Anda di halaman 1dari 12

Aspek K3

pada Unit
Rekam Medik

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keselamatan kerja atau Occupational Safety adalah suatu
pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah
kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.1
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan sistem
perlindungan tenaga kerja.Keselamatan dan kesehatan kerja
harus diperhatikan di ruang penyimpanan rekam medis.Hal
tersebut dapat mengurangi angka resiko terjadinya kecelakan
kerja.Prosedur keselamatan harus terpampang dengan jelas
di ruang penyimpanan

1.2 Tujuan Penelitian


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja(K3) pada petugas unit penyimpanan rekam medis di
rumah sakit IBNU SINA
1.2.2. Tujuan Khusus
Untuk mengetahui faktor hazard yang dialami petugas unit rekam
medik
Untuk mengetahui tentang alat kerja, dan cara kerja/proses yang
digunakan yang dapat mengganggu kesehatan petugas unit rekam
medik
Untuk mengetahui ketersediaan P3K ditempat kerja petugas unit
rekam medik
Untuk mengetahui pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan
sesuai peraturan (sebelumkerja, berkala, berkalakhusus) dan
keluhan yang dialami
Untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri di tempat kerja
oleh petugas unit rekam medik
Untuk mengetahui konstruksi bangunan unit rekam medik dalam
kaitannya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja
Untuk
mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan
kebakaran di unit rekam medik

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi
2.1.1 Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja mengacu pada Komisi Gabungan ILO/WHO dalam kesehatan kerja
pada tahun 1950 yang disempurnakan pada tahun 1995 adalah upaya mempertahankan
dan meningkatkan derajat kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan sosial semua pekerja
yang setinggi-tingginya.
2.1.2 Kecelakaan Kerja
Kecelakaan menurut Fank E. Bird yaitu suatu kejadian yang tidak diinginkan yang
menimbulkan kerugian pada manusia (menyebabkan orang cedera), kerusakan properti,
lingkungan ataupun kegiatan proses kerja, sebagai akibat dari kontak dengan sumber
energi seperti mekanis, kimia, kinetik dan fisik yang melebihi batas kemampuan tubuh,
alat atau struktur.
2.1.3 Bahaya
Bahaya atau hazard adalah keadaan atau situasi yang potensial dapat menyebabkan
kerugian seperti luka, sakit, kerusakan harta benda, kerusakan lingkungan kerja, atau
kombinasi seluruhnya

2.1.4 Bahaya Kesehatan


Bahaya atau hazard kesehatan adalah hazard yang berpotensi menimbulkan gangguan
kesehatan. MenurutKurniawidjaja, 2010 Bahaya atau hazard dapat digolongkan berdasarkan
jenisnya yaitu:

Hazard Tubuh
Pekerja
somatic hazard

hazard yang berasal dari dalam tubuh pekerja yaitu kapasitas kerja dan
status kesehatan pekerja
Contoh: seorang pekerja yang buta warna bila mengerjakan alat elektronik
yang penuh dengan kabel listrik yang warna-warni dapat membahayakan
dirinya maupun orang lain orang lain disekelilingnya bila ia salah
menyambung warna kabel tertentu

Hazard Prilaku
Kesehatan
behavioral hazard

hazard yang terkait dengan perilaku pekerja


Contohnya antara lain model rambut panjang diruang mesin berputar telah
mengakibatkan seorang pekerja di tambang batubara tertarik dalam mesin
dan tubuhnya hancur akibat tergiling mesin penggiling bongkahan batu
(crusher).

Hazard Lingkungan
Kerja
environmental
hazard

berupa faktor fisik, kimia, dan biologik.Faktor fisik, kimia dan biologik
yang berada ditempat kerja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan
bila kadarnya atau intensitas pajanannya tinggi melampaui toleransi
kemampuan tubuh pekerja.

2.2 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem
program yang dibuat bagipekerja maupun pengusaha sebagai upaya
pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan danpenyakit kerja akibat
hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali halhalyang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat
hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian.
Dessler (1992) mengatakan bahwa program keselamatan dan
kesehatan kerja diselenggarakan karena tiga alasan pokok
1.

Moral

2.

Hukum

3.

