong dan senam lansia
1.2 Dokumentasi
1.3 Evaluasi
Minggu II
2.1 Gotong royong, dan senam lansia
2.2 Dokumentasi
2.3 Evaluasi
Minggu III
3.1 Gotong royong, senam lansia,dan
membantu pembuatan ogoh-ogoh
3.2 Dokumentasi
3.3 Evaluasi
Minggu IV

11

Jml
mhs

Jam

Jml
jam

Batuagung

18

36

Batuagung
Batuagung

2
21

2
2

4
42

Batuagung

18

36

Batuagung
Batuagung

2
21

2
2

4
42

Batuagung

18

36

Batuagung
Batuagung

2
21

2
2

4
42

4.1 Gotong royong, senam lansia dan


membantu pembuatan ogoh-ogoh
4.2 Dokumentasi
4.3 Evaluasi
Total

Batuagung

18

36

Batuagung
Batuagung

2
21

2
2

4
42
328

BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
1. Program-program yang telah di rencanakan dapat dikerjakan seluruhnya.
2. Masih banyak terdapat permasalahan yang belum ditemui solusinya,
seperti

memancing minat masyarakat untuk mengikuti program yang

bersifat penyuluhan.
3. Beberapa program masih memerlukan tindak lanjut seperti sosialisasi yang
dilakukan rutin yang harus dilaksanakan oleh KKN-PPM berikutnya.
4. Mahasiswa KKN-PPM dapat bersosialisasi dengan masyarakat secara
baik.
4.2. Saran
1. Kesadaran dari masyarakat untuk dapat menghemat air dan peduli
terhadap sesama guna menghindari adanya kecurangan-kecurangan
terhadap aliran air.
2. Pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tidak hanya dilakukan
kepada siswa-siswi SDtetapi juga kepada masyarakat desa di setiap banjar.
Diharapkan

sosialisasi

lewat

bidang

pendidikan

nantinya

dapat

menumbuhkan minat masyarkat untuk menerapkan prilaku hidup bersih


dan sehat.
3. Semua aspek yang pernah diberikan dan dimediasi oleh kerjasama antara
Masyarkat desa dan Mahasiswa KKN diharapkan dirawat dan dijaga
sebagai proses yang berkelanjutan.

12

BAB III
PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA KEGIATAN KKN PPM
3.1.

Program Pokok
3.1.1.
Program Pokok Tema
Adapun beberapa program pokok yang berdasarkan pada tema
yang diusulkan diantaranya adalah sebagai berikut :
A. Upaya Peningkatan Sumber Daya Air Desa
Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk
minum, masak, mandi, mencuci dan sebagainya. Menurut perhitungan

13

WHO, tiap orang memerlukan air antara 60 120 liter per hari. Diantara
kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan
untuk minum. Oleh karena itu untuk keperluan minum (termasuk untuk
masak) air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak
menimbulkan penyakit bagi manusia.
Melihat kondisi di Desa Batuagung ada sebagian kelompok air
yang masih kekurangan debit air maka menjadi penting untuk
dilakukan peningkatan SPAM (sistem penyediaan air minum) dengan
melakukan pengajuan proposal ke kantor bupati untuk kelompok yang
minim air, agar kelompok yang sulit mendapatkan air tersebut dapat
tepenuhi ketersediaan airnya terutama untuk pemecahan tungku SPAM Br.
Palungan Batu dan Br. Sawe yang masih jadi satu tungku. Pelaksanaan
peningkatan SPAM ini nantinya akan dilaksanakan secara persuasif
dengan Kepala Dusun dan masyarakat yang ada diDesa Batuagung.
B. Menyediakan tempat sampah di tempat umu dan pembuatan
rambu-rambu petunjuk arak ke tempat wisata
Desa Batuagung memiliki beberapa potensi wisata alam, seperti
sungai, bukit yang hijau yang dikelilingi dengan perkebunan. Namun sayang
saran dan prasarana penunjang untuk objek wisata tersebut sangat kurang.
Oleh karena itu kami bermaksud untuk menyediakan sarana dan prasarana
berupa tempat sampah. Serta membantu membuat rambu-rambu penunjuk
lokasi objek wisata.
Adapun rincian dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
Waktu
Tempat
Pelaksana

