Anda di halaman 1dari 90

ARUS LAUT

PKC 404P / 2007 / 3 SKS

TAHUN 2013
PRODI OSEANOGRAFI
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FPIK UNDIP

PUSTAKA ACUAN

Ilahude, A.G. 1999. Pengantar ke Oseanologi Fisika.


Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta
Open University course Team, 1989. Ocean Circulation.
Pergamon Press. Oxford.
Pickard, G.L & Emery, W.J. 1990. Descriptive Physical
Oceanography. Pergamon Press. Oxford.
Pethick, J. 1984. An Introduction to Coastal
Geomorphology. Edward Arnold, London.
Pond, S., Pickard. 1983. Introductory Dynamical
Oceanography, Pergamon Press.
Wyrtki, K. 1961. Physical Oceanography of the
Southeast Asia Waters. NAGA Report Vol.2 Scripps
Institution of Oceanography Univ. California, La Jolla

KONTRAK KULIAH
A. Tatap muka = 16 kali pertemuan (termasuk UTS)
B. Prasyarat Kehadiran = absensi ( 75 %)
C. Poin Penilaian =
No

Jenis kegiatan

1.

Praktikum
Praktikum studio : Analisa Data Arus
(Marine Staion UNDIP Jepara)
Praktikum lapangan : Pengukuran arus
selama 24 jam (Lokasi : Dermaga UNDIP
Teluk Awur, Jepara)

2.

Tugas / kuis +
Ujian Tengah Semester (UTS) +
Ujian Akhir Semester (UAS)

TEAM TEACHING
1.
2.
3.

Drs. HERYOSO SETIYONO, MSi


(KOORDINATOR)
ELIS INDRAYANTI, ST, MSi.
ARIS ISMANTO, SSi, MSi.

DESKRIPSI SINGKAT
Mata kuliah ini berisi pengetahuan tentang konsep konsep dasar arus, yang meliputi pembangkit arus
laut dan faktor-faktor yang mempengaruhinya , arus
ekman,
arus
geostropik,
divergensi
dan
konvergensi,
arus
vertikal
(upwelling
dan
downwelling), sirkulasi thermohaline, sirkulasi di
zona pantai (arus sejajar pantai dan arus pasut), dan
juga memberikan pemahaman tentang metoda
pengolahan data arus baik data primer maupun
sekunder.

POKOK BAHASAN (1-5)


TANGGAL

POKOK BAHASAN

7 Maret 2013 Pendahuluan


Sejarah

Definisi,

Konsep

Dasar

dan

14 Maret
2013

Sistem Angin Global dan Sirkulasi Lautan Global

21 Maret
2013

Teori-teori Wind Driven Circulation : Nansen,


Ekman, Sverdrup, Munk, Model Model Numerik

28 Maret
2013

Gaya-gaya Penyebab Gerakan Air di Lautan :


wind stress, friksi internal, gaya coriolis, gaya
gradien tekanan

4 April 2013

Bentuk-bentuk Sirkulasi & Arus Ekman

POKOK BAHASAN 1
Pendahuluan :
Definisi, Konsep Dasar &
Sejarah

Arus air lautadalah pergerakan massa air


secaravertikal danhorisontal sehingga menuju
keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat
luas yang terjadi di seluruhlautan dunia
Arus juga merupakan gerakan mengalir
suatumassa air yang dikarenakan tiupan angin
atau perbedaandensitas atau pergerakan
gelombang panjang

Respon laut thd stress


Angin pd permukaan laut

Gelombang
(Wind waves)

Arus Laut
(Surface current)

Sumber Pembangkit
Arus
Utama

Pengaruh lain

Angin, variasi densitas,


pasut

Gaya Coriolis, berat,


Gesekan & tekanan atm

Sumber : Pond, S., Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography, Pergamon Press.

KLASIFIKASI ARUS
ARUS

NON
PASUT

PASUT

Arus Pasut
Harian Ganda

Arus Pasut
Harian Tunggal

Arus Pasut
Campuran

Arus
Konveksi

Arus Tetap

Arus Angin
(Ekman)

Arus
Dasar

Arus Gradien
(Geostropik)

KLASIFIKASI ARUS
CURRENT

Currents without Friction


(Geostrophic Flow)

Currents with Friction


(Wind-driven Circulation)

Sumber : Pond, S., Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography, Pergamon


Press.

