Anda di halaman 1dari 41

Hari Tanggal : Senin, 17 Februari 2014

Kegiatan

: Diskusi kelompok dengan Dosen Pembimbing

Hasil Kegiatan: Penentuan timeline kegiatan dan lokasi penelitian


Lokasi penelitian :
1. Laboraturium Sentral Ilmu Hayati ( LSIH ) Universitas Brawijaya
2. Laboraturium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya
3. Laboraturium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya
4. Laboraturium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang
Timeline Penelitian :
1. Pembelian Ayam
2. Pemeliharaan Ayam
3. Pembelian buah lerak
4. Ekstraksi buah lerak
5. Pemberian ekstrak lerak pada ayam
6. Pembelian media untuk pertumbuhan bakteri
7. Isolasi bakteri
8. Pemaparan bakteri
9. Pengambilan darah
10. Nekropsi dan pengambilan organ
11. ELISA
12. Histopatologi Anatomi
Kendala

Solusi

:
Membutuhkan literatur tentang standart operasional dan tatacara
penelitian
Penentuan metode penelitian

Pencarian literatur tentang standart operasional dan metode


penelitian
Melakukan diskusi lanjutan dengan Dosen Pembimbing

Hari,Tanggal : Selasa (18 Februari 2014) sampai Jumat (22 Februari 2014)

Kegiatan

Mencari informasi mengenai laboraturium yang digunakan sebagai tempat


penelitian
Survey Laboraturium Sentral Ilmu Hayati ( LSIH ) Universitas Brawijaya
Survey Laboraturium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya
Survey Laboraturium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya
Survey Laboraturium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang

Hasil Kegiatan:
Mengetahui syarat dan tatacara penggunaan laboraturium
Laboraturium Sentral Ilmu Hayati ( LSIH ) Universitas Brawijaya
ELISA ( IFN )
: Kit membawa sendiri
Flowcytometry
: ada, tetapi belum pernah dipakai
Syarat
: -surat pengantar
-foto 3x4 , 3 lembar
-foto copy proposal dan KTM
Laboraturium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
ELISA ( IFN dan IgM )
: masing masing kit membawa
sendiri
Syarat
: -proposal
-isi formulir
Laboraturium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas
Brawijaya
Syarat
: membawa sampel dan biaya
Laboraturium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang
Tidak ada syarat
Bisa langsung membawa bahan yang akan di ekstraksi
Biaya per 100gr : Rp. 100.000,Kendala
Solusi
bulan Maret

: Dana PKM-P belum cair


: Menggunakan dana pinjaman ke program yang akan diberikan pada

Hari, Tanggal : Sabtu, 22 Februari 2014

Kegiatan
penelitian

: Diskusi kelompok, pembagian Penanggung Jawab ( PJ ) di setiap kegiatan

Hasil

:
1. Persiapan alat dan bahan
2. Pemeliharaan ayam
3. Ekstraksi lerak
4. Pemberian ekstrak lerak
5. Isolasi bakteri enteridis
6. Pemaparan bakteri pada ayam
7. Pengambila darah pada ayam
8. Nekropsi Ayam
9. Uji Flowcytometry
10. Uji Histopatologi Anatomi

PJ Semua anggota
PJ Agung
PJ Yaya
PJ Suci
PJ Fani
PJ Dewi
PJ Yaya
PJ Fani
PJ Suci
PJ Dewi

Kendala

: Penentuan PJ tertbentuk waktu kuliah dan kegiatan fakultas

Solusi

: Menyamakan waktu kuliah dan kegiatan

Dosen Pembimbing

Dr. Sri Murwani, drh.MP


NIP. 19630101 198903 2 001

Hari, Tanggal : Senin (24 Februari 2014) sampai selasa (25 Februari 2014)
Kegiatan

Mencari informasi mengenai peternakan ayam yang digunakan sebagai


tempat penelitian.
Mencari informasi Teaching Farm di Fakultas Peternakan, Universitas
Brawijaya.
Hasil

:
Teaching farm Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya sudah penuh
dan tidak dapat digunakan sampai akhir maret 2014

Kendala
: Kesulitan dalam menemui penanggung jawab teaching farm Fakultas
Peternakan, Universitas Brawijaya.
Solusi
: Menunggu dan berusaha menghubungi penanggung jawab teaching farm
Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.