:
: gelar dan monument, serta di jalan menuju tempat wisata
: Mahasiwa KKN Universitas Udayana

C. Memberikan bibit cengkeh, cempaka dan sandat


Desa Batuagung memiliki potensi di bidang perkebunan antara
lain: cengkeh, kakao, dan kelapa. Dari beberapa potensi yang dimiliki desa
Batuagung

diharapkan

dapat

14

meningkatkan

dan

mensejahterakan

kehidupan masyarakat desa Batuagung untuk ke depannya. Cengkeh


merupakan tanaman yang diunggulkan di desa Batuagung, karena harga
jual cengkeh yang terus meningkat, serta dapat menunjang perekonomian
warga. Sedangkan cempaka dan sandat diberikan untuk penghijauan di
lingkungan desa batuagung.
Waktu

: Minggu, 1 Maret 2015

Tempat

: Br. Batuagung, Br. Masean, Br. panceseming

Pelaksana : Mahasiswa KKN-PPM Desa Batuagung


Peserta

: kelian tiap-tiap banjar dan beberapa warga Desa


Batuagung

D.

Sosialisasi penggunaan air secara efektif dan efisien


Debit air sangat terkait dengan kuantitas air. Seringkali debit air ini
dijadikan sebagai indikator untuk menentukan ketersediaan air yang ada di
wilayah.desanya. Fenomena umum yang biasanya terjadi adalah pada
musim hujan debit air meningkat sedangkan pada musim kemarau debit air
akan berkurang. Untuk menguji apakah fenomena tersebut masih berlaku,
masyarakat perlu melakukan monitoring debit air, sehingga dapat dilihat,
apakah ketersediaan air untuk masyarakat masih akan mencukupi kebutuhan
atau tidak.
Selain kegiatan monitoring debit air kegiatan yang dilaksanakan juga
penanaman pohon. Penanaman pohon yang dilakukan ini sebagai upaya
pelestarian

alam

Gerakanpenanamanbibitpohontrembesidimaksudkansebagaiupayanyatamah
asiswa

KKN

PPM

bersama

wargaDesa

Batuagunggunamelestarikanlingkungandanmenyediakanpohonpenyerapan
air.
Adapun Rincian kegiatan monitoring dan penanamn pohon sebagai
berikut:
Lokasi
Waktu
Pelaksana
Peserta

: BanjarMaseanDesa Batuagung.
: Sabtu, 9 Agustus 2014Pukul 13.00 WITA
:Mahasiwa KKN Universitas Udayana,
:Warga Banjar Masean, Warga Banjar Sawe, Warga

Banjar Palungan Batu

15

Kendala

1. Wargatidakadadirumahketika program monitoring debitair dilaksanakan.


2. Wargatidakmengijinkanmahasiswa KKN memeriksa debit air
3. Sumber mata air di hutan sebelah timur Desa Batuagung tertimbun tanah
akibat longsor sehingga tidak dapat diukur.

Pemecahan :
1. Mengunjungi rumah warga di sore hari ketika warga sudah pulang bekerja
2. Meminta bantuan kelian banjar untuk menemani kerumah warga meminta
izin untuk monitoring debit air.
3. Menggali timbunan tanah longsor di sumber mata air sekitar kedalaman 4
meter untuk mengukur debit airnya.

Hasil

16

17

Dokumentasi Kegiatan :

Gambar 7. Monitoring Debit Air

Pembahasan

Gambar 7. Monitoring Debit air di aliran temuku di banjar Sawe bersama


teknisi.
Penanaman pohon di desa batu agung yakni peenanaman pohon trembesi.
Berikut rincian kegiatan penanaman pohon antara lain :
Lokasi

: Sekitaran Sungai GelarBatuagung


Jembrana

Waktu
Sasaran

: Sabtu,16Agustus 2014 Pukul 08.00 12.00


Minggu,17 Agustus 2014
:WargaDesa Batuagung, Pihakterlibat
GubernurJembrana,CamatJembrana,
KepalaDesaJembrana, SKPD Jembrana,
Perwakilan Bank Panin,mahasiswa KKN

Pelasana

PPMdanwargaDesa Batuagung.
: Seluruh mahasiswa KKN PPM UNUD.

