Anda di halaman 1dari 83

SHIP CONSTRUCTION

SHIP CONSTRUCTION

1: Cerobong;
2: Buritan;
3: Propeller;
4: Kulit kapal;
5: Mesin;
6: Lampu sorot;
7: Haluan;
8: Geladak utama;
9: Bangunan atas (Superstructure)
di mana ditempatkan anjungan kapal, kabin untuk awak.

LAMBUNG KAPAL

HULL STRUCTURE

GADING - GADING ( FRAMES )


Gading gading dipasang untuk memperkuat konstruksi melintang
kapal, menjaga agar tidak terjadi perubahan bentuk pada kulit kapal
sekaligus sebagai tempat menempelnya kulit kapal
Frame merupakan bagian dari konstruksi sepanjang badan
mulai dari haluan sampai dengan buritan yang digunakan
menenpelkan kulit kapal, memperkuat konstruksi kapal
mempertahankan bentuk kapal dari pengaruh gaya-gaya
bekerja pada badan kapal.
.

kapal
untuk
serta
yang

1. Transverse Frame (Gading Melintang)

2. Longitudinal Frame (Gading Memanjang)

BENTUK ( PROFIL ) GADING - GADING

Keling
Dgn sudut
berbintul

Keling
Bentuk U

Dilas dgn
Bentuk
siku balik

Dilas
Dgn
Bentuk
Bintul
& Di
Takik

Gading
Gading
Besar /
sarang

HALUAN KAPAL

MACAM MACAM BENTUK HALUAN


WL

WL

WL

1. Haluan Lurus ( Plumb Bow 2. Haluan Miring 3. Haluan Miring


( Raked Bow )
( Raked Bow II )
atau Straight Bow )

WL
WL

5. Haluan Senduk
(Spoon Bow )

6. Haluan Meier
( Meier Bow )

WL

4. Haluan Gunting
(Clipper Bow )

WL

WL

7. Haluan Pemecah Es
(Ice Breaker Bow )

8. Haluan Berumbi
( Bulbous Bow )

HALUAN KAPAL

I. KEMUDI ( RUDDER )
Tidak dapat di sangkal bahwa kemudi memegang
peranan yang sangat penting dalam pelayaran dengan
sebuah kapal.
Bahkan ikut menentukan faktor keselamatan sebuah
kapal.

KEMUDI DAN LINGGI BALING BALING


Kemudi biasa

Berimbang

70 75%

Semi berimbang

>80%

100%

< 20 %

1) Konstruksi Kemudi biasa

- Daun kemudi terletak 100% di belakang poros putarnya Diberi kerangka untuk penguat daun kemudi
- Selalu dilengkapi dengan kokot jantan ( Pintle ) dan
kokot
betina ( Gudgeon )
- Daun kemudi dan poros kemudi yang saling dihubungkan
dengan sebuah kopling
- Poros kemudi atas, baut penutup, baut kemudi biasa
dan
baut cembung putar (Taats)
- Pada linggi kemudi terdapat Nok kemudi (Rudderstops) agar
daun kemudi pada waktu di putar tidak melewati
batas
maksimum cikar 350
- Di dalam kopling kemudi terdapat baji yang gunanya
untuk
menahan dan membantu baut baut kopling.

2) Cara menggantikan daun kemudi di Dok

- Kemudi di cikar ke kiri atau ke kanan dan ditahan dengan takal


di lambung
- Baut dan flens kopling di buka

b. Kemudi Berimbang
Kemudi yang daun kemudinya sebagian berada di
belakang poros putar dan sebagian kecil berada di
depan poros putarnya. Pada kemudi berimbang
penuh 25 30 % bagian daun kemudi berada di
depan poros putar, sedang sisanya berada di
belakang poros putar. Pada kemudi semi
berimbang bagian daun kemudi yang berada di
depan poros putar lebih kecil dari 20 %.

SEKAT/ DINDING

Fungsi :
Membagi kapal atas kompartemen-kompartemen dengan
endirinya membagi tekanan kebidang yang lebih luas
Mempertinggi keselamatan kapal terutama ketika kapal mendapat
kerusakan dibawah permukaan air atau didekatnya, misalnya
karena kandas, tubrukan, dll.
Mempertinggi keselamatan dan kekuatan melintang kapal.
Membatasi/melokalisir bahaya kebakaran pada suatu
kompartemen.

