Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM TUMBUHAN PAKU

1:32 AM NGURAH

I. TUJUAN
menjelaskan struktur Tubuh paku beserta fungsinya dan mengamati struktur
sporofit dan gametofit paku.
II.DASAR TEORI
Tumbuhan Paku merupakan golongan tumbuhan yang telah berkosmus
(mempunyai akar, batang dan daun).
1. Ciri ciri tumbuhan paku
Memiliki 4 struktur penting, yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril) yang
terdapat
disekeliling
organ
reproduksi.
Embrio
multiseluler
yang terdapat dalam arkegonium. Kutikula pada bagian luar dan yang paling
penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat
makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti
pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat
tinggi. Struktur tubuh :
Akar
Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas
sel sel yang dapat dibedakan dengan sel sel akarnya sendiri.
Batang
Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat didalam
tanah berupa rimbang, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul
diatas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan
tetapi ada batang bebrapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon/paku
tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang kadang bercabang
misalnya : Alsophilla dan cyathea.
Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. berdasarkan
bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis,
daging daun, dan tulang daun.
a) Makrofil
Daun ini berbentuk kecil kecil seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai
dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak
dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun.
b) Mikrofil
Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangaki dan bertulang daun,

serta bercabang cabang. Sel sel penyusunnya telah memperlihatkan


diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga
karang,
tulang
daun,
serta
stomata
(mulut
daun).
1)
2)

1)
2)
3)

2.

3.

1)
2)
3)
4)

Ditinjau dari fungsinya , daun tumbuhan paku dibedakan atas:


Tropofil : Merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis.
Sporofil : Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora. Tetapi daun ini juga
dapat melakukan fotosintesis, sehingga disebut pula sebagai troposporofil.
Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan , tumbuhan paku dapat
dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini :
Paku Homospora (isospora) : Menghasilkan satu jenis spora , misalnya
Lycopodium (paku kawat).
Paku Heterospora : Menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan; yaitu
mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin
betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).
Paku Peralihan : Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan
heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan
ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin
jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku
ekor kuda).
Habitat Tumbuhan Paku
Habitatnya didarat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah,
tepi pantai, lereng gunung, 350 meter diatas permukaan laut terutama
didaerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada
tumbuhan
lain.
Reproduksi Tumbuhan Paku Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual
(vegetative), yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas).
Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung
spora.
Reproduksi secara seksual (generative) melalui pembentukan sel kelamin
jantan dan betina oleh alat alat kelamin (gametogonium). Gametogonium
jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina
menghasilkan sel telur (ovum). Sepertihalnya tumbuhan lumut, tumbuhan
paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).
Peranan tumbuhan paku dalam kehidupan manusia.
Dibawah ini adalah beberapa tumbuhan paku yang bermanfaat bagi manusia
diantaranya adalah :
Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium
bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium sp), suplir (Adiantum sp) dan
paku rane (Selaginella sp)
Penghasil obat obatan misalnya : Aspidium sp, Dryopteris filix mas, dan
Lycopodium clavatum.
Sebagai sayuran, misalnya semanggi (Marsilea crenata) dan Pteridium
aqualium.
Sebagai bahan pupuk hijau, misalnya Azolla piata.

5) Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga, misalnya


Lycopodium cernuum.
6) Tumbuhan paku lebih maju dari pada lumut karena sporofit tumbuhan paku
memiliki :
a) Sistem transportasi (xylem dan floem) yang berkembang dengan baik.
b) Kutikula dan stoma tahan air yang mengontrol kekurangan air.
c) Adanya akar, batang dan daun.
4. Kalsifikasi Tumbuhan Paku
Dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu psilophyta, Lycophyta, Sphenophyta dan
Pterophyta.
1) Psilophyta
Merupakan tumbuhan paku sederhana dan hanya memiliki dua genera,
contoh yang sudah dikenal adalah Psilotum sp. Yang tersebar luas didaerah
tropic dan subtropik.
2) Lycophyta
Lycodium sp dapat menghasilkan spora tunggal yang akan berkembang
menjadi gametofit biseksual yang memiliki organ jantan maupun betina.
Sellaginella sp merupakan tanaman heterospora, karena dapat menghasilkan
dua jenis spora. Spora yang berukuran besar disebut megaspore, yaitu
merupakan gamet betina yang akan membentuk arkegonia. Spora yang
berukuran kecil disebut mikrospora yang akan membentuk gamet jantan
atau anteridia.
3) Sphenophyta
Sering disebut paku ekor kuda. Peristiwa meiosis pada tumbuhan ini terjadi
dalam sporangia dan akan menghasilkan spora haploid. Gametofit yang
berkembang dari spora berukuran sangat kecil, tetapi dapat melakukan
fotosintesis dan hidup secara bebas.
4) Pterodophyta
Banyak terdapat dihutan subtropis maupuan didaerah tropis . paku
pterophyta mempunyai daun daun yang lebih besar dibandingkan divisi
lainnya. Ada 2 jenis daun yaitu negafil dan mikrofil, megafil mempunyai
sistem percabangan pembuluh, sedangkan mikrofil adalah daun yang
tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan
pengangkut. Contohnya Marsilea crenata dan Asplenium nidus.
III.

III. ALAT DAN BAHAN


III.1. ALAT
lup/kaca pembesar
III.2. BAHAN
Beberapa spesies dari tumbuhan paku

IV.

IV. CARA KERJA

1) Carilah tumbuhan paku di tepi sungai atau matang, cari pula tumbuhan
suplir dan pakis (Nephrolepis) ambilah tumbuhan paku yang daunnya
bersefora ( dipermukaan daun seblah bawah tampak spora berupa bintikbintik kehitaman.
2) Amati tumbuhan tersebut kemudian tentukan bagian akar batang dan
daunnya, carilah sorus, sporangium dan spora, apakah semua spora
berukuran sama(homospora) ataukah ada 2 macam ukuran Spora
(heterospora)?
3) Catatan, jika ada mikroskop, amati dengan menggunakan microskop,jika
tidakdibandingkan dengan gambar yang tersedia
4) Jelaskan Fungsi dari setiap gambar yang kamu amati
5) Buat laporan dan kuplkan sebagai bahan portofolio
6) Buatlah herbarium dari tanaman pak. Setelah itu berilah keterangan buatlah
bingkai,tempelkan dikelasmu atau diruangan sekolahsebagai media belajar.
V.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


V.1. Hasil Pengamatan

V.2. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami mengamati Tumbuhan paku


(Pterydhopyta) secara
makrokopis
yaitu
dari
spesies
Davallia
trichomanoides, Adiantum sp, Javanicum Trichomanes dan Nephrolepis sp.
Dengan tujuan Mengklasifikasikan berdasarkan karekteristik preparat, dan
Mengamati bentuk tubuh dari masing-masing preparat tersebut. Tumbuhan
paku (Pterydhopyta) adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki
sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk
reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan
spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.
Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku
pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi
biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus
dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang
bervariasi (sampai 6 m). Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran
keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit.
Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit
karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan
protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan
kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi
memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun.
Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari
prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil
spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ
penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air
sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang
terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi
tumbuhan paku baru. Tumbuhan paku dapat dikelompokkan sebagai berikut.
Divisio
: Lycophyta
dengan satu kelas
: Lycopsida.
Divisio
: Pteridophyta
dengan empat kelas monofiletik:
-Psilotopsida, mencakup Ophioglossales.
-Equisetopsida
-Marattiopsida dan Polypodiopsida (=Pteridopsida, Filicopsida)
Pengamatan yang pertama yaitu kami mengamati pada spesies Davallia
trichomanoides. Pada Davallia trichomanoides kami mendapatkan bentuk
daun runcing dan setiap batang memiliki daun yang sama sejajar tempatnya,
Enthal menyirip ganda dua, tebal dan sedikit kaku, warna hijau tua; anak
enthal berbagi. Sori terdapat pada ujung anak enthal. Rhizome berambut
halus, tersusun rapat dan panjang.
Klasifiksi dari Davallia trichomanoides adalah:

Regnum
Divisio
Classis
Ordo
Familia
Genus
Spesies

: Plantae
: Pteridophyta
: Filicinae
: Filices
: Polypodiaceae
: Davallia
: Davallia trichomanoides

