Anda di halaman 1dari 15

ASKEB IV

Kelainan Lamanya
Kehamilan
Kehamilan Ganda

TULUS YULIANDINI
1401073
KEBIDANAN 2B

Pengertian
Kehamilan ganda atau kehamilan
kembar
adalah
kehamilan
dengan dua janin atau lebih.
Factor
yang
mempengaruhi
adalah factor obat-obat konduksi
ovulasi, factor keturunan, factor
yang lain belum diketahui.

Jenis Kehamilan Kembar


1. Kehamilan kembar monozigotik
Kehamila

kembar yang terjadi dari satu telur


disebut kehamilan monozigotik atau disebut
juga identik, homolog atau uni ovuler. Kkirakira
1/3
kehamilan
kembar
adalah
monozigotik, mempunyai 2 amnion, 2 korion
dan 2 plasenta; kadang-kadang 2 plasenta
menjadi 1. keadaan ini tidak dapat dibedakan
dengan kembar dizigotik. 2/3 mempunyai 1
plasenta, 1 korion dan atau 2 amnion. Pada
kehamilan kembar monoamniotik kematian
bayi masih sangat tinggi.

2. Kehamilan kembar dizigotik


Kira-kira 2/3 kehamilan kembar
adalah dizigotik yang berasal dari 2
telur; disebut juga heterolog binovuler
atau fraternal. Jenis kelamin sama
atau berbeda, mereka berbeda seperti
anak-anak lain dalam keluarga.
Kembar dizigotik mempunyai 2
plasenta, 2 korion dan 2 amnion.
Kadang-kadang 2 plasenta menjadi 1.

Berbagai kombinasi letak, presentasi


dan posisi bisa terjadi pada
Kehamilan kembar (Gemeli)
Kedua

janin dalam letak membujur


dengan presentasi kepala
letak membujur dengan presentasi
kepala bokong
keduanya presentasi bokong
letak lintang dan presentasi kepala
letak lintang dan presentasi bokong
dua-duanya letak lintang

Diagnosis Kehamilan
Kembar.

Pada anamnesa
Ibu mengatakan perut lebih buncit
dari semestinya tua kehamilan
gerakan janin lebih banyak
dirasakan ibu hamil
uterus terasa lebih cepat
membesar
pernah hamil kembar atau ada
sejarah keturunan.

Pada pemeriksaan Inspeksi dan


Palpasi
kesan

uterus lebih besar dan


cepat tumbuhnya dari biasa
teraba gerakan-gerakan janin
lebih banyak
banyak bagian-bagian kecil
teraba
teraba tiga bagian besar janin
teraba 2 balotemen

Pada pemeriksaan
Auskultasi

terdengar dua denyut jantung


janin pada 2 tempat yang agak
berjauhan dengan perbedaan
kecepatan sedikitnya l0 denyut
per menit.
Ultrasonografi : kelihatan 2 janin
pada triwulan II, dua jantung
yang berdenyut telah dapat
ditentukan pada triwulan I.

Diagnosis pasti dapat


ditentukan dengan:
Teraba

2 kepala, 2 bokong, dan 1


atau 2 punggung
Terdengan 2 denyut jantung yang
letaknya berjauhan dengan
perbedaan kecepatan paling sedikit
10 denyut per menit
Sonogram dapat mendiagnosa
kehamilan kembar pada triwulan
pertama
Rontgen photo abdomen

Diagnosis Banding
Hidramnion

Dapat menyertai kehamilan kembar, kadang


kelainan hanya terdapat pada satu kantong
amnion dan yang lainnya oligohidramnion.
Pemeriksaan USG dapat enentukan apakah pada
hidramnion ada kehailan kembar atau tidak.
Kehamilan

ovarii

dngan mioma uteri atau kistoma

Tidak terdengarnya 2 jantung pada pemeriksaan


berulang, bagian besar dan kecil yang sukar
digerakan, lokasinya yang tidak berubah, dan
pemeriksaan rontgen dapat membedakan kedua
hal tersebut.

Prediksi

BBL pada kehamilan


Gemeli : Berselisih antara 50
sampai 1000gr, karena
pembagian sirkulasi darah tidak
sama maka yang satu kurang
bertumbuh dari yang lainnya.

Komplikasi terhadap ibu :


Dapat

menyebabkan anemia dan


defisiensi zat-zat lainnya.
Frekuensi hidramnion bertambah 10
kali lebih besar dari kehamilan biasa.
Frekuensi pre-eklamsi dan eklamsi lebih
sering.
Sering terjadi sesak nafas.
Odema dan varises pada tungkai dan
vulva.
Dapat terjadi: inersia uteri, perdarahan
postpartum dan solusio plasent

Komplikasi terhadap janin:


Bayi akan terlahir premature
Angka kemungkinan terjadi kelainan

/ kecacatan pada bayi lebih tinggi


angka kematian tinggi
Hidramnion
Malpresentasi
Plasenta previa
Solusio plasenta
Ketuban pecah dini
Prolapsus funikuli
Pertumbuhan janin terhambat

Penanganan dalam
Kehamilan
Prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar

dan mencegah komplikasi yang timbul,


bila diagnosa telah ditegakkan periksa akan lebih sering
(1kali seminggu pada kehamilan 32 minggu ke atas).
Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan
jauh dilarang, karena akan merangsang partus
premafurus.
Anemia hipokrom tidak jarang terjadi pada kehamilan
kembar karena kebutuhan besi 2 bayi dan penambahan
volume darah ibu sangat meningkat. Pemberian sulfas
ferosus 3100 mg secara rutin perlu dilakukan. Selain
zat besi dianjurkan untuk memeberikan asam folik
sebagai tambahan.
Pertolongan persalinan bidan tidak berwenang
melakukannya (rujuk ke fasilitas pelayan yang memadai)
terkecuali atas indikasi.

terimakasih