Anda di halaman 1dari 27

PENDAHULUAN FISIKA ZAT PADAT

TUGAS KAJIAN 1

OLEH:

ANDRIKA GUSTIA
1301646
PENDIDIKAN FISIKA RB

DOSEN PEMBIMBING:
Drs. HUFRI, M.Si.

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2015

STRUKTUR KRISTAL
Dalam usaha mengklasifikasikan material perlu ditentukan apakah material berbentuk kristalin (
logam paduan konvensional), non kristalin (gelas) atau campuran dari kedua jenis struktur tersebut.
Perbedaan yang perlu diperhatikan antara struktur kristalin dan non kristalin dapat dilakukan dengan
menerapkan konsep tatanan. Susunan bahan padat tergantung pada susunan atom-atom, ion-ion atau
molekul-molekul yang saling berikatan. Kristal adalah bahan padat yang atom-atomnya tersusun dalam
satu pola yang berulang dalam tiga dimensi yang juga disebut sebagai padatan kristalin (Crystaline
solid). Susunan atom-atom yang beraturan tersebut disebut struktur kristal.
Keteraturan atau kekristalan suatu struktur tidak dapat dijumpai pada gas atau cairan.
Diantara padatan, logam, keramik dan polimer dapat berupa kristalin ataupun kristalin tergantung pada
proses pembuatannya atau parameter komposisinya. Sebagai contoh, logam jika didinginkan dari
keadaan cairnya dengan kecepatan pendinginan yang sangat cepat akan terbentuk amorph (bukan
kristal).
Zat padat terdiri atas tiga yaitu :
1.

Kristal (Kristal sempurna atau Kristal tunggal)


Kristal dapat didefinisikan sebagai susunan yang padat dari atom-atom,yang tersusun dalam

pola yang berulang (periodik) dalam ruang tiga dimensi dengan jangkauan yang panjang. Kumpulan
yang berupa atom atau molekul dan sel ini terpisah sejauh 1 atau 2 .
Kristal dapat dibentuk dari larutan, lelehan, uap, atau gabungan dari ketiganya. Bila proses
pertumbuhannya lambat, atom-atom atau pertikel penyusun zat padat dapat menata diri selama proses
tersebut untuk mrenempati posisi yang sedemikian sehingga energi potensialnya minimum. Keadaan
ini cenderung membentuk susunan yang teratur dan juga berulang pada arah tiga dimensi, sehingga
terbentuklah keteraturan susunan atom dalam jangkauan yang jauh.
Contoh dari kristal tunggal yaitu sebagai berikut :

2.

Amorf
Amorf

didefinisikan sebagai zat


padat yang tidak memiliki

keteraturan seperti kristal, di mana dalam proses pembentukan yang berlangsung cepat, atom-atom
tidak mempunyai cukup waktu untuk menata diri dengan teratur. Hasilnya terbentuklah susunan yang
memiliki tingkat energi yang lebih tinggi. Susunan atom ini umumnya hanya mempunyai keteraturan
yang berjangkauan terbatas, dan keadaan inilah yang mencerminkan keadaan amorf.
Contoh amorf yaitu sebagai berikut:

3.
Polikristal (Kristal jamak)
Polikristal terletak di antara kristal sempurna (tunggal) di satu pihak, dan keadaan amorf di
pihak lain. Zat padat pada keadaan ini tersusun oleh kristal-kistal kecil. Jika ukuran kristalnya dalam
ukuran orde mikrometer, bahan yang bersangkutan termasuk kristal mikro (microcrystalline). Jika
ukuran kristalnya dalam orde nanometer, maka bahannya digolongkan sebagai kristal nano
(nanocrystalline).

Contoh
(Kristal

Polikristal
jamak)

yaitu

sebagai berikut :

A.

