Anda di halaman 1dari 20

PROSES PENELITIAN

PENGUJIAN
INSTRUMEN

PROSES RISET
POPULASI
DAN SAMPEL

MEMILI
H
MASAL
AH

STUDI
PENDAHULUA
N

MERUMUSK
AN
MASALAH

LANDASA
N TEORI

RUMUSA
N
HIPOTESI
S

PENGEMBANG
AN
INSTRUMENT

PENGUMPUL
AN DATA

ANALISIS
DATA

KESIMPULA
N DAN
REKOMEND
ASI

Masalah adalah perbedaan


antara realitas yang terjadi
dengan konsep atau teori
yang berlaku

Terdapat penyimpangan antara pengalaman


dengan kenyataan
- Contoh; terjadi perubahan kebijakan pimpinan rumah
sakit

Terdapat penyimpangan antara apa yang telah


direncanakan dengan kenyataan
- Contoh; menargetkan tahun depan, RS swasta
mengalami keuntungan sebesar 20%

Ada pengaduan
- Pasien komplain dengan fasilitas

Ada persaingan
- Menjamurnya RS swasta sebagai saingan bisnis

Identifikasi Masalah atau topik

Apakah ada masalah?


Apakah masalah tsb dapat dipecahkan
melalui penelitian?
Apakah masalah tsb menarik utk dipecahkan?
Apakah masalah tsb bermanfaat utk
dipecahkan?
Apakah bahan-bahan/data-data tersedia
secukunya?

Sumber Permasalahan
Literatur atau bahan bacaan yang terkait
Pengamatan sepintas
Pernyataan pemegang otoritas
Diskusi, seminar dan pertemuan ilmiah
Pengalaman pribadi
semakin banyak pengalaman semakin
banyak permasalahan yang didapatkan
utk penelitian.

RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah adalah konteks dari
penelitian, alasan mengapa
penelitian diperlukan, dan petunjuk
yang mengarahkan tujuan penelitian
atau

Suatu pernyataan yang perlu dicarikan


jawabannya melalui pengumpulan
data

KARAKTERISTIK RUMUSAN
MASALAH
Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak
orang lain yang meneliti masalah tersebut
Dapat berguna bagi kepentingan ilmu
pengetahuan dan terhadap masyarakat
Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah
Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang
lain terhadap masalah tersebut
Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya
Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau
menyinggung adat istiadat, ideologi, dan
kepercayaan agama

BENTUK RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah deskriptif adalah
pernyataan masalah terhadap
keberadaan variabel mandiri, baik
hanya pada satu variabel atau lebih
(variabel yang berdiri sendiri).

Contoh ;
Seberapa baik kinerja perawat di RSU Zainal
Abidin Banda Aceh ?
Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap
perguruan tinggi negeri?
Seberapa tinggi tingkat kepuasan konsumen
dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan
pemerintah daerah?

Rumusan masalah komparatif adalah


permasalahan riset yang bersifat
membandingkan keberadaan satu
variabel atau lebih pada dua atau
lebih sampel yang berbeda, atau
pada waktu yang berbeda

Contoh ;
Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri
dengan swasta? (satu variabel pada dua sampel)
Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara
pegawai swasta nasional dan perusahaan asing? (dua
variabel pada dua sampel)
Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang
berasal dari kota, desa dan gunung? (satu variabel pada tiga
sampel)
Adakah perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar antar
murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai Swasta, dan
Pedagang? (dua variabel pada tiga sampel)
Adakah perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala
sekolah antara SD, SMP, dan SLTA ? (satu variabel untuk dua
kelompok, pada tiga sampel)

Rumusan masalah asosiatif adalah


suatu pertanyaan riset yang bersifat
hubungan antara dua variabel atau
lebih.
Hubungan tersebut bisa berupa ;
1. Hubungan simetris
2. Hubungan kausal
3. Hubungan timbal balik

Hubungan simetris adalah


hubungan antara dua variabel atau
lebih yang kebetulan munculnya
bersamaan.
Contoh:
Adakah hubungan antara banyaknya
semut dipohon dengan tingkat
manisnya buah?

Hubungan kausal adalah hubungan yang


bersifat sebab akibat. Dalam hal ini ada
variabel independen (variabel bebas) dan
variabel dependen. Variabel independen
mempengaruhi variabel dependen.
Contoh:
Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
Seberapa besar pengaruh tata ruang kantor terhadap efisiensi
kerja karyawan?
Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar
anak? (pendidikan orang tua merupakan variabel independen dan
prestasi belajar merupakan variabel dependen)

Hubungan interaktif adalah


hubungan yang saling mempengaruhi.
Disini tidak diketahui mana variabel
dependen dan variabel independen.
Contoh:
Hubungan antara motivasi dengan prestasi. Disini dapat
dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi dan juga
prestasi mempengaruhi motivasi.
Hubungan antara kecerdasan dengan kakayaan. Kecerdasan
dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang kaya dapat
meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

PROSES PERUMUSAN MASALAH


Tahap identifikasi masalah
Ide masalah masih bersifat umum dan
terlalu luas
Perbanyak informasi tentang masalah
melalui literatur, untuk mendalami lebih
jelas masalah dan berpeluang untuk
mendapatkan masalah lebih spesifik
(faktor-faktor yg terkait dgn masalah)

Tahap analisa
Setelah masalah teridentifikasi, lakukan analisa
terhadap faktor-faktor yg akan diteliti termasuk
hubungan variabel

Tahap fokus
Dari analisa akan didapat masalah lebih spesifik
dan fokus yang selanjutnya akan diteliti dan
diukur variabelnya
Perilaku dan kondisi yg ditetapkan utk
mengukur variabel-variabel selanjutnya akan
membatasi ruang lingkup riset

Tahap merumuskan masalah


Merumuskan hubungan antara variabelvariabelnya
Rumusan masalah sebagai dasar
merumuskan tujuan riset
Rumusan masalah sebagai dasar
membuat judul riset

TERIMA KASIH