18

Kendala

: 1.LokasiPenanamanPohonsusah di jangkau
sehinggatidaksemuabibitpohondapat
dibawakelokasipenanaman .
2.

Terbatasalatseperticangkuldansekop

Biaya Pengeluaran

: Rp 100.000,-

Dokumentasi Kegiatan :

Gambar 8.Penanaman Pohon

Pembahasan :
Gambar 8. Penanaman pohon trembesi bersama DPL, Karyawan BANK
Panin, Camat, Bupati, Kepala Desa dan Perangkat Desa serta bersama
masyarakat.
Hasil

Penghijauan disekitar sungai guna mencegah terjadinya longsor.


E. Pembuatan IMAP (Identifikasi Masalah Dan Analisis Potensi) Desa
Batu Agung
IMAP
adalahsingkatandariIndentifikasiMasalahdanAnalisisPotensi.Identifikasimas
alahdilakukandenganmencari

data-data

diperlukanuntukkemudiandianalisis.Dalamhalini,

19

yang
data

yang

diperlukanberupa data menyangkutaktivitasdanpotensimasyarakat. Data


tersebutdiantaranyadata jumlahpenduduk, matapencaharian, KK miskin,
sanitasi, pembuanganlimbah, wilayah yang kekurangan air, jumlahiuran air,
jenisternak,tanamanobatkeluarga yang ada dimasing-masingrumahwarga,
saranaumumcucitangan,dansumber air di rumahwarga.
Setelah

data

tersebutdikumpulkan,

kemudiandilakukanpengelompokan data, menganalisis data,danpemetaan di


petadesa.

Hal

inidilakukandengancaramembuatgambarpemetaandarihasil

data

setiapbanjar.

Denganmembuatpemetaantersebutakanmempermudahdalammengidentifikas
imasalahdanmenganalisispotensi yang ada di DesaBatuagung.
Diharapkandenganpembuatanpemetaan

IMAP

iniakanmempermudahmasyarakatdesadalammengetahuiinformasipemetaan
yang

lengkapdanspesifikdanbiasdigunakansebagaiarsip

di

Kantor

Desauntukkeperluan data desa.


Lokasi

: Lokasidaripembuatan IMAP initerletak di Desa


Batuagung, Jembrana, Bali.PemetaanIMAP dibagi
berdasarkandusunataubanjar yang ada di wilayahDesa
Batuagung.Lokasiinimerupakanlokasi KKN PPM
UniversitasUdayanaperiode IX tahun 2014.

Sasaran

: Sasarandaripembuatan IMAP ini adalahmasyarakatDesa

Batuagungitusendiri.
Waktu

: Pembuatan IMAP dilaksanakanselamamelaksanakan


KKN PPM UniversitasUdayanaperiode IX tahun
2014.Pembuatan IMAP dimulaidaritanggal 23 Agutus
2014.Pembuatan IMAP memerlukanwaktu yang cukup
lama karenaperlumelakukansurveyuntukpemetaan.

Kendala

: Kendala yang dihadapicukupbanyakdaripembuatan


IMAP.Banyakpenyebabdarikendalatersebut, mulaidari

data yang tidakakurat, data yang di perolehbelum

sesuai

data di lapangan, sumberinformasi yang kurang,danbutuh


waktu yang cukup lama untukmendapatkanpembuatan

20

IMAP yang sempurna.


Pemecahan

: Membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk


pengumpulan data dan untuk penyelesaian pembuatan
IMAP.

