Anda di halaman 1dari 8

Rimba Yudha A

25315026

ASBESTOS
A. Definisi
Asbestos atau asbes adalah nama yang diberikan kepada
sekelompok mineral alam yang tahan terhadap panas, korosi dan tahan
terhadap berbagai bahan kimia dan oli. Asbestos memiliki bentuk serat
mineral silika termasuk dalam kelompok serpentine dan amphibole dari
mineral-mineral pembentuk batuan, termasuk: actinolite, amosite (asbes
coklat, cummingtonite, grunnerite), anthophyllite, chrysotile (asbes putih),
crocidolite (asbes biru), tremolite, atau campuran yang sekurangkurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut. Asbes
dapat diperoleh dengan berbagai metode penambangan bawah tanah,
namun yang paling umum adalah melalui penambangan terbuka.
B. JENIS JENIS ASBESTOS
Sifat kimia fisik asbes berbeda tergantung pada komponenya
seperti dari batu, kalsium, magnesium atau besi.

Klasifikasi asbestos

dibagi menjadi 6 jenis berdasarkan U.S. Environmental Protection Agency


(EPA) 1976.
1. Chrysotile, adalah bentuk asbes yang paling umum digunakan dan
dapat ditemukan sebagai bahan penutup di atap, langit-langit,
dinding dan lantai rumah dan bisnis. Chrysotile asbes juga
digunakan dalam lapisan rem mobil dan isolasi pipa
2. Amosite, dikenal sebagai asbes coklat, dan berasal sebagian besar
di Afrika. Amosite digunakan paling sering dalam lembar semen
dan isolasi pipa. Amosite dapat ditemukan di isolasi papan (yang
berisi hingga 40 persen asbes), ubin langit-langit dan di produk
isolasi termal. Asbes ini memiliki karakter serat seperti jarum.
3. Crocidolite, dikenal sebagai asbes biru, memiliki ketahanan panas
terbaik. Ditambang terutama di Afrika Selatan, Bolivia dan Australia,
asbes ini dipandang sebagai jenis yang paling berbahaya dari
asbes. Crocidolite umumnya digunakan untuk melindungi mesin

Rimba Yudha A
25315026

uap, dan ditemukan di beberapa lapisan spray-on, isolasi pipa dan


produk semen.
4. Tremolite, biasa digunakan sebagai kontaminan dalam produk
tertentu yang mengandung asbes isolasi, cat, dan bahan atap.
Tremolite bisa putih, hijau, abu-abu dan bahkan transparan.
5. Anthophyllite, jenis asbes ini ditambang terutama di Finlandia dan
menampilkan warna abu-abu-coklat. Anthophyllite paling sering
ditemukan di lantai komposit.
6. Acninolite, bentuk asbes memiliki tekstur yang keras dan tidak
fleksibel seperti yang lain. Acninoliite paling sering ditemukan pada
batuan metamorf. Actinolite tidak pernah digunakan secara
komersial, tetapi dapat ditemukan sebagai kontaminan dalam
beberapa produk asbes.
Berikut ini adalah tampilan 6 jenis asbestos.

Sumber: www.nationaldryout.com

C. PENGGUNAAN ASBESTOS

Rimba Yudha A
25315026

Asbestos banyak digunakan untuk kegiatan sehari-hari, industri


maupun rumah tangga, berikut ini adalah penggunaan-penggunaan
asbestos.

No

Aplikasi Penggunaan
Asbestos

Kanvas rem kendaraan

Atap rumah / eternit asbes

Pakaian pemadam
kebakaran

Gambar

Rimba Yudha A
25315026

Alat pemanas/ alat listrik

Pelapis tembok

Pelapis kabel

D. PENYAKIT YANG DITIMBULKAN


Tubuh manusia tidak bisa mendetoksifikasikan debu asbestos yang
masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, debu asbes yang masuk ke
dalam tubuh terakumulasi pada satu organ saja yaitu paru-paru dan
menimbulkan berbagai penyakit. Ukuran sebuah serat asbes sangat kecil
dan halus. Karena itulah mudah beterbangan di udara asbestos jika
sampai terhirup oleh manusia tidak berefek secara langsung namun
berefek setelah jangka waktu yang lama sekitar 20 hingga 30 tahun yang
kemudian akan membuat luka bahkan mematikan sel paru-paru.

