Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Ega Ginanjar

NIM

: 1147060023

Jurusan

: Agroteknologi- 4A

BULU BABI (Diadema setosum)


A. Deskripsi
Diadema setosum merupakan hewan yang memiliki tubuh bulat dan memiliki duri duri yang
panjang dan terbagi atas 5 sekat lempengan. Diadema setosum memiliki umur 7-15 tahun bahkan
kadang ada yang mencapai 200 tahun. Diadema setosum hidup pada daerah padang lamun dan
bersembunyi di terumbu karang.
Berdasarkan bentuk tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu
bulu babi beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular sea urchin), dan
hanya bulu babi beraturan saja yang memiliki nilai konsumsi. Diadema setosum merupakan satu
diantara jenis bulu babi yang terdapat di Indonesia yang mempunyai nilai konsumsi. Diadema
setosum termasuk dalam kelompok echinoid beraturan (regular echinoid), yaitu echinoid yang
mempunyai struktur cangkang seperti bola yang biasanya sirkular atau oval dan agak pipih pada
bagian oral dan aboral. Permukaan cangkang di lengkapi dengan duri panjang yang berbeda-beda
tergantung jenisnya, serta dapat digerakkan

B. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phyllum

: Echinodermata

Class

: Echinodea

Familly

: Diadematidae

Genus

: Diadema

Spesies

: Diadema setosum

Sub Class : Euchinoidea


Ordo

: Cidaroidea

C. Morfologi
Berbeda dengan bintang laut dan bintang ular, bulu babi (Echinoidea) tidak memiliki lengan .
Tubuh bulu babi berbentuk agak bulat seperti bola dengan cangkang yang keras berkapur dan
dipenuhi duri-duri. Duri-duri terletak berderet dalam garis-garis membujur dan dapat di
gerakkan. Mulut terletak di bawah menghadap ke bawah dan anus terletak diatas menghadap ke
atas di puncak cangkang yang membulat.
Diadema setosum memiliki ciri-ciri berwarna hitam dengan duri-duri berwarna hitam pula
yang memanjang ke atas untuk pertahanan diri sedangkan bagian bawah pendek sebagai alat
pergerakan. Memiliki 5 titik putih pada bagian atas dan terletak di antara segmen setiap 1 titik
putih.

Diadema tanpa duri

D. Anatomi
Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral, aboral, dan bagian diantara
oral dan aboral. Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan pada bagian tengah sisi
oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng ambulakral dan interambulakral berada

diantara sistem apikal dan sistem peristomial. Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem
peristomial termasuk lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct)
termasuk diantaranya adalah keping-keping genital. Salah satu diantara keping genital yang
berukuran paling besar merupakan tempat bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular
system). Sistem ini menjadi cirri khas Filum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan,
makan, respirasi, dan ekskresi. Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit
tempat menempelnya organ lentera aristotle, yakni semacam rahang yang berfungsi sebagai
alat pemotong dan penghancur makanan. Organ ini juga mampu memotong cangkang teritip,
molusca ataupun jenis bulu babi lainnya. Di sekitar mulut bulu babi beraturan kecuali ordo
Cidaroidea terdapat lima pasang insang yang kecil dan berdinding tipis.
Tubuh bulu babi memiliki satu rongga utama yang berisi lentera aristoteles dan organ
pencernaan. Lentera aristoteles terdiri dari lima buah gigi yang disatukan oleh suatu substansi
berkampur dan dikelilingi oleh otot pengulur dan penarik. otot ini berperan mengatur pergerakan
gigi. Lentera aristoteles berfungsi seperti mulut dan gigi yang bertugas mengambil, memotong
dan menghaluskan makanan, Esophagus, usus halus, usus besar dan anus tersusun melingkari
lentera aristoteles membentuk suatu sistem pencernaan.
Struktur Lentera Aristoteles

Pada bulu babi Diadema setosum kaki tabung memiliki banyak fungsi. Selain untuk
bergerak, kaki tabung juga digunakan sebagai indera peraba, organ respirasi dan tempat
pengeluaran air dari tubuh. Air masuk melalui madreporit menuju saluran batu dan keluar
melalui saluran pada kaki tabung.

Sistem peredaran darah dan ekskresi pada bulu babi tidak dijumpai. Sistem syaraf dan
reproduksi masih sederhana. Kelamin terpisah. Gonad melekat disisi atas rongga tubuh. Sperma
dan telur di lepas langsung ke perairan yang selanjutnya terjadi pembuahan diluar tumbuh
dengan bertemunya sel telur (Ovum)dan sel kelamin jantan (Sperma).
Struktur Organ dalam