Anda di halaman 1dari 6

Harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia: Sejarah dan

Perkembangannya
A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi, hal yang paling signifikan terjadi adalah semakin
majunya

perdagangan

di

dunia.

Banyak

sekali

perusahaan

yang

ingin

mengembangkan bisnisnya. Seiring dengan hal tersebut maka pasar bursa juga
semakin dipadati oleh para investor baik individu maupun korporasi dari berbagai
belahan dunia.
Globalisasi ternyata secara tidak langsung memberikan dampak bagi dunia
akuntansi di seluruh dunia. Hal tersebut secara khusus berdampak pada mekanisme
pelaporan informasi akuntansi. Bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan
cross-border operation hal tersebut selanjutnya menimbulkan masalah pelaporan
keuangan. Standar akuntansi yang berlaku di suatu Negara berbeda dengan yang
ada di Negara lain. Oleh karenanya, perusahaan harus menyusun laporan keuangan
sesuai dengan standar akuntansi tempat dimana sahamnya terdaftar. Selain itu,
perusahaan juga harus menyusun dan mengkonversi laporan keuangan tersebut
sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Negara asal kantor pusat berada
(Giri, 2008).
Dengan tidak seragamnya standar akuntansi yang ada, Hal tersebut tentu
saja membuat biaya pelaporan menjadi tinggi . Selain itu, Laporan keuanganpun
menjadi sangat sulit untuk dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan lain
yang sejenis. Badan standar akuntansi kemudian menyadari hal ini, bahwa untuk
memfasilitasi globalisasi dan mendukung kemajuan investasi di seluruh dunia
diperlukan standar pelaporan akuntansi yang seragam.
B. Sejarah dan Perkembangan Standardisasi Laporan Keuangan
Di Indonesia, konvergensi laporan keuangan tidak dilakukan secara begitu saja dan
serta merta tetapi melewati proses harmonisasi. Harmonisasi didefinisikan sebagai
proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan
menentukan seberapa besar praktik tersebut dapat beragam. Proses selanjutnya
setelah

harmonisasi

adalah

konvergensi.

Konvergensi

lebih

spesifik

dari

harmonisasi. Proses konvergensi dilakukan melalui pengadopsian penuh seluruh


standar akuntansi internasional sehingga tidak ada perbedaan antara standar lokal
dengan Internasional. Sampai dengan tahun 2015, Indonesia tidak lagi berada pada
level harmonisasi tetapi sudah dalam taraf konvergensi standar akuntansinya.
Sebelum beranjak pada pembahasan taraf konvergensi, Berikut disajikan sejarah
perkembangan standar akuntansi di Indonesia:
-

Selama dalam masa penjajahan Belanda, tidak ada standar akuntansi


yang dipakai di Indonesia. Standar yang dipakai bertumpu pada sound

business practice dengan gaya belanda.


Sampai tahun 1955: Indonesia belum mempunyai undang-undang resmi/

peraturan tentang standar akuntansi


Tahun 1974: Indonesia mengikuti standar akuntansi yang dibuat oleh IAI

yang disebut dengan prinsip akuntansi.


Tahun 1984: Prinsip akuntansi Indonesia ditetapkan menjadi standar

akuntansi.
Akhir tahun 1984: Standar akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang

bersumber dari IASC (International Accounting Standard Committee)


Sejak tahun 1994: IAI sudah menyetujui dan berkomitmen untuk IFRS dan

memulai proses harmonisasi standar akuntansi


Tahun 2008: Memulai adopsi sebagian standar IFRS
Tahun 2012: Mulai melakukan konvergensi standar akuntansi di Indonesia.
Tahun 2015: Konvergensi masih dilakukan untuk beberapa standar
akuntansi yang belum selesai.

