Anda di halaman 1dari 7

Perhitungan Mix Desain Benda Uji Metode British

Berikut langkah-langkah perhitungan mix desain beton berserat:


1. Menentukan kuat tekan yang disyaratkan (bk)
2. Menentukan kuat tekan rata-rata rencana
bm = bk + 1,6 x S => nilai 1,6 x S diambil dari ketentuan SNI 032847-2002 pada tabel 5 poin 7.3
3. Menentukan slump rencana
Tabel 1 Nilai Slump yang Disyaratkan sesuai dengan
Penggunaan Beton
Tingkat
Kelecakan

Slump
(mm)

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

0-25 mm

25-50 mm

25-100 mm

100-175
mm

Penggunaan Beton
Pembetonan jalan yang
dipadatkan dengan mesin
penggetar

Pembetonan jalan yang


dipadatkan dengan mesin
penggetar

Beton bertulang, seperti pelat,


balok, dan kolom yang
dipadatkan dengan mesin
penggetar
Beton bertulang dengan
tulangan rapat, pada umumnya
tidak perlu dipadatkan lagi

4. Menentukan ukuran agregat maksimal dan jenis agregat


Ukuran agregat maksimal =
Jenis agregat =
5. Menentukan nilai faktor air semen (fas)
a. Menentukan nilai acuan kuat tekan beton pada umur 28 hari
dengan nilai fas 0,5 berdasarkan tipe semen, jenis agregat kasar
dan umur beton

Tabel 2 Perkiraan Kuat Tekan Beton dengan Nilai fas 0,5

b. Menentukan nilai fas dari grafik hubungan antara kuat tekan


beton dengan faktor air semen
Grafik 1 Hubungan Kuat Tekan-Faktor Air Semen

6. Menentukan kebutuhan air


Tabel 3 Perkiraan Jumlah Air Bebas yang Diperlukan untuk Tingkat
Workability

7. Menentukan kebutuhan semen


berat air
Berat semen =
fas
8. Menentukan persentase berat agregat halus terhadap campuran
(Grafik 2)
9. Menentukan berat jenis adukan beton
a. Menentukan berat jenis agregat gabungan
Persentase agregat halus = x %

Persentase agregat kasar = y %


Berat jenis gabungan = x%*BJ pasir + y%*BJ batu
Grafik 3 Perkiraan Berat Jenis Adukan Beton

b. Dengan membuat kurva baru berdasarkan BJ gabungan agregat


dan menarik garis vertikal ke atas pada kebutuhan air lalu
menariknya pada titik pertemuan kurva dan garis vertikal tersebut
sampai ke ordinat, didapat nilai berat jenis adukan beton.
10. Menentukan berat kebutuhan agregat
Kebutuhan agregat
= berat adukan berat air berat semen
a. Kebutuhan pasir
= x%* Kebutuhan agregat
b. Kebutuhan batu pecah = y%* Kebutuhan agregat

11. Rekapitulasi kebutuhan material dalam 1 m (Kondisi SSD)


Tabel 3 Rekapitulasi Kebutuhan Material dalam 1 m
No.
Nama Material
Kadar (kg)
1.
2.
3.
4.

Agregat halus
Agregat Kasar
Air
Semen

a
b
c
d

12. Kebutuhan material dalam 1 m (Kondisi lapangan)


Agregat halus = a + ((kadar air ag.halus-absopsi ag.halus)/100)*a
Agregat kasar = b + ((kadar air ag.kasar-absopsi ag.kasar)/100)*b

Air

= c - ((kadar air ag.halus-absopsi ag.halus)/100)*a ((kadar air ag.kasar-absopsi ag.kasar)/100)*b

Semen

=d

13. Rekapitulasi material dalam 1 m (Kondisi Lapangan)


Tabel 4 Rekapitulasi Kebutuhan Material dalam 1 m
No.
Nama Material
Kadar
1.
2.
3.
4.

Agregat halus
Agregat Kasar
Air
Semen

e
f
g
h

14. Kebutuhan material untuk 3 buah silinder dan 1 buah balok


Vsilinder

= 3*(phi*r*t)

=s

Vbalok

= 1*(0,4*0,1*0,1)

=t

Vtotal

= s+t

Kebutuhan material:
Ag.halus

= 1,2*(s+t)*e

Ag.kasar

= 1,2*(s+t)*f

Air

= 1,2*(s+t)*g

Semen

= 1,2*(s+t)*h

Grafik 2a

Pe rs entase Agregat Halus

80

80

70

70

60

60

50

50

40

40

30

30

20

20

10

10

Faktor Air Se m en

Persentase Agregat Halus

Pe rs entase Agre gat Halus

Faktor Air Sem en

80

80

70

70

60

60

50

50

40

Persentase Agregat Halus

40

30

30

20

20

10

10

Faktor Air Semen

Faktor Air Semen

Persentase Agregat Halus Terhadap Total Agregat untuk Diameter


Maksimum 10 mm

Grafik 2b

Pe rs entas e Agregat Halus

80

80

70

70

60

60

50

50

40
Pe rs entase Agregat Halus
30

30

20

20

10

10

Fak tor Air Sem en

Pe rs entas e Agregat Halus

40

Faktor Air Se m en

80

80

70

70

60

60

50

50

40
30
20
10

Pe rs entase Agre gat Halus

40
30
20
10

0
0
Fak tor Air Sem en
Faktor Air Sem en

Persentase Agregat Halus Terhadap Total Agregat untuk Diameter


Maksimum 20 mm

Grafik 2c

Pe rs entase Agregat Halus

80

80

70

70

60

60

50

50

40

40

30

30

20

20

10

10

Faktor Air Se m en

Pe rs entase Agregat Halus

Pe rs entase Agregat Halus

Faktor Air Se m en

80

80

70

70

60

60

50

50

40

Pe rs entase Agregat Halus

40

30

30

20

20

10

10

Faktor Air Se m en

Faktor Air Se m en

Persentase Agregat Halus Terhadap Total Agregat untuk Diameter


Maksimum 40 mm