Anda di halaman 1dari 11

10

100

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Pelaksanaan proyek-proyek MP3EI yang


telah melakukan groundbreaking sejak dilaunching
oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 27
Mei 2011 menunjukkan perkembangan yang sangat
menggembirakan. Kondisi ini terlihat pada proyekproyek investasi, baik di sektor riil maupun
infrastruktur yang telah melakukan groundbreaking
di berbagai daerah. Dari catatan Tim Kerja dan
Sekretariat KP3EI hingga akhir Maret 2013,
terdapat 209 proyek yang telah melakukan
groundbreaking dengan nilai total investasi
mencapai sekitar Rp. 603 Trilliun, dimana 89 proyek termasuk dalam investasi berbagai sektor riil dan
120 proyek-proyek infrastruktur strategis.
Selaras dengan diterapkannya semangat business not as usual, dari total nilai investasi proyek
MP3EI yang telah groundbreaking, investasi yang berasal dari swasta telah menyumbang 45% dari total
investasi (Rp. 269,6 Triliun). Hal ini menunjukkan bahwa peran pembangunan tidak harus selalu
didominasi oleh pemerintah.
Proyek-proyek investasi MP3EI yang telah melaksanakan groundbreaking tersebut tersebar pada
6 (enam) Koridor Ekonomi. Khusus KE Jawa, KE Sumatera dan KE Kalimantan masih mendominasi
sejumlah proyek investasi yang sudah groundbreaking. Namun demikian, jumlah proyek investasi yang
sudah groundbreaking di KE Papua-Kepulauan Maluku juga menunjukkan angka investasi yang cukup
menggembirakan yaitu sebesar 15% dari total jumlah proyek, tidak jauh dari apa yang dicapai oleh KE
Sumatera (18%).
Adapun rincian sebaran proyek-proyek MP3EI yang telah melaksanakan groundbreaking adalah
sebagai berikut: Rp. 209,4 Triliun (67 proyek) berlokasi di KE Jawa, Rp. 106,8 Triliun (41 proyek) di KE
Sumatera, Rp. 123 Triliun (44 proyek) di KE Kalimantan, Rp. 28,1 Triliun (19 proyek) di KE Sulawesi, Rp.
42,3 Triliun (17 proyek) di KE BaliNusa Tenggara, dan Rp. 93,4 Triliun (21 proyek) di KE Papua Kep.
Maluku.
Berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan oleh Tim Kerja dan Sekretariat KP3EI hingga
akhir Maret 2013, dari total investasi yang telah melakukan groundbreaking, sebesar Rp. 127,8 Triliun
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

(21,2.%) merupakan investasi BUMN, Rp. 269,6 Triliun (44,7%) merupakan investasi swasta, Rp. 109,0
Triliun (18,1%) merupakan investasi pemerintah (seluruhnya adalah proyek infrastruktur), dan Rp. 96,6
Triliun (16,0%) merupakan investasi campuran. Kategori sumber pendanaan campuran ini terdiri dari
gabungan dana pemerintah dan swasta dalam bentuk proyek-proyek Kerjasama Pemerintah Swasta
(KPS), gabungan antara BUMN dengan swasta, maupun pemerintah dengan BUMN.
Jika dilihat dari distribusi nilai investasinya, maka dapat disimpulkan bahwa realisasi GB tahun
2011-2012 berdistribusi positif. Lebih banyak proyek bernilai investasi kecil yang telah di-groundbreaking
daripada proyek-proyek yang bernilai besar. Dari data sektor riil, kebanyakan merupakan proyek yang
bernilai dibawah Rp. 1 Triliun (55 proyek). Sedangkan 8 proyek diatas Rp. 6 Triliun merupakan proyek
tambang dan pengolahannya. Begitu juga dengan proyek-proyek infrastruktur yang berdistribusi
positif, kebanyakan proyek bernilai dibawah Rp. 1 Triliun. Sedangkan 12 proyek yang bernilai di atas Rp.
6 Triliun kebanyakan berupa proyek jalan dan listrik.
Distribusi realisasi GB Sektor Riil 2011-2012

