Anda di halaman 1dari 8

Pertanyaan

1. Jelaskan dengan ringkas mengapa mahasiswa peserta Program Pascasarjana

Universitas Padjadjaran wajib mengikuti mata kuliah Filsafat Ilmu!.

2. Anda telah dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan pengetahuan/

sains dan filsafat ilmu dengan berbagai aliran filsafat yang mendasarinya sejak

zaman Yunani kuna sampai sekarang.

Apa pendapat/kritis anda melalui perbandingan dengan buku-buku yang telah

membahasnya, antara lain:

Buku-buku Hidayat Nataatmadja (1982-1984), terutama “Krisis Manusia

Modern” (1994),

Mahdi Ghulsyani (1988) : “Filsafat Sains menurut al-Quran”, terutama bagian

“Pengantar oleh Haidar Bagir dan Zainal Abidin (“Filsafat Sains Islam,

Kenyataan atau Khayalan”).

Syed Muhammad Naquib al-Attlas (1995); “Islam dan Filsafat Sains”.

Herman Soewandi (1999); “Roda Berputar Dunia Bergulir, Kognisi Baru tentang

Timbul Tenggelammnya Sivilisasi” danbuku-bukunya yang lain,

Donny Gahral Adian (2002); “Menoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan”.

3. Dengan mengambil contoh dalam cabang/bidang ilmu yang menjadi kajian atau

perhatian Anda, tuliskan paling sedikit tiga buah yang berbeda jenis atau variasi

mengenai:

Konsep (pengertian)

Proposisi (pernyataan)

Proposisi kategorik

1
Proposisi kondisional

Penalaran deduktif langsung

Oposisi (perlawanan)

Konversi (pembalikan)

Observi

Penalaran deduktif tak langsung (silogisme);

Silogisme kategorik, baik sebagai silogisme maupun sebagai proposisi

hipotetik

Silogisme kondisional

Catatan:

Mohon didingat penalaran itu harus dengan prosedur yang sah, premis atau

premis-premis yang benar dengan susunan yang tepat, dan menghasilkan konklusi

yang benar sehingga penalaran itu logis.

Jawaban No 1

Pada dasarnya pengenalan terhadap Filsafat Ilmu bagi mahasiswa pascasarjana

untuk mengetahui teori pengetahuan secara umum dan pemahaman mengenai hubungan

teori dengan metodelogi yang membentuk ilmu pengetahuan.

Belajar filsafat berarti belajar untuk memahami segala sesuatu dengan

mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang

diermasalahkan. Pertanyaan-pertanyaan itu akan membuat kita mencoba menjawab.

Jawaban-jawaban tersebut harus melalui cara-cara yang benar. Nah cara menjawab inilah

yang harus dilandasi dengan olah pikir. Olah pikir dalam memperoleh pengetahuan yang

2
benar harus dilandasi oleh nalar. Berpikir secara nalar merupakan proses berpikir secara

logis dan analitis yang disebut berpikir secara ilmiah.

Berpikir secara ilmiah merupakan gabungan cara berpikir secara deduktif dan

induktif. Berfikir secara deduktif adalah cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang

bersifat khusus berdasarkan pada pernyataan yang bersifat umum. Sedangkan cara

berpikir induktif adalah cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum

berdasarkan pernyataan yang bersifat khusus.

Cara-cara berpikir diatas menjadi landasan dari timbulnya pengetahuan.

Pengetahuan ini muncul akibat adanya pertanyaan filsafat yaitu apa, bagaimana,

sejauhmana, mengapa. Pertanyaan tersebut timbul atas dorongan hasrat manusia yaitu

rasa ingin tahu.

Landasan pengetahuan (epistemology) yang telah ada dikembangkan lebih lanjut

sehingga munculah ilmu/sains. Sains ini berasal dari fakta-fakta yang terjadi kemudian

diolah dengan menggunakan kerangka berpikir secara deduktif (rasional) dan induktif

( empiris).

