Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PREMENSTRUASI SINDROM

Konsep dasar
Definisi
Premenstruasi syndrom ( premenstrual syndrome atau premenstrual tesion PMS ) adalah
gabungan dari gejala fisik atau fisiologis yang biasa terjadi mulai beberapa hari sampai satu
minggu sebelum haid dan mengilang setelah haid datang.
Etiologi
Etilogi PMS tidak jelas, tetapi ada beberapa faktor yang memegang peranan, yaitu sebagai
berikut :
1. Ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron, retensi air dan natrium, serta
enambaan berat badan, sehingga terjadi defisial luteal dan pengurngan produksi
estrogen.
2. Faktor kejiwaan, biasanya wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonL Kn
lebih mudah mengalami gejala ini.
Gejala
Gejala premenstruasi syndrom yang sering ditemui adalah sebagai berikut,
1. Gejala somatik
a. Perut kembung.
b. Jerawat.
c. Mamae membesar
d. Nyeri
e. Konstipasi atau diare
f. Sakit kepala
g. Eema perifer
h. Berat badan bertambah
2. Gejala emosional dan mental
a. Kecemasan
b. Perubahan libido
c. Letih, lelah
d. Depresi dan mudah panik
e. Insomnia
f. Mudah tersinggung
Penatalaksanaan medis
1. Unuk mengurangi retensi natrium dan cairan, maka selam 7-10 hari sebelum haid
penggunaan garam dibatasi dan minum sehari-hari dikurangi.
2. Pemberian obat diuretik.
3. Progesteron sinetik dapat diberikan selama 8-10 hari sebelum haid untuk
mengimbangi kelebihan relatif dari eztrogen.

4. Pemberian testoteron dalam bentuk methiltesteron dapat diberikan dalam mengurangi


kelebihan estrogen.
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
1. Sejarah menstruasi
2. Lamanya sindrom ini
3. Durasi
4. Waktu dan interval sindrom
5. Efeknya terhadap diri
Diagnosis keperawatan
1. Nyeri yang b.d kontraktilitas uterus.
2. Kecemasan yang b.d miskonsepsi ttentang premenstrual sindrom.
3. Koping individu tidak efektifnya yang b.d efek dari penyakit enural seksual
(PMS)
4. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang b.d adanya mual, muntah,
perut kembung.
Intervensi keperawatan
1. Diagnosis 1 : nyeri b.d kontraktilitas uterus
Tujuan : nyeri klien berkurang setelah 1x 24 jam pemberian perawatan.
Intervensi
Mandiri
Hangatkan bagian perut
Masase daerah perut yang terasa nyeri.
Lakukan tehnik relaksasi.
Berikan diuretik natural ( vitamin )
Tidur dan istirahat.

Rasional

Kolaborasi
Pemberian analgetik (aspirin, feasetin,
kafein).
Terapi hormonal.
Pemberian diometasin, ibuprofen,
naproksen.

Dapat menyebabkan terjadinya


vasodilatasi dan mengurangi kontrak
spasmodik uterus.
Mengurangi nyeri karena adanya
stimulasi sentuhan terapeutik dan dapat
memperbaiki aliran darah ke uterus.
Mengurangi tekanan untuk mendapatkan
relaksasi.
Ddiperlukan untuk mengurangi nyeri
agar ibu dapat beristirahat.
Ditujukan untuk mengurangi ovulasi.
Biasanya digunakan untuk menormalkan
produksi prostaglandin.

2. Diagnosis 2 : kecemasan yang b.d miskonseptual tentang premenstruasi sindrom


stres.
Tujuan : kecemasan klien berkurang setelah 1 x 24 jam pemberian perawatan.
Intervensi

Rasional

Mandiri

Catat petunjuk perilaku, misalnya:


gelisah, peka rangsangan, menolak, dan
perilaku menarik perhatian.
Bsntu klien mengungkapkan apa yang
dirasakannya.
Berikan informasi yang akurat dan nyata
tentang apa yang dilakukan.
Berikan lingkungan yang tenang untuk
istirahat.
Dorong orang terdekat untuk
memberikan perhatiannya.
Bantu klien untuk belajar tentang
mekanisme pengontrolan diri.

Indikator derajat ansietas misalnya : ibu


merasakan emosinya tidak terkontrol,
stres merupakan gejala akibat kondisi.
Untuk membuat hubungan terapeutik.
Keterlibatan klien dalam perencanaan
perawatan dapat membantu klien
mengontrol perasaannya.
Membantu mengurangi ansietas.
Memberikan dukungan utuk mengurangi
stres.
Meningkatkan rasa kontrol diri.

Implementasi keperawatan
Implementasi merupakan tindakan yang sesuai yang telah direncanakan, mencakup tindakan
mandiri dan kolaborasi.
Tindakan mandiri adalah tindakan keperawatan berdasarkan analisis dan kesimpulan perawat,
bukan atas petunjuk tenaga kesehatan yang lain.
Tindakan kolaborasi adalah tindakan keperawatan yang didasarkan oleh hasil keputusan
bersama dengan dkter dan dengan tenaga kesehatan yang lain.
Evaluasi keperwatan
Merupakan hasil perkembangan klien dengan berpedoman kepada hasil dan tujuan yang
hemdak dicapai.

hormon
progesteron
dan
estesteron

Faktor psikologis

Progesteron

ko

Kontraktilit
as usus

Mual,
muntah,

MK :
gangguan
nutrsisi

Produk
vasopresin

stres

Kontraktilitas
/ spasme

MK : cemas
koping
individu
tidak efektif

Estrogen

Kontraktili
tas uterus

MK : Nyeri

Retensi air
dan natrium

Edema
perifer

BB