Anda di halaman 1dari 6

Kelompok : 11

Nama Anggota
Putri Mushandri (12314190)
Rahmatullah (12314195)
Yuda Adiesa (12314240)

GREEN ECOTECHNOLOGY
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap
sumber daya alam dan mengancam kehidupan. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan
produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi, tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan.
Sebut saja, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya
berbagai spesies dan keanekaragaman hayati. Di samping itu adalah ketimpangan rata-rata
pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin.
Isu yang sedang hangat diperbincangkan di seluruh belahan bumi adalah isu tentang
global warming atau pemanasan global. Fenomena alam ini telah disadari oleh seluruh umat
manusia sebagai dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang
ada di dalam perut dan muka bumi. Upaya yang bisa dilakukan oleh manusia hanya menahan
laju dampak dari pemanasan global tersebut, dampak yang terjadi apabila tidak ditahan lajunya
akan berakibat fatal bagi kehidupan manusia di muka bumi.
Salah satu contoh dampak yang secara nyata telah dirasakan oleh manusia akhir-akhir ini
adalah bergesernya waktu pada musim-musim yang terjadi di bumi, musim kemarau dan musim
penghujan tidak dapat diprediksi waktunya, kecenderungan yang terjadi musim kemarau dan
penghujan yang berkepanjangan. Mencairnya es yang berada di kutub utara, hal ini dibuktikan
dengan menurunnya luasan permukaan es yang ada di kutub utara. Hal ini dapat dapat
berdampak pada naiknya permukaan air laut yang dapat menenggelamkan daratan yang
berdekatan dengan lautan.
Masih banyak dampak yang dapat ditimbulkan oleh pemanasan global yang harus
disadari oleh manusia, sebagian kecil dampak yang sudah terjadi saja dapat merubah pola hidup

yang sudah biasa dijalani manusia apalagi dampak yang lebih besar muncul, hal ini harus segera
dicegah. Dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia munculah konsep Green
Technology/Teknologi Hijau atau dapat disebut juga Clean Technology/Enviromental
Technology. Konsep ini terlahir dari kesadaran manusia akan kebutuhan sumber daya alam yang
ada di bumi secara berkelanjutan, hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan daya dukung bumi
termasuk dampak pemanasan global berusaha dikurangi dengan melakukan upaya dan tindakan
yang lebih ramah lingkungan.

1.2 Tujuan
Teknologi hijau bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan cara-cara untuk
menyediakan kebutuhan bagi manusia tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan atau
pengurangan sumber daya alam yang cepat di planet bumi.

II. PEMBAHASAN
a. Green Econmy
Program Lingkungan PBB (UNEP; United Nations Environment Programme) dalam
laporannya berjudul Towards Green Economy menyebutkan, ekonomi hijau adalah ekonomi
yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ekonomi hijau ingin
menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan
sumber daya alam.
Dari definisi yang diberikan UNEP, pengertian ekonomi hijau dalam kalimat sederhana
dapat diartikan sebagai perekonomian yang rendah karbon (tidak menghasilkan emisi dan polusi
lingkungan), hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial.
Konsep ekonomi hijau melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan. Sebagaimana
diketahui prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan sekarang
tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Sehingga dapat dikatakan
bahwa ekonomi hijau merupakan motor utama pembangunan berkelanjutan. Salah satu program
yang mendukung konsep green economy adalah konsep Green Technology atau teknologi hijau
atau teknologi bersih.
b. Green Technology
Teknologi lingkungan (envirotech) atau teknologi hijau (greentech) atau teknologi bersih
(cleantech) adalah aplikasi ilmu lingkungan untuk melestarikan lingkungan alam dan sumber

daya untuk mengekang dampak negatif dari keterlibatan manusia. Pembangunan yang
berkelanjutan adalah inti dari teknologi lingkungan.
Di masa depan teknologi hijau akan dianggap sebagai tujuan dari kehidupan manusia
karena manusia tidak bisa terus menerus menggunakan teknologi yang menyebabkan dampak
negatif terhadap lingkungan dan setiap bentuk kehidupan yang bergantung kepada lingkungan.
Peran kitalah sebagai manusia yang senantiasa harus menjaga planet bumi dari kerusakan dan
kehancuran.
Salah satu contoh alternatif teknologi konvensional yang diterapkan guna mengaplikasikan
konsep teknologi hijau adalah proses pendaur-ulangan sampah, upaya ini dapat memberikan
pengurangan yang signifikan terhadap efek negatif pada lingkungan yaitu mengurangi jumlah
limbah dan polusi yang dihasilkan dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Prinsip utama pada Konsep Green Technology meliputi 3 hal yaitu :
1.
2.
3.

