Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM
TEKNIK PRODUKSI TANAMAN OBAT DAN AROMA
Minyak Atsiri Kulit Jeruk

Oleh
Nama

: M. Johan Okvi Angga

NIM

: 125040100111204

Kelas

: TPTOA Kamis SDL 1 (11.00-12.40)

Asisten

: Latifah

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar belakang


Minyak atsiri lazim juga dikenal dengan nama minyak mudah menguap atau
minyak terbang, pengertian atau definisi minyak atsiri yang ditulis dalam Encyclopedia
of Chemical Technology menyebutkan bahwa minyak atsiri merupakan senyawa, yang
pada umumnya berujud cairan, yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, batang,
daun, buah, biji maupun dari bunga dengan cara penyulingan dengan uap, tetapi dapat
juga diperoleh dengan cara lain seperti dengan cara ekstraksi dengan menggunakan
pelarut organik maupun dengan cara dipres atau dikempa dan secara enzimatik.
Ekstraksi adalah salah satu proses pemisahan atau pemurnian suatu senyawa dari
campurannya dengan bantuan pelarut. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak
substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material suatu bahan lainnya. Ekstraksi
merupakan salah satu metode pemisahan yang menggunakan sifat fisis, yaitu perbedaan
kelarutan komponen-komponen dalam larutan dengan menggunakan larutan lain sebagai
media pemisah. Pemisahan larutan dengan ekstraksi digunakan untuk memisahkan
komponen-komponen yang mempunyai perbedaan titik didih yang relatif kecil tetapi
mempunyai perbedaan kelarutan yang cukup besar dengan suatu pelarut. Ekstraksi caircair menggunakan prinsip kesetimbangan dengan perpindahan massa zat terlarut (fasa
disperse) dan larutan yang diekstraksi kelarutan yang digunakan sebagai pelarut (fasa
kontinu). Menurut Ladda (1976), ekstraksi cair-cair digunakan jika pemisahan dengan
operasi lainnya tidak dapat dicapai seperti: distilasi, evaporasi, kristalisasi dan lain-lain.
Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahan suatu komponen dari fasa cair ke fasa cair
lainnya.
Minyak kulit jeruk merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang sering juga
disebut dengan minyak eteris. Minyak atsiri atau minyak eteris adalah istilah yang
digunakan untuk minyak yang mudah menguap dengan komposisi dan titik didih yang
berbeda-beda. Di Indonesia kulit buah jeruk biasanya hanya di buang sebagai sampah
dan saat ini menjadi masalah di kota-kota besar. Untuk mengatasi masalah hal tersebut,
salah satu upaya yang biasa dilakukan adalah mengolah atau mendaur-ulang sampah
menjadi produk atau bahan yang berguna, yaitu minyak atsiri dari kulit jeruk. Proses
pembuatan minyak kulit jeruk dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya

yaitu destilasi air, destilasi uap dan air dan destilasi uap. Dalam percabaan ekstraksi ini
maka digunakan ekstraksi minyak atsiri kulit jeruk lemon karena mempermudah dalam
proses destilasi dari bahan tersebut.
Minyak atsiri dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, minyak atsiri yang
dengan mudah dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen atau penyusun murninya.
Komponen-komponen ini dapat menjadi bahan dasar untuk diproses menjadi produkproduk lain. Contohnya: minyak sereh, minyak daun cengkeh, minyak permen, dan
minyak terpentin. Biasanya komponen utama yang terdapat dalam minyak atsiri tersebut
dipisahkan atau diisolasi dengan penyulingan bertingkat selalu dilakukan dalam keadaan
vakum. Hal ini dikerjakan untuk menghindari terjadinya isomerisasi, polimerasi atau
peruraian. Kedua, minyak atsiri yang sukar dipisahkan menjadi komponen murninya.
Contohnya minyak akar wangi, minyak nilam, minyak kenanga. Biasanya minyak atsiri
tersebut langsung dapat digunakan, tanpa diisolasi komponen-komponennya. Sebagai
produk pewangi berbagai produk.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui dan mempelajari secara langsung teknik penyulingan minyak atsiri serta
dapat menganalisis usaha penyulingan minyak atsiri
2. Mengetahui kandungan minyak atsiri pada bahan baku kulit jeruk
3. Mengetahui manfaat minyak atsiri

