Anda di halaman 1dari 20

HAZARD BILOGI DI INDUSTRI DAN PENGENDALIANYA

Tugas ini dibuat merupakan tugas dalam mata kuliah K3L


semester III tahun pelajaran 2015

Disusun Oleh :
Adhitya Dwiki Putra

(03031281419076)

Annisa Dela Yuliani

(03031381419127)

Isna Linoviani

(03031381419140)

Olivia Calestya

(03031381419141)

Zerra Rezki Adrianza

(03031381419135)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
1

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan
judul HAZARD BIOLOGI DI INDUSTRI DAN PENGENDALIANNYA .
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah K3L (Keselamatan,
Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) di Universitas Sriwijaya Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Kimia pada semester III, tahun pelajaran 2015.
Dengan telah selesainya laporan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada Dr.
Ir. H. M. Hatta Dahlan, M.Eng., selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan
selama penulisan laporan ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Palembang, 30 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................1
1.2 Masalah Penelitian....................................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian......................................................................................................2
BAB II TINJAU PUSTAKA
2.1 Higiene Industri........................................................................................................4
2.2 Faktor Biologi...........................................................................................................5
2.3 Biohazard
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Klasifikasi Biohazard................................................................................................6
3.2 Tingkatan Biohazard.................................................................................................6
3.3 Hubungan Biohazard dengan Pekerjaan...................................................................8
3.4 Tipe Pekerjaan yang Beresiko Tinggi Terpapar Biohazard.......................................8
3.5 Biological Agents pada Pekerjaan dan Penyakit yang Ditimbulkannya...................8
3.6 Mikroorganisme Penyebab Penyakit di Tempat Kerja..............................................10
3.7 Cara Penularan kedalam Tubuh Manusia.................................................................11
3.8 Penanggulangan Biohazard.......................................................................................11
BAB V SIMPULAN
5.1 Simpulan...................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................15
LAMPIRAN ..................................................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap tempat kerja selalu mengandung berbagai potensi bahaya yang dapat
mempengaruhi kesehatan tenaga kerja atau dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat
kerja. Potensi bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan terjadinya
kerugian, kerusakan, cidera, sakit, kecelakaan atau bahkan dapat mengakibatkan kematian
yang berhubungan dengan proses dan sistem kerja. Undang-Undang No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja pada Pasal 1 menyatakan bahwa tempat kerja ialah tiap ruangan
atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja, atau yang
sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumbersumber bahaya. Termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan
sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja
tersebut.
Potensi bahaya mempunyai potensi untuk mengakibatkan kerusakan dan kerugian
kepada: 1) manusia yang bersifat langsung maupun tidak langsung terhadap pekerjaan, 2)
properti termasuk peratan kerja dan mesin-mesin, 3) lingkungan, baik lingkungan di dalam
perusahaan maupun di luar perusahaan, 4) kualitas produk barang dan jasa, 5) nama baik
perusahaan.
Fakta mengenai ergonomi dan K3 internasional atau secara global:

ILO memperkirakan bahwa tiap tahun sekitar 24 juta orang meninggal


karena kecelakaan dan penyakit di lingkungan kerja termasuk didalamnya 360.000
kecelakaan fatal dan diperkirakan 1,95 juta disebabkan oleh penyakit fatal yang
timbul di ligkungan kerja.

Hal tersebut berarti bahwa pada akhir tahun hampir 1 juta pekerja akan mengalami
kecelakaan kerja dan sekitar 5.500 pekerja meninggal akibat kecelakaan atau penyakit
di lingkungan kerja.

Dalam sudut pandang ekonomi, 4% atau senilai USD 1,25 Trilyun dari Global Gross
Domestic Prodct (GDP) dialokasikan untuk biaya dari kehilangan waktu kerja akibat

kecelakaan dan penyakit di lingkungan kerja, kompensasi untuk para pekerja,


terhentinya produksi, dan biaya-biaya pengobatan pekerja.

Potensi bahaya kecelakaan kerja diperkirakan menyebabkan 651.000 angka kematian,


terutama di negara-negara berkembang. Bahkan angka tersebut mungkin dapat lebih
besar lagi jika sistem pelaporan dan notifikasi nya lebih baik.