1. Sekat ceruk buritan (after peak tank bulkhead)


Sekat ini digunakan untuk pembatas antara Tangki Ceruk Buritan (After
Peak Bulkhead) dengan Ruang Mesin (Machenery Space). Tinggi sekat
ini dipanjangkan sampai geladak menerus.

2. Sekat Kamar Mesin


Sesuai dengan namanya, sekat ini diletakkan di depan Kamar Mesin
Kapal. Peletakkannya pun memiliki aturan. Sekat ini harus diletakkan
dengan ketentuan, jarak minimal sekat terhadap garis AP adalah
17%L konstruksi dan maksimal adalah 20% L konstruksi.

LUNAS KAPAL

LUNAS KAPAL ( SHIPS KEEL )


Lunas kapal ada 2 macam :
1. Lunas Pelat Datar ( Flat plate keel )
Lunas Pelat Datar termasuk tipe modernyang biasa dipakai
sekarang ini. Lebar lunas ini antara 1 2 meter dengan tebal
pelat utuh sepanjang 3/5 panjang kapal.
Tipe Lunas Pelat Dasar

Kapal dalam

Lajur tengah dasar


dalam
Penguat
tangah
Jalan terus
Pelat
Lunas

Tipe Lunas Batangan


CL kapal
Dasar dalam (tank top)

Wrang
penuh
Lajur
pengapit
lunas

Lubang
pengering
Lunas Batang

2.

Lunas Saluran ( duct keel )

Lunas ini menggunakan 2 buah penguat tengah (centre


girder). Lunas ini dipasang antara sekat pelanggaran dan sekat
kedap air di depan kamar mesin sebagai tempat disalurkannya
pipa dari tangki tangki.
Dasar Dalam
Wrang

Penguat Melintang

Penuh
Keelson
tengah

pipa

Lunas Batang
Pelat pengapit lunas
Tipe Lunas Batangan

Penguat samping
Penguat Melintang

Tipe Lunas Saluran

LUNAS SAMPING
( BILGE KEEL )

Di pasang di lajur samping kapal kapal yang berlunas datar .


Gunanya untuk mengurangi frekwensi olengan .Besarnya daya
redam dari lunas samping berbanding lurus dengan kecepatan kapal.
Agar memenuhi fungsinya pemasangan lunas samping harus
tepat benar. Yaitu tepat pada perpotongan garis diagonal, antara
perpotongan garis lambung dengan perpanjangan luas dgn perpotongan
antara garis air dengan bidang simetri dengan kulit kapal

O
W

Garis air
Diagonal

Dasar Berganda

26

40

25

20

21

9
20

21

24
8

21
22
17

20
24

16

29

19

14

18

28
3

13

11
30

1
28

12
28

28
27

Penampang Melintang sebuah kapal dengan sistem kerangka melintang


yang Melalui Wrang Penuh (atas) dan Wrang Terbuka (bawah)

KAPAL BARANG
UMUM

Tampak Depan

Tampak Samping

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal, dengan


Wrang penuh (kiri), dan dengan Wrang terbuka (kanan)

Senta
Lajur Bingkai

Balok geladak
Penguat
Balokgeladak
Gading
gading
Lempeng
samping

Wrang Penuh

Wrang terbuka

Kapal Batubara ( Collier )

ENGINE No.4 HOLD

AP

No.3 HOLD No.2 HOLD No.3 HOLD FP

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal


Tutup palka baja
Tangki Wing

Hopper side
Wrang terbuka

Wrang Penuh

KAPAL MUATAN CURAH

No.5 HOLD No.4 HOLD No.3 HOLD No.2 HOLD No.1 HOLD

PENAMPANG MELINTANG
GRAIN, BULK CARGO, WATER BALLAST CARRIED IN WING TANKS

NO.5 WT

NO.4 WT

NO.3 WT

NO.2 WT

NO.1 WT

BAGIAN TENGAH KAPAL


Tutup palka
Dari Baja

Dinding
Kedap air

Tangki
Wing

Senta
Gading
Gading

Penguat
Dinding
Melintang
Wrang Penuh

Wrang
tertutup

KAPAL PENGANGKUT BIJI BIJIAN


TAMBANG ( ORE )

6 HOLD 5 HOLD

4 HOLD 3 HOLD 2 HOLD 1 HOLD

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal


Penutup palka

WingTank

Wrang Penuh

Wrang tertutup

KAPAL PENGANGKUT OBO


( ORE, BULK, OIL )

E.R.