Hari, Tanggal : Senin, 3 Maret 2014


Kegiatan

Mencari informasi mengenai peternakan ayam yang digunakan sebagai


tempat penelitian.
Survey Peternakan di Universitas Islam Malang ( Teaching Farm ).
Hasil

:
Mengetahui syarat dan tatacara penggunaan peternakan UNISMA
( Teaching Farm)
Persyaratan yang harus dipenuhi :
1. Mendapatkan persetujuan dari Dosen Pembimbing
2. Membawa surat pengantar dari Fakultas
3. Fotocopy proposal
4. Biaya sewa Rp.300.000,-

Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi
maret

: Menggunakan dana pinjaman dari Program yang akan diberikan pada bulan

Hari, Tanggal

: Selasa, 4 Maret 2014

Kegiatan
: Diskusi dengan Bapak Muhaimin Rifai, S.Si .Ph.D . Med.Sc mengenai
parameter dan uji yang digunakan

Hasil kegiatan
: Setelah dilakukan diskusi dengan bapak Muhaimin Rifai, S.Si .Ph.D .
Med.Sc, diperoleh kesimpulan bahwa ELISA .... Sehingga kami putuskan untuk menggunakan
uji flowcytometry dengan parameter sel T CD4, sel T CD8 dan sel BB220.
Kendala

: Penggantian parameter

Solusi
Brawijaya

: Diskusi dengan dosen pembimbing dan PKM center Universitas

Hari, Tanggal

: Rabu, 5 Maret 2014

Kegiatan
parameter

: Diskusi kelompok dengan dosen pembimbing mengenai penggantian

Hasil kegiatan
: Setelah dilakukan diskusi dengan dosen pembimbing, diperoleh
parameter baru yaitu sel BB220 dan sel T. Dimana sel T terdiri dari sel T CD4 dan T CD8.
Sedangkan untuk histopatologi anatominya tetap menggunakan organ ileum.
Kendala
dan sel T

: Mencari atau survey laboratorium yang bisa mendeteksi parameter sel B

Solusi

: survey Laboratorium yang bisa mendeteksi sel B dan sel T.

Hari, Tanggal

: Kamis, 6 Maret 2014

Kegiatan
yang diamati

: Konsultasi dengan PKM Center UB mengenai penggantian parameter

Hasil Kegiatan
: Diperbolehkan mengganti parameter asalkan subyek penelitian
sepertiekstrak lerak dan ayam tidak diganti. Dan harus memiliki alasan yang jelas mengapa
mengganti parameternya
Kendala
yang baru

: Harus mencari informasi laboratorium yang bisa mendeteksi parameter

Solusi

: Mencari informasi ke laboratorium yang bisa mendeteksi parameter baru

Hari, Tanggal :Jumat, 07 Maret 2014


Kegiatan

Hasil

Kendala
Solusi

:
Mencari informasi mengenai laboraturium yang digunakan sebagai tempat
penelitian dengan parameter yang sudah diganti
Survey laboraturium Fisiologi Hewan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya
:
Mengetahui informasi mengenai Laboraturium yaitu menggunakan
flowcytometry untuk menguji sel B dan sel T
Dijelaskan prinsip umum mengenai flowcytometry oleh pak Muhaimin Rifai, S.Si
.Ph.D . Med.Sc. selaku kepala laboraturium Fisiologi Hewan
Tidak ada syarat, langsung membawa sampel yang akan diamati
: Dana PKM-P belum cair
: Menggunakan dana pinjaman dari program

Hari, Tanggal : Senin, 10 Maret 2014


Kegiatan
: Mencari tempat penjualan ayam dan memesanan ayam
Hasil
:
Mengetahui tempat penjualan ayam sesuai dengan kriteria penelitian yang diinginkan.
Tempat pemesanan ayam tersebut hanya menyediakan ayam jenis cobb dari wonokoyo.
Sehingga kami memutuskan untuk membeli dan memesan ayam jenis cobb tersebut.
Ayam tersebut akan dikirim pada tanggal 13 Maret 2014.

Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Selasa, 11 Maret 2014


Kegiatan
: Pembelian alat dan bahan untuk persiapan kandang ayam
Hasil
:
Bahan yang dibeli yaitu peralatan kandang antara lain lampu 5 watt 5 buah, tempat minum ayam
5 buah, bambu, sekam, paku dan desinfektan sedangkan bahan yang dipersiapkan antara lain
pakan, vaksin ND, vaksin NDAI, dan spuit 5cc.

Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Kamis, 13 Maret 2014


Kegiatan
: Penempatan ayam dalam kandang
Hasil
:
Ayam yang telah dipesan kemudian diantarkan ke Teaching Farm UNISMA untuk kemudian
dipelihara di kandang litter yang telah disiapkan.
Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Jumat, 14 Maret 2014


Kegiatan
: Pembelian lerak (Sapindus rarak)
Hasil
:
Mencari tempat penjualan lerak
Menemukan tempat pembelian lerak yaitu di Pasar Besar Malang dan membeli lerak
secukupnya sesuai dengan kebutuhan
Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Jumat Selasa, 14-17 Maret 2014