BiayaPengeluaran
Adapunbiaya

yang

dibutuhkanuntukpembuatan

IMAP

inisebagaiberikut:
1. 1 rim Kertas HVS

Rp. 44.000,-

2. Print hasilpemetaan 200 lmbr X 1000

Rp. 200.000,-

3. ATK

Rp. 50.000,-

Jadi total keselurahanbiayauntukpembuatan IMAP

Rp. 294.000,

Dokumentasi Kegiatan :

Gambar 9. Pencarian Data Terkait IMAP dengan Kelian Dinas

Pembahasan

Gambar 5. Pencarian data terkait IMAP dengan mendatangi setiap kelian


dinas dari 9 banjar yang ada di Desa Batuagung. Dan dengan melakukan
pemetaan dari setiap banjar terkait potensi desa.
Hasil yang diperolehberupapemetaan IMAP DesaBatuagung,
berupagambarpemetaan.
1. Mata pencaharianmasyarakatDesaBatuagung.
2. Sanitasimasing-masingrumah di DesaBatuagung.
3. Sumber air di masing-masingrumahmasyarakatDesaBatuagung.

21

4. Besarnyajumlahiuran

air

dimasing-masingrumah

di

DesaBatuagung.
5. Jenisternakmasyarakat diDesaBatuagung.
6. Jenistanamanobatkeluarga

(Toga)

yang

ada

di

masing-

masingrumahmasyarakatDesaBatuagung.
7. Tempatcucitangan

di

masing-masingdusunataubanjar

di

DesaBatuagung.
8. Pemetaanpembuanganlimbahcair

yang

dihasilkandariaktivitaskeseharianmasyarakatDesaBatuagung.
9. Pemetaanpembuangansampah

yang

dihasilkandariaktivitaskeseharianmasyrakatDesaBatuagung.
10. PemetaanKK miskin yang ada di DesaBatuagung.
11. Pemetaanwilayah yang kekurangan air
3.1.2Program Pokok Non Tema
A. KK Dampingan
KKN PPM Universitas Udayana merupakan salah satu bentuk
kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa di tiap-tiap desa yang telah
ditentukan. Tujuan dari program ini secara khusus adalah untuk
mensinergiskan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat potensi yang
dimilikinya.Salah satu kegiatan KKN PPM ini adalah program pendampingan
keluarga (KK Dampingan).Kegiatan KK dampingan dilaksanakan pada
beberapa keluarga yang terdapat di setiap banjar di Desa Batuagung
Kecamatan JembranaKabupaten Jembrana.
Pada KKN PPM periode VIII ini kami mendapatkan KK Dampingan
yang tersebar di 3 dusun / banjar yang terdapat di Desa Batuagung yang
terdiri dari Rumah Tangga Miskin dan tidak mampu.
Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga dampingan
dilakukan melalui pendekatan secara langsung dengan keluarga dampingan.
Setelah beberapa kali mengadakan kunjungan ke rumah keluarga dampingan
ditemukan beberapa masalah yang dihadapi keluarga ini sesuai dengan hasil
wawancara dan pengamatan dengan KK dampingan yaitu:
a) Masalah Perekonomian

22

Perekonomian

dari

KK

Dampingan

dapat

dikatakan

masihkurang jika dilihat sepintas dari besarnya pendapatan keluarga


dibandingkan dengan pengeluaran kebutuhan sehari-hari.Apabila ada
hal-hal yang tidak terduga, keluarga, kerabat ataupun tetangga siap
membantu.Sebagian besar KK dampingan ini adalah para lansia yang
tidak memiliki keluarga atau kerabat. Selain itu beberapa diantaranya
bekerja sebagai petani yang mengerjakan lahan orang lain sehingga
hasil yang diterima dibagi dengan pemilik lahan.
b) Masalah Kesehatan
Dalam hal kesehatan, KK Dampingan lebih sering membiarkan
penyakitnya