Distribusi realisasi GB Infrastruktur 2011-2012

Gambar 10.1. Distribusi Realisasi GB Sektor Riil dan Infrastruktur 2011-2012

Rencana proyek-proyek MP3EI yang akan segera groundbreaking pada tahun 2013 diperkirakan
akan meningkat tajam dengan nilai investasi sekitar Rp. 712 Triliun dengan jumlah proyek sekitar 107
buah. Nilai investasi proyek yang akan melaksanakan groundbreaking tahun 2013 ini cukup besar
disebabkan karena adanya beberapa proyek infrastruktur strategis, seperti: pembangunan 6 (enam)
ruas jalan tol dan pembangunan MRT North-South di DKI Jakarta, PLTU Jateng Baru di Batang
(Kapasitas 2x1000 MW) serta proyek-proyek sektor riil yang bernilai besar di KE Papua-Maluku (seperti:
PT. Freeport). Melihat perkembangannya sampai saat ini, potensi investasi proyek-proyek strategis
MP3EI tersebut tentunya masih membutuhkan kerja keras dari semua pihak (Tim Kerja KP3EI, K/L,
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

101

102

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

pemerintah daerah, dan pelaku usaha) untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan hambatan
agar rencana groundbreaking dapat segera diwujudkan.
Rencana GB 2013

Rencana GB Sektor Riil 2013

Rencana GB Infrastruktur 2013

Gambar 10.2. Rencana Groundbreaking Tahun 2013

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Dalam kesempatan ini, dapat kami laporkan juga bahwa upaya KP3EI sesungguhnya tidak
berhenti hanya sampai pada target pelaksanaan groundbreaking saja. Tim Kerja KP3EI bersama-sama
dengan Sekretariat KP3EI terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan dari proyekproyek MP3EI pasca groundbreaking sampai pada tahap operasional.
Untuk kepentingan tersebut, Sekretariat KP3EI mengembangkan sistem pendataan progress
kemajuannya pada tingkatan masing-masing KPI (Kawasan Perhatian Investasi) dan proyek melalui
Pengembangan Manajemen Media dan Sistem Informasi KP3EI. Selain itu, Sekretariat KP3EI juga
merintis kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di daerah dalam melakukan uji petik dari
dampak/manfaat implementasi proyek MP3EI yang telah berjalan dengan mengembangkan sejumlah
analisis seperti jumlah tenaga kerja yang dapat diserap ataupun dampak terhadap pertumbuhan
ekonomi daerah.
10.1.

Proyek-proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking

Perkembangan pelaksanaan proyek-proyek strategis MP3EI yang telah melakukan


groundbreaking sejak tahun 2011 hingga akhir Maret 2013 pada setiap koridor ekonomi menunjukkan
perkembangan yang sangat menggembirakan. Proyek-proyek MP3EI yang telah groundbreaking pada
tiap koridor ekonomi dijelaskan lebih rinci pada subbab berikutnya.
10.1.1 Koridor Ekonomi Sumatera
Pada Koridor Ekonomi Sumatera, proyek MP3EI yang telah groundbreaking hingga Triwulan I
Tahun 2013 sebanyak 4 proyek, yang terdiri dari 2 proyek di sektor riil dan 2 proyek di sektor
infrastruktur. Pada sektor riil, total nilai investasinya mencapai Rp. 56 Triliun, sedangkan pada sektor
infrastruktur, total nilai investasinya mencapai Rp. 11,22 Triliun. Rincian proyek strategis MP3EI yang
telah groundbreaking di Koridor Ekonomi Sumatera dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

103

104

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Tabel 10.1
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Sumatera
No

Proyek

SEKTOR RIIL
1
Proyek Pengembangan
Industri Besi Baja,
(Cilegon PT. Krakatau
Posco)
2
Pembangunan Pabrik
Blast Furnance PT.
Krakatau Steel,
Cilegon, Banten
SEKTOR INFRASTRUKTUR
1
Bandara Kualanamu
(Medan Sumatera
Utara)
2
Pembangunan Jalan
Tol Medan - Kualanamu
Tebing Tinggi (60
km), Provinsi Sumatera
Utara (PU dan BPJT)

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Cilegon

Besi Baja

Campuran

50.600

27 Mei 2011

Cilegon

Besi Baja

BUMN

5.413

Q4 2012

Nasional

Perhubungan
Udara

Campuran

4.990

Des-11

Nasional

Jalan

Pemerintah

6.230

2012

Sumber : Sekretariat KP3EI

10.1.2 Koridor Ekonomi Jawa


Seperti pada Koridor Ekonomi Sumatera, pada Koridor Ekonomi Jawa, proyek strategis MP3EI
yang telah groundbreaking hingga Maret 2013 sebanyak 4 proyek (2 proyek sektor riil dan 2 proyek
sektor infrastruktur) dengan total nilai investasi sebesar Rp. 31,7 Triliun. Proyek yang telah
groundbreaking ini terdiri dari berbagai jenis proyek, diantaranya migas, peralatan transportasi, jalan,
dan pelabuhan. Rincian proyek strategis MP3EI di Koridor Ekonomi Jawa yang telah groundbreaking
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Tabel 10.2
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Jawa
No