Keadaan
Kristal
Se ba gi a n

besar materi fisika


z a t pa da t a da l a h
kristal
elektron

da n
di

dalamny
mnya, fisika zat padat mula
mulai dikembangkan awal abad ke 20, mengikuti penemua
muan
dif
difraksi sina
inar-x
r-x ole
oleh kristal. Sebua
buah kristal ideal disusun ole
oleh satuan-sat
satuan struktur
yang identi
ntik secar
secara berulang- ulang yang tak hingga
gga di dalam ruang. Semua struktur
kristal dapat dig
digambarkan atau dijelask
askan dalam istila
tilah-istila
ilah latt
lattice (kisi) dan
seb
sebuah basis yang dite
ditempe
mpelka
lkan pada set
setiap titik latt
attice (kis
kisi).
Latt
attice

(kis
kisi)

: Sebuah susunan titik yang


yang teratur dan periodik di dalam

ruang,
ng,sebuah abstraksi matematik.
ik.
Basis

: Sekumpu
kumpulan atomtom-atom

Juml
umlah atom dalam sebuah basis : satu bua
buah atom ataulebih.

Struktur kristal = Kisi + Bas


Basis

(X danY adalah sumbu yang boleh saling tegak lurus dan boleh tidak)
Gambar1. Kristal zat padat dua dimensi, semua atom-atom tersusun secara periodik.
Jadi suatu kristal memiliki translasi simetris, ini berarti bahwa :
Jika kristal ditranslasikan oleh suatu vektor yang menghubungkan dua atom katakanlah R (dalam
Gambar 1.) kristal kelihatan benar-benar sama dengan sebelum ditranslasikan.
Pada hakekatnya tidak satupun kristal yang dapat dikualifikasikan sebagai kristal murni, karena :
a. Pertama permukaan kristal merupakan salah satu jenis yang membatasi keterulangan susunan
b.

atom-atom dalam kristal..


Lingkungan atom-atom pada permukaan terlihat berbeda, dari lingkungan atom-atom yang berada

c.

di tengah-tengah kristal.
Getaran termal atom-atom, di sekitar titik keseimbangannya pada suhu T > 0o . Makin tinggi suhu
makin besar penyimpangan dari titik keseimbangan, dan akibatnya makin tinggi tingkat

d.

ketidakteraturannya.
Pada kebanyakan kristal, selalu berisi atom-atom lain dengan kata lain dicampuri (dikotori).
Pemberian campuran dengan dosis 1012 atom/cm3.

Efek dari penyimpangan tersebut (ketidakseimbangan ini) pada wujudnya sudah diteliti, dan sangat
sedikit sekali pengaruhnya misalnya pada :
a. Kristal sodium yang terisolasi volumenya ( 1 cm kubik) perbandingan jumlah atom yang ada pada
permukaan dengan jumlah atom dalam kristal sangat sedikit, dan kristal bisa dianggap murni
b.

karena campurannya (pengotorannya) dapat diabaikan.


Pada suhu yang cukup rendah getaran kisi-kisi lemah, begitu lemahnya maka lemah pula semua
efek penyimpangan ini.

c.

Karena alasan tersebut di atas boleh dikatakan, bahwa yang dibicarakan adalah benar-benar
kristal murni

Ada tiga cara pendekatan untuk mempelajari sifat-sifat logam, yaitu :


a.

Menghitung sifat-sifat seperti konstanta elastik dan konsuktifitas listrik untuk logam yang berbeda
langsung dengan menggunakan hukum-hukum yang mengatur perilaku elektron-elektron pada pada
atom-atom logam dengan menggunakan teori kuantum.

b.

Menggunakan prinsip parameter termodinamika seperti koefisien aktifitas dan energi bebas yang
sangat efektif untuk mengetahui sifat-sifat kimia logam dan hubungan antar fasa pada paduan
logam.

c.

Menggunakan prinsip struktur kristal dan menghubungkan sifat-sifat logam terhadap karakteristik
susunan ataom-atom penyusunnya.

