Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang
kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas hasil
laporan Praktikum Kimia ini.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada Guru Kimia saya yaitu Ibu
Dian Lisdiana yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar.
Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar tugas makalah praktikum kimia ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan praktikum saya ini
bermanfaat.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35
gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl).
Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga
berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara
Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana
suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungaisungai. Kadar garam di beberapa danau dapat lebih tinggi lagi.
Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di
dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, kalsium, dll. Apabila air sungai mengalir
ke lautan, air tersebut membawa garam. Ombak laut yang memukul pantai juga dapat menghasilkan
garam yang terdapat pada batu-batuan. Lama-kelamaan air laut menjdai asin karena banyak
mengandung garam.

II. TUJUAN PENELITIAN


a) Menentukan ph air laut
b) Mengidentifikasi ion cl didalam air laut
c) Menentukan reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda pada saat elektrolisis air laut

MATA PELAJARAN
KELAS/PROGRAM
HARI/TANGGAL
WAKTU

UJIAN PRAKTEK SEKOLAH


TAHUN PELAJARAN 2015-2016
: KIMIA
: XII IPA 6
: JUMAT, 12 FEBRUARI 2016
: 30 MENIT

G. REAKSI HIDROLISIS LARUTAN GARAM


I. Tujuan :
II. Alat dan Bahan :
1. Indikator Universal (1)
2. Pipet Tetes (1)
3. Larutan Pb(NO3)2
4. Pipa U
5. Tabung Reaksi

6. Alat Uji Elektrolisis yang telah dirangkai


III. Prosedur Penelitian:
1. Identifikasi ion Cl dalam air laut
a) Ambil 2mL air laut dengan menggunakan pipet tetes
b) Masukkan kedalam tabung reaksi
c) Tambahkan 20 tetes larutan Pb(NO3)2
d) Amati perubahan yang terjadi
2. Menentukan pH air laut
a) Ambil 2mL air laut dengan pipet tetes
b) Masukkan kedalam tabung reaksi
c) Dengan menggunakan kertas indikator universal, ukur pH air laut tersebut
3. Mengelektrolisis air laut
a) Isi tabung U dengan air laut

b) Tetesi dengan phenolpthalein sebanyak 3 tetes pada kedua mulut tabung


c) Masukkan kedua elektroda ke dalam pipa U, sambungkan dengan baterai dan tentukan
anoda dan katodanya
d) Biarkan reaksi berlangsung selama 5 menit
e) Amati yang terjadi
f) Ulangi percobaan dengan menggunakan garam dapur

IV. Tabel Pengamatan : V. KESIMPULAN


1. Identifikasi terhadap ion cl dalam air laut
2.
laut

No.

Pengamatan

Warna air laut

pH air laut
2
Warna Pb(NO3)2
8 (NaCl)
(
7 Pb(NO
2
3 3)Perubahan
yang terjadi
di pantai Carocok
LARUTAN
Air Laut
NaCl

Hasil Pengamatan

Menentukan pH air

Bening

Sifat
Basa Bening
Basa Putih susu

3.
Elektrolisis air laut

setelah percampuran
4 PERUBAHAN
Endapan yang
terbentuk
Putih
PERUBAHAN
SIFAT
SIFAT ANODA
KATODA
ANODA
KATODA
5
Reaksi yang terjadi
Pb(NO3)2 dan NaCl

a) Tuliskan hasil reaksi elektrolisis

b) Zat apa yang dihasilkan di Katoda dan Anoda

V. KESIMPULAN

VI. FOTO-FOTO PENELITIAN