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Cilacap

Migas

BUMN

14.000

30 Sep 2011

Karawang

Peralatan
Transportasi

Swasta

3.100

Jun-12

DKI
Jakarta

Jalan

Pemerintah

2.879

27-Mei-11

DKI
Jakarta

Pelabuhan

BUMN

11.700

2012

Proyek

SEKTOR RIIL
1
RFCC di refinery unit 4
Cilacap (Cilacap, PT.
Pertamina)
2
Pengembangan Pabrik
(PT. Honda Prospect
Motor)
SEKTOR INFRASTRUKTUR
1
Pembangunan Fisik
Jalan Bebas Hambatan
Akses Tanjung Priok
dan Akses Dry Port
Cikarang (Kementerian
Pekerjaan Umum)
2
Proyek Pengembangan
Pelabuhan New
Tanjung (Terminal
Kalibaru) PT. Pelindo II
Sumber : Sekretariat KP3EI

10.1.3 Koridor Ekonomi Kalimantan


Hingga Maret 2013, proyek strategis MP3EI yang telah groundbreaking di Koridor Ekonomi
Kalimantan sebanyak 7 proyek, yang terdiri dari 3 proyek sektor riil dan 4 proyek sektor infrastruktur.
Pada sektor riil, total nilai investasinya mencapai Rp. 142 Triliun, sedangkan total nilai investasi sektor
infrastruktur mencapai Rp. 13,3 Triliun. Investasi pada koridor ekonomi ini bersumber dari investor
pemerintah, swasta, maupun BUMN. Rincian proyek strategis MP3EI yang telah groundbreaking di
Koridor Ekonomi Kalimantan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

105

106

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Tabel 10.3
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Kalimantan
No

Proyek

SEKTOR RIIL
1
Chemical Grad Alumunium
(CGA) (Kalimantan Barat
PT. Indonesia Chemical
Alumina > joint venture PT.
ANTAM dan Showa
Denko)
2
Proyek Pengembangan
Batubara Metallurgical
(IndoMet Coal) (Murung
Raya-BHP Billiton,
Pembangunan Jalan PT.
Lahai, Mei 2012)
3
Proyek Pembangunan
Pabrik Pupuk Kaltim 5 di
Kota Bontang
SEKTOR INFRASTRUKTUR
1
Pembangunan Express
Way Samarinda
Balikpapan (99,02 km)
2
Percepatan Pembangunan
Bandara Samarinda Baru
(Pengembangan Destinasi
Pulau Parai Kumala Tenggarong)
3
Proyek Pengembangan
Bandara Internasional
Sepinggan, Balikpapan
4
Proyek Pembangunan
Bandara Samarinda Baru
di Kota Samarinda

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Sanggau

Bauksit

Campuran

4.500

27 Mei 2011

Murung
Raya

Batubara

Swasta

76.500

Mei-12

Lainnya

Sektor
Lainnya

BUMN

61.000

Okt-12

Balikpapan

Jalan

Pemerintah

9.556

Jan-11

Lainnya

Bandara

Swasta

1.200

Okt-12

Balikpapan

Bandara

BUMN

1.800

Okt-12

Lainnya

Bandara

Pemerintah

747,5

Okt-12

Sumber : Sekretariat KP3EI

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

10.1.4 Koridor Ekonomi Sulawesi


Pada Koridor Ekonomi Sulawesi, proyek strategis MP3EI yang telah groundbreaking hingga
Maret 2013 sebanyak 2 proyek, yang keduanya merupakan proyek pada sektor riil. Proyek ini masingmasing berada pada KPI Bitung dengan nilai investasi sebesar Rp. 735,70 Miliar dan KPI Pare-pare
dengan nilai investasi sebesar Rp. 4.138,80 Miliar. Rincian proyek strategis yang telah groundbreaking
pada Koridor Ekonomi Sulawesi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10.4
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Sulawesi
No

Proyek

SEKTOR RIIL
1
Pengembangan
Penangkapan Ikan
Terpadu (dengan industri
pengolahan dan
pengawetan ikan serta
biota perairan lainnya)
(Bitung, Sulut)
2
Pengembangan industri
semen, PT. Semen Tonasa