Kegiatan
Hasil

: Ekstraksi buah lerak di Laboratorium kimia Politeknik Negeri Malang


: Sebelum dilakukan ekstraksi bahan, dilakukan pengeringan bahan sediaan
ekstrak terlebih dahulu. Langkah kerja yang dilakukan yaitu :

Bahan yang akan dikeringkan di perluas permukaannya (dipotong-potong/disesuaikan dengan


tatakan oven dan besar ovennya), kemudian di panaskan selama beberapa jam dengan suhu 50
-70 C (tergantung dari jenis bahannya) dengan maksud agar penyebaran udara panas dalam oven
dapat terdistribusi secara merata dan dapat bersinggungan dengan bahan seluas-luasnya.
Setelah bahan kering (kadar air dari bahan diperkirakan kurang dari 3%), bahan dikeluarkan dari
oven dan diangin-anginkan selama 30 menit kemudian di hancurkan dengan cara ditumbuk atau
dihaluskan dengan blender dan di saring untuk memisahkan partikel yang relative besar dan
tepung bahan.
Tepung bahan yang diperoleh selanjutnya di ekstrak dengan menggunakan metode maserasi.
Langkah kerjanya yaitu :
1. Timbang bahan yang akan diekstrak dengan jumlah tertentu.
2. Masukkan ke dalam beker gelas dan tuangkan pelarut dengan perbandingan (1 : 3) 1 kg
bahan dalam 3 ltr pelarut.
3. Rendam bahan dan diamkan pada suhu kamar selama minimal 2 x 24 jam dengan
sesekali diaduk (Proses ekstrak dapat dipercepat dengan ultrasonic)
4. Setelah 2 x 24 jam, saring bahan dengan menggunakan kertas saring whatman no 40 dan
pelarut yang diperoleh (yang mengandung bahan aktif) di evaporasi untuk
menghilangkan sisa pelarut.
5. Oven sisa pelarut yang masih tersisa pada suhu 40 50 C hingga bahan benar-benar tidak
mengandung pelarut.

Kendala
Solusi

: Dana PKM-P belum cair


: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Selasa-Rabu, 18-19 Maret 2014


Kegiatan

: Pembelian alat dan bahan penunjang penelitian

Hasil

: Alat yang digunakan :


1. 8 buah botol kaca
2. 1 buah stomatch tube
3. 3 buah spuit 10ml
4. 20 buah spuit 3ml
5. 1 liter alcohol 70%
6. 1 pack masker
7. 1 pack gloves
8. 30 buah spuit 1ml
9. 2 buah blade
10. 5 buah sonde
11. 1 botol alcohol isi 300ml
12. 1 gulung kapas
Bahan yang digunakan :
1. aquadest

Kendala
Solusi

: Dana PKM-P belum cair


: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, tanggal : Rabu, 19 maret 2014

Kegiatan
Hasil

: hari pertama pemberian ekstrak lerak pada ayam


:sebelum pemberian ekstrak lerak pada ayam, dilakukan penghitungan volume
ekstrak yang diberikan terlebih dahulu. Ekstrak buah lerak diberikan terlebih
dahulu. Ekstrak buah lerak diberikan pada ayam control positif perlakuan 1, 2,
dan 3. Dimana pada masing-masing perlakuan dosis yang diberikan berbeda.
Pada perlakuan 1 diberikan dosis 5 mg/kg BB, perlakuan 2 dengan dosis 10
mg/kg BB dan perlakuan 3 dengan dosis 15 mg/kg BB. Ekstrak diberiakn pada
ayam secara per oral dengan menggunakn sonde, setelah ekstrak dicairkan
dengan aquades 10 ml. berat badan ayam pada hari ketujuh adalah 0,159 kg.
penghitungan volume ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah
sebagai berikut :

Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam


5 mg/kg BB x 0,159 kg = 0,795
Volume ekstrak 6 ayam : 0,925 mg x jumlah ayam T1
0,795 mg x 6 = 4,77 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,159 kg = 1,59 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,59 mg x 6 =9,54 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,159 kg = 2,385 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2, 385 mg x 6 = 14,31mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
4,77 mg + 9,54 mg + 14,31 mg = 28,62 mg = 0,02862 gram
Konsentrasi : 0,02862 gram / 10 ml = 2,862 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
0,795 mg / (2,862 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,59 mg / (2,862 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,385 mg / (2,862 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : kamis, 20 maret 2014


Kegiatan
Hasil

: hari kedua pemberian ekstrak lerak pada ayam


:sebelum pemberian ekstrak lerak pada ayam, dilakukan penghitungan volume
ekstrak yang diberikan terlebih dahulu. Ekstrak buah lerak diberikan terlebih
dahulu. Ekstrak buah lerak diberikan pada ayam control positif perlakuan 1, 2,

dan 3. Dimana pada masing-masing perlakuan dosis yang diberikan berbeda.