Rimba Yudha A
25315026

Keberadaan asbestos di paru-paru tidak bisa di deteksi dengan Rontgen,


hanya melalui CT scan asbestos bisa dideteksi.
Asbestosis adalah penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat
menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan
parut yang luas. Asbestosis adalah penyakit non malignant yang pelanpelan menjadi progresif. Asbes ini dapat menyebabkan perusakan atau
palemahan pada fungsi paru termasuk pengurangan kapasitas paru,
pembatasan bernafas, serta penurunan kemampuan untuk memindahkan
oksigen dari udara ke dalam darah. Dalam literature lain menyebutkan
bahwa

asbestosis

adalah

proses

interstitial

yang

perlahan-lahan

berkembang menjadi fibrosis paru-paru non nodular difus yang mengenai


saluran nafas terminal, alveoli dan pleura (Price SA, 1995).
Penyebab asbestosis adalah serat asbes, dimana serat asbes sukar
untuk dihancurkan, bahkan oleh makrofag. Ketika makrofag mencoba
untuk mencernakan serat asbes, sering mengalami kegagalan sebab
seratnya terlalu kuat dan ikatan rantainya sangat kuat untuk diuraikan.
Pada proses ini, makrofag menghasilkan unsur yang diharapkan dapat
menghancurkan benda asing, tetapi hal itu dapat jugs merugikan alveoli.
Hal ini akan menyebabkan terjadinya inflamasi pada alveoli dan
secepatnya dapat meninggalkan parut.
Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang
dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung
kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan
asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan,
konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes
juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian
pekerja..

Sumber : www.medicalimages.com

Rimba Yudha A
25315026

Selain Asbestosis
penyakit

lain

diakibatkan

yang

dampak

dari asbes adalah :


1. Mesothelioma.
Debu asbes yang
telah masuk ke paru-paru, akan bergerak masuk ke selubung paruparu. Debu asbes akan merusak DNA dari sel selubung paru-paru
(mesothelium), akibatnya kontrol pertumbuhan sel terganggu. Sel yang
telah menjadi abnormal akan membelah tak terkendali, kemudian
berekspansi dan merusak jaringan di sekitarnya.
2. Kanker Paru-Paru. Kanker dinding saluran napas, mekanisme
timbulnya kanker paru-paru akibat debu asbes hampir sama dengan
mesothelioma. Bedanya yang terkena adalah dinding saluran napas
(bronchioleus).
3. Plak Pleura, penebalan pleura dan timbulnya lapisan plak pleura dapat
mengarah pada pengapuran.
E. Contoh Kasus Asbes
Di Inggris pada tahun 1898, Inspekstur pabrik membuat catatan
fakta bahwa asbes dapat menyebabkan penyakit di antara para pekerja
tekstil asbes. Pada tahun 1899, seoarang dokter melakukan pemeriksaan
bedah mayat pada seorang pemuda yang berusia pertengahan tiga
puluhan yang meninggal karena insufisiensi pernapasan. Dia melaporkan,
selama dirawat di rumah sakit, dia merupakan orang kesepuluh di wilayah
kerja pabrik asbes yang meninggal. Ini menyimpulkan para pekerja
meninggal karena mendapat penyakit yang dipengaruhi oleh paparan
asbes selama mereka bekerja di pabrik tersebut.
F. Pemantauan Medis Menurut OSHA

Rimba Yudha A
25315026

OSHA mewajibkan adanya pemantauan medis terhadap semua


pekerja sebelum melakukan pekerjaan asbestos sebagai gambaran umum
mengetahui kondisi tubuh, meliputi :
-

Wawancara medis.
Riwayat pekerjaan, riwayat medis, riwayat keluarga, riwayat

merokok.
Rontgen dada, harus dilakukan oleh dokter spesialis radiologi atau

yang terlatih di bidang penyakit paru.


Pemeriksaan fisik.

Berdasarkan hasil pemantauan medis, dokter akan menyatakan si


pekerja siap atau tidak untuk bekerja dengan asbestos dan menggunakan
respirator. Pemeriksaan harus dilakukan di awal dan setiap tahun sejak
pekerjaan dimulai.
G. Undang-undang Mengenai Asbestos
Beberapa Negara di dunia seperti Amerika, Uni Eropa, dan
Australia melarang penggunaan asbes karena dipandang dapat merusak
kesehatan. Badan Pengurus Organisasi Ketenagakerjaan Internasional
(ILO) sudah mengatur peraturan mengenai pemakian asbes yang
tercantum dalam konvensi-konvensi ILO yaitu sebagai berikut :

Konvensi Mengenai Penyakit Kanker Akibat Kerja Tahun 1974 (No

139)Berserta rekomendasinya 1974 (No 147/1974).


Konvensi Mengenai Bahaya Lingkungan di Tempat

Kerja

(Pencemaran udara,kebisingan dan getaran) Tahun 1977 (No 148),

Beserta Rekomendasinya (No 156/1977).


Konvesi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 1981 (No 155),
Beserta Rekomendasinya (No 164/1981).
Di Indonesia pemakaian asbes sangat banyak, dari industri besar

sampai di rumah tangga seperti atap-atap rumah yang terbuat dari asbes.
Demi mengatur pemakaian asbes di Indonesia pemerintah membuat
melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor:
Per.03/MEN/1985 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pemakaian
Asbes. Isi dari Peraturan ini adalah mengenai pemakaian asbes,

Rimba Yudha A
25315026

kewajiban

perusahaan/pabrik

yang

menggunakan

material

asbes,

kewajiban tenaga kerja, alat pelindung diri, kebersihan lingkungan kerja,


pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, dan ketentuan pidana.