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Bitung

Perikanan

Campuran

735,70

2011

Pare-pare

Sektor
Lainnya

BUMN

4.138,80

Minggu II
Des 2012

Sumber : Sekretariat KP3EI

10.1.5 Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara


Hingga Maret 2013, proyek strategis yang telah groundbreaking di Koridor Ekonomi Bali dan
Nusa Tenggara sebanyak 2 proyek (sektor riil dan infrastruktur). Pada sektor riil, nilai investasinya
mencapai Rp. 30 Triliun, sedangkan pada sektor infrastruktur nilai investasinya mencapai Rp. 1,9 Triliun.
Rincian proyek strategis MP3EI yang telah groundbreaking di Koridor Ekonomi Bali-NT dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

107

108

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

Tabel 10.5
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Bali - Nusa Tenggara
Proyek
SEKTOR RIIL
Pengembangan Kawasan Wisata
Mandalika, Lombok Tengah, PT.
BTDC
SEKTOR INFRASTRUKTUR
Pembangunan Jalan Tol Nusa
Dua Ngurah Rai Benoa (9,7
km)

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Lombok
Tengah

Pariwisata

Swasta

30.000

21 Okt 2011

Lain-lain

Jalan

Pemerintah

1.961

21-Des-11

Sumber : Sekretariat KP3EI

10.1.6 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku


Pada Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku, proyek strategis MP3EI yang telah
groundbreaking hingga Maret 2013 sebanyak 3 proyek, yang terdiri dari 1 proyek pada sektor riil dan 2
proyek pada sektor infrastruktur. Nilai investasi pada sektor riil mencapai Rp. 48,6 Triliun, dimana
investornya berasal dari pihak swasta. Sedangkan pada sektor infrastruktur, nilai investasinya
mencapai Rp. 3,3 Triliun dan Rp. 3,6 Triliun. Rincian proyek strategis yang telah groundbreaking pada
Koridor Ekonomi Sulawesi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10.6
Proyek-Proyek Strategis MP3EI yang telah Groundbreaking di Koridor Ekonomi Papua Kepulauan Maluku
No

Proyek

SEKTOR RIIL
1
Pembangunan Pabrik Nikel
dan Kobalt (Halmahera
Tengah dan Timur PT. Weda
Bay Nickel)

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Halmahera

Nikel

Swasta

48.600

27 Mei 2011

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

No

Proyek

SEKTOR INFRASTRUKTUR
1
Pembangunan Jalan Timika
Waghete- Enarotali-Nabire
(Total 428 km)
2
Pembangunan baru True
Broadband Access (Palapa
Ring)

KPI

Jenis

Investor

Nilai Investasi
(Rp. Miliar)

Rencana /
Realisasi GB

Timika

Jalan

Pemerintah

3.337

Mei 2011

Nasional

ICT

BUMN

3.600

Semester I
2012

Sumber : Sekretariat KP3EI

10.2. Rencana Groundbreaking Tahun 2013


Pada Triwulan I Tahun 2013, total proyek yang telah groundbreaking mencapai 209 proyek
dengan total nilai investasi sebesar Rp. 603 Triliun. Sedangkan pada Triwulan II Tahun 2013, proyek
yang direncanakan groundbreaking mencapai 107 proyek dengan total nilai investasi mencapai Rp. 711,7
Triliun. Proyek yang paling banyak direncanakan GB pada Triwulan II terdapat pada Koridor Ekonomi
Jawa dengan jumlah 36 proyek (nilai investasi mencapai Rp. 219,5 Triliun. Sedangkan proyek yang
paling sedikit terdapat pada Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku dengan jumlah 6 proyek dan
nilai investasi sebesar Rp. 205,9 Triliun. Rincian jumlah proyek MP3EI yang direncanakan
groundbreaking pada Triwulan II Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 10.7
Proyek-proyek MP3EI yang Rencana Groundbreaking Tahun 2013
Koridor
Ekonomi
Sumatera
Jawa
Kalimantan
Sulawesi
Bali-NT
PapuaKep.Maluku
Total

Jumlah Proyek

Niliai Investasi (Rp. Miliar)

Infrastruktur

Sektor Riil

14
17
6
13
4

5
19
9
9
5

47.251,16
193.475,00
31.021,00
8.099,44
12.488,00

20.781,03
26.079,00
84.210,65
15.436,00
66.888,00

19
36
15
22
9

Total
Nilai Investasi
(Rp. Miliar)
68.032,19
219.554,00
115.231,65
23.535,44
79.376,00

3.500,00

202.480,00

205.980,00

55

52

295.834,60

415.874,68

107

711.709,28

Infrastruktur

Sektor Riil

Proyek

Sumber : Sekretariat KP3EI

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | 2013

109