Anda di halaman 1dari 3

MANAGEMEN PEMELIHARAAN

OLEH : SITI RODIAH RAHMAWATI


NIM : 0213-133

PENDAHULUAN
Perkembangan peradaban manusia telah memacu peningkatan kebutuhan dan
keinginan baik dalam jumlah, variasi jenis, dan tingkat mutu. Perkembangan ini
menimbulkan tantangan untuk dapat memenuhi keinginan tersebut dengan cara
meningkatkan kemampuan menyediakan dan menghasilkannya peningkatan
kemampuan penyediaan atau produksi barang merupakan usaha yang harus
dilakuakan oleh perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan secara efektif
dan efesien. Usaha ini dilakukan agar dicapai tingkat keuntungan yang
diharapkan demi menjamin kelangsungan perusahaan.
Dalam mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efesien,
dikembangkanlah pemikiran dan pengkajian untuk mendapatkan cara-cara yang
lebih baik. Tujuannya adalah untuk mengahasilkan pengeluaran yang optimal,
sehingga dapat untuk mencapai sasaran secara tepat dalam waktu, jumlah,
mutu dengan biaya yang efesien dengan memanfaatkan factor-faktor produksi.
Factor produksi yang dimaksud meliputi tenaga manusia ( men ), bahan
( material ), dana ( money ), serta mesin dan peralatan ( machines ) kekurangan
salah satu factor produksi dapat menggangu proses produksi, artinya kelancaran
proses produk dapat terhambat bila salah satu factor produksi mengalami
kerusakan.
Said ( 1980 ) Fachrurozi ( 2002 ) menyatakan bahwa mesin-mesin produksi
merupakan factor produksi yang berfungsi mengkonfersi bahan baku menjadi
barang setengah jadi atau barang jadi. Mesin merupakan pesawat pengubah
energi yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip logis, rasiomal dan
matematis. Kebutuhan produktifitas yang lebih tinggi serta meningkatkannya
keluaran mesin pada tahun-tahun terakhir ini telah mempercepat perkembangan
otomatisasi. Hal ini pada gilirannya memperbesar kebuthan akan fungsi
pemeliharaan ( maintenance ) mesin-mesin tersebut, selain karena mesin-mesin
tersebut cenderung terus mengalami kelusuhan sehingga diperlukan reparasi
atau perbaikan.
Ditinjau dari usaha pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan terhadap
fasilitas produksi, dapat dikatakan bahwa tujuan dari pemeliharaan dan
perbaikan adalah untuk mempertahankan suatu tingkat produktivitas tertentu
tanpa merusak produk akhir. jadi, dengan adanya pemeliharaan, maka fasilitas/
peralatan pabrik diharapkan dapat beroperasi sesuai dengan rencana dan tidak
mengalami kerusakan selama digunakan untuk proses produksi sebelum jangka
waktu tertentu yang direncanakan tercapai.
Perawatan atau pememliharaan mesin tentu saja membutuhkan biaya. Biaya ini
meliputi nilai rawatan yang disimpan dan digunakan, biaya pekerja langsung,
segala macam pekerja tidak langsung, dan pekerja yang disubkontrakan. Oleh
sebab itu diperlukan suatu pengaturan yang baik sehingga pelaksanaan kegiatan
perawatan diharapkan dapat membantu memaksimalkan perbedaan antara
biaya variable yang dikeluarkan oleh pabrik dan hasil penjualan yang diperoleh
dari menjual produk sehingga keuntungan dapat tatap diperoleh. Ini merupakan
fungsi utama dari manajemen pemeliharaan ( Wallay,1987 ).

Walaupun telah mengetahui arti pentingnya pemeliharaan mesin-mesin


produksi, tetap saja banyak industri/ pabrik berskala besar maupun kecil yang
mengabaikannya. Ini dikarenakan industri/pabrik tersebut hanya memandang
dari segi biaya dan waktu jangka pendek yang akan dikeluarkan untuk
melakukan kegiatan pemeliharaan, tanpa mempertimbangkan kerugian yang
mungkin akan diderita apabila pemeliharaan mesin tidak dilakukan. Oleh karena
itu, studi manajemen pemeliharaan mesin-mesin produksi ini perlu dilakuakan
untuk mengetahui besar perhatian pabrik dalam menerapkan system
manajemen pemeliharaan mesinnya.