Anda di halaman 1dari 12

BELERANG

OLEH
NAMA : BEATRIKS A.B. NASA
FERDY MAHOKLORY

Pendahuluan
Di Indonesia terdapat begitu banyak bahan galian,
salah satu diantaranya ialah belerang. Belerang
(Sulfur) dialam biasanya di temukan dalam bentuk
kristal belerang dan dapat juga dalam bentuk
persenyawaan dengan logam lain ( Golongan
sulfida dan garam sulfo ) seperti galena, spalerit
dan pirit. Merupakan unsure bukan logam, padat
berwarna
kuning
pucat,
tanpa
bau
dan
rasa,konduktor panas dan bukan konduktor listrik.
Belerang tidak terlarut dalam air, larut sederhana
dalam benzene dan larut dengan baik dalam karbon
disulfide. Belerang dapat bergabung dengan
kebanyakan logam pada pemanasan, bereaksi
langsung dengan unsure-unsur bukan logam
Pengambilan endapan belerang biasanya dilakukan
dengan metode penambangan

BELERANG
Belerang
(Sulfur)
dialam
biasanya di temukan dalam
bentuk kristal belerang dan
dapat
juga
dalam
bentuk
persenyawaan
dengan
logam
lain ( Golongan sulfida dan
garam sulfo ) seperti galena,
spalerit dan pirit. Merupakan
unsure bukan logam, padat
berwarna kuning pucat, tanpa

Cara terjadi
Belerang atau sulfur didapatkan dalam 2 bentuk yaitu sebagai
senyawa sufida dan sebagai belerang alam. Sebagai senyawa
sufida didapatkan dalam bentuk gelena-PbS, chalkopiritCuFeS2 dan Pirit FeS. Kesemuanya terbentuk akibat proses
hidrotermal, kecuali yang tersebut terakhir dapat pula
terbentuk akibat proses sedimentasi dalam kondisi tertentu.
Sedang belerang alam unsur tersebut berbentuk kristal
bercampur lumpur atau merupakan hasil sublimasi. Endapan
belerang ini terbentuk oleh kegiatan solfatara, fumarola,atau
sebagai akibat dari gas dan larutan yang mengandung
belerang keluar dari dalam bumi melalui rekahan-rekahan,
serta selalu berkaitan dengan rangkaian gunung api akrif.
Dengan demikian belerang alam dikelompokkan menjadi tife
sublimasi dan tife lumpur. Belerang berwarna kuning,
kekerasan 1,5-2,5, berat jenis: 2,05, bila dibakar berwarna
biru, menghasilkan gas SO2 yang berbau tidak enak.

Potensi di indonesia

Endapan belerang di Indonesia


dapat ditemukan dibeberapa
propinsi antara lain : Sumatera
utara, lampung, jawa barat, jawa
tengah, jawa timur, sulawesi
utara, maluku.

Cara penambangan

Metode tambang terbuka


Metode tambang bawah tanah
Metode Frasch-Process
Metode Penambangan Manual

Pengolahan
Cara pengolahan belerang tergantung dari
jenis
endapannya
dan
hasil
yang
diinginkan.
Untuk
belerang
yang
berbentuk
kristal
dapat
langsung
dimasukkan
kedalam
autiklat
dimasukkan/ditambahkan solar, air dan
NaOH,
kemudian
dipanaskan
dengan
memasukkan uap air panas dengan
tekanan 3 atmosfer selama 30-60 menit.
Pemisahan akan terjadi karena belerang
mempunyai titik lebur yang lebih rendah
dibandingkan
dengan
mineral-mineral
pengotornya.
Hasilnya
yang
berupa
belerang cair dialirkan melalui filter dan
kemudian dicetak.Untuk belerang jenis
lumpur, pengolahannnya perlu dilakukan
secara floatasi terlebih dahulu sebelum

Kegunaan
Belerang dapat digunakan dalam industri
kimia yaitu untuk pembuatan asam
sulfat (H2SO4) yang diperlukan untuk
pembuatan pupuk, penghalusan minyka
bahan-bahan kimia berat dan keperluan
lain
untuk
metalurgi.
Disamping
belerang dimanfaatkan dalam industri
cat, industri karet, industri tekstil,
industri korek api, bahan peledak,
industri ban, pabrik kertas, industri gula
yang digunakan dalam proses sulfinasi ,
industri rayon, film celulosa, ebonit,
cairan sulfida, bahan pengawet kayu.

SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH