Anda di halaman 1dari 2

JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 2, NOMOR 2 JULI 2006

Studi Spektral Inframerah


pada Ferit Spinel Nanokristal MFe204
(M = Ni, Mn dan Zn)
Heni Sungkono dan Danninto"
Jurusan FISiko. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan
Institut Teknologi
Alam
Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo. Surabaya
60111

Intisari
F~~ sp'inel MFe204 dengan M= Zn, Ni dan Mn telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode ko-

preslpltasl pada temperatur 70C. Uji karakterisasi dilakukan dengan menggunakan


spektrofotometeri
difraktometri sinar-X
infi'amerah.
dan
Diketahui bahwa kandungan prosentase fasa spinel untuk
masing-masing
mendekati 100%.
sampel
Intensitas serapan infi'amerah oleh sampel terletak pada daerah 400-600
em-I, yang
mengkonfirmas~
bah.wa
d0f.ing Zn m~substitusi ion Fe2+ pada bagian tetrahedral sedangkan doping Ni serta Mn
mengganti!<&n Ion Fe + pada ~agJan oktahedral dari struktur kristal spinel. Dari perllitungan
tra
berdasarkan
XRD dldapatkan
spek- ukuran kristal untuk semua sampel < 10 nm, kecuali untuk Zno.6Nio.6F~04
yangukuran
memiliki
16,7 run. Lebih lanjut, nilai indeks bias sampel bervariasi bergantung pada doping
yang diberikan.
KATA KUNel: Ferit, nanokristal, spektroskopi inframerah, tetrabedal,
oktahedral