Pada perlakuan 1 diberikan dosis 5 mg/kg BB, perlakuan 2 dengan dosis 10
mg/kg BB dan perlakuan 3 dengan dosis 15 mg/kg BB. Dimana untuk berat
badan ayam pada hari kedelapan adalah 0,185 kg. setelah dihitung volume
ekstrak yang dberikan pada setiap ayam dilakukan pengenceran dengan
aquades 10 ml. penghitungannya adalah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,185 kg = 0,925
Volume ekstrak 6 ayam : 0,925 mg x jumlah ayam T1
0,925 mg x 6 = 5,55mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,185 kg = 1,85 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,85 mg x 6 =11,1 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,185 kg = 2,775 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2, 775 mg x 6 = 16,65 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
5,55 mg + 11,1 mg +16,65 mg = 33,3 mg =0,0333 gram
Konsentrasi : 0,0333 gram / 10 ml = 3,33 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
0,975 mg / (3,33 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,85 mg / (3,33 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,775 mg / (3,33 mg/ml) = 0,8 ml
Setelah pemberian ekstrak buah lerak, ayam dalam keadaan normal tidak ada perubahan
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : jumat, 21 maret 2014


Kegiatan

: hari ketiga pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: seperti hari sebelumnya dilakukan perhitungan volume ekstrak yang diberikan

pada ayam beserta pengencerannya. Dengan berat badan ayam pada hari keembilan adalah 0,213
kg. penghitungannya adlah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,213 kg = 1,065 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,065 mg x jumlah ayam T1
1,065 mg x 6 = 6,39mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,213 kg = 2,13 mg

Volume ekstrak 6 ayam : 2,13mg x 6 = 12,78 mg


Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,213 kg = 3,195 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,195 mg x 6 = 19,17 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
6,39 mg + 12,78 mg +19,78 mg = 38,34 mg =0,03834 gram
Konsentrasi : 0,03834 gram / 10 ml = 3,834 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,065 mg / (3,834mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,13 mg / (3,834 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,195 mg / (3,3834 mg/ml) = 0,8 ml
Ekstrak buah lerak diberikan pada ayam dilakukan peroral menggunakan sonde dengan
dosis yang berbeda pada setiap perlakuan
Kendala :
Solusi :
Hari, tanggal : sabtu, 22 maret 2014
Kegiatan

: hari keempat pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: seperti hari sebelumnya dilakukan penghitungan volume ekstrak yang diberikan

pada ayam beseryta pengencerannya dengan berat bdan ayam pada hari kesepuluh adalah
0,244kg. penghitungannya adalah sebgai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,244 kg = 1,22 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,22 mg x jumlah ayam T1
1,22 mg x 6 = 7,32mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,244 kg = 2,44 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2,44 mg x 6 = 14,64 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,244 kg = 3,66 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,66 mg x 6 = 21,96 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
7,32 mg + 14,64 mg +21,96 mg = 43,92 mg =0,04392 gram
Konsentrasi : 0,04392 gram / 10 ml = 4,392 mg / ml

Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam


1,22 mg / (4,392mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,44 mg / (4,392 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,66 mg / (4,392 mg/ml) = 0,8 ml
Ekstrak buah lerak diberikan pada ayam secara peroral dengan dosis yang berbeda pada
setiap perlakuan.
Kendala :
Solusi :
Hari, tanggal : minggu, 23 maret 2014
Kegiatan

: hari kelima pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: sebelum pemberian ekstrak buah lerak, dilakukan penghitungan volume ekstrak

yang diberikan pada setiap perlakuan terlebih dahulu. Ekstrak diberikan secara peroral dengan
menggunakan sonde. Penghitungan volume ekstraknya adalah sebagai berikut:
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,278 kg = 1,39 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,39 mg x jumlah ayam T1
1,39 mg x 6 = 8,34 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,278 kg = 2.78 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2,78 mg x 6 = 16,68 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,278 kg = 4,17 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 4,17 mg x 6 = 25,02 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
8,34 mg + 16,68 mg + 25,02 mg = 50,04 mg = 0,05004 gram
Konsentrasi : 0,05004 gram / 10 ml = 5,004 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,39 mg / (5,004 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,78 mg / (5,004 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
4,17 mg / (5,004 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Senin, 24 maret 2014


Kegiatan

: hari keenam pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari kedua belas berat badan ayam adalah 0,314 kg penghitungan volume

ekstrak yang diberikan adalah :


Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,314 kg = 1,57 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,57 mg x jumlah ayam T1
1,57 mg x 6 = 9,42 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,314 kg = 3,14 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,14 mg x 6 = 18,84 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,314 kg = 4,71 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 4,71 mg x 6 = 28,26 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
9,42 mg + 18,84 mg + 28,26 mg = 56,52 mg = 0,05652 gram
Konsentrasi : 0,05652 gram / 10 ml = 5,652 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,57 mg / (5,652 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,14 mg / (5,652 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
4,71 mg / (5,652s mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Selasa, 25 maret 2014


