Anda di halaman 1dari 4

METODE PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN

MESIN ABRASI LOS ANGELES


BAB I
DESKRIPSI
1.1 Maksud dan tujuan
1.1.1 Maksud
Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan untuk menentukan
ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan
mesin abrasi Los Angeles.
1.1.2 Tujuan
Pengujian ini adalah untuk mengetahui angka keausan tersebut,
yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos
saringan No. 12 (1,7 mm) terhadap berat semula dalam persen.
1.2 Ruang Lingkup
Pengujian ini dapat digunakan untuk mengukur keausan agregat kasar.
Hasil pengujian bahan ini dapat digunakan dalam perencanaan dan
pelaksanaan bahan perkerasan jalan atau konstruksi beton
BAB II
CARA PELAKSANAAN
2.1 Peralatan
Peralatan untuk pelaksanaan ujian adalah sebagai berikut :
1) Mesin Abrasi Los Angeles (lampiran C):
Mesin terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua sisinya dengan
diameter 711 mm (28) panjang dalam 508 mm (20); silinder
bertumpu pada dua poros pendek yang tak menerus dan berputar
pada poros mendatar; Silinder berlubang untuk memasukkan benda
uji; penutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam
silinder tidak terganggu; di bagian dalam silinder terdapat bilah baja
melintang penuh setinggi 89 mm (3,5);
2) Saringan No. 12 (1,7 mm) dan saringan-saringan lainnya;
3) Timbangan, dengan ketelitian 5 gram;
4) Bola-bola baja dengan diameter rata-rata 4,68 cm (1 7/8) dan berat
masing-masing antara 400 gram sampai 440;
5) Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi
sampai (1105)C.
2.2 Benda uji
Benda uji dipersiapkan dengan cara sebagai berikut :
1) Berat dan gradasi benda uji sesuai daftar (lampiran);
2) Bersihkan benda uji dan keringkan dalan oven pada suhu (1105)oC
sampai berat tetap.
2.3 Cara pengujian
Pengujian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :

1) Pengujian ketahanan agregat kasar terhadap keausan dapat


dilakukan dengan salah satu dari 7 (tujuh) cara berikut :
(1)Cara A : Gradasi A, bahan lolos 37,5 mm sampai tertahan 9,5
mm. Jumlah bola 12 buah dengan 500 putaran;
(2)Cara B : Gradasi B, bahan lolos 19 mm sampai tertahan 9,5 mm.
Jumlah bola 11 buah dengan 500 putaran;
(3)Cara C : Gradasi C, bahan lolos 9,5 mm sampai tertahan 4,75
mm (no. 4). Jumlah bloa 8 buah dengan 500 putaran;
(4)Cara D : Gradasi D, bahan lolos 4,75 mm (no. 4). Jumlah bloa 8
buah dengan 500 putaran;
(5)Cara E : Gradasi E, bahan lolos 50 mm sampai tertahan 25 mm.
Jumlah bola 12 buah dengan 1000 putaran;
(6)Cara F : Gradasi F, bahan lolos 50 mm sampai tertahan 25 mm.
Jumlah bola 12 buah dengan 1000 putaran;
(7)Cara G : Gradasi G, bahan lolos 37,5 mm sampai tertahan 19
mm. Jumlah boal 12 buah dengan 1000 putaran;
Bila tidak ditentukan cara yang harus dilakukan, maka pemilihan
gradasi disesuaikan dengan contoh matrial yang merupakan wakil
dari matrial yang akan digunakan :
1. Benda uji dan bola baja dimasukkan ke dalam mesin abrasi Los
Angeles;
2. Putar mesin dengan kecepatan 30 sampai dengan 33 rpm.
Jumlah putaran gradasi A, B, C, dan D 500 putaran dan untuk
gradasi E, F, dan G 100 putaran;
3. Setelah selesai pemutaran, keluarkan benda uji dari mesin
kemudian saring dengan saringan no. 12 (1,7 mm); butiran yang
tertahan di atasnya dicuci bersih, selanjutnya dikeringkan dalam
oven pada suhu (110 5)oC sampai berat tetap.
2.4 Perhitungan

Keausan =

ab
x 100
.............................. (1)
a

Keterangan :
a = berat benda uji semula, gram
b = berat benda uji tertahan saringan no. 12, gram
2.5 Laporan
Keausan dilaporkan sebagai hasil rata-rata dari dua pengujian yang
dinyatakan sebagai
bilangan bulat dalam persen.

LAMPIRAN C
LAIN LAIN
FORMULIR PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN LOS ANGELES
=B (fraksi 10 20 mm)

Gradasi Pemeriksaan
Saringan
Lolos

Tertahan

76,2 mm (3)
63,5 mm (21/2)
50,8 mm (2)
37,5 mm (11/2)
25,4 mm (1)
19,0 mm (3/4)
12,5 mm (1/2)
9,5 mm (3/8)
6,3 mm (1/4)
4,75 mm (no.4)

Berat
sebelum
(a)

63,5 mm (21/2)
50,8 mm (2)
27,5 mm (11/2)
25,4 mm (1)
19,0 mm (3/4)
12,5 mm (1/2)
9,5 mm (3/8)
6,3 mm (1/4)
4,75 mm (no. 4)
2,36 mm (no. 8)

Jumlah Berat
Berat tertahan saringan no. 12

I.
a
gram

II
Berat
sesudah
(b)

Berat
sebelum
(a)

Berat sesudah
(b)

.........
.........
.........
.........
.........
2500 gr
2500 gr
.........
.........
.........

........
........
........
........
........
........
........
........
........
........

........
........
........
........
........
2500 gr
2500 gr
........
........
........

........
........
........
........
........
........
........
........
........
........

5000 gr
..............

4161 gr
839 gr

5000 gr
.............

4120 gr
880

= 5000 gram

II. a

= 5000

b
gram

= 416 gram

= 4120

a-b
gram

= 839 gram

ab

= 880

Keausan I

Keausan II

ab
x 100 =16,8
a

ab
x 100
a

= 17,6 %

Keausan rata-rata

= 17 %

LAMPIRAN C
LAIN LAIN

DAFTAR GRADASI BERAT BENDA UJI


Ukuran saringan

Gradasi dan berat benda uji (gram)

Lolos

Tertahan

mm ()

mm ()

75 (3)

62 (21/2)

2500

62 (21/2)

50 (2)

2500

50 (2)

37,5 (11/2)

5000

37,5 (11/2)

25 (1)

1250

25 (1)

19 (3/4)

1250

19 (3/4)

12,5 (1/2)

1250

2500

12,5 (1/2)

9,5 (3/8)

1250

2500

9,5 (3/8)

6,3 (1/4)

2500

6,3 (1/4)

4,75 (no. 5)

2500

4,75 (no. 4)

2,36 (no. 8)

5000
5000

5000
5000

5000

Jumlah Bola

12

11

12

12

12

BERAT
BOLA
(gram)

5000
25

4584
25

3330
20

2500
15

5000
25

5000
25

5000
25