Primer & sekunder


Primer (stress angin, ekspansi termal, perbedaan
densitas) menggerakkan & menentukan kec.
Arus
Sekunder (coriolis, gravitasi, gesekan) arah
gerakan dan kondisi aliran arus

Angin permukaan arus ekman


Gradien horisontal dari densitas arus
geostropik
Pasang surut arus pasang surut
Gelombang pecah yang membentuk sudut
tertentu dengan garis pantai arus
sejajar/menyusur pantai (longshore current)
Naiknya densitas air di permukaan akibat proses
pendinginan dan pertambahan salinitas akibat
pembentukan es arus dari kutub ke equator

Gesekan angin
Densitas dan viskositas air laut
Percepatan gravitasi
Gesekan dasar perairan
Geometri pantai
Rotasi (perputaran bumi)

European exploration abad XVI


Spaniard Ponce de Leon (1513). His three ships
sailed from Puerto Rico to Cape Canaveral
(Florida) and then turned south
The Gulfstream (1519) was well known to the
ships masters who sailed between Spain &
America
As early as 1515, Peter Martys of Agheira used the
necessity for conservation of mass to argue that
the gulfstream must result from the deflection of
the North Equatorial Current by the mainland.
1600s In the following century the experience
gained in the great whaling expeditions added
further to the knowledge of currents, winds and
bottom topography

POKOK BAHASAN 2
Sistem Angin Global
&
Sirkulasi Lautan Global

Terbentuk gradien tekanan horisontal yang


menyebabkan angin bergerak dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah menimbulkan arus
permukaan
Terbentuknya gradien densitas air laut dalam
arah horisontal yang menyebabkan perbedaan
tinggi muka air laut (slope muka laut)
menimbulkan arus

GENERALIZED SURFACE WIND PATTERN

Peta arus global akan terlihat di Samudra Pasifik,


Atlantik dan Hindia. Pola sirkulasi arus skala besar
yang berada di BBU searah dengan perputaran
jarum jam dan di BBS berlawanan arah dengan
jarum jam
Sirkulasi arus skala besar dikenal dengan sebutan
GYRE (GIRA). Gyre terbentuk sebagai efek dari pola
angin permukaan global
Gyre di BBU : North Pacific Gyre dan North Atlantic
Gyre
Gyre di BBS : South Pacific Gyre, South Atlantic

POKOK BAHASAN 3
Teori-teori Wind Driven Circulation

Tahapan-tahapan perkembangan teori arus yang


dibangkitkan angin sbb :
1.
1898 NANSEN : Secara kualitatif menerangkan arus
yg ditimbulkan angin tdk bergerak searah angin ttp
membentuk 20 - 40 arah kanan angin (BBU)
2.
1902 EKMAN (memodelkan hasil Nansen
pemyimpangan arus disebabkan rotasi bumi)
3.
1947 SVERDRUP (angin merupakan driving agent
arus permukaan di ekuator)
4.
1948 STOMMEL (intensifikasi arus di bagian barat
bumi)
5.
1950 MUNK (Rumusan analitik yang dapat
menerangkan secara kuantitatif sirkulasi arus laut
yang ditimbulkan angin)
6.
Berbagai model numerik untuk mensimulasi arus laut

PERNYATAAN KUALITATIF NANSEN

Apakah arus permukaan yang ditimbulkan angin


arahnya sama dengan arah angin?
Fridjof Nansen (1898) Ilmuwan Norwegia
Observasi di Laut Arctic (arah arus arah angin
permukaan ttp disimpangkan 20 - 40 )

Ekman (1902) membangun suatu model


matematika analitik untuk membuktikan
secara kualitatif fakta yang ditemukan oleh
Nansen yaitu arah arus permukaan tdk sama
dengan arah angin permukaan

Salah satu faktor penggerak timbulnya arus laut


adalah angin

Bila angin bertiup di atas permukaan satu perairan


maka partikel-partikel air yang ada dibawahnya akan
ikut terseret energi gerakan ini akan mengalami
perpindahan partikel-partikel dibawahnya, dan
diteruskan lagi ke partikel dibawahnya

Pada saat angin menyentuh permukaan laut dan


terjadi transfer energi maka pada saat itu pada
permukaan laut akan terjadi gaya gesekan

Kita tinjau gaya-gaya yg bekerja pada permukaan air.