Kegiatan

: hari ketujuh pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari ketigabelas berat badan ayam adalah 0,354kg. penghitungan volume

ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :


Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,354 kg = 1,77 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,77 mg x jumlah ayam T1
1,77 mg x 6 = 10,62 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,354 kg = 3,54 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,54 mg x 6 = 21,24 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,354 kg = 5,31 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 5,31 mg x 6 = 31,86 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
10,62 mg + 21,24 mg + 31,86 mg = 3,72mg = 0,06372 gram
Konsentrasi : 0,06372 gram / 10 ml = 6,372 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,77 mg / (6,372 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,54 mg / (6,372 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
5,31 mg / (6,372 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Rabu, 26 maret 2014


Kegiatan

: hari kedelapan pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari kempat belas berat badan ayam adalah 0,396 kg. penghitungan volume

ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :


Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,396 kg = 1,98 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,98 mg x jumlah ayam T1

1,98 mg x 6 = 11,88 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,396 kg = 3,96 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,96 mg x 6 = 23,76 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,396 kg = 5,94 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 5,94 mg x 6 = 35,64 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
11,88 mg + 23,76 mg + 35,64 mg = 71,28 mg = 0,07128 gram
Konsentrasi : 0,07128 gram / 10 ml = 7,128 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
1,98 mg / (7,128 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,96 mg / (7,128 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
5,94 mg / (7,128 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Kamis, 27 maret 2014


Kegiatan

: hari kesembilan pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari kelima belas berat badan ayam adalah 0,441 kg. penghitungan volume

ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :


Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,441 kg = 2,205 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 1,98 mg x jumlah ayam T1
2,025 mg x 6 = 13,23 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,441 kg = 4,41 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 4,41 mg x 6 = 26,46 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam

15 mg/kg BB x 0,441 kg = 6,615 mg


Volume ekstrak 6 ayam : 6,615 mg x 6 = 39,69 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
13,23 mg + 26,46 mg + 39,69 mg = 79,38 mg = 0,07938 gram
Konsentrasi : 0,07938 gram / 10 ml = 7,938 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,205 mg / (7,938 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
4,41 mg / (7,938 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
6,615 mg / (7,938 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Jumat, 28 maret 2014


Kegiatan

: hari kesepuluh pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari keenam belas berat badan ayam adalah 0,489 kg. penghitungan

volume ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,489 kg = 2,445 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2,445 mg x jumlah ayam T1
2,445 mg x 6 = 14,67 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,489 kg = 4,89 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 4,89 mg x 6 = 29,34 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,489 kg = 7,335 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 7,335 mg x 6 = 44,01 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
14,67 mg + 29, 34 mg + 44,01 mg = 88,02 mg = 0,08802 gram
Konsentrasi : 0,08802 gram / 10 ml = 8,802 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,445 mg / (8,802 mg/ml) = 0,2 ml

Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam


4,9 mg / (8,802 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
7,335 mg / (8,802 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Sabtu, 29 maret 2014


Kegiatan

: hari kesebelas pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari ketujuhbelas berat badan ayam adalah 0,54 kg. penghitungan volume

ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :


Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,54 kg = 2,7 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2,7 mg x jumlah ayam T1
2,7 mg x 6 = 16,2 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,54 kg = 5,4 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 5,4 mg x 6 = 32,4 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,54 kg = 8,1 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 8,1 mg x 6 = 48,6 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
16,2 mg + 32,4 mg + 48,6 mg = 97,2 mg = 0,0972 gram
Konsentrasi : 0,0972 gram / 10 ml = 9,72 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,7 mg / (9,72 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
5,4 mg / (9,72 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
8,1mg / (9,72 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Minggu, 30 maret 2014


Kegiatan

: hari keduabelas pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari kedelapan belas berat badan ayam adalah 0,595 kg. penghitungan

volume ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,595 kg = 2,975 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 2,975 mg x jumlah ayam T1
2,975 mg x 6 = 17,85 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,595 kg = 5,95 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 5,95 mg x 6 = 35,7 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,595 kg = 8,925 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 8,925 mg x 6 = 53,55 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
17,85 mg + 35,7 mg + 53,55 mg = 107,1 mg = 0,1071gram
Konsentrasi : 0,1071 gram / 10 ml = 10,71 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
2,975
2,975 mg / (10,71 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
5,95 mg / (10,71 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
8,925 mg / (10,71 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Senin, 31 maret 2014