Kenyamanan Sosial
Ekonomis
Ramah Lingkungan
c. Green Technology dalam Penerapan Energy

Menekan angka pencemaran karbon ke udara dengan mengurangi pengunaan bahan bakar
energi yang berasal dari fosil. Kita ketahui bersama sumber energi fosil memiliki potensi yang
terbatas dan menghasilkan dampak yang tidak baik bagi lingkungan yaitu menghasilkan
pencemaran karbon, hal ini akan berdampak buruk bagi bumi apabila tidak diambil tindakan.
Penerapan konsep Greentech adalah untuk mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai
dari sistem eksplorasi sumber energi, proses pengkonversian sumber tersebut menjadi energi
hingga terbentuknya energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan adanya efisiensi
energi diharapkan pencemaran karbon dapat ditekan.
Sebagai contoh pencemaran, setiap hari kerja jutaan ton racun gas karbon monoksida
(CO) menyebar di udara dari hasil pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan. Belum lagi
ribuan kiloliter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menguap untuk kegiatan tidak produktif
akibat kemacetan yang tinggi. Di Jakarta saja konsumsi bensin premium mencapai 5.829
kiloliter/hari dan secara nasional mencapai 73.858 kiloliter/hari.
Upaya untuk menurunkan pencemaran udara dari aktivitas pacu kendaraan bermotor dan
penurunan konsumsi BBM tersebut telah diupayakan para pelaku bisnis otomotif di tanah air
dengan memperkenalkan teknologi hijau dalam produksi mobil, diantaranya dengan
diperkenalkannya mobil jenis Hybrid. Mobil Hybrid itu sendiri adalah hanya sebuah sebutan
dimana semua kendaraan yang menggunakan 2 sumber daya maka disebut mobil Hybrid, dalam
hal mobil Hybrid menggunakan 2 sumber yaitu bensin dan baterai isi ulang.

d. Penerapan Green Ecotechnology pada industri otomotif


Minyak merupakan salah satu contoh sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dimana
dengan kata lain semakin lama penggunaannya akan semakin habis.hal ini akan mengakibatkan
harga minyak yang sangat tinggi dan akan mempengaruhi system keuangan suatu negara yang
masih bergantung akan energy minyak.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketersediaan minyak bumi yang
semakin menipis adalah dengan cara melakukan pemamfaatan sumber energy alternatif. Sumber
energi alternatif ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber dari alam seperti
angin,air,arus laut,panas bumi ataupun dengan melakukan inovasi teknologi pada fasilitas yang
sangat tergantung pada minyak (BBM). Contoh dari inovasi ini adalah teknologi mobil hybrid.
Mobil hybrid adalah mobil yang dapat berjalan dengan kombinasi dari dua sumber tenaga.
Contohnya kombinasi mesin yang berjalan dengan minyak (Conventional Engine) dan motor
yang berjalan dengan tenaga listrik (Electric Motor).
Beberapa keuntungan mobil hybrid dibandingkan dengan mobil konvensional:
1. Efisiensi bahan bakar yang lebih besar
Sistem hybrid yang menggabungkan motor listrik dan pembakaran di mesin
menghasilkan tenaga yang berasal dari dua sumber daya. Untuk jarak yang sama mobil hybrid
akan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dibandingkan dengan mobil
konvensional. Berarti, kendaraan Hybrid memiliki efisiensi yang lebih baik jika dibandingkan
dengan mobil konvensional. Dilihat dari segi ekonomisnya, perawatan dan pemakaian bahan
bakar pada mobil hybrid lebih murah. Keuntungan ini termasuk kedalam prinsip kedua pada
konsep green technology yaitu ekonomis.
Dalam sebuah penelitian disebutkan, dengan menggunakan mobil hybrid maka akan
tenjadi penghematan bahan bakar fosil sebanyak kurang lebih 15%. Dengan asumsi 1 unit mobil
memiliki kapasitas penggunaan bahan bakar fosil sekitar 10 liter dalam 1 hari, maka dengan
teknologi mesin hybrid hanya menggunakan sekitar 8,5 liter. Hal ini berarti terjadi penghematan
sekitar 1,5 liter dalam 1 hari untuk 1 unit. Kalau di Jakarta saja ada sekitar 1 juta orang yang
beralih ke jenis mobil ini, sudah dapat menghemat jutaan liter BBM dalam sehari. Tentu ini
sebuah penghematan BBM yang cukup besar, selain itu udara di Jakarta juga akan terasa lebih
segar karena tingkat polusi akan berkurang.
2.