atau

menggunakan

obat-obatan

tradisional

yang

dipercayai dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang mereka


derita. Namun, ada beberapa dari obat-obatan tradisional khususnya
yang dibuat dari tumbuhan alami dimanacara pembuatannya kurang
baik sehingga dikhawatirkan obat tersebut bukan menyembuhkan
tetapi dapat memperparah penyakit.
Perilaku hidup bersih dan sehat KK dampingan juga cukup
memprihatinkan.Dari hasil pengamatan, KK dampingan hanya mandi
3 - 4 kali dalam 1 minggu.Sebagian besar KK dampingan juga tidak
memiliki kamar mandi dan jamban.
KK Dampingan diberikan pemahamanuntuk melakukan perilaku
hidup bersih dan sehat.Selain itu juga diingatkan jika sakit parah dan
dalam jangka waktu yang lama segera ke pusat kesehatan terdekat.
Tujuan dan manfaat dari dilaksanakannya program KK
dampingan ini adalah untuk mendampingi serta membantu keluarga
pra-sejahtera dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, seperti
masalah kebersihan lingkungan, pendidikan, manajemen keluarga,
ekonomi keluarga, penatan rumah tangga dan lain sebagainya.
Setelah pendampingan keluarga ini, diharapkan KK Dampingan
dapat meningkatkan kebersihan, pendidikan terutama anak-anak
mereka

serta

pendapatan

keluarga

atau

paling

tidak

dapat

meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan, kesehatan,


keterampilan serta pendidikan sehingga dapat mengubah prilaku yang
mengarah pada kebaikan dalam taraf hidup keluarga.

23

3.1.3. Program Pokok Tambahan


1. Penyuluhan Correctural Posture
Pentingnya bentuk tubuh dan postur tubuh juga mempengaruhi
kesehatan seseorang. Bentuk tubuh yang tidak proporsional dan tidak
simetris akan mempersulit seseorang dalam melakukan aktifitas seharihari. Gangguan atau kelainan pada tulang belakang disebabkan oleh
kebiasaan yang tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu
peserta KKN LPPM UNUD menyelengagarakan program korektural
posture di SD sedesa Batuagung guna merubah kebiasaan yang buruk para
siswa dalam posisi belajar, cara menggendong tas dan lain sebagainya.
Tujuan dari Korektural Posture yakni :
-

Memberikan kesadaran pentingnya menjaga postur tubuh yang baik

dalam melakukan aktifitas sehari


Membiasakan bagaimana postur tubuh yang baik dalam melakukan

aktifitas sehari-hari
Mencegah resiko terjadinya permasalahan pada tulang belakang
(skloliosis, lordosis dan kifosis)
Adapun rincian acara sebagai berikut :
NO

Nama sekolah

Tempat

Hari

Waktu

dasar
1.

SD N 1 Batuagung

SD N 1 Batuagung

Sabtu,
9-08-2014

09.00-11.00

SD N 2 Batuagung

SD N 2 Batuagung

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

SD N 3 Batuagung

SD N 3 Batuagung

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

SD N 4 Batuagung

SD N 4 Batuagung

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

5.

SD N 5 Batuagung

SD N 5 Batuagung

Rabu,
6-08-2014

08.00-10.30

24

6.

SD N 6 Batuagung

SD N 6 Batuagung

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Kendala :
1. Adanya benturan jadwal yang diberikan oleh beberapa SD
2. Kurangnya perhatian dan antusiasme dari siswa-siswi di beberapa
SD
Dokumentasi :

Gambar 10. Penyuluhan Correctural Posture SD 6 Batuagung dan Sd


1 Batuagung Jembrana
Pembahasan
Gambar 6. Penyuluhan mengenai korektural postur atau cara duduk
yang benar bagi siswa di 6 SD di desa Batuagung
Hasil
Hasil yang didapat dari penyuluhan koerektural postur yaitu :
1. Para siswa menjadi sadar akan pentingnya postur yang baik dalam
menjalankan kegiatan sehari-hariya
2. Para siswa menjadi tahu cara mencegah resiko dalam penyakit tulang
belakang.

2. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Kondisi tubuh yang bersih dan sehat merupakan modal dasar dalam
melakukan aktifitas apapun.Maka dari itu pentingnya meningkat kesadaran

25

tentang prilaku hidup bersih dan sehat dari sejak dini.Di mulai dari siswasiswi SD yang ada di desa Batuagung karena mereka merupakan generasi
muda dari desa Batuagung yang kelak nanti menjadi generasi penerus di
desa Batuagung.
Maka dari itu kami memulai hal tersebut dari hal terkecil yaitu sikat
gigi dan mencuci tangan.Kedua hal tersebut terlihat sepele padahal hal
tersebut memegang peranan penting dalam kondisi kesehatan seseorang.
TujuanPHBS :
1. Meningkatkan kesadaran para siswa SD di desa Batuagung akan
pentingnya prilaku hidup dan sehat mulai dari cara sikat gigi dan
cara mencuci tangan yang benar
2. Eminimalisir penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman akibat
kebiasaan tidak mencuci tangan sehabis melakukan aktifitas
3. Menjaga kesehatan gigi
Adapun rincian acara sebagai berikut :
NO

Nama sekolah

Tempat

Hari

Waktu

dasar
1.