No. 9 No. 8 No. 7 No. 6 No. 5 No. 4 No. 3 No. 2 No. 1

Penampang Melintang pada bagian tengah kapal


Menggunakan Sekat Ganda antara Palka

F.P

DASAR BERGANDA
( DOUBLE BOTTOM )
PENGERTIAN DASAR BERGANDA
Dasar berganda ialah bagian dari konstruksi kapal yang di batas,
Bagian bawah - oleh kulit kapal bagian bawah (bottom shell plating)
Bagian atas
- oleh pelat dasar dalam (Inner bottom plating)
Bagian samping - oleh lempeng samping (margin plate)
Bagian depan
- oleh sekat kedap air terdepan /sekat pelanggaran
(collision bulkhead)
Bagian belakang - sekat kedap air paling belakang atau sering disebut
sekat ceruk belakang ( after peak bulk head )
GUNA DASAR BERGANDA
-Bila kapal kandas dan mengalami kebocoran, masih ada dasar yg kedap air
-Sebagai ruangan muatan cair, air tawar, bahan bakar, ballas, dlsb.
-Membantu stabilitas kapal
-Menambah kekuatan melintang kapal

KONSTRUKSI DASAR BERGANDA


Konstruksi dasar berganda terdiri dari :
1. Sistem konstruksi kerangka melintang dengan wrang wrang penuh
dan wrang wrang terbuka
2. Sistem konstruksi kerangka membujur dengan wrang wrang penuh
dan wrang wrang terbuka
Dasar Berganda kerangka melintang, ciri cirinya :
-Dilengkapi dengan wrangwrang penuh pada setiap gading di bawah
kamar mesin.
-Jarak antara wrang penuh tidak lebih dari 3,05 m diselingi wrang
terbuka.
-Wrang penuh yg terbentang melintang dari penyanggah tengah sampai
lempeng sampingpada setiap sisinya diberi lobang peringan.
-Pada sistem kerangka melintang, penyanggah tengah dan lempeng
samping tidak terputus.

Wrang terbuka pada sistem kerangka Melintang

Sistem kerangka Membujur, ciri cirinya :


-Wrang penuh dipasang dibawah gading gading kamar mesin, kursi
ketel, dinding kedap air dan pada ujung bracket deep tank.
-Penyanggah tengah diberi bracket dengan jarak 1,25 meter
-Bila jarak antara sebuah wrang dengan wrang lainnya sampai 2 atau
lebih jarak gading, dipasang penguat tegak paling seedikit 100mm
untuk memperkuat longitudinals.
-Kapal kapal yang lebarnya sampai 14 21 m dipasang sebuah
longitudinals pada setiap sisi.
-Pada kapal yang panjangnya kurang dari 215 m, longitudinals
terputus pada wrang kedap air dan sebagai gantinya diberi bracket.
-Jarak antara wrang yang satu dengan lainnya tidak melebihi 3,7 m,
kecuali kapal tersebut diperuntukan bagi pengangkutan barang
barang berat atau biji bijian tambang.

4
1. Centre girder
3
5
7
2. Longitudinals
3. Tank Top
4. Gading gading
5. Wrang penuh
6. Lempeng samping
7. Bracket

Floor/
Wrang
Flat bar

Longitudinals pada wrang penuh atau terbuka (bukan wrang tertutup)

Through bracket
oo
l
F

Longitudinals

Pada Wrang tertutup, longitudinals terputus

Ketentuan SOLAS 74 mengenai dasar berganda.


Bab. II I Peraturan 10.
Ketentuan panjang dasar berganda sebuah kapal menurut SOLAS74
sebagai berikut :
a. 1.Untuk ukuran panjang kapal 50 m dan kurang dari 61 m harus
dipasang dasar berganda paling sedikit dari sekat di depan KM
s/d sekat ceruk depan atau sejauh dapat dilaksanakan sedekat
mungkin dengan sekat tersebut .

KM

DB

50 M < Panjang Dasar Berganda kapal < 61 m

2. Untuk kapal yang panjangnya 61 m (200 kaki) dan kurang dari 76 m


(249 kaki) harus dipasang dasar berganda paling sedikit dari sekat
sekat kamar mesin diteruskan sampai ke sekat ceruk haluan dan sekat
ceruk buritan.

KM
DB

DB

61 M < Panjang Dasar Berganda kapal < 76 m

3. Untuk kapal yang panjangnya 76 m (249 kaki) atau lebih harus di


pasang dasar berganda dari sekat ceruk haluan sampai sekat ceruk
buritan.

KM
DB

DB

DB

keel

Panjang Dasar Berganda kapal > 76 m

b. Bila dasar berganda di haruskan untuk dipasang, maka tingginya


ditentukan atau atas persetujuan Pemerintah dan dasar dalam di
teruskan sampai ke sisi lambung sehingga dapat melindungi dasar kapal
sampai ke lengkungan got (bilge). Perlindungan ini dianggap
memenuhi syarat bila garis potong antara lempeng samping (margin
plate) dengan lajur samping (bilge strake), tidak lebih rendah dari satu
bidang datar yang melalui titik potong garis gading dengan lunas,
dimana garis diagonal tersebut membentuk sudut 250 dengan alas dan
memotong bidang simetri pada setengah lebar kapal terbesar.

c. Got pengering (drain well) yang dibuat di dalam dasar berganda


yang di gunakan untuk mengeringkan palka/ruang muat dan dan
lain sebagainya tidak boleh lebih rendah dari yang di perlukan

d. Dasar berganda tidak diperlukan bagi kompartemen


kompartemen kedap air yang berukuran sedang, yang khusus di
pergunakan untuk mengangkut minyak dan yang melakukan
pelayaran Internasional jarak dekat secara teratur .
e. Bagi kapal kapal yang mempunyai kompartemen kompartemen
kedap air berukuran sedang dan digunakan untuk mengangkut
minyak dan yang melakukan pelayaran internasional jarak dekat
secara teratur, pemerintah dapat memberikan kelonggaran terhadap
konstruksi dasar berganda di bagian manapun dari kapal itu .
Lebar terbesar

CL

Dasar Berganda

250

UKURAN- UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL


UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL TERDIRI DARI
1. UKURAN MEMBUJUR/MEMANJANG (LONGITUDINAL)
2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR (TRANSVERZAL )
BEBERAPA PENGERTIAN ISTILAH UNTUK KAPAL :
PANJANG : Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada
sarat muat musim panas Yang dihitung dari bagian depan linggi
haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah- tengah
cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi .
Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 97 %
panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan
panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi dimana kapal
tersebut dikeluarkan.

UKURAN - UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL


LEBAR : Ialah lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang
diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga
merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana
kapal tersebut dikelaskan.
DALAM :Ialah jarak tegak yang dinyatakan dalam meter
pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas
lumas sampai bagian atas balok geladak dari geladak
jalan terus teratas
TENGAH-TENGAH KAPAL : Ialah Pertengahan panjang
Yang diukur dari bagian depan linggi haluan

1. UKURAN MEMBUJUR / MEMANJANG


Ukuran Memanjang terdiri dari :
a. Panjang Seluruhnya ( Length Over All = LOA )
Ialah Jarak membujur kapal dari titik terdepan linggi haluan
kapal sampai
ke titik terbelakang dari buritan kapal, di ukur sejajar lunas.
b. Panjang Sepanjang Garis Tegak (Length Between perpendicular)
Ialah Panjang kapal dihitung dari garis tegak depan sampai ke
garis tegak belakang.
- Garis tegak depan (Forward perpendicular) ialah sebuah garis
khayalan yang memotong tegak lurus garis muat perancang
kapal dengan linggi haluan.
- Garis tegak belakang (After perpendicular) ialah sebuah garis
khayalan yang terletak pada tengah-tengah cagak kemudi atau
bagian belakang dari poros kemudi.
Panjang sepanjang garis tegak di ukur sejajar lunas dan
merupakan Panjang Lambung Bebas (Freeboard Length)