Ft

Ft

Vo

Fb

ANGIN

Vo

Fc

Fb

Fc

Pd lapisan permukaan yg bersinggungan dengan angin akan mengalami gaya


tangensial (Ft) arahnya sama dengan arah angin bergerak
Akibatnya akan timbul gaya Coriolis (Fc) yang berusaha menyeimbangkan dan
membelokkan aliran air ke arah kanan angin (BBU)
Permukaan air bergerak krn adanya gesekan angin, maka efek gesekan akan
bergerak sampai dasar dan pada bagian dasar akan terjadi gaya gesek (Fb)
arahnya berlawanan dg arah gerak partikel air

Kombinasi Ft & Fc akan mengakibatkan


gerakan es dipercepat, sejalan dengan itu
gaya gesekan Fb juga akan bertambah besar
Tercapai keadaan steady dimana Ft, Fc dan
Fb setimbang
Es bergerak dengan kecepatan tetap Vo dlm
arah antara Ft & Fc yaitu ke arah kanan angin
di BBU

Sistem koordinat yang umum digunakan dlm


oseanografi.
ra
a
ut

timur

-z

arah

-w

kecepatan

x = positive eastwards & negatif westwards; y = positive


northwards & negative southwards; z = positive upwards &
negative downwards

PERSAMAAN GERAK

Persamaan gerak Hukum Newton II yaitu :

force mass x acceleration


Persamaan diatas dpt dituliskan menjadi

force
accelerati
on
mass
forceperunit volum
e
accelerati
on
density

1
forceperunit volum
e

Dengan meninjau gaya-gaya yg bekerja (gaya


gesek terlibat) persamaan gerak horisontalnya
sbb:

du
p
( x) :
fv
Fx
dt
x
dv
p
( y) :
fu
Fy
dt
y

.(1)

Gaya gesek per unit


massa dlm arah y

Coriolis
Tekanan

Bila kita tinjau, alirannya adalah steady state


dimana percepatannya akan sama dengan nol
= du/dt = dv/dt = 0, maka persamaan
geraknya mjd:
p
( x ) : fv
Fx 0
x
.(2)
p
( y ) : fu
Fy 0
y

Pers (2) menunjukkan bahwa terjadi


keseimbangan antara gaya Coriolis, gaya Gesekan
& gaya Gradien Tekanan
Coriolis + Tekanan + Gesekan = 0

Secara matematis persamaan gerak dlm arah x


dan y dpt dituliskan menjadi :
horisontalpressure Coriolisforce
otherforces

du 1
gradienforcein the resultingin motionin relatedto motionin
dt
x - direction
the x - direction
the x - direction
du 1 dp


fv Fx
dt dx

dv 1 dp

fu Fy
dt dy

Coriolis
Gaya gradien
tekanan

Stress angin,
Gesekan, dll

Kecepatan pada arah x, y dan z adalah u, v dan


w, dlm kaitannya dgn percepatan (perubahan
kecepatan per waktu) maka :

du dv dw
;
;
dt dt dt
Persamaan gerak aliran arah x (aliran barat
timur) dpt dituliskan sbb :

du
gaya grad tek gaya Coriolis gaya gaya lain
dt

Utk perhitungan fisika-matematika statement


fisika ditulis dlm bentuk matematik utk kemudian
dicari solusinya.
Dituliskan dlm bentuk vektor menjadi sbb:

dV
p 2 x V g F
dt
Gradien
tekanan

Coriolis

Gaya luar
(gesek,
stress angin,
dll)

dV
p 2 x V g F
dt
Coriolis (-2 x V)
Dengan menggunakan perkalian matriks :
i
xV 0
u

j
k
y z
v

x V yw - zv i - 0.w - zu j 0.V yu k
yw - zv i zuj - yuk

= lintang

y = cos
z = sin

sehingga dalam arah x dpt dituliskan sbb:

du
2( cos . w - sin . v) g F
dt
Karena yg akan ditinjau arus akibat gesekan angin
dimana gradien tekanan terhadap w diabaikan, maka :
du
2 cos .w - 2 sin .v g F
dt
du
- 2 sin .v g F
dt
du
fv g F
dt

dalam arah y dpt dituliskan sbb:

dv
(2 sin .u) g F
dt
dv
f . u g F
dt

Dengan meninjau gaya-gaya yg bekerja (gaya


gesek terlibat) persamaan gerak horisontalnya
sbb:

du
p
( x) :
fv
Fx
dt
x
dv
p
( y) :
fu
Fy
dt
y

.(1)