Data dari sejumlah negara-negara Industri menunjukkan bahwa para pekerja


konstruksi memiliki potensi meninggal akibat kecelakaan kerja 3 sampai 4 kali lebih
besar.

Penyakit paru paru yang terjangkit pada para pekerja di perusahaan minyak & gas,
pertambangan, dan perusahaan perusahaan sejenis, sebagai akibat paparan asbestos,
batu bara dan silica, masih menjadi perhatian di negara negara maju dan berkembang.
Bahkan kematian akibat kecelakaan kerja dari paparan asbestos saja sudah mencapai
angka 100.000 dan selalu bertambah setiap tahunnya.

Data ILO menyebutkan ada 1 juta orang di Asia yang meninggal karena penyakit
akibat kerja. "Apa yang terjadi di Asia sekarang adalah yang kami sebut pembunuhan
massal sunyi," kata seorang narasumber.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja klasifikasi dari Biohazard ?
2. Bagaimana tingkatan pada Biohazard ?
3. Apa hubungan Biohazard dengan pekerjaan ?
4. Apasaja tipe pekerjaan yang beresiko tinggi terpapar biohazard ?
5. Sebutkan macam-macam biological agent pada pekerjaan dan penyakit apa saja yang
ditimbulkannya ?
6. Apasaja mikroorganisme penyebab penyakit ditempat kerja ?
7. Bagaimana cara penularan penyakit edalam tubuh manusia ?
8. Bagaimana cara penanggulangan biohazard ?
1.3 Tujuan Penelitian
Dalam penyusunan makalah berjudul Biological Hazard dan Pengandaliannya pada
Pekerjaan ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat baik bagi penulis sendiri
maupun pembaca dan masyarakat luas.
Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:
Bagi Penulis

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kesehatan Keselamatan
Kerja dan Lingkungan yang di bimbing oleh Bapak Dr. Ir. H. M. Hatta Dahlan,

M.Eng.
Makalah ini dibuat agar penulis lebih memahami mengenai biohazard dan

pengendaliannya khususnya dalam bidang pekerjaan.


Bagi Pembaca dan Masyarakat Luas
Makalah ini dimaksudkan untuk meminimalisir bahaya biologi pada bidang
pekerjaan khususnya, dan mengetahui cara mengatasinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Higiene Industri
Higiene industri adalah Ilmu dan seni yang mencurahkan perhatian pada pengenalan,
evaluasi dan kontrol faktor lingkungan yang muncul di tempat kerja yang mungkin
menyebabkan

sakit,

gangguan

kesehatan

dan

kesejahteraan

atau

menimbulkan

ketidaknyamanan pada tenaga kerja maupun lingkungan. Faktor lingkungan kerja yang dapat
menimbulkan bahaya di tempat kerja (occupational health hazards) adalah bahaya : (i) Faktor
fisik (panas, cahaya, noise, vibrasi, ioniasing radiation, debu, tekanan, suhu, listrik,
gelombang elektromagnitik, dll ), (ii) Faktor kimia ( logam berat, non logam, gas, vapor, uap,
fume, asap , dll), (iii) Biologie ( jamur, bakteri, fungi, serangga, dll), (iv) Ergonomi.
Bahaya (hazard) adalah suatu keadaan yang dapat mengakibatkan cidera (injury) atau
kerusakan (damage) baik manusia, properti dan lingkungan.
2.2 Faktor Biologi
Bahaya faktor biologi atau biological hazard (biohazard) didefinisikan sebagai agen
infeksius atau produk yang dihasilkan agen tersebut yang dapat menyebabkan penyakit pada
manusia. Sedangkan agen faktor biologi atau biological agent didefinisikan sebagai
mikroorganisme, virus, bakteri, jamur, protein dari binatang, kultur sel, atau endoparasit
manusia, termasuk yang sudah dimodifikasi secara genetic, yang dapat menyebabkan infeksi,
reaksi alergi, atau menyebabkan bahaya dalam bentuk lain yang mengganggu kesehatan
manusia.
Biohazard dapat berefek pada manusia melalui kontak langsung dengan biological
agent (e.g gigitan ular berbisa) atau lewat penularan melalui agen perantara. Beberapa
penyakit seperti Toxoplasmosis dapat ditularkan secara langsung dan tidak langsung.
Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu (i) yang menyebabkan infeksi dan (ii)
non-infeksi.
Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi (i) organisme viable,
(ii) racun biogenik dan (iii) alergi biogenik.