Dengan demikian berpikir secara ilmiah berawal dari rasa ingin tahu untuk

mencari kebenaran. Ini merupakan landasan bagi pondasi keilmuan dalam mencari

kebenaran objek dari suatu disiplin ilmu atau bagaimana cara memperoleh ilmu.

Berdasarkan penjelasan diatas makan para mahasiswa tahun pertama pascasarjana

unpad perlu untuk mengetahui proses terbentuknya bidang keilmuan yang digelutinya.

Dengan mengetahui filsafat ilmu diharapkan para mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh

tentang ilmu itu sendiri dan mengembangkan bidang keilmuannya berdasarkan apa yang

dipelajarinya bagi perkembangan dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

3
Jawaban No 2

Untuk menjawab pertanyaan nomer dua, terlebih dahulu dilakukan pembagian

filsafat ilmu berdasarkan pada aliran-aliran filsafat yang ada dari zaman yunani kuno

sampai sekarang.

Aliran-aliran filsafat dapat dibagi menjadi :

1. Aliran Yunani kuno

Aliran ini memfokuskan pada pertanyaan mengenai pemikiran mistis kearah logis.

Mencari penjelasan logis berdasarkan rasio. Pada masa ini kebanyakan filsuf

mempertanyakan masalah alam yang merupakan cikal bakal disiplin ilmu fisika.

2. Filosof-Filosof Manusia (Pythagoras, Socrates, Plato, Aristoteles)

Aliran filosof ini mulai beralih dari fokus pertanyaan yang awalnya mengenai

alam semesta menjadi persoalan manusia dan interaksinya. Displin ilmu yang

muncul adalah etika.

3. Aliran Abad Pertengahan

Aliran filsafat abad pertengahan memfokuskan perenungannya pada masalah

spiritual teosentris. Berpusat pada kebenaran Wahyu Tuhan. Pada masa ini

kebenaran utama adalah kebenaran teologis dengan alasan bahwa manusia tidak

dapat mencapai pengetahuan sejati tanpa mengindahkan kebenaran ilahi.

4. Aliran Filsafat Modern

Filsafat moderen ditandai dengan adanya gerakan renaisans. Gerakan renaisans ini

timbul akibat pengekangan terhadap pengetahuan. Renaisans ini merupakan

sumbangsih pemikiran filsuf muslim yang menterjemakan teks-teks yunani kuno

kedalam bahasa arab yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa eropa.

4
Pada masa ini rasio merupakan sumber satu-satunya bagi pengetahuan, kesan-

kesan indrawi dianggap sebagai ilusi yang hanya dapat diatasi oleh rasio. Selain

itu penekanan terhadap empiris yang menitik beratkan kepada pengamatan

empiris bukan semata-mata penalaran deduksi belaka.

5. Aliran Positivisme

Salah satu aliran yang memandang empiris sebagai nilai objektif yang paling

tinggi membuahkan aliran baru yaitu positivisme yang dipelopori oleh Auguste

Comte. Kriteria ilmu pengetahuan yang benar menurut aliran positivisme yaitu

objektif, fenomenalisme, reduksionisme, dan naturalisme.

6. Aliran Alam Simbolis

Reaksi terhadap aliran positivisme yang menyebabkan kekeringan perasaan

manusia akibat hukum detrministik-mekanis membuat fokus perhatian terhadap

manusia. Manusia bukanlah benda mati yang bergerak semata-mata berdasarkan

stimulus-respon, rangsangan, dan reaksi sebah akibat. Manusia menurut aliran ini

adalah mahluk simbolik yang menghasilkan ilmu pengetahuan, seni, religi dan

bahasa.

7. Aliran Posmodernisme

Pada Pada masa kini muncullah aliran posmodernisme yang anti terhadap ide-ide

kemajuan, emansipasi, linieritas sejarah, dan sebagainya. Posmederisme

merupakan terminologi untuk mewalikili suatu pergeseran wacana di bidang seni,

arsitektur, sosiologi, literatur dan reaksi keras terhadap wacana moderenisme

yang terlalu mendewakan rasionalitas sehingga mengeringakan suasana batin.