Gaya gesek per unit


massa dlm arah y

Coriolis
Tekanan

Bila kita tinjau, alirannya adalah steady state


dimana percepatannya akan sama dengan nol
= du/dt = dv/dt = 0, maka persamaan
geraknya mjd:
p
( x ) : fv
Fx 0
x
.(2)
p
( y ) : fu
Fy 0
y

Pers (2) menunjukkan bahwa terjadi


keseimbangan antara gaya Coriolis, gaya Gesekan
& gaya Gradien Tekanan
Coriolis + Tekanan + Gesekan = 0

Dengan Fx dan Fy adalah gy gesek yang bekerja


per satuan massa mk persamaan geraknya
menjadi :

p
2u
( x ) : fv
Az
0
2
x
z
2u
p
fv A z

2
z
x
p
2v
( y ) : fu
Az
0
2
y
z
2v
p
- fu A z

2
z
y

Di laut terdpt 2 komponen kecepatan yaitu


1. Komponen arus Ekman (komponen kec dari arus
yang ditimbulkan angin)
2. Komponen arus geostropik (yang timbul akibat
adanya medan massa/gradien densitas horisontal)

U ue ug
V ve vg
Untuk menyederhanakan masalah Ekman
menganggap air homogen & tidak ada slope di
permukaan shg suku tekanan akan = 0 & gaya
geostropik diabaikan shg:

Persamaan di atasdapat dituliskan sbb :


2 (u e u g )

p
f (ve vg ) A z

2
z
x
2 (u e u g )
p
f (ve vg ) A z
.........(1)
2
x
z

p
Pers yg menyatakan gerak arus geostropik f.v g ...........(2)
x
2 (u e u g )
Pers yg mengatur gerak arus Ekman f.v e A z
...........(3)
2
z

2 (u e u g )
dalam pers.3 diabaikan krn besarnya kurang
Suku A z
2

p
dari 10-3.
x

Persamaan arus Ekman dituliskan sbb :

2u e
fv e A z
0
2
z
2 ve
fu e A z
0
2
z
Arti fisis = gerak fluida timbul akibat stress angin dan
distribusi massa

Pers. Gerak arus yg disebabkan oleh gesekan


angin memiliki asumsi yg diberikan Ekman (1905)
sbb:
1. Laut dibatasi secara lateral
Adanya batas lateral akan menimbulkan slope
muka air arus geostropik padahal Ekman hanya
ingin memperhatikan arus yg ditimbulkan oleh
angin saja
2. Kedalaman tak berhingga
Untuk menghindari efek gesekan dasar
3. Az konstan
Ekman tidak mengetahui betul Az sehingga utk
penyederhanaannya dibuat konstan

4. Laut homogen untuk menghindari terbentuknya


arus geostropik
5. Angin adalah steady untuk waktu yang lama
untuk menyederhanakan masalah (dalam
modelnya Ekman mengambil angin berhembus
dalam arah y)
6. f = konstan masalah yang dihitung mempunyai
perbedaan hitung yang tidak besar sehingga f =
konstan

Anggapan Ekman yang tidak realistis adalah


anggapan laut itu homogen dan anginnya konstan
Anggapan tsb masih bisa diterima dgn alasan :
1. Dapat diterima jika kita meninjau perairan lepas
pantai yang jauh dari benua/pulau
2. Dapat diterima karena kedalaman pengaruh angin
(sekitar 200 m) jauh lebih kecil dibandingkan
kedalaman laut rata-rata (sekitar 4000 m)

POKOK BAHASAN 4
Gaya-gaya Penyebab Gerakan Air di
Lautan : wind stress, friksi internal,
gaya coriolis, gaya gradien tekanan

Keseimbangan gaya yang bekerja pada satu massa air


(Pond, S., Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography)