2.3 Biohazard
Biohazard adalah singkatan dari Biological Hazard yang berarti bahaya biologi. Istilah ini
diberikan atau teristimewa hanya pada virus-virus yang tingkat bahayanya level 4. Virus
sendiri adalah mikroorganisme yang masuk dalam golongan parasit, yaitu mikroorganisme
yang hanya dapat hidup pada organisme lain.
Pada awalnya virus menempel di membran (dinding) sel, lalu menembus masuk ke dalam
sel kemudian menggandakan dirinya, dan akhirnya sel pun pecah. Jika kita meniup balon
udara hingga udara yang di dalam balon itu berlebihan, maka balon itu akan pecah. Seperti
itulah kira-kira cara kerja virus. Setelah virus-virus telah memecahkan sebuah sel, mereka
beralih ke sel-sel lainnya, masuk ke dalamnya, kemudian memecahkannya lagi. Begitu
seterusnya hingga suatu organisme kekurangan sel untuk hidup, termasuk manusia.
Virus-virus yang diberi label Biohazard sendiri adalah virus-virus yang penggandaannya
sangat cepat. Ketika terdapat sebuah lubang atau irisan di kulit kita, virus itu dapat masuk
melalui itu kemudian berkembang biak. Virus berlabel Biohazard adalah virus yang tergolong
sangat berbahaya, lebih berbahaya daripada virus HIV yang menyebabkan AIDS. Virus HIV
butuh waktu lama, yaitu 10 tahun untuk membunuh seorang manusia. Sedangkan virus level
4 hanya butuh waktu dua minggu. Virus HIV masuk dalam level 2.
Penginfeksian virus level 4 tidak hanya melalui kulit yang teriris atau berlubang, tapi juga
dapat melalui udara. Itu adalah berdasarkan hasil penelitian. Biohazard (Biological
hazards), mengacu

pada bahan

biologis yang

menimbulkan

ancaman bagi

kesehatan organisme hidup, terutama yang dari manusia. Hal ini dapat mencakup limbah
medis atau sampel virus, mikroorganisme atau

racun (dari sumber

biologis) yang

dapat

mempengaruhi kesehatan manusia. Hal ini juga dapat mencakup zat berbahaya bagi hewan.
Istilah dan simbol yang terkait umumnya digunakan sebagai peringatan, sehingga mereka
yang

berpotensi

terkena

zat-zat

akan

tahu

untuk

mengambil

tindakan

pencegahan. Simbol Biohazard dikembangkan oleh Dow Chemical Company pada tahun
1966 untuk produk penahanan mereka. Hal ini digunakan dalam pelabelan bahan biologis
yang membawa resiko kesehatan yang signifikan, termasuk sampel virus dan jarum
suntik yang digunakan.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Klasifikasi Biohazard
Berdasarkan definisi biological agent, bahaya faktor biologi dapat diklasifikasikan
menjadi:
1. Agen infeksius
2. Tumbuhan dan produknya
3. Hewan dan produknya
Klasifikasi berdasarkan mode transmisi
Pengetahuan tentang bagaimana biohazard menular sangat penting untuk memutus rantai
infeksi. Berdasarkan prosesnya, transmisi dari biohazard dapat dibedakan menjadi:
1. Langsung, dimana infkesi terjadi akibat kontak fisik dengan orang yang terinfeksi
2. Tidak langsung, dimana infeksi terjadi akibat kontak dengan bahan atau benda yang
terkontaminasi (e.g. permukaan, makanan, udara).
3.2 Tingkatan Biohazard
Pusat Amerika Serikat 'untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)
mengkategorikan berbagai penyakit dalam tingkat Biohazard, Lantai 1 adalah risiko
minimal dan 4 Tingkat resiko yang ekstrim. Laboratorium dan fasilitas lainnya yang
dikategorikan sebagai BSL (Biosafety Level) 1-4 atau sebagai P1 melalui P4 untuk
pendek (patogen atau Tingkat Perlindungan).
a.