BAB II
Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Ekstrasi Minyak Atsiri


Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini
disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak esensial karena pada suhu
biasa (suhu kamar) mudah menguap di udara terbuka. Istilah esensial dipakai karena
minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya. Dalam keadaan segar dan murni tanpa
pencemar, minyak atsiri umumnya tidak bemwarna. (Mulyani. 2004)
Ekstraksi merupakan suatu proses mengambil atau menarik senyawa yang
terdapat dalam suatu bahan dengan pelarut yang sesuai. (Hardjono, 2004)
2.2 Pengertian Destilasi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam
penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian
didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah
akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis
perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu
larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal
distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Distilasi juga bisa dikatakan sebagai proses pemisahan komponen yang ditujukan
untuk memisahkan pelarut dan komponen pelarutnya. Hasil distilasi disebut distilat dan
sisanya disebut residu. Jika hasil distilasinya berupa air, maka disebut sebagai
aquadestilata (disingkat aquades). (Mulyani. 2004)
2.3 Macam-macam Metode Ekstrasi
1. Metode Destilasi adalah memanfaatkan perbedaan titik didih. Di antara metodemetode isolasi yang paling lazim dilakukan adalah metode destilasi. Beberapa metode
destilasi yang populer dilakukan di berbagai perusahaan industri penyulingan minyak
atsiri, ialah:
a. Metode destilasi kering (langsung dari bahannya tanpa menggunakan air) Metode
ini paling sesuai untuk bahan tanaman yang kering dan untuk minyak yang tahan

pemanasan (tidak mengalami perubahan bau dan warna saat dipanaskan),


misalnya oleoresin dan copaiba.
b. Destilasi uap-air
Bahan yang digunakan tidak kontak lansung dengan air namun diberi sekat antara
air dan simplisia yang biasa disebut angsang.Prinsipnya air mendidih dan uap air
akan membawa partikel minyak atsiri untuk dialirkan ke kondensor kemudian ke
alat pemisah secara otomatis air dan minyak akan terpisah karena ada perbedaan
berat jenis dimana berat jenis minyak lebih kecil dibandingkan berat jenis air
sehingga minyak berada di atas dan air dibawah.kelebihan destilasi uap-air yaitu
alatnya sederhana tetapi bisa menghasilkan minyak atsiri dalam jumlah yang
cukup banyak sehingga efisien dalam penggunaan,minyak yang dihasilkan tidak
mudah menguap karena pembawanya adalah air yang tidak mudah menguap pada
suhu kamar. Sedangkan kelemahannya metode ini tidak cocok untuk minyak
atsiri yang rusak oleh panas uap air, serta membutuhkan waktu destilasi yang
lebih panjang untuk hasil yang lebih banyak.
c. Destilasi air, meliputi destilasi air clan uap air dan distilasi uap air langsung
Metode ini dapat digunakan untuk bahan kering maupun bahan segar dan
terutama digunakan untuk minyak yang kebanyakan dapat rusak akibat panas
kering. Seluruh bahan dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam bejana yang
berbentuk mirip dandang . Dalam metodei ini ada beberapa versi perlakuan :
-

Bahan tanaman langsung direbus dalam air.

Bahan tanaman langsung masuk air, tetapi tidak direbus, dari bawah dialirkan
uap air panas.

Bahan tanaman ditaruh di bejana bagian atas, sementara uap air dihasilkan
oleh air inendidih dari bawah dandang

Bahan tanaman ditaruh dalam bejana tanpa air dan disemburkan uap air dari
luar bejana.