5
Berdasarkan pada aliran-aliran filsafat diatas maka baru dapat dibandingkan

dengan rujukan/referensi buku yang disarankan.

Pada masa ini, posmoderenisme lah yang sedang berkembang, adapun alasannya

adalah karena akibat-akibat yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan yang dilandasi oleh

aliran positivisme. Pendewaan terhadap rasioalitas dan pendukungan universitas terhadap

kaidah-kaidahnya membuat legitimasi yang kokoh.

Pada kenyaataanya bahwa alam semesta ini terdiri dari yang terlihat dan tidak

terlihat. Rasionalitas yang menitikberatkan pada aspek pengamatan yang terlihat dan

asumsi yang dibuat membuat celah adanya kekurangan dalam membuat kesimpulan.

Asumsi yang dibuat berdasarkan pada persepsi individu hanya tergantung dari

pengetahuan, latar belakang sosial, budaya lingkungannya saja. Jadi persepsi individu

yang berada pada tempat yang berlainan dan berjauhan sangat berbeda satu sama lain.

Dengan demikian hasil pengambilan keputusannyapun akan sangat berbeda. Secara

metodelogi pengambilan keputusan baik melalui deduksi maupun induksi akan sangat

tergantung dari asumsi yang dibuatnya.

Banyak masalah yang timbul akibat keputusan yang dibuat dengan pendekatan

ekonomi modeling, seperti kejadian krisis finansial sekaang ini. Secara metodelogi ada

celah kekurangan dengan menerapkan model ekonomi seperti model ekonometrika.

Dimana asumsi yang diambil mengabaikan variabel-variable yang berpengaruh tetapi

tidak telalu signifikan sehingga hasilnya pun akan menjauhi dari masalah atau ada

sebagian masalah yang tidak terselesaikan dan akan menimbulkan permasalahan baru.

6
Secara sederhana model dibuat untuk menyederhanakan masalah yang dihadapi,

artinya keputusan yang akan dijalankanpun tidak akan dapat menyelesaikan masalah

secara tuntas. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan secara menyeluruh agar

permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tuntas. Walaupun ada pernyataan

yang berkembang bahwa kita dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kita

lakukan. Tetapi jika kita tahu bahwa model-model tersebut salah dan tidak ada upaya

memperbaikinya untuk apa dipertahankan lebih baik cari cara lain yang mungkin dapat

meminimalkan resiko kesalahan tersebut.

Dengan demikian alangkah bijaknya jika adanya kesadaran dari ilmuwan untuk

melihat kembali permasalahan-permasalahan tersebut. Bermunculannya filsuf-filsuf

muda dengan persepsi yang baru sangat bermanfaat bagi intelektual-inteltual di masa

yang akan datang.

Jawaban No 3

Bidang kajian : ilmu ekonomi/manajemen

1. Bisnis merupakan cara-cara yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya

yang dimilikinya untuk menghasilkan nilai tambah.

PT Telkom Tbk adalah perusahaan bisnis jasa telokomunikasi yang menghasilkan

nilai tambah.

Telkom fleksi adalah produk jasa telekomunikasi PT Telkom bk

Telkom fleksi menghasilkan nilai tambah bagi PT Telkom Tbk

7
2. Sistem informasi manajemen merupakan kumpulan dari subsistem-subsistem

yang berhubungan secara harmonis dan mengasilkan tujuan informasi yang

berguna bagi pihak manajemen.

Sistem informasi akutansi adalah sub sistem sistem informasi manajemen

Sistem informasi pemasaran adalah sub sistem sistem informasi manajemen

Sistem informasi keuangan adalah sub sistem sistem informasi manajemen

Sistem informasi produksi adalah sub sistem sistem informasi manajemen

SEMUA sistem informasi yang mendukung manajemen adalah sub sistem

informasi manajemen

3. Informasi merupakan kumpulan data-data atau peristiwa yang dapat berupa angka

atau huruf atau simbol yang berguna.

Informasi keuangan sangat berguna bagi manajer keuangan

Transaksi penjualan merupakan informasi keuangan

Transaksi penjualan sangat berguna bagi manajer keuangan