c. Panjang Sepanjang Garis Air


( Length On the Load Water Line = LOWL)
Ialah Panjang sebuah kapal diukur dari
perpotongan garis air dengan linggi haluan sampai
ke titik potong garis air dengan linggi belakang, di
ukur sejajar lunas.
d. Panjang Terdaftar ( Registered Length )
Ialah Panjang seperti yang tertera di dalam
sertifikat kapal itu , yaitu dihitung dari ujung
terdepan geladak jalan terus teratas sampai garis
tegak belakang , diukur sejajar lunas.

2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR


a. Lebar terbesar (Extreme Breadth)
Ialah jarak melintang dari suatu titik terjauh
di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di
sebelah kanan badan kapal, diukur paada
lebar terbesar dan sejajar lunas.
b. Lebar Dalam (Moulded Breadth)
Ialah lebar kapal dihitung dari sebelah dalam
kulit kapal lambung yang satu sampai ke
sebelah dalam lambung lainnya, diukur pada
lebar kapal terbesar dan sejajar lunas

c.

Lebar terdaftar ( Registered Breadth )


Ialah Lebar seperti yang tertera di dalam
sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan
lebar dalam ( Moulded Breadth )

d. Lebar Tonase ( Tonnage Breadth )


Ialah Lebar sebuah kapal dari bagian dalam
wilah keringat lambung yang satu sampai ke
bagian dalam wilah keringat lambung
lainnya, diukur pada lebar terbesar dan
sejajar lunas

3. UKURAN TEGAK ( VERTIKAL )


a. Sarat Kapal
Ialah Jarak tegak yang diukur dari titik terendah
badan kapal sampai garis air. Jarak ini sering di
istilahkan dengan sarat moulded.

b. Lambung bebas (Free Board ) :


Ialah jarak tegak dari garis air sampai geladak
lambung bebas atau garis deck ( Deck Line )

( PANJANG SELURUHNYA )
LOA

( PANJANG MENURUT KELAS )

(LBP = PANJANG LAMB. BEBAS)


(PANJANG TERDAFTAR = RB)
(PANJANG SEPANJANG GARIS AIR)
LOWL

( EB = Lebar ekstrim = terdaftar )


(MB = Lebar dalam = Lebar Kelas)

1/3 CAMBER

DALAM
TERDAFTAR

LEBAR TONASE
SARAT

DALAM
TONASE

LAMBUNG
BEBAS
DALAM
MENURUT
KELAS

TONASE ( TONNAGE )
PENGERTIAN TONASE
Kapal ialah sebuah benda terapung yang digunakan untuk
sarana pengangkutan di atas air.
Besar kecilnya kapal dinyatakan dalam ukuran memanjang,
membujur, melebar, melintang, tegak, dalam dan ukuran isi
maupun berat.
Guna dari ukuran ukuran ini untuk mengetahui besar kecilnya
sebuah kapal, besar kecilnya daya angkut kapal tersebut dan
besarnya bea yang akan dikeluarkan.

JENIS TONASE
TONASE SEBUAH KAPAL DAPAT DIPERINCI Sbb :
Isi kotor ( Gross Tonnage) GT
Isi kotor besarnya tertera di sertifikat kapal itu, Isi kotor merupakan jumlah
- Isi ruangan di bawah geladak ukur atau geladak tonase
- Isi ruangan / tempat tempat antara geladak kedua dan geladak atas
- Isi ruangan ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas
atau geladak di atasnya
- Isi dari ambang palka (1/2 % dari BRT kapal )
Isi atau volume ruangan di bawah geladak ukur mengandung pengertian
volume dari ruangan - ruangan yang dibatasi oleh :
- Disebelah atas oleh geladak jalan terus paling atas
- Di sebelah bawah oleh bagian atas dari lajur dasar dalam.
- Di sebelah samping oleh bagian sebelah dalam gading gading.
( lihat lebar tonnase )

DISPLACEMENT = Berat Benaman


Jumlah berat kapal dan segalanya yang ada pada kapal tersebut dan di
nyatakan dalam Longton

LOADED DISPLACEMENT = Berat Benaman dimuati Penuh


Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat
kapal tersebut dimuati sampai mencapai sarat maximum yang diijinkan .