Tingkat Biohazard 1:
Bakteri dan virus termasuk Bacillus subtilis, hepatitis anjing, Escherichia coli,

varisela (cacar air), serta beberapa kultur sel dan non-menular bakteri. Pada tingkat ini
tindakan pencegahan terhadap bahan biohazardous dalam pertanyaan yang minimal,
sarung tangan yang melibatkan paling mungkin dan semacam perlindungan wajah.
Biasanya, bahan yang terkontaminasi yang tersisa di terbuka (tetapi secara terpisah
menunjukkan) wadah limbah.

Dekontaminasi prosedur untuk tingkat ini adalah serupa dalam banyak hal untuk
pencegahan modern melawan virus sehari-hari (yaitu: mencuci tangan dengan sabun antibakteri, mencuci semua permukaan yang terbuka dari laboratorium dengan desinfektan,
dll). Dalam sebuah lingkungan laboratorium, semua bahan yang digunakan untuk kultur
sel dan / atau bakteri yang didekontaminasi melalui autoklaf.
b.

Tingkat Biohazard 2:
Bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit ringan hanya untuk manusia, atau sulit

untuk kontrak melalui aerosol di lingkungan laboratorium, seperti hepatitis A, B, dan C,


influenza A, penyakit Lyme, salmonella, gondok, campak, scrapie, demam berdarah, dan
HIV. "Kerja diagnostik rutin dengan spesimen klinis dapat dilakukan dengan aman di
Level Biosafety 2, menggunakan Biosafety Level 2 praktik dan prosedur.
Penelitian kerja (termasuk co-budidaya, penelitian virus replikasi, atau manipulasi
yang melibatkan virus yang terkonsentrasi) dapat dilakukan dalam BSL-2 (P2) fasilitas,
menggunakan BSL-3 praktek dan prosedur kegiatan produksi. Virus, termasuk
konsentrasi virus, membutuhkan BSL-3 (P3) dan penggunaan fasilitas BSL-3 praktek dan
prosedur", lihat Direkomendasikan Tingkat Keamanan Hayati untuk Agen Infeksi.
c.

Tingkat Biohazard 3:
Bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit fatal yang parah pada manusia,

tapi untuk yang vaksin atau pengobatan lain ada, seperti anthrax, virus West Nile,
ensefalitis kuda Venezuela, virus SARS, TBC, tifus, demam Rift Valley, Rocky Mountain
melihat demam, demam kuning, dan malaria. Di antara parasit Plasmodium falciparum,
yang

menyebabkan

Malaria,

dan

Trypanosoma

cruzi,

yang

menyebabkan

trypanosomiasis, juga datang di bawah level ini.


d.

Tingkat Biohazard 4:
Virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit fatal parah pada manusia, dan yang

vaksin atau pengobatan lain tidak tersedia, seperti Bolivia dan Argentina demam
berdarah, demam berdarah dengue, virus Marburg, virus Ebola, hantaviruses, demam
Lassa , Krimea-Kongo dengue, dan penyakit hemoragik lainnya. Virus variola (cacar)
adalah agen yang bekerja dengan di BSL-4 meskipun keberadaan vaksin. Ketika
berhadapan dengan bahaya biologis pada tingkat ini menggunakan setelan HAZMAT dan
suplai oksigen mandiri adalah wajib.
Pintu masuk dan keluar dari Tingkat Empat biolab akan berisi beberapa kamar mandi,
ruang vakum, ruang sinar ultraviolet, sistem deteksi otonom, dan tindakan pencegahan
keselamatan lainnya yang dirancang untuk menghancurkan semua jejak Biohazard.
8