Di Indonesia, terdapat empat pilar standar akuntansi yang diantaranya adalah:


-

Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK)


Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik Signifikan (

SAK ETAP)
Standar Akuntansi Syariah (SAK Syariah)
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)

Sejak tahun 2012, Dewan Standar Akuntansi di Indonesia sudah menyetujui dan
mulai melakukan Konvergensi PSAK dan sampai dengan tahun 2015, proses
konvergensi masih terus dilakukan dan diperbaiki. Berikut disajikan beberapa PSAK
yang sampai dengan saat ini sudah konvergen dengan IFRS:
Tabel 1
Konvergensi PSAK terhadap IFRS (sampai dengan 2015)

No
1
2
3
4

IFRS
IFRS 10: Consolidated Financial
Statement
IFRS 11: Joint Arrangement
IFRS 12: Disclosure of Interest in
Other Entities
IFRS 13: Fair Value Measurement

IFRIC 18: Transfer of Asset from


Cutomers

IFRIC 19: Extinguishing Financial


Liabilities With Equity
Measurement
IFRIC 20: Stripping Cost in the
Production Phase of Surface Mining

8
9
10

IFRIC 21: Levelies


IAS 41: Agriculture
IAS 1: Presentation of Financial
Statement

11

IAS 19: Employee Benefit

12

IAS 27: Separate Financial


Statement
IAS 28: Investment in Associate
and Joint Ventures
IAS 32: Financial Instruments:
Presentation

13
14

15

IAS 36: Impairment of Assets

16

IAS 39: Financial Instruments:


Recognition and Measurement

17

IAS 12: Income Tax

18

IFRS 7: Financial Instrument


Disclosure

Perubahan
PSAK 65: Laporan Keuangan
Konsolidasian efektif 1 Januari 2015
PSAK 66: Pengaturan Bersama efektif 1
Januari 2015
PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan
dalam Entitas Lain efektif 1 Januari 2015
PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar efektif 1
Januari 2015
ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan
efektif 1
ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan
dengan Instrumen Ekuitas efektif 1
Januari 2014
ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah
Tahap Produksi pada Pertambangan
Terbuka
Masih dalam pembahasan
Masih dalam Pembahasan
PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
efektif 1 Januari 2015, revisi PSAK 1
tahun 2013
PSAK 24: Imbal Kerja efektif 1 Januari
2015
PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri,
revisi tahun 2013 Efektif 1 Januari 2015
PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi
dan Ventura Bersama
PSAK 50:Instrumen Keuangan: Penyajian,
disahkan pada 29 April 2014, berlaku
efektif 1 Januari 2015
PSAK 48: Penurunan Nilai Aset, disahkan
pada 29 April 2014 , berlaku 1 Januari
2015
PSAK 55: Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran (Disahkan
pada 29 April 2014, berlaku 1 Januari
2015)
PSAK 46: Pajak Penghasilan, disahkan
pada 29 April 2014, berlaku 1 Januari
2015
PSAK 60: Instrumen Keuangan:
Pengungkapan, disahkan pada 29 April
2014 berlaku pada 1 Januari 2015.

Sumber: https://staff.blog.ui.ac.id/martani/pendidikan/slide-psak/
Diharapkan dengan adanya konvergensi standar akuntansi Indonesia dengan
standar akuntansi Internasional dapat memberikan kontribusi yang signifikan
dalam memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan
standar akuntansi yang dikenal secara internasional, meningkatkan arus investasi
global dan lokal melalui proses transparansi yang lebih baik, menurunkan biaya
modal dengan membuka peluang fund rising

melalui pasar modal, dan dapat

menciptakan efisiensi dalam penyiapan laporan keuangan untuk kepentingan


pengambilan keputusan para investor.

Daftar Pustaka
Giri, Ferdinan Efrain, Konvergensi Standar Akuntansi dan Dampaknya Terhadap
Pengembangan Kurikulum Akuntansi dan Proses Pembelajaran Akuntansi di Perguruan Tinggi
Indonesia, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol. No. 2. 2008
Qu and Zang, Measuring the Convergence of National Accounting Standard with International
Financial Reposting Standard: The Application of Fuzzy Clustering Analysis, The International
Journal of Accounting, November 2008.
Wahyuni, Ika Nining, Dampak Implementasi IFRS terhadap Pendidikan Akuntansi di
Indonesia, Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 2011.
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/pendidikan/slide-psak/

Harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia: Sejarah dan


Perkembangannya

Disusun Oleh:
Ajeng Tita Nawangsari/041424253003

Magister Akuntansi Universitas Airlangga


Tahun Akademik 2014/2015