Anda di halaman 1dari 3

Laporan Praktikum

Uji Kabohidrat Dengan Yodium


I. Tujuan
Untuk mengidentifikasi kandungan kabohidrat secara kualitatif, dengan
menggunakan iodin.
II. Landasan Teori
Uji iodium bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida. Reagen yang
digunakan adalah larutan iodine yang merupakan I2 terlarut dalam potassium
iodide. Reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida.
Polisakarida umumnya membentuk rantai heliks (melingkar), sehingga dapat
berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat berantai pendek seperti disakarida
dan monosakarida tidak membentuk struktur heliks sehingga tidak dapat berikatan
dengan iodin. Amilum dengan iodin dapat membentuk kompleks biru,
amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu sedangkan dengan
glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat (Monruw, 2010).
Pati dan iodium membentuk ikatan kompleks berwarna biru. Pati dalam
suasana asam bila dipanaskan dapat terhidrolisis menjadi senyawa yang lebih
sederhana, hasilnya diuji dengan iodium yang akan memberikan warna biru
sampai tidak berwarna. Jika amilosa direaksikan dengan iodium maka akan
berwarna biru, sedangkan jika amilofektin direaksikan dengan iodium akan
memberikan warna ungu kehitaman (Mustaqim, 2012).
III. Cara Kerja
1. Alat
1)
2)
3)
4)
5)
6)

2 Buah tabung reaksi


1 Buah pemanas air
1 Buah penjepit tabung reaksi
Pipet tetes
Gelas Kimia (untuk memanaskan air)
1 Buah Penjepit tabung reaksi

2. Bahan
1

1)
2)
3)
4)

Air
Larutan pati 1 %
Larutan yodium 0, 01 M
Larutan Na2S2O3

3. Cara Kerja
Alat dan bahan disiapkan, lalu Disediakan 2 buah tabung reaksi, pertama ke
dalam tabung dimasukan larutan pati 1% sebanyak 5ml ( 30 tetes ) dengan
menggunakan pipet tetes. Ke dua dimasukan larutan yodium 0, 01 M ke kedalam
tabung reaksi dengan pipet tetes sebanyak 3 tetes, tabung dikocok perlahan warna
larutan akan berubah menjadi warna biru pekat kehitaman. Ketiga dibuat
perlakuan yang berbeda pada kedua tabung yaitu :
1) Tabung I dipanaskan sampai warna biru menghilang
2) Tabung II ditetesi larutan Na2S2O3 tetes demi tetes kedalamnya hingga
warna biru menghilang
IV. Hasil
No.

Perlakuan I
Perubahan Yang Terjadi
Di tetesi yodium 0, 01 M Warna larutan pati dari putih berubah

sebanyak 3 tetes (tabung menjadi biru pekat.


I)
Di tetesi yodium 0, 01 M Warna larutan pati dari putih berubah

sebanyak 3 tetes (tabung menjadi biru pekat.


II)
No.
1

Perlakuan II
Dipanaskan (tabung I)

Perubahan Yang Terjadi


Setelah dipanaskan selama 6 menit 15
detik warna larutan berubah menjadi

Ditetesi

Larutan

Na2S2O3 (tabung II)

bening kembali
Setelah

diteteskan

Na2S2O3

sebanyak 9 tetes warna larutan berubah


menjadi bening.

No.
1

Perlakuan III
Perubahan Yang Terjadi
Didiamkan di udara Setelah didiamkan beberapa saat terjadi
terbuka (tabung I)

perubahan warna larutan dari bening

menjadi biru pekat ( terdapat endapan


Didiamkan

di

terbuka (tabung II)

biru pekat)
udara Setelah didiamkan beberapa saat tidak
terjadi perubahan warna pada larutan,
warna larutan tetap bening.

V. Pembahasan
VI. Simpulan dan Saran
VII. Daftar Pustaka

Lampiran