Kegiatan

: hari ketigabelas pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari kesembilan belas berat badan ayam adalah 0,652 kg. penghitungan

volume ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,652 kg = 3,26 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,26 mg x jumlah ayam T1
3,26 mg x 6 = 19,56 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,652 kg = 6,52 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 6,52 mg x 6 = 39,12 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,652 kg = 9,78 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 9,78 mg x 6 = 58,68 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
19,56 mg + 339,12 mg + 58,68 mg = 17,36 mg = 0,11736 gram
Konsentrasi : 0,11736 gram / 10 ml = 11,736 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,26 mg / (11,736 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
6,52 mg / (11,736 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam
9,78 mg / (11,736 mg/ml) = 0,8 ml
Kendala :
Solusi :

Hari, tanggal : Selasa, 1 april 2014


Kegiatan

: hari keempat belas pemberian ekstrak lerak pada ayam

Hasil

: pada hari duapuluh belas berat badan ayam adalah 0,711 kg. penghitungan

volume ekstrak yang diberikan pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :
Ayam perlakuan 1 : dosis ekstrak x berat badan ayam
5 mg/kg BB x 0,711 kg = 3,555 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 3,555 mg x jumlah ayam T1

3,555 mg x 6 = 21,33 mg
Ayam perlakuan 2 : dosis ekstrak x berat badan ayam
10 mg/kg BB x 0,711 kg = 7,11 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 7,11 mg x 6 = 42,66 mg
Ayam perlakuan 3 : dosis ekstrak x berat badan ayam
15 mg/kg BB x 0,711 kg = 10,665 mg
Volume ekstrak 6 ayam : 10,665 mg x 6 = 63,99 mg
Jumlah volume ekstrak yang diberikan pada ketiga perlakuan
21,33 mg + 42,66 mg + 63,99 mg = 127,98 mg = 0,12798 gram
Konsentrasi : 0,12798 gram / 10 ml = 12,798 mg / ml
Volume ekstrak perlakuan 1 setelah pengenceran pada setiap ayam
3,555 mg / (12,798 mg/ml) = 0,2 ml
Volume ekstrak perlakuan 2 setelah pengenceran pada setiap ayam
7,11 mg / (12,798 mg/ml) = 0,5 ml
Volume ekstrak perlakuan 3 setelah pengenceran pada setiap ayam

Hari, Tanggal

: 26 Maret 2014

Kegiatan

: Pembuatan media BSA, LB, Mc. Conkey

Hasil Kegiatan

:
Persiapan Alat dan Bahan
Alat

: cawan petri
gelas erlenmeyer
batang pengaduk
kapas
aluminium foil
alat pemanas (kompor)

autoclave
ose
bunsen
glove
masker
incubator
kulkas
timbangan
tabung reaksi
waterbath
rak tabung reaksi
label
pipet
gelas ukur
Bahan : aquades
BSA
LB
Mc. Conkey
Langkah Kerja
1

BSA
Penimbangan BSA dilakukan sesuai dengan kebutuhan atau volume yang
akan dibuat pedoman pada cara pembuatan yang tertera pada botol reagent.
20 gr/500 ml = x/100 ml
20 gr
= 5x
4 gr
=x
Jadi kita membutuhkan BSA sebanyak 4 gram. Kemudian disiapkan
aquadest sebanyak 100 ml, lalu bahan yang telah ditimbang dimasukkan ke
dalam erlenmeyer, lalu sisa bahan yang masih menempel di cawan

ditimbang dan dibilas dengan aquades sebanyak 3 kali, kemudian


ditambahkan aquades sebanyak 100 ml dan diaduk merata.
Karena tidak semua langsung larut maka melarutkannnya menggunakan
waterbath.Waktu pelarutan pun tidak ditentukan, namun sesekali pwrlu
dilakukan pengecekan sampai tidak terdapat butiran zat pada dinding
tabung atau larutan.
BSA tidak disterilkan dalam autoclave karena ada zat zat yang akan
rusak, yakni sodium sitrate dan sodium thiosulphate. Lalu setelah selesai
melarutkan, BSA tersebut dituang kedalam plat (petridish) yang telah
disterilkan namun tidak terlalu tebal tidak terlalu tipis pula.Setelah
penuangan selesai, dibiarkan media tersebut sampai dingin dan
padat.Setelah itu media tersebut dibungkus dan disimpan dalam incubator.
LB (Lactose Broth)
Sama seperti pembuatan media BSA , untuk LB ini dilakukan penimbangan
terlebih dahulu pula, yaitu
13 gr/1000ml = x/25 ml
X
= 0, 325 gr
Namun yang membedakan dengan media BSA, pada pembuatan media LB
ini membutuhkan autoclave dan diletakkan dalam tabung reaksi.
Penggunaan autoclave ini bertujuan untuk melakukan pencampuran secara
sempurna selama 15 menit dengan suhu 121oc. Setelah itu, larutan media
tersebut didinginkan dan dituang ke dalam tabung reaksi lalu dimasukkan
ke dalam lemari es.
Mc. Conkey
Sama seperti pembuatan media media sebelumnya yang harus ditimbang
terlebih dahulu. Namun pembedanya terletak dalam petridish (plat)
50 gr/1000 ml = x/1000 ml
X
= 5 gr
Dari semua alat untuk membuat media, dilakukan sterilisasi yang bertujuan
untuk mematikan mikroorganisme yang terdapat pada alat.