Beberapa airlocks bekerja dan elektronik diamankan untuk mencegah kedua pintu
membuka pada waktu yang sama. Semua layanan udara dan air akan ke dan datang dari
Biosafety Level 4 (P4) laboratorium akan menjalani prosedur dekontaminasi yang sama
untuk menghilangkan kemungkinan rilis disengaja.
3.3 Hubungan Biohazard dengan Pekerjaan
Para pekerja dapat mengalami kontak dengan biohazard dalam beberapa macam
keadaan:
1. Intrinsik pada pekerjaan tertentu; e.g. pekerja konstruksi pada fasilitas pengolahan
limbah beresiko terpapar infeksi bakteri)
2. Insidental pada saat bekerja (bukan bagian dari aktivitas pekerjaan); e.g. pekerja yang
menderita penyakit akibat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.
3. Terjadi pada bagian tertentu dari pekerjaan; e.g. pekerja yang berpergian dari atau ke
tempat endemic penyakit tertentu.
4. Tidak spesifik untuk pekerjaan; e.g. bakteri Legionella dapat tersebar dengan mudah
di air dan tanah sehingga dapat menginfeksi beberapa macam pekerjaan, seperti
petugas maintenance sistem pengairan dan pekerja kantoran dengan air-conditioner.
3.4 Tipe Pekerjaan yang Beresiko Tinggi Terpapar Biohazard
1. Pekerja lapangan (outdoor)
2. Pekerja yang pekerjaannya berhubungan dengan hewan
3. Pekerja yang terpapar darah atau cairan tubuh manusia
4. Pekerja yang bekerja di lingkungan kerja tertentu
3.5 Biological Agents pada Pekerjaan dan Penyakit yang Ditimbulkannya
1) Bakteri
Bakteri mempunyai tiga bentuk dasar yaitu (i) bulat (kokus), (ii) lengkung dan (iii)
batang (basil). Banyak bakteri penyebab penyakit timbul akibat kesehatan dan sanitasi
yang buruk, makanan yang tidak dimasak dan dipersiapkan dengan baik dan kontak

dengan hewan atau orang yang terinfeksi. Contoh penyakit yang diakibatkan oleh
bakteri:

anthrax

(kulit

dan

paru),

tuberculosis

(paru),

burcelosis

(sakit

kepala,atralagia, enokkarditis), lepra, tetanus, thypoid, cholera, dan sebagainya.


2) Virus
Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil antara 16 300 nano meter. Virus tidak
mampu bereplikasi, untuk itu virus harus menginfeksi sel inangnya yang khas. Contoh
penyakit yang diakibatkan oleh virus: influenza, varicella, hepatitis, HIV, dan
sebagainya (HIV), menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh, ditularkan
melalui:

Tranfusi

darah

yang

tercemar,

Tertusuk/teriris

jarum/pisau

yag

terkontaminasi, Hubungan sexual, Luka jalan lahir waktu melahirkan. Pekerja


berisiko (HIV), Pekerja RS, Pekerja yang sering ganti-ganti pasangan.
3) Parasit
(i) Malaria ; gigitan nyamuk anopheles, (ii) Ansxylostomiosis, anemia khronis, (iii) ,
gatal-gatal dikulit. Jamur dapat berupa sel tunggal atau koloni, tetapi berbentuk lebih
komplek karena berupa multi sel. Mengambil makanan dan nutrisi dari jaringan yang
mati dan hidup dari organisme atau hewan lain.
4) Hewan
Seraangga : sengatan
Binatang berbisa : gigitan / ular
Binatang buas : Carnovora
5) Tumbuhan
Debu kayu: Allergi & asma
Debu kapas: allergi saluran nafas
6) Organisme viable dan racun biogenic.

Organisme viable termasukdi dalamnya jamur, spora dan mycotoxins; Racun

biogenik termasuk endotoxins, aflatoxin dan bakteri.


Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu, kelembapan
dan media dimana mereka tumbuh. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan

pangan, pekerja pada sewage & sludge treatment, dll.


Contoh : Byssinosis, grain fever, Legionnaires disease.

7) Alergi Biogenik
10

Termasuk didalamnya adalah: jamur, animal-derived protein, enzim.


Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang, rambut dari

bulu dan protein dari urine dan feaces binatang.


Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi, pembuatan
obat, bakery, kertas, proses pengolahan kayu , juga dijumpai di bioteknologi

( enzim, vaksin dan kultur jaringan).


Pada orang yang sensitif, pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi
seperti rinitis, conjunctivitis atau asma.