Ekonomi

2.2 Ketersediaan Kotak P3K


Dibutuhkan dalam keadaan darurat maupun kecelakaan, untuk menyelamatkan nyawa
atau mencegah kematian, mencegah cacat yang lebih berat, dan menunjang penyembuhan

2.4 Pemeriksaan Kesehatan


Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dilakukan supaya memastikan pekerja sehat
secara fisik dan mental untuk melakukan pekerjaannya serta tidak menderita penyakit
menular yang dapat mempengaruhi pekerja lain. Pemeriksaan khusus untuk pekerja yang
melakukan pekerjaan dengan resiko-resiko tertentu dan mengeluh tentang masalah
kesehatan. Pemeriksaan berkala dilakukan oleh dokter sekurang-kurangnya setahun sekali

2.5 Resiko Penyakit yang Dapat Muncul


Beberapa penyebab kelelahan pada industri adalah intensitas dan lamanya kerja
fisik atau mental, lingkungan (iklim, pencahayaan, dan kebisingan), irama
circardian, masalah psikis (seperti tanggung jawab, pikiran dan konflik), penyakit
yang dialami dan nutrisi. Gejala kelelahan:
1. perasaan letih, mengantuk
2. pusing dan tidak enak dalam bekerja
3. semakin lamban dalam berpikir
4. menurunnya kewaspadaan
5. persepsi yang lemah dan lambat
6. tidak semangat bekerja
7. penurunan kinerja tubuh dan mental

2.6 Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Adapun alat pelindung diri yang sering digunakan di ruang kerja adalah : 8
Safety helmet, berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.
Sepatu pelindung, berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda
tajam,alat berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya.
Sarung tangan, berfungsi alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat
mengakibatkan cedera tangan.
Tali pengaman, berfungsi sebagai pengaman saat bekerja diketinggian.
Masker, berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara yang
buruk, misal berdebu,beracun, berasap,dan sebagainya.

2.7 Kontruksi Bangunan


Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan) diantaranya:
7.
Seleksi material
8.
Kualitas Udara
9.
Kontrol terhadap lingkungan
10.
Kualitas pencahayaan
11.
Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna
12.
Penggunaan central stabilizer
13.
Kontrol terhadap kebisingan
14.
Konsep disain dan letak furniture
15.
Hygine dan sanitasi ruang kerja
16.
Toilet

2.8 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran


Pencegahan dan penanggulangan kebakaran adalah usaha menyadari atau
mewaspadai akan faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya
kebakaran dan mengambi langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan
tersebut menjadi kenyataan
Peralatan pencegahan kebakaran:
1.
APAR
2.
Hydrant, alat penyedia cadangan air
3.
Detektor asap
4.
Fire Alarm
5.
Spinkler

BAB III
METODOLOGI
3.1 Bahan dan Cara
3.1.1 Peralatan yang diperlukan
Peralatan yang diperlukan untuk melakukan walk through survey (survey jalan sepintas)
dalam rangka untuk survey kesehatan dan kedokteran kerja pada unit rekam medik di RS
IBNU SINA , diantaranya:
1. Alat tulis menulis
2. Kamera
3. Check list
3.1.2 Cara Pemantauan
Memantau dan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja
pada unit rekam medik Rumah Sakit Ibnu Sina. Pemantauan ini dilakukan dengan metode
walk through survey dengan menggunakan wawancara dan check list.

3.2 Lokasi
Lokasi survey kesehatan dan kedokteran kerja yang dijalankan adalah pada unit rekam
medik Rumah Sakit Ibnu Sina.

3.3 Jadwal
Waktu pelaksanaan survey ini dilaksanakan padatanggal 17 Februari 2016.
No.

Tanggal

Kegiatan

1.

15 Februari 2016 Melapor ke bagian K3 RS Ibnu Sina


Pengarahan kegiatan

2.

16 Februari 2016 Pembuatan proposal

3.

17 Februari 2016 Walk Through Survey

4.

18 Februari 2016 Pembuatan laporan Walk Through Survey

5.

19 Februari 2016 Presentasi laporan Walk Through Survey

3.4 Alur dan Prosedur Kerja Rekam Medik