2. Metode penyarian dengan menggunakan pelarut penyari yang cocok


Dasar dari metode ini adalah adanya perbedaan kelarutan. Minyak atsiri sangat
mudah larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Metode penyarian
digunakan untuk minyak atsiri yang tidak tahan pemanasan, seperti cendana.
Kebanyakan metode ini dipilih karena kadar minyak dalam tanaman sangat rendah.
Bila dipisahkan dengan metode lain, minyaknya akan hilang selama proses

pemisahan. Pengambilan minvak atsiri menggunakan cara ini diyakini sangat efektif
karena sifat minyak atsiri yang larut sempurna di dalam bahan pelarut organik
nonpolar.
3. Metode pengepresan atau pemerasan.
Metode ini hanya bisa dilakukan terhadap simplisia yang mengandung minyak
atsiri dalam kadar yang cukup besar.

Metode pemerasan/pengepresan dilakukan

terutama untuk minyak atsiri yang tidak stabil dan tidak tahan pemanasan seperti
minyak jeruk (citrus) dan minyak atsiri yang bau dan warnanya berubah akibat
pengaruh pelarut penyari.
4. Metode perlekatan bau dengan menggunakan media lilin (enfleurage)
Metode ini memanfaatkan aktivitas enzim yang diyakini masih terus aktif
selama sekitar 15 hari sejak bahan minyak atsiri dipanen. Metode ini digunakan
karena diketahui ada beberapa jenis bunga yang setelah dipetik, enzimnya masih
menunjukkan kegiatan dalam menghasilkan minyak atsiri sampai beberapa hari atau
minggu, misalnya bunga melati, sehingga perlu perlakuan yang tidak merusak
aktivitas enzim tersebut secara langsung. Caranya adalah dengan menaburkan bunga
di hamparan lapisan lilin dalam sebuah baki besar dan ditumpuk menjadi beberapa
tumpukan baki yang saling menutup rapat. Kemudian baki berlapis lilin tersebut
dieramkan hingga menyerap bau bunga sampai beberapa hari atau minggu. Bunga
yang telah habis masa kerja enzimnya diganti dengan bunga segar.

Demikian

seterusnya hingga dihasilkan lilin yang berbau harum (disebut pomade). Selanjutnya
pomade dikerok dan diekstraksi menggunakan etanol.
(Mulyani. 2004)
2.4 Pengaruh Budidaya Tanaman Masing-masing Kelompok
Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini
disebut juga minyak menguap, minyak eteris, minyak esensial karena pada suhu kamar
mudah menguap. Minyak atsiri memiliki banyak pengemar di dalam negeri maupun luar
negeri. Dengan banyaknya pengemar tersebut berarti kebutuhan akan minyak atsiri juga
akan semakin mengalami peningkatan.
Jeruk lemon merupakan salah satu tanaman yang banyak terdapat di Indonesia.
Walaupun dengan harga yang mahal namun jeruk lemon tetap saja banyak peminatnya.

Semakin banyaknya jeruk lemon yang di butuhkan oleh masyarakat maka semakin
diperlukannya bahan baku buah lemon. Potensi ini seharusnya di manfaatkan oleh
masyarakat dengan melihat budidaya lemon cukup mudah dikembangkan tidak salahnya
tanaman lemon dapat dijadikan alternatif tanaman budidaya. Selain itu semakin
banyaknya budidaya lemon di kalangan masyarakat maka semakin meningkatkan
produksi lemon di kalangan produsen. Hal ini merupakan suatu hal yang menguntungkan
karena produsen dapat memberikan perhatian penuh terhadap tanaman buah lemon.
Kualitas jeruk lemon budidaya juga mempengaruhi adanya kualitas minyak atsiri
itu sendiri. Semakin bagus kualitas buah lemonnya maka semakin tinggi pula kualitas
dan kuantitas dari jeruk lemon itu sendiri. Oleh karena itu potensi ini perlu
dikembangkan untuk ke depannya.