5.

6.

SD N 1

SD N 1

Batuagung

Batuagung

SD N 2

SD N 2

Batuagung

Batuagung

SD N 3

SD N 3

Batuagung

Batuagung

SD N 4

SD N 4

Batuagung

Batuagung

SD N 5

SD N 5

Batuagung

Batuagung

SD N 6

SD N 6

Batuagung

Batuagung

26

Sabtu,
9-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Rabu,
6-08-2014

08.00-10.30

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Total Pengeluaran :
Pembelian Sikat Gigi : Rp 20.000,Pembelian Pasta Gigi : Rp 15.000,Pembelian Hand Soap : Rp 35.000,TOTAL

Rp 70.000,-

Dokumentasi :

Gambar 11.Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat SDN 3 Batuagung Jembrana

Pembahasan:
Gambar 7 merupakan pelaksanaan Prilaku hidup sehat di SD N 1 Batuagung.
Dimana prilaku hidup yang disosialisasikan yaitu cara mencusi tangan dn
gosok gigi yang baik.
Kendala

:Adanya benturan jadwal sosialisasi PHBS antar SD di desa


Batuagung.Ada beberapa siswa yang tidak membawa sarana
yang disarankan oleh peserta KKN.

Pemecahan

: Membagi Peserta KKN menjadi 6 kelompok dan ditugaskan di


masing-masing SD.Menyediakan sarana cadangan seperti sikat
gigi, dan sabun cuci tangan agar program tetap berjalan sesuai
rencana.

Hasil

: Siswa menjadi lebish sadar tentang pentingnya menjaga


kesehatan mulai dari menggosok gigi dan mencuci tangan.

3. Penyediaan Kotak P3K


27

P3K merupakan penolong yang pertama kali tiba di tempat


kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis
dasar.Secara

umum

semua

orang

boleh

memberikan

pertolongan.Penyediaan sarana P3K sangat diperlukan oleh SD-SD yang


ada di desa Batuagung.Kegunaan P3K sangat diperlukan apabila ada siswa
yang terjatuh dan terluka.
Adapun rincian kegiatan :
NO

Nama sekolah

Tempat

Hari

Waktu

dasar
1.

5.

6.

SD N 1

SD N 1

Batuagung

Batuagung

SD N 2

SD N 2

Batuagung

Batuagung

SD N 3

SD N 3

Batuagung

Batuagung

SD N 4

SD N 4

Batuagung

Batuagung

SD N 5

SD N 5

Batuagung

Batuagung

SD N 6

SD N 6

Batuagung

Batuagung

Sabtu,
9-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Rabu,
6-08-2014

08.00-10.30

Jumat,
8-08-2014

09.00-11.00

Kendala yang di alami selama pelaksanaan program:


1. Adanya benturan jadwal yang diberikan oleh beberapa SD
2. Kurangnya perhatian dan antusiasme dari siswa-siswi
dibeberapa SD
Pemecahan :
1. Membagi peserta KKN menjadi 6 kelompok dan tugaskan di masingmasing SD.
2. Menarik perhatian dan antusiasme siswa-siswi dengan hadiah atau imbalan
apabila mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peserta KKN
Pengeluaran
NO

Nama barang

Banyak

28

Harga@

Jumlah

P3K

6 kotak

40.000

240.000

Buku tulis

3 lusin

20.000

60.000

Foto copy

15.000

15.000

Dokumentasi :

Gambar 12.Penyediaan P3K Di Sd 6Batuagung dan SD 3 Batuagung,


Jembrana
Pembahasan

: Gambar 8 merupakan penyerahan kotak P3K kepada Kepala


sekolah di SD 3 dan SD 5 batuagung

Hasil

: Tersedianya P3K di sekolah SD sedesa Batuagung untuk


memberikan pertolongan pertama pada kelecelakaan.