Contoh Occupational asthma : wool, bulu, butir gandum, tepung bawang dsb.
3.6 Mikroorganisme Penyebab Penyakit ditempat Kerja
Beberapa literatur telah menguraikan infeksi akibat organisme yang mungkin ditemukan
di tempat kerja, diantaranya :
1.

Daerah pertanian :

Lingkungan pertanian yang cenderung berupa tanah membuat pekerja dapat terinfeksi oleh
mikroorganisme seperti : Tetanus, Leptospirosis, cacing, Asma bronkhiale atau keracunan
Mycotoxins yang merupakan hasil metabolisme jamur.
2.

Di lingkungan berdebu (Pertambangan atau pabrik) :

Di tempat kerja seperti ini, mikroorganisme yang mungkin ditemukan adalah bakteri
penyebab penyakit saluran napas, seperti : tuberculosis (paru), burcelosis (sakit
kepala,atralagia, enokkarditis), Bronchitis dan Infeksi saluran pernapasan lainnya seperti
Pneumonia.
3.

Daerah peternakan : terutama yang mengolah kulit hewan serta produkproduk dari hewan

Penyakit-penyakit yang mungkin ditemukan di peternakan seperti ini misalnya : Anthrax


yang penularannya melalui bakteri yang tertelan atau terhirup, burcelosis (sakit
kepala,atralagia, enokkarditis), Infeksi Salmonella.
4.

Di Laboratorium :

11

Para pekerja di laboratorium mempunyai risiko yang besar terinfeksi, terutama untuk
laboratorium yang menangani organisme atau bahan-bahan yang megandung organisme
pathogen.
5.

Di Perkantoran : terutama yang menggunakan pendingin tanpa ventilasi alami

Para pekerja di perkantoran seperti itu dapat berisiko mengidap penyakit seperti :
Humidifier fever yaitu suatu penyakit pada saluran pernapasan dan alergi yang disebabkan
organisme yang hidup pada air yang terdapat pada sistem pendingin, Legionnaire disease
penyakit yang juga berhubungan dengan sistem pendingin dan akan lebih berbahaya pada
pekerja dengan usia lanjut.
3.7 Cara Penularan kedalam Tubuh Manusia
Banyak dari mikroorganisme ini dapat menyebabkan penyakit hanya setelah masuk
kedalam tubuh manusia dan cara masuknya kedalam tubuh, yaitu:
1. Melalui saluran pernapasan
Inhalasi spora/debu tercemar: Kokidiomikosis,Histoplasmosis, New Castle, Ornitosisk,
Q fever, Tbc.
2. Melalui mulut (makanan dan minuman)
Hepatitis, Diare, Poliomyelitis
3. Melalui kulit (i). Kulit utuh: antrax, Bruselosis, Leptospirosi,Skistosomiasis,
Tularemia, Cacing tambang, (ii) Kulit rusak : erisipeloid, rabies, sepsis, tetanus,
hepatitis, (iii) Kulit maserasi : infeksi jamur (iv) Gigitan serangga : leismaniasis,
malaria, riketsiosis (v) Gigigtan sengkenit : Tripanosomiasis.
3.8 Penanggulangan Biohazard
Faktor biologi dan juga bahaya-bahaya lainnya di tempat kerja dapat dihindari dengan
pencegahan antara lain dengan:
1. Penggunaan masker yang baik untuk pekerja yang berisiko tertular lewat debu
yang mengandung organism patogen
2. Mengkarantina hewan yang terinfeksi dan vaksinasi
3. Imunisasi bagi pekerja yang berisiko tertular penyakit di tempat kerja
4. Membersihkan semua debu yang ada di sistem pendingin paling tidak satu kali
setiap bulan

12

5. Membuat sistem pembersihan yang memungkinkan terbunuhnya mikroorganisme


yang patogen pada system pendingin.
Dengan mengenal bahaya dari faktor biologi dan bagaimana mengotrol dan mencegah
penularannya diharapkan efek yang merugikan dapat dihindari.

BAB IV
SIMPULAN

Klasifikasi biohazard berdasarkan biological agent, yaitu agen infeksius, tumbuhan dan

produknya, hewan dan produknya.