PENDAHULUAN
dan konstanta dielektrik bahan. SelainI.itu
peoingkatan kon-

sentrasi Mo juga mempengaruhi peoingkatan intensitas serapan subkisi oktahedml dari struktur kristal spinel.
Spektroskopi inframerah merupakan metoda untuk menenDalam
penelitian
ini digunakan
sampel
ferit dewasa
spinel MFe204
tukan
infonnasi
struktural
zat organik.
Namun,
ini
dengan
M=Zn,
Ni
dan
Mo.
Ferit
merupakan
sebuah
kelompok
metode spektroskopijuga diterapkan pada penelitian untuk zat
bahan
yang Spektroskopi
sangat penting
dalam kelas
ferimagnetik[5],
dan
anorganik.
inframerah
banyak
digunakan dalam
mempunyai
struktur
spinel
(tipe MgO.Al203)
sehingga
analisis kualitatif
dankristal
analisis
kuantitatif.
Metode anaIisisnya
umum disebut
dengan
fero-spinel
[6] dengan
penulisan yang
berdasarkan
pada
intemksi
gelombang
elektromagnetik
pada
lazim
dan
sesuai
strukturnya,
MO.Fe203'
Subkisi
MO
berdaerab inframera.h dengan materi berupa absorbsi pada frestruktur
ikatan
tetrahedml
(A), sedangkan
subkisi
Fe203 berkuensi atau
panjang
gelombang
tertentu yang
berhubungan
strukturkeadaan
ikatan oktahedral
(B). Satu
satuan
kristal MFe204
dengan
energi transisi
antarsel
tingkat
vibrasi-rotasi
dari
tersusun oleh 4 buah
kubus
A
dan
4
buah
kubus
B
yang
bermolekul.[l]
selang -seling.
Frekuensi atau panjang gelombang absorbsi bergantung
Analisis
komposisi fasa dan ukuran kristal dilakukan mepada Massa
rel~f atom-atom dalam gugus fungsional molekul,
lalui pengukuran dengan menggunakan difraktometri sinar-X
tetapan gaya ikatan antar atom dan struktur keseluruhan.
(XRD).
Sementara itu, dengan menggunakan
Pemanfaatan
spektroskopi ini didasarkan pada letak pita karakspektrofotometri
inframerah akan dikaji sebagai konfirmasi dari teori yang
teristik vibrasi dari gugus atom tertentu yang selalu muneul
sudah
ada yang
fenomena
penempatan
kation dopan
(M
= Zn,
Ni
sitas
nambahan
bah
antara
sinar
konsentrasi
intensitas
diterima
sinar
Mo
sampel
menyebabkan
yangsehingga
ditransmisikan
peoingkatan
nilai indeks
dengan
nilai
pada ftekuensi yang sama atau berdekatan
meskipun struktur
n.
METODOLOGI
dan
Mo)
dalam
struktur
kristal
spinel
ferit
MFe204,
apakah
@
Jurusan
Fisika
FMlPA
ITS
nyak
Kovaleva
biasnya
bat
kul
da
COo,6Zno,6MozFe2-z04
deks
mitansi
teknik
na
trum
Langkah
geometri
dilakukan
inmenempati
intensuai
Metode
Studi
superkonduktor
dan
untuk
terjadinya
dilakukan,
bias
dengan
yang
kopresipitasi,
memantau
dan
spektra
dkk.[3]
pertama
mengamati
dan
yang
molekulnya
oleh
diperoleh
frekuensi
bagiantetrahedml
fraksi
penurunan
absorbsi
Hemeda
digunakan
eontohnya
inframera.h
dan
serbuk
kadar
sistem
mol
bahan.[2]
yaitu
E-MAIL:
studi
merupakan
perubahan
serapan.
berbeda.
ion
yang
(x
dkk.[4]
dopan
kecepatan
Fe
pembentukan
bismuth
dalam
=
spektra
ketika
studi
clarminto33@yahoo.com
(Zo,
0,7
untuk
dibutuhkan
atau
dapat
Transmitansi
Hasil
Menurut
atau
tentang
;hubungan
atau
Mo
pembuatan
proses
0,8
inframerah
(Bi)
bahan
bagian
gelombang
dan
studi
impuritas
ditentukan
;distorsi
0,9
yang
kristal
pengendapan.[IO,
dinamika
Hemeda
kemudian
Ni)
anorganik
inframera.h
dan
oktahedral.
persentase
merupakan
ditimbang
dilakukan
sampel
struktur
060205-1
dari
Ieampuran
dalam
inftamerah
)[3,
yang
dkk.,
kisi
ferit
ditambah7,
telah
adalah
suatu
pa8].
moleoleh
berguSpeksetranspeDisakibaII]

J. FIS. DAN APL., VOL. 2, NO.2, JULI 2006 HENI SUNGKONO, dkk.

kan dengan larutan HCl (12 M) dan diaduk dengan meng4000


gunakan pengaduk magnetik dan dipanaskan pada temperatur 70C. Setelah warna larutan menjadi coklat pekat ditamS dibahkan larutan ~OH (6.5M) dengan tetap diaduk dan
uoo telah
panaskan. Pengadukan dibentikan ketika warna larutan
berubah menjadi hitam pekat. Hal ini bemrti larutan sudah
dalam kondisi homogen. Selanjutnya, larutan diendapkan dan
disaring. Selama proses penyaringan dicuci dengan meng3000
gunakan Aqua DM, kemudian dikeringkan dalam Iioven
pada
temperatur 100C, sehingga didapatkan sampel ferit MFe204
dalam bentuk serbuk. Langkah terakhir dilakukan pengujian
XRD dan spektroskopi inframerah. Pengujian Difraksi2500
SinarX dengan menggunakan Difraktometer Sinar-X JEOL 3530
20 30 40
60 60CuKa,
70
dengan sumber
siner
sedangkan pengujian
spektrosko2$ ,der) FTIRpi Inframerah dengan menggunakan Spektrofotometer
5300.