Emisi yang lebih rendah


Karena konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, mobil hybrid mengeluarkan lebih
sedikit emisi gas buang dibandingkan dengan mobil konvensional. Hal ini juga membuat mobil
hybrid akan lebih ramah lingkungan. Selain itu dengan menggunakan mobil sistem hybrid
kebisingan yang dihasilkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan mobil konvensional
lainnya. Hal ini sesuai dengan prinsip pertama pada konsep green technology yaitu kenyamanan
sosial

3.

Pengurangan energy yang terbuang dan regenerasi energy


Energy yang biasanya terbuang menjadi panas pada saat dikendarai seperti pengurangan
laju dan pengereman diubah sebagai tenaga listrik yang kemudian digunakan kembali untuk
memberikan tenaga ke motor elektrik. Hal ini membuat mobil hybrid menjadi lebih efisien.
Saat melakukan deselarasi (pengereman), energi tersebut digunakan untuk pengisian
baterai, sehingga penggunaan teknologi hybrid dapat berjalan dengan baik, efisien energi, dan
ramah lingkungan dengan emisi rendah. Rata-rata konsumsi mobil hybrid seperti Prius Gen-3
bisa mencapai 22 km/liter. Sedangkan akselerasi dari diam sampai 100 km/jam membutuhkan
waktu sekitar 14 detik. Adapun produksi CO2 hanya 89 g/km. Tentu ini sebuah keuntungan
berlipat bagi konsumen dan lingkungan yang sesuai dengan prinsip ketiga pada konsep green
technology.
Saat ini, sudah banyak produsen mobil yang memproduksi mobil jenis hybrid. Salah
satunya adalah Toyota. Toyota telah memproduksi mbil jenis hybrid yang dikenal dengan Toyota
Prius. Prius yang menjadi mobil hybrid paling populer di dunia sudah masuk generasi ketiga.
Kehebatan mobil ini cukup mumpuni dari segi bahan bakar, kenyamanan, dan performa mesin.
Keuntungan yang didapat ketika menggunakan mobil hybrid. Pertama, sudah pasti dari segi
konsumsi bahan bakar. Teknologi mobil hybrid menggabungkan dua buah tenaga dari motor
listrik dan mesin bensin yang menggunakan sistem mesin seri serta paralel. Sistem ini mampu
secara konstan mengatur rasio tenaga motor bensin atau listrik ke roda, dan mobil dapat
digerakkan hanya dengan motor listrik.
Dengan penggabungan seri dan paralel, sistem mesin hybrid menggunakan baterai NiMH 201,6 Volt, yang dapat di-charge selama 1,5 jam dengan daya listrik 240 VAC. Sistem kerja
mesin hybrid adalah mesin akan mati saat mobil berhenti, dan akan hidup bila dijalankan dengan
menyedot tenaga dari baterai. Akibatnya, asupan bensin sangat irit.
Desain model mobil hybrid juga tak kalah menawan dengan mobil bensin. Bentuk yang
futuristik dan aerodinamis menjadi nilai lebih tersendiri dan yang pasti mampu membetot
perhatian orang lain. Begitu pula dari segi fitur, seperti mode pengemudian, yaitu Eco, EV, dan
Power Mode. Pilihan mode itu dapat memudahkan kebutuhan pengemudi ketika ingin
mendapatkan performa tinggi, irit bahan bakar, dan pengendaraan menggunakan baterai. Fitur
seperti ini sudah diadopsi oleh Prius.
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Green Technology merupakan suatu konsep yang perlu diterapkan dan dikembangkan
demi terwujudnya sustainable development. Di samping itu, perkembangan konsep green

technology berbanding lurus dengan konsep green economy. Konsep Green Ecotechnology telah
diterapkan dan sedang dikembangkan dalam berbagai bidang, salah satunya industri otomotif.
3.2 Saran

Perlunya perhatian khusus terhadap perkembangan konsep Green Ecotechnology agar


menjadi fokus utama masyarakat dalam menentukan pilihan produk yang akan digunakan
Pentingnya sosialisasi terhadap keuntungan menggunakan mobil hybrid.
Penyediaan produk-produk yang menggunakan konsep Green Ecotechnology dengan
harga terjangkau