Anda di halaman 1dari 10

Memahami Politik

Di satu negeri antah berantah, seorang murid mendapat pekerjaan rumah dari gurunya
untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian
bertanya pada ayahnya. Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara
kreatif kemudian memberikan penjelasan, Baiklah nak, ayah akan mencoba
menjelaskan dengan perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk
menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur
keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami, para investor dan pemerintah
berkewajiban memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau
rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih
balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah
penjelasan ayah ini bisa kau pahami?
Selanjutnya si anak pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan
ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya
menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya
dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak. Karena tidak ingin membangunkan
ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Pintu kamar tidur pembantunya ternyata
setiap malam dikunci dari luar oleh ayahnya agar pembantu tersebut tidak bisa
bersosialisasi dengan sesama pembantu, bahkan dengan keluarganya. Akhirnya ia
menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah
mengerti arti POLITIK.
Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh
gurunya dan menulis pada buku tugasnya: Politik adalah hal di mana para
Investor menindas dan membatasi hak para Pekerja, sedangkan
Pemerintah tertidur lelap tidak memahami dan tidak peduli dengan
kejadian di sekitarnya. Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada
1.
2.
3.

4.
5.

6.

dalam kondisi yang menyedihkan.


Mengapa teks di atas tergolong teks anekdot?
Temukan bagian-bagian struktur teks (abstraksi, orientasi, krisis,
reaksi, koda) dalam anekdot di atas!
Partisipan yang terlibat pada anekdot tersebut adalah partisipan
manusia, seperti seorang murid. Sebutkan partisipan manusia lainnya yang
terdapat dalam teks di atas!
Dalam teks anekdot itu terkandung sindiran, yaitu kondisi yang semenmena. Siapa yang disindir?
Dalam anekdot tersebut terkandung konjungsi kemudian untuk
menyatakan urutan peristiwa. Temukan kalimat-kalimat lain yang
mengandung konjungsi dan jelaskan fungsinya!
Kemukakan tanggapanmu atas teks anekdot tersebut!

7.

Carilah teks anekdot lain dan jelaskan mengapa teks tersebut kamu
nilai sebagai teks anekdot!

Jawaban:

1. Teks Memahami Politik termasuk anekdot karena


Disajikan secara singkat

Menarik karena mengandung unsur kelucuan atau mengesankan

Mengandung unsur kritik atau sindiran

Inti kejadian merupakan hal yang faktual (terjadi dalam keseharian)

2. Struktur teks Memahami Politik antara lain:


Abstraksi: Seorang anak bertanya kepada ayahnya tentang makna
politik dan mendapat pemahaman yang keliru.
Orientasi : Di satu negeri antah berantah, seorang murid mendapat
pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK.
Krisis: Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar
adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju
kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak.
Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar
pembantu. Pintu kamar tidur pembantunya ternyata setiap malam dikunci
dari luar oleh ayahnya agar pembantu tersebut tidak bisa bersosialisasi
dengan sesama pembantu, bahkan dengan keluarganya.
Reaksi: Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil
berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK
Koda: Si anak memahami bahwa Politik adalah hal di mana para
Investor menindas dan membatasi hak para Pekerja, sedangkan Pemerintah
tertidur lelap tidak memahami dan tidak peduli dengan kejadian di
sekitarnya. Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang
menyedihkan.
3. Partisipan lain dalam teks anekdot di atas adalah guru, ayah, ibu, adik, rakyat, pemerintah,
investor, pembantu, pekerja.

4. Yang disindir dalam teks di atas adalah:


Pemerintah yang kurang peduli dengan rakyatnya
Investor yang hanya ingin mendapat keuntungan tanpa
mempedulikan hak-hak orang lain
Rakyat yang tidak berdaya
Pekerja yang membiarkan diri tertindas dan terbatasi haknya

5. kalimat-kalimat lain yang mengandung konjungsi antara lain:


Ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan (kalimat ke-3,
paragraf ke-1)

dengan: berfungsi menyatakan tujuan atau penyertaan


Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau
pahami? (kalimat ke-7, paragraf ke-1)

dan: berfungsi menyatakan penggabungan


Selanjutnya si anak pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang
dikatakan ayahnya (kalimat ke-1, paragraf ke-2)
selanjutnya: berfungsi menyatakan urutan peristiwa

Perbedaan komedi dan anekdot adalah bahwa dalam anekdot ada kekonyolan dan kejengkelan.

Struktur teks anekdot


Kalau kita merujuk buku yang tadi saya sebutkan di atas, struktur anekdot terdiri dari lima, yakni:
1.

Abstraksi

Abstraksi merupakan pembuka, memberikan gambaran awal cerita


2.

Orientasi

Orientasi berfungsi membangun konteks cerita


3.

Krisis

Krisis tak lain adalah puncak atau inti masalah


4.

Reaksi

Reaksi adalah tanggapan terhadap krisis


5.