Klasifikasi biohazard berdasarkan prosesnya pada mode transmisi dibedakan menjadi

langsung dan tidak langsung.


Tingkatan Biohazard ada empat macam tingkatan yaitu Tingkat Biohazard 1, Tingkat
Biohazard 2, Tingkat Biohazard 3, dan Tingkat Biohazard 4.

13

Hubungan biohazard dengan pekerjaan dapat dialami oleh para pekerja dalam beberapa
macam keadaan, misalnya intrinstik pada pekerjaan tertentu, insidental pada saat bekerja,

terjadi pada bagian tertentu dari pekerjaan, tidak spesifik untuk pekerjaan.
Terdapat beberapa tipe pekerjaan yang memeiliki resiko tinggi terpapar dengan biohazard
yaitu pekerja lapangan, pekerja yang pekerjaannya berhubungan dengan hewan, pekerja
yang terpapar darah atau cairan tubuh manusia, dan pekerja yang bekerja di lingkungan

kerja tertentu
Macam-macam bilogical agents pada pekerjaan yaitu bakteri, virus, parasit, hewan,

tumbuhan, organisme viable dan racun biogenic, dan alegri biogenik.


Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri ialah anthrax, tuberculosis, lepra, tetanus,
thypoid, chlore, burcelosis, dll. Penyakit yang ditimbulkan virus adalah HIV. Penyakit
yang disebabkan oleh parasit adalah malaria, ansxylostmiosis, gatal-gatal dikulit.
Penyakit yang disebabkan hewan yaitu sengatan, gigitan atau ular, carnovora. Penyakit
yang ditimbulkan tumbuhan adalah allergi dana asma, allergi saluran nafas. Penyakit yang
sebabkan oleh organisme viable dan racun bigenic adalah byssinosis, grain fever, dan
Legionnaires disease. Dan penyakit yang disebabkan oleh alergi biogenik ialah rinitis,

conjunctivits, atau asma.


Beberapa ini adalah tempat-tempat mikroorganisme yang terdapat pada tempat kerja yang
dapat menyebabkan sakit yaitu pada daerah pertanian (tetanus, leptospirosis, cacing, dll
merupakan), pada lingkungan berdebu (tuberculosis, burcelosis, enokkarditis). Pada
daerah peternakan mikroorganisme yang terdapat disini adalah pathogen. Di perkantoran

terdapat oraganisme yang hidup pada air yang terdapat pada sistem pendingin.
Cara penularan kedalam tubuh manusia melalu berbagai cara, contohnya melalui saluran

pernapasan, melalui mulut, dan melalui kulit


Untuk menghindari terjangkitnya penyakit maka dari itu gunakan masker yang baik,
mengkarantina hewan yang terinfeksi dan vaksinasi, imunisasi bagi pekerja yang tertular,
membersihkan semua debu, dan membuat sistem pembersihan.

14

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Biohazard. (online : http://salep88-net.blogspot.co.id/2011/09/biohazardbiological-hazards-mengacu.html?m=1, diakses pada 10 September 2015)
Hakim, Lukman. 2013. Biohazard. (online : http://belajarjadiarkeolog.blogspot.co.id/2013/
12/biohazard.html?m=1, diakses pada 10 September 2015)
Jannah, Miftakhul. 2013. Konsep Pengendalian Bahaya di Tempat Kerja. (online : http://nicenurse.blogspot.co.id/2013/10/konsep-pengendalian-bahaya-di-tempat.html,

diakses

pada 10 September 2015)


Muhammad, Ikhwan. 2013. Faktor Biologi. (online : http://www.konsultasik3.com/2013/01/
faktor-biologi.html, diakses pada 11 September 2015)
Newman-Martin, G. (2012). Biological Hazards. In HaSPA (Health and Safety Professionals
Alliance), The Core Body of Knowledge for Generalist OHS Professionals.
Tullamarine, VIC. Safety Institute of Australia

15

LAMPIRAN

Gambar 1. Lambang Biohazard

Gambar 2. Salah satu sumber bahaya di tempat kerja, debu kayu atau wood dust

16

17