G
ay
a

Te
ka
n

an

F
Gaya Gesek
a
ay
G

lis
ri o
Co

ALIRAN FLUIDA
LAMINER

TURBULEN

LAMINER = ALIRAN YG TERATUR, PARTIKEL


FLUIDA BERGERAK DLM LINTASAN YG PARALEL
DENGAN BATAS YG RIGID (KAKU)

TURBULEN = ALIRAN YG SANGAT TIDAK TERATUR,


PARTIKEL FLUIDA BERGERAK SECARA RANDOM
(dalam aliran turbulen dimungkinkan terjadinya
pertukaran momentum antar lapisan)

ALIRAN FLUIDA DI LAUT

STRES ANGIN YG BEKERJA PD PERMUKAAN LAUT


DITRANSMISIKAN KE LAP DALAM OLEH PROSES
TRANSFER MOMENTUM

LAMINAR TRANSFER MOMENTUM TERJADI AKIBAT


TRANSFER MOLEKUL-MOLEKUL AIR DI ANTARA LAP.
FLUIDA YG SALING BERDEKATAN. TRANSFER MOMENTUM
INI MENGHASILKAN GESEKAN INTERNAL VISKOSITAS
MOLEKULER

TURBULEN TRANSFER MOMENTUM TERJADI AKIBAT


PERTUKARAN PARCEL AIR DI ANTARA LAP. FLUIDA YG
SALING BERDEKATAN. TRANSFER MOMENTUM INI
MENGHASILKAN GESEKAN INTERNAL VISKOSITAS EDDY

GENERAL STATEMENT THE GREATER THE SPEED OF THE


WIND, THE GREATER THE FRICTIONAL FORCE ACTING ON
SEA SURFACE, AND THE STRONGER THE SURFACE CURRENT

THE FRICTIONAL FORCE ACTING ON THE SEA SURFACE AS A


RESULT OF THE WIND BLOWING OVER IT IS KNOWN
(STRESS ANGIN)
WIND STRESS
(GREEK TAU)

STRES ANGIN YG BEKERJA PD PERMUKAAN LAUT


BERBANDING LURUS DENGAN KECEPATAN ANGIN PANGKAT
DUA
2

cw

DIMANA BESARNYA NILAI C BERGANTUNG PADA KONDISI


ATMOSFER, BILA KONDISI ATMOSFER MAKIN TURBULEN
MAKA NILAI C SEMAKIN BESAR. (BACA HAL.33 BUKU
OCEAN CIRCULATION)

STRES ANGIN YG BEKERJA DI ANTARA LAPISAN-LAPISAN


FLUIDA BERBANDING LURUS DENGAN GRADIEN KECEPATAN
YG TEGAK LURUS ARAH ALIRAN
1. ALIRAN LAMINAR

du
du


dz
dz
dimana
koef.viskositas
dinamik
koef.viskositas
kinematik
2.

ALIRAN TURBULEN

du
Az
dz
A z koefisien
eddy
dlmarahz

Pada saat tjd gesekan antara angin dgn


permukaan laut tegangan geser (shear stress)
dimana lapisan yang di atas akan menggeser
lapisan yang dibawahnya & menggerakannya.
Kedua lapisan bisa saja bergerak dalam arah yg
sama / berlawanan. Arah yg sama satu lapisan
harus lbh cepat dari yang lain

Z2
Z3
Z4
Z5
Z6
Z7
Z8

U2 =0
U3
U4
U5
U6
U7
U8

Maka besarnya velocity shear (kecepatan geser)


adalah :

u u5 u 4
u u5 u4

dengan z 0, maka

z z5 z 4
z z5 z 4

Berdasarkan hukum Newton II berlaku gy gesekan:


du
du

dz
dz .(3)
dimana
viskositas
dinamik

/ viskositas
kinematik

bekerja pd permukaan antara 2 lapisan yg

bergerak dg kecepatan berbeda. cenderung


memperlambat lapisan yg cepat & mempercepat
lapisan yg lambat

Pers (3) aliran laminar. Di laut turbulen

shg viskositas diganti dg viskositas eddy sbb:


du
A
dz
A koefisien
eddy
dlmarahz
z

Stress gesekan antar lapisan ditinjau dalam dua


keadaan.
1. Lapisan mengalami aliran yang laminar maka
stress gesernya adalah :
du
du
x

dz
dz
dv
dv
y

dz
dz

2. Lapisan mengalami aliran turbulen maka:

du
x A Z
dz
dv
y A Z
dz

Untuk menentukan stress geser suatu aliran fluida


maka gaya gesekan digambarkan sbb:
z
2

u1
u2
u3
u4

Maka besarnya gaya gesekan geser pd tinjauan


fluida di atas :