Koda

Koda adalah simpulan. Ada yang menyebutkan juga sebagai perubahan nasib
Ciri kebahasaan teks anekdot
Berikut merupakan ciri kebahasaan teks anekdot:
1.

Terdapat kata benda (nomina)

2.

Adanya partisipan (tokoh/orang) yang terlibat dalam cerita

3.

Terdapat kalimat sindiran atau bisa juga kalimat yang menunjukan kekonyolan

4.

Terdapat antonim (lawan kata)

5.

Terdapat konjungsi (kata hubung) terutama maka dan lalu

Struktur Isi Teks Anekdot


Tujuan
Memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot biasanya
berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian nyata (KUBI). Anekdot dapat berupa
cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Partisipan
atau pelaku di dalam cerita anekdot pun tidak harus orang penting .
Peristiwa-peristiwa dalam teks anekdot dapat berupa peristiwa lucu atau humor, jengkel, dan
konyol.
Teks anekdot ditulis dengan tujuan untuk memberikan kritik dan memberikan sebuah pelajaran
bagi masyarakat, khususnya pelayan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Teks
anekdot biasanya membahas permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik.
Tidak semua cerita yang memiliki unsur lucu, jengkel, atau konyol tergolong ke dalam teks
anekdot. Yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain yaitu teks anekdot memiliki
pesan moral, memiliki unsur lucu atau konyol, dan memiliki struktur: abstraksi,orientasi,krisis,
reaksi, dan koda.

Poin Penting dalam Anekdot


Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik
yang dialami oleh tokoh.
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
Teks anekdot tidak harus memenuhi lima aspek di atas. Aspek yang harus ada dalam teks anekdot
adalah orientasi, krisis, dan reaksi.

Perhatikan!
1.
2.
3.

4.
5.

1.
a.
b.
c.
d.
e.

Contoh soal
Analisislah struktur teks di bawah ini!
Hari ini pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Suasana kelas tidak kondusif. Padahal, Bapak
guru dengan semangat menjelaskan materi yang sudah dituangkan dalam power point.
Sekarang kita masuk bab baru yaitu UUD 45, kata pak guru. Ali, perhatikan dengan sungguhsungguh, jangan ngobrol dengan teman!. Ya, Pak, jawab Ali dengan muka masam.
Undang-undang Dasar 1945 atau yang sering kita singkat menjadi UUD 45 sudah beberapa kali
mengalami perubahan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Semua peraturan yang
ada di Indonesia diatur dalam UUD 1945. Pak guru menjelaskan beberapa perubahan yang terjadi
dalam UUD 45.
Tiba-tiba Ali berkomentar, Pak, setahu saya UUD belum pernah mengalami perubahan dari dulu
sampai sekarang, tapi kalau semua peraturan itu diatur dalam UUD, saya setuju, Pak! Pak guru
terhenyak, Apa Ali?. Semua peraturan itu kan ujung-ujungnya duit atau UUD, Pak!
Sontak, semua siswa tertawa dan Pak guru pun ikut tertawa. Suasana kelas pun menjadi ramai.
Analisis struktur teks anekdot di atas adalah
Abstraksi: Pembuka cerita ( paragraf ke-1 kalimat ke-1)
Orientasi: situasi awal cerita (paragraf ke-1 kalimat ke-2)
Krisis: bagian konflik cerita (paragraf ke-4)
Reaksi: tanggapan tokoh terhadap konflik (paragraf ke-5 kalimat ke-1)
Koda: penutup cerita (paragraf ke-5 kalimat ke-2)
Latihan Soal
Struktur teks anekdot adalah.
Pernyataan umum-deskripsi bagian
Pernyataan pendapat-argumentasi-penegasan ulang
Orientasi-argumentasi-penutup
Pembuka-isi-penutup
Orientasi-abstraksi-reaksi-koda

E
Petunjuk
Struktur teks anekdot adalah cara bagaimana teks anekdot itu disusun.
Pembahasan
Teks anekdot memiliki struktur sebagai berikut.
1. Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita
2.Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita
3.Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik
yang dialami oleh tokoh
4. Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul
5.* Koda* yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita
2. Aspek yang harus ada dalam struktur teks anekdot adalah
a.
abstraksi-orientasi-krisis
b.
abstraksi- krisis-koda
c.
orientasi-krisis-koda
d.
orientasi-krisis-reaksi
e.
krisis-reaksi-koda
D
Petunjuk
Aspek yang harus ada dalam struktur anekdot adalah hal yang menjadi inti cerita/teks anekdot
yang dibuat.
Pembahasan
Unsur yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi-krisis-reaksi
3.
a.
b.
c.
d.
e.

Bagian yang menunjukkan situasi awal cerita disebut .


Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
B
Petunjuk
Situasi cerita biasanya digunakan sebagai pembuka cerita.
Pembahasan
Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang
dialami oleh tokoh
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita

4.
a.
b.
c.
d.
e.

Bagian yang menunjukkan konflik cerita disebut.


Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
C
Petunjuk
Konflik cerita adalah masalah yang menjadi sebab cerita.
Pembahasan
Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang

dialami oleh tokoh.


Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
5.
a.
b.
c.
d.
e.

a.
b.
c.
d.
e.

Bagian yang menunjukkan tanggapan tokoh terhadap konflik disebut


Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
D
Petunjuk
Tanggapan tokoh terhadap konflik akan muncul setelah krisis.
Pembahasan
Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang
dialami oleh tokoh.
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.
6. Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. Seandainya
keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada.Tetapi kemudian badai ganas
menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang
semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia
seorang pelaut ulung. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada
keluarganya.Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh
ketenangan dan merasakan kebahagiaan? ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum
memikirkan istri dan anaknya.
Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah
Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai
Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada
Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.
Badailah yang membuatnya ulung
Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.
A
Petunjuk
Abstraksi adalah awal cerita.

a.
b.
c.
d.
e.

Pembahasan
Abstraksi menunjukkan awal cerita yang dibangun. Pada paragraf tersebut, awal cerita dibangun
pada kalimat pertama, yaitu Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang
tenang dan damai.
7. Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. Biopori itu bisa dijadikan sebagai
salah satu usaha menghindari banjirjelasnya. Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk
membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan
berikan deskripsi. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya
sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan
biopori akibat sering banjir. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan krisis adalah
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjirjelasnya.
Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan
untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

D
Krisis adalah struktur anekdot yang menunjukkan konflik.

a.
b.
c.
d.
e.

Pembahasan
Krisis adalah struktur anekdot yang berisi konflik. Krisis pada paragraf tersebut adalah ketika
seorang anak berkomentar Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya,
tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir.
8. Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru
di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
1-2-3-4-5-6
2-4-5-3-6-1
2-4-3-5-1-6
1-2-4-5-3-6
3-2-1-4-5-6
B
Petunjuk
Menyusun anekdot dimulai dari abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda.
Pembahasan
Anekdot dimulai dengan pertanyaan bu guru di depan kelas. Berlanjut pada komentar seorang
anak, kemudian dialog antara guru dan anak tersebut dan diakhiri dengan koda yang
menunjukkan sang guru tersenyum menanggapi penjelasan sang anak.
9. Soal 9
Bacalah teks berikut ini!
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. Biopori itu bisa dijadikan sebagai
salah satu usaha menghindari banjirjelasnya. Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk
membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan
berikan deskripsi. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya
sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan
biopori akibat sering banjir. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

a.
b.
c.
d.
e.

a.
b.
c.

Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah


Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjirjelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
B
Pembahasan
Tanggapan terjadi setelah konflik. Dalam paragraf tersebut tanggapan atau reaksi terjadi ketika
sang anak memaparkan bahwa di jalan menuju rumahnya sduah banyak biopori akibat dari banjir
yang maksud sesungguhnya adalah jalanan berlubang dan rusak. Tanggapannya adalah semua
anak tertawa termasuk bu guru.
10. Bacalah teks di bawah ini!
Seorang ayah mengajari anaknya berenang. Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang
ayah, kata sang anak. Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak, jawab ayahnya.
Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih
sementara sang anak tampak gembira. Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya
berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih? tanyanya. Yang kamu kuasai itu
gaya batu, Nak!
Kalimat manakah yang menunjukkan orientasi?
Seorang ayah mengajari anaknya berenang
Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah, kata sang anak.
Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak

d.
e.

Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi
kenapa ayah bersedih?
Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak
B
Petunjuk
Orientasi adalah peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun
konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Pembahasan
Kalimat Aku tidak mau malu karena tidak bisa berenang ayah, kata sang anak merupakan
orientasi karena kalimat tersebut menjadi gambaran situasi awal sekaligus alasan kenapa peristiwa
tersbut terjadi.
- See more at: http://kumpulansoalbahasa.blogspot.co.id/2014/11/struktur-isi-teksanekdot.html#sthash.bEO31zFV.dpuf

I really enjoyed my holiday in Australia. Last Sunday I visited


a marine park called Sea World which is at surfers Paradise near
Brisbane. Its Australias largest marine park and I had a
wonderful day there.
The first thing I saw was the Oceanorium where you can
watch all sorts of sea fish and animal under water. There were
huge turtles, sharks, and a beautiful tropical sea fish. The most
exciting thing was watching a man feeding the sharks. He wore a
special diving suit. Then I watched the performance of sea
animals. The saw was in a big outdoor swimming pool. There were
killer whales, dolphins and sea lions, and they did all sort of
fantastic things in the water. One of the girls in the show rode
around the pool on the back of killing whale, and another girl rode
underwater on the back of a big turtle. After the saw I had lunch.
There were several big restaurant at the park and I had lunch in a
restaurant that was shape like a ship! Then I watched a wonderful
water-ski show which was held on a lake.
There were lots of other things to do at the park. There was
lake cruising, a train ride, a big water slide, swimming pools, and
an incredible roller coaster called the corkscrew- because it goes
three loops upside down. But I wish I had gone on the roller
coaster ride before lunch rather than after it!