4.

Penanaman Tanaman Obat Keluaga (TOGA)


Tanaman obat memiliki banyak khasiat dalam mengobati berbagai
penyakit.Tanaman obat dapat dibudidayakan dengan mudah di lahan
pemukiman warga dan membutuhkan perawatan yang mudah. Program
penanaman TOGA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat
mengenai jenis - jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat
dan memahami cara pengolahan tanaman obat tersebut.

No
1.

Kegiatan
Melakukan perizinan

Tempat
dan Kantor kepala desa Batuagung
29

Tim
1 tim (25 orang)

koordinasi
dusun

dan

dengan
kepala

kepala
desa

2.

Batuagung
Melakukan

3.

penanaman TOGA
Batuagung
Survey jenis tanaman yang Toko tanaman

survey

lokasi Rumah KK dampingan di desa 1 tim (@ 25 orang)


hias

dan 1 tim (@ 3 orang)

dapat tumbuh dengan baik di lingkungan desa Batuagung


4.

daerah tersebut
Melakukan pencatatan fungsi Posko

Mahasiswa

desa 1 tim (5 orang)

dan cara pengolahan tanaman Batuagung


4

obat
Pembuatan materi sosialisasi Posko

tanaman obat keluarga


Pembelian tanaman obat

Sosialisasi

tanaman

Mahasiswadesa 1 tim (5 orang)

Batuagung
toko tanaman hias UD. Bunga 1 tim (8 orang)
Asri
obat Rumah KK dampingan di desa 1 tim (25 orang)

keluarga

Batuagung

Penanaman TOGA

Rumah KK dampingan di desa 1 tim (25 orang)


Batuagung

Program sosialisasi tanaman obat ini akan dimulai pada minggu ke


2 KKN. Kegiatan sosialisasi tanaman obat ini dilakukan pada tanggal
24,25 dan 26 Agustus 2014. Program ini akan dikoordinir oleh seluruh
anggota kelompok. Dalam menjalankan kegiatan ini, seluruh anggota akan
bekerjasama dengan anggota keluarga KK dampingan masing-masing.
Kendala

: Tidak adanya lahan untuk menanam TOGA di beberapa


rumah KK Dampingan. Tanah yang kurang subur atau
tandus menyebabkan TOGA tidak akan tumbuh dengan
baik.

Pemecahan

: Penanaman dilakukan dengan cara menggunakan pot


berisi tanah yang digantung di atam rumah. Pemberian
pupuk kandang akan membantu tanah menjadi lebih
subur dari sebelumnya.

Waktu

: 24, 25, dan 26 Agustus 2014

30

Tempat: Di rumah KK Dampingan masing-masing Peserta KKN.


Dokumentasi :

Gambar 13. Tanaman lidah buaya yang digantung di pohon


Pembahasan

: Lidah Buaya ditanam dengan cara digantung disebabkan


karena media tanah yang ada di Banjar Petanahan
berjenis tandus..

Hasil

: Dengan adanya program sosialisasi TOGA ini, maka di


setiap rumah KK Dampingan sudah terdapat TOGA.

2. Rencana Penilaian Evaluasi


A. Penilaian Proses
a. Indikator penilaian
i. Dukungan dari warga desa Batuagung
ii. Ketepatan waktu pelaksanaan
b. Waktu penilaian
i. Penilaian

dilakukan

sebelum,

selama,

pelaksanaan
c. Cara Pelaksanaan
i. Dengan mengamati proses pelaksanaan
d. Penilai
i. Mahasiswa Unud

31

dan

sesudah

B. Penilaian Hasil
a. Indikator penilaian
i. Kesesuaian dengan jumlah tanaman dengan target yang
telah ditetapkan
ii. Pemahaman wrga desa Batuagung tentang fungsi dan cara
pengolahan tanaman
b. Waktu penilaian
i. Penilaian

dilakukan

sebelum,

selama,

dan

sesudah

pelaksanaan
c. Cara penilaian
i. Berdasarkan pengamatan
d. Penilai
i. Mahasiswa Unud
3. Rincian Biaya
1. Jahe (4 @ Rp 5.000)