Hari, Tanggal : Kamis, 27 Maret 2014


Kegiatan

: Isolasi bakteri Salmonella enteridis

Hasil

:
Bakteri yang sudah disiapkan sebelumnya dilakukan isolasi dengan media
Persiapan alat dan bahan :
Alat:
1. Ose
2. Bunsen
3. Media BSA, LB, Mc-conkey
4. Masker
5. Glove
6. Kertas Label
7. Rak Tabung Reaksi
8. Inkubator
9. Kulkas
Bahan:
1. Media BSA, LB, Mc-Conkey

2. Bakteri Salmonella enteridis


Langkah Kerja:
Semua media ( BSA, LB, Mc-Conkey ) yang telah di inkubasi selama 24 jam.
Lalu bakteri yang telah disiapkan dilakukan isolasi ke dalam media LB ( Lactose Broth ) dan di
inkubasi selama 24 jam. Kemudian media yang lain ( BSA dan Mc-Conkey ) diletakkan di lemari
es.
Karena persediaan yang minim dan ditakutkan terjadi human error, kita membeli
media SSA, LB, dan Mc-Conkey dan kita membuat media SSA dimana langkah kerjanya sama
seperti BSA
Persiapan standart Mc-Farland
:
Pembelian Mc-Farland di took bahan kimia :
1. BaCl 1,175% : sebanyak 100ml
2. H2SO4 1%
: sebanyak 100ml
Langkah Kerja :
Larutan BaCl2 dan H2SO4 dicampur dengan perbandingan tertentu
sehingga mendapatkan larutan Mc-Farland 10ml

Hari, Tanggal : Jumat, 28 Maret 2014


Kegiatan
Hasil

: Penanaman Bakteri
:
Lactose Broth yang ditanami bakteri terlihat keruh, lalu diisolasikan ke dalam
media BSA, BSA, dan Mc-Conkey
Alat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bunsen
Ose
Glove
Masker
Lemari es
Incubator

Bahan:
1. Media LB yang sebelumnya ditanami bakteri Salmonella enteridis
2. Media BSA, SSA, Mc-Conkey

Langkah Kerja :
Diambil bakteri yang sudah tumbuh pada Lactose Broth diatas api
Bunsen dengan menggunakan ose, lalu dilakukan penyetrikan ke dalam media BSA,
SSA, dan Mc-Conkey diatas api Bunsen untuk meminimalkan kontaminasi yang
terjadi. Lalu untuk media LB dimasukkan ke dalam Kulkas dan media BSA, SSA,
Mc-Conkey dimasukkan ke dalam incubator selama 4 jam, dan setelah di inkubasi
dimasukkan ke dalam kulkas

Hari, Tanggal : Selasa, 1 April 2014


Kegiatan

: Persiapan bakteri ke dalam media LB ( Lactose Broth )

Hasil

:
Alat :
1.
2.
3.
4.

Ose
Bunsen
Glove
Masker

Bahan :
1. Media Lactose Broth
2. Media BSA, SSA, Mc-Conkey yang sudah di strik
Langkah Kerja :
Api Bunsen dan dan ose dipersiapkan terlebih dahulu.Kemudian ose
dipanaskan diatas Bunsen untuk meminimalkan keontaminasi lalu diambil bakteri
dari salah satu media saja (SSA), kemudian dicampurkan ke dalam media Lactose
Broth.Semua Perlakuan dilakukan diatas Bunsen, setelah itu media Lactose Broth
yang telah ditanami bakteri diinkubasi selama 4 kam. Setelah 4 jam diinkubasi,
maka dilakukan standartisasi dengan standart Mc-Farland dengan cara
Membandingkan kekeruhan dengan background berwana hitam. Apabila terlalu

keruh maka dapat ditambahkan dengan PBS, apabila terlalu cair maka
ditambahkan dengan bakteri lalu dilakukan vortex dan dilihat dengan background
hitam.