BAB III
Bahan dan Metode

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
Nama

Fungsi

Kran air
Pipa penghubung

Sumber air
untuk menghubungkan antara kondensor dan wadah

Erlenmeyer

penampung destilat (Erlenmeyer)


sebagai wadah untuk menampung

destilat

Termometer

diperoleh dari proses destilasi


digunakan untuk mengamati

dalam

suhu

yang
proses

destuilasi sehingga suhu dapat dikontrol sesuai dengan


Statif dan Klem

suhu yang diinginkan untuk memperoleh destilat murni


berguna untuk menyangga bagian-bagian dari peralatan

Pemanas

destilasi sederhana sehingga tidak jatuh atau goyang


berguna untuk memanaskan sampel yang terdapat pada

Kondensor

labu alas bulat


berfungsi untuk mendinginkan uap destilat yang

Labu alas bulat

melewati kondensor sehingga menjadi cair


sebagai wadah untuk penyimpanan sampel yang akan
didestilasi

3.1.2 Bahan
Nama
Air
Kulit Jeruk Lemon

Fungsi
Untuk melarutkan
Sebagai bahan utama minyak atsiri

3.2 Cara Kerja (Diagram Alir)


Menyiapkan alat dan bahan

Memasukkan air

Memasukkan kulit jeruk lemon

Memasang pipa kecil sebagai jalannya uap minyak atsiri

Menghidupkan destilator

Menunggu proses destilasi, maksimal 2 jam

3.3 Dokumentasi
No.
1.

Kegiatan
Memasukkan air ke dalam
tabung destilator

2.

Potong kulit jeruk


berukuran kecil

3.

Memasukkan potongan kulit


jeruk kedalam tabung destilator

hingga

Gambar

4.

Pemasangan pipa kecil sebagai


jalan uap minyak atsiri

5.

Panaskan kompor, kemudian


tunggu hingga air menguap
sampai minyak atsiri keluar
dari bahan baku menuju botol
yang sudag disiapkan

BAB IV
Pembahasan

4.1 Pembahasan
Pada pelaksaan praktikum destilasi minyak atsiri dengan kulit jeruk sebagai
bahan baku dinyatakan gagal. Kegagalan tersebut dikarena suhu titik didih yang kurang

maksimal (kurang tinggi). Pada penyulingan minyak atsiri pada kulit jeruk tidak bisa
dilakkukan seperti penyulingan pada bahan minyak atsiri lainnya. Hal ini dikarenakan
penyulingan dengan uap air atau air mendidih yang relative lama cenderung merusak
komponen minyak karena proses hidrolisa, polimerisasi, dan resinifikasi. Partikel yang
yang bertitik didih tinggi khususnya yang larut dalam air tidak dapat diangkut oleh uap
air sehingga rendemen minyak dan mutu yang dihasilkan lebih rendah (Guenther, 1987)
Prinsip dasar metode distilasi adalah uap dari air digunakan untuk mengangkat
minyak atsiri dari dalam jaringan kulit jeruk dan kemudian didinginkan dengan air
mengalir. Hasil yang diperoleh adalah campuran air dan minyak yang karena perbedaan
berat jenis akan terpisah dimana lapisan minyak ada di atas sedangkan lapisan air ada di
bawah. Lapisan minyak kemudian diambil menggunakan pipet dan dimasukkan dalam
botol berwarna gelap. Penyimpanan sebaiknya dilakukan di dalam lemari es karena
memiliki suhu rendah dan terhindar dari paparan sinar matahari ( Sastrohamidjojo. 2004)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2005. Destilator Minyak Atsiri. Malang: CV. Agrindo Cipta Mandiri
Bangkaha, 2011. Pengertian Destilasi (Penyulingan) http://bangkaha.blogspot.com/2011/12/
pengertian-distilasi-penyulingan.html diakses tanggal 25 Mei 2015

Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri Jilid 1. Jakarta UI Press.


Hardjono Sastrohamidjojo. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
Hidayat,

2012. Pengertian destilasi http://hidayatafif1994.blogspot.


/pengertian -distilasi.html diakses tanggal 25 Mei 2015

Kusuma, Fauzi, Zaky.


Jakarta.

2005.

com/

2012/12

Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat. Agro Media Pustaka.