Fe304

m. BASIL DAN
PEMBAHASAN

2400 'WVT ...... ~

Dari pengujian dengan menggunakan XRD didapatkan pola


s
difraksi seperti pada Gambar 13200
(sebagai
contoh), yang
menunjukkan
spektra XRD dari Fe203 (ferit murni) dan ZnFe204
(I a::
(ferit dengan dopan). Puncak-puncak yang ditandai dengan
hurufS menyatakan intensitas yang berasal dari!difraksi
CI) 2800
strukg
s
tur kristal spinel dari ferit MFe204. Intensitas spinel ini menyatakan tingkat kemurnian fasa spinel yang terbentuk
dalam ferit MF~04. Berdasarkan hasil analisis didapatkan
sampel
bahwa fasa spinel yang terbentuk mencapai hampir 100%,
dan
jika ada impuritas konsentrasinya < 1 %. Hal ini berarti bahwa metode kopresipitasi telah berhasil digunakan untuk
20 30 60dengan
70
mendapatkan
sampel
kemurnian fasa yang sangat tinggi
(fasa tunggal). Hasil analisis kuantitatif dengan
mengguna26 (der)
kan persamaan Scherrer didapatkan nilai ukuran kristal (0)
seperti pada Tabel 1.
Tabel I: Ukuran Kristal ferit s!,inel MFI:204

Perbedaan
ukuran kristal ini
dipengaruhi oleh jejari
No.
Sampel
D(nm)ion
penyusunnya. Jari-jari ion Mn2+, Fe2+, Fe3+, Ni2+ dan Zn2+
A
babkan
ditempati
Zn2+
iondapat
Zn2+
menempati
dan Fe3+
sedangkan
bagian
Byang
secara
berurutan
masing-masing
adalah tetrahedral
0,8 bagian
A; 7,6 A;
7,OJl.
1.
Fe304
9,1
Ukuran
kristal
dari
sampel
ferit
terdoping
lebib
keeil
daripada
3.
dopan
ferit
sehingga
dikatagorikan
kan
normal
ukuran
puran)
mendekati
ini
gian
yang
;ditempaMn2+
gantikan
Fe304.
bib
da
meng7,2J1.
Dari
kristal
yang
Di
sampel
menyebabkan
spinel
banyakjenisnya
oktahedral
B
MFe204
terlalu
pibak
4.
Zn,
2.
Tabel
ditempati
mendekati
mempunyai
kristal
(ZnF~04)
Kation
dan
merupakan
dengan
sampel
ion
Ni
MFe204
jari-jari
Zno,5Nio,5Fe204,
lain,
1
6,2J1..
dan
besar
Fe3+,
menurun.
sebagai
terlihat
Fe304.
logam
menggantikan
sampel
yang
Mn
oleh
adanya
maupun
jari-jari
mudahltidaknya
ion
antara
yang
Dapat
ukuran
sedangkan
daripada
faktor
menyebabkan
Hal
penyusun
bahwa
dua
nanokristal.
Fe3+
digunakan
diperoleh
ferit
kation
ini
diamati
ion
ion
macam
spinel
penyebab
kristal
sedangkan
menunjukkan
nilai
Zno,5Nio,5Fe204
Fe2+.
baik
dopan
ion
ion
Ni2+
dopan
sampel
invers
logam
dalam
yang
ukuran
bahwa
ion
Sampel
pada
jauh
Fe2+.
fasa
ukuran
Hal
dan
dan
menurunkannya
logam.
dalam
lebib
di
(Fe304,
Zno,5Nio,5Fe204
jari-jari
inilah
spinel
bagian
penyusun
eksperimen
ion
jari-jari
Perbedaan
Mn2+
kristal
bawah
bahwa
dengan
kristal
Fe
besar
Subkisi
struktur
yang
060205-2
terbentuk.
(spinel
ion
A
yang
NiF~04'
masuk
sampel
ion
100
maupun
pemberian
ferit
spinel
Fe304.
daripada
Ni2+
menyeZn2+
jejari
ini
digantibagian
nm,
Fe304.
camukuran
spinel
ke
dapat
dan
leHal
Pabaion
ba5.
Zno.5Nio.5Fe204
MnFe204
ZnFe204
NiFe204
16,7
8,7
6,7
5,0
MnF~04)
mempunyai
ukuran
kristal
di
bawah
10
nanometer.