LIGHT DISPLACEMENT = Berat Benaman Kapal Kosong


Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal
kosong tanpa muatan

VOLUME OF DISPLACEMENT= Isi Benaman


Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal
kosong tanpa muatan

DEAD WEIGT TONNAGE ( DWT = daya angkut / muat kapal )


Selisih antara Loaded Displacement Light Displacement

CARGO DWT = Cargo Carrying Capasity


Kemampuan kapal untuk mengangkut muatan ( Jumlah muatan yang bisa di bawa )

BALE CAPASITY
Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini
untuk muatan general cargo

GRAIN CAPASITY
Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini
untuk muatan curah ( Beras, Biji Besi , dll )

GRT ( GROSS TONNAGE = Brutto Register Ton =BRT )


Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan tertentu
untuk keamanan kapal ( deducted spaces )

NRT ( NET TONNAGE = Netto Register Ton = Isi Bersih )


Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan jumlah isi ruangan ruangan
yang tidak dapat di pakai untuki mengangkut muatan

TONNAGE PERLENGKAPAN ( Equipment tonnage )


Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan
ukuran dan kekuatan alat alat labuh, seperti jangkar, rantai jangkar,
derek jangkar dan lain lain.
TONNAGE TENAGA ( Power Tonnage )
Berat kapal kotor di tambah PK mesin kapal itu
( BRT + PK Mesin )
MODIFIED TONNAGE
Kapal yang mempunyai tonnase yang lebih kecil dari yang
seharusnya dimiliki. Untul menjamin keselamatan kapal tersebut
terjadilah perubahan di dalam perhitungan tonase kapal tersebut.
Perhitungan tonasenya sama dengan kapal yang geladak
antaranya tertutup secara permanen

ALTERNATIVE TONNAGE
Sebuah kapal dapat memiliki dua tonnase alternatif, yaitu :
-Full Tonnage ; Tonnase diperhitungkan secara biasa dengan
geladak atas sebagai lambung bebasnya
-Alternative Tonnage ; Lambung bebas diperhitungkan
berdasarkan asumsi bahwa geladak kedua sebagai geladak
lambung bebasnya
Tanda tonnase ditempatkan pada kedua lambung. Tanda
tonnase menunjukan mana dari kedua tonnase ini yang diambil
sebagai tonnase kapal itu. Jika tanda tonnase terendam, kapal
dianggap dimuati sampai garis muat maksimumnya ( Full
Tonnage ), jika tonnase berada di atas garis air, kapal tersebut
dianggap memiliki Modified Tonnage.

TANDA TONNASE
Geladak kedua
TF
F

12= 305mm

S
W

Tanda Tonnase untuk


Modified Tonnage

112= 305mm
1

15 = 381 MM

Tanda Tonnase

TF
F

T
S
W

Geladak kedua

1= 25,4 mm
9= 229mm
1

Tanda Tonnase untuk


AlternativeTonnage

12=
305mm

15 = 381 MM

Tanda Tonnase

BIRO KLASIFIKASI
BIRO KLASIFIKASI adalah sebuah Badan Hukum dalam
bidang jasa yang berusaha dalam pengelasan ( class ) kapal kapal
yang sedang dibangun, sudah dibangun atau yang sedang beroperasi
dalam hal yang berkaitan dengan konstruksi badan kapal, mesin
kapal, termasuk pesawat bantu ( auxileary engine )
Kegiatan Biro Klasifikasi :
- Pengetesan peralatan maupun perlengkapan kapal yang ada sangkut
pautnya dengan kelas kapal, baik lambung maupun mesin
- Pengadaan survey survey pada waktu tertentu atau pada waktu
yang diminta seperti survey tahunan, survey kerusakan, dsb.
- Pemberian sertifikat sertifikat kelas maupun sertifikat statutory
yang sangat berguna untuk kepentingan charter kapal, jual beli dan
asuransi kapal, dsb.