B.
-

Definisi Pokok
Kisi Kristal
Struktur kristal dapat digambarkan dalam bentuk kisi, dimana setiap titik kisi akan ditempati

oleh atom atau sekumpulan atom. Kisi kristal memiliki sifat geometri yang sama seperti Kristal. Kisi
yang memiliki titik-titik kisi yang ekuivalen disebut kisi Bravais sehingga titik-titik kisi tersebut
dalam kristal akan ditempati oleh atom-atom yang sejenis.

Titik A,B dan C adalah ekuivalen satu sama lain.


Titik A dan A1 tidak ekivalen (non-Bravais).
Titik-titik

kisi

Bravais

dapat

ditempati

oleh

atom

atau sekumpulan atom yang disebut

basis.
Kisi : Sekumpulan titik-titik yang tersusun secara periodik dalam ruang
Basis : Atom atau sekumpulan atom
Sehingga apabila atom atau sekumpulan atom tersebut menempati titik-titik kisi
maka

akan

membentuk

suatu struktur Kristal.Kisi ruang merupakan suatu susunan yang tak

terbatas dari titik yang tidak terbatas dalam tiga dimensi dimana setiap titik (sebagai pengganti atomatom dalam kristal digunakan kumpulan titik-titik ) dikelilingi oleh titik lain yang identik. Susunan
titik-titik tersebut dapat dibentuk atas tiga kumpulan bidang-bidang, dan bidang-bidang pada masingmasing set (kumpulan) sejajar dan sama jaraknya.

Pada
Kristal
terdapat
dua
jenis
kisi
yaitu :
a.

Kis
i

Bravais, pada kisi Bravais semua titik kisi adalah (semua atom dalam kristal sama /sejenis).
b.

Kisi nonBravais, pada


kisi

nonBravais

beberapa

titik

kisi

tidak sama, kadangkadang

kelihatan

seperti

kisi dengan

suatu

basis,

basis

dihubungkan dengan
suatu set atom yang berada di dekat tiap-tiap kedudukan dari suatu kisi Bravais.

a.

Vektor Basis
Untuk

kisi

dua

dimensi (2D)
Ilustrasi struktur kristal
dalam gambaran dua
dimensi (2D) :
T

merupakan

vektor

translasi
A,B, dan C adalah atom

Penyusun kristal a1 adalah jarak antara atom.


Vektor posisi dari setiap titik kisi pada kisi dua dimensi yaitu :
T = n1a1 + n2a2
Keterangan : a, a1 dan a2 merupakan vektor translasi primitive
n1 dan n2 merupakan bilangan bulat yang nilainya bergantung pada kedudukan titik kisi

b.

Untuk kisi tiga dimensi (3D)


Pada kisi tiga dimensi (3D), vektor posisi untuk titik-titik kisi yaitu:

T = n1a1 + n2a2 +
n3a3
Keterangan : a,
a1

dan

a2

merupakan

vektor translasi primitive


, , dan g adalah sudut yang dibentuk vektor a1, a2 dan a3
Selain

simetri

translasi,

terdapat

beberapa

operasi

lain

yang

membuat

kisi

invarian(tidak berubah bentuknya dari semula), yaitu :


1)
2)

Refleksi : Pencerminan pada bidang (simbul : m).


Rotasi : Perputaran pada sumbu tertentu dgn sudut sebesar (2/n) (simbul n =

1,2,3,4,dan 6.
3)
Inversi : Pencerminan pada suatu titik tertentu (simbul : i).
4)
Luncuran/Glide : Operasi gabungan antara refleksi dan translasi.
5)
Ulir/Screw : Operasi gabungan antara rotasi dan translasi

Sel Satuan
Sel satuan dibangun oleh vektor basis a, b, dan c. Dalam ungkapan vektor-vektor

ini,volume sel satuan dapat dituliskan sebagai perkalian vektor :


V=axb.c

Gambar 1.9. Kisi dua dimensi. Dapat dibentuk sel satuan sembarang.