Rp 20.000

2. Lidah buaya (4 @ Rp 5.000)

Rp 20.000

3. Daun sirih (4 @ Rp 5.000)

Rp 20.000

4. Kunyit (5 @ Rp 5.000)

Rp 25.000

5. Cocor bebek (4 @ Rp 5.000)

Rp 20.000

6. Kumis kucing (4 @ Rp 10.000)

Rp 40.000

5.Mengajar Anak SD di Posko


Dalam mengisi kegiatan di posko, peserta KKN Unud juga
meluangkan waktunya untuk mengajar anak SD yang berkunjung ke
posko. Adapun hal-hal yang diajarkan antara lain : Matematika, Bahasa
Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama Hindu, Keterampilan, dan
Menyanyi.
3.1.4

Program Bantu
1. Menghias Kantor Kepala Desa

32

Dalam rangka menyambut 17 Agustus maka dilakukan kegiatan


menghias kantor desa oleh aparat desa. Pelaksanaan kegiatan ini
diikuti juga oleh peserta KKN Unud. Hal yang dilakukan antara
lain pengecatan tiang bendera, pemasangan bendera, pemasangan
spanduk, dan membersihkan lingkungan kantor desa.
Gambar 14. Memasang bendera dan pemasangan sepanduk

2. Mendukung Kegiatan Gong Kebyar


Dalam rangka memeriahkan HUT kota Negara berbagai kegiatan
telah dilakukan, salah satunya adalah lomba gong kebyar. Setiap
kecamatan yang ada di kabupaten Jembrana mengirimkan
perwakilan

untuk

mengikuti

perlombaan

tersebut.

Untuk

kecamatan Jembrana diwakili oleh desa Batuagung pada Selasa,


26 Agustus 2014.
Bentuk partisipasi peserta KKN Unud antara lain :
1. Mendokumentasikan jalannya acara
2. Membantu mempersiapkan konsumsi
3. Menjadi supporter
4. Merias wajah para penabuh
5. Memberikan bantuan dana
3. Membantu Panitia Peresmian Munumen Gelar
Dalam rangka peresmian Munumen Gelar pada tanggal 16 agustus
2014 maka dilakukan kegiatan membantu panitia konsumsi untuk
memperlancar acara tersebut.Acara ini juga dihadiri oleh Perangkat
desa Batuagung,dinas terkait kecamatan Jembrana,dan juga
33

dihadiri

oleh

Bapak

Hartawan,SE,MM.)

wakil

dan

bupati

bapak

Bupati

Made

Kembang

Jembrana(

Putu

Artha,SE,MM)
Gambar 15.Membantu Panitia konsumsi dalam acara peresmian
munumen gelar

BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan
5. Program-program yang telah di rencanakan dapat dikerjakan seluruhnya.
6. Masih banyak terdapat permasalahan yang belum ditemui solusinya,
seperti

memancing minat masyarakat untuk mengikuti program yang

bersifat penyuluhan.
7. Beberapa program masih memerlukan tindak lanjut seperti sosialisasi yang
dilakukan rutin yang harus dilaksanakan oleh KKN-PPM berikutnya.
8. Mahasiswa KKN-PPM dapat bersosialisasi dengan masyarakat secara
baik.
4.2. Saran
4. Kesadaran dari masyarakat untuk dapat menghemat air dan peduli
terhadap sesama guna menghindari adanya kecurangan-kecurangan
terhadap aliran air.
5. Pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tidak hanya dilakukan
kepada siswa-siswi SDtetapi juga kepada masyarakat desa di setiap banjar.
Diharapkan

sosialisasi

lewat

34

bidang

pendidikan

nantinya

dapat

menumbuhkan minat masyarkat untuk menerapkan prilaku hidup bersih


dan sehat.
6. Semua aspek yang pernah diberikan dan dimediasi oleh kerjasama antara
Masyarkat desa dan Mahasiswa KKN diharapkan dirawat dan dijaga
sebagai proses yang berkelanjutan.

35