Biro Klasifikasi Indonesia


Suatu Badan Hukum yang dimodali oleh Pemerintah
dengan bentuk Perum yang dikelola oleh Manajemen
tersendiri.
Sesuai dengan SK MenHubLa RI no. Th. 1/17/1 tertanggal
26 september 1964, tugas BKI adalah :
- Mengelaskan kapal kapal yang dibangun di bawah
pengawasan BKI baik selama pembuatannya maupun
setelah beroperasi.
- Berwenang untuk menetapkan dan memberikan tanda
tanda lambung timbul pada kapal kapal tersebut.
- Mengeluarkan sertifikat garis muat pada kapal kapal
berbendera Nasional yang dikeluarkan pada BKI

c. Dalam ( Depth ) :
Ialah jarak tegak diukur dari titik terendah
badan kapal sampai ke titik di geladak lambung
bebas tersebut . Jarak ini merupakan dalam
menurut Biro Klasifikasi dimana kapal tersebut
dikelaskan .

d. Dalam tonnase
Ialah Dalam yang di hitung mulai dari alas
dasar dalam sampai geladak lambung bebas

a, b, c di ukur pada tengah tengah kapal

Tanda tanda Kelas Pada BKI


Untuk Lambung

- Kelas Tertinggi
- Kelas Terendah

A 100 1
A 90 II

atau Maltese Cross atau Tanda Manggis berarti kapal


tersebut dibangun dibawah pengawasan BKI

- Angka 1000 berarti pemeliharaan dan konstruksi lambung


memenuhi persyaratan dan ketentuan tertinggi BKI
- I ; berarti mesin jangkar dan rantai jangkar dan tali muat
memenuhi persyaratan BKI
- II ; berarti kurang memenuhi persyaratan BKI

Untuk Mesin ,
SM artinya mesin Induk dan Bantu memenuhi pesyaratan BKI.
SM artinya Mesin Induk dan Bantu kurang memenuhi persyaratan
BKI ( kelas terendah )
SM artinya memenuhi persyaratan kelas tertinggi.
Untuk kapal kapal bukan Samudra di belakang kelasnya di berikan
catatan : P = Pelayaran Pantai
L = Pelayaran Lokal
T = Pelayaran Terbatas
Di dalam pengawasan yang dilakukan Biro Klasifikasi hal hal yang
Diutamakan ialah Hull ( lambung ) dan Machinery ( permesinan )

MERKAH KAMBANGAN
( PLIMSOLL MARK )

Ialah Sebuah tanda pada kedua lambung kapal untuk membatasi


sarat maksimum. Tanda ini dibuat dengan maksud agar setiap kapal
membatasi berat muatan yang diangkutnya sesuai dengan jenis kapal
dan musim yang berlaku di tempat dimana kapal tersebut berlayar

GARIS Dek ( Deck Line )


Garis dek merupakan sebuah garis datar yang sisi atasnya berimpit
dengan sisi atas dari geladak lambung bebas ( Free Board Deck ) di
Tengah panjang garis muat kapal.

DECK LINE
12

Gambar dan ukuran markah kambangan


25 mm
300 mm

540 mm
230 mm
TF
X

FWA
T

FWA

W X
WNA

300 mm
300 mm
X = 1/48 S
FWA = W/40 TPC
DWA = FWA X (1.025 D) / (1.025 1.000)

230 mm

PENAMPANG MELINTANG & MEMBUJUR


Penampang sebuah kapal dibedakan atas Penampang Melintang
dan Membujur Bentuk dari penampang ini tergantung dari tipe
kapal dan kegunaan dari kapal tersebut.
Penampang Melintang
Suatu gambaran yang jelas mengenai kaitan antara tipe kapal,
sistem kerangka yang digunakan serta perbedaan yang nyata
mengenai perkuatan - perkuatan dan jumlahnya pada
konstruksi bagian kapal yang mendapat tekanan terbesar yaitu
dasar berganda.