Gambar 1.10. Contoh operasi simetri : a. rotasi, b. rotasi dan refleksi, c. luncuran, dan
d. ulir

Bentuk dan ukuran sel satuan serta distribusi atom di dalamnya menggambarkan
karakteristik kristal. Pilihan bentuk dan ukuran sel satuan dalam dua-dimensi disajikan
pada gambar 1.9.Setiap sel satuan memiliki vektor-vektor basis a dan b yang unik.

Sel Primitif dan Non Primitive


Titik-titik sebagai tempat kedudukan atom dalam kristal disebut titik kisi.

Berdasarkan jumlah titik kisi dalam setiap sel satuan dapat dibedakan sel satuan primitif
dan non-primitif. Sel satuan disebut promitif bilamana dalam sel tersebut hanya
terdapat satu titik kisi, dan bila terdapat lebih dari satu titik kisi disebut sel satuan
non.prmitif. Pada gambar 1.9, sel satuan E adalah non-primitif.

C. Sistem Kristal dan Kisi Bravais


Sistem kristal dapat dibagi ke dalam 7 sistem kristal. Adapun ke tujuh sistem kristal tersebut
adalah Kubus, tetragonal, ortorombik, heksagonal, trigonal, monoklin, dan triklin.
1.

Sistem kristal kubus


Sistem kristal kubus memiliki panjang rusuk yang sama ( a = b = c) serta memiliki sudut ( =

= ) sebesar 90. Sistem kristal kubus ini dapat dibagi ke dalam 3 bentuk yaitu kubus sederhana
(simple cubic/ SC), kubus berpusat badan (body-centered cubic/ BCC) dan kubus berpusat muka
(Face-centered Cubic/ FCC).
Berikut bentuk dari ketiga jenis kubus tersebut:

Pada bentuk kubus sederhana, masing-masing terdapat satu atom pada semua sudut (pojok)
kubus.Pada kubus BCC, masing-masing terdapat satu atom pada semua pojok kubus, dan terdapat

satu atom pada pusat kubus (yang ditunjukkan dengan atom warna biru).Pada kubus FCC, selain
terdapat masing-masing satu atom pada semua pojok kubus, juga terdapat atom pada diagonal dari
masing-masing sisi kubus (yang ditunjukkan dengan atom warna merah).
2.

Sistem Kristal tetragonal


Pada sistem kristal tetragonal, dua rusuknya yang memiliki panjang sama (a = b c) dan

semua sudut ( = = ) sebesar 90. Pada sistem kristal tetragonal ini hanya memiliki dua bentuk
yaitu sederhana dan berpusat badan. Pada bentuk tetragonal sederhana, mirip dengan kubus
sederhana, dimana masing-masing terdapat satu atom pada semua sudut (pojok) tetragonalnya.
Sedangkan pada tetragonal berpusat badan, mirip pula dengan kubus berpusat badan, yaitu
memiliki 1 atom pada pusat tetragonal (ditunjukkan pada atom warna biru), dan atom lainnya berada
pada pojok (sudut) tetragonal tersebut.

3.

Sistem kristal Ortorombik


Sistem kristal ortorombik

terdiri atas 4 bentuk, yaitu :


ortorombik sederhana, body center
(berpusat badan) (yang ditunjukkan atom dengan warna merah), berpusat muka (yang ditunjukkan
atom dengan warna biru), dan berpusat muka pada dua sisi ortorombik (yang ditunjukkan atom
dengan warna hijau). Panjang rusuk dari sistem kristal ortorombik ini berbeda-beda (a b c), dan
memiliki sudut yang sama ( = = ) yaitu sebesar 90.

4.

Siste
m

kristal monoklin
Sistem kristal monoklin terdiri atas 2 bentuk, yaitu : monoklin sederhana dan berpusat muka
pada dua sisi monoklin (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau).
Sistem kristal monoklin ini memiliki panjang rusuk yang berbeda-beda (a b c), serta sudut = =
90 dan 90.