2 1
z
z
2 1 z
z

2 1 s z s V
z
z

Dengan s, z 0 maka V = 0 shg gaya per


satuan massanya adalah:

z
1


u
gaya per unit massa

A z

z
z
z
z
gaya per unit volume

1

u
A z
z
z
z
jika A z diasumsikan konstan maka persamaan di atas
dituliskan menjadi :
u
gaya gesekan per unit masa A z 2
z
2
u
Fx A z 2
z
2

Rotasi bumi akan menyebabkan terjadinya efek


pembelokan efek Coriolis, yaitu : Benda yang
bergerak di atas permukaan yang berputar akan
membelok ke kanan atau ke kiri tergantung pada
arah perputaran tsb.
Gaya Coriolis adalah gaya fiktif atau gaya tidak
nyata atau gaya khayal yang dimunculkan pada
sistem koordinat yang tdk inersial. Salah satu
contoh koordinat tdk inersial adalah sistem
koordinat yang ikut berotasi dengan bumi
(Prawirowardoyo, 1966)

Peluncuran roket dari khatulistiwa


ke lintang 30 LU

Peluncuran roket dari


lintang 30 LU ke
khatulistiwa

Gaya Coriolis yang bekerja pada satu satuan


massa atau percepatan yang ditimbulkan disebut
percepatan Coriolis, scr matematis dituliskan sbb:
ac = v 2 sin
.. (1)
dimana : v = kec. Benda yang bergerak
= kec. Sudut rotasi bumi (7,29 x 10-5
dtk-1)
=besarnya derajat lintang
Persamaan 1 di atas bisa dituliskan sbb :
ac = v f
Dimana f = 2 sin (parameter Coriolis)

Dari persamaan 1 maka diketahui bahwa :


Percepatan Coriolis berbanding lurus dengan
kecepatan, semakin besar kecepatan maka
semakin besar pula percepatan Coriolis
Percepatan Coriolis (= 0) di ekuator dan
mencapai nilai maksimum di kutub
Gaya Coriolis muncul karena bergeraknya suatu
partikel

OSEANOGRAFI
FISIKA

Perbedaan tinggi muka laut


(slope/kemiringan muka laut)
menimbulkan gaya gradien tekanan
horisontal
ir
Barat

Tekanan
rendah

pe
o
l
S

a
a
k
u
m

Gaya Gradien
Tekanan

Timur

Tekanan
tinggi

Tinjau suatu laut homogen ( sama)


dengan slope muka laut sbb:
B
z

z
PA = g
z

PB = g (z+
z)

Perbedaan tekanan antara titik A dan B


p = pB pA = g (z + z) - g z = g z
Gradien Tekanan dalam jarak x adalah
p
z
p
g
atau
gtan
x
x
x
p dp
limit

gtan
x dx
dp
dimana:
gayagrad. tekananper satuanvolume
dx

Dalam oseanografi biasanya per satuan


massa, shg:
1 dp
gtan
dx

POKOK BAHASAN 5
Bentuk-bentuk Sirkulasi
(Meander, Ring, Eddy, Gyre)

Meander = in general,
is a bend in a sinuous watercourse or river. A meander
is formed when the moving water in a stream erodes
the outer banks and widens its valley and the inner
part of the river has less energy and deposits what it
is carrying.

Ring of Gulfstream

Example of eddies in the oceans


Left : Eddies in Mediterranean off the coast of Libya
Right : Small scale eddies forming in the vicinity of a rocky coastline

Sirkulasi arus skala besar dikenal dengan sebutan


GYRE (GIRA). Gyre terbentuk sebagai efek dari pola
angin permukaan global
Gyre di BBU : North Pacific Gyre dan North Atlantic
Gyre
Gyre di BBS : South Pacific Gyre, South Atlantic
Gyre,
Indian Ocean Gyre