Hari, Tanggal : Rabu, 2 April 2014


Kegiatan
Hasil

: Pemaparan Bakteri

:
Persiapan bakteri terlebih dahulu, dilakukanpengukuran dosis 0,2ml x 108 cfu/ml.
kemudian bakteri dimasukkan kedalam box untuk menjaga bakteri agar tidak mati dan
tidak terkontaminasi selama perjalanan ke kandang.Selanjutnya bakteri diberikan kepada
ayam sebanyak dosis yang ditentukan dengan menggunakan sonde.Bakteri diberikan pada
ayam control (+), yang diberi terapi lerak 5mg/kg BB, 15 mg/kg BB. Untuk ayam control
negative tidak diberikan pemaparan bakteri

Hari, Tanggal : Kamis, 3 April 201


Kegiatan

: Pemaparan Bakteri

Hasil

:
Langkah kerja sama seperti awal, pemaparan bakteri yang pertama
sebelum dilakukan pemaparan bakteri yang kedua tlihat gejala klinis akibat
pemaparan bakteri yang pertama yaitu:
Kontrol (+) tanpa diberi lerak
Kontrol negative
Kontrol (+)1 dengan diberi lerak
Kontrol (+)2 dengan diberi lerak
Kontrol (+)3 dengan diberi lerak

:
:
:
:
:

Diare parah (profus)


Diare
Diare
Diare
Diare

Hari, Tanggal : Jumat, 4 April 2014


Kegiatan

: Pemaparan Bakteri

Hasil

:
Langkah kerja sama seperti awal pemaparan bakteri yang pertama.
Sebelum dilakukan pemaparan bakteri yang ketiga, terlihat gejala klinis akibat
pemaparan bakteri yang pertama dan kedua yaitu :
Kontrol (+) tanpa diberi lerak
Kontrol negative
Kontrol (+)1 dengan diberi lerak
Kontrol (+)2 dengan diberi lerak
Kontrol (+)3 dengan diberi lerak

:
:

Diare parah (profus)


Diare
:
Diare
:
Diare
:
Diare

Pembelian alat dan peminjaman alat untuk pengambilan darah dan organ
Peminjaman :
1. Eppendove 40 buah
2. Tempat Eppedndove 1 buah
3. Botol plastic 50 plastik
Pembelian :
1. Botol kuning/ pull 10 buah
2. Botol semprot 2 buah

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Needle ukuran 21 s 1 buah


Alumunium foil 1 buah
Tissue 1 buah
Plain vacuum lab 45 buah
Blade 20 buah
Spuit 5cc 1 pack

Hari, Tanggal : Jumat, 25 April 2014


Kegiatan

: Pembayaran Analisa Flowcytometry

Hasil

:
Pembayaran analisa flowcytometry dilakukan di FMIPA Universitas
Brawijaya yang dibayarkan kepada bapak Muhaimin Rifai, S.Si sebagai kepala
Laboratorium Fisiologi Hewan, FMIPA, Universitas Brawijaya, Malang.

Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

Hari, Tanggal : Kamis, 12 April 2014


Kegiatan

: Pembuatan Preparat Histologi

Hasil

:
Pembayaran preparat histologi dilakukan di Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya yang dibayarkan kepada salah satu staff sebagai kepala
Laboratorium Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya,
Malang.

Kendala

: Dana PKM-P belum cair

Solusi

: Menggunakan dana penjaman dari program

1.

Diskusi kelompok dan pengambilan dana dari fakultas 2014-02-24

2.
3.
4.

Diskusi kelompok mengenai parameter dan uji yang digunakan untuk PKM-P ini 2014-03-04
Diskusi kelompok mengenai evaluasi kegiatan yang telah dilakukan 2014-03-16
Diskusi bersama dosen pembimbing mengenai evaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan pengarahan terhadap
kegiatan yang akan dilakukan 2014-03-17

5.

Diskusi bersama dekan Fakultas Peternakan UNISMA, Malang mengenai peraturan di teaching farm dan
manajemen kandang. 2014-03-20

6.

Diskusi tentang hasil flowcytometry bersama bapak Muhaimin Rifai, S.Si .Ph.D . Med.Sc selaku kepala
laboratorium fisiologi hewan dan diskusi tentang kemajuan penelitian bersama dengan dosen pembimbing 201404-24

7.

Mengerjakan analisis flowcytometry bersama asisten bapak Muhaimin Rifai, S.Si .Ph.D . Med.Sc di Laboratorium
Fisiologi Hewan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang 2014-04-25

8. Membayar jasa laboran dan analisa flowcytometry 2014-04-26


9. Persiapan untuk membuat preparat histopatologi 2014-05-06
10. Diskusi bersama anggota kelompok 2014-06-10
11. Diskusi bersama dosen pembimbing untuk persiapan presentasi monev internal 2014-06-13
12. Diskusi bersama anggota kelompok 2014-06-15
13. Pengamatan preparat histopatologi di laboratorium Mikrobiologi Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya
Malang 2014-06-27

14. Pengamatan hasil histopatologi dan diskusi bersama dengan dosen pembimbing 2014-06-28