5.

Sistem
kristal
triklin

Pada sistem kristal triklin, hanya terdapat satu orientasi. Sistem kristal ini memiliki panjang
rusuk yang berbeda (a b c), serta memiliki besar sudut yang berbeda-beda pula yaitu
90.

6.

Sistem

kristal

rombohedral atau
trigonal
Pada
kristal

ini,

sistem
panjang

rusuk memiliki ukuran


yang sama (a = b c).
sedangkan

sudut-

sudutnya adalah = = 90dan =120.

7.

Sistem kristal heksagonal


Pada system kristal ini,

sesuai

dengan

namanya

heksagonal (heksa = enam),


maka system ini memiliki 6 sisi

yang sama. System kristal ini memiliki dua nilai sudut yaitu 90 dan 120 ( = = 90dan =120) ,
sedangkan pajang rusuk-rusuknya adalah a = b c. semua atom berada pada sudut-sudut (pojok)
heksagonal dan terdapat masing-masing atom berpusat muka pada dua sisi heksagonal (yang
ditunjukkan atom dengan warna hijau).

Secara

keseluruhan,

dapat

dilihat pada tabel berikut :


No.

Sistem Kristal

1. Kubus

Kisi Bravais

Sederhana

Berpusat badan

Berpusat muka
Sederhana

Panjang rusuk
a=b=c

Besar sudut-sudut

= = = 90

a=bc

2. Tetragonal

= = = 90

Berpusat Badan
Sederhana

Berpusat badan

Berpusat muka

Berpusat muka A, B, atau C


Sederhana

3. Ortorombik

abc

4. Monoklin

= = = 90

= = 90, 90
abc

5. Triklin
Rombohedral
6.
atau trigonal

Berpusat muka C
Sederhana

Sederhana

a=bc

7. Heksagonal

Sederhana

a=bc

abc

Total = 7 SistemTotal = 14 Kisi Bravais


Kristal

D. Sistem Penandaan untuk Arah dan Bidang Kristal


Beberapa struktur kristal sederhana

90
= = 90, =
120
= = 90, =
120

Kubik ( SC,BCC,FCC )

Kubus sederhana (simple cubic = SC)

Sel

Primitif

Sel

KonvensJumlah titik lattice =


8 x 1/sudut dipakai 8 kubus
sel
Contoh: CsCl,CuZn,CsBr,L
Jarak tetangga terdekat :Jml
tetangga terdekat : 6Vektor primitif :
a1 = ax
a2 = ay
a3 = az
-

BODY CENTERED CUBIC (BCC)

Struktur kristal kubus


berpusat badan (BCC):
(a) gambaran model
bola pejal sel satuan
BCC, (b) Sel satuan BCC digambarkan dengan bola padat kecil, (c) Sel satuan BCC yang
berulang dalam padatan kristalin.

1.

Logamlogam dengan struktur BCC mempunyai sebuah atom pada pusat kubus dan sebuah atom
pada setiap titik sudut kubus

2.

Sel satuan BCC mempunyai dua (2) buah atom, yang diperoleh dari jumlah delapan seperdelapan
atom pada delapan titik sudutnya plus satu atom pada pusat kubus (8 1/8 + 1).

3.

Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu sama lain sepanjang diagonal ruang. Hubungan panjang
sisi kristal BCC, a, dengan jari-jari atomnya, R, diberikan sebagai berikut:

Tiap atom dalam sel satuan BCC


ini dikelilingi oleh delapan (8) atom
tetangga (lihat Gambar 3a), sebagai akibatnya bilangan koordinasi struktur BCC adalah 8.Karena

struktur BCC mempunyai bilangan koordinasi lebih kecil dibandingkan dengan bilangan koordinasi
FCC, maka faktor tumpukan atom struktur BCC, yang bernilai 0.68, adalah juga lebih kecil
dibandingkan dengan faktor tumpukan atom FCC.
-

FACE CETERED CUBIC (FCC)

Gambar 2a menunjukkan
model bola pejal sel
satuan FCC,
Gambar 2b: pusat-pusat
atom digambarkan
dengan bola padat kecil
Sel satuan FCC yang berulang dalam padatan kristalin sama seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 1.Struktur FCC mempunyai sebuah atom pada pusat semua sisi kubus dan sebuah atom pada
setiap titik sudut kubus. Beberapa logam yang memiliki struktur kristal FCC yaitu tembaga,
aluminium, perak, dan emas (lihat Tabel 1).Sel satuan FCC mempunyai empat (4) buah atom, yang
diperoleh dari jumlah delapan seperdelapan-atom pada delapan titik sudutnya plus enam setengahatom pada enam sisi kubusnya (8 1/8 + 6 1/2). Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu sama lain
sepanjang diagonal sisi. Hubungan panjang sisi kristal FCC, a, dengan jari-jari atomnya, R,
ditunjukkan oleh persamaan berikut:

Tiap atom dalam sel satuan FCC


ini dikelilingi oleh duabelas (12) atom tetangga, hal ini berlaku untuk setiap atom, baik yang terletak
pada titk sudut maupun atom dipusat sel satuan (lihat Gambar 2a). Jumah atom tetangga yang
mengelilingi setiap atom dalam struktur kristal FCC yang nilainya sama untuk setiap atom disebut
dengan bilangan koordinasi (coordination number). Bilangan koordinasi struktur FCC adalah 12.
Faktor tumpukan atom (atomic packing factor, APF) adalah fraksi volum dari sel satuan yang
ditempati oleh bola-bola padat, seperti ditunjukkan oleh persamaan berikut:

Struktur HCP (HEXAGONAL CLOSE PACKED)

Gambar Struktur kristal


heksagonal
padat

(HCP):

tumpukan
(a)

sel

satuan HCP digambarkan


dengan bola padat kecil,
(b) sel satuan HCP yang
berulang dalam padatan kristalin.
1.

Ciri khas logamlogam dengan struktur HCP adalah setiap atom dalam lapisan tertentu terletak
tepat diatas atau dibawah sela antara tiga atom pada lapisan berikutnya

2.

Sel satuan HCP mempunyai enam (6) buah atom, yang diperoleh dari jumlah dua-belas
seperenam-atom pada dua belas titik sudut lapisan atas dan bawah plus dua setengah-atom pada
pusat lapisan atas dan bawah plus tiga atom pada lapisan sela/tengah (12 1/6 + 2 1/2 + 3).

3.

Jika a dan c merupakan dimensi sel satuan yang panjang dan pendek (lihat Gambar 4), maka rasio
c/a umumnya adalah 1.633. Akan tetapi, untuk beberapa logam HCP, nilai rasio ini berubah dari
nilai idealnya.

Bilangan koordinasi struktur HCP dan faktor tumpukannya sama dengan struktur FCC, yaitu 12 untuk
bilangan koordinasi dan 0.74 untuk faktor tumpukan.
-

Struktur Kristal Natrium Chlorida (NaCl) dan CsCl

a.

Struktur Kristal Natrium Chlorida (NaCl)


Struktur kristal natrium chlorida merupakan kisi pusat muka (FCC).Basisnya terdiri atas satu

atom Na dan satu atom Cl dengan jarak pisah setengah panjang diagonal ruangnya. NaCl yang setiap
sel satuannya berbentuk kubus sederhana dengan posisi atom-atomnya seperti yang ditunjukan
gambar berikut :
Berikut ini tabel beberapa bahan
dengan struktur seperti NaCl

b.