Selanjutnya pengamatan yang kedua yaitu pada Adiantum sp kami


mendapatkan bentuk daunnya tidak berbentuk memanjang, tetapi
cenderung membulat. Sorus merupakan kluster-kluster di sisi bawah daun
pada bagian tepi. Spora terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh
indusium. Tangkai entalnya khas, berwarna hitam mengkilap, daun tumbuh
dari rizoma dalam bentuk melingkar ke dalam seperti tangkai biola (disebut
circinate vernation). Akarnya serabut/rhizoid.
Klasifikasi dari Adiantum sp adalah:
Kerajaan
: Plantae
Divisi
: Pteridophyta
Kelas
: Pteridopsida
Ordo
: Pteridales
Famili
: Pteridaceae (Adiantaceae)
Genus
: Adiantum
Spesies
: Adiantum sp
Kemudian pada pengamatan yang ketiga yaitu pada Javanicum
Trichomanes kami mendapatkan bentuk daunnya berbentuk memanjang dan
runcing tiap helainya seperti bentuk gergaji/bergrigi. Tumbuh daun pada
tangkainya tidak sejajar atau bersilangan. Sporofil terlihat dengan jelas
berbentuk bulat kecil pada tiap daun dengan berjumlah sangat banyak dan
berwrna coklat. Sporofil terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh
indusium.. Akarnya serabut dan tumbuh dari rizoma atau akar rizhoid.
Klasifikasi dari Javanicum Trichomanes adalah:
Kerajaan
: Plantae
Filum
: Tracheophyta
Kelas
: Polypodiopsida
Order
: Hymenophyllales
Keluarga
: Hymenophyllaceae
Genus
: Trichomanes
Spesies
: Javanicum Trichomanes
Pada pengamatan yang terakhir, kami mengamati preparat dari
spesies Nephrolepis sp. Kami mendapatkan bentuk Enthal tunggal, tersusun
menyirip, warna hijau; ujung runcing; tepi bergerigi. Sori berbentuk bulat,

berupa bintik-bintik kecil di tepi enthal, terdapat di permukaan bawah enthal.


Akarnya serabut.
Klasifikasi Nephrolepis sp. Adalah:
Kingdom
: Plantae (tumuhan)
Divisio
: pteridophyta (tumuhan paku)
Kelas
: pteridopsida
Ordo
: polypodiales
Familia
: dryopteridaceae
Genus
: Nephrolepis
Spesies
: Nephrolepis sp.

VI.

KESIMPULAN
Dari pengamatan kali ini dapat di simpulkan bahwa Tumbuhan paku
(Pterydhopyta) merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang
paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling
organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap.
Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar
membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan
fleom).
Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus, jadi telah jelas adanya akar,
batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi
epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai
(paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah).
Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) Dan Reproduksi
secara seksual (generatif). Tumbuhan paku dibedakan menjadi empat
kelompok yaitu Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta.
Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan
subtropis. Daunnya besar, daun muda menggulung.
Perkembangbiakan tumbuhan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan

lumut, yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase
sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa
kejayaan dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon, disebut
zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara.

DAFTAR PUSTAKA

Latifah, Eva. 2004. Biologi 2. Bandung : Remaja Rosdakarya.


Estiati B, Hidayat. 1995.Taksonomi tumbuhan (Cryptogamae). Bandung: ITB
Bandung
Muspiroh, Novyanti, dkk. 2010. Buku Panduan Praktikum Taksonomi
Tumbuhan 1
(Cyptogamae). Cirebon: Pusat Laboratorium IAIN Syakh Nurjati.
Pearce, evelyn C. 1985. Anatomi dan fisiologi. Jakarta: Gramedia.
John w. Kimball dkk. 2006. Biologi jilid 3. Jakarta: Erlangga
Prawiro, Hartono. 2007. Sains Biologi. Jakarta: Bumi Aksara.
www.google.com//lumut/ tumbuhan paku.id.com. //wikipedia.
www.google.com// http:/ www.tumbuhan paki.com. //Wikipedia
.http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_paku.