Anda di halaman 1dari 1

Komplikasi

Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah perforasi, baik berupa perforasi
bebas maupun perforasi pada apendiks yang telah mengalami perdindingan
sehingga berupa massa yang terdiri atas kumpulan apendiks, sekum, dan letak usus
halus (Sjamsuhidajat, De Jong, 2004).
Komplikasi usus buntu juga dapat meliputi infeksi luka, perlengketan, obstruksi
usus, abses abdomen/pelvis, dan jarang sekali dapat menimbulkan kematian (Craig,
2011). Selain itu, terdapat komplikasi akibat tidakan operatif. Kebanyakan
komplikasi yang mengikuti apendisektomi adalah komplikasi prosedur intraabdomen
dan ditemukan di tempat-tempat yang sesuai, seperti: infeksi luka, abses residual,
sumbatan usus akut, ileus paralitik, fistula tinja eksternal, fistula tinja internal, dan
perdarahan dari mesenterium apendiks (Bailey, 1992).
Komplikasi utama apendisitis adalah perforasi apendiks yang dapat berkembang
menjadi peritonitis atau abses. Insidens perforasi adalah 10% sampai 32%. Insidens
lebih tinggi pada anak kecil dan lansia. Perforasi secara umum terjadi 24 jam
setelah awitan nyeri. Gejala mencakup demam dengan suhu 37,70C atau lebih
tinggi, penampilan toksik, dan nyeri atau nyeri tekan abdomen yang kontinyu
(Smeltzer C.Suzanne, 2002).

Sumber:
Sjamsuhidayat R, Wim de Jong, 2004.Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2, Jakarta : EGC
Smeltzer C, Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Brunner &
Suddarth, (Edisi 8 vol 2). Alih Bahasa Agung Waluyo. Jakarta :EGC
Craig, S., 2011. Appendicitis Treatment & Management. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/773895-treatment [Accessed 2 April 2011].
Bailey, H., 1992. Apendisitis Akut. Dalam: Dudley, H.A.F., ed. Ilmu Bedah Gawat
Darurat. Edisi 11. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 441- 452.