Struktur Kristal Cesium Clhorida (CsCl)


Cesium Chlorida (CsCl) memiliki satu molekul per sel satuan. Posisi atom-atomnya berada

pada 000, dan mempunyai kisi Bravais BCC pada posisi . Tiap titik kisi diisi pola yang terdiri
dari molekul CsCl, yaitu basis yang dengan ion Cs + pada 000 dan ion Cs- pada . Atom sudut
dari salah satu subkisi merupakan atom pusat dari subkisi yang lain. Oleh karena itu, jumlah atom
tetangga terdekat adalah delapan, seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Berikut ini Tabel Beberapa Bahan


yang Memiliki Struktur Seperti CsCl

- Stru
ktur
Intan

Sifat dan pemakaian Intan


Berikut beberapa sifat dan pemakaian intan:
1.

Intan merupakan mineral alami yang paling keras, sehingga intan banyak digunakan sebagai alat
untuk memotong, mengasah dan sebagai mata bor.

2.

Memiliki titik leleh yang sangat tinggi yakni 4827 C). Hal ini disebabkan Ikatan kovalen karbonkarbon yang terbentuk pada struktur intan sangat kuat bahkan lebih kuat dari ikatan ionik.

3.

Berupa isolator namun dapat menyerap panas dengan sangat baik. Daya hantar listrik intan
berkaitan dengan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan, dimana pada intan elektronelektron berikatan sangat kuat sehingga tidak ada elektron yang bebas bergerak ketika diberi beda
potensial. Sifat penyerap panas yang baik dari intan diaplikasikan pada peralatan elektonik untuk
menyerap panas yang dihasilkan ketika peralatan elektronik digunakan. Dengan melapisi intan
pada konduktor dalam peralatan elektronik maka suhu peralatan tersebut dapat dijaga relatif
konstan sehingga peralatan tersebut dapat berfungsi secara normal.

4.

Tidak larut dalam air dan pelarut organik. Dalam hal ini tidak memungkinkan terjadinya daya
tarik antara molekul pelarut dan atom karbon yang dapat membongkar dayatarik antara atomatom karbon yang berikatan secara kovalen. Akibat pelarut tidak mampu mensolvasi molekul
intan.

Dalam struktur intan setiap atom karbon berikatan secara kovalen dengan atom 4 karbon lain
dalam bentuk tetrahedral dan panjang setiap ikatan karbon-karbon adalah 0,154 nm. Bahan dasar
pembuatan intan yaitu grafit dengan katalis logam. Proses pembuatan intan dari grafit dilakukan pada
suhu tinggi yakni sekitar 3500 C bahkan dapat lebih tinggi dan tekanan tinggi pula yakni sekitar
140.000 atm atau lebih. Selain menggunakan cara tersebut, intan dapat dihasilkan dengan pirolisis
hidrokarbon pada suhu relatif rendah ( 900 C) dan tekanan realtif lebih rendah pula yakni sekitar
102 Pa.Namun dalam kehidupan sehari-hari intan yang sering dijumpai terdiri dari berbagai macam
warna. Berbagai warna yang dihasilkan intan dipengaruhi oleh 3 hal yaitu
1.

Adanya pengotor dalam struktur intan sehingga pengotor tersebut dapat mengubah spektrum
absorbsi intan. Spektrum intan yang berubah akibat adanya pengotor tergantung pada jenis dan
konsentrasi pengotor yang ada Misalnya intan kuning dan oranye mengandung nitrogen, intan
biru mengandung boron, intan abu-abu, ungu dan hijau mengandung hidrogen.

2.

Intan hijau disebabkan oleh radiasi alam, yang terjadi selama berjuta-juta tahun sehingga dapat
mengubah struktur atom dalam intan. Akibat berubahnya struktur intan menyebabkan sektrum
absorpsi intanpun berubah.

3.

Intan merah muda, merah dan coklat disebabkan oleh adanya deformasi plastik. Struktur atom
karbon yang memutar selama pembentukan intan dalam tanah sehingga mengubah sektrum
absorpsi intan. Hal ini tampak pada intan sebagai garis urat yang menyerupai urat kayu. Garis
inilah yang memberikan spektrum warna yang berbeda

Contoh Soal
1. Tentukan volume packing fraction (VPF) dan estimasi kerapatan dari Emas .
Jawab :
Emas

Emas struktrur kristalnya berbentuk FCC mempunyai empat atom dengan jarak antar atom a =
o

4,0729 A dan berat atom = 196,97 gr/mol sehingga


Volume atom per unit sel
VPF
Volume dalam unit sel

Estimasi kerapatan dari molybdinum


Massa atom per unit sell
Kerapa tan
Volume dalam unit sel
Kerapa tan 19,265gr / cm

2.Jika anda memiliki tiga jenis bahan berstruktur fcc, bcc, dan intan, maka :
a. Gambarkan ketiga struktur tersebut
b. Tentukkan jumlah atom tetangga terdekatnya dari ketiga bahan tersebut ( serta gambarkan )

Jawab : a. Struktur fcc

Struktur bcc

Struktur Intan

b. Jumlah atom tetangga terdekat pada struktur :


fcc

= 12 atom

bcc

= 8 atom

intan

= 4 atom

Daftar Pustaka
Mangonon. P.L, 1999 . The Principles of materials Selection for Engineering Design, PrinticeHall International,Inc. Hal- 29 -81.

Smallman R.E. dan R.J. Bishop,1999. Metalurgi Fisik Moderen dan Rekayasa Material Erlangga.
Jakarta.

TUGAS 1
1. SODIUM
Sifat Kimia Natrium
1. Nama : Natrium
2. Simbol : Na
3. Nomor atom : 11
4. Nomor massa: 22.989
5. Keadaan standar : padatan
6. Warna : putih keperakan
7. Klasifikasi dalam sistem periodik : Logam
8. Total isotop : 22
9. Total isomer 2
10. Isotop radioaktif = 19
11. Isotop stabil : 1
12. Elektronegatifitas pauli : 0.9
13. Entalpi atomisasi : 108.4 KJ/mol
14. Entalpi fusi : 2.59 KJ/mol

15. Entalpi penguapan : 89.04 KJ/mol


16. Panas penguapan= 96 KJ/mol
17. Volume molar : 23.7 cm3/mol
18. Jari-jari ionik : 2.23 Amstrong
19. Jari-jari kovalen : 1.54 Amstrong
20. kristal struktur : CCB kubus berpusat badan
Sifat Fisika
1. Densitas : 0.97 g/cm3
2. Titik leleh : 97.5
3. Titik didih : 883
4. Potensial standar : -2.7 V
5. Penemu : Sih Humphrey Davy 1807
6. Koefisien ekspansi liner termal : 70.6x10exp-5 /K
7. Konduktivitas termal = 1.41 W/cmK
8. Konduktifitas listrik : 0.21x10exp-6/ohm.cm
9. Kalor jenis : 1.23 J/Gk
10. Tekanan uap : 0.0000143 Pa pada 961 C

Beberapa Kristal dan klasifikasi ikatannya :


Energi Ikatan

Jarak Antar

Per atom (eV)

Atom ()

Bahan

Struktur

Argon

FCC

0,1

3,76

Khlor

Tetragonal

0,3

4,34

Hidrogen

HCP

0,01

3,75

Silikon

Kubik
(intan)

3,7

2,35

Kubik
(ZnS)

3,4

2,80

Kubik

1,0

2,92

(fluorit)
KCl

Kubik
(NaCl)

7,3

3,14

AgBr

Kubik
(NaCl)

5,4

2,88

BaF2

Kubik
(fluorit)

17,3

2,69

Na

BCC

1,1

3,70

Ag

FCC

3,0

2,88

Ni

FCC

4,4

2